cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGELASAN OXY ACETYLENE PADA MATERIAL BAJA ST-37 Priadi, Made Angga; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10397

Abstract

Media pendingin merupakan suatu substansi yang berfungsi dalam menentukan kecepatan pendinginan yang dilakukan terhadap material yang telah diuji dalam perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan dan pengamatan struktur mikro material baja ST-37 yang dipengaruhi media pendinginan air, udara dan oli serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan media pendingin pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Terdapat dua jenis variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas yang berupa media pendingin air, media pendingin udara dan media pendingin oli dan variabel terikatnya berupa sifat kekerasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana kekerasan daerah logam induk dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,10 Kg/mm2, pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 65,61 Kg/mm2, dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 62,68 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan media pendingin air memperoleh nila rata-rata sebesar 68,49 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 71,05 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,34 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam las dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,99 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,79 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,79 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada logam induk, daerah HAZ dan logam Las dimana tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari proses pendinginan udara dibandingkan dengan media pendingin air dan media pendingin oli dari proses pengelasan oxy acytelene.Kata Kunci : Baja ST-37, Kekerasan Material, media pendinginan. The cooling media is a substance which has a function to determine the speed refrigeneration which carried out of the material that has been tasted by heat treatment. The objective of the research is to know the level of hardness and the observation of steel ST-37 material which is affected by cooling media such as water, air, and oil. Also this research may give a reference for Engineering Department of Education and industry in using cooling media for welding process. There is a method that use in this research, that is called quantitative research. There are two variables that use in this research. Independent variable and dependent variable. An independent variable are water, air, and oil cooling media. On the other hand, a dependent variable is nature of hardness. In this research the researcher got a results where the mean of hardness of the base metal area with the water cooling media is 63.10 Kg/mm2, in air conditioning is 61Kg/mm2, and the oil cooling is 62.68 Kg/mm2. The mean of a hardness in Heat Affected Zone (HAZ) by water cooling media 68,49 Kg/mm2, air cooling media is 71,05 Kg/mm2 and an air cooling is 70,34 Kg/mm2. The mean of Hardness in the weld metal area with water cooling media is 60,99 Kg/mm2, air-cooling media is 61,79 Kg/mm2 and oil-cooling media is 60,79Kg/mm2. Based on the result which has been gotten from base metal, Heat Affected Zone (HAZ), and weld metal where the best hardness level is obtained from air-cooling process rather than water cooling media and oil cooling media from oxy acytelene welding process.keyword : Cooling media, steel ST-37, hardness properties.
RANCANG BANGUN LENGAN AYUN MOTOR LISTRIK GANESHA 1.0 MENGGUNAKAN LIMBAH ALUMUNIUM DENGAN METODE PENGECORAN Putera, Ocky Primatara; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11684

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dari Motor Listrik Ganesha 1.0 yang khususnya dibagian lengan ayun begitu juga untuk mengetahui proses produksi lengan ayun Ganesha 1.0. pengecoran yang dilakukan secara rinci: (1) menentukan disain lengan ayun, (2) menentukan ukuran lengan ayun, (3) pengerjaan mall lengan ayun, (4) pembersihan mall lengan ayun, (5) proses pengecoran lengan ayun, (6) proses pembukaan mall dengan lengan ayun yang telah selesai proses pengecoran, (7) proses finishing, (8) proses pemasangan small bearing (9) pengerjaan anting lengan ayun. Studi ini adalah kinerja Rancang Bangun Lengan Ayun Motor Listrik Ganesha 1.0. Kata Kunci : rancang bangun lengan ayun, pengerjaan lengan ayun, pengerjaan lengan ayun dengan metode pengecoran. This study was conducted to meet the needs of the Electric Motors Ganesha 1.0 which is special section of swing arm as well as to know the production process of swing arm Ganesha 1.0. (1) determining swing arm design, (2) determining swing arm size, (3) swinging swing mall, (4) swinging swing arm mall, (5) swing arm process, (6) process Mall opening with completed swing arm, (7) finishing process, (8) small bearing mounting process (9) swing arm swing operation. This study is the performance of the Design of Swing Arm of Ganesha Electric Motors 1.0.keyword : design swing arm, swing arm, arm work.
ANALISIS ALIRAN FLUIDA PADA PERMUKAAN BODI KENDARAAN LISTRIK GANESHA SCOOTER UNDERWATER BERBASIS SOFTWARE SOLIDWORKS Putra Krisnanandha, Vidsvara; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i3.18583

