cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
IMPLEMENTASI TUTORIAL TATAP MUKA RANCANGAN KHUSUS BAGI MAHASISWA PROGRAM S1 PGSD FKIP UNIVERSITAS TERBUKA Asnah Said; Prayekti Prayekti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 66 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i66.359

Abstract

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui manfaat bantuan belajar Tutorial Tatap Muka Rancangan Khusus (TTMRK) terhadap prestasi belajar mahasiswa program S1 PGSD FKJP-UT Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tugas-tugas tutorial memberikan kontribusi kelulusan mata kuliah sebanyak 30 % termasuk di dalamnya partisipasi kehadiran mahasiswa dalam tutorial. Hal ini mencerminkan bahwa pelaksanaan TTMRK telah berjalan dengan baik meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau disempurnakan. 0leh karena itu, disarankan agar rekrutmen tutor harus lebih selektif lagi, selain memiliki kemampuan akademik sesuai dengan mata kuliah yang ditutorialkan juga harus memiliki kemauan dan komitmen yang tinggi untuk membantu mahasiswa dalam memahami materi mata kuliah. Di samping itu tutor harus dapat berperan sebagai pembimbing dan penasihat mahasiswa, tutor harus siap mendengarkan keluhan mahasiswa dan memberikan alternatif solusi untuk mengatasinya sehingga mahasiswa merasa memiliki teman yang dapat memberikan kekuatan pada saat mengalami kesulitan. Dengan memberikan bantuan belajar melalui TTMRK maka prestasi belajar mahasiswa semakin meningkat sehingga kegiatan TTMRK bermanfaat bagi mahasiswa khususnya dan bagi pengelola Program S1 PGSD. 
PENGARUH PEMBERIAN EVALUASI ULANGAN HARIAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA TINGKAT SMP KABUPATEN MAROS Muhammad Asdam
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 66 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i66.360

Abstract

Pengaruh pemberian evaluasi ulangan harian terhadap peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia pada tingkat SMP merupakan hal yang penting dikaji. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian ulangan harian terhadap peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia pada siswa tingkat SMP di Kabupaten Maros. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian evaluasi ulangan harian berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa tingkat SMP di Kabupaten Maros. Hal ini dapat tercermin pada prestasi belajar bahasa Indonesia pada siswa yang selalu diberikan ulangan harian. Peningkatan prestasi yang dicapai ditopang motivasi belajar yang memadai. 0leh karena itu, guru diharapkan membiasakan memberikan evaluasi ulangan harian, mengoreksi secara tepat, dan mengembalikan kepada peserta didik tepat pada waktunya.
TIPE PENILAIAN DAN PROSES PEMBAKUAN PEDOMAN PENILAIAN KOMPETENSI KETERAMPILAN MUSIK Sri Hermawati Dwi Arini
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 66 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i66.361

Abstract

Tulisan ini ditujukan kepada para pendidik seni mulai menggunakan pedoman penilaian yang mengacu pada kaidah ilmu pengetahuan untuk mengeliminir faktor subyektivitas dan karakter seni, khususnya musik membutuhkan tipe-tipe penilaian yang sesuai. Oleh karena itu, penskoran, penilaian dan pelaporan hasil tes harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Berdasarkan need assess­ment perlu dibenahi implementasi oleh para pendidik.
BAHASA ETNIK PENDATANG DI RANAH PENDIDIKAN KAJIAN SOSIOLINGUISTIK MASYARAKAT MADURA DI KOTA SURAKARTA Kundharu Saddhono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 66 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i66.362

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan kajian deskriptif kualitatifmengenai pemakaian bahasa etnik Madura di Surakarta pada ranah pendidikan. Data berupa wacana /isan dan dikumpulkan denganteknik simak libat cakap (observasi partisipasi), teknik rekam, teknikcatat, dan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Data dianalisis dengan pendekatan sosiolinguistik yang memperhitungkankonteks sosial berupa komponen tutut; yaitu penutur; mitra tutur situasitutur, tujuan tuturan, dan ha/ yang dituturkan. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa bahasa Indonesia mendominasipada ranah pendidikan walaupun bahasa Madura dan bahasa Jawa digunakan. Fungsi bahasa Madura: kekeluargaan, keakraban,ungkapan perasaan, identitas etnik, kerahasiaan dan pemertahananbudaya; bahasa Jawa: kebiasaan, adaptasi dan keakraban; bahasa Indonesia: situasi formal, komunikasi antaretnik, sekadar bergengsi,pendidikan, dan pertemuan awal; bahasa campur: situasi nonformal,penegasan pesan, dan konsep baru. Kekhasan pemakaian bahasa meliputi kata sapaan, pemakaian partikel, bentuk peru/angan ataureduplikasi, bentuk kata, variasi bahasa, dan dialek Bangkalan.
STUDI PEMETAAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA Yaya Jakaria
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 66 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i66.363

