cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 220 Documents
Kajian Adaptasi Varietas Unggul Baru Jagung diantara Pertanaman Kelapa di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara YENNY TAMBURIAN
Buletin Palma Vol 13, No 1 (2012): Juni, 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n1.2012.32-40

Abstract

Usahatani kelapa secara monokultur menyebabkan pendapatan petani sangat rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani adalah menerapkan tanaman sela jagung diantara kelapa. Kajian adaptasi VUB Jagung diantara pertanaman kelapa telah dilakukan di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Pengkajian dilaksanakan sejak Maret sampai Juli 2010. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas unggul baru (VUB) jagung yang beradaptasi pada lahan diantara pertanaman kelapa, produksi tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dalam usahatani kelapa. Perlakuan yang dikaji terdiri dari lima VUB jagung yaitu Srikandi Kuning, Sukmaraga, Lamuru, Lagaligo dan Gumarang serta varietas lokal Manado Kuning sebagai pembanding. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Hasil pengkajian menunjukkan kelima VUB jagung layak diusahakan pada lahan diantara pertanaman kelapa karena dapat memberikan hasil yang cukup tinggi dibandingkan varitas lokal Manado Kuning. Hasil teringgi dicapai oleh varietas Sukmaraga dan Srikandi Kuning masing-masing yaitu 6,80 dan 6,50 t/ha menyusul Gumarang, Lamuru dan Lagaligo berturut-turut 6,40; 6,30 dan 6,20 t/ha sedangkan Manado Kuning paling rendah yaitu 3,20 t/ha. Analisis usahatani menunjukkan kelima VUB tersebut memberikan keuntungan masing- masing Sukmaraga (Rp7.677.500), Srikandi Kuning (Rp7.077.500), Gumarang (Rp6.877.500), Lamuru (Rp6.677.500) dan Lagaligo (Rp6.477.500). Produksi kelapa per hektar sebanyak 1540 kg buah kelapa per 3 bulan, dengan harga Rp1.100/kg, maka penerimaan petani kelapa per hektar per tahun Rp 1.694.000. Bila penerimaan dikurangi dengan biaya Rp1.016.400 maka keuntungan yang diraih Rp 677.600, suatu jumlah yang sangat tipis atau marginal. Analisis usahatani menunjukkan dengan mengusahakan tanaman jagung diantara tanaman kelapa akan diperoleh nilai tambah sekitar 90,53 - 91,89% atau (Rp6.477.500 - Rp7.677.500) lebih tinggi dari pada monokultur kelapa (Rp677.600). Kata kunci : Kelapa, jagung, lahan diantara kelapa, hasil, pendapatan.ABSTRACTAssesment of New Superior Varieties Corn under the Coconut Plantation at South Minahasa District, North Sulawesi ProvinceThe coconut monoculture farming has low farmer income. Efforts for increasing farmers income is applied intercropping corn under the coconut plantation. Assessment of new superior varieties corn under the coconut plantation has been done in the Teep village of South Minahasa district of North Sulawesi Province. Assessment was conducted from March until July 2010. This study aims to obtain new superior varieties (NSV) corn which is adapted to under coconut and high production so as to increase the income of coconut farmers. The treatments consisted of five NSV studied the Srikandi Kuning, Sukmaraga, Lamuru, Lagaligo, and Gumarang well as local varieties Manado Kuning as a comparison. The design used was randomized block design with four replication. The results of the assessment showed fifth NSV decent corn crop cultivated on the between the coconut as it can give results quite high compared to local varieties Manado Kuning. The results achieved by varieties Sukmaraga, Srikandi Kuning namely 6.80 and 6,50 t/ha. Gumarang, Lagaligo, lamuru respectively 6,40; 6,30 and 6,20 t/ha while Manado Kuning low at 3,20 t/ha. Analysis of farming system showed the five NSV is profit able each Sukmaraga (Rp7,677,500), Srikandi Kuning (Rp7,077,500), Gumarang (Rp6,877,500), Lamuru (Rp6,677,500) and Lagaligo (Rp6,477,500). Coconuts production as much as 1,540 kg per hectare per 3 months, the price of Rp. 1,100 kg, the acceptance of coconut farmers per hectare per 3 months Rp. 1,694,000. If revenue is reduced by the cost of the benefits achieved Rp1.016.400 Rp 677,600, an amount that is very thin or marginal. Analysis shows commercialize farming maize among coconut trees added value will be around 90.53 to 91.89% or (Rp6.477.500 - Rp7.677.500) higher than coconut monoculture (Rp677.600).
Uji Teknis Alat Pengolahan Minyak Kelapa Skala Kelompok Tani / Technical Test of Coconut Oil Machinary on Farmer Group Scale Abner Lay; Steivie Karouw
Buletin Palma No 31 (2006): Desember, 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v1n31.2006.102-110