Abstract

Menyelam merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan manusia didalam air. Kegiatan tersebut memiliki banyak tujuan seperti olahraga, penjelajah, melihat keindahan wisata bahari dan bahkan penelitian. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu kendaraan untuk memudahkan manusia dalam menyelam atau bergerak didalam air, merancang sebuah kendaraan yang harus diperhatikan adalah komponen-komponen salah satunya bodi kendaraan. Dalam sebuah bentuk rancangan bodi akan terjadi sebuah fenomena aliran fluida yang menyebabkan terjadi sebuah gaya hambat (drag) yang sering dianggap menggangu atau menghambat pergerakan sebuah kendaraan yang melalui sebuah fluida. Untuk itu, analisis aliran fluida pada bodi kendaraan listrik Ganesha Scooter Underwater dengan menggunakan software Solidworks 2018 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan besaran coefficient of drag. Setelah melakukan analisis dengan menggunakan software Solidworks 2018 bodi kendaraan listrik Ganesha Scooter Underwater mendapatkan penurunan nilai rata-rata pressure sebesar 4,25%, nilai velocity meningkat 2,9% dan nilai coefficient of drag menurun 8,38% setelah dilakukan modifikasi desain bodi kendaraan listrik Ganesha Scooter Underwater. Dapat dikatakan desain modifikasi lebih aerodinamis dibandingkan desain standar.Kata Kunci : aliran fluida, software solidworks, bodi, coefficient of drag. Diving is one of the activities carried out by humans in water. These activities have many goals such as sports, explorers, seeing the beauty of marine tourism and even research. Therefore a vehicle tool is needed to make it easier for humans to dive or move in the water, designing a vehicle that must be considered are the components of one of the vehicle bodies. In a body design form there will be a phenomenon of fluid flow that causes a drag to occur which is often considered to interfere with or inhibit the movement of a vehicle through a fluid. For this reason, fluid flow analysis on the body of the electric vehicle Underwater Scooter using the software Solidworks 2018 with the aim to determine the characteristics and magnitude of the drag coefficient. After analyzing using Solidworks 2018 body of electric vehicle, Underwater Ganesha Scooter software has decreased the average value of pressure by 4.25%, velocity value increased by 2.9% and coefficient of drag value decreased by 8.38% after modification of vehicle body design Electric Ganesha Scooter Underwater. It can be said the modified design is more aerodynamic than the standard designkeyword : fluid flow, solidworks software, body, drag coefficient.
PENGARUH SUDUT PRIMARY PULLEY DAN VARIASI BERAT ROLLER TERHADAP TORQUE DAN RPM PADA MOTOR GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 BASE CONTINOUS VARIABLE TRANSMISION (CVT) Susena, I Gede Tangkas Arta; Wigraha, Nyoman Arya; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9234

