cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Upaya Mencegah Kekambuhan ODGJ melalui Peran Kader Kesehatan Jiwa di RSJD Dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Livana PH; Kandar Kandar; Slamet Sudiyanto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.78

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa atau disebut ODGJ masih menjadi stigma di masyarakat, tentunya hal ini akan membuat ODGJ dan keluarga menjadi tidak nyaman, sehingga kekambuhan ODGJ tidak hanya karena putus obat namun karena perilaku masyarakat terhadap ODGJ. Upaya untuk mencegah kekambuhan ODGJ tidak hanya menjadi tugas keluarga tetapi juga masyarakat. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengevaluasi kemampuan kader kesehatan jiwa dalam mejalankan perannya di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di RSJD Dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Peserta dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan jiwa yang berada di lingkungan RSJD Dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 48 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Januari 2020. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dalam mencegah kekambuhan ODGJ. Kata kunci: kekambuhan; ODGJ; kader kesehatan jiwa FORUM GROUP DISCUSSION AS AN EFFORT TO PREVENT ODGJ RECURRENCE THROUGH THE ROLE OF SOUL HEALTH CARE IN RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO CENTRAL JAVA PROVINCE ABSTRACT People with mental disorders or so-called ODGJ are still a stigma in the community, of course this will make ODGJ and family uncomfortable, so ODGJ recurrence is not only due to drug withdrawal but because of community behavior towards ODGJ. Efforts to prevent ODGJ recurrence are not only a duty of the family but also the community. The purpose of this community service is to evaluate the ability of mental health cadres in carrying out their role in the community. This activity was carried out at Dr Amino Gondohutomo Central Java Province, Central Java. Participants in this activity were mental health cadres who were in the environment of Dr. Amino Gondohutomo Central Java Province, totaling 48 people. The activity was carried out on 30 January 2020. The results of the activity showed an increase in cadre knowledge in preventing ODGJ recurrence. Keywords: recurrence; ODGJ; mental health cadre
Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa SMAN Yosowilangun Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.79

Abstract

Meningkatnya jumlah remaja penderita HIV dan AIDS dimungkinkan karena keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan yang berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang benar. Pemahaman remaja tentang HIV dan AIDS masih sangat minim, padahal remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko. Meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan/edukasi khususnya pada siswa SMAN Yosowilangun. Tujuan kegiatan ini adalah seluruh siswa SMAN Yosowilangun Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang menjadi lebih memahami tentang pencegahan HIV/AIDS. Beberapa faktor yang sangat menunjang atas keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah koordinasi yang baik antara pemateri dengan pihak sekolah, Penyampaian materi berupa Video yang cukup menarik bagi siswa SMA yang tergolong usia remaja, adanya diskusi dan tanya jawab yang tidak dibatasi waktu, serta adanya hadiah bagi peserta yang berani bertanya. Beberapa faktor penghambat pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemateri (yang dalam hal ini adalah beberapa mahasiswa) membutuhkan penguasaan terhadap sasaran penyuluhan yang berjumlah lebih dari 100 peserta serta dalam usia yang tidak beda jauh. Tetapi hal ini bisa diatasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena 93% siswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pencegahan HIV/AIDS setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini dapat diamati pada tingkat kehadiran, keaktifan peserta, Kata kunci: audio visual; edukasi; HIV/AIDS HIV/AIDS PREVENTION EDUCATION USING AUDIO VISUAL MEDIA IN YOSOWILANGUN STUDENTS, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT The increasing number of adolescents with HIV and AIDS is possible because of limited access to information and health services which has an impact on the lack of true knowledge about HIV and AIDS. Understanding adolescents about HIV and AIDS is still very minimal, even though adolescents, including age groups are vulnerable to risk behavior. Increasing adolescent understanding about HIV / AIDS prevention can be done by providing health education / education especially for high school students Yosowilangun. The purpose of this activity is that all students of Yosowilangun High School, Yosowilangun District Lumajang Regency become more understanding about HIV / AIDS prevention. Some factors that are very supportive of the success of this community service activity are good coordination between the speaker and the school, Submission of material in the form of a video that is quite interesting for high school students classified as teenagers, there are discussions and questions and answers that are not limited by time, as well as prizes for participants who dare to ask. Some inhibiting factors in this community service activity are presenters (which in this case are a few students) need mastery of counseling targets totaling more than 100 participants and in the age that is not much different. But this can be overcome. The results of these community service activities can be said to be successful because 93% of students have good knowledge and understanding of HIV / AIDS prevention after being given health education. This can be observed at the level of attendance, participant activity, Keywords: audio visual; education; HIV / AIDS
Peningkatan Kemampuan Orangtua dalam Penanganan Pertama Kejang Demam pada Anak Novi Indrayati; Dwi Haryanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.84