Abstract

Coconut processing machine for farmer level, was tested in Engineering processing workshop of ICOPRI  Manado, on January 2006. The coconut processing machines were two operation units, namely fresh coconut grinder and coconut milk presser. Tested matterial was Coconut Mapanget Tall.  The observation was done on constraction, operation system, and machine performances.  The results showed that coconut grinder and coconut presser were compactly designed, with partial operation system.  Machine was operated by single rotary  motor  of 7 Hp, 2600 rpm as diesel engine.  Processing system rolling among unit operations,  done by two operators.  Capacity of the coconut fresh grinder is 360 coconut nut/hour and coconut milk presser  is 375 coconut nut/hour. Oil recovery is 15% and oil efficiency extraction about 44.3 %. Use of the  coconut processing machine for farmer level would support  the development of coconut diversification products and provide labour in the villages.  RINGKASANPengujian alat pengolahan minyak kelapa skala kelompok tani dilakukan di Bengkel Rekayasa Alat Pengolahan Balitka, bulan Januari 2006. Alat yang diuji terdiri dari unit pemarut kelapa dan unit pengepres santan. Bahan uji yang digunakan adalah kelapa dalam Mapanget. Pengamatan yang dilakukan, meliputi: konstruksi alat, sistem operasi dan kinerja alat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa unit pemarut dan unit pengepres konstruksinya sederhana dan dirancang secara gabungan dengan sistem proses parsial. Menggunakan motor penggerak tunggal yakni motor diesel dengan daya 7 Hp; 2600 rpm. Sistem operasi alat secara bergantian antar unit operasi, penanganannya oleh dua operator. Kapasitas olah unit pemarut dan unit pengepres masing-masing 360 dan 375 butir kelapa/jam. Rendemen hasil minyak 15% dan efisiensi ekstraksi minyak sebesar 44.3%. Penggunaan alat pengolahan kelapa ini, akan menunjang pengembangan diversifikasi produk kelapa dan perluasan lapangan kerja dipedesaan.
Viabilitas Polen Aren pada Media Buatan DONATA S. PANDIN; ELSJE T. TENDA
Buletin Palma No 39 (2010): Desember, 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n39.2010.190-196

Abstract

Sugarpalm Pollen Viability on Artificial MediaResearch conducted at the Plant Breeding Laboratory of Indonesia Coconut and Other Palmae Research Institute (ICOPRI) Manado, from February until April 2010. The research aims to find ways of processing sugarpalm pollen and testing techniques of pollen viability. The materials used were male flowers of the Tall type of sugarpalm. Pollen viability test carried out using a completely randomized design with 12 treatments of 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24 hours after sown on growth media, and repeated three times. The results showed that the sugarpalm male flower drying good for the process of pollen is to use an oven or a dehumidifier at a temperature of 35 o C - 37 o C for 30 hours. The yield of sugarpalm pollen produced an average of 1.41%. The results showed that pollen viability of sugarpalm not germinated until 12 hours after sowing, and just started to sprout after 14 hours with the percentage increasing until 24 hours after grown. Sugarpalm highest pollen viability was found on treatment after 24 hours of observation.
Karakteristik Fisiologi Daun Aren Varietas Akel Toumuung NURHAINI MASHUD; FARIDA OCTAVIA
Buletin Palma Vol 16, No 1 (2015): Juni, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n1.2015.49-56