Abstract

Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pengaruh Torque pada Motor Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmision (CVT) dengan memodifikasi Sudut Primary Pulley 13,5° Dan Variasi Berat Roller. (2) Untuk mengetahui pengaruh Rpm Pada Motor Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmision (CVT) dengan memodifikasi Sudut Primary Pulley 13,5° Dan Variasi Berat Roller. Metode Penelitian Eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mendefinisikan eksperimen sebagai suatu cara mencari hubungan sebab akibat. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah sepeda motor Yamaha Nouvo tahun 2002 dan motor listrik DC 130 volt 30 ampere. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan uji coba langsung dengan menggunakan tachometer digital untuk mendapatkan rpm tertinggi , setelah data rpm didapat kemudian dimasukan ke rumus untuk mencari torque tertinngi. Jadi hasil dari pengukuran menggunakan tachometer digital dan perhitungan, sudut primary pulley 13,5° dengan variasi berat roller 10/12 gram mendapatkan rpm tertinggi sebesar 5.396 rpm dan torque tertinggi sebesar 4,583 lb-ft pada roller 12 gram. Sedangkan sudut primary pulley standar 14° dengan variasi berat roller 11/12 gram mendapatkan rpm tertinggi sebesar 4.673 rpm dan Torque tertinggi sebesar 4,637 lb-ft pada roller 12 gram. Maka kesimpulannya, semakin tinggi putaran mesin (rpm), torque akan semakin rendah pada saat motor dalam rpm maximal dan tanpa beban. Kata Kunci : Ganesha Electric Vehicles, Primary Pulley, Roller, Rpm Torque. This study aims at (1) Determining the effect of Torque on Ganesha Electric Vehicles1.0 Base Continous Variable Transmission (CVT) by modifying 13,5° of Primary Pulley angel and Roller Weight Variations. (2) Determining the effect of Rpm on Ganesha Electric Vehicles 1.0 Base Continous Variable Transmission (CVT) by by modifying 13,5° of Primary Pulley angel and Roller Weight Variations. Experimental research was uesd as the method of this research in which it defines how an experimental used as a way to find a causal relationship. The subjects of this study areYamaha Nouvo 2002 motorcycle and an electric motor with Dc 130 volt 30 Ampere. The data were collected by administering a direct test using a digital thacometer to get the highest Rpm continued by calculating the obtained data based on the formula to find the highest Torque. From the measurement and calculation done by using a digital tachometer, it was found that the Primary Pulley angle of 13,5° with Roller Weight variations 10/12 gram gains the highest rpm at 5.396 Rpm and the highest Torque at 4,583 lb-ft at 12 gram of Roller. Meanwhile, the angel of standard primary pulley 14° with roller weight variations 11/12 gram obtains the highest rpm at 4.673 Rpm and the highest Torque at 4,637 lb-ft on a Roller 12 gram. In conclusion, the higher Torque when the motorcycle is in the maximum rpm and carefree condition. keyword : Ganesha Electric Vehicles, Primary Pulley, Roller, Rpm, Torque.
PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM BATANG KULIT WARU(HIBISCUS TILIACEUST) DENGAN MATRIK POLIYESTER Widiarta, I Wayan; Nugraha, I Nyoman Pasek; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v6i1.11411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi serat terhadap kekuatan impak dan model patahan komposit polyester berpenguat serat batang kulit waru. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan variabel terikat kekuatan impak, dan variabel bebas yaitu orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, didapat F hitung sebesar 69,43. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dibandingkan dengan F tabel, dengan dbpembanding (antar) = 2 dan dbpenyebut (dalam) =27. Berdasarkan F tabel, didapat F tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 3,35. Perbandingan F hitung dengan F tabel ini menunjukkan bahwa F hitung lebih besar dari pada F tabel sehingga hasil penelitian ini signifikan. Berdasarkan uji signifikansi diatas, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, dan H1 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari variasi orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid terhadap sifat mekanik komposit berpenguat serat alam batang kulit waru terhadap uji impak diterima. Berdasarkan dari uji lanjut yang sudah didapat, bahwa terdapat perbedaan kekuatan impak komposit polyester berpenguat serat alam batang kulit waru antara orientasi serat continuous dengan discontinuous dengan nilai 11,16, orientasi serat continuous dengan hyibrid dengan nilai 4,12, dan orientasi serat discontinuous dengan hyibrid dengan nilai 7,49. Pada orientasi serat continuous, discontinuous, dan hyibrid rata-rata mengalami patahan getas (briettle) dan mekanisme fiber pull out dan dikategorikan memiliki model patan sikat (brush fracture) pada orientasi serat hyibrid. Kata Kunci : Kata kunci :kekuatan impak, model patahan, pengaruh orientasi serat. This study aimed at analyzing the effect of fiber orientation toward impact strength and fracture of polyester composites reinforce fiber rods of waru bark. It was an experimental study by using dependent variable of impact strength, and independent variable that is fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid. The findings showed that F was 69, 43. Then, the result was compared by table F, with comparison was 2 and denominator was 27. Based on table F, significant level is 5% about 3,35. The comparison of count F and table F shown that count F is bigger than table F. it can conclude that this is significant. Based on significant test above, H0 was rejected, and H1 state that there is difference of variation of fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid toward character of mechanical composite reinforce natural fiber of waru bark to accepted impact test. Based on further testing, there is difference impact strength of composite polyester reinforce natural fiber of waru bark between fiber orientation continuous to discontinuous with the result 11,61, fiber orientation continuous to hybrid with the result 4,12, and fiber orientation discontinuous to hybrid with the result 7,49. In addition, fiber orientation continuous, discontinuous, and hybrid experience brittle and fiber pull out and it categorized brush fracture in fiber orientation of hybrid.keyword : Key words: effect of fiber orientation, fracture model, impact strength.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN KOIL STANDAR DAN KOIL RACING KTC TERHADAP DAYA MESIN DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO TAHUN 2006 Suarnata, Pande P.; Dantes, Kadek Rihendra; Wigraha, Nyoman Arya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i3.20265

