cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
+6285235222230
Journal Mail Official
arika@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknik Industri Lantai I Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka - Ambon, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
ARIKA
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19781105     EISSN : 27225445     DOI : -
Jurnal ARIKA merupakan Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Pattimura. Jurnal ini membahas ilmu di bidang teknik industri, sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Ilmu Teknik Industri. Jurnal Arika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari dan Agustus. Fokus dan Ruang Lingkup Penelitian Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Sistem Produksi Simulasi dan Pemodelan Optimasi Industri Manajemen Logistik dan Transportasi Manajemen Kualitas Rekayasa Sistem Manufaktur Perencanaan dan Pengendalian Produksi Statistik Supply Chain
Articles 232 Documents
ANALISIS SISTEM ANTRIAN PADA AREA PARKIR MOBIL TANGKI KE FILLING SHED DENGAN MENGGUNAKAN PROMODEL (Studi Kasus Di PT Pertamina Terminal BBM Wayame Ambon) Johny Titarsole; B. J. Camerling
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.191 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.67

Abstract

Antrian merupakan kejadian yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.bukan hanya manusia yang mengalami suatu proses antrian, tetapi bisa juga barang,Kondisi ini juga terjadi pada areal tempat parkir mobil-mobil tangki BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam menunggu bagian pengisian ke FillingShed (tempat pengisian BBM), pada PT.Pertamina (Persero), Terminal BBM Wayame Ambon,yang memiliki rata-rata jumlah mobil yang beroperasi dilapangan Sebanyak 92 unit mobil, dimana daya tampung mobil pada area parkir yaitu 45-50 mobil yang memiliki 9 jenis pompa minyak). Simulasi merupakan proses perancangan model dimana meniru dari proses dunia nyata atau system dan pelaksanaan eksperimen-eksperimen dengan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku system. Stat fit merupakan software pendukung dalam promodel dimana untuk menentukan distribusi yang dipakai dalam melaksanan pembuatan model simulasi Pada PT Pertamina Terminal BBM Wayame Ambon pada area parkir mobil tangki sampai masuk ke Filling Shed dimana mobil tangki hanya dapat melakukan pengisian BBM pada 1 server. Hasil penelitian ini dengan mengambil data Antrian pada area parkir PT pertamina Terminal BBM wayame Ambon maka, dapat dilihat hasil awal atau kondisi kenyataanya bahwa untuk hasil utilitas menunjukan bahwa hasil utilitas yang mencapai 100 %, tetapi server untuk mobil tangki Pertalite dan Pertamax mempunyai hasil utilitas mendekati 50 % yang berarti tidak terlalu sibuk. Dan untuk hasil alternatifnya terlihat lebih sibuk karena pemanfaatanya mendekati 100%. jadi dengan penambahan server menjadi 2 pada filling shed maka antrian akan semakin sedikit.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP AKTIVITAS MASYARAKAT DI TERMINAL MARDIKA AMBON Robert Hutagalung
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.812 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.83

Abstract

Penelitian pengaruh kebisingan terhadap aktivitas masyarakat di Terminal Mardika Ambon dilakukan pada bulan Oktober sampai November tahun 2016. Titik pengamatan dibagi menjadi tiga bagian yaitu di Terminal A meliputi dua titik pengamatan dan di Terminal B meliputi satu titik pengamatan. Data kebisingan diambil dengan menggunakan alat pengukur kebisingan (sound level meter) sedangkan data gangguan yang dirasakan masyarakat diambil dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada para pedagang di Terminal Mardika Ambon. Hasil perhitungan rerata kebisingan telah melebihi Nilai Ambang Batas yang dianjurkan untuk daerah perdagangan dan jasa yaitu 77,8 dB (hari Sabtu) ; 73,1 dB (Hari Minggu) dan 76,3dB (Hari Senin). Dari Hasil analisis terdapat perubahan yang signifikan antara kebisingan pada hari Sabtu dan Minggu diperoleh (p 1.65x10-18<0,05), kebisingan antara hari Sabtu dan Senin (p5.2x10-5< 0,05), dan kebisingan antara hari Minggu dan Senin (p 3.56x10-15< 0,05). Hasil Pengumpulan data gangguan tertinggi yang dirasakan masyarakat di Terminal Mardika Ambon adalah gangguan psikologis yaitu 8,6.
ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) DI UD ROTI ALVINE Widya S. Madiun; Ariviana L. Kakerissa
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.037 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.89

