cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
+6285235222230
Journal Mail Official
arika@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknik Industri Lantai I Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka - Ambon, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
ARIKA
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19781105     EISSN : 27225445     DOI : -
Jurnal ARIKA merupakan Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Pattimura. Jurnal ini membahas ilmu di bidang teknik industri, sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Ilmu Teknik Industri. Jurnal Arika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari dan Agustus. Fokus dan Ruang Lingkup Penelitian Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Sistem Produksi Simulasi dan Pemodelan Optimasi Industri Manajemen Logistik dan Transportasi Manajemen Kualitas Rekayasa Sistem Manufaktur Perencanaan dan Pengendalian Produksi Statistik Supply Chain
Articles 232 Documents
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI GUDANG TUJUH PT. MULCINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION Goldsteyn M. O. Masela; N. E. Maitimu; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.459 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.129

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) Membuat layout usulan rancangan tata letak pada gudang tujuh PT. Mulcindo, (2) Meminimasi momen perpindahan jarak dan ongkos material handling.Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Layout awal tata letak fasilitas produksi gudang 7 PT. Mulcindo masih dapat dioptimalkan lagi dengan membuat layout usulan menggunakan algoritma differemtial evolution. (2) Layout usulan yang dihasilkan oleh algoritma differential evoluion yang menggunakan 3 alternatif yaitu: Alternatif 1 “ Mutation Factor 0,3 dan Crossover Rate 0,7”, Alternatif 2 “ Mutation Factor 0,7 dan Crossover Rate 0,3”, dan Alternatif 3 “ Mutation Factor 0,8 dan Crossover Rate 0,5” Dari 3 alternatif tersebut masing-masing dibuat dalam 5 kali replikasi berbeda, dengan biaya optimum dari 3 alternatif tersebut sebagai berikut. Alternatif 1 : Rp. 8.254.950,2 (Replikasi Ke-4), Alternatif 2 : Rp. 8.730.388,56 (Replikasi Ke-1) dan Alternatif 3 : Rp. 8.273.260,33 (Replikasi Ke-4) Dengan demikian ongkos material handling yang paling optimum adalah pada Alternatif 1 Replikasi ke-4 yaitu Rp. 8.254.950,2-per bulan, sehingga lebih optimum dari OMH awal yaitu Rp. 14.792.360,-per bulan, dengan persentase 55.8%.
ANALISA PERENCANAAN PERMINTAAN KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA DI KOTA AMBON Marcy L. Pattiapon; N. E. Maitimu
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.221 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.139

Abstract

Maluku merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil alam terutama laut yang diantaranya yaitu kerang mutiara. Salah satu industri kecil yang cukup berkembang adalah industri kerajinan dari kulit kerang mutiara, kulit kerang mutiara di manfaatkan dan di olah sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi merupakan salah satu ciri khas dari daerah Maluku yang merupakan salah satu pilihan cinderamata yang cukup diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kerang selain dikonsumsi, kerang juga menghasilkan mutiara dan sering dibuat menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin dan hiasan dinding dan berbagai aksesoris. Terjadinya fluktuasi permintaan dari waktu ke waktu menyebabkan perlunya perencanaan persediaan dengan melakukan peramalan kebutuhan dimasa mendatang.Peramalan yang digunakan adalah Time Series Moving Average dan Single Exponential Smoothing. Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa yang menyerap modal terbesar adalah kerangmutiara, profil, kain bludru dan kaca. Peramalan dengan Moving Average (MA) = 4 bulan mempunyai nilai error tekecil dengan hasil prakiraan peramalan adalah 57 kg. Dengan total biaya sebesar Rp. 5.156.847.779. Alternatif yang digunakan dalam perencanaan agregat adalah strategi dengan hari kerja regular tetap dan strategi lembur, yaitu selama 26 hari/bulan, dengan kapasitas produksi 39 unit produk jadi kulit kerang. Dengan total biaya adalah sebesar Rp. 243.650.000. Produk ukiran wajah dan kereta kuda merupakan produk yang harus mendapat perhatian yang sangat serius karena akan berdampak pada biaya yang tinggi. Yang memiliki volume tahunan terbesar yaitu sebesar 58.9% dari total nilai persediaan.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT AMPAS EMPULUR SAGU TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN IMPAK PADA KOMPOSIT BERMATRIK POLYESTER A. Y. Leiwakabessy
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.98 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.147

