cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Optimalisasi Literasi Media dalam Menciptakan Keluarga Sadar Gizi (SADARZI) pada Masyarakat Pertanian Erik Kusuma; Ayu Devi Nastiti; R.A. Helda Puspitasari; Dwining Handayani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1625

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi sangat penting terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang. Dampak dari pemenuhan kebutuhan gizi yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya gizi salah meliputi wasting, stunting, dan underweight. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang pada anak dan balita. Subjek dalam kegiatan ini adalah warga di Kelurahan Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Lokasi ini dipilih karena mayoritas penduduknya adalah petani yang belum banyak terpapar informasi mengenai gizi yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi 2 (dua) tahapan, yaitu 1) pemerian literasi terkait pedoman gizi seimbang, 2) rembuk stunting. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan menggunakan teknik ceramah dan diskusi. yang digunakan adalah X banner dan leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan rerata skor pengetahuan pre-test adalah 5, sedangkan rerata skor pengetahuan post-test adalah 8. Perbedaan rerata skor pre-test dan post-test adalah 3. Disimpulkan bahwa literasi mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang. Literasi media dalam menciptakan keluarga sadar gizi (sadarzi) pada masyarakat pertanian merupakan salah satu bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pertanian tentang gizi seimbang pada anak dan balita.
Edukasi Penatalaksanaan Long COVID-19 dan Manajemen Stres pada Anak Evy Aristawati; Nurul Huda; Bagus Dwi Cahyono
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1626

Abstract

Indonesia tengah memasuki masa transisi endemik penyakit COVID-19, Namun demikian masih terdapat sebagian populasi yang mengalami gejala long COVID-19 jauh setelah mengalami infeksi pertama. Long COVID-19 ternyata juga dialami oleh anak-anak yang manisfestasinya memiliki reaksi infeksi yang serupa dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children, atau dikenal dengan istilah MIS-C. Mengingat masih banyak orang awam khususnya anak anak yang belum mengetahui tanda dan gejala Long COVID-19, maka kelompok riset TASWARAS melaksankan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema tersebut. Kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan tentang manjemen stress dan latihan relaksasi nafas dalam pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di wilayah pertanian tepatnya di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pemanfaatan hasil riset Kelompok Riset TASWARAS yang berjudul Strategi Penyintas Long COVID-19 Dalam Mengatasi Kecemasan, Depresi Dan PTSD. pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan dan latihan relaksasi nafas dalam didapatkan peningkatan tingkat pengetahuan tentang managemen stres.
Pengaruh Konseling Gizi tentang Pengolahan Pangan Lokal terhadap Pengetahuan, Sikap Ibu dalam Pemenuhan Gizi Anak Stunting di Wilayah Pesisir R.A. Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti; Erik Kusuma; Dwining Handayani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1627

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh malnutrisi kronis. Kondisi stunting dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan juga tergolong tinggi, yaitu 22,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling gizi tentang pengolahan pangan lokal terhadap pengetahuan, sikap ibu dalam pemberian gizi anak stunting di wilayah pesisir. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan (Kecamatan Nguling, Kecamatan Lekok, Kecamatan Kraton). Upaya perbaikan stunting salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang agar dapat memperbaiki pemenuhan kebutuhan gizi pada anak. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan sebelum kegiatan pelatihan ini, pengetahuan ibu tentang Tentang Pengolahan Pangan Lokal Terhadap Pengetahuan, Sikap Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Anak Stunting rendah (55%), cukup (15%), tinggi (30%). Setelah edukasi didapatkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari pengetahuan ibu: rendah (10%), cukup 15%), baik (75%).
Pemeriksaan, Perawatan, dan Senam Diabetes bagi Penderita Diabetes Melitus di Kota Bitung Norman Alfiat Talibo; Silvia Dewi Mayasari Riu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1631

Abstract

Senam diabetes merupakan Latihan fisik sebagai upaya mencegah dan mengontrol Diabetes melitus, bahwa secara langsung Latihan fisik atau jasmani dapat menurunkan glukosa darah sewaktu. Latihan jasmani secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah, menjaga kebugaran, menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. Masalah peningkatan kadar Gulah darah penderita Diabetes Melitus penting untuk segera di tanganai sehingga penderita bisa untuk mengontrol gula darah karena bila penderita tidak paham maka berpotensi mengalami komplikasi bahkan kematian. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pemeriksaan, perawatan, demonstrsi dan diskusi. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tertib, peserta yang hadir sebanyak 25 orang penderita Diabetes Melitus. Setalah di lakukan pengukuran Pre tes dan diberikan intervensi kemudian di lakukan pengukuran post tes kadar glukosa darah terjadi penurunan, di harapkan juga para penderita diabetes mellitus dapat melakukan perawatan diri, maupun gerakan senam Diabetes Melitus dengan benar saat di rumah.
Edukasi Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) pada Pekerja Apriyanti Aini; Vivi Dwi Putri; Popy Apriyanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1636