Abstract

ABSTRAK Apabila ditinjau dari karakter fisiologi, tanaman aren memiliki karakter yang sangat berbeda dengan kelapa atau pinang  walaupun ketiga tanaman ini termasuk famili palma. Daun sebagai organ fotosintetik memiliki bermacam-macam  pigmen aseptor elektron yang mendukung proses fotosintesis, antara lain klorofil. Selain itu, dalam daun terdapat stomata yang berfungsi sebagai alat adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan, dan trikoma yang berfungsi  sebagai pelindung dari kerusakan mekanis yang telah terbukti pada tanaman kelapa. Penelitian tentang karakter  fisiologis daun tanaman aren varietas Akel Toumuung dilakukan dengan tujuan mempelajari karakter-karakter fisiologis  daun, yaitu  klorofil, stomata dan trikoma. Penelitian dilakukan di Desa Kumlembuai, Pinaras dan Walian,  Kotamadya  Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Juni 2012, menggunakan metode deskriptif. Untuk analisis karakteristik  fisiologis, contoh  daun diambil pada daun nomor 14, kemudian dianalisis di laboratorium Ekofisiologi, Balai Penelitian  Tanaman Palma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil total daun tanaman aren varietas Akel  Toumuung di Kumelembuai, Pinaras dan  Walian  berturut-turut adalah 1,89 mg/g berat segar, 2,18 mg/g berat segar  dan 1,85 mg/g berat segar klorofil a; 1,38 mg/g berat segar, klorofil a 1,80 mg/g berat segar, dan 1,04 mg/g berat segar;  serta klorofil b 0,69 mg/g berat segar, 0,82 mg/g berat segar  dan  0,67 mg/g berat segar. Jumlah stomata/mm2 berturut-turut adalah 24,78, 29,22 dan 29,11. Jumlah trikoma berturut-turut adalah 2,89, 5,67 dan 4,56. Kandungan klorofil dan  stomata daun aren kurang dari tanaman kelapa, tetapi jumlah trikomanya lebih banyak dari tanaman kelapa. Karakter fisiologis tanaman aren ini menggambarkan ciri tanaman yang tumbuh pada lahan yang ternaungi.Kata kunci: Karakter fisiologi, klorofil, stomata, trikoma, daun aren. Physiology Characteristic of Toumuung Sugar Palm LeafABSTRACT In term of physiology character, sugar palm has a very different character with coconut or arecanut although all three  plants including in palm family. Leaves as organ of photosynthetic have an assortment of electron acceptors pigment  that supports the process of photosynthesis, among others chlorophyll. In addition, there are stomata in the leaves,  which serves as a means of adaptation tool of plants to drought stress, and trichomes that serves as a protection from  mechanical damage that has been proven in the coconut palm. Research on the physiological characters of tall sugar  palm leaves was done to study the physiological characters of leaves, namely chlorophyll, stomata and trichomes. The  study was conducted in the villages of Kumelembuai, Pinaras and Walian, the Municipality of Tomohon, North Sulawesi Province in June 2012, using descriptive method. For the analysis of the physiological characteristics, leaf  samples were taken on leaf number 14, then analyzed in the Ecophysiology laboratory, Palma Research Institute. The  results showed that total chlorophyll, content of sugar palm in Kumelembuai, Pinaras and Walian was 1.89 mg/g fresh  weight, 2.18 mg/g fresh weight and 1.85 mg/g fresh weight; chlorophyll a is 1,38 mg/g fresh weight, 1,81 mg/g fresh  weight  dan 1,04 mg/g fresh weight; chlorophyll b is 0,69 mg/g fresh weight, 0,82 mg/g fresh weight and 0,67 mg/g  fresh weight respectively. Number of stomata/mm2 is 24.78, 29.22 and 29.11, respectively. Number of trichomes/mm2  were 2,89, 5,67 dan 4,56, respectively. Chlorophyll content and  the amount of  leaves stomata of sugar palm less than  coconut palm, but the amount of trichomes more than coconut palm. This sugar palm physiological characters  describe the plants that grow in the shaded area.Keywords: Character physiology, chlorophyll, stomata, trichomes, palm leaf.
Penggunaan Ragi Komersial pada Pengolahan Etanol dari Nira Aren A. LAY
Buletin Palma No 37 (2009): Desember, 2009
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n37.2009.166-173

