cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 122 Documents
Peningkatan dan Pengendalian Kualitas Produk dengan Menggunakan Metode PDCA (Studi Kasus pada PT. X) Abdul Fatah; Ari Zaqi Al-Faritsy
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.288

Abstract

PT. 'X' merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi lemari es lokal dan berorientasi ekspor. Permasalahan yang ditemukan adalah produk cacat lemari es yang di produksi pada tanggal 1 Agustus - 18 Agustus 2018 terdapat persentase cacat yang cukup tinggi sebesar 59.45% dari sampel total produksi yang dikumpulkan, sehingga produk harus diperbaiki lagi yang mengakibatkan biaya produksi menjadi tinggi. Cacat pada produksi lemari es adalah panel back penyok 15%, urethane foam bocor 68,2%, dan panel back keluar 16,8%. Metode penelitian menggunakan PDCA, tahap plan menentukan masalah dan cacat yang akan diperbaiki, tahap do menentukan usulan tindakan perbaikan yang harus dilakukan, tahap check adalah melakukan pemeriksaan sampel produksi setelah implementasi tindakan perbaikan dan tahap action melakukan evaluasi tindakan perbaikan. Berdasarkan kendali mutu menggunakan metode PDCA di PT. “X” diperoleh tindakan korektif seperti peningkatan kesadaran operator, peningkatan standar kerja, pengaturan lingkungan produksi, pemeliharaan perbaikan mesin u-bander, dan penggantian PU foam dengan A20. Data produksi pada 19 Agustus 2018 - 31 Agustus 2018 ditemukan jumlah cacat akibat urethane foam bocor, panel back penyok, dan panel back keluar sebanyak 219 unit dengan persentase 36,50%.  Oleh karena itu tindakan korektif yang dilakukan pada penelitian ini mampu meminimalisasi jumlah cacat sebesar 22,95%.
Re-Layout Penempatan Fasilitas Produksi dengan menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Metode 5 S Guna Meminimalkan Biaya Material Handling Esa Rengganis; Uyuunul Mauidzoh
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.289

Abstract

Perencanaan fasilitas memiliki pengaruh yang sangat besar pada sebuah proses produksi. Penelitian akan dimulai dari lantai produksi untuk mengamati tata letak departemen, pergerakan yang terjadi selama proses produksi sampai dengan penyimpanan produk setengah jadi dan produk jadi. CV. Jakudo Kamsa merupakan salah satu industri yang bergerak pada proses pengolahan kulit, dari bahan mentah sampai dengan produk -produk mereka. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lantai produksi, CV. Jakudo Kamsa, didapatkan permasalahan setengah jadi yang menjadi input bagi perusahaan sepatu maupun tas yang menggunakan kulit sebagai bahan baku utama bagi produk bahwa peletakan peralatan produksi belum optimal sehingga aliran material yang ada kurang baik. Hal ini dapat menyebabkan ongkos material handling yang cukup besar dan terjadi kesimpangsiuran pekerja maupun bahan baku pada saat proses produksi.Dengan kondisi seperti ini, maka sering terjadi delay pada proses produksi dan otomatis hal ini mengakibatkan tenaga kerja yang menganggur.Sehingga perlu dilakukan re-layout pada pengaturan peralatan produksi agar proses produksi lebih optimal.Metode yang digunakan untuk memperbaiki layout departemen produksi adalah Metode Systematic Layout Planning dan metode 5 S. Kedua metode ini dikombinasikan untuk mengoptimalkan layout departemen produksi sehingga meminimalkan biaya material handling. SLP merupakan metode yang digunakan untuk mengatur lantai produksi berdasarkan tingkat frekuensi pergerakan dan hubungan kedekatan. Sedangkan metode 5 S merupakan alat yang paling efektif dan sederhana untuk mengatur area kerja. Tujuan dari metode 5 S adalah menciptakan lingkungan kerja yang bersih sehingga diharapkan produktivitas atau kinerja akan meningkat.Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan pada tahap sebelumnya didapatkan hasil biaya OMH sebelum dilakukan relayout sebesar Rp. 346.190,5. Berdasarkan hasil relayout didapatkan penurunan biaya material handling. Biaya material handling yang semula  Rp. 346.190,5 menjadi Rp. 327.226,1. Setelah proses relayout dilakukan maka dilakukan analisa dan evaluasi dengan menggunakan metode 5 S. Berdasarkan hasil penelitian pada saat ini didapatkan hasil bahwa layout departemen produksi yang ada sekarang ini belum optimal. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya ongkos material handling, yaitu sebesar Rp. 346.190,5. Kemudian dilakukan pertukaran antara departemen Pencucian, Penyamakan, dan Penghalusan. Pertukaran ketiga departemen ini  akan menurunkan ongkos material handling sebesar Rp. 18.924,4, sehingga ongkos material handling menjadi Rp. 327.266,1.Berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan metode 5 S perlu dilakukan penambahan rak peletakan perlengkapan kerja dan tools dan rak untuk meletakkan produk setengah jadi.
Pengukuran Efisiensi Waktu Proses Produksi Pada Setiap Stasiun Kerja Pembuatan Keramik Model Guci Ukuran Tinggi 80 cm. (Studi Kasus Pada Home Industri Jaya Ceramik Yogyakarta) Puji Asih
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.290