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang dipakai oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh tubuhnya terhadap adanya potensi bahaya kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja pada tempat lingkungan kerja. Banyak para pekerja menganggap tidak penting pemakaian APD, terutama pada pekerja pengangkut getah karet karena mereka merasa sudah terbiasa dan merasa nyaman bekerja tidak memakai APD (Paletean et al., 2020). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menimbulkan kesadaran pentingnya pemakaian APD dengan benar. Pelaksaanaan kegiatan yang dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan 02 Maret 2023 dengan responden sebanyak 15 pekerja di PT Hok Tong Keramasan. Kegiatan ini diawali dengan pretest didapatkan nilai rata-rata sebesar 50 poin, setelah itu dilakukan edukasi tentang penggunaan APD dan selanjutnya dilakukan dengan posttest nilai rata – rata adalah 90 poin. Terdapat peningkatan pengetahuan pekerja dalam penggunaan APD dengan nilai rata-rata peningkatan sebesar 40 poin. Dengan dilakukannya edukasi dalam pemakaian APD diharapkan pekerja dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam pemakaian APD saat bekerja.
Pemberdayaan SD 2 Muhammadyah Denpasar dalam Revitalisasi Permainan Tradisional sebagai Wahana Edukasi Pembentukan Karakter Anak Ni Luh Made Asri Dewi; Windu Astutik; Kurniasih Widayati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.71

Abstract

Fokus pengabdian ini adalah merevitalisasi permainan tradisional sebagai wahana edukasi pembentukan karakter anak sekolah. Bermain bagi anak memiliki arti yang sangat penting diantaranya menstimulasi perkembangan bahasa/kemampuan verbal, mengembangkan keterampilan sosial, dan meningkatkan kemampuan problem solving. Permainan tradisional merupakan suatu permainan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan karena mengandung nilai-nilai kearifan lokal, serta menjadi stimulus membentuk karakter positif anak. Permainan tradisional memiliki aspek motorik, kognitif, emosi, bahasa dan spiritual. Pengabdian ini dilatarbelakangi beberapa persoalan, diantaranya anak cenderung bermain permainan game online yang dapat memicu perilaku agresif, individual, acuh tak acuh dan penurunan sopan santun. Guna mengatasi persoalan tersebut, dalam pengabdian ini dilakukan kegiatan sosialisasi, pendampingan, monitoring dan fasilitasi penyerahan peralatan permainan tradisional Kata kunci: revitalisasi; permainan tradisional; edukasi; karakter; anak EMPOWERMENT OF BASIC SCHOOL 2 MUHAMMADYAH DENPASAR IN REVITALIZATION OF TRADITIONAL GAME AS WAHANA EDUCATION FORMATION OF CHARACTER CHILDREN ABSTRACT The focus of this community is revitalizing traditional games as an educational tool for the formation of schoolchildren's characters. Playing for children has a very important meaning including stimulating language development / verbal ability, developing social skills, and improving problem solving abilities. The traditional game is a game of ancestral heritage that needs to be preserved because it contains the values of local wisdom, as well as being a stimulus to shape the positive character of children. Traditional games have aspects of motor, cognitive, emotion, language and spiritual. This service is motivated by several problems, including children who tend to play online games that can trigger aggressive, individual, indifferent behavior and decline in courtesy. In order to overcome this problem, in this service community activities include socialization, assistance, monitoring and facilitation of the delivery of traditional game equipment. Keywords: revitalization; traditional game; education; character; children
Program Sosialisasi Bahaya Seks Bebas pada Kalangan Remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Semarang Priharyanti Wulandari; Dwi Nur Aini
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.72

