cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2021)" : 20 Documents clear
Pelatihan E-learning Google Classroom Bagi Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Banjarmasin Utara Agus Hadi Utama; Hamsi Mansur; Sulistyo Rini; Adrie Satrio
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3722

Abstract

Berdasarkan hasil inisiasi pengamatan lembaga mitra yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat Prodi Teknologi Pendidikan FKIP ULM, terungkap bahwa banyak guru yang masih minim dalam melaksanakan pembelajaran daring/jarak-jauh atau E-learning di masa pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru untuk mengembangkan dan mengoptimalkan konten dan fitur-fitur E-learning platform Google classroom. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui kondisi faktual pelaksanaan pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh (PJJ) berbasis Google classroom di lembaga mitra. 2) melaksanakan program pelatihan mengembangkan konten dan optimalisasi penggunaan fitur-fitur Google classroom pada lembaga mitra. 3) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam pengembangan konten dan optimalisasi penggunaan fitur-fitur Google classroom melalui desiminasi E-book praktis bagi lembaga mitra. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan mengadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi tiga tahapan, yaitu: perencanaan program, pelaksanaan program, observasi dan evaluasi program/refleksi. Hasil penelitian menunujukkan kondisi faktual pembelajaran daring/ PJJ atau penggunaan E-learning Google classroom di SDN Kec. Banjarmasin Utara adalah sebagai berikut: 1) kondisi faktual pelaksanaan pembelajaran daring/PJJ menggunakan E-learning terungkap bahwa guru-guru SDN Kec. Banjarmasin Utara sudah terbiasa mengembangkan konten pembelajaran Google classroom, seperti: Power point, Youtube, dan Portable document format, sehingga program pelatihan difokuskan kepada optimalisasi penggunaan fitur-fitur Google classroom dan desiminasi produk E-book praktis penggunaan Google classroom bagi lembaga mitra. Pelatihan pengembangkan konten dan optimalisasi fitur-fitur Google classroom dibagi kedalam lima sesi, yaitu: 1) pengantar Google classroom, 2) mengakses Google classroom dan membuat kelas, 3) Video streaming, 4) Classwork material: Assignment, Quiz, Question, 5) People: Grade & Grading.     Based on the results observations of partner institutions conducted by the researcher team of the education technology study program, Universitas Lambung Mangkurat, it was revealed that teachers are still lacking in carrying out online/distance learning during the COVID-19 pandemic because the teacher's lack of knowledge and skills to develop and optimize the content and features by using google classroom. This research activity aims 1) to know the actual condition of implementing online/distance learning using google classroom. 2) implement a training program to develop content and optimize the use of google classroom features. 3) to improve teachers' knowledge and skills in content development and optimization the use of google classroom features using e-books usage guides for partner institutions. Implementing the training program uses three stages: 1) program planning, 2) program implementation and 3) program evaluating/reflections. The results of the study showed the factual condition of online/distance learning using google classroom at elementary school North Banjarmasin district is as follows: 1) the implementation of online/distance learning revealed that teachers at elementary school North Banjarmasin district is accustomed to developing google classroom learning content, such as PowerPoint, YouTube, and portable document formats so that the training program is focused on optimizing the use of google classroom features using e-books usage guides for partner institutions. The content development training and optimization of google classroom features are divided into five sessions: 1) introduction to google classroom, 2) access google classroom and create classes, 3) video streaming, 4) classwork material: assignment, quiz, question, 5) people: grade & grading. 
Workshop Penulisan Skripsi bagi Mahasiswa Calon Sarjana Lutfiyanti Fitriah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3594

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan mahasiswa calon sarjana dalam menulis skripsi melalui kegiatan workshop. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Peserta pengabdian adalah 82 orang mahasiswa. Kegiatan workshop berjalan dengan berhasil dan lancar. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan peserta sangat puas dengan kegiatan ini yang ditandai dengan skor rata-rata kepuasan sebesar 4,56 dengan kategori sangat baik.  Hasil dari kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi serta melatih dan mengembangkan kemampuan mahasiswa menulis skripsi.  Community service aimed to train and develop the competence of undergraduate students to write a thesis through a workshop. The methods used in this service were lectures, questions, and assignments. The service participant were 82 students. The workshop went successful and smoothly. Based on those activities, participants were satisfied with this workshop with an average satisfaction of 4.46 with a very good category. This service can help motivate students to finish their thesis and train and develop their competence to write a thesis. 
Pelatihan Pembelajaran STEAM bagi Guru IPA SMP di Kalimantan Timur Shelly Efwinda; Riskan Qadar; Nita Rananda; Fanzuruni Fauhatun Mabrurah; Rahman Setiyawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.4074