Abstract

Material komposit dengan filler serat alam mulai banyak di kenal dalam industry manufaktur. Material yang ramah lingkungan, mampu di daur ulang, serta mampu dihancurkan sendiri oleh alam merupakan tuntutan teknologi sekarang ini. Serat ampas empulur sagu adalah serat alam yang berasal dari limbah hasil pengolahan pohon sagu yang berlimpah di daerah Maluku dan belum termanfaatkan secara optimal. Penelitian ini dititikberatkan untuk mendapatkan nilai maksimal variasi fraksi volume serat ampas empulur sagu terhadap nilai kekuatan bending dan kekuatan impak, sesuai dengan aplikasi yang diinginkan. Penelitian menggunakan metode Hands Lay Up, dalam pembuatan komposit serat tunggal dengan variasifraksi volume serat ampas empulur sagu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan model RAL dan uji Tukey untuk menentukan fraksi volume (perlakuan) terbaik bagi komposit tersebut. Variable terikat dalam penelitian adalah Kekuatan Bending dan Kekuatan Impak. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa kendati terjadi kenaikan kekuatan bending dan kekuatan impak seiring penambahan fraksi volume, namun hanya fraksi volume 0,3 dan 0,4 yang secara simultan memiliki sifat Kekuatan Bending dan Kekuatan Impak yang lebih baik
STUDI PERENCANAAN SISTIM PENGATURAN SUHU UDARA KAMAR MESIN BERBASIS KOMPUTER - (ENGINE ROOM THERMAL CONTROL SYSTEM) N. Suruali; Syachril Abdul Madjid
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.258 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.157

Abstract

KM Cakalang merupakan kapal Fery Ro – Ro milik Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Maluku, memiliki spesifikasi ukuran kamar mesin 10 x 12 m2 dan memiliki beberapa peralatan sebagai sumber tenaga yang dapat menghasilkan panas, salah satunya adalah main engine, yang memiliki peluang untuk merubah suhu kamar mesin secara linear. Sebagai sistim exhauster untuk pengkondisian udara pada kamar mesin tersebut, KM Cakalang menggunakan 2 buah fan type reversible and axial flow dengan daya masing – masing sebesar 2.2 KW dengan sistim starter manual (hand start). Untuk dapat mengoptimalkan kinerja sistim exhauster ini secara otomatis berdasarkan tingkat perubahan suhu, maka sensor thermal dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat perubahan suhu dengan led digunakan sebagai indikator serta komputer digunakan sebagai sistim visualisasi serta relay dapat digunakan sebagai pengendali switch sistim exhauster berdasarkan aksi pengontrolan terhadap batas suhu yang diijinkan (max 350C). Visualisasi komputer terhadap aksi pengontrolan suhu udara pada kamar mesin, dapat dihubungkan melalui melalui tegangan keluaran pembanding (op amp) atau melalui blok indikator pada masing – masing led yang dirangkai secara parallel dengan Parallel Port komputer. Untuk dapat membaca kerja sistim pengaturan suhu kamar mesin pada sistim komputer, maka digunakan pemograman Delphi 6.0 berbasis windows, sebagai interfacing antara user dengan computer, dimana program yang dibuat digunakan untuk membaca perubahan temperature suhu ruangan berdasarkan siklus waktu dan membaca perubahan temperature yang disimulasikan dalam bentuk bargraph dan graphline.
PEMETAAN AWAL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) IKAN DI PULAU AMBON D. Tumanan; Kevin M. Runteh; D.B Paillin
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.514 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.01