Abstract

Use of Commercial Yeasts on Etanol Processing from Palm NeeraThe objective of this research was to find out commercial yeasts which effective for fermentation sugar palm neera become etanol, efficient processing technique and it can be operated by the farmers/the farmer groups. The research was done from March to June 2009, in the Laboratory of Indonesia Coconut and Other Palmae Research Intitute. The research was conducted in factorial experiment 5 x 4 x 2, using completed randomized design. Factor A is commercial yeast, which consists of A1 = Fermipan, A2 = Mauri-pan, A3 = Gold-Pakmaya, A4 = BrewMax, and A5 = Without yeast. (Fermipan, Mauri-pan, Gold-Pakmaya, BrewMax and without yeast. Factor B is fermentation period which consists of B1 = 0 day, B2 = 2 days and B3 = 3 days. Ethanol processing was conducted by using fermentation and distillation process. The result showed that the suitable yeast for fermentation were Gold-Pakmaya and Fermipan yeast. Using a single destillator, laboratory scale, the first and second processes, produced etanol 28-43% and 72-77%, respectively. Processing etanol 30-32% and 72-77% is economically feasible.
Karakteristik Virgin Coconut Oil dengan Metode Sentrifugasi pada Dua Tipe Kelapa STEIVIE KAROUW; CHANDRA INDRAWANTO; MARIA L KAPU’ALLO
Buletin Palma Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n2.2014.128-133

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak berkualitas tinggi yang diekstraksi dari daging buah kelapa. Penelitian bertujuan mengetahui rendemen VCO yang diolah dengan cara sentrifugasi menggunakan buah dari kelapa Genjah Salak dan kelapa Dalam Mapanget serta karakteristik VCO yang dihasilkan dari variasi cara pengadukan. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, yaitu pengolahan VCO menggunakan daging buah kelapa Genjah Salak dan kelapa Dalam Mapanget. Jenis kelapa yang menghasilkan VCO paling banyak selanjutnya digunakan untuk tahap yang kedua, yaitu pengolahan VCO menggunakan hand mixer dan pengaduk mekanis. Hasil penelitian diperoleh bahwa daging buah dari kelapa Genjah Salak tidak sesuai digunakan sebagai bahan baku untuk proses pengolahan VCO dengan cara sentrifugasi. Pengadukan mekanis menghasilkan rendemen VCO 13,5% dibandingkan dengan hand mixer hanya 8,01%. VCO yang diekstraksi dari daging buah kelapa Dalam Mapanget dengan cara sentrifugasi memiliki sifat fisikokimia (warna, bau, bilangan peroksida, kadar air, bilangan iod dan bilangan penyabunan) serta profil asam lemak yang sesuai dengan standar APCC. Kata kunci: VCO, jenis kelapa, rendemen, sifat fisikokimia, profil asam lemak.ABSTRACTProperties of Virgin Coconut Oil Using Fruit from Two Types of Coconut Through Sentrifugation MethodVirgin Coconut Oil (VCO) was a high quality coconut oil, which was extracted from fresh coconut kernel. The objective of the research is to evaluate the yield of VCO processed through sentrifugation using kernel of Dwarf Salak and Mapanget Tall coconut fruit and properties of VCO made by variation of stiring methods.The research was conducted in two activities, the first step was processing of VCO by using coconut kernel from Genjah Dwarf and Mapanget Tall coconut fruit. The type of coconut obtained the higher yield of VCO was then used for the next step. The second step was to observe effect of different method of stiring on the yield of VCO. The VCO was then measured for its physychochemical properties and fatty acids profile. The results showed that the kernel of Salak Dwarf coconut was not suitable for raw materials on processing of VCO by sentrifugation method. The mechanical stiring obtained higher yield of VCO arround 13,5% compared to hand mixer was 8.01%. The VCO extracted from fruit of Mapanget Tall having physychochemical properties (colour, flavor, peroxide value, moisture, iodin value and saponification value) and fatty acids profile according with APCC standard Keywords: VCO, coconut types, yield, physychochemical properties, fatty acids.
Keanekaragaman Hayati dan Komposisi Musuh Alami Hama Kelapa Brontispa longissima di Kecamatan Parigi, Provinsi Sulawesi Tengah Novalisa Lumentut
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Kompleks musuh alami hama Brontispa longissima Gestro (Coleoptera : Chrysomelidae),  keanekaragaman hayati dan komposisi artropoda telah di pelajari pada ekosistem kelapa di Desa Toboli, Pelawa, Bambalemo, Lemusa, Olo Baru dan Olaya, Kecamatan Parigi Provinsi Sulawesi Tengah dari bulan November 2007 sampai dengan Pebruari 2008. Daun pucuk yang terserang diambil dari 10 pohon pada setiap desa secara acak dengan metode transek pada setiap jarak 300 m. Musuh alami yang ditemukan dikelompokkan sebagai predator, parasitoid dan entomopatogen. Musuh alami yang potensial, yaitu predator cocopet Chelisoches morio Ferrier (Dermaptera: Chelisochidae), semut (Hymenoptera: Formicidae) parasitoid Tetrastichus brontispae Ferrier (Hymenoptera: Eulopidae) dan cendawan Metarhizium anisopliae var. anisopliae (Moniliales: Hypomycetes) sebagai entomopatogen pada larva, pupa, dan imago. Indeks Shannon ordo 0,272 sampai 0,373 dan rata-rata 0,314 ± 0,038, famili 0,297 sampai 0,436 dan rata-rata 0,366 ± 0,054, menunjukkan diversitas artropoda yang rendah (<1) seperti terjadi pada kondisi eksplosi hama. Pada saat penelitian populasi hama Brontispa pada kondisi eksplosi, selain diversitas rendah komposisi artropoda didominasi oleh hama (74,7%), selebihnya predator (24,5%), parasitoid (0,73%) dan polinator (0,03%).
Introduksi Teknologi Pengolahan Alkohol Teknis dari Nira Aren G.H. JOSEPH
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.103-108