Abstract

Tujuan Pelatihan Pembelajaran STEAM bagi Guru IPA SMP di Kalimantan Timur adalah agar guru dapat memiliki keterampilan membuat proyek pembelajaran IPA jenjang SMP dan sederajat dengan mengintegrasikan bidang Science, Technology, Engineering, Art. dan Mathematics. Pelatihan diselenggarakan selama lima hari, mulai tanggal 22 hingga 26 Juni 2021 dan diikuti oleh 10 guru IPA SMP dan sederajat di Kalimantan Timur. Indikator keberhasilan kegiatan dirumuskan: 1) 80% peserta atau sebanyak 8 peserta hadir dalam pelatihan, 2) terlaksananya seluruh kegiatan pelatihan, 3) 70% peserta atau sebanyak 7 peserta mampu membuat proyek STEAM dan menyusun laporan; serta 4) respon positif dari peserta kegiatan. Instrumen yang digunakan antara lain soal pre-test dan post-test pemahaman pembelajaran berbasis STEAM serta angket respon peserta. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi: 1) Tahap persiapan; 2) Tahap pelaksanaan; 3) Tahap monitoring, evaluasi dan pelaporan. Hasil evaluasi menunjukkan kegiatan pelatihan mencapai seluruh indikator keberhasilan kegiatan yaitu: 1) seluruh peserta yang diundang hadir dalam pelatihan yaitu sebanyak 10 orang, 2) seluruh kegiatan pelatihan dapat terlaksana sesuai jadwal, 3) 80% peserta mampu membuat proyek dan menyusun laporan yaitu sebanyak 8 orang, serta 4) diperoleh respon positif dari peserta kegiatan, hasil angket respon berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 95%. The purpose of the STEAM Learning Training for Junior High School Science Teachers in East Kalimantan is to have the skills to create science learning projects by integrating the fields of Science, Technology, Engineering, Art. and Mathematics. The training was held for five days, from 22 to 26 June 2021 and was attended by ten junior high school science teachers in East Kalimantan. The indicators for the success of the activities were formulated: 1) 80% of participants or as many as 8 participants attended the training, 2) the implementation of all training activities, 3) 70% of participants or as many as 7 participants were able to do STEAM projects and compile reports, and 4) positive response from activity participants. The instruments used include pre-test and post-test questions on understanding STEAM-based learning and participant response questionnaires. Implementing the training activities includes 1) Preparation stage; 2) Implementation stage; 3) Monitoring, evaluation and reporting stages. The results of the evaluation show that the training activities achieved all indicators of activity success, namely: 1) all participants invited to attend the training were 10 participants, 2) all training activities were carried out according to schedule, 3) 80% of participants were able to do projects and compile reports, which amounted to 8 participants, and 4) a positive response was obtained from the activity participants, the results of the response questionnaire were in the very good category with a percentage of 95%. 
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Powtoon Bagi Guru Madrasyah Aliyah Amuntai Harja Santana Purba; Novan Alkaff Bahraini Saputra; Muhammad Hifdzi Adini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3907

