cover
Contact Name
Iva Mindhayani
Contact Email
jri@widyamataram.ac.id
Phone
+62274-377150
Journal Mail Official
jri@widyamataram.ac.id
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT.III/237 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Industri (JRI)
ISSN : 27148882     EISSN : 27148874     DOI : 10.37631
1. Ergonomic, Work System Design and Product Design 2. Engineering and Manufacture/Production System 3. Engineering and Quality Management 4. Operational Research System Modeling 5. Industrial Management, Entrepreneurship and Innovation 6. Decision and Information System 7. Logistic and Supply Chain Management 8. Education and Industrial Engineering Profession 9. Other recent relevant topics
Articles 122 Documents
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Meja Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT XYZ Ari Zaqi Al Faritsy; Angga Suluh Wahyunoto
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.707

Abstract

PT XYZ merupakan industri manufaktur yang bergerak dibidang furniture. Permasalahan yang terjadi yaitu terdapat produk meja tidak sesuai spesifikasi konsumen sehingga mengakibatkan proses berlebihan dan menambah biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebabkan kecacatan dan usulan pengendalian kualitas produk menggunakan metode six sigma. Penelitian ini menggunakan metode six sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). Menggunakan alat statistic antara lain : Diagram SIPOC, Diagram pareto, p chart, Diagram fishbone, dan usulan perbaikan 5W+1H. Hasil dari penelitian ini diketahui faktor penyebab cacat produk yaitu faktor tenaga kerja, kurangnya pelatihan dan kelelahan karena kepanasan serta berdiri terlalu lama menyebabkan kurang fokus. Faktor metode, kesalahan saat assemblly, kesalahan proses pemotongan, jalur roll kurang baik, dan proses finishing kurang maksimal. Faktor mesin, kestabilan mesin press dan spray gun. Faktor bahan baku, kualitas bahan baku. Faktor lingkungan kerja, debu berterbangan. Berdasarkan analisis 5W+1H usulan perbaikan untuk faktor tenaga kerja, perbaikan waktu istirahat serta penambahan ventilasi, dan pelatihan penggunaan mesin press. Faktor metode, pelatihan penggunaan mesin press, pelatihan pemotongan kayu, perbaikan jalur roll, dan mengoptimalkan proses pengeringan. Faktor mesin, perawatan mesin press dan spray gun secara berkala. Faktor bahan baku, pengawasan kualitas bahan baku. Faktor lingkungan kerja mewajibkan karyawan menggunakan masker.
Perbaikan Kualitas Pelayanan Hotel Kartika Chandra dengan Metode Servqual Dan Importance Performance Analysis (IPA) Kelik Fajar Kusuma; Masrul Indrayana; Jono
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v4i2.712

Abstract

Hotel Kartika Chandra merupakan hotel berbintang empat di Jakarta Selatan dengan tingkat penilaian kepuasan pelanggan berada pada posisi 4,3 dari 5. Untuk meningkatkan daya saing, penilaian dan evaluasi kepuasan pelanggan harus menjadi agenda rutin Hotel Kartika Chandra. Perbaikan kualitas pelayanan Hotel Kartika Chandra dapat dikaji menggunakan metode Service Quality (Servqual) dan Importance Performance Analysis (IPA). Servqual akan menemukan kesenjangan tingkat kualitas layanan yang diberikan dengan yang diterima pelanggan. Metodologi IPA akan menunjukkan skala prioritas perbaikan layanan yang perlu dilakukan oleh pihak penyedia layanan. Berdasarkan metode Servqual dan IPA, atribut layanan utama yang harus diperbaiki oleh manajemen Hotel Katika Chandra adalah penataan desain interior kamar dan fasilitas kamar, kebersihan kamar dan fasilitas kamar, keterersediaan tempat parkir yang cukup untuk pelanggan, kemampuan karyawan hotel untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, dan jaminan keamanan kendaraan di tempat parkir.    
Perancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Pengecoran Logam di UKM Logam Yaning Tri Hapsari; Hasti Hasanati Marfuah; Kurniawanti
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.833

