cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
PERAN PERPUSTAKAAN UMUM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MASYARAKAT PENGGUNA: KASUS DI DKI JAKARTA Pudji Muljono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.390

Abstract

Pengelolaan perpustakaan umum dilakukan antara lain untuk memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memanfaatkannya. Namun saat ini pemanfaatan perpustakaan umum ternyata belum optimal. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana kontribusi perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas pemakai, terutama bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa. Penelitian survei ini dilakukan di lima perpustakaan umum wilayah DKI Jakarta dimana analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara variabel sikap pemakai terhadap koleksi, petugas, layanan dan fasilitas dengan kualitas pemakai terutama dari kelompok masyarakat umum. Selain itu juga terdapat korelasi yang positif antara pemanfaatan perpustakaan umum dengan peningkatan kualitas pemakai, baik dari kelompok masyarakat umum, pelajar, maupun mahasiswa.
METODE PEMBELAJARAN PENERJEMAHAN Yoce Aliah Darma
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.391

Abstract

Keterampilan menerjemahkan adalah suatu keterampilan berbahasa yang menuntut penguasaan dua bahasa, misalnya bahasa inggris sebagai Bahasa Sumber (BSu) dan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Sasaran (BSa). Dalam dunia informasi masalah ini sangat penting, karena banyak informasi yang berasal dari sumber bacaan bahasa asing. lnformasi dari bahasa asing ini dapat diterima dengan cara menerjemahkan dan biasanya dilakukan oleh penerjemah. Penerjemah ini yang harus menguasai bagaimana metode dan proses pemahaman dalam penerjemahan. Menurut Newmark untuk memahami suatu teks diperlukan penguasaan cara membaca umum (general reading), tujuannya untuk mendapatkan 'pesan pokok ', dan cara membaca cermat (closer reading) untuk 'memahami kata-kata ', baik dalam konteks teks, maupun di luar konteks, dalam arti apakah makna kata itu berupa arti teknis, gaya bahasa atau arti kiasan. Metode yang paling mudah digunakan adalah metode padanan kata yang dikemukakan oleh Catford, yaitu penerjemahan kata per kata (word by word translation), penerjemahan harfiah (literary transla­tion), dan penerjemahan bebas (free translation).
PROFESI GURU SEBAGAI PROFESI YANG MENJANJIKAN PASCA UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN Subijanto Subijanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.392

Abstract

Undang-Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen pada hakikatnya untuk mengangkat harkat dan martabat guru sebagai pendidik profesional. Sebagai guru profesional guru wajib: (a) memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana/diploma empat; (b) memiliki kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; (c) memiliki sertifikat pendidik, (d) sehat jasmani dan rokhani, dan (e) memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya guru memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial, yang meliputi: (1) gaji pokok, (2) tunjangan yang melekat pada gaji, serta (3) penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasai. Ke depan, profesi guru cukup menjanjikan dan diharapkan menjadi pilihan pertama bagi generasi muda atau setidak-tidaknya menjadi pilihan yang sama dengan profesi lainnya, seperti dokter; akuntan, insinyur, advokat, notaris tdan lain­ lainnya.
PENGARUH UMPAN BALIK EVALUASI FORMATIF DAN KEPRIBADIAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Herman Paneo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 67 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i67.394