Abstract

Perkembangan teknologi produksi yang meningkat  diseluruh industri akan mengakibatkan  produktivitas  dan efisiensi waktu proses akan meningkat .  Perkembangan teknologi produksi  terjadi hampir diseluruh industri , akibat perkembangan ini biasanya akan  berdampak pada penempatan tenaga kerja yang harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan pada setiap stasiun kerja.    Penempatan tenaga kerja yang sesuai menjadi  komponen yang signifikan dalam menyelesaikan perkerjaan dan efisiensi proses produksi . Penelitian dengan Judul Pengukuran Efisiensi Waktu Proses Produksi Pada Setiap Stasiun Kerja Pembuatan Keramik Model Guci Ukuran Tinggi 80 cm, bertujuan untuk mengetahui waktu baku dan efisiensi pada setiap stasiun kerja dan efisiensi lintasan produksi  pembuatan keramik.Proses Produksi pembuatan keramik dibagi menjadi 4 stasiun kerja yaitu stasiun pembentukan keramik mentah ,stasiun pembakaran ,stasiun pengecekan  dan stasiun  pengecatan.  Untuk menyelesaikan pekerjaan pada  setiap stasiun kerja tersebut memerlukan waktu yang berbeda-beda  sehingga  waktu baku dan efisiensi proses produksi juga berbeda-beda.  Pengukuran waktu baku pada setiap stasiun kerja  dapat diketahui,  maka efisiensi waktu proses produksi dan efisiensi lintasan produksi  dapat diketahui.Efisiensi yang dapat dicapai pada setiap stasiun kerja yang terbesar adalah pada stasiun kerja pembakaran mencapai 100 %, sedangkan efisiensi pada stasiun kerja yang lain masih rendah pada stasiun pembentukan 30,30 %, stasiun pengecekan dan penggosokan 26,20 % dan stasiun pengecatan 23,40%. Selanjutnya secara keseluruhan efisiensi lintasan produksi yang dapat dicapai masih rendah yaitu sebesar 30,86 %. 
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Hazard And Operability Study (HAZOP) (Studi Kasus : CV. Bina Karya Utama) Eva Ditya Yulia Savitri; Siti Lestariningsih; Iva Mindhayani
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.291

Abstract

CV. Bina Karya Utama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri furniture dan kayu olahan. Perusahaan telah melakukan penerapan K3, tetapi kurangnya kesadaran pegawai dalam menggunakan APD (Alat Perlindungan Diri) dilapangan menjadi alasan penulis untuk melakukan penelitian tentang sumber bahaya apa saja yang ada, apa resiko-resiko dari sumber bahaya, dan berapa besar tingkat resiko sumber bahaya tersebut. Berdasarkan permasalahan diatas dilakukan penelitian menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP).Penelitian ini diawali dengan melakukan identifikasi kecelakaan kerja dan selanjutnya mencari sumber potensi bahaya kecelakaan kerja sehingga dapat dilakukan pencegahan kecelakaan dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Identifikasi bahaya dengan metode HAZOP dilakukan berdasarkan pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawan di area produksi. Titik kajian ditentukan berdasarkan semua pekerjaan yang dilakukan karyawan di masing-masing alat/stasiun. Langkah selanjutnya setelah proses identifikasi adalah penilaian pada likelihood dan consequences untuk mendapatkan risk level pada masing-masing titik kajian. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui terdapat resiko rendah, sedang, tinggi dan ekstrim. Penelitian dilaksanakan di CV. Bina Karya Utama pada bulan Juli 2019 - Agustus 2019. Saat pembuatan Chair Arm.Hasil dari penelitian menemukan tingkat resiko dari sumber bahaya yang ada diseluruh stasiun produksi di CV. Bina Karya Utama tergolong ekstrem 35%, tergolong tinggi 30%, tergolong sedang 30%, dan tergolong rendah 5%.  
PERANCANGAN DESAIN CUP HOLDER MINUMAN KOPI DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus : Coffee Shop Dotuku Kopi) Taufiq Suryadi; Ahmad Sidiq; Melani Anggraini
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i1.426