Abstract

Kejang demam merupakan tipe kejang yang sering ditemukan pada masa kanak-kanak. Penanganan kejang demam yang tidak tepat dan cepat dapat menimbulkan komplikasi seperti kerusakan neorotransmiter, kelainan anatomis diotak dan dapat menyebabkan kematian. Kemampuan orang tua terutama ibu dalam penanganan kejang demam serta penatalaksanaanya sangat penting sehingga apabila terjadi kejang demam pada anak, orangtua mampu mengatasi. Tujuan kegiatan kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan orangtua dalam menangani kejang deman pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di PAUD Cempaka Ngampel kabupaten Kendal dengan sasaran 32 ibu yang memiliki anak sekolah. Kegiatan yang diterapkan adalah melakukan pelatihan Management Kejang demam kepada orangtua dengan cara ceramah dan demonstrasi tentang penanganan kejang demam pada anak. Dilakukan Pre test dan Post-test untuk mengukur pemahaman tentang penanganan kejang demam pada anak. Hasil kegiatan pelatihan didapatkan peningkatan kemampuan orangtua dalam penanganan kejang demam sebelum dan sesudah diberikan pelatihan management kejang demam. Sebelum diberikan pelatihan tentang Management Kejang demam kepada orangtua, mayoritas kemampuan orangtua dalam menangani anak dengan kejang demam berada pada rentang skor 0 sampai 33,3. Setelah diberikan pelatihan management penanganan Kejang demam, skor peserta meningkat berada pada rentang 33,3 sampai dengan 100. Kata kunci: anak; kejang demam; orangtua; penanganan kejang demam IMPROVING PARENTS 'CAPABILITIES IN THE FIRST HANDLING OF CRIME FEVER IN CHILDREN ABSTRACT Febrile seizures are a type of seizure that is often found in childhood. Inappropriate and rapid management of febrile seizures can lead to complications such as neorotransmiter damage, anatomical abnormalities in the brain and can cause death. The ability of parents, especially mothers in handling febrile seizures and their management is very important so that if there is a febrile seizure in children, parents are able to cope. The purpose of this activity to the community is to improve the ability of parents to deal with child fever. Community service activities are carried out in PAUD Cempaka Ngampel Kendal district with the target of 32 mothers with school children. The activity implemented was conducting febrile seizure management training to parents by means of lectures and demonstrations about handling febrile seizures in children. Pre-test and post-test is done to measure the understanding of handling febrile seizures in children. The results of the training activities found an increase in the ability of parents in handling febrile seizures before and after given febrile seizure management training. Before being given training on febrile seizure management to parents, the majority of parents' abilities in dealing with children with febrile seizures were in the range of scores from 0 to 33.3. After being given management training for handling febrile seizures, the participants' scores increased in the range of 33.3 to 100. Keywords: children; febrile convulsion; parents; handling febrile seizures
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Bantuan Hidup Dasar pada Relawan Bencana Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Zulfa Nur Ganda Sari; Barkah Waladani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.86

