cover
Contact Name
Vega Aditama
Contact Email
vegaaditama@gmail.com
Phone
+6282257017949
Journal Mail Official
vegaaditama@gmail.com
Editorial Address
jalan bendungan sigura-gura no. 2 , Kota Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sondir
ISSN : 19792832     EISSN : 27468275     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Sondir Journal is a publication media of research results in the field of Civil Engineering and sub-fields of structure, geotechnical engineering, transportation, construction management, water resources and geographic information systems (GIS). This journal is published regularly as much as 2 volumes per year in April and October.
Articles 80 Documents
EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN JALAN GAJAYANA – JALAN SIMPANG GAJAYANA MALANG Astri Wida Perwitasari; Kamidjo Raharjo; Nusa Sebayang
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.186 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2562

Abstract

Simpang gajayana merupakan simpang tak bersinyal dengan tiga lengan. Dengan tingkat kepadatan arus kendaraan lalulintas yang sangat tinggi. Analisa kinerja simpang tak bersinyal ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk perhitungan derajat kejenuhan, tundaan, dan antrian. Sedangkan untuk evaluasi tingkat pelayanan/kinerja simpang menggunakan Peraturan Menteri Perhubungan No. 14 KM Tahun 2006. Pada kondisi eksisting didapatkan volume total 27270.1 smp/jam, kapasitas 2800.69 smp/jam, derajat kejenuhan 1.365, tundaan rata-rata 21.94 det/kend dengan tingkat pelayanan D. Alternatif perbaikan yang direncanakan adalah perbaikan geometrik, pengurangan hambatan samping, dan larangan belok kanan pada Jl. Gajayana (utara). Dari alternatif tersebut didapatkan nilai derajat kejenuhan 0.843, tundaan rata-rata 8.099 det/kend dengan tingkat pelayanan B, dimana lebar awal Jl. Gajayana (utara) 7.2 m menjadi 12 m, Jl. Gajayana (selatan) 7 m menjadi 12 m, dan pada Jl. Simpang Gajayana 4.3 m menjadi 10 m. Dengan pemasangan lampu lalu lintas didapatkan volume rata-rata sebesar 7793.17 kend/jam. Pemasangan lampu lalu lintas dengan kondisi geometrik eksisting. Didapatkan nilai derajat kejenuhan 1.035, tundaan rata-rata 23.901 det/kend dengan tingkat pelayanan C dan panjang antrian 172.182 m. Karena hasil kinerja dari alternatif masih tidak baik maka direncanakan lampu lalu lintas dengan perbaikan geometrik, dimana lebar awal Jl. Gajayana (utara) 7.2 m menjadi 10 m, Jl. Gajayana (selatan) 7 m menjadi 10 m, dan pada Jl. Simpang Gajayana 4.3 m menjadi 7 m. Didapatkan tundaan rata-rata 10.688 det/kend dengan tingkat pelayanan B, panjang antrian 59.859 m dan kapasitas pada masing-masing pendekat CS = 1249.428 smp/jam, CB = 671.881 smp/jam, dan CU = 1303.575 smp/jam, derajat kejenuhan 0.716
ANALISA KINERJA WAKTU DAN BIAYA PROYEK MENGGUNAKAN EARNED VALUE METHOD Indra Ginantaka; Deviani Kartika
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.784 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2563