Abstract

Dotuku Kopi merupakan salah satu industri minuman kopi yang memproduksi berbagai macam minuman kopi di Bandar Lampung. Adanya pesaing dengan jenis produk yang sama membuat persaingan dalam pasar semakin ketat. Saat ini, Dotuku kopi belum mampu bersaing dan meningkatkan ekspansi pasar secara sempurna karena terkendala oleh kemasan take away. Oleh karena itu, perusahaan dan konsumen menginginkan adanya desain kemasan baru yang lebih efektif. Kemasan efektif yang diharapkan adalah kemasan yang memiliki desain lebih menarik, dan kemasan lebih mudah digunakan bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi perancangan desain kemasan cup holder produk minuman kopi menggunakana metode Quality Function Deployment. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan matriks posisi terhadap pesaing dan menggunakan metode Quality Function Deployment untuk mendapatkan respon konsumen dalam proses perancangan desain kemasan cup holder sehingga memberikan kepuasan konsumen. Hasil dari penelitian ini menggunakan Analisis SWOT, didapat matriks posisi kuadran I (Strategi Agresif) dimana perusahaan sedang tumbuh dan membangun serta perlu menerapkan strategi utama yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan antara lain yaitu strategi penetrasi pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi terkait. Dengan menggunakan metode QFD iterasi 1 (House of Quality) dan iterasi 2 (Part Deployment)  dihasilkan rancangan desain cup holder yaitu berbahan kertas kraft, berbentuk oval, warna kombinasi coklat dan hitam dengan digital printing, kombinasi gambar dan nama, posisi informasi produk dipisah kedua sisi, menggunakan font tulisan Harlow solid italic dan Forte. Kata kunci : Desain Kemasan, Cup Holder, Quality Function Deployment.
Perancangan Troli Galon Berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) Maria Septi Anggraini; Heri Setiawan
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i1.430

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik Kota Palembang dengan persentase rumah tangga dan perkantoran yang menggunakan air minum PAM dan kemasan pada tahun 2016-2018 yaitu 94,32%. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya agen pemasaran air galon yaitu depot air minum isi ulang. Salah satu aktivitas yang dilakukan pekerja untuk mengantar galon yaitu mengantar galon melewati anak tangga. Dalam aktivitas tersebut, pekerja mengalami beban kerja berat dan  keluhan dibagian tubuh yang menyebabkan produktivitas pekerja terhadap pengangkatan galon tidak maksimal, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk merancangan alat untuk mempermudah aktivitas yang mengurangi beban kerja dan keluhan pada tubuh pekerja, dan mampu meningkatkan jumlah galon yang mampu diantar oleh pekerja. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode EFD dirancang troli dengan panjang 43 cm, lebar 41,55 cm dan tinggi 93,25 cm dengan dilengkapi fitur box pengaman galon dan roda tiga untuk media penggerak saat melewati anak tangga. Keluhan pada bagian tubuh pekerja mengalami penurunan rata-rata 53,5%, DNI pekerja mengalami penurunan 28,81%, DNK pekerja mengalami penurunan 33,24%, NK pekerja mengalami penurunan 36,61% dan rata-rata konsumsi energi pekerja mengalami penuruan 64,42% yaitu sebesar 92,40639707 Kkal/jam. Dengan produktivitas jumlah pengantaran galon meningkat 67,54%. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat sebesar Rp 1.206.150,-.
Optimization of bread production with linear programming method (case study : CV. Roti Ca) Nur' Aini; Emy Khikmawati; M W Wardana
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i1.453

Abstract

Optimal production is the main goal in a business, which is to achieve maximum profit. CV. Roti Ca is a company engaged in food products. CV. Roti Ca was established since 2011 producing sandwiches and flatbreads with chocolate and green bean flavors. This study aims to determine the optimal combination of products so as to get maximum results using linear programming. The method used in this study is linear programming which can be applied to produce bread with a simplex model in order to obtain the optimum solution so that profits can be achieved. The results showed that the optimal sales obtained by the factory was Rp. 2,084,568,000, and the number of breads that can be produced each month is 2,605,711 pcs with ca 1,185679 pcs of chocolate sandwiches, ca 306,913 pcs of chocolate flatbread and 1.131,119 pcs of green bean flatbread. Keywords: Linear Programming Method, Simplex Method, Optimization, Bread, Qm For Windows
Usulan Penerapan Supply Chain Management Terhadap Komoditas Cabai PD. Marzuki di Pasar Tradisional Cisalak Depok Muhammad Fadli Rosyid; Asep Endih Nurhidayat
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i2.480