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan dari penggunaan koil standar dan koil racing ktc terhadap daya mesin dan konsumsi bahan bakar yang diterapkan  pada motor Yamaha Mio dengan variasi rpm yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di SMK N 3 Singaraja. Dalam pengujian ini alat ukur yang digunakan adalah dynotest untuk memperoleh data daya dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan pengujian dari penggunaan koil standar dan koil racing ktc. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan tabel, grafik serta aplikasi SPSS 16.0 untuk mengolah data tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik observasi dan dokumentasi. Hasil pengujian daya dan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan koil standar mendapatkan daya maksimal sebesar 8.87 PS pada 8000 Rpm sedangkan daya minimum sebesar 1.18 PS pada 3000 Rpm. Pengujian dengan daya dan konsumsi bahan bakar menggunakan koil standar mendapatkan SFC maksimal sebesar 18.84 kg/j pada 8000 Rpm, sedangkan SFC minimum 0.08 kg/j pada 3000 Rpm. Hasil pengujian daya dan konsumsi motor yang menggunakan koil racing ktc didapatkan daya maksimal sebesar 9.10 PS pada 8000 rpm, dan daya minimal sebesar 1.45 PS pada 3000 rpm. Sedangkan konsumsi bahan bakar maksimal sebesar 19.25 kg/j pada 8000 rpm dan konsumsi bahan bakar minimal 0.17 kg/j pada 3000 rpm. Kata Kunci: Koil Standar, Koil Racing Ktc, Daya, Konsumsi Bahan Bakar AbstractThis study was conducted to determine the comparison of the use of standard coils and ktc racing coils on engine power and fuel consumption applied to Yamaha Mio motors with different variations of rpm. This research was conducted at SMK N 3 Singaraja. In this test the measuring instrument used is the dynotest to obtain power data and fuel consumption resulting from testing of the use of standard coils and ktc racing coils. This study is an experimental research using tables, graphs and applications SPSS 16.0 to process the data. Data collection techniques used in this research is the technique of observation and documentation. The results of power testing and fuel consumption by using a standard coil to get a maximum power of 8.87 PS at 8000 Rpm while the minimum power of 1.18 PS at 3000 Rpm. Testing with power and fuel consumption using standard coils get a maximum SFC of 18.84 kg / j at 8000 Rpm, while minimum SFC is 0.08 kg / j at 3000 Rpm. Test results of power and motor consumption using ktc racing coil obtained maximum power of 9.10 PS at 8000 rpm, and minimum power of 1.45 PS at 3000 rpm. While the maximum fuel consumption of 19.25 kg / j at 8000 rpm and fuel consumption of at least 0.17 kg / j at 3000 rpm. Keywords:Standard Coil, Ktc Racing Coil, Power, Fuel Consumption.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Manufaktur Di Kelas XI TPM 1 SMK Negeri 3 Singaraja Haryono, Dimastya Teguh Cipto; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.18987