Abstract

: Pandemi Covid-19 menyebabkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan yang harus diambil oleh para guru. Kekurangan pada PJJ ini salah satunya adalah terbatasnya cara penyampaian materi yang menarik kepada siswa oleh guru. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dikembangan media pembelajaran yang menarik. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah Powtoon. Powtoon adalah aplikasi berbasis web yang dapat menghasilkan media pembelajaran berbentuk video animasi. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pelatihan pengembangan media pembelajaran yang menarik menggunakan Powtoon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini, antara lain (1) penyusunan modul panduan dan pelatihan penggunaan Powtoon, (2) memberikan pelatihan pengetahuan mendasar mengenai penggunaan Powtoon, (3) memberikan gambaran cara menerbitkan media pembelajaran yang dihasilkan Powtoon, dan (4) diskusi dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah para guru pengampu mata pelajaran yang berbeda-beda dan tersebar di 4 sekolah Madrasyah Aliyah di Amuntai berjumlah 27 orang. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, sebagian besar peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan berkontribusi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi Powtoon. Powtoon dinilai mampu digunakan sebagai alat untuk mengembangkan media pembelakaran yang menarik dan menyenangkan.The Covid-19 pandemic has made Distance Learning a choice that teachers must take. One of the shortcomings of this distance learning is the teacher's limited way of delivering interesting material to students. To overcome this, it is necessary to develop interesting learning media. One application that can be used is Powtoon. Powtoon is a web-based application that can produce learning media in the form of animated videos. The purpose of this service is to provide training in the development of interesting learning media using Powtoon. The methods used in this activity include (1) preparation of guide modules and training on the use of Powtoon, (2) providing training in basic knowledge on the use of Powtoon, (3) providing an overview of how to publish learning media produced by Powtoon, and (4) discussion and question and answer. This activity targets teachers who support different subjects and are spread across 4 Madrasah Aliyah schools in Amuntai, totalling 27 people. Based on the survey results, most of the participants stated that this training was very useful and contributed to improving the knowledge and skills of teachers in using the Powtoon application. Powtoon is considered capable of being used as a tool to develop interesting and fun learning media. 
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Peserta Didik Pada Pembelajaran Kimia Bagi Guru Kimia Se-Kalimantan Selatan Almubarak Almubarak; Mahdian Mahdian; Muhammad Kusasi; Bambang Suharto; Parham Saadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2757

Abstract

Pembelajaran kimia sangat sensitif terhadap perspektif peserta didik. Ketika peserta didik tidak diarahkan dengan tepat maka akan berpeluang munculnya miskonsepsi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah 1) mendeskripsikan cara meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik, dan 2) efektivitas pelatihan yang dilakukan terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik. Pelatihan ini diikuti oleh guru SMA yang tergabung dalam MGMP guru kimia. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi, observasi, dan wawancara agar memeproleh informasi yang jelas dari para responden. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi selama proses kegiatan. Hasil kegiatan PkM diperoleh bahwa cara untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik yakni, 1) mengembangkan suatu tes diagnostik berbasis pilihan ganda/essai, 2) melakukan tes diagnostik kepada peserta didik baik sebelum ataupun sesudah proses pembelajaran, dan 3) menyajikan materi kimia dengan mengintegrasi fenomena atau kehidupan sehari-hari. Kemudian, efektivitas pelatihan yang dilakukan terhadap peningkatan kemampuan guru dalam mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik yakni dengan menyajikan konsep belajar kimia berbasis kimia representasi. Kegiatan ini menjadi salah satu strategi dalam mereduksi miskonsepsi peserta didik. Chemistry learning is very sensitive to students' perspectives. When students are not appropriately directed, there will be opportunities for misconceptions to arise. The objectives of this Community Service activity are 1) to describe how to improve the teacher's ability to identify student misconceptions, and 2) the effectiveness of the training carried out to increase the teacher's ability to identify student misconceptions. This training was attended by high school teachers who are members of the chemistry teacher MGMP. Data collection techniques are documentation, observation, and interview techniques to obtain clear information from the respondents. The data analysis technique uses qualitative analysis to describe the phenomena that occur during the activation process. The results of the community service activity showed that the ways to improve the teacher's ability to identify students' misconceptions were, 1) developing a multiple-choice/essay-based diagnostic test, 2) conducting diagnostic tests to students both before and after the learning process, and 3) presenting chemistry material by integrating phenomena of everyday life. Then, the effectiveness of the training carried out on improving the ability of teachers to identify students' misconceptions is by presenting the concept of learning chemistry based on representational chemistry. This activity is one of the strategies in reducing students' misconceptions.  
Pelatihan Pembuatan Media Articulate Storyline di Lingkungan Lahan Basah Bagi Guru MGMP IPA Kabupaten Barito Kuala Zainuddin Zainuddin; Mastuang Mastuang; Misbah Misbah; Sulastri Wulan Dari; Aulia Agustina; Amirul Azis Anshari Mudha; Nana Sophia Lazuardi; Syahwarunna Dwipa Andiantosa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.4331