Abstract

Tata letak fasilitas merupakan salah satu hal yang menunjang kelancaran kerja suatu perusahaan. Tata letak fasilitas yang baik dapat memperlancar proses produksi dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di lapangan, tata letak proses produksi masih kurang teratur dan kurang rapi. Hal ini dapat menghambat proses produksi dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tata letak fasilitas produksi UKM Logam sehingga menghasilkan usulan rancangan tata letak fasilitas produksi. Diharapkan usulan tata letak produksi dapat menjadi pertimbangan pemilik usaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tahapan metode penelitian ini terdiri dari pengumpulan data; pengolahan data (identifikasi bahan dan alat produksi, menyusun alur proses produksi, menyusun layout awal produksi, merancang layout usulan produksi); dan analisis. Hasil dari penelitian ini adalah usulan tata letak berdasarkan aliran proses dan Activity Relationship Chart (ARC). Rancangan tata letak usulan yang dibuat oleh peneliti yaitu dengan melakukan perubahan tempat menaruh hasil cetakan di antara alat cetakan 1 dan 2. Kelebihan layout usulan yaitu aliran produksi lebih teratur dan rapi sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu, jarak antar departemen yang berhubungan saling berdekatan sehingga mempermudah pekerjaan.
Re-Design Kemasan Produk Keripik Tempe Dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering Engelberth Ivangelist Lamalouk; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.838

Abstract

Produk adalah barang yang ditawarkan oleh produsen yang harus diketahui, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi oleh konsumen pasar untuk dapat hidup. Produk yang ditawarkan adalah bisnis dimana produsen ingin mendapatkan keuntungan dari produk yang ditawarkan dan konsumen memiliki permintaan. Dalam industri makanan tradisional, produsen masih perlu mengoptimalkan kualitas rasa dan desain kemasan produk agar dapat bersaing dengan produk lain  di pasaran. Dalam industri makanan tradisional, produsen juga perlu meningkatkan kualitas rasa dan desain kemasan produk yang menarik agar dapat bersaing dengan  makanan yang diproduksi di pasaran. Jika metode desain Kansei digunakan dalam redesain kemasan, diperlukan data responden untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap desain kemasan produk Keripik Tempe. Sebagai hasil evaluasi konsumen terhadap fase Kansei, dibuat 30 kata Kansei untuk desain kemasan produk dan 17 kata Kansei untuk rasa produk, setelah itu  kata Kansei dengan makna yang sama dikelompokkan bersama dan kata Kansei dihilangkan. kelompok ini. dan dilakukan uji regresi linier. Dari hasil tahap ekstraksi kata kansei  desain kemasan, dipilih 12 (dua belas) kata kansei  yaitu: bagus, warna cerah, bahan plastik bagus, merek, komposisi, nomor handphone, tanggal kadaluarsa, tanggal makanan . persiapan, alamat produksi, lain dari yang lain, elegan dan berlogo, kalau untuk selera. Diantara produk tersebut dihasilkan 6 (enam) kata kansei terpilih yaitu: berbeda dari yang lain, tidak mudah lembab, tidak berminyak, matang, renyah dan enak. Hasil  tahap eliminasi kemudian digunakan untuk melakukan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa kata kansei lebih penting daripada alfa dalam desain paket. hingga 5  kansei word yaitu warna terang, komposisi, nomor telepon, tanggal pembuatan makanan dan alamat pabrik, sedangkan kansei word tidak lebih penting dari alpha untuk rasa produk.
Deteksi Kelelahan Otot Berbasis Postur Kerja Operator Computer Control Room Menggunakan Integrasi Metode NBM dan ROSA DI PT. XYZ Achmad Ilyas Setiawan; Nina Mahbubah
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.845

Abstract

XYZ, sebuah perusahaan terminal elpiji yang mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji, telah mengotomatiskan pekerjaannya dengan menggunakan komputer sebagai salah satu alat utama. Semua operator di departemen Computer Control Room (CCR) menggunakan komputer sebagai alat bantu kerja dan bekerja selama 12 jam sehari, dengan istirahat yang berdampak pada penurunan performansi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat risiko kelelahan otot operator dan memberikan rekomendasi untuk mengurangi risiko cedera otot berdasarkan pendekatan risiko ergonomi. Metode yang digunakan adalah integrasi Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Responden penelitian adalah operator CCR dan penelitian dilaksanakan selama dua bulan. Hasil evaluasi NBM menunjukkan kondisi postur kerja yang tidak ergonomis dan hasil ROSA menunjukkan skor akhir sebesar 8, yang mengindikasikan risiko ergonomi postur kerja operator CCR yang dikategorikan sebagai berbahaya. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi risiko yang dirasakan operator adalah dengan meningkatkan fasilitas kursi sesuai standar ergonomi, berdasarkan perhitungan antropometri, yaitu lebar bahu 47,19 cm, tinggi bahu saat duduk 82,48 cm, tinggi siku 72,03 cm, lebar kursi 72,03 cm, tinggi poplitea 49,1 cm, dan poplitea pantat 50 cm. Implikasi teknis dan strategis dari penelitian ini adalah memberikan informasi penting bagi perusahaan untuk memperbaiki lingkungan kerja operator CCR agar lebih ergonomis dan meminimalkan risiko cedera otot pada operator. Usulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas kerja yang sesuai dengan standar ergonomi dapat menurunkan risiko cedera otot pada operator, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kinerja kerja operator CCR di PT. XYZ.
Rancangan Alat Pelipat Sarung Otomatis Berbasis Mikrokontroler Dalam Penerapan Ergonomis Andi Haslindah Mattalatta; Ahmad Hanafie; Suradi; Syarifuddin Baco
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.852