Abstract

Industri perikanan dan kelautan di Maluku berkembang cukup pesat. Peran provinsi Maluku memiliki peran penting dan strategis bagi kegiatan perikanan laut nasional, sehingga persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan di Maluku pun meningkat. Hasil penelitian menunjukkan, pada umumnya untuk proses sistem supply chain ikan di Kota Ambon, yang berperan sebagai supplyer utama untuk pasokkan ikan yaitu para nelayan pesisir pantai di sekitar wilayah Maluku. Sistem distribusi pemasaran dari masing-masing perusahaan ikan bersifat Vertical Marketing System. Tingkat presentase konsumsi ikan lebih tinggi terdapat pada Kec. Sirimau 42%, dengan total konsumsi 9.294.000 kg/tahun. Kec. Nusaniwe (27%), Kec. Teluk Ambon (12%), Kec. T.A. Baguala (16%), dan Kec. Leitimur Selatan 3%. Berdasarkan pemetaan awal supply chain management ikan, juga terdapat usulan lokasi cold storage yang terpilih dengan menggunakan metode Point Rating, yaitu berada di sekitar kawasan Kec. Teluk Ambon dengan nilai terbesar yaitu 3,5. setelah dilakukan perhitungan terhadap faktor tangibel dan intangibel maka diperoleh nilai terbesar yaitu 3,5. Aksesibilitas perusahaan masih tergolong cukup baik. Avaibilitas atau ketersediaan bahan baku untuk seluruh perusahaan masih menjadi permasalahan, yang disebabkan oleh pengaruh faktor iklim, musiman ikan dan lainnya. Ditinjau dari segi cost untuk harga beli perusahan terhadap harga beli dan harga jual perusahaan untuk wilayah Kota Ambon tidak mengalami kesenjangan harga yang begitu besar. Sedangkan untuk pemasaran regional dan export memiliki kesenjangan harga dari masing- masing perusahaan.
PENENTUAN UKURAN LOT PEMESANAN OPTIMAL BAHAN BAKU IKAN TUNA DENGAN MODEL DINAMIS ALGORITMA WAGNER-WITHIN DALAM UPAYA MINIMASI ONGKOS TOTAL PERSEDIAAN (Studi Kasus : PT. Mina Maluku Sejahtera) N.E. Maitimu; Meirlin S. Peea
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.85 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.11

Abstract

Perencanaan persediaan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam proses pengendalian persediaan dimana sejumlah bahan baku dan produk diharapkan dapat diperoleh pada tempat dan waktu yang tepat dan ongkos yang relative rendah. Salah satu perusahaan PT. Mina Maluku Sejahtera yang asetnya adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Erie, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan sebagai salah satu perusahaan dengan kontribusi adalah jenis tuna jelas dihadapakan akan masalah kebijakan inventory perusahaan yang dianggap belum efisien ditinjau dari tingkat penumpukan akibat sistem inventory perusahaan yang masih bersifat trasidional dengan metode trial and error. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan metode pengendalian persediaan dengan teknik Algoritma Wagner-Within untuk penentuan ukuran lot pemesanan dan waktu pemesanan yang optimal, dimana teknik ini menghasilkan total biaya yang paling minimum karena menggunakan program dinamis dan pendekatan matematisnya yang sangat detail. Langkah pertama dilakukan adalah peramalan permintaan Tuna untuk periode mendatang, hasil peramalan yang dipilih diasumsikan sebagai permintaan yang bersifat pasti dari konsumen. Setelah itu, dilakukan perhitungan biaya pengendalian persediaan melalui 3 langkah model Algoritma W-W. Dari hasil perhitungan diperoleh ukuran lot pemesanan yang menghasilkan ongkos total inventory adalah sebesar Rp. 1.018.747.950 lebih optimal jika dibandingkan dengan sistem yang dipakai perusahaan saat ini yaitu, pada skenario 1 adalah sebesar Rp. 1.022.261.053 dan skenario 2 adalah sebesar Rp. 1.021.500.000. Maka berdasarkan hasil tersebut itu berarti persentase penghematan yang dapat terjadi akibat penurunan ongkos total adalah sebesar 24% hingga 28 % per tahunnya.
MODEL SIMULASI UNTUK MENGANALISIS KINERJA SISTEM ANTRIAN KAPAL TANKER PADA DERMAGA PT. PERTAMINA TBBM WAYAME AMBON B. J. Camerling; Juan. P. Manusiwa
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.385 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.21