Abstract

Studi ini bertujuan untuk (a) memperoleh informasi tentang peta kemampuan sekolah dalam memanfaatkan Tl, dan (b) pengelolaan pendidikan dan pembelajaran agar mencapai hasil belajar yang lebih bermutu. Jenis penelitian ini adalah survei dan deskriptif research. Teknik sampling menggunakan Multistage Clus­ter Random Sampling, dari 27 provinsi sampel dan masing-masing provinsi dipilih 1 kabupaten dan 1 kota. Target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD, SMP. SMA. SMK negeri maupun swasta. Sampel terpilih sebanyak 93 SD, 105 SMP. 107 SMA, dan 56 SMK. Sumber data meliputi 54 orang Kepala Dinas Kabupaten/Kota, 361 orang Kepala Sekolah, 720 orang Guru, dan 361 orang siswa. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1). Ketersediaan fasilitas internet, LAN, program multimedia, dan Homepage di sekolah tidak mencapai separuh dari sekolah sampel; (2) Guru yang menguasai program komputer di sekolah masih sangat rendah, guru yang usianya relatif muda pada umumnya menguasai komputer; (3) Sebagian besar sekolah sudah melakukan kebijakan penggunaan TI dalam mendukung berbagai aktivitas di sekolah.
Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal lka Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Udin Saripudin Winataputra
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.364

Abstract

Bhinneka Tunggal Ika yang secara harfiah diartikan sebagai bercerai berai tetapi satu merupakan ilustrasi dari jati diri bangsa Indonesia yang secara natural, dan sosial-kultural dibangun di alas keanekaragaman. (etnis, bahasa, budaya, dll). Secara akademis, konsep bhinneka tunggal ika tersebut dapatdipahami dalam konteks konsep generik multiculturalism atau multikulturalisme. Dalam konteks itu, komitmen final tentang NKRI, Pembukaan UUD 1945 yang diterima secara konsisten dengan Pancasila di dalamnya, wawasan Nusantara yang mempersatukan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta pengakuan kebudayaan Indonesia yang merajut puncak-puncak budaya dari semua etnis yang ada di Indonesia, merupakan indikasi yang kuat bahwa Indonesia tidak menganut konsep American's melting pot, atau Australia's ethnic selection, atau Malaysia's three ethnicity coexistence, atau Argentina's social cultrural assortment tetapi merupakan eclectic model dari Canada's cultural mosaic dengan konsepsi Bhinneka Tunggal Ika Mpu Tantular
Pembunuhan Massal Etnis Cina 1740 dalam Drama Remy Sylado: Kajian New Historisisme Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.369

Abstract

Subjek penelitian ini adalah drama 9 Oktober l 740, Drama Sejarah karya Remy Sy/ado terbitan Kepustakaan Populer Gramedia,Jakarta, 2005. Fokus penelitian ini berupa penerapan kajian new historistsme, yang mendekonstruksi sejarah sebagai fakta dan memanfaatkan karya sastra guna mengkonstruksi sejarah. Temuan penelitian: pertama, drama ini berlatarkan peristiw a seputar pembunuhan etnis Cina di Batavia pada 1740 oleh kolonial VOC. Tokoh uiamanya Hein de Wit dan Hien Nio, sepasang kekasih dengan latar belakang seorang Belanda dan Cina. Kedua, tema utamanya peperangan antara balapasukan Cina dengan tentara Belanda yang terjadi aklbat pembantaian Belanda terhadap etnis Cina di Batavia,9 Oktober 1740. Amanatnya kebencian terhadap etnis atau ras lain merupakan suatu konstruksi sosial yang keliru, yang mendatangkan malapetaka. Ketiga, terlepas dari kadar realitas dan fiksinya. setidaknya drama int telah mengangkat peristiwa pembantatan tersebut; peristiwa itu direproduksi kembali. Keempat, lewat drama int Remy Sylado melakukan pembelaan terhadap usaha penyetereotipan etnis Cina. sebagat usaha resistensi terhadap konstruksi sosial anti-Cina.
Peningkatan Penguasaan Rumus Matematika Melalui Pemberian Latihan Soal Bervariasi Pada Siswa Kelas 11-7 SMU Negeri 1 Makassar Nurdin Nurdin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.370