Abstract

Dalam memperhitungkan kinerja perusahaan, PD. Marzuki masih menggunakan pengukuran subjektif berdasarkan biaya yang menjadi tolak ukur keefektifan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk mengetahui kinerja rantai pasok perusahaan setelah menggunakan pengukuran Supply Chain Management serta Memberikan usulan yang tepat kepada perusahaan agar menerapkan pengukuran kinerja Supply Chain Management. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kinerja perusahaan terkait rantai pasok perusahaan untuk menghadapi masalahmasalah yang sering dihadapi perusahaan. Setelah semua data yang dibutuhkan telah terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Model Versi 12.0. Didapatkan nilai skor performansi untuk atribut kinerja Reliability sebesar 13,64. Responsiveness sebesar 14,2, Upside SC Flexibility sebesar 7,10, Upside SC Adaptability sebesar 4,51 dan atribut kinerja Asset Management sebesar 9,00 dengan nilai total skor performansi sebesar 48,46. Nilai tersebut merupakan angka yang termasuk dalam kategori “marginal” atau dibawah rata-rata. Nilai Terendah didapatkan pada atribut kinerja Agility metrik Upside Supply Chain Flexibility (7,10), Upside Supply Chain Adaptability (4,51) dan Supply Chain Asset Management (9,00). Hal tersebut menunjukan bahwa PD. Marzuki masih memiliki kendala di atribut kinerja agility dan asset management.
Usulan Perbaikan Kualitas Produk Roti Bolu Dengan Metode Six Sigma Dan FMEA Muhammad Ali Abdurrahman; Ari Zaqi Al-Faritsy
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i2.481

Abstract

UKM Bolu Ayu Albarokah merupakan UKM yang memproduksi roti bolu dengan rata- rata produksi 4000 pcs/hari, dimana sekitar 0,67 % mengalami cacat produk yaitu 0,19% cacat gosong, 0,04% cacat sobek dan 0,43% cacat lengket. Proses penyelesaian masalah kualitas produk menggunakan metode six sigma dan failure mode and effects analyze (FMEA). Tahapan six sigma terdiri dari define, measure, analyze, improve, control (DMAIC). Untuk FMEA digunakan pada tahap Improve. Level sigma produksi bolu UKM Bolu Ayu Albarokah sebesar 4,36, nilai tersebut masih jauh dari nilai 6 sigma karena masih adanya produk cacat dalam produksi roti bolu. UKM Bolu Ayu Albarokah perlu melakukan perbaikan untuk mengurangi cacat produk dalam proses produksi. Cacat yang memiliki effect paling dominan adalah cacat lengket dengan nilai RPN sebesar 112. Perbaikan yang dilakukan dalam mengurangi cacat lengket adalah menggunakan mesin oven yang otomatis dan dilengkapi timer, pasang alat set up ukuran api dengan skala nomor pada alat control api, menetapkan standar baku proses pendinginan roti, membuat alat khusus untuk proses pengolesan mentega pada cetakan, pengecekan perbandingan bahan baku, pengecekan mesin oven, sebelum memulai pengovenan, pengecekan mesin mixing, sebelum melakukan proses pencampuran bahan baku, pengecekan cetakan roti dan pengolesan mentega, sebelum menuangkan adonan ke cetakan dan meningkatkan ketelitian karyawan pada saat proses pencampuran bahan baku dan proses pengovenan.
Analisis Proses Produksi Pulley PT. Mitra Rekatama Mandiri Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Amalia Mei Dwitasari; Masrul Indrayana; Ilmardani Rince Ramli
JURNAL REKAYASA INDUSTRI (JRI) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i2.482

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam Industri Manufaktur Pengecoran Logam, dengan salah satu produk yang dihasilkan berupa komponen alat pertanian yaitu produk pulley dengan kode Ep Yst Pro. Dalam proses produksinya masih ditemukan cacat pada produk. Untuk meminimalisir tingkat kecacatan produk, menambah laba perusahaan, dan meningkatkan kualitas produk, maka diperlukan identifikasi dengan melakukan analisis quality control menggunakan metode six sigma. Metode six sigma merupakan salah satu tahapan analisa untuk mengetahui tingkat kecacatan produk, mengukur tingkat sigma perusahaan saat ini dan mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target zero defect. Identifikasi pada aliran proses produksi juga dilakukan untuk mengetahui penyebab defect potensial. Analisis dilakukan dengan menerapkan siklus 5 fasa DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Dengan menggunakan data historis produksi Pulley Ep Yst Pro, diperoleh informasi bahwa kualitas nilai sigma perusahaan saat ini adalah 3,8 sigma dengan kerusakan sebesar 10.400 DPMO. Untuk mencapai target 6- sigma perusahaan memerlukan waktu 47 periode dengan tingkat penyusutan nilai DPMO 15,7% setiap 4 bulannya. Faktor utama yang memperngaruhi banyaknya jumlah cacat disebabkan oleh faktor manusia.

Page 6 of 13 | Total Record : 122