Abstract

Korban henti jantung bisa dialami oleh siapapun dan kapanpun tanpa mengenal tempat kejadian. Salah satu faktor penyebab tingginnya kematian akibat henti jantung adalah terlambatnya pertolongan yang diberikan kepada korban segera setelah henti jantung. Mayoritas kasus henti jantung terjadi di pra-Rumah Sakit, mencapai 72%. Pengetahuan dan ketrampilan orang awam yang baik, meningkatkan angka kelangsungan hidup korban henti jantung sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit. Relawan adalah orang atau tim yang paling sering menjumpai kejadian henti jantung dan korban tidak sadar ketika melakukan pencarian dan evakuasi korban. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan relawan bencana. Proses pengabdian masyarakat ini terdiri dari edukasi dan praktik dengan materi bantuan hidup dasar. Perubahan kognitif sebelum dan sesudah edukasi dievaluasi menggunakan pertanyaan, dengan nilai rata-rata 35 menjadi 85. Peserta sangat antusias dalam mengikuti program edukasi bantuan hidup dasar. Pengabdian masyarakat dengan memberikan pengetahuan untuk meningkatkan ketrampilan relawan dalam memberikan pertolongan kepada korban tidak sadar. Tindak lanjut dari pengabdian masyarakat ini yaitu membuat tim relawan kolaborasi dengan medis untuk menangani kasus medis diluar Rumah Sakit Kata kunci: bantuan hidup dasar; ketrampilan; pengetahuan; relawan bencana IMPROVEMENT OF KNOWLEDGE AND SKILLS BASIC LIFE ASSISTANCE IN DISASTER VOLUNTEERS ABSTRACT Victims of cardiac arrest can be experienced by anyone and at any time without knowing the scene. One of the factors causing the high death due to cardiac arrest is the late help given to victims immediately after cardiac arrest. The majority of cases of cardiac arrest occur in pre-hospital, reaching 72%. Good knowledge and skills of lay people, increase the survival rate of victims of cardiac arrest before getting further treatment at the Hospital. Volunteers are the people or teams that most often encounter cardiac arrest and the victim is unconscious when searching and evacuating victims. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of disaster volunteers. This community service process consists of education and practice with basic life support materials. Cognitive changes before and after education were evaluated using questions, with an average score of 35 to 85. Participants were very enthusiastic in participating in the basic life support education program. Community service by providing knowledge to improve volunteer skills in providing assistance to unconscious victims. Follow-up from this community service is to create a team of volunteers collaborating with the medical to handle medical cases outside the hospital. Keywords: basic life support; disaster volunteer; knowledge; skills
Edukasi Dampak Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Chanif Kurnia Sari; Sarni Anggoro
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.91

Abstract

Kebersihan lingkungan sekolah merupakan faktor terpenting untuk menciptakan suasanya dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Lingkungan sekolah yang bersih akan membantu pencapaian derajat kesehatan yang optimal sehingga individu menjadi produktif baik social maupun ekonomis. Salah satu faktor yang berpengaruh pada kondisi dan kebersihan lingkungan adalah sampah. Pengelolaan sampah yang tidak baik akan berdampak buruk pada kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Delapan dari 10 siswa SMA N 1 Bantul belum mengetahui tentang cara pengelolaan sampah dan dampak dari pengelolaan sampah bagi kesehatan. Tiga siswa terlihat membuang sampah tidak pada tempat yang telah disediakan. Pemahaman pengelolaan sampah perlu diberikan pada setiap individu sedini mungkin. Pengabdian kepada masyarakat ini memberikan edukasi menggunakan teknik ceramah dan konsultasi untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA N 1 Bantul tentang dampak pengelolaan sampah. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan hasil seluruh perserta tampak antusias dalam kegiatan yang dilakukan. Partisipan dapat dikatakan memahami tentang pengelolaan sampah yang dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, seluruh siswa dapat menjawab soal evaluasi dari pelaksana. Metode edukasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinyatakan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA N 1 Bantul tentang dampak pengelolaan sampah. Kata kunci: dampak pengelolaan sampah, edukasi, GERMAS, pemahaman EDUCATION OF IMPACT OF WASTE MANAGEMENT AS AN EFFORTS TO IMPROVE STUDENTS 'UNDERSTANDING OF UNDERSTANDING ABOUT HEALTHY LIVING COMMUNITIES ABSTRACT Cleanliness of the school environment is the most important factor to create atmosphere and comfort in the teaching and learning process. A clean school environment will help achieve optimal health degrees so that individuals become productive both socially and economically. One of the factors that influence the condition and environmental cleanliness is garbage. Waste management that is not good will have a negative impact on environmental conditions and public health. Eight out of 10 students of SMA N 1 Bantul do not yet know about how to manage waste and the impact of waste management on health. Three students were seen not throwing trash in the space provided. Understanding waste management needs to be given to every individual as early as possible. This community service provides education using lecture and consultation techniques to improve the understanding of students of SMA N 1 Bantul about the impact of waste management. The results of this community service show the results of all participants seemed enthusiastic in the activities carried out. Participants can be said to understand about waste management as seen from the results of evaluations that have been done, all students can answer the evaluation questions from the implementer. The education method in this community service activity was declared effective in increasing the understanding of students of SMA N 1 Bantul about the impact of waste management. Keywords: impact of waste management, education, GERMAS, understanding
Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan dan Penatalaksanaan Stunting pada Anak Irfana Tri Wijayanti; Desi Sariani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.92