Abstract

Kain sarung merupakan pakaian adat masyarakat Indonesia memiliki ukuran yang tidak biasa dengan pakaian lainnya, alat pelipat kain sarung ergonomis antropometri adalah alat digunakan untuk melipat kain sarung yang dikaitkan dengan dimensi tubuh pengguna dan terintegrasi dengan hasil desain alat otomatis. Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah membutuhkan ruang yang besar, membutuhkan waktu berkisar 15,86 detik setiap sarung, dan kurang rapi dalam lipatan. Sehingga hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini akan lebih efektif dan efesien. Penelitian bertujuan merancang alat pelipat sarung otomatis berbasis mikrokontroler yang ergonomis ditinjau dari antropometri, menguji, dan mengimplementasikan sistem alat pelipat sarung otomatis. Metode digunakan untuk ergonomi antropometri adalah pengamatan langsung terhadap dimensi tubuh pengguna kemudian dilakukan uji statistik dengan uji persentil 95%, sedangkan untuk perancangan alat menggunakan metode research and development (R&B) metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu serta menguji dan mengembangkan memproses produk baru. Berdasarkan hasil penelitian rancang bangun alat pelipat sarung otomatis, alat ini mampu melipat sarung dengan rapi dan cepat, menerapkan sistem alat pelipat sarung otomatis berbasis mikrokontroler dalam penerapan ergonomi, dimensi antropometri yang mempengaruhi desain produk, yaitu siku ke tangan 38,70 cm, lutut ke lantai 35,50, siku ke siku 42,88, tangan mencapai 107,94 cm, panjang telapak tangan dan jari-jari 2345 yakni 11,29 cm. Dimensi-dimensi tubuh yang efektif dalam penggunaan alat sehingga pekerja tidak cepat merasakan kelelahan pada tubuh pekerja, sedangkan hasil pengujian alat lipat sarung ini adalah sistem kerja alat lipat sarung diletakkan di papan tulis, maka proses akan dimulai. Motor servo 1 menggerakkan papan pelipat 1, 2 dan 3 secara terus menerus, saat proses berjalan LED menyala dan buzzer terus berbunyi menandakan proses pelipatan telah selesai. Hasil perancangan alat dengan dimensi tubuh antropometri diperoleh hasil perbandingan antara pelipatan sarung otomatis berbasis mikrokontroler 7,50 detik. Dengan waktu yang efesien maka dapat meningkatkan kinerja yang optimal.
Seleksi Asisten Praktikum dengan Fuzzy AHP dan SAW Dutho S Utomo; La Ode Ahmad Safar Tosungku
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.857

Abstract

Proses seleksi asisten praktikum dengan kriteria yang sesuai perlu dilakukan agar mendapatkan asisten yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pada proses seleksinya terdapat banyak kriteria sehingga memerlukan metode multikriteria untuk dapat mengatasinya. Pada penelitian ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan bobot awalnya menggunakan Fuzzy AHP, sehingga menggabungkan metode Fuzzy dangan SAW. Kriteria yang digunakan adalah Nilai Praktikum, IPK, Nilai Matakuliah, Kemampuan Kerjasama, Tanggung Jawab dan Kemampuan komunikasi. Hasil dengan Fuzzy AHP didapatkan urutan kriteria dari yang terpenting adalah Nilai praktikum merupakan kriteria yang paling penting untuk menjadi asisten praktikum, yang disusul dengan IPK, Nilai Matakuliah, Kemampuan Kerjasama, Tanggung Jawab dan Kemampuan komunikasi. Hasil SAW didapatkan asisten A, B dan c adalah asisten yang terpilih dari calon alternatif asisten yang ada.
Model Penilaian Kinerja Rantai Pasok Produk Soft Drink Berbasis Balance Scorecard dan SCOR Terpadu Ranny Medola Putri; Rika Ampuh Hadiguna
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.887