Abstract

Pengendalian proyek konstruksi umumnya menyangkut tiga aspek yaitu waktu, biaya dan mutu. Dalam mewujudkan keberhasilan proyek perlu adanya perencanaan dan pengendalian. Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan laboratorium sumber daya air, Universitas Brawijaya yang mengalami keterlambatan pada pelaksanaan. Metode earned value dapat menyajikan kinerja waktu dan biaya suatu proyek secara bersamaan. Untuk menggunakan metode earned value memerlukan data berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), laporan mingguan, dan laporan keuangan kontraktor. Setelah mendapatkan data tersebut dilakukan perhitungan acwp, bcwp, bcws, sv, cv, cpi, dan spi untuk menentukan estimasi total waktu (ETC) dan estimasi biaya penyelesaian (EAC). Hasil analisis penerapan metode earned value pada minggu ke -17 dapat disimpulkan bahwa proyek mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan, di mulai dari minggu ke 1, 4 – 17 berdasarkan nilai SPI , sedangkan pada faktor biaya mengalami peningkatan biaya dari nilai CPI. Hasil perkiraan total waktu penyelesaian (ETC) memerlukan 128 hari mengalami keterlambatan 13 hari, perkiraan total biaya (EAC) proyek mengalami pembengkakan.
PEMANFAATAN SERBUK ARANG BATOK KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH DENGAN FILLER ABU BATU UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARAKTERISTIK BETON ASPAL (AC-WC) Misbakhul Fitria Nur; Eding Iskak Imananto; Agus Prajitno
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.91 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2564

Abstract

Sebagai bahan yang melimpah dan mudah didapat. Jika tidak dimanfaatkan secara optimal akan menjadi limbah. Untuk memanfaatkan limbah ini salah satu kemungkinan adalah penggunaan batok kelapa sebagai serbuk arang yang dijadikan sebagai campuran bahan tambah dalam campuran beton aspal. Maka dari itu perlu untuk dilakukkan penelitian dan pengkajian sehingga serbuk arang batok kelapa dapat dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari campuran beton aspal (Laston) Lapis aus AC-WC dengan bahan tambah dari serbuk arang batok kelapa.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dibagi dua tahap pertama mencari kadar aspal optimum dengan jumlah benda uji 25 buah dan untuk bahan tambah serbuk arang batok kelapa 40 buah untuk mencari kadar bahan tambah optimum. Parameter nilai karakteristik campuran AC-WC dilakukkan pengujian untuk mendapatkan nilai : stabilitas, Flow, MQ, VIM, VMA dan IP. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan diuji secara statistik, dipakai untuk menguji hipotesis, dievaluasi dan didapatkan kesimpulan akhir yang sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2010. Pada Variasi kadar aspal optimum, didapatkan nilai kadar aspal optimum sebesar 6,08% dengan filler abu batu nilai stabilitas 997.13 kg, Flow 3.45mm, VIM 4.25%, VMA 17.94%, MQ 295.37kg/mm. Pada variasi bahan tambah serbuk arang batok kelapa didapatkan nilai kadar optimum 3.29% (28.95gram) dengan nilai stabilitas = 1033.02kg, Flow 3.90mm, VIM 3.74%, VMA 17.46%, MQ 278.95kg/mm , IP 90.23%.nilai-nilai dari filler abu batu dan bahan tambah serbuk arang batok kelapa memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010. Uji statistik hipotesis Fhitung > Ftabel menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata, Stabilitas 24.696 > 2.66 (Ha diterima dan Ho ditolak), Flow 3.463 > 2.255 (Ha diterima dan Ho ditolak), VIM 3.624 > 2.305 (Ha diterima dan Ho ditolak), VMA 3.682 > 2.305 (Ha diterima dan Ho ditolak), MQ 8.551 > 2.278 (Ha diterima dan Ho ditolak), VFA 2.906 > 2.321 (Ha diterima dan Ho ditolak).
PERKUATAN KOLOM BETON BERTULANG PERSEGI DENGAN MENGGUNAKAN FINE MESH Ø 4 – 50 Ratih Prawirawati; Sudirman Indra; Togi H. Nainggolan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.969 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2565