Abstract

PT Pertamina (Persero), Terminal transit bahan bakar minyak wayame memiliki peran penting sebagai tulang punggung dalam mensuplai BBM keseluruh TBBM diwilayah maluku papua dengan efisien untuk menghindari terjadinya krisis BBM di Terminal Transit Bahan Bakar Minyak lain akibat lambatnya kegiatan backloading. Berdasarkan data dari fungsi marine TBBM wayame menyatakan bahwa pada tahun 2012-2016 rata-rata tingkat kedatangan kapal tangker di pelabuhan TBBM wayame mencapai ± 535 kapal/tahun dan untuk proses pelayanan loading BBM kapal membutuhkan waktu tunggu kapal lebih dari 1 hari untuk mendapatkan pelayanan loading BBM. Sehingga terjadi antrian pada dermaga, serta dalam proses loading Bbm. serta dalam proses loading Bbm yang mengakibatkan fungsi utilitas menjadi tidak maksimal diantara dermaga I dan III lebih tinggi utilitasnya dibandingkan dengan utilitas dermaga II. Hasil penelitian ini dengan mengambil data tbbm wayame ambon, maka dapat dilihat untuk hasil awal atau kenyataannya bahwa untuk hasil utilitas menunjukan bahwa pada server dermaga II tidak terlalu sibuk dengan utilitas adalah 55.69% dengan kapal yang dilayani selama sebanyak 152 kapal loading dan untuk dermaga kapal backloading, dermaga I mempunyai utilitas 99.94% dan dermaga III mempunyai utilitas 99.76% dengan banyak kapal yang dilayani sebanyak 463 kapal backloading, dari hasil tersebut maka penulis memberikan alternative perbaikan untuk mempercepat pelayanan dimana kapal backloading dapat melakukan kegiatan bongkar muat pada dermaga kapal loading apabila tidak ada kegiatan bongkar muat, dapat digunakan untuk kapal backloading. Hasil utilitas dermaga I adalah 91.80% , utilitas dermaga II adalah 87.80% dan utilitas dermaga III adalah 82.86%, untuk pelayan kapal backloading sebanyak 492 kapal dan kapal loading 152 kapal, dengan menggunakan alternative perbaikan ini maka dapat mengurangi waktu pelayanan kapal
PENENTUAN RUTE OPTIMAL DISTRIBUSI PRODUK NESTLE DENGAN METODE TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) (Studi Kasus : PT. Paris Jaya Mandiri) D. B. Paillin; Filinda Sosebeko
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.1 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.35

Abstract

Paris Jaya Mandiri adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang distributor produk Nestle di Indonesia. Sebagai perusahaan distributor, aktivitas distribusi harus diberi perhatian khusus sehingga dapat mengatasi adanya keterlambatan atau ketidaktepatan waktu pengiriman produk yang disebabkan karena ketidakpastian rute pengiriman produk. Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan solusi rute optimal agar dapat diperoleh effisiensi jarak dan waktu tempuh yang dapat berdampak positif bagi perusahaan.Traveling Salesman Problem merupakan suatu permasalahan untuk mencari jarak tempuh minimum dari titik awal menuju semua titik tujuan dan kembali lagi pada titik awal dengan asumsi bahwa semua titik tujuan yang akan dilalui hanya dikunjungi sebanyak satu kali untuk memperoleh rute optimal. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah algoritma Branch and Bound. Tolak ukur yang digunakan pada metode ini adalah jarak antaroutlet dimulai dari mengukur masing – masing jarak dari gudang menuju oulet dan kembali ke gudang. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk mengukur jarak terpendek dari 67 lokasi outlet yang tersebar pada wilayah distribusi Sirimau 1 dan 2 serta wilayah distribusi Nusaniwe. Hasil olahan data metode Branch and Bound menunjukkan bahwa dari 3 wilayah dapat diperoleh 5 rute optimal yaitu rute 1 didapat jarak sebesar 8.09 Km dengan total waktu 46.03 menit, rute 2 sebesar 9.47 Km dengan total waktu 59.2 menit, rute 3 sebesar 10.88 Km dengan total waktu 35.35 menit, rute 4 sebesar 9.74 Km dengan total waktu 43.08 menit dan rute 5 sebesar 19.87 Km dengan total waktu 83.05 menit. Dari hasil data tersebut diperoleh penghematan jarak sebesar 17.96% dan total waktu sebesar 6.26% dari rute awal perusahaan.
PENGENDALIAN BIAYA PERSEDIAAN TERINTEGRASI ANTARA SUPPLIER DAN BUYER DENGAN MENGGUNAKAN METODE JELS (JOINT ECONOMIC LOT SIZE) (Studi Kasus :Gudang Distributor CV. Berkat Mulia) M. L. Patiapon; E. Hutabarat
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.588 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.45