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru MGMP IPA Kabupaten Batola dalam hal pembuatan media pembelajaran melalui Articulate Storyline di lingkungan lahan basah. Pelatihan dilaksanakan secara daring yang diikuti 24 orang peserta, yakni guru-guru anggota MGMP IPA Kabupaten Batola. Metode kegiatan pengabdian ini  meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Pelaksanaan pelatihan secara luring dilaksanakan sebanyak dua pertemuan, yang terdiri dari konseptual dan praktik pembuatan media menggunakan Articulate Storyline. Angket digunakan untuk mengukur respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Adapun hasil kegiatan pengabdian ini adalah: 1) dihasilkannya media pembelajaran melalui Articulate Storyline di  lingkungan lahan basah, dan 2) kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik pada bagian keahlian dan kesiapan 94,00%, pada kegunaan materi yang disampaikan mendapatkan respon sangat baik 91,33%, dan kesesuaian pelaksanaan pelatihan mendapatkan respon baik 89,50%,materi yang disampaikan 90,00%, dan fasilitas yang diberikan 92,00%mendapatkan respon yang sangat baik.This service activity aims to improve the pedagogic competence of the IPA MGMP teachers in Batola Regency to make learning media through Articulate Storyline in a wetland environment. The training was conducted online by 24 participants, namely teachers from the IPA MGMP in Batola Regency. The method of this service activity includes planning, action, observation, evaluation, and reflection. The offline training was carried out in two meetings, consisting of conceptual and practical media creation using Articulate Storyline. Questionnaires are used to measure participants' responses to the implementation of activities.The results of this service activity are: 1) the production of learning media through Articulate Storyline in a wetland environment, and 2) this activity gets a very good response in the expertise and readiness section of 94.00%, on the usefulness of the material presented gets a very good response 91 .33%, and the suitability of the training implementation got a good response 89.50%, the material delivered 90.00%, and the facilities provided 92.00% got a very good response. 
Media Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kahoot! Untuk Guru SD di Kabupaten Tanah Bumbu Mitra Pramita; R Ati Sukmawati; Muhammad Hifdzi Adini; Ilahidah Fah Ngestu; Thari Maulida Noorsafitri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.3854

Abstract

Permasalahan yang dialami guru-guru di sekolah mitra yaitu kurangnya pengetahuan terhadap teknologi dalam pembelajaran yang dapat membantu pekerjaan guru menjadi lebih mudah dan menarik. Hal ini menjadi catatan untuk guru agar bisa membuat pembelajaran yang menarik dan lebih kreatif. Pada pembelajaran maupun latihan evaluasi guru bisa memberikan pembelajaran yang menarik dan kreatif dengan menggunakan aplikasi. Aplikasi yang memungkinkan untuk guru salah satunya adalah Aplikasi Kahoot!. Penggunaan aplikasi Kahoot! yang memanfaatkan teknologi dirasa akan lebih menarik dan efisien dibandingkan peserta didik harus menuliskan jawabannya dikertas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Aplikasi Kahoot! sebagai media evaluasi yang dapat digunakan oleh guru-guru SD di Kabupaten Tanah Bumbu dalam pembelajaran. Pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Juni 2021 secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan dihadiri oleh 29 orang guru SD di Kabupaten Tanah Bumbu. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan untuk guru-guru SD di Kabupaten Tanah Bumbu yaitu pelatihan dapat memberikan manfaat, pemahaman dan kemampuan guru dalam membuat media evalusi menggunakan aplikasi Kahoot! melalui keterlibatan secara aktif dan rata-rata peserta memberikan respon positif terhadap pelatihan yang diberikan.The problem experienced by teachers in partner schools is the lack of knowledge of technology in learning that can help teachers' work become more accessible and more interesting. This is a record for teachers to be able to make learning exciting and more creative. In learning and evaluation exercises, teachers can provide interesting and creative learning by using applications. The application that allows for teachers of them is the Kahoot! Application. Kahoot Applications that utilize technology are felt to be more attractive and efficient than learners must write the answers on the thread. This devotional activity aims to provide knowledge about Kahoot Application as an evaluation medium that elementary teachers can use in Tanah Bumbu Regency in learning. On Wednesday, June 23, 2021, the training was face-to-face by complying with health protocols attended by 29 elementary school teachers in Tanah Bumbu Regency. The methods used are lecture methods, demonstration methods, discussions and Q&A. The results of activities that have been carried out for elementary school teachers in Tanah Bumbu Regency, namely training, can provide benefits, understanding and ability of teachers in making evalusion media using kahoot application through active involvement and the average participant gives a positive response to the training provided. 
Pelatihan Pembuatan E-Modul Menggunakan eXe-Learning di Lingkungan Lahan Basah Rusmansyah Rusmansyah; Abdul Hamid; Misbah Misbah; Lili Rahmawati; Rima Sugianti; Ahmad Baihaqi; Eka Parida; Mahda Mahda; Galuh Fitri Ari Kirana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.4334

