cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 425 Documents
PERAN MAJELIS ADAT BUDAYA MELAYU DALAM PENANAMAN NILAI- NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DI KOTA PONTIANAK Hemafitria, Hemafitria; Yuliananingsih, Yuliananingsih
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 1 Edisi Juni 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i1.1723

Abstract

Cover Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2020 Rianto, Hadi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 20200
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i2.2199

Abstract

Cover
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM MATERI DEMOKRASI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG FIRMANSYAH, SYARIF; SULISTIAWAN, HENDRA
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2017
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v1i1.511

Abstract

KEBIJAKAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Hasanah, Sitti Uswatun
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 2 Nomor 1 Edisi Juni 2018
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v2i1.744

Abstract

Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah bersifat kolosal dan ibarat penyakit sudah sulit untuk disembuhkan. Jika kondisi ini tetap dibiarkan seperti itu, maka hampir dapat dipastikan cepat atau lambat korupsi akan menghancurkan negeri ini. Upaya memberantas korupsi tentu saja tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab institusi penegak hukum atau pemerintah saja, tetapi juga merupakan tanggungjawab bersama seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu upaya memberantas korupsi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat. Pendidikan Anti Korupsi bagi mahasiswa sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi yakni kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan keberanian dan keadilan. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus dari semua pihak baik itu Pemerintah Daerah, Pimpinan Perguruan Tinggi, maupun dosen-dosen terutama dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, mengingat pentingnya karakter anti korupsi dimiliki oleh mahasiswa sebagai penerus bangsa di Kalimantan Barat. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Anti Korupsi diselenggarakan dalam bentuk Mata Kuliah Wajib/Pilihan atau disisipkan dalam Mata Kuliah yang relevan, dari 12 perguruan tinggi di Kalimantan Barat yang menjadi peserta Training Of Trainers Pendidikan Anti Korupsi belum mengintegrasikan dalam mata kuliah lain, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan. Sehingga pembentukan kepribadian anti-korupsi pada mahasiswa dalam membangun semangat dan kompetensinya sebagai agent of change bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersih dan bebas dari ancaman korupsi, masih jauh dari harapan.
IMPLEMENTASI SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PPKN IKIP PGRI PONTIANAK Rube’i, Muhammad Anwar
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 2 Nomor 2 Edisi Desember 2018
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v2i2.959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Sila Keempat Pancasila Pada Mahasiswa PPKn IKIP PGRI Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa berjumlah 83 orang. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah angket, panduan wawancara, panduan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data statitsik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi sila keempat pancasila pada mahasiswa mencapai persentase 78,71% dengan kategori Baik. Hal ini diperoleh: (1) wujud pelaksanaan sila Keempat Pancasila Pada Mahasiswa PPKn IKIP PGRI Pontianak secara umum dapat dikategorikan baik. Hal ini didukung oleh pencapaian angka persentase sebesar 78,43%. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Sila Keempat Pancasila Pada Mahasiswa PPKn IKIP PGRI Pontianak secara umum dapat dikategorikan baik. Hal ini didukung oleh pencapaian angka persentase sebesar 79,87%.
PEMBINAAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL DALAM MENINGKATKAN KERUKUNAAN ANTAR UMAT BERAGAMA Novianty, Fety
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1444