Abstract

Salah satu produk diversifikasi aren yang bernilai ekonomi cukup tinggi adalah alkohol. Sebagian kecil petani hanya menyadap nira aren untuk diolah menjadi gula, namun pada umumnya didominasi pada pengolahan minuman lokal Captikus yang berkadar alkohol 30%. Introduksi teknologi pengolahan akan meningkatkan kadar alkohol dari 30% menjadi alkohol teknis berkadar 75-80%. Alkohol teknis dilakukan melalui 2 tahap, tahap pertama fermentasi nira aren selama 48 jam dan penyulingan hasil fermentasi, dan tahap kedua adalah penyulingan II memperoleh alkohol teknis. Pada tahap pertama diperoleh, yakni selama 48 jam fermentasi, dengan kadar alkohol awal 40%. Kadar alkohol setelah penyulingan II adalah di atas 70%. Analisis usaha pembuatan captikus secara ekonomis memberi keuntungan bersih Rp2.869.299, sedangkan dalam pengolahan alkohol teknis mendapat keuntungan bersih Rp9.000.000. Dalam pengolahan alkohol teknis teralokasi penggunaan tenaga kerja pria paling dominan, yakni 37 HOK per tahun. Kata kunci : Teknologi, pengolahan, alkohol teknis, tenaga kerja.ABSTRACTIntroduction of Technical Alcohol Processing Technology from Sugar Palm SapOne of the product diversification by high economic valuable sugar palm is to tap nira to be processed to alcohol. The small farmer only tapping sugar palm to be processed to become sugar, but is general predominated by processing of local Captikus which have alcohol rate to 30%. Introduktion of processing technology will improve rate of alcohol, from 30% becoming technical alcohol have rate to 75-80%. Introduction of technology with through 2 stage, first stage determine time and way of ferment and also distillation of first alcohol, and the second phase is distillation of II obtain;get technical alcohol. The fermentation time of alcohol obtained during 48 hour to produce with rate of alcohol early 40%. Alcohol rate after distillation of II is above 70%. Economic analysis showed that the benefit of technical alcohol Rp9,000,000 and captikus Rp2,869,299, and competent to be developed. In processing of technical alcohol is allocation usage of man labour most its 37 HOK per year.
Transplantasi Embrio Kelapa / Coconut Embryo Transplantation Nurhaini Mashud; Yulianus Rompah Matana
Buletin Palma No 31 (2006): Desember, 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v1n31.2006.19-27

