cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Modernisasi dan Rekonstektualisasi Pendidikan di Era Globalisasi Muchlis R. Luddin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.374

Abstract

Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengapa sebuah kebijakan harus diambil setelah memperhatikan berbagai variabel yang sedang berkembang. Area kebijakan pendidikan merupakan diskursus penting dalam penyelenggaraan pendidikan di suatu negara. Kebijakan pendidikan amat menentukan konstruksi dan arah pembangunan manusia Indonesia. Kebijakan pendidikan tidak dirumuskan dalam suatu proses yang tunggal, tetapi ta ditentukan oleh berbagai variabel penting, apalagi jika kebijakan pendidikan itu ingin difokuskan kepada upaya mengantisiapasi perkembangan aspirasi masyarakat. Pada era glo­bal seperti sekarang, kebijakan pendidikan harus mencerminkan tuntutan modernisasi dan rekonstektualisasi, sehingga kebijakan pendidikan itu relevan dengan aspirasi masyarakat, pembangunan ekonomi, dan perkembangan atau tuntutan globalisasi.
Hubungan Minat Terhadap Profesi Guru dan Motivasi Berprestasi dengan Keterampilan Mengajar H. Sholeh Hidayat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan minat terhadap profesi guru dan motivasi berprestasi dengan keterampilan mengajar. Hasil Penelitian menunjukkan 1)Minat terhadap profesi guru mahasiswa semester VIII jurusan Pendidikan matematika termasuk kategori tinggi, 2) Motivasi berprestasi mahasiswa semester VIII jurusan Pendidikan Matemtika termasuk kategori tinggi, 3) Keterampilan mengajar mahasiswa semester VIII jurusan Pendidikan Matematika termasuk baik, 4) Minat terhadap profesi guru memiliki hubungan positif dengan keterampilan mengajar, 5) Motivasi berprestasi memiliki hubungan yang positif dengan keterampilan mengajar dan 6) Minat terhadap pofesi guru dan Motiovasi berprestasi secara bersama-sama memi/iki hubungan positif dengan keterampilan mengajar. Untuk meningkatkan minat terhadap profesi guru dan motivasi berprestasi serta keterampilan mengajar para mahasisw a dalam pembelajaran PPL dan Ilmu Pembelajaran lainnya perlu diberikan pengalaman mengajar yang bermakna melalui pilihan strategi pembelajaran dan pemilihan me­dia pembelajaran yang tepat.
IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Darmiyati Darmiyati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah pelaksanaan asesmen diagnostik melalui penilaian tes, non tes, dan remedial dapat meningkatkan hasil belajar matematika di Sekolah Dasra (SD). Penelitian ini dilaksanakan di kelas 3 SDN 04 Banjarbaru Utara 4, dengan jumlah sampel 34 orang siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dibantu oleh tiga orang kolaborator yang mengikuti langkah-Iangkah pra observasi, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan rejleksi. Penelitian ini dilaksanakan empat siklus, subjek penelitian ini guru dan siswa, data dikumpulkan melalui tes, kuesioner sikap, observasi perilaku siswa, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setelah setiap topik pembelajaran diberikan asesmen diagnostik, berupa pemberian tes, remedial, dan non tes berupa kuesioner sikap siswa, observasi perilaku siswa mengikuti pembelajaran matematika.
Budaya Kepemimpinan Lokal dalam Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) La Turi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi yang berkaitan dengan pentingnya implementasi budaya kepemimpinan lokal dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) di sekolah. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bau-Bau, Keraton Buton Sulawesi Tenggara dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat etnografi. Data dan informasi penelitian ditetapkan dengan teknik Snow-ball. Jnforman penelitian terdiri atas kepala sekolah, para guru, staf pendukung lainnya, komite sekolah, tokoh masyarakat/pemimpin informal/tokoh adat. Data dikumpulkan dengan cara observasi p artisip an, interview mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis domain, analis is taxonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu aspek yang dapat mempengaruhi pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) adalah budaya kepemimpinan lokal, dalam istilah setempat dikenal dengan kepemimpinan "Bhinct-bhinci kuli "
Upaya Peningkatan Partisipasi Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan Melalui Metode Peer Teaching dan Brainstorming Nanang Martono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.382

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dosen di kelas adalah mahasiswa yang pasif selama proses pembelajaran, terutama bila kelas yang ada adalah kelas besar. Artikel ini ditulis berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), untuk mengatasi rendahnya partisipasi mahasiswa tersebut melalui diskusi kelompok (menggunakan metode peer teaching) dan diskusi kelas (menggunakan metode brainstorming). Langkah pertama yang dilakukan adalah dosen menyampaikan materi kepada mahasiswa. Di akhir proses pembelajaran, dosen memberikan materi diskusi untuk didiskusikan secara berkelompok. Proses diskusi kelompok dilakukan di luar jam kuliah. Metode brainstorming dilakukan pada pertemuan berikutnya setelah diskusi kelompok. Dalam diskusi ini, salah satu atau dua kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kelompok yang lain bertugas sebagai audience yang menanggapi hasil diskusi kelompok presenter. Hasil PTK menunjukkan bahwa hampir 75 persen mahasiswa berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok. Pada diskusi kelas, 15 persen mahasiswa juga aktif selama diskusi.
PROFIL GAYA BERPIKIR SISWA SMP DALAM BELAJAR MATEMATIKA Suradi Suradi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.384