Abstract

Salah satu masalah sosial yang sudah mengglobal saat ini adalah masalah seks bebas yang banyak terjadi pada kalangan remaja. Ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual. Seperti kita ketahui bahwa banyak dampak buruk dari seks bebas dan cenderung bersifat negatif seperti halnya, kumpul kebo, seks bebas dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan luar dan salah pilihnya seseorang terhadap lingkungan tempatnya bergaul.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja, dan diharapkan terjadinya perubahan pengetahuan dan perilaku pada siswa-siswi terhadap bahaya seks bebas di kalangan remaja. Kegiatan dilaksanakan dua kali yaitu pertemuan pertama dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja, pertemuan kedua dengan membentuk peer group teman sebaya agar bisa saling memperhatikan dan mengingatkan sesama teman sebaya usia remaja. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan respon yang positif peserta dan terbentukknya peer group teman sebaya. Kata kunci: bahaya seks bebas; remaja FREE SEX HAZARDOUS SOCIALIZATION PROGRAM IN ADOLESCENTS IN MADRASAH ALIYAH STATE 1 SEMARANG ABSTRACT One of the social problems that has globalized now is the problem of free sex that often occurs among adolescents. There are two effects arising from sexual behavior among adolescents, namely pregnancy and sexually transmitted diseases. As we know that many bad effects of free sex and tend to be negative as well as, cohabiting, free sex can be fatal to health. Free sex can occur due to the influence of the external environment and one's choice of the environment in which they associate. The aim of community service activities is to increase knowledge by providing counseling about the dangers of free sex among adolescents, and it is expected that changes in knowledge and behavior in students towards the dangers of sex free among teenagers. The activity was held twice, namely the first meeting by providing counseling about the dangers of free sex among adolescents, the second meeting by forming peer group peers so that they could pay attention to each other and remind peers of their teens. The results of the service show that there is an increase in knowledge and positive responses from participants and the formation of peer groups of peers. Keywords: danger of free sex; teenagers
Edukasi Pencegahan Ulkus Diabetik pada Petani Diabetisi di Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.73

Abstract

Petani yang menderita diabetes mellitus beresiko terjadinya ulkus diabetik karena aktifitas petani diawali dengan menyiapkan media tanam dengan proses persiapan mengolah tanah sampai dengan membajak tanah. Biasanya kegiatan ini dilakukan petani tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini yang perlu diwaspadai karena beresiko terjadi cedera pada kaki yang disebabkan karena gigitan binatang, cidera alat pertanian, tidak menggunakan alas kaki/sepatu, membiarkan kaki terbakar matahari, atau terendam air/lumpur dalam waktu yg lama. Salah satu bentuk pencegahan salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman petani tentang pencegahan ulkus diabetik yang dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Tujuan kegiatan ini adalah petani diabetisi memahami tentang pencegahan ulkus diabetik serta mengetahui tentang cara deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan/pemberian edukasi dengan tahapan sebagai berikut: 1)Ceramah dengan media Power Point Presentation (PPT) dan list deteksi risiko ulkus diabetik, 2)Melatih petani diabetisi untuk melakukan deteksi awal risiko kaki diabetik menggunakan list, 3)Evaluasi pemahaman petani diabetisi tentang materi pencegahan ulkus diabetik dan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Hasil dari kegiatan ini adalah pada tahap evaluasi, 69 % petani memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik. Tingkat pengetahuan cukup terjadi pada 31% petani yang umumnya belum terdiagnosis DM. Hal ini terjadi karena pada petani yang belum terdiagnosis DM belum memahami tentang penyakit yang mendasari ulkus diabetik, seperti diabetes mellitus. Kemudian pada tahapan evaluasi praktik, sebanyak 76% petani cukup mampu melakukan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kata kunci: edukasi; ulkus diabetik; petani diabetesi EDUCATION OF DIABETIK ULTIMATE PREVENTION IN DIABETITAN FARMERS IN KUNIR DISTRICT, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT Farmers who suffer from diabetes mellitus are at risk of diabetik ulcers because the farmer's activities begin with preparing the planting media with the process of preparing to cultivate the land up to plowing the land. Usually this activity is carried out by farmers without using footwear. This should be watched out for the risk of injury to the feet caused by animal bites, injury to agricultural tools, not using footwear / shoes, leaving the feet sunburned, or submerged in water / mud for a long time. One form of prevention is to increase farmers' understanding of the prevention of diabetik ulcers that can be done by providing education. The purpose of this activity is for farmers with diabetes to understand about the prevention of diabetik ulcers and know about how to detect the risk of diabetik ulcers early. The activities carried out are counseling / providing education with the following stages: 1) Lectures with Power Point Presentation (PPT) media and diabetik ulcer risk detection list, 2) Training diabetik farmers to conduct early detection of diabetik foot risk using a list, 3) Evaluation of understanding diabetik farmers regarding material for prevention of diabetik ulcers and early detection of the risk of diabetik ulcers. The results of this activity are at the evaluation stage, 69% of farmers have good knowledge about the prevention of diabetik ulcers. This level of knowledge is sufficient for 31% of farmers who generally have not been diagnosed with DM. This happens because farmers who have not been diagnosed with diabetes do not understand the underlying diseases of diabetik ulcers, such as diabetes mellitus. Then in the practice evaluation stage, as many as 76% of farmers are quite capable of early detection of the risk of diabetik ulcers. Keywords: education; diabetik ulcer; diabetik farmers
Mitigasi Bencana Tanah Longsor untuk Warga Desa Sampang Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Barkah Waladani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.74