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan: (1) hasil belajar matematika yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (2) hasil belajar matematika antara siswa yang memiliki tipe kepribadian extrovert dengan siswa yang berkepribadian introvert; (3) hasil belajar matematika pada kelompok siswa yang berkepribadian extrovert yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (4) hasil belajar matematika kelompok siswa berkepribadian introvert yang diberi umpan balik secara kelompok dengan siswa yang diberi umpan balik individual; (5) pengaruh interaksi antara pemberian umpan balik evaluasi formatif dan tipe kepribadian siswa terhadap hasil belajar matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan "Facto­rial Group Design" 2x2. Hasil studi: (1) terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika untuk kelompok siswa yang diberi umpan balik kelompok dengan kelompok siswa yang diberi umpan balik in­dividual, (2) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki kepribadian extrovert dengan kelompok siswa yang memiliki kepribadian introvert, (3) untuk kelompok siswa yang memiliki kepribadian extrovert dan diberi umpan balik kelompok hasil belajar matematikanya lebih tinggi dari kelompok siswa yang diberi umpan balik individual, (4) untuk kelompok siswa yang memiliki kepribadian introvert dan diberi umpan balik individual hasil belajar matematikanya lebih tinggi dari kelompok siswa yang diberi umpan balik kelompok.
ANALISIS SWOT PENYELENGGARAAN DIKLAT ONLINE TIK GURU Eni Susilawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 1 No. 3 (2016)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v1i3.395

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) has been highly demanded in education and Pustekkom (Center of ICT for Education of Indonesia Ministry of Education and Culture) has implemented online ICT training for teachers. In relation to it, the purpose of this research was to analyze the implementation of ICT online training and to get feedback for strategy in improving the quality of ICT online training implementation. The study was conducted with qualitative methods using SWOT matrix approach to formulate a strategy to improve the quality of education and online training. Sample was taken from the ICT online training participants in 15 locations held by Pustekkom in 2015. The collecting data using a list of open questions and observations were limited in accordance with the purpose of research.The result shows that the result of the analysis of ICT online training for teachers in 2015 can be used as input to improve the quality of implementation of the ICT online training for participants, organizer, and stakeholders. It also reveals that the success of the training are determined by external and internal factors(Strength, Weakness Opportunity and Threats). In conclusion, the SWOT analysis gives four alternative formulation strategies, namely, Opportunities-Strength (SO), Weaknesses-Opportunities (WO), Strength-Threats (ST), and Weaknesses-Threat (WT) covering improvement of the quality of application, training package (selection process, curriculum, implementation), infrastructure, human resource (participants, organizers), and commitment of the relevant stakeholders. ABSTRAKIntegrasi teknologi dan Informasi (TIK) dalam pembelajaran telah menjadi sebuah tuntutan dan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu stakeholder pemanfaatan TIK dalam pendidikan telah menyelenggarakan diklat online TIK bagi para guru. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) online TIK bagi guru dan mendapatkan masukan strategi dalam peningkatan kualitas penyelengggaraan diklat online TIK pada tahun berikutnya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan matrik SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan diklat online. Obyek penelitian diambil dari perwakilan peserta diklat online TIK di 15 lokasi yang diselenggarakan oleh Pustekkom pada tahun 2015. Pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan terbuka dan observasi terbatas sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis SWOT diklat online TIK guru tahun 2015 dapat dijadikan masukan dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan diklat online TIK bagi peserta diklat, penyelenggara, dan stakeholder terkait dan keberhasilan diklat online TIK bagi guru ditentukan oleh faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari hasil analisis SWOT diperoleh empat rumusan alternatif strategi yaitu Strategi Strength–Opportunities (SO), Weaknesses–Opportunities(WO), Strength–Threats(ST), dan Weaknesses–Threat (WT) yang mencakup peningkatan kualitas dari sisi aplikasi, kemasan diklat(proses seleksi, kurikulum, pelaksanaan), sarana prasarana, SDM(peserta, penyelenggara ), dan komitmen stakeholder yang terkait.
METODOLOGI PENELITIAN ALAMIAH DAN ALAMIAH Herry Widyastono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 68 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i68.398

Abstract

Metodologi penelitian dapat dibedakan antara metodologi penelitian kuantitatif (penelitian ilmiah) dan metodologi penelitian kualitatif (penelitian alamiah). Penelitian ilmiah pada umumnya menggunakan proses logika-hipotetiko-verivikatif, sedangkan penelitian alamiah pada umumnya menggunakan proses sirkuler. Kadangkala karena ketidaktahuan kita, kemudian kita mengidentifikasