cover
Contact Name
Komang Ayu Sari Galih
Contact Email
komanggalih@unhi.ac.id
Phone
+6282236166369
Journal Mail Official
space@unhi.ac.id
Editorial Address
Jln Sangalangit, Tembau, Penatih, Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Sustainable, Planning and Culture (Space) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 24610941     EISSN : 26567415     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SPACE merupakan singkatan dari Sustainable, Planning and Culture. Menjadi nama Jurnal dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hindu Indonesia. Keberadaan Jurnal Space bertujuan sebagai media komunikasi ilmiah dalam ranah keilmuan, khususnya bidang perencanaan wilayah dan kota. Jurnal ini diharapkan menjadi wadah dialog untuk membangun konsep keberlanjutan dalam konsep perencanaan dan kebudayaan sehingga menjadi katalisator bagi munculnya pemikiran secara terpadu dan komprehensif dalam menyelesaikan masalah dan konflik berkaitan dengan penataan ruang yang ada. Jurnal SPACE terbit 2 kali dalam setahun, pada awal dan pertengahan tahun.
Articles 66 Documents
RESILIENSI DAN ADAPTASI URBAN TERHADAP KOMPLEKSITAS PERKOTAAN JAKARTA SEBAGAI IBU KOTA Dananjaya, Ahmad Ghazy
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/jnkkdb84

Abstract

Penelitian ini secara komprehensif mengkaji resiliensi kota dan strategi adaptasi terhadap kerumitan urban di Jakarta, ibu kota Indonesia. Fokus utama adalah menganalisis peran krusial kolaborasi multi-aktor melalui model Pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media) serta persepsi masyarakat terhadap inisiatif resiliensi. Jakarta, sebagai megapolitan dengan pertumbuhan pesat, menghadapi tantangan urbanisasi yang kompleks, meliputi kepadatan penduduk ekstrem, proliferasi permukiman informal, degradasi lingkungan (banjir, polusi), defisiensi infrastruktur, dan disparitas sosial-ekonomi yang mencolok. Studi ini mengadopsi pendekatan metode campuran (mixed methods), mengintegrasikan data kualitatif dari wawancara mendalam dengan representasi Pentahelix (10-15 responden per pilar) dan data kuantitatif dari survei terhadap 400 responden umum di Jakarta. Temuan awal mengindikasikan bahwa lima variabel pembahasan utama memiliki peran signifikan dalam mendukung resiliensi, dengan proyeksi kesesuaian kuantitatif sebesar 70-85% dengan efektivitas inisiatif yang dihipotesiskan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris substantif dan wawasan teoretis yang relevan bagi pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat urban dalam merumuskan strategi perencanaan kota dan pembangunan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Jakarta, serta kota-kota megapolitan serupa di negara berkembang.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI BERDASARKAN ANALISIS KESESUAIAN  DAN DAYA DUKUNG WISATA BAHARI DI PANTAI PENIDA (CRYSTAL BAY) Maydayanti , Ni Kadek
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/a758kb59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian wisata bahari untuk kegiatan snorkeling, diving dan rekreasi pantai. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian wisata bahari konsep kesesuaian oleh Yulianda et al 2010, analisis daya dukung lingkungan menurut Cifuentes dan merumuskan strategi pengembangan wisata bahari melalui SWOT. Hasil dari analisis hasil kesesuaian wisata bahari yang dilakukan Pantai Penida memiliki kategori S2 (sesuai bersyarat) dengan IKW sebesar 66,75% untuk snorkeling dan diving 64,81% dan kategori wisata rekreasi pantai kategori S1 (sangat sesuai) dengan nilai IKW sebesar 81,11%. Hasil perhitungan analisis daya dukung fisik di Pantai Penida diperoleh hasil bahwa kunjungan wisatawan yang diperbolehkan adalah pada kegiatan wisata selam sebesar 5.082 orang per tahun, kegiatan snorkeling sebesar 1.545.291 orang per tahun, dan rekreasi pantai sebesar 103.092 orang per tahun. Analisis daya dukung aktual diperoleh sebesar 2.730 orang per tahun untuk kegiatan selam, kegiatan snorkeling sebesar 736.826 orang per tahun dan kegiatan rekreasi pantai 99.999 orang per tahun. Hasil perhitungan daya dukung wisata efektif sebesar 1815 orang per tahun, sebesar 508563 per tahun untuk kegiatan snorkeling dan kegiatan rekreasi pantai sebesar sebesar 68.970 orang per tahun. Strategi pengembangan wisata bahari antara lain melakukan kegiatan Beach Clean Up, monitoring dan pemantauan ekosistem terumbu karang, membuka penyediaan alat – alat diving, memberikan edukasi kepada masyarakat, penyediaan tempat sampah, ruang ganti, shower, air bersih, sinage, information, area yang menjual souvenir dan bangunan penahan ombak untuk mendukung Event Festival Nusa Penida. Memaksimalkan awig – awig, kegiatan rutin patroli, penambahan fasilitas keamanan dan pembatasan kunjungan wisatawan. Melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan permohonan dana untuk pengembangan fasilitas pariwisata, pemberian informasi terkait KKP, pelatihan bahasa inggris, dan konsistensi pelaksanaan awig – awig.
PENILAIAN KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN SEBARAN AKOMODASI TERHADAP KEMAMPUAN LAHAN DI KAWASAN EFEKTIF PARIWISATA DESA JUNGUTBATU, BALI Anggarani, Ni Made Poni; Arimbawa, Wahyudi; Santhyasa, I Komang Gede
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vewedx51

