cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Penyuluhan Diabetes Melitus, Pemantauan GDS dan Manajemen Nutrisi Penderita Diabetes Melitus Komariah, Ade; Munawaroh, Munawaroh; Novel, Mochamad; Rahman, Saddam Auliya; Susanti, Khoirunnika; Dahli, Nur Komara
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7098

Abstract

Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia. Salah satu penyebab diabetes melitus (DM) adalah gaya hidup dan pola konsumsi yang kurang baik. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu upaya penyuluhan konsumsi pangan lokal untuk penderita diabetes di desa Kubangsari. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa kubngsari mengenai diabetes melitus dan upaya pencegahan melalui manajemen nutrisi dan pemeriksaan GDS, yang akan di ikuti sebanyak 25 peserta. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan menggunakan media leaflet yang akan dibagikan kepeda 25 peserta dan di lakukan penilaian pre-test dan post-tes untuk mengetahui pemahaman peserta dalam kegiatan penyuluhan dan pengukuran GDS peserta. rogram penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Dilem mengenai pentingnya menjaga pola makan, pola konsumsi pangan lokal agar terhindar dari komplikasi penyakit diabetes melitus sebesar 50%.
Optimasilsasi Continuity of Care pada Ibu Hamil dengan Pre-Eklampsia Berat Vepsiana, Dinalusfi; Harsima, Harsima; Chorirotun, Chorirotun; Wulandari, Dyah Ayu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7129

Abstract

Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan proteinuria positif pada atau setelah minggu ke-20 kehamilan. Deteksi dan pengobatan dini preeklampsia sangat penting untuk menghindari konsekuensi yang mengancam nyawa, termasuk kejang (eklampsia). Preeklampsia dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi bayi baru lahir, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, pertumbuhan janin yang terhambat, ketidaknyamanan janin, dan tingkat morbiditas dan mortalitas perinatal yang lebih tinggi. Penanganan yang tertunda akan memperburuk kondisi ibu. Continuity of care adalah cara efektif untuk menurunkan angka kematian ibu. Continuity of care bidan meliputi memberikan dukungan yang konsisten sepanjang proses persalinan, memprioritaskan kebutuhan ibu, dan berusaha mencegah intervensi medis yang tidak perlu, seperti mengidentifikasi dan merujuk wanita yang memerlukan perawatan bidan atau perawatan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Jepara selama 7 bulan dan diikuti oleh 30 orang ibu hamil dengan PEB. Kegiatan ini bertujuan agar ibu hamil dengan PEB dapat melakukan tatakelola yang baik terhadap kondisi dirinya agar tidak mengalami kondisi yang tidak diinginkan. Kegiatan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: Pendidikan Kesehatan, Dukungan Layanan Berkelanjutan, Pemantauan dan Evaluasi. Dengan adanya kegiatan Continuity of care pada ibu hamil dengan PEB di Puskesmas Jepara.didapatkan hasil bahwa kondisi ibu hamil dengan PEB lebih terpantau dengan baik.
Pemberdayaan Posyandu Lansia Terintegrasi Bank Sampah yang Berkemanjuan, Mandiri, dan Bernilai Ekonomis pada Masyarakat Negara, Candra Kusuma; Wibowo, Hery; Nafi'ah, Rizka Hayyu; Prawira, Ricky
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7138

Abstract

Posyandu Lansia merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pemantauan kesehatan, edukasi, serta kegiatan sosial. Namun, pelaksanaannya sering terkendala partisipasi rendah, keterbatasan sumber daya, pendanaan, dan minimnya inovasi. Di sisi lain, pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomis masih kurang optimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, diusulkan program pemberdayaan yang mengintegrasikan Posyandu Lansia dengan bank sampah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia di daerah binaan Jl. Karang Rejo, Komplek Puskopad Kel. Guntung Manggis Kec. Landasan Ulin Banjarbaru, melalui pemenuhan dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah. Metode yang digunakan adalah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan kepada 50 peserta. Fokus kegiatan mencakup empat aspek: integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar, serta skrining PTM meliputi Hipertensi, DM, Kolesterol, dan Asam Urat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan (koordinasi, penyusunan modul, penyediaan sarana), sosialisasi program kepada masyarakat dan kader, implementasi berupa pelatihan, pendampingan, dan penerapan inovasi, serta monitoring dan evaluasi berdasarkan indikator capaian, partisipasi, dan perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan tiga program mencapai target 100% yaitu integrasi bank sampah, penyuluhan PTM, dan pelatihan bantuan hidup dasar. Sementara skrining PTM mencapai 76%. Program ini terbukti efektif memberdayakan lansia agar lebih sehat, mandiri, dan bernilai ekonomis. Kesimpulannya, pengabdian ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat pemberdayaan berbasis kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
Edukasi Relaksasi Guided Imagery pada Lansia Penderita Hipertensi Alfiah, Viqi Fatatun; Maryoto, Madyo; Ningrum, Ema Wahyu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7163