Abstract

Kabupaten kebumen merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana tanah longsor paling tinggi di Wilayah Jawa Tengah. Kecamatan Sempor, lebih tepatnya Desa Sampang adalah wilayah yang berpotensi paling tinggi mengalami bencana tangah longsor tersebut. Pada pertengahan Juni tahun 2016, terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan lima rumah warga dan enam korban jiwa. Program mitigasi bencana menjadi penting untuk meminimalisir dan mengurangi risiko korban bencana. Mitigasi bencana dilakukan sebagai pendekatan proaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan masyarakat, sehingga mampu bertahan dan bangkit dari bencana. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana, sebagai salah satu langkah awal yang bisa dilakukan dalam pengurangan risiko bencana. Proses pengabdian masyarakat ini terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi mitigasi bencana dan partisipatif masyarakat dalam mitigasi bencana. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan pertanyaan, dengan nilai rata-rata 40 menjadi 85. Peserta sangat antusias dalam mengikuti program edukasi mitigasi bencana. Pengabdian masyarakat dengan memberikan edukasi mitigasi bencana menjadi bagian dari pra-bencana dalam pengurangan risiko bencana. Tindak lanjut dari pengabdian masyarakat ini yaitu membuat sistem peringatan dini dan alur evakuasi bencana tanah longsor Kata kunci: mitigasi bencana; tanah longsor LANDSOR LAND DISASTER MITIGATION FOR SAMPANG VILLAGE CITIZENS, SEMPOR DISTRICT, KEBUMEN CENTRAL JAVA DISTRICT ABSTRACT Kebumen Regency is one of the regions that has the highest potential for land disasters in the Central Java Region. Sempor Subdistrict, furthermore in Sampang Village is the most difficult area to be elevated. In mid-June 2016, there was a landslide disaster that occurred in five houses and six fatalities. Disaster mitigation programs are important to minimize and reduce the risk of disaster victims. Disaster mitigation is carried out as a proactive effort aimed at increasing the capacity of individuals and communities, so that they are able to survive and rise from disasters. The purpose of this community service is to provide education and make people aware of the importance of disaster mitigation, as one of the first steps that can be done in an effort to overcome disasters. This community service process consists of education and practice with disaster mitigation materials and community participation in disaster mitigation. Cognitive changes before and after education were evaluated using questions, with an average rating of 40 to 85. Participants were very enthusiastic in participating in the disaster mitigation education program. Community service through disaster mitigation education is part of the pre-disaster Follow-up of this community service is to create an early monitoring system and an evacuation path for landslides Keywords: disaster mitigation; landslide
Pemberian Terapi Suportif terhadap Keluarga yang Memiliki Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Ulfa Suryani; Rizka Ausrianti; Yola Yolanda; Asriwan Guci
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.77

Abstract

Hasil riset kesehatan 2018, menyatakan 15 persen dari populasi penduduk Indonesia terdeteksi mengalami gangguan jiwa atau sekitar 34.350.000 jiwa dan persentase itu juga berlaku di semua daerah dan mengindentifikasi prevelensi masalah kesehatan jiwa sebesar 12.06% dengan kata lain dari 100 penduduk Indonesia, 12 sampai 13 diantaranya mengalami gangguan jiwa ringan sampai dengan berat. Kegiatan ini bertujuan Tujuan dari kegiatan ini adalah resolusi (perubahan) permasalahan dengan segera, meningkatkan keterampilan koping keluarga, meningkatkan kemampuan keluarga menggunakan sumber kopingnya, meningkatkan otonomi keluarga dalam keputusan tentang pengobatan, meningkatkan kemampuan keluarga mencapai kemandirian seoptimal mungkin, serta meningkatkan kemampuan mengurangi distres subyektif dan respon koping yang maladaptif. Kata kunci: keluarga; gangguan jiwa; terapi supportif GIVING SUPPORTIVE THERAPY TO FAMILIES WHO HAVE A FAMILY MEMBER WITH SOUL DISORDERS IN THE WORKING AREAS OF THE NANGGALO COMMUNITY HEALTH CENTER IN PADANG CITY ABSTRACT The results of 2018 health research stated that 15 percent of Indonesia's population was detected as having a mental disorder or around 34,350,000 people and that percentage also applies in all regions and identified the prevalence of mental health problems by 12.06% in other words from 100 Indonesians, 12 to 13 including experiencing mild to severe mental disorders. This activity aims The objectives of this activity are the resolution (change) of problems immediately, improve family coping skills, improve the ability of families to use their coping resources, increase family autonomy in decisions about treatment, increase the family's ability to achieve independence as optimal as possible, and increase the ability to reduce subjective distress and maladaptive coping responses Keywords: family; mental disorders; supportive therapy

Page 23 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025