cover
Contact Name
Dian Ayuningtyas
Contact Email
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285359722480
Journal Mail Official
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Sisingamangaraja No: 99, Gampa, Johan Pahlawan, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23611 Telp/Fax (0655) 7551591 Email: jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20867174     EISSN : 26152355     DOI : -
Jurnal Bidayah merupakan jurnal institusi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima artikel yang berhubungan dengan pemikiran dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman. Bidayah: Studi Ilmu Ilmu Keislaman merupakan Jurnal Ilmiah yang berfokus pada usaha pengembangan pemahaman tentang ilmu-ilmu keislaman melalui publikasi artikel hasil penelitian, kajian analisis kritis dan ulasan buku. Jurnal Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman berisi: Pendidikan, Sosial Budaya, Hukum, Politik dan Ekonomi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)" : 7 Documents clear
ADAB BELAJAR DAN MENGAJAR PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI Syahnaz, Assya; Hamruni
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/88rx3m35

Abstract

Adab merupakan sopan santun yang harus dimiliki oleh setiap manusia baik anak-anak hingga orang tua. Adab mengatu perilaku manusia agar mampu saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan adab agar proses tersebut berjalan dengan baik. Seorng murid harus menghormati gurunya sebagaimana guru harus mampu menghargai muridnya, dengan demikian maka akan menimbulkan kasih sayang antar keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adab belajar dan mengajar perspektif Imam al-Ghazali. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis lalu disimpulkan dan dituangkan kedalam hasil dan pembahasan. Hasil penelitian dapat dideskripsikan bahwa Imam al-Ghazali merupakan sosok ilmuan islam yang sangat banyak menghasilkan kontribusi dalam dunia pendidikan. Imam al-Ghazali, banyak memberi perhatiannya terkait dengan moral. Oleh karenanya dalam penelitian ini akan mendeskripskan sembilan adab belajar dan delapan adab mengajar perspektif al-ghazali.
HUMANISME RELIGIUS RMP. SOSROKARTONO : MANIFESTASI PERILAKU KEBERAGAMAN MASYARAKAT JAWA Wahyudi, M. Agus; Maftukhin; Khamami, Akhmad Rizqon
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/r01dkm89

Abstract

Humanisme adalah pemikiran filsafat Barat yang meyakini bahwa manusia memiliki nilai dan kedudukan yang tinggi serta menjadi pusat, atau disebut sebagai antroposentris. Pemikiran semacam ini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak postifnya adalah mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sedangkan dampak negatifnya adalah manusia merasa tidak butuh Tuhan dalam hidupnya karena yakin dengan usahanya sendiri. Masyarakat Jawa dikenal dengan orangnya yang ramah, humanis, dan religius. Humanisme religius menjadi ciri dari model perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. RMP. Sosrokartono salah satu tokoh dari Jawa yang pemikiran secara tidak langsung terdapa nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ciri dari perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. Metode dalam penelitian ini adalah jenis kualitatif. Data yang akan dianalasis berupa data primer yakni pemikiran RMP.Sosrokartono dan data sekunder yakni data pendukung yang berkaitan dengan penelitian. Tujuan penelitian, untuk mengungkap nilai-nilai humanisme religius RMP. Sosrokartono dan bagaimana implemantasinya terhadap perilaku keberagamaan masyarakat Jawa. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat ajaran RMP. Sosrokartono yang bernama ilmu kantong bolong dan ilmu kantong kosong yang di dalamnya terdapat nilai-nilai humanisme religius.
METODE SOROGAN DAN BANDONGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SANTRI DI PONDOK PESANTREN INAYATULLAH YOGYAKARTA Balu, Hidayanti; Saidah, Nur
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/c2k5qm22

Abstract

Pendidikan di pesantren selama ini selalu menghadirkan aspek-aspek unik dan menarik untuk dipelajari dan dikaji. Tantangan utama di pondok pesantren adalah bagaimana cara mempertahankan minat belajar santri agar tetap tinggi dan berkelanjutan. Dalam keadaan aslinya pondok pesantren memiliki sistem pendidikan dan pengajaran non klasikal yang dikenal dengan metode sorogan dan bandongan (wetonan). Tulisan ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana metode sorogan dan bandongan berhasil meningkatkan minat belajar santri di pondok pesantren Inayatullah Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Tabulasi data direduksi dan disimpulkan dengan temuan bahwa metode sorogan dan bandongan sama-sama berperan dalam meningkatkan minat belajar santri. Antusiasme santri sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan sorogan dan bandongan. Melalui interaksi sosial dan kemandirian pembelajaran pada sorogan dan bandongan, santri didorong untuk secara aktif terlibat dalam pembelajaran sehingga membuat santri termotivasi untuk terus meningkatkan minat untuk terus belajar.
Pelarangan HAM di PATTANI PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA: PENGALAMAN KAUM MUSLIM PATTANI Sari, Indah Puspita
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/nsgb4024