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pembinaan masyarakat multikultural dalam meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Perlunya dilakukan pembinaan masyarakat multikultural, karena adanya perbedaan agama, budaya, suku, bahasa, adat istiadat dan kepentingan sosial lainnya. Karena kekayaan budaya dan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia ini, sesungguhnya bisa menjadi potensi integrasi, sebaliknya manakala perbedaan itu dikelola kurang baik, maka hal itu akan menjadi potensi disintegrasi bangsa. Pembinaan masyarkat multicultural disini, jika dihubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini kiranya menjadi sangat jelas bahwa multikulturalisme perlu dikembangkan di Indonesia. Dengan cara itu kita dapat memaknai “Bhinneka Tunggal Ika” secara tepat dan benar, seimbang dan proporsional. Melalui kebijakan ini pula kita dapat menerapkan “Persatuan Indonesia” dengan mengembangkan semangat nasionalisme sebagaimana diharapkan. Untuk itu penerapan dan pembinaan multikulturalisme di Indonesia perlu diberi cirri khusus dalam konteks untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama.
Penguatan Pengetahuan Kewarganegaraan (Civic Knowledge) Sebagai Upaya Meningkatkan Pendidikan Politik (Studi di SMAN 1 Cikalong Wetan) Ali, Yusuf Faisal
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 4 Nomor 2 Edisi Desember 2020
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v4i2.1972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Upaya guru PPKn dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan, 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan, dan 3) Solusi yang dilakukan guru PPKn untuk menghadapi hambatan-hambatan dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Subjek penelitian ini yaitu guru PPKn SMAN 1 Cikalong Wetan dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Upaya guru PPKn dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan dengan cara memberikan praktek seperti simulasi pemilihan umum, peserta didik mengikuti praktek tersebut agar mereka tahu bagaimana cara-cara atau langkah-langkah saat pemilihan berlangsung dan peserta didik berpartisipasi aktif dalam pemilihan. 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan mencakup kendala internal dan eksternal. 4) Solusi yang dilakukan guru PPKn untuk menghadapi hambatan-hambatan dalam menginternalisasi pendidikan politik melalui pembelajaran kewarganegaraan di SMAN 1 Cikalong Wetan yakni dengan meningkatkan keteladan, meningkatkan efektivitas dan kreativitas, dan memberikan suatu pengertian.
PENGARUH PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TERHADAP KARAKTER TANGGUNG JAWAB DI SMA KOPERASI PONTIANAK Farida, Farida; Rohani, Rohani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 5 Nomor 1 Edisi Juni 2021
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v5i1.2795

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap karakter tanggung jawab di SMA Koperasi Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan bentuk penelitian studi survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik komunikasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung, dan teknik studi dokumenter dengan alat pengumpulan data yaitu panduan wawancara, angket, dan foto. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh terhadap karakter tanggung jawab pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA Koperasi Pontianak. Hasil uji hipotesis diperoleh  = 25.51. Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dengan  (dk 1/130) untuk taraf signifikansi 5% diperoleh 3.91. Dengan demikian  >   , sehingga Ho di tolak dan Ha di terima, pada perhitungan uji korelasi diperoleh  0.40336 dengan kategori sedang.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP DAMPAK NEGATIF ROKOK UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN PENDIDIKAN NILAI MORAL Suhaida, Dada
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2017
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v1i1.505

Abstract

Pemahaman mahasiswa terhadap dampak negatif rokok untuk meningkatkan kesadaran pendidikan nilai moral dilakukan di lingkungan mahasiswa Prodi PPKn IKIP Pgri Pontianak. Masalah umum penelitin ini, “Pemahaman Mahasiswa terhadap nampak negatif rokok untuk meningkatkan pendidikan moral”. Tujuan penelitian ini: 1) pandangan mahasiswa terhadap dampak negatif rokok bagi kesehatan, 2) Faktor penyebab mahasiswa dikalangan prodi PPKn IKIP PGRI Pontianak menjadi perokok aktif. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpul data yakni, wawancara, studi dokumentasi, studi literature dan observasi partisipatif. Dengan teknik analisis data yakni, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap pemahaman mahasiswa terhadap dampak negatif rokok bagi kesehatan cukup baik, karena rokok dapat merusak kesehatan, lingkungan bahkan ekonomi. Pandangan mahasiswa terhadap dampak negatif rokok adalah sesuatu aktivitas yang tidak baik karena dapat merusak kesehatan dan konsentrasi dalam belajar, faktor penyebab mahasiswa merokok lebih dikarenakan pergaulan dengan teman-teman yang ingin terlihat lebih akrab dan merokok merupakan salah satu trend atau gaya untuk memperoleh kesenangan.
KONSTRUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Kusnadi, Edi; Martini, Eneng; Nugraha, Galih Nurdin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 1 Nomor 2 Edisi Desember 2017
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v1i2.611

Abstract

Education should be directed at improving the quality of learning. Improving the quality of teaching is one of the targets to be pursued by every educator in every lesson plans are made. Learning will be successful, if educators concerned about the situation and the conditions in which learning takes place. Based on preliminary observations and the observations made by researchers on learning activities in SMA Conggeang Sumedang, obtained by the fact that that the application of the models of learning in the classroom has not influence on the critical thinking skills of learners, as most teachers still use lecture learning model. One attempt to solve the above problems, namely the problem based learning model that is a model of learning is done by the provision of stimulus in the form of problems and then do problem solving by students who are expected to add skills in critical thinking to understand the learning materials. Application of Problem Based Learning Model in the classroom, the implementation can use multiple methods and media stimulus. The implications of the implementation of Problem Based Learning Model in teaching civics is able to create a familiar suasanan learning among peers (students), democratic in terms of civics referred to as a laboratory of democracy, as well as a communicative and interactive classes.