Abstract

UD Roti Alvine merupakan Perusahaan Rumahan atau Home Industry yang bergerak dibidang produksi roti (Usaha Bakery). Hasil pengamatan awal ditemukan bahwa, Para pekerja bagian produksi melakukan pekerjaan rangkap yakni tidak adanya ketidakjelasan tugas dan tanggungjawab para pekerjanya. Tentu hal ini juga berpengaruh pada output yang dihasilkan, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah beban kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan. Untuk itu pihak perusahaan harus memperhatikan beban kerja yang akan diberikan kepada karyawan agar tercapai produktivitas yang optimal. Analisa beban kerja sangat penting untuk menghitung tepatnya berapa banyak karyawan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas di bagian atau departemen pada perusahaan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengidentifikasian aktivitas tiap pekerja, menganalisis beban kerja bagi tiap pekerja dan jumlah kebutuhan karyawan bagian produksi dengan menggunakan metode Full Time Equivalent. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja yang dihasilkan pekerja bagian produksi berdasarkan perhitungan beban kerja dengan Metode Full Time Equipment (FTE), rata-rata beban kerja dalam indeks FTE seluruh pekerja produksi berada pada kondisi Overload dengan nilai rata-rata Indeks FTE 1,89 dimana nilai tersebut > 1,28. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga kerja optimal pekerja bagian produksi adalah 9 karyawan.
PENERAPAN KANO MODEL DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENYEDIAAN FASILITAS DAN ALTERNATIF BISNIS RUMAH KOST (Studi kasus:Bisnis rumah kost di kawasan RumahTiga) Yusmin Maatita; V. O. Lawalata
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.607 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.97

Abstract

Saat ini, bisnis rumah kost di daerah sekitar perguruan tinggi menjadi sebuah bisnis yang potensial, mengingat jumlah mahasiswa (yang merupakan salah satu pasar utama dari rumah kost) pada suatu perguruan tinggi menunjukkan kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu. Namun seiring dengan hal tersebut, akan semakin banyak pula pesaing yang muncul. Sehingga mahasiswa sebagai salah satu pasar terbesar dari bisnis rumah kost memiliki banyak pilihan untuk memilih tempat kost.Kepuasan konsumen akan menjadi salah satu faktor penentu dalam persaingan pasar. Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan suatu studi untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen pada tiap fasilitas rumah kost agar pemilik/calon pemilik bisnis rumah kost dapat menyediakan fasilitas dengan tepat sesuai dengan daya beli pasar sasarannya, serta untuk memberikan bantuan dalam memilih model rancangan alternatif bisnis rumah kost. Pengkajian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode Kano Model Analysis untuk memetakan tingkat kepuasan konsumen terhadap fasilitas-fasilitas dari rumah kost,dan selanjutnya membuat model rancangan alternatif bisnis rumah kos. Hasil penelitian adalah (a). untukkos-kosan tipe Elit memiliki fasilitas ruangan tamu dengan model rancangan 2, fasilitas per kamar dengan model rancangan 1 dan 2,pintu dengan model rancangan 2,tempat parkir dengan model rancangan 2; (b). untuk Kos-kosan Biasa yaitu fasilitas per kamar dengan model rancangan 1 dan 2,dapur dengan model rancangan 2,pintu dengan model rancangan 2,tempat jemuran dengan model rancangan 2,ruangan tamu model rancangan 2,kamar mandi dan wc umum model rancangan 2.
TINJAUAN PENGGUNAAN METODE LEAN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONTRUKSI (Studikasus Pada Pesona Alam Estate) Welmy Kololu; B. J. Camerling
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.92 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.109

Abstract

Setiap pelaksanaan proyek konstruksi tidak lepas dari berbagai kendala ataupun kegagalan, yang antara lain disebabkan oleh rendahnya kinerja ataupun produktivitas tenaga kerja, perencanaan proyek yang kurang matang, anggaran proyek membengkak, dan juga spesifikasi yang tidak sesuai. Untuk itu perlu adanya perbaikan perencanaan dengan menggunakan metode Lean Construction, yang meliputi pengidentifikasian waste, resiko dan estimasi kebutuhan proyek (waktu, sumber daya, dan biaya).Lean construction adalah cara untuk mendesain sistem produksi untuk meminimalkan waste dalam bahan material, waktu, dan usaha untuk menghasilkan nilai (value) semaksimum mungkin (Abdelhamid dan Salem, 2005). Lean merupakan cara baru untuk memikirkan dan melakukan pekerjaan di konstruksi.mengoptimalkan Pekerjaan Kontruksi Pesona Alam Estate Menurut Pandangan Kontraktor, Pengawasdan Suplier. Hal ini terlihat dengan nilai Chi-Square yang menunjukan tidak ada perbedaan jawaban antara ketiga pelaku kontruksi yaitu kontraktor, Pengawas dan Suplier yang menyatakan sangat perlu untuk penerapan Lean Construction dalam pekerjaan mereka.Tingkat kesulitan penerapan metode Lean Cnstruction masih dirasakan merupakan kendala bagi ketiga pelaku pekerjaan kontruksi Pesona Alam Estate.
ANALISIS PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI LUBANG BUAYA DI DESA MORELA KECAMATAN LEIHITU BARAT KABUPATEN MALUKU TENGAH Ayu Soraya M. Nur; J.M. Tupan
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.893 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.119