Abstract

Masih banyak guru yang belum memahami tentang pembuatan e-modul. Selain itu juga belum banyak yang mengetahui mengenai aplikasi yang dapat digunakan dalam pembuatan e-modul. Hal ini melatarbelakangi dilakukan pelatihan pembuatan e-modul menggunakan eXe-learning di lingkungan lahan basah. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para guru dalam membuat e-modul menggunakan eXe-learning di lingkungan lahan basah. Selain itu juga untuk mengetahui respon guru dalam mengikuti pelatihan. Peserta pelatihan ini ialah 23 orang guru kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi dan praktik secara langsung dalam membuat e-modul dengan menggunakan eXe-learning. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh bahwa terjadi peningkatan pemahaman guru tentang pembuatan e-modul menggunakan eXe-learnig dan respon guru terhadap kegiatan pelatihan minimal memiiki kategori baik. Pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman guru tentang pembuatan e-modul menggunakan eXe-learning. Produk e-modul yang dihasilkan dapat digunakan dalam membantu proses pembelajaran.  There are still many teachers who do not understand about making e-modules. In addition, not many people know about applications that can be used in making e-modules. So that training on making e-modules using eXe-learning is carried out in a wetland environment. This training activity aims to improve teachers' understanding of making e-modules using eXe-learning in a wetland environment. In addition, to find out the teacher's response in participating in the training. The training participants were 23 teachers of the Chemistry Subject Teacher Consultation Group (MGMP) in Hulu Sungai Utara (HSU) District. Training activities are carried out through lectures, discussions and direct practice in e-modules using eXe-learning. Based on the training results, it was found that there was an increase in teachers' understanding of making e-modules using eXe-learning, and the teacher's response to training activities had at least a good category. This training can improve teachers' understanding of making e-modules using eXe-learning. The resulting e-module product can be used to assist the learning process. 
Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Bahasa Inggris Berbasiskan Keterampilan (Skill-Based) dengan Menggunakan Teknologi Rina Listia; Noor Eka Chandra; Elsa Rosalina; Eka Puteri Elyani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2742