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan profil gaya berpikir siswa SMP, dalam kaitannya dengan prestasi belajar matematika. yang dapat digunakan sebagai suatu pertimbangan bagi guru dalam melayani/membimbing siswa berdasarkan gaya individual dalam belajar matematika. Penelitian ini juga dapat menjadi umpan balik dalam menilai apakah pengajaran yang selama ini terlaksana sebagai masukan instrumental memberikan dampak berarti bagi pengembangan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) siswa dengan gaya belajar Field Depen­dent (FD) pada umumnya berpikir sekuensial konkret, sedangkan siswa Field Independent (Fl) berpikir acak abstrak; (2) gaya berpikir mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP; dan (3) prestasi belajar matematika siswa Fl lebih baik jika dibandingkan siswa FD. Sebagai implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini, disarankan agar dalam pembelajaran matematika dioptimalkan interaksi antara siswa Fl dan FD, dan memberikan pembelajaran yang banyak berkaitan dengan dunia nyata siswa. Pembelajaran hendaknya dimulai dari hal yang realistik bagi siswa ke hal yang abstrak, karena cara siswa SMP berpikir masih didominasi sekuensial konkret dan acak abstrak.
POTENSI GURU FISIKA SMA DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Indrawati Indrawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.385

Abstract

Penelitian ini bersifat evaluatif tentang potensi Guru Fisika SMA dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di Indonesia dan data kajian bersifat deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumenter. Teknik analisis data untuk memperoleh hasil kajian digunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) rata-rata SMA masih kekurangan Guru Fisika SMA, (b) masih ada Guru Fisika yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, (c) pemahaman Guru Fisika terhadap kurikulum/GBBP baik, (d) tanggapan mereka terhadap kurikulum/GBPP kurang balk, (e) potensi Guru Fisika SMA dalam implementasi kurikulum/GBPP masih kurang baik di mana Guru Fisika jarang menyusun persiapan program pengajaran, tetapi mereka dalam melaksanakan prosedur pembelajaran di kelas tergolong baik, dan (f) kegiatan profesional Guru Fisika di luar tugas wajib secara rata­-rata baik.
MENYOAL PROFIL SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Mariati Mariati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.386

Abstract

Secara umum studi ini bertujuan untuk melakukan pengkajian penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional (SBI) dan secara khusus untuk mengetahui profil sekolah SBI dan sekolah yang menyelenggarakan kelas bertaraf internasional. Pengkajian dilaksanakan terhadap sekolah negeri maupun swasta yang menyatakan dirinya bertaraf internasional. Jumlah sampel 48 sekolah yang terdiri atas enam TK, 15 SD, 12 SMP, dan 21 SMA tersebar di 20 provinsi/kabupaten/kota. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi, dan te/aah dokumen yang terdapat di sekolah. Responden terdiri atas 48 kepala sekolah, 217 guru mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Jnggris, IPA, Matematika, dan TIK). Hasil studi menunjukkan bahwa definisi dan karakteristik SBI dipahami dengan sangat bervariasi tetapi pada umumnya mereka menyatakan bahwa proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris, didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk menciptakan lulusan yang dapat bersaing secara global. Hampir semua pelaksana SBI menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sebagai acuan utama yang diperkaya dengan adaptasi atau adopsi kurikulum negara lain, seperti IB (International Baccalaureate) dan Cambridge. Penyelenggaraan kelas bertaraf internasional di SBI membentuk eksklusivisme dibandingkan dengan kelas reguler. Proses KBM menggunakan dwibahasa (bilingual), sedangkan sistem pembelajaran menggunakan moving class, serta team teaching. Disisi lain, sebagian sekolah sampel masih terlihat seperti kelas reguler berbahasa lnggris. penilaian belum menggunakan multi teknik, yang masih didominasi oleh tes, baik tes tertulis maupun lisan.
PRAKARSA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PROSES PENDIDIKAN B.P. Sitepu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.387

Abstract

Pada umumnya sekolah di Indonesia mengalami sejumlah masalah dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Mutu dan jumlah pendidik serta tenaga kependidikan yang belum seperti diharapkan, sarana dan prasarana pembelajaran yang kurang, di samping jumlah dana yang belum mencukupi, merupakan contoh-contoh masalah yang dihadapi oleh sekolah. Akan tetapi diyakini bahwa prakarsa dan kreativitas kepala sekolah dan guru dapat mengatasi berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi oleh sekolah. Penelitian yang mencakup 28 sekolah dasar dan sekolah lanjutan pertama yang tersebar di sembilam provinsi ini, menemukan bahwa prakarsa sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran kurang didorong dan kurang dikembangkan khususnya di sekolah-sekolah tertentu milik Pemerintah. Birokrasi yang ada dan kebijakan nasional dan kebijakan daerah tidak selalu dipahami dan dilaksanakan secara tepat untuk mendukung desentralisasi sistem pengelolan sekolah. Penelian ini menyarankan sejumlah usul kebijakan untuk mendorong sekolah melakukan prakarsa dan berbuat lebih banyak dalam meningkatkan mutu pendidikan
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN MOTORIK TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BOLA BASKET Razali Razali
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran, tingkat kemampuan motorik, dan interaksi antara dua variabel terhadap hasil belajar keterampilan bola basket. Penelitian ini dilaksanakan terhadap mahasiswa semester pertama angkatan 2002/2003, Jurusan Pendidikan Jasmanai, Kesehatan dan Rekresi, FIK Universitas Negeri Medan. Penelitian berlangsung selama tiga bulan yaitu mulai September sampai dengan November tahun 2002. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, jumlah sampel seluruhnya 40 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa" (1) hasil belajar keterampilan bola basket dengan metode pembelajarn bagian, (2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran keseluruhan lebih baik dari metode pembelajaran bagian bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan motorik tinggi, dan (4) hasil belajar keterampilan bola basket yang diajar dengan metode pembelajaran keseluruhan maupun metode pembelajaran bagian tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan motorik rendah.