Abstract

Pantai Lubang Buaya merupakan salah satu objek wisata yang telah dikenal masyarakat pada tahun 2012 karena keunikan alam pantainya dengan air laut yang berwarna hijau tosca, tempat wisata ini dikekelolah oleh masyarakat setempat namun pengembangan Objek wisata ini belum dikembangkan secara optimal pengembangan yang dilakukan memerlukan penanganan yang seksama dan memperhatikan berbagai faktor yang relevan. Pengamatan yang dilakukan membuktikan bahwa objek pariwisata ini perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat untuk membangun ekonomi. Selain itu, observasi awal juga menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan dari masyarakat di Negeri ini masih rendah, sehingga memerlukan alternatif sumber pendapatan baru untuk meningkatkan pendapatan dan kehidupan yang lebih baik. Strategi pengembangan Pantai Lubang Buaya ini dengan menggunakan metode SWOT dan AHP. Hasil analisis menunjukkan prioritas strategi yaitu pada Strategi SO bobot 0,259381712, Strategi WO bobot 0,200759437, Strategi ST bobot 0,29297714, dan Strategi WT dengan bobot 0,246881712. Maka dari itu strategi ST dengan bobot tertinggi dipakai sebagai alternatif pengembangan objek wisata Pantai Lubang Buaya.
ANALISIS PERENCANAAN AKTIVITAS KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN SARANA DAN PRASARANA PLTP (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI) TULEHU Salmin Yadi Tubaka
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.527 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.135

Abstract

Jasa kosntruksi merupakan layanan jasa konsultasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan konstruksi. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam jasa konstruksi adalah PT. Persada Priyatna dimana perusahaan tersebut dipercayai oleh salah satu perusahaan BUMN untuk mengerjakan proyek pembangunan sarana dan prasaran PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Tulehu berupa pembangunan jalan hantar dan penyiapan wellpad. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu Critical Path Method (CPM) untuk menganalisa aktivitas kontruksi, dan Program Evaluation And Review Technique (PERT) untuk menentukan faktor ketidakpastian (uncertainty). Pada penelitian ini langkah pertama yang dilakukan yaitu planning awal proyek kemudian menghitung durasi probabilitas serta membuat kurva probabilitas. Langkah – langkah tersebut diolah menggunakan Microsoft Project 2007.Hasil dari Microsoft Project 2007 dimana durasi proyek probabilitas sebesar 693 hari. Total slack sumber daya tak terbatas terdapat 9 aktivitas yang mempunyai nilai total slack, sedangkan total slack sumber daya terbatas terdapat 7 aktivitas. Lintasan kritis sumber daya tak terbatas memiliki 109 aktivitas kritis dari 129 aktivitas pekerjaan sedangkan lintasan kritis dengan sumber daya terbatas memiliki 111 aktivitas kritis dari 129 aktivitas pekerjaan.
ANALISIS PERALATAN DAN METODE KERJA BERBASIS ERGONOMI PADA PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL SEBAGAI PRODUK ANDALAN DI AMBON Robert Hutagalung; Wardis Girsang; Amos Kilay; D. B. Paillin
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.289 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.147