Abstract

Keruntuhan bangunan gedung yang terjadi akibat gempa bumi acapkali disebabkan oleh kolom yang kurang daktail disebabkan oleh pengekangan yang kurang. Salah satu solusi untuk meningkatkan struktur gedung lama untuk menambahkan daltilitas dari kolom adalah dengan meretrofit (dikupas selimutnya dan dicor ulang) kolom dengan menggunakan fine mesh. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas dan model kurva tulangan sengkang yang dibungkus lapisan fine mesh sebagai pengekang kolom beton dibanding kolom beton terkekang tulangan sengkang BJTP. Untuk mengetahui peningkatan daktilitas kolom adalah untuk membandingkan teortis dengan pengujian eksperimental yang akan menggunakan benda uji kolom persegi 130 x 130 mm, dan tinggi kolom 600 mm. Pelaksanaannya dilakukan dengan uji tarik baja dan fine mesh Ø 4-50, menggunakan kolom pengujian benda uji menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) berkapasitas 200 ton. Penelitian ini mendapatkan hasil yang telah dibandingkan baik hasil teoritis dan eksperimen antara kolom RCS dan RCFMS(A) dan RCFMS(B)dan diperoleh hasil f’cc ,Ɛcc dan Ɛcu yang perbedaannya < 15%,sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan fine mesh Ø 4-50 sebagai tulangan pengekang tambahan pada kolom persegi beton bertulang yang di bungkus secara langsung maupun di retrofit cukup efektif. kolom beton bangunan lama yang terletak pada wilayah gempa kuat perlu dilakukan.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK POLYVINYL CHLORIDE PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE ATB TERHADAP NILAI PARAMETER MARSHALL TEST Arif Rizky Andika Pratama; Mohammad Erfan; Ester Priskasari; Agus Prajitno
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.81 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2566

Abstract

Dalam penelitian ini, dicoba pemanfatan limbah plastik PVC pada campuran ATB -ditinjau dari karakteristik Marshall Test- dengan menggunakan 6% kadar aspal. Variasi penambahan PVC yang digunakan yakni 2%, 4%, 6% dan 8% dari berat keseluruhan benda uji. Agregat batu pecah diambil dari queri Desa Toyomerto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan limbah Polyvinyl chloride bekas baliho. Dari pengujian tersebut didapatkan nilai optimum PVC sebesar 4,98% pada parameter Marshall Test sebagai berikut: Stabilitas (1004,59 kg), Flow (3,48mm), VIM (3,34%), VMA (17,39%), MQ (288,53 kg/mm), VFA (80,98%) dan IP (88,34%). Nilai ini masuk dalam batas Spesifikasi Umum Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur 2018. Untuk pengujian hipotesis parameter Marhall Test seperti stabilitas, flow dan MQ terdapat pengaruh akibat penambahan PVC dan untuk parameter Marshall Test seperti VIM, VMA, VFA tidak terdapat pengaruh akibat penambahan PVC.
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TUKANG BATU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ADIPADMA IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI Nugroho; Ir. H. Edi Hargono,D.P.; MS, Ir. Munasih, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.839 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2567

Abstract

Produktivitas tenaga kerja pada konstruksi merupakan tanggungjawab penting dan bersifat strategis bagi manajemen konstruksi. Rendahnya produktivitas tenaga kerja dapat mengakibatkan proyek pembangunan yang dihasilkan tidak maksimal, bahkan dapat mengakibatkan kerugian bagi kontraktor. Hal ini diduga adanya faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya: faktor motivasi, disiplin, pendidikan, usia, dan pengalaman kerja. Sehingga dilakukan perbandingan antara produktivitas tenaga kerja dilapangan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner terhadap 44 pekerja serta melakukan pengukuran produktivitas tenaga kerja tukang batu. Data yang diperoleh dari kuesioner diolah dengan menggunakan metode regresi berganda dan menggunakan program bantu SPSS versi 21. Dari hasil perhitungan rata-rata produktivitas tenaga kerja tukang batu dengan jam kerja selama 7 jam per hari dan komposisi 1 tk : 2 pk didapatkan sebesar 14,21 m2/hari. Dengan tingkat kesalahan sebesar α = 5% untuk 5 jam kerja dengan komposisi 1 Tk : 2 Pk produktivitas tenaga kerja di lapangan didapatkan sebesar 11,34 m2/hari sedangakan di SNI 2002 sebesar 10 m2/hari, dimana dilapangan lebih besar dengan perbandingan sebesar 1,34m2/hari atau 13,4%. Faktor disiplin = 0,034 dan faktor pengalaman kerja = 0,000 secara simultan berpengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja tukang batu. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja tukang batu adalah faktor pengalaman kerja dengan nilai koefisien β tertinggi sebesar 0,260.
ALTERNATIF PERENCANAAN TIPE TUBUH EMBUNG NGLUYU, KABUPATEN NGANJUK Retno Pri Anggraningtiyas; Kustamar; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.72 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2568