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan yaitu pada masa 1000 hari pertama kehidupan akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdasarkan Data stunting di Kabupaten Kudus sampai dengan bulan September 2019 berada pada 21,21%, dilihat dari data stunting pada tahun sebelumnya, angka kejadian stunting di Kabupaten pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat Puskesmas Dawe Kudus dan kader kesehatan posyandu khususnya, bahwa stunting merupakan masalah penting yang harus ditangani bersama dengan bantuan berbagai pihak yang terkait. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode dan tahapan berupa: 1) tahap survey dan persiapan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Monitoring dan Evaluasi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan. Hasil evaluasi pada kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa pada saat dilakukan pelatihan terkait konsep stunting pada anak, deteksi dini stunting pada anak, pencegahan stunting pada anak, dan penatalaksanaan stunting pada anak, semua kader sangat aktif dan antusias. Selain hal tersebut menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang konsep stunting pada anak, deteksi dini stunting pada anak, pencegahan stunting pada anak, dan penatalaksanaan stunting pada anak. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader kesehatan sebelum dan setelah kegiatan dilakukan pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dilakukan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kader kesehatan mampu melakukan pencegahan dan penatalaksanaan stunting pada anak. Kata kunci: pelatihan kader kesehatan, stunting HEALTH CARE TRAINING AND EMPOWERMENT IN STUNTING PREVENTION AND MANAGEMENT OF CHILDREN ABSTRACT Stunting illustrates the chronic malnutrition status in the period of growth and development since the beginning of life, namely in the first 1000 days of life due to feeding that is not in accordance with nutritional needs. Based on stunting data in Kudus Regency up to September 2019 it was at 21.21%, seen from the stunting data in the previous year, the number of stunting events in the Regency in 2019 experienced a high increase. This activity is expected to be able to provide awareness to the community of Dawe Kudus Health Center and posyandu health cadres in particular, that stunting is an important issue that must be addressed together with the assistance of various parties concerned. The implementation of this service is carried out using methods and stages in the form of: 1) the survey and preparation phase, 2) the Implementation Stage, 3) the Monitoring and Evaluation Stage. The target in this activity is health cadres. The results of the evaluation on the PKM activities showed that when training was conducted regarding the concept of stunting to children, early detection of stunting in children, prevention of stunting in children, and management of stunting in children, all cadres were very active and enthusiastic. Besides that, there is an increase in knowledge about the concept of stunting in children, early detection of stunting in children, prevention of stunting in children, and management of stunting in children. The results of the activities showed that the knowledge of health cadres before and after the activities were conducted training showed a significant increase after the activities were carried out. This shows that health cadres are able to prevent and manage stunting in children. Keywords: health care training, stunting
Upaya Penguatan Mental Remaja Menghadapi Tantangan Zaman Livana PH; Triana Arisdiani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.95

Abstract

Remaja merupakan individu berusia diatas 12 hingga 18 tahun. Masa remaja merupakan keadaan dimana konsep diri mulai terbentuk. Saat remaja mendapatkan pola asuh yang baik, lingkungan juga memberikan dukungan yang baik, maka remaja akan mempunyai konsep diri yang baik dan sesuai tahap perkembangannya, sebaliknya jika remaja mendapat pola asuh yang baik tapi lingkungan tidak memberikan dukungan yang baik maka remaja akan terbentuk konsep diri yang maladaptif, sehingga perlu dilakukan kegiatan berupa pendidikan kesehatan sebagai upaya menguatkan mental remaja dalam menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP 2 Kendal Provinsi Jawa Tengah. Peserta dalam kegiatan ini adalah remaja di SMP 2 Kendal Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 48 remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang perkembangan psikososial remaja dan bahaya narkoba sebagai penguatan mental remaja dalam menghadapi tantangan zaman. Kata kunci: penguatan mental; remaja; tantangan zaman AN EFFORT TO STRENGTHEN THE MENTALITY OF ADOLESCENTS IN FACING THE CHALLENGES OF THE TIMES ABSTRACT Teenagers are individuals aged over 12 to 18 years. Adolescence is a condition where self-concept begins to form. When adolescents get good parenting, the environment also provides good support, so adolescents will have a good self-concept and appropriate stages of development, conversely if teenagers get good parenting but the environment does not provide good support, adolescents will form self-concept maladaptive, so it needs to be done in the form of health education as an effort to strengthen the mentality of adolescents in facing the challenges of the times. This activity was carried out in SMP 2 Kendal, Central Java Province. Participants in this activity were teenagers in SMP 2 Kendal, Central Java Province, amounting to 48 teenagers. The results of the activity showed an increase in adolescent knowledge in achieving adolescent psychosocial development as a mental strengthening of adolescents in facing the challenges of the times. Keywords: challenges of the times; mental reinforcement; teenager
Upaya Cara Mengatasi Disminore pada Remaja Putri Priharyanti Wulandari; Menik Kustriyani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.99