Abstract

Penyulingan minyak kayu putih adalah salah satu industri tradisional masyarakat di Maluku, khususnya pulau Ambon, Buru dan Seram. Kegiatan ini dilakukan lebih dari 8 jam/hari tanpa menggunakan konsep ergonomi, seperti: waktu istirahat, nutrisi, peralatan kerja dan ruang produksi. Faktor lain seperti: paparan panas, asap dan kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis ikut memberikan beban tambahan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain peralatan dan metode kerja guna memperbaiki sikap yang tidak alamiah serta memberikan kesempatan kepada para pekerja melakukan istirahat aktif dan mengubah sistem statis menjadi dinamis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menurunkan keluhan muskuloskeletal, beban kerja serta meningkatkan produktivitas setelah desain peralatan dan metode kerja berbasis ergonomi. Luaran yang ditargetkan adalah peralatan dan metode kerja baru berbasis ergonomi yakni sistem kerja, ruang produksi, ketel penyulingan, tungku, lemari, tempat duduk/tidur, sistem pendingin, perpipaan dan corong asap, serta produktivitas meningkat 15%. Hasil penelitian sementara ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengaruh keluhan musculoskeletal dan kelelahan yang tinggi sebagai kontribusi juga dari aspek lingkungan kerja yang kurang ergonomis memicu pekerja untuk bekerja pada kemampuan belum wajar untuk memberikan hasil yang maksimal; 2. Perbedaan material pipa pendingin (stanless steel, tembaga dan aluminium) untuk proses kondensasi uap minyak kayu putih, dapat berkontribusi pada karakteristik produk dan jumlah produksi; 3. Setelah intervensi ergonomi dalam desain metode dan peralatan kerja maka terjadi penurunan dari target penelitian (10%) sebesar 56,2% untuk tingkat keluhan musculoskeletal, 57,8% untuk keluhan kelelahan dan 19,3% untuk beban kerja, sedangkan untuk produktivitas kerja pengolah minyak kayu putih tradisional naik 24,3% dari target penelitian sebesar 15%.
ASSESMENT PERLAKUAN LELANG ONLINE PENGGADAAN INFRASTRUKTUR PADA INSTANSI PEMERINTAH DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Imran Oppier
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.681 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.155

Abstract

Diberlakukan e-procurement karena berbagai kelemahan sistim konvensional yang membuka peluang timbulnya KKN. Hadirnya e-procurement dalam rangka pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dalam proses pengadaan barang/jasa serta untuk mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang efisien, efektif, adil dan transparansi. Namun e-procurement masih memiliki beberapa kelemahan, hambatan serta permasalahan dalam proses pelaksanaannya. Untuk itu sangat diperlukan evaluasi penerapan e-procurement, dan bagaimana pengaruh penerapan e-procurement terhadap kinerja dan efisiensi pengadaan serta strategi pemerintah kabupaten Maluku Tengah ke depan dalam memberlakukan sistim e-procurement.Hasil dari penelitian yaitu meliputi sistim manajemen kontrol,Kualitas,Kerjasama dengan Mitra Kerja,Hukum dan Peraturan Tentang e-procurement, dan variabel yang berpengaruh dan sangat penting terhadap efisiensi adalah Manajemen Kontrol Data. Sedangkan posisi organisasi (LKPP) yang menjalankan sistim e-procurement dalam situasi memiliki peluang dan kekuatan dalam informasi yang bisa diakses lebih mudah dan luas, proses lelang menjadi cepat, pengadaan yang bersih dan transparan serta mendapatkan hasil pengadaan yang sesui dengan ketentuan/spesifikasi. Strategi yang digunakan guna pengembangan organisasi (LKPP) dalam menjalankan sistim e-procurement adalah Meningkatkan sistim manajemen kontrol data dalam upaya proses pengadaan yang bersih dan transparansi, meningkatkan keberhasilan pada kemampuan sumber daya manusia, Pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur TI yang terbagi dalam tiga kelompok: perangkat keras,piranti lunak,jaringan computer untuk mewujudkan aplikasi e-procurement.
Collaborative Manufacturing Network For Small And Medium Manufacturing Enterprises Olivia M. de Fretes
ARIKA Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.223 KB)

Abstract

Due to the increased exposure to competition through globalisation and free trade agreements, leading manufacturers are continuously challenged to provide high quality products at similar prices that low cost countries offer. Small and Medium Manufacturing Enterprises (SMMEs) face the same pressures as large companies, but often do not have adequate resources to remain competitive and grow. Therefore, SMMEs need to innovate and find new ways to overcome these challenges. Collaborative Manufacturing Network (CMN) promises flexibility and competitive capability, particularly for SMMEs. This paper analyses the issues, challenges and concerns faced by SMMEs in forming a CMN. Further, it explores the impacts on manufacturing industries due to the emergence of CMNs, particularly on SMMEs, since CMN challenges current business models and existing concepts.

Page 8 of 24 | Total Record : 232