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MANUFAKTUR DI KELAS XI TPM 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJATAHUN AJARAN 2018/2019 Oleh Dimastya Teguh Cipto Haryono1 , K. Rihendra Dantes1 , I N. Pasek Nugraha2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan Unitersitas Pendidikan Ganesha E-mail. dimastyateguh@gmail.com , rihendra79@gmail.com1 , paseknugraha@undiksha.ac.id2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh hasil belajar pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam mata pelajaran Gambar Teknik Manufaktur pada kelas XI TPm1 di SMK Negeri 3 Singaraja sehingga dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran yang lain. Penelitian ini merupakan jenis eksperimen dengan bentuk ”Pre-test Post-test One Shot Case Study”. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMKN 3 Singaraja. Sampel penelitian ini 1 kelas yang di isi oleh 31 kelas TPm 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes hasil belajar. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan evaluasi hasil pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah dengan cara : (1) Perhitungan analisis sederhana dengan cara membandingkan persentase hasil belajar siswa antara Pre-tes dan Post-tes siswa. (2) Menggunakan Skor N-gain dengan menguji normalitas data skor hasil pre-test, post-test dan Ngain. Normalized atau N-Gain skor bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan suatu model atau perlakuan (treatment) tertentu. (3) Uji T Paired atau Paired T Test digunakan sebagai uji komparatif atau perbedaan skala data dengan menghitung mean. Untuk mengetahui dan mempermudah analisis data interaksi antara hasil belajar siswa pada data pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD dibantu dengan menggunakan SPSS sebagai alat bantu hitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Menurut analisis data secara sederhana, peningkatan hasil belajar terjadi dari pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan nilai persentase manual sebesar 4,07 %. Menurut analisis data menggunakan teknik N-Gain, ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebesar 10,967 (0,1) walaupun dengan kategori rendah. Hasil analisis menggunakan teknik Uji Paired T Tes menunjukkan adanya pengaruh dengan melihat perbandingan distribusi nilai t hitung lebih besar dari nilai t pada tabel, jadi H1diterima dan H0 ditolak karena adaanya pengaruh model pembelajar kooperatif tipe STAD terhadap hasil beajar siswa. Kata Kunci : Hasil belajar, STAD, Gambar Teknik Manufaktur INFLUENCE OF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION COOPERATIVE LEARNING MODEL FOR STUDY RESULTS OF ENGINEERING DRAWINGS MANUFACTURE AT XI TPM1 CLASS OF SMKN 3 SINGARAJA By Dimastya Teguh Cipto Haryono1 , K. Rihendra Dantes1 , I N. Pasek Nugraha2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan Unitersitas Pendidikan Ganesha ABTRACT This research aims to determine how the influence learning result by used model of Cooperative learning STAD type in engeneering drawing manufacture at SMK Negeri 3 Singaraja XI TPm1 Class after using model of Cooperatif learning STAD type, so it can be reference the other learning process, This research is experiment type with Pre-test Post-test One Shot Case Study. The sample of this research are 31 student people of TPm1 class at SMKN 3 Singaraja. The instrument of this research are learning test. Data collected by observation and learning results method. Data analysis use by: (1) simply analysis with percentage compare between post and pre tes results. (2) with used N-Gain score by verify the normalizing score from post and pre test results after treatment STAD model, this technique for knowing effectiviness of cooperative learning method. (3) by used Paired T Test as a scale difference and comparative test with means calculate, this reseach used SPSS application to make it easier for interaction data analysis between learning results The results of reseach are show model of cooperative learning STAD type to have influece for a learning result.The results obtained for considerations with simply data analysis have percentage score was 4,07%, it can improved learning outcome by use method of cooperative learning STAD type. The results for used N-Gain have score was 10,967 (0,1) whit low category and it had influence to improved learning outcome. The results by used Paired T Tes showed have have influence by seeing comparison t count is bigger than t table. So H1 be accepted and H0 reject. keyword : Learning Result, STAD, Engeneering Drawing Manufacture
SISTEM UJIAN BERBASIS ONLINE Kurniawan, Adhetya; Ocviansyah, Danny Firman; Andriyanto, Arif
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v7i2.26493