Abstract

Lansia merupakan fase yang paling rawan terhadap masalah kesehatan. Hipertensi merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi lansia. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, dan angka ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Pada tahun 2025, diperkirakan 29% orang dewasa di seluruh dunia akan menderita hipertensi, dengan Indonesia memimpin dengan 26,5%. Provinsi Jawa Tengah memiliki kejadian hipertensi sebesar 13.4%. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan teknik relaksasi imajinasi terbimbing di kalangan orang dewasa lanjut usia yang menderita hipertensi. Karena peserta dapat langsung berlatih di rumah, metode demonstrasi langsung ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman. Hal ini sejalan dengan gagasan bahwa praktik langsung membantu lansia mengingat lebih banyak informasi. PkM melibatkan 14 orang lansia penderita hipertensi sebagai peserta. Maka edukasi tentang relaksasi guided imagery dan bagaimana relaksasi ini dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Selanjutmya, responden akan kembali diberikan lembar post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai teknik relaksasi guided imagery pada lansia penderita hipertensi. Tingkat pengetahuan baik adalah 2 (15%), cukup 3 (21%), dan kurang 9 (64%), berdasarkan hasil pra-tes. Tingkat pengetahuan baik adalah 7 (50%), cukup 6 (43%), dan kurang 1 (7%), berdasarkan hasil pasca-tes. Dengan menangani hipertensi tanpa menggunakan obat-obatan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.
Edukasi Pemberian Kompres Jahe pada Lansia dengan Nyeri Sendi karena Asam Urat Ramadanti, Sahra; Maryoto, Madyo; Kurniawan, Wasis Eko
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7165

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas semakin meningkatnya usia fisik semakin sensitive mengalami masalah kesehatan salah satu nya asam urat. Penyakit asam urat merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh penumpukan kristal pada persendian. Ditandai dengan sendi yang tertekan, terasa nyeri dan kemerahan pada daerah tertentu. Penanganan asam urat bisa dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Teknik non farmakologi yaitu dengan kompres jahe. Kompres jahe bermanfaat untuk menurunkan nyeri sendi dimana jahe mempunyai sifat hangat dan aromatic seperti oleoresin seperti zingeron, gingerol dan shogoal. Hasil tingkat skala nyeri sebelum kompres jahe hari ke-1 sebagian besar lansia mengalami nyeri berat 6 (86%) dan setelah kompres jahe seluruh responden (100%) nyeri ringan. Hasil tingkat skala nyeri sebelum kompres jahe hari ke-2 mayoritas lansia mengalami nyeri sedang 4 (57%) dan setelah kompres jahe sebagian besar mengalami nyeri ringan 5 (71%). Hasil tingkat skala nyeri sebelum kompres jahe pada hari ke-3 semua lansia (100%) pada kategori nyeri sedang dan setelah kompres tidak merasakan nyeri 4 (57%). Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti memberikan skala nyeri dan kompres jahe kepada orang lanjut usia untuk membantu meredakan ketidaknyamanan akibat asam urat secara efisien.
Edukasi Upaya Peningkatan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi pada Lansia Sari, Nurlita Lidya; Maryoto, Madyo; Ma’rifah, Atun Raudotul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7175

Abstract

Tahap terakhir perkembangan manusia adalah usia lanjut. Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang terkadang disebut "pembunuh diam-diam" karena seringkali tidak menunjukkan gejala apa pun. Di Indonesia, hipertensi memengaruhi 34,11% penduduk. Angka kejadiannya mencapai 37,57% di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2023, 8.554.672 orang, atau 38,2 persen dari populasi, diprediksi menderita hipertensi, menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Karena hipertensi merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan, sangat penting bagi pasien untuk mengonsumsi obat sesuai resep. PkM ini penting dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan lansia dalam minum obat hipertensi. Tujuan program komunitas ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesehatan umum lansia terkait penggunaan obat antihipertensi secara konsisten. Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepuasan warga lanjut usia terhadap pengobatan antihipertensi. Untuk menerapkan metode pengabdian masyarakat, pertanyaan pra-tes digunakan untuk menilai pengetahuan dan kepatuhan lansia sebelum konseling diberikan kepada 14 lansia. Konseling kemudian diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan lansia dengan mengonsumsi obat antihipertensi, dan pertanyaan pasca-tes digunakan untuk menilai pengetahuan dan kepatuhan lansia. Hasil pre tes mengumpulkan data lansia dengan pengetahuan tertinggi, yaitu tingkat pengetahuan kurang dari 11 lansia (79%) dan untuk tingkat kepatuhan sebelum edukasi dilakukan, sebagian besar berada pada kelompok rendah, yaitu sebanyak 11 lansia (79%). Pada post tes, sebanyak 10 responden memiliki tingkat pengetahuan yang berada pada kelompok baik (71%). Sepuluh (10) responden, atau 71% dari sampel, menunjukkan kepatuhan pengobatan yang tinggi, menurut data kepatuhan pengobatan setelah edukasi.
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan melalui Program “Pemantik Ikan Serai” dalam Mencegah KLB Demam Berdarah Dengue Tanujiarso, Bagus Ananta; Puspita, Nella Vallen Ika; Gloria, Fransisca
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7205

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Kota Semarang, khususnya Kelurahan Gisikdrono yang memiliki angka kasus tinggi hingga berisiko mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Rendahnya optimalisasi kader kesehatan dalam pemantauan jentik, kurangnya sosialisasi, serta minimnya pemanfaatan sumber daya lokal seperti tanaman toga menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader melalui program “Pemantik Ikan Serai” (Peningkatan Kemampuan Petugas Jumantik, Program Ikanisasi, dan Pemanfaatan Tanaman Serai). Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kader jumantik tentang pemeriksaan jentik, teknik komunikasi edukasi 3M Plus, pengolahan serai menjadi minyak dan sabun cair, serta budidaya ikan pemakan jentik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kader kesehatan dan kader jumantik RW 12 Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang sebanyak 28 orang. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), sosialisasi, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemantauan jentik, pengolahan serai, serta penerapan ikanisasi. Monitoring Angka Bebas Jentik (ABJ) juga menunjukkan trend membaik, serta masyarakat mulai mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, program ini efektif meningkatkan kapasitas kader dan menjadi upaya preventif dalam menekan risiko KLB DBD di Kelurahan Gisikdrono.

Page 101 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025