Abstract

Tubuh Embung Ngluyu membendung aliran Sungai Jurang Dandang di Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Tubuh embung ini direncanakan dengan tipe urugan homogen dan tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal. Dari kedua alternatif tipe tersebut, dibandingkan debit rembesan tipe manakah yang lebih sedikit, sehingga dapat mereduksi rembesan lebih banyak. Dari hasil analisa didapatkan dimensi tubuh embung dengan tinggi 6,0 m dan lebar mercu 3,5 m, kemiringan lereng tubuh embung pada tipe urugan homogen bagian hulu 1 : 3 dan bagian hilir 1 : 3, sedangkan untuk tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal, kemiringan bagian hulu 1 : 1,25 dan bagian hilir 1 : 1,75. Perbandingan debit rembesannya adalah sebesar 0,4070 m3/hari untuk tipe urugan homogen, sedangkan untuk tipe urugan tanah zonal adalah sebesar 0,07028 m3/hari. Sehingga dari hasil analisa tersebut dapat diketahui bahwa tubuh embung tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal yang paling tepat untuk mereduksi debit rembesan.
STUDI EVALUASI KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN DI SEKITAR KAWASAN MALL DINOYO CITY Viki Rajamuda; Dr. Ir. Nusa Sebayang; MT. Ir. Togi H. Nainggolan, MS
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.948 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2569

Abstract

Mall Dinoyo merupakan pusat perbelanjaan yang tergolong masih baru di Kota Malang. Mall ini terletak di Jl. M.T. Haryono yang merupakan salah satu ruas jalan terpadat di Kota Malang. Dengan adanya Mall ini yang pastinya akan menghasilkan tarikan dan bangkitan pergerakan yang tentunya akan meningkatkan pembebanan terhadap ruas Jalan M.T. Haryono dan simpang tiga Jl. M.T. Haryono – Jalan Gajayana. Berdasarkan perhitungan didapatkan kinerja jaringan jalan pada ruas jalan M.T. Haryono pada kondisi eksisting dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,89 yang merupakan tingkat pelayanan E. Sedangkan pada simpang tiga Jl. M.T. Haryono – Jl. Gajayana pada kondisi eksisting nilai derajat kejenuhansebesar 1,64 sehingga kondisi simpang tersebut sudah over saturated. Berdasarkan perhitungan hubungan bangkitan kendaraan Mall Dinoyo City dan simpang yang terpengaruh didapatkan pengaruh dari bangkitan mall sebesar 1,05%.
PERENCANAAN DINDING GESER DENGAN BUKAAN PADA GEDUNG DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PONOROGO Widya Ayu Mayasari; Ir. Sudirman Indra, MSc; Ir. Ester Priskasari, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.685 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2570