Abstract

Persaingan saat ini bukan lagi antar perusahaan melainkan antar rantai pasok. Salah satu perusahaan yang menghadapi hal ini adalah Gudang Distributor CV. Berkat Mulia, yang berperan sebagai pemasok berass Bulir Mas sebagai objek penelitian. Untuk memepertahankan usaha dalam persaingan, pihak pemasok bergerak dan bekerja sama dengan pembeli (penyalur). Pihak pemasok dan pihak pembeli memiliki permasalahan terkait dengan belum adanya integrasi sehingga menyebabkan kedua pihak memiliki kebijakan masing-masing dalam mengendalikan persediaan. Perbedaan kebijakan inventori ini mengakibatkan total biaya pengendalian persediaan gabungan kedua eselon menjadi besar. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan metode pengendalian persediaan yang terintegrasi antara pihak pemasok dan pihak pembeli. Langkah pertama yang dilakukan adalah peramalan permintaan beras Bulir Mas untuk periode yang akan datang. Setelah itu, dilakukan perhitungan biaya pengendalian persediaan pada masing-masing eselon, yaitu Economic Order Quantity (EOQ) pada pihak pemasok dan metode periodic (Model P) pada pihak pembeli. Terakhir, dilakukan perhitungan perhitungan biaya persediaan yang diusulkan dengan menggunakan metode JELS (Joint Economic Lot Size). Dari hasil perhitungan tersebut, diperoleh biaya inventori supplier sebesar Rp. 1.949.178.707,- dan biaya inventori buyer sebesar Rp.1.923.207.603. Sementara pengendalian persediaan setelah menggunakan metode JELS adalah sebesar Rp. 36.895.840. Penerapan metode usulan ini menghasilkan integrasi hubungan antara pihak pemasok dan pihak pembeli dalam satu rantai pasok yang menyebabkan penurunan total biaya pengendalian persediaan Rp.33.493.421,- atau setara dengan 47,58%.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KORAN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN SWOT PADA PT. PERCETAKAN FAJAR UTAMA INTERMEDIA CABANG AMBON J.M. Tupan; Yordan F. Hatumena
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.661 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.55

Abstract

PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri percetakan yang menghasilkan produk Koran. Perusahaan ini juga merupakan salah satu media cetak (sebuah surat kabar) yang tertua dan terbesar di provinsi Maluku. Masalah yang dihadapi perusahaan ini adalah perlunya perbaikan- perbaikan pada prusahaan yaitu perbaikan secara teknis dan perbaikan secara general dimana PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon perlu memperbaiki masalah kualitas produk Koran pada proses produksinya dan perlu mempersiapkan strategi - strategi perusahaan. Pada penelitian ini penulis menggunakan analisa pengendalian kualitas dengan pendekatan Six Sigma DMAIC ( define, measure, analyze, improve, control ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab tingkat kecacatan dan memberikan usulan perbaikan. Selain perbaikan secara internal, prancangan strategi secara general juga perlu dilakukan, metode yang digunakan adalah metode Swot. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman yang dimiliki PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon. Hasil penelitian ini dengan mengambil data di PT. Percetakan Fajar Utama Intermedia Cabang Ambon, maka dapat dilihat untuk jumlah hasil produksi Koran pada tahun 2016 adalah 851775 eksemplar. dan produk Koran yang cacat adalah 37618 eksemplar. Berdasarkan perhitungan prusahaan memiliki tingkat sigma 3.20 dengan kemungkinan kerusakan 44386.30 untuk sejuta produksi (DPMO), presentase penyebab kecacatan berturut-turut adalah cacat kabur 61%, tidak register 21%, terpotong 18% dan faktor-faktor yang menyebabkan produk cacat adalah faktor manusia, material, mesin, metode, dan environment (lingkungan). dalam hal ini harus dilakukannya usulan perbaikan. Setelah suda melakukan perbaikan akan dilanjutkan dengan mengidentifikasi eksternal dan internal perusahaan agar dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahan tersebut.

Page 7 of 24 | Total Record : 232