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Aktion Research) yang bertujuan meningkatkan penguasaan rumus matematika melalui pemberian soal latihan bervariasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMU Negeri I Makassar dengan subjek penelitian Kelas JJ-7 dengan jumlah siswa sebanyak 48 orang (20 orang siswa laki-laki dan 28 orang siswa perempuan). Penelitian berlangsung selama dua siklus dengan masing-masing siklus selama 4 kali pertemuan. Hasil-hasil yang diperoleh melalui penelitian ini adalah a) pada siklus pertama, secara klasikal terlihat bahwa skor rata-rata siswa adalah 6,96 atau berada dalam kategori tinggi, b) Pada siklus kedua, secara klasikal terlihat bahwa skor rata-rata siswa adalah 7,21 atau berada dalam kategori tinggi, c)terdapat peningkatan penguasaan rumus matematika siswa setelah dilakukan pemberian soal-soal latihan bervariasi, dl terjadi peningkatan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses belajar-mengajar matematika, yang tercermin dari jumlah Siswa yang siap mengerjakan soal di papan tulis yang cenderung meningkat dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
Kemampuan Penalaran Formal dan Lingkungan Pendidikan Keluarga Dikaitkan dengan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa Muh. Tawil
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi siswa kelas X SMAN 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam ha! 1) hasil belajar fisika, 2) kemampuan penalaran formal, 3) projil lingkungan pendidikan keluarga, 4) apakah kemampuan penaralan formal mempunyai pengaruh positip yang signifikan terhadap hasil belajar fisika, 5) apakah lingkungan pendidikan keluarga mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hasil belajar fisika termasuk kategori sedang, 2) Kemampuan penalaran formal termasuk kategori awal formal, 3) profit lingkungan pendidikan (a) sebagian besar mempunyai tempat belajar di rumah tetapi tidak memadai, (b) waktu belajar di rumah sekitar 3 jam perhari,(c) orang tua pernah menanyakan keadaan belajar dan memberi bantuan dalam menyelesaikan permasalahan pelajaran, (d) mendapatkan hadiah/pujian dari orang tuanya bila mereka berprestasi di sekolah, (e) pendidikan orang tua pada umumnya minimal lulus SMA (ayah) dan lulus SMP (ibu), 4) kemampuan penalaran formal berpengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika, dan 5) lingkungan pendidikan keluarga tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika.
Kesenjangan Gender dalam Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan Ida Kintamani
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.372

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kesenjangan gender dalam pemerataan dan perluasan akses pendidikan dilihat dari empat hal, yaitu 1) sasaran umum pendidikan bagi perempuan, 2) akses pendidikan bagi perempuan, 3) kontrol pendidikan bagi perempuan, dan 4) manfaat pendidikan bagi perempuan. Hasil penelitian adalah bahwa sasaran umum pendidikan menunjukkan kesenjangan gender pada SD (4,40%) dan SM (2,9%) akibat akses penndidikan yang dihitung dari angka masukan kasar juga ada kesenjangan sebesar 3,51% Partisipasi mahasiswa dalam bentuk presentase mahasiswa PT pada teknologi (61,48%) dan IPA (52,01%) juga terjadi kesenjangan rata-rata sebesar 10,60% akibat kontrol pengambilan keputusan lebih didominasi laki-laki. Oleh karena dominannya laki-laki dalam penentu kebijakan sehingga perempuan tertinggal, hal ini ditunjukkan perempuan yang menduduki eselon hanya 20,34% sehingga ada kesenjangan 39,33%). Angka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga menunjukkan kesenjangan terutama pada SMP ke SMK (13,22%) dan hanya angka bertahan di semua jenjang yang lebih besar perempuan