Abstract

Perencanaan dan pembangunan konstruksi bangunan gedung bertingkat di Indonesia dengan beton bertulang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut merupakan cara untuk menanggulangi permasalahan pertambahan penduduk yang selalu meningkat (padat), kelangkaan lahan, dan harga lahan yang terus melambung tinggi. Secara otomatis hal ini membuat pemanfaatan lahan yang seefisien mungkin sehingga muncul bangunan gedung bertingkat tahan gempa guna dapat memenuhi kebutuhan penduduk baik untuk tempat tinggal maupun perkantoran. Dengan adanya satu kendala dominan beban lateral yaitu gempa, maka sekarang ini juga telah banyak digunakan struktur khusus yang dipergunakan untuk mengatasi beban lateral tersebut. Struktur tersebut dikenal dengan nama dinding geser atau Shear wall. Dinding geser juga berfungsi sebagai dinding utama untuk menahan gaya horisontal yang diakibatkan oleh gempa. Dinding geser adalah elemen lentur dan tekan aksial. Pada penulisan Tugas Akhir ini adalah dinding geser dengan bukaan, dinding geser yang ditinjau dari gedung 7 lantai yang berfungsi sebagai gedung perkantoran. Perencanaan difokuskan untuk menentukkan dimensi dinding geser, menganalisa tulangan tranversal dan tulangan longitudinal. Analisa statika pada model gedung menggunakan program bantu ETABS. Dari hasil gaya-gaya dalam yang didapat dari program bantu direncanakan tulangan tranversal dan longitudinal untuk dinding geser. Maka, didapatkan jumlah tulangan longitudinal pada masing – masing rangkaian ialah 56 D 22 Pada tulangan transversal setiap rangkaian didapatkan 26  12 dengan jarak bervariasi 10cm dan 15 cm kemudian pada sambungan berjumlah 10  12- 8cm dengan panjang bentang dinding geser 580cm dan tebal 30cm.
PENAMBAHAN POTONGAN KAIN KATUN SEBAGAI BAHAN CAMPURAN UNTUK MEMPERKUAT TIMBUNAN TANAH LEMPUNG Yulius Happy Nugraha; Ir. Eding Iskak Imananto, MT; Eri Ardian Y, ST.,MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.181 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2571

Abstract

Serat merupakan bahan yang dapat memperbaiki sifat mekanis dari tanah terutama tanah butiran halus dan seragam seperti tanah lanau anorganik atau tanah pasir halus diatomik yang bersifat elastis atau MH seperti pada tanah di dusun. Argotirto, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang. serat yang akan digunakan menggunakan serat hasil limbah kain perca katun dengan ukuran lebar antar 0,5 cm – 1cm dan panjang 1cm – 3 sedang nilai rasio campuran adalah 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, dari berat total tanah saat kadar air optimum hasil test pemadatan. Pengujian tanah meliputi uji fisik dan mekanik yaitu Kadar Air Tanah, Berat Jenis (Gs), Analisa Saringan, Analisa saringan menggunakan Hidrometer, Uji nilai Plastisitas (LL, PL, SL), Pengujian sifat mekanis meliputi; Compaction Standard dan Modified, Triaxial UU, dan Unconfined Compression. Berdasarkan hasil pengujian jenis tanah termasuk tanah “lanau anorganik atau pasir halus diatomic, atau lanau diatomic, lanau yang elastis - MH” dengan mineral lempung “kaolinit”. Nilai hasil pengujian campuran potongan kain katun mengalami perbaikan dibandingkan tanah tanpa campuran. terlihat dari hasil pengujian yang mendapat nilai rasio campuran potongan kain katun optimum pada 1,5% pada uji Unconfined Compression . Pada uji Triaxial UU (Unconsolidated Undrained) mendapat hasil sebesar nilai Kohesi (0,975 kg/cm²), Sudut Geser dikadar (3,3770 ), Kuat Tekan Bebas pada rasio 1,5% (1,290 kgf/cm2 ). Nilai tertinggi untuk bahan timbunan mendapatkan prosentase kadar campuran potongan kain katun sebanyak 2,5% pada pengujian Modified Compaction sebesar; dry density didapatkan 1,687g/cm3, dengan nilai kadar air (w) optimum sebesar; 24,43%.