Abstract

Coconut embryo transplantation is a new technique which is done for producing new coconut plant from zygotic embryo. In this technique, the isolated embryo from donor nuts insert to surrogate nuts after removal of its embryos. The coconut embryo transplantation  has been done in the University of Queensland, Australia. The result of this research indicated that whether embryo or endosperm cylinder can be transplanted to the surrogate nut. Nevertheless, it is difficult to transplant the endosperm cylinder because cork borer with endosperm inside can go into surrogate nut. It caused contamination and there is not good contact between endosperm cylinder from donor nut and endosperm of surrogate nut. This technique could be an alternative  to be used in the national and international collection and exchange of coconut germplasms which is using embryo culture protocol with some problems, especially in ex vitro condition and the high cost of in vitro technique, so far. This technique can be also utilized to multiply mutant coconut type , such as kopyor (Indonesia), Makapuno (Philippine) and Dikiri  (Sri Lanka). The coconut germplasm will be sent in form of embryos or endosperm plugs which are preparing aseptically using embryo culture protocol. At the destination base, the surrogate nuts are prepared aseptically to receive the isolated embryo or endosperm cylinder. The transplanted nut is then let to germinate naturally under  room temperature in protected environmental condition. RINGKASAN Transplantasi embrio kelapa adalah suatu teknik baru yang dilakukan untuk menghasilkan tanaman baru dari embrio zigotik. Teknik ini menggunakan embrio yang diisolasi secara aseptik dari donor nut dan ditransplantasikan pada surrogate nut. Transplantasi embrio kelapa telah dilakukan di School of Land and Food Science, University of Queensland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik embrio maupun siinder endosperm yang berisi embrio dapat ditransplantasikan ke surrogate nut. Namun transplantasi dalam bentuk silinder endosperm sulit dilakukan, karena cork borer (alat pengambil silinder endosperm) yang berisi endosperm akan masuk ke dalam surrogate nut. Keadaan ini menyebabkan mudah terjadinya kontaminasi dan tidak terjadi kontak yang baik antara silinder endosperm dari donor nut dengan endosperm dari surrogate nut. Teknik ini dapat menjadi alternatif dan mempunyai peluang dimanfaatkan dalam kegiatan koleksi dan pertukaran plasma nutfah kelapa nasional dan internasional yang selama ini menggunakan teknik kultur embro yang masih menghadapi beberapa masalah, terutama pada kondisi ex vitro dan tingginya biaya teknik in vitro. Transplantasi embrio dapat diaplikasikan untuk perbanyakan kelapa mutan, seperti kopyor di Indonesia, Makapuno di Filipina dan Dikiri di Sri Lanka. Dalam kegiatan ini, plasma nutfah dikirim dalam bentuk embrio atau embrio yang terbungkus dengan endosperm (silinder endosperm) yang dipersiapkan secara aseptik menggunakan protokol kultur embrio. Di laboratorium tujuan, surrogate nut dipersiapkan untuk menjadi media tumbuh plasma nutfah tersebut baik dalam bentuk embrio maupun plug endosperm. Embrio yang ditransplantasi ini akan berkecambah secara alami pada kondisi yang relatif terkontrol.
Identifikasi Kelapa Dalam Unggul Lokal untuk Materi Kebun Induk Kelapa Dalam Komposit di Provinsi Jawa Tengah Jeanette Kumaunang
Buletin Palma No 35 (2008): Desember, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n35.2008.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Blok Penghasil Tinggi dalam rangka mengidentifikasi tiga kelapa Dalam Unggul Lokal yang akan digunakan dalam Pembangunan kebun Induk kelapa Dalam Komposit di Jawa Tengah.  Evaluasi dilakukan terhadap 30 pohon contoh di setiap BPT yang terletak di Kabupaten Purworejo, Banyumas dan Kebumen. Pengamatan dilakukan terhadap karakter produksi dan komponen buah berdasarkan Stantech COGENT. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Kelapa Dalam unggul lokal di desa Kaligesing Kabupaten Purworejo,  di desa Karanggedang Kabupaten Banyumas, dan di Desa Petanahan Kabupaten Kebumen keragamannya rendah di bawah 20% dengan produktivitas rata-rata berturut-turut 2.63, 2.74 dan 2.44 ton kopra/ ha/tahun, masih layak sebagai BPT dan dapat digunakan sebagai materi untuk pembangunan kebun induk kelapa Dalam komposit.

Page 8 of 22 | Total Record : 220