Abstract

Pemerintah Thailand yang mencetuskan ide Thaifikasi mendapat penentangan dari kaum Muslim Pattani. Pemerintah Thailand melakukan beberapa pelanggaran HAM terhadap masyarakat muslim Pattani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah Thailand terhadap masyarakat muslim Pattani yang menganut agama Islam sebagai agama minoritas di Thailand. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pengumpulan data dengan teknik wawancara yang subjeknya adalah tiga orang Muslim berkebangsaan Thailand dan pengumpulan data berupa buku dan jurnal yang berkaitan. Hasilnya pemerintah Thailand melakukan pelanggaran diantaranya; hak sosial dan budaya dengan melarang penggunaan bahasa Melayu selain itu masyarakat Thai-Buddha menyebut masyarakat Muslim Pattani dengan panggilan Khaek yang berarti orang pendatang atau bodoh. Pelanggaran hak ekonomi, masyarakat Muslim Pattani hidup di bawah garis kemiskinan karena pemerintah Thailand tidak melakukan pembangunan secara merata. Pelanggaran hak hidup, yakni ratusan orang meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi di wilayah selatan Thailand.
SAKRALITAS, IDENTITAS, DAN RESISTENSI: ANALISIS WACANA HIJAB DALAM KASUS ISA ZEGA Setiadi, Fadlan Masykura
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/pqx09n67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna hijab dalam perspektif tradisional dan modern serta menganalisis kontroversi penggunaannya oleh individu transgender dalam konteks agama dan identitas gender. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis, penelitian ini mengkaji konstruksi hijab dalam kasus Isa Zega melalui analisis media, wawancara dengan pakar keislaman, serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab mengalami transformasi makna dari kewajiban religius menjadi simbol identitas sosial yang lebih inklusif, yang memicu perdebatan antara kelompok konservatif dan progresif dalam masyarakat Muslim. Kasus Isa Zega menjadi titik kritis dalam diskusi tentang batasan sakralitas hijab dan hak individu dalam berekspresi secara spiritual. Sebagian pihak melihat penggunaan hijab oleh transgender sebagai bentuk penistaan terhadap nilai-nilai agama, sementara yang lain memandangnya sebagai manifestasi spiritualitas yang melampaui batasan gender. Perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara pemahaman agama yang mapan dengan dinamika identitas gender di masyarakat modern. Oleh karena itu, diperlukan dialog yang lebih terbuka antara ulama, akademisi, dan masyarakat luas untuk menemukan keseimbangan antara ajaran Islam dan nilai-nilai inklusivitas, sehingga hijab tetap menjadi simbol yang bermakna dalam berbagai konteks sosial.
TRANSFORMASI DIGITAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BARAT Rohman, Nur; Jamin, Hanifuddin
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/gfb4v188

Abstract

Abstract This study aims to analyze the acceleration of digital transformation in Madrasah Ibtidaiyah in Aceh Province through digital madrasah program management. This study uses a qualitative descriptive methodology, where data is collected through observation, interviews, and documentation from several madrasas. The focus of the research is to identify the availability of digital facilities such as projectors, laptops, computers, internet networks, and the Jelajah Ilmu digital platform, as well as to map the level of utilization and implementation of these facilities in the learning process. The results of the study show that all madrasas have adequate digital facilities, but there are differences in terms of their use. The two madrasas identified as the most superior in the implementation of digital transformation are MIN 6 Banda Aceh City and MIM 9 Banda Aceh City. In conclusion, although digital infrastructure is available in all madrasas, the effectiveness of its utilization still requires improved program management to optimize digital transformation across madrasas. Keywords: : digital transformation, madrasah ibtidaiyah, program management
MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI: BAGAIMANAKAH LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI BANGKIT DARI KRISIS DAN KETERPURUKAN? Kurniawan, Ade
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 16, No. 2, ( Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/p8gwa207

Abstract

Many universities are experiencing a managerial crisis that impacts declining academic quality, lecturer productivity, and institutional competitiveness nationally and globally. This crisis is generally caused by weak internal governance that cannot adapt to the dynamics of the times. This article aims to analyze the main causes of weak internal management in universities and their impact on the quality of institutions, as well as formulate how higher education institutions can rise from crises and downturns. This study uses a literature review method by systematically reviewing various scientific literature that discusses university governance, institutional crises, and management strategies. The study results show that rigid bureaucracy, weak academic leadership, and lack of technology utilization are the dominant factors causing the crisis. These three factors impact the decline of academic quality, lecturer productivity, institutional reputation, and institutional competitiveness. For universities to rise, the authors highlight the importance of a psychological approach in building institutional resilience, including crisis awareness, self-evaluation, external support, and learning from the successful practices of other institutions. This study recommends adaptive and sustainable managerial strategies to strengthen university governance

Page 1 of 1 | Total Record : 7