Abstract

Kawasan Efektif Pariwisata Jungutbatu merupakan salah satu kawasan dengan tujuan wisata alam terbaik di Nusa Penida. Lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang terjadi pada KEP Jungutbatu dapat menimbulkan tekanan terhadap kualitas lingkungan di KEP Jungutbatu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana kapasitas daya dukung KEP Jungutbatu serta menilai bagaimana kemampuan lahan dalam pengembangan penyediaan akomodasi penunjang aktifitas pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Daya Dukung Kawasan dari Teori Cifuentes serta analisis kemampuan lahan.  Hasil penelitian ini menghasilkan nilai PCC sebesar 24.046 perhari, nilai RCC sebesar 16.156 perhari dan nilai ECC sebesar 1.696 perhari. Dibandingkan dengan jumlah kunjungan riil (Jkr) yang tercatat di kawasan sebanyak 1.050 orang/hari mendapatkan skema PCC > Jkr, RCC > Jkr, dan ECC > Jkr. Dari skema perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kapasitas daya dukung kawasan wisata KEP Jungutbatu masuk ke dalam kategori daya dukung besar. Dari hasil analisis tumpang tindih pada peta kemampuan lahan terhadap sebaran akomodasi menunjukkan bahwa akomodasi pada KEP Jungutbatu seperti penginapan, villa dan homestay tersebar pada kemampuan lahan dengan kelas sedang sebesar 319,056 Ha.
PENGARUH PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA BATUNUNGGUL, NUSA PENIDA Siwi, Desak Made Martaraka; Wirawan, Komang
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/te6zxe44

Abstract

Perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir, khususnya di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, merupakan fenomena yang terjadi seiring meningkatnya perkembangan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini tidak hanya mengubah fungsi fisik ruang, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap struktur ekonomi dan pola mata pencaharian masyarakat setempat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data dilakukan dengan teknik tumpang tindih peta (overlay). pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara untuk melihat dan memastikan pengaruh perkembangan penggunaan lahan terhadap perekonomian masyarakat pada lokasi penelitian. hasil dari penelitian menemukan ; Pertama, terjadi perubahan fungsi lahan dari lahan tidak terbangun menjadi terbangun dengan tren dominan di sekitar kawasan pesisir pantai dan sepanjang jalan utama desa. Kedua, perubahan pemanfaatan lahan terbangun menjadi fasilitas perdagangan, jasa, dan akomodasi pariwisata, serta perubahan lahan non-terbangun menjadi area perdagangan dan jasa yang menyebar di titik-titik strategis desa. Ketiga, perubahan penggunaan lahan ini berdampak pada pergeseran mata pencaharian masyarakat, dari sektor primer seperti nelayan dan petani rumput laut ke sektor tersier seperti pengelola homestay, pemandu wisata, pedagang, dan penyedia jasa transportasi. Selain itu, pendapatan masyarakat meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekonomi, meskipun diiringi kenaikan harga lahan terutama di lokasi strategis desa. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di lokasi penelitian meliputi  pertumbuhan pariwisata, meningkatnya permintaan lahan, keberadaan pelabuhan sebagai pusat mobilitas, akses jalan yang terhubung ke destinasi wisata, serta aglomerasi kegiatan ekonomi di pusat Desa.
MODEL PENGELOLAAN KAWASAN PUSAKA BERBASIS PENATAAN RUANG DAN KEARIFAN LINGKUNGAN DI KAWASAN TAMAN AYUN, BALI Madiasworo, Taufan
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/gnwn5938