Abstract

Permasalahan dalam mengintegrasikan BSC dan SCOR untuk menilai rantai pasok produk soft drink adalah formulasi Key Performance Indicators (KPI) dan penstrukturan KPI dalam perspektif BSC. Studi ini bertujuan untuk mengintegrasikan BSC dan SCOT sebagai sebuah sistem penilaian kinerja rantai pasok soft drink. Batasan sistem rantai pasok yang dimodelkan meliputi pabrik pembotolan produk dan pengecer produk jadi. Perancangan penilaian kinerja rantai pasok dengan metode BSC dan SCOR. Penerapan perancangan model pengukuran kinerja rantai pasok produk soft drink berbasis BSC dan SCOR terpadu menemukan 23 KPI. Semua KPI ini dikelompokkan ke dalam empat perspektif yang berlaku pada BSC. Perancangan model penilaian kinerja terdiri dari dua level pengintegrasian, yaitu Metode BSC pada level 1 dan Model SCOR pada level 2. KPI yang menjadi prioritas dalam penilaian kinerja rantai pasok produk soft drink adalah R31 (Revenue Perusahaan), D21 (Biaya Transportasi dari Pemasok hingga ke DC), P31 (Akurasi Peramalan Permintaan), P21 (Level inventory di plant), dan S41 (Jumlah Produk Rusak karena Perjalanan dari supplier) yang memiiki bobot paling besar.
Pengendalian Persediaan Mur Baut Untuk Perawatan Gerbong Kereta Api Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT) Puji Asih; Iva Mindhayani; Hendra Saputra
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.904

Abstract

Satria Saka Pratama divisi warehouse merupakan gudang persediaan barang dan spare part diantaranya adalah mur baut yang digunakan untuk kelancaran dan perawatan gerbong kereta api. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ongkos total pengendalian persediaan mur baut sesuai kebijakan perusahaan, menggunakan metode EOQ dan JIT. Mengetahui metode yang paling efisien untuk ongkos total persediaan mur baut per tahunnya.  Untuk mengetahui efisiensi ongkos total persediaan menggunakan metode EOQ maupun JIT, maka harus mengeahui dahulu ongkos total persediaan kebijakan perusahaan. Setelah mengetahui ongkos total persediaan kebijakan perusahaan, selanjutnya harus mengetahui ongkos total persediaan menggunakan metode EOQ maupun JIT.  Selanjutnya membandingkan ongkos total tersebut dan tentukan ongkos total yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukan ongkos total persediaan mur baut kebijakan perusahaan Rp 80.567.099,563, ongkos total persediaan menggunakan metode EOQ Rp 63.016.649,55 dan ongkos total persediaan menggunakan metode JIT aspek tingkat persediaan rata- rata Rp 55.091.897,34. Ongkos total persediaan mur baut yang paling efisien adalah metode JIT aspek tingkat persediaan rata-rata nilainya Rp 55.091.897,34.
Perancangan Mesin Perontok Padi Portabel Menggunakan Pendekatan Biomekanika Suhartono - Suhartono; Iva Mindhayani; Ilmardani Rince Ramli
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.906

Abstract

Mesin perontok padi yang berada di ekowisata Geopark Gunung Sewu Patuk Gunung Kidul sebagian besar masih menggunakan pedal tunggal tradisional yang terbuat dari sepeda atau becak yang tidak terpakai. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya cidera otot ypadaa petani setelah bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi mesin perontok padi tradisional tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadinya cidera otot, dapat meningkatkan produktivitas dan terlihat menarik oleh pengunjung. Metode penelitian menggunakan analisis biomekanika dari gaya-gaya yang dihasilkan oleh masing-masing segmen tubuh yang berpengaruh. Hasil penelitian terdapat koreksi desain mesin pada bentuk dan dimensi mesin antara lain; penambahan pedal, handle, sadel, setang dan roda fleksibel (yang dapat diatur ke atas dan ke bawah). Berdasarkan analisis fisiologis, energi yang dibutuhkan sebesar 2.633387 Kkal/menit dimana dapat dikategorikan beban ringan dan membutuhkan istirahat 5-6 menit. Sedangkan hasil analisis biomekanika pada mesin lama menunjukkan berat yang ditanggung oleh kaki penyangga oleh setiap segmen tubuh adalah 1902.719 N, sedangkan mesin hasil perbaikan memiliki beban lebih kecil yaitu 974.793 N. Gaya minimum yang terjadi pada setiap segmen adalah 288,907 N pada lengan dan bahu, 22,171 N pada bagian belakang, 254,541 N pada kaki mengayuh, dan 147,736 N pada pijakan kaki, sehingga dinyatakan bahwa itu lebih kecil dari standar NIOSH (1981) yang direkomendasikan sebesar 3400 N. Jadi, berdasarkan analisis antropometri, aspek ergonomis, dan biomekanik yang dikoreksi dari mesin perontok lebih baik dan lebih ergonomis daripada mesin lama. Dengan menggunakan desain mesin ini, masalah cedera otot dapat diatasi sehingga pekerjaan menjadi lebih aman, nyaman, sehat, efektif, dan efisien. Wisatawan dapat belajar lebih baik dan lebih banyak orang tertarik untuk mencobanya ketika musim panen tiba.

Page 8 of 13 | Total Record : 122