Abstract

Penggundulan hutan akibat ekploitasi pohon untuk memenuhi kebutuhan kertas sudah pada kondisi memperihatinkan. Data tahun 2010, 42 juta hektar hutan gundul karena eksploitasi pohon oleh manusia. Oleh sebab itu, dunia pendidikan yang menggunakan kertas dalam media pembelajaran, perangkat pembelajaran, administrasi pendidikan, dan instrumen evaluasi sebaiknya sudah mulai beralih pada sistem nirkertas dalam penyelenggaraan pembelajaran. Pengembangan sistem ujian berbasis google class menjadi alternatif solusi permasalahan penggunaan kertas di dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan sistem ujian berbasis google class pada mata kuliah fisika teknik dengan jenis soal pilihan ganda. Penelitian ini dikembangkan dengan metode R&D. Pengembangan sistem ujian setelah melalui uji validasi oleh validator ahli didapatkan hasil bahwa sistem ujian yang dikembangkan valid dengan sekor 3,14 dan layak digunakan dengan sedikit revisi. Penerapan saat ujian mahasiswa memberikan respon positif terhadap sistem ujian dengan google class ini sebesar 84%. Hal ini berarti bahwa media sistem ujian google class ini layak untuk dipakai dalam pembelajaran.Kata kunci: Ujian, google class, Media PemblajaranDeforestation due to the exploitation of trees to meet the needs of paper is in poor condition. The data for 2010, 42 million hectares of deforested forests due to human exploitation of trees. Therefore, the world of education that uses paper in learning media, learning tools, educational administration, and evaluation instruments should have begun to switch to the paper system in organizing learning. Development of the Google Class-based examination system becomes an alternative solution to the problem of paper use in the world of education. The purpose of this research is the development of a google class-based examination system in engineering physics courses with multiple choice questions. This research was developed by the R&D method. The development of the examination system after going through the validation test by the expert validator shows that the developed test system is valid with a score of 3,14 and is feasible to be used with little revision. The application during the student exams gave a positive response to the Google class exam system by 84%. This means that the google class exam system media is suitable for use in learning. Keywords: Exams, google class, learning media
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ENGINE STAND TERHADAP HASIL BELAJAR MESIN KONVERSI ENERGI SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA Utama, M Syahrul; Dewi, L.J.E.; Nugraha, I.N Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v7i2.26501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis engine stand terhadap hasil belajar mesin konversi energi siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 Singraja, pada kelas X TKR yang berjumlah 66 orang yang terbagi menjadi dua kelas. Kelas X TKR 3 (kelas eksperimen) dan kelas X TKR 2 (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar tipe pilihan ganda sebanyak 30 butir dengan lima pilihan. Data hasil tes dianalisis dengan uji analisis statistik berbantuan SPSS 16.0 for windows berupa uji kesamaan rata-rata nilai pretest dan posttest kedua kelas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis engine stand menunjukkan pengaruh terhadap hasil belajar mesin konversi energi pada siswa. Hal ini berdasarkan output pair 2 diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata hasil belajar mesin konversi energi siswa kelas X TKR untuk pretest kelas kontrol dengan posttest kelas kontrol. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar mesin konversi energi pada siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis engine stand sebesar 83.42, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa mesin konversi energi tanpa media pembelajaran berbasis engine stand sebesar 60.88 dengan selisih 22.54. Kata-kata kunci:  media pembelajaran berbasis engine stand, hasil belajar siswa. This study aims to determine the effect of the use of engine stand based learning media on the learning outcomes of energy conversion machine students in Class X Light Vehicle Engineering (TKR). This research was conducted at Singraja State Vocational School 3, in class X TKR totaling 66 people divided into two classes. Class X TKR 3 (experimental class) and class X TKR 2 (control class). The instrument used in this study was in the form of a 30 choice multiple choice type of learning outcomes test with five choices. The test result data were analyzed with SPSS 16.0 for windows statistical analysis test in the form of a similarity test of the pretest and posttest scores of the two classes. The results of the study concluded that engine stand based learning media showed an influence on learning outcomes of energy conversion machine on students. This is based on the results of the SPSS 16.0 t-test for Windows, the value based on pair 2 the Sig value is obtained. (2-tailed) of 0,000 <0.05, it can be concluded that there are differences in the average learning outcomes of machine energy conversion of class X TKR students for the control class pretest and the control class posttest. This can be seen from the average energy conversion machine learning outcomes of students who use engine stand based learning media at 83.42, while the average learning outcomes of energy conversion machine students without engine stand based learning media is at 60.88 with a difference of 22.54. Key words: engine stand based learning media, student learning outcomes.
PENGEMBANGAN DESAIN FREE ENERGY GENERATOR BERBAHAN MAGNET NEODYMIUM BERBASIS SOLIDWORKS UNTUK SISTEM RECHARGING PROTOTYPE GANESHA ELECTRIC GENERASI II UNDIKSHA Triana, Komang Bayu; Dantes, Kadek Rihendra; Nugraha, I N Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v7i3.26514