Abstract

Dismenore muncul dengan berbagai jenis rasa nyeri,sepeti sakit yang teramat sangat, berdenyut, mual, nyeri seperti terbakar, atau sakit yang sangat menusuk.Dismenore bisa mendahului menstruasi dengan beberapa hari atau mungkin menyertainya, dan biasanya berkurang hingga akhir menstruasi. Dismenore bisa hidup berdampingan dengan kehilangan darah berlebihan berat, yang dikenal sebagai menorrhagia. Dalam keadaan yang normal, nyeri haid hanya membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Tetapi dalam keadaan yang parah, nyeri haid ini bisa membuat wanita tidak dapat bekerja dan harus beristirahat, nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan dan lekas marah..Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah mengetahui dan memahami tentang nyeri haid/disminore serta mengetahui dan memahami cara penanganan nyeri haid/disminore sehingga tidak mengganggu aktivitas selama pembelajaran di sekolah. Kegiatan dilaksanakan dua kali yaitu pertemuan pertama dengan memberikan penyuluhan tentang upaya cara mengatasi nyeri haid/disminore pada remaja putri. pertemuan kedua dengan demonstrasi cara mengatasi nyeri haid/disminore pada remaja putri. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang nyeri haid/disminore serta mengetahui dan memahami cara penanganan nyeri haid/disminore. Kata kunci: disminore; menstruasi; remaja putri EFFORTS HOW TO OVERCOME DISMINORE IN PRINCESS ADOLESCENTS ABSTRACT Dysmenorrhea presents with various types of pain, such as extreme pain, throbbing, nausea, burning pain, or very sharp pain. Dysmenorrhea can precede menstruation by several days or may accompany it, and usually decreases until the end of menstruation. Dysmenorrhea can coexist with heavy excessive blood loss, known as menorrhagia. Under normal circumstances, menstrual pain only makes women feel sick and uncomfortable. But in severe conditions, menstrual pain can make a woman unable to work and must rest, pain often coincides with nausea, headaches, feelings of fainting and irritability. The purpose of community service activities is to know and understand menstrual pain/ disminore as well as knowing and understanding how to manage menstrual pain / disminore so that it does not interfere with activities during learning at school. Activities carried out twice, namely the first meeting by providing counseling about efforts to overcome menstrual pain/ disminore in princess adolescents. The second meeting with a demonstration of how to overcome menstrual pain/ disminore in princess adolescents. The results of devotion show that there is an increase in knowledge about menstrual pain/ disminore and knowing and understanding how to manage menstrual pain / disminore. Keywords: disminore, menstruation, princess adolescents
Edukasi Pencegahan Penularan Covid 19 serta Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pengemudi Ojek Online Rizka Ausrianti; Rifka Putri Andayani; Defrima Oka Surya; Ulfa Suryani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.101