Abstract

Pendidikan tak bisa lepas dari proses belajar mengajar karena sejatinya pendidikan adalah wadah resmi untuk mendapat ilmu. Revolusi Industri 4.0 dan tren pengajaran Abad 21 membuat semua guru dan para pendidik harus memperbaharui cara mengajar mereka. Proses pengajaran yang erat kaitannya dengan subjek pengajaran membuat para pendidik harus senantiasa belajar lebih dalam tentang teknologi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran dalam jaringan (online) datang sebagai solusi, dan teknologi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tren pembelajaran baru ini. Pembelajaran dalam jaringan (online) ini menjadi sangat dibutukan dalam beberapa waktu terakhir dikarenakan adanya wabah COVID-19. Pendidikan terdampak dengan adanya peraturan LFH (learning from home) dan WFH (work from home). Dampaknya, keadaan ini memaksa para guru melakukan pengajaran jarak jauh/online yang tentu saja tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi. Pembelajaran dalam jaringan (online) memerlukan bahan ajar yang cocok serta bahan ajar yang dapat dibuat melalui bantuan teknologi. Guru-guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMK Banjarbaru masih kekurangan informasi mengenai penyusunan bahan ajar Bahasa Inggris berbasiskan keterampilan (skill-based) yang menggunakan teknologi sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah untuk melakukan pendampingan pada para guru untuk dapat mendesain bahan ajar yang sesuai dengan subjek pelajaran pada siswa SMK yang berbasis keterampilan dengan bantuan teknologi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu berupa penyampaian tentang materi bahan ajar, kemudian praktik pembuatan bahan ajar dan evaluasi dari bahan ajar yang dihasilkan para peserta selama pelatihan oleh narasumber. Sasaran dari kegiatan ini yaitu para guru Bahasa Inggris yang mengajar di SMK se-kota Banjarbaru yang berjumlah 35 peserta. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa bahan ajar bahasa Inggris yang mengintegrasikan teknologi didalamnya yang dibuat oleh para peserta. Education cannot be separated from the teaching and learning process because education is an official place to gain knowledge. The Industrial Revolution 4.0 and the 21st Century teaching trends make all teachers and educators have to update their teaching methods. The teaching process which is closely related to the teaching subject makes teachers and educators constantly learn more about technology in the teaching and learning process. Online learning is coming as a solution, and technology is an integral part of this new learning trend. Online learning has become very necessary in recent times due to the COVID-19 outbreak. Education is impacted by the existence of LFH (learning from home) and WFH (work from home) regulations. As a result, this situation forces teachers to conduct distance/online teaching which of course cannot be separated from the use of technology. Online learning requires suitable teaching materials and teaching materials that can be made through technology assistance. English teachers who teach at SMK Banjarbaru still lack information about the preparation of skill-based English teaching materials that use technology so that the existence of this community service activity is a step to provide assistance to teachers to be able to design appropriate teaching materials with the subject of skills-based vocational school students with the help of technology. The methods used for this training are first explaining about teaching material, second, practice to make teaching material which integrated with technology, and last, evaluation from the speaker to fix the teaching materials which is made by the participants. The participants for this community service are 35 English vocational high school teachers in Banjarbaru. The result of this community service was teaching materials which integrated with technology designed by the participants.
Bimbingan Teknis RPP Bermuatan Karakter Rasa Ingin Tahu, Kreatif, dan Komunikatif Bagi Guru SMPN 1 Paramasan Chairil Faif Pasani; Mella Mutika Sari; Ratna Yulinda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i4.2571

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan bimbingan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bermuatan karakter rasa ingin tahu, kreatif, dan komunikatif bagi guru SMPN 1 Paramasan. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil diskusi bersama 15 orang guru diperoleh informasi bahwa para guru belum pernah menyusun RPP bermuatan kemampuan karakter rasa ingin tahu, kreatif, dan komunikatif. Guru-guru masih dominan terfokus pada kemampuan kognitif dalam menyusun RPP. Metode Pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan pada beberapa langkah kegiatan observasi, persiapan, penyusunan panduan bimbingan teknis penyusunan RPP, pelaksanaan bimbingan teknis, dan evaluasi kegiatan. RPP yang disusun pada kegiatan ini menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik dan kondisi lingkungan sekolah. Setelah dilakukan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ini, guru-guru mendapatkan informasi karakter rasa ingin tahu, kreatif dan komunikatif; guru-guru mampu mendeskripsikan indikator dari karakter rasa ingin tahu, kreatif dan komunikatif sebagai amanat dari kurikulum 2013; dan guru-guru mampu menyusun lembar penilaian karakter peserta didik dalam proses pembelajaran. The purpose of this activity is to provide information and guidance in preparing a Learning Implementation Plan (RPP) filled with curiosity, creative, and communicative characters for teachers of SMPN 1 Paramasan. This activity was carried out based on the results of discussions with 15 teachers, it was obtained information that the teachers had never prepared lesson plans containing the character abilities of curiosity, creativity, and communicativeness. Teachers are still dominantly focused on cognitive abilities in preparing lesson plans. Methods The implementation of this activity is based on several steps of observation, preparation, preparation of technical guidance guidelines for preparing RPP, implementation of technical guidance, and evaluation of activities. The lesson plans prepared in this activity are adjusted to the abilities of students and the conditions of the school environment. After carrying out this technical guidance (bimtek) activity, teachers get information on the character of curiosity, creativity and communicativeness; teachers are able to describe indicators of the character of curiosity, creative and communicative as the mandate of the 2013 curriculum; and teachers are able to compile student character assessment sheets in the learning process.

Page 1 of 2 | Total Record : 20