Abstract

Tiap kota memiliki keunikan karakter, sejarah, dan nilai budaya yang tercermin pada hadirnya kawasan yang memiliki kekentalan nilai sosial dan budaya yang dapat disebut sebagai kawasan pusaka. Masalah yang diteliti bertitik tolak dari kondisi kawasan pusaka kita yang semakin menurun kualitasnya baik secara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun demikian, tidak semua kawasan pusaka kita berada dalam kondisi buruk, kawasan Taman Ayun yang berlokasi di kabupaten Badung, Provinsi Bali adalah contoh kawasan pusaka dengan kondisi baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode evaluasi formal dan metode analisis deskriptif. Tulisan ini mencoba mengungkap peran dan pelaksanaan penataan ruang dan kearifan lingkungan sebagai instrumen untuk pengelolaan kawasan pusaka dengan mengambil lokus di kawasan Taman Ayun, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, serta mencoba mengusulkan sebuah model untuk pengelolaan kawasan pusaka berkelanjutan yang berbasis penataan ruang dan kearifan lingkungan. Model yang disusun memiliki potensi untuk diterapkan pada kawasan pusaka di tempat lain di Indonesia yang memiliki karakteristik tertentu.
PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL JAWA DALAM TATA RUANG KRATON YOGYAKARTA Suryono , Alwin
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 6 No. 2 (2025): Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/hfmdhk28

Abstract

Keraton Yogyakarta terbangun lengkap tahun 1926, hingga kini masih bertahan - berfungsi baik (fungsi asal dan objek wisata). Ruang-ruang utamanya bergaya Arsitektur Jawa serasi dengan ruang-ruang pendukungnya bergaya Arsitektur Eropa. Tujuan studi mengungkap Kearifan Lokal Jawa pada tatanan ruang Kraton Yogyakarta, mendeskripsikan elemen-elemen arsitektur signifikan untuk dilestarikan dan mendeskrisikan konsep pelestariannya. Metoda studi adalah deskriptif-eksplanatif, dengan pendekatan Budaya Jawa-Arsitektur-Pelestarian. Kearifan Lokal Jawa “kesatuan interaksi alam-sosial-spiritual” dan “budaya toleransi” mendasari tata ruang Kraton. Wujud kesatuan interaksi alam-sosial-spiritual berupa tata ruang Kraton berporos Sumbu Filosofis (garis lurus dari Tugu Pal Putih - Alun-alun - Kraton - Panggung Krapyak), posisi bangsal Sitihinggil di bagian muka, dan ruang-ruang utama pola terbuka-memusat (atap tajuk, dekorasi terpusat). Di dalam bangsal Sitihinggil Sultan bermeditasi (menatap Tugu Pal Putih), memimpin upacara Kraton, dan menerima keluhan rakyat (duduk di pusat Alun-alun Utara). Wujud Budaya toleransi berupa dua gaya arsitektur (Tradisional Jawa - Eropa) dalam satu bangunan, dekorasi ruang utama bermotif budaya Jawa-Islam-Budha, dan sarana dialog sultan - rakyatnya. Konsep pelestarian: Preservasi tata ruang Kraton simetri Sumbu Filosofis; Preservasi-perawatan rutin bangunan (tata ruang, atap, plafon, balok tumpangsari, talang, jendela, tiang-tiang, dekorasi-ornamen); Restorasi Alun-alun Utara (pasir-rumput, pohon sekeliling).