Abstract

Menurut WHO lebih dari 65 negara terinfeksi virus Corona. Data tangal 2 Maret 2020 tercatat 90.308 orang terkena COVID-19 dengan angka kematian 3.087 orang atau 2,3%. Menurut CNN (2020) kasus orang dengan terinfeksi COVID-19 di Indonesia pada tanggal 13 April 2020 sebanyak 4557 kasus dengan angka kematian 399 orang. Meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia berdampak terhadap semua bidang terutama sekali bidang usaha yang menawarkan jasa atau bekerja di lapangan yang tidak mungkin menerapkan kerja dari rumah seperti pengemudi ojek online. Tujuan dari kegiatan ini adalah resolusi (perubahan) permasalahan dengan segera, meningkatkan pengetahuan driver ojek online terhadap covid 19 , meningkatkan kemampuan untuk pencegahan terjangkitnya covid 19, meningkatkan kemampuan agar tidak menularkan kepada keluarga atau konsumen atau pengguna dari ojek online, dan dengan kondisi pandemi ini driver ojek online dapat mengatasi masalah psikososial yang dialami karena covid 19 karena dengan terjadinya masalah pada kondisi psikologis dapat menimbulkan keluhan fisik dan dapat menurunkan imunitas sehingga akan mudah terserang covid 19. Kata kunci: covid 19; pengemudi ojek online; penyuluhan kesehatan EDUCATION OF COVID 19 PREVENTION PREVENTION AND SOUL AND PSYCHOSOCIAL HEALTH SUPPORT ON ONLINE OJEK DRIVER ABSTRACT According to WHO more than 65 countries are infected with the Corona virus. Data dated March 2, 2020 recorded 90,308 people affected by COVID-19 with a death rate of 3,087 people or 2.3%. According to CNN (2020) cases of people infected with COVID-19 in Indonesia on April 13, 2020 were 4557 cases with a death rate of 399 people. The widespread spread of COVID-19 in Indonesia has an impact on all fields, especially businesses that offer services or work in the field that is not possible to implement work from home such as online motorcycle taxi drivers. The purpose of this activity is the resolution (change) of the problem immediately, increase the knowledge of online motorcycle taxi drivers for covid 19, increase the ability to prevent the outbreak of covid 19, increase the ability to not transmit to families or consumers or users of online motorcycle taxis, and with the conditions of this pandemic online motorcycle taxi drivers can overcome psychosocial problems experienced by covid 19 because with the occurrence of problems in psychological conditions can cause physical complaints and can reduce immunity so that it will be easily attacked by covid 19. Keywords: covid 19; health counseling; online motorcycle drivers
Terapi Bermain bagi Tuna Grahita di SLB Negeri 2 Singaraja Bali Ketut Eka Larasati Wardana; Kadek Ayu Suarmini; Desak Ketut Sugiartini; Ni Komang Emi Wahyuni
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.112

Abstract

Anak dengan retardasi mental perlu peningkatan diri dalam kemampuan perawatan sehari-hari atau daily living activity. Pelaksanaan perawatan sehari-hari perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan perlu dukungan dari berbagai pihak untuk peningkatan kemampuan motoric kasar dan halus. Salah satunya dengan teknik permainan untuk membantu peningkatan kemampuan dirinya. Metode dari pelaksanaan ini adalah menggunakan dua tahap. Tahap pertama dengan penilaian kemampuan kemudian tahap kedua dengan perkembangan perilaku adaptif. Sasaran dari pelaksanaan pengabdian ini adalah seluruh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri 2 Singaraja. Pelaksanaan ini dibantu oleh berbagai pihak meliputi Kepala Sekolah, Guru dan mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat. Mengukur kegiatan anak dengan penilaian kuesioner vineland social maturity scale (VSMS). Hasil dari pengabdian dimulai ditemukan bahwa anak dengan retardasi mental sedang ringan bisa melakukan aktifitasnya perawatan sehari-hari semakin meningkat. Sedangkan anak dengan retardasi mental berat masih belum mengalami perubahan dalam perawatan diri sehari-hari melalui teknik bermain. Kata kunci: motorik kasar dan halus; retardasi mental; teknik bermain PLAYING THERAPY FOR CHILDREN MENTAL RETARDATION IN SLB NEGERI 2 SINGARAJA BALI ABSTRACT Children with mental retardation need to improve themselves in their daily care activities. The implementation of daily maintenance needs to be carried out continuously and needs support from various parties to improve gross and fine motor skills. One of them with game techniques to help improve his abilities. The method of this implementation is to use two stages. The first stage is the ability assessment, then the second stage is the development of adaptive behavior. The target of the implementation of this service is all children with mental retardation in SLB Negeri 2 Singaraja. This implementation was assisted by various parties including the Principal, Teachers and students to carry out community service. Measuring children's activities with the Vineland Social Maturity Scale (VSMS) questionnaire. The results of the dedication started to be found that children with mild mental retardation can carry out their activities daily care is increasing. While children with severe mental retardation still have not experienced changes in daily self-care through play techniques. Keywords: gross and fine motor skill; mental retardation; play technicues

Page 24 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025