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan ditemukan bahwa listrik dan magnet memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, magnet dalam sebuah sistem pembangkitan terdapat pada bagian generator, dimana generator ini dapat menghasilkan listrik oleh putaran yang bersamaan dengan putaran turbin dengan adanya bantuan sumber-sumber energi. Namun ternyata magnet juga dapat menjadi sumber energi penggerak bagi generator itu sendiri. Penelitian ini dilakukan berdasarkan konteks permasalahan dalam hal ini menyangkut tentang perangcangan desain free energy generator berbasis magnet neodymium sebagai sumber energi kelistrikan sekaligus pengisian (recharging) yang akan diterapkan pada prototype ganesha electric generasi II UNDIKSHA. Penelitian pengembangan desain ini menggunakan perangkat lunak Solidworks 2018, tujuan penelitian ini antara lain (1) untuk mengetahui bagaimana cara perancangan free energy generator, (2) untuk mengetahui tingkat kelayakan desain berdasarkan penilaian dari ahli materi, (3) untuk mengetahui tingkat kelayakan desain berdasarkan uji kelompok kecil dan besar. Penelitian ini menggunakan rancangan Research and Development. Sedangkan untuk model yang digunakan yaitu Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penelitian pengembangan desain free energy generator berbasis magnet neodymium mendapatkan hasil validasi yaitu (1) hasil tanggapan ahli materi 91% dengan kualifikasi sangat layak, (2) hasil tanggapan kelompok kecil 93,33% dengan kualifikasi sangat layak, dan (3) hasil tanggapan kelompok besar 91,64% dengan kualifikasi sangat layak. Kata Kunci: Listrik, Desain, Free Energy Generator, Recharging.In line with the development of science knowledge, it had been found that the electricity and magnetism have relevance to one another. Magnets in a generation system are located on the generator, where this generator can produce electricity by spinning along with the turbine rotation with the help of energy sources. But apparently, the magnet can also be a source of driving energy for the generator itself. This research was conducted based on the context of the problem. In this case, concerned on the design of free energy generator neodymium magnetic based on the source of electricity as well as the recharging that would be applied to the Ganesha Electric Prototype, Generation II, UNDIKSHA. This design development research used software Solidworks 2018. The purpose of this study were; (1) to find out how to design free energy generators, (2) to determine the level of design feasibility based on the assessment of material experts, (3) to determine the level of design feasibility based on small and large test groups. This study used a design Research and Development. Whereas the model used is Quality Function Deployment (QFD). Based on the results of data analysis conducted, it was concluded that the research development of design free generator neodymium magnetic based on validation results obtained; (1) the results of material expert responses 91% with very decent qualifications, (2) the results of small group responses 93.33% with very decent qualifications, and (3) the results of a large group response of 91.64% with very decent qualifications. Keywords: Electricity, Design, Free Energy Generator, Recharging

Page 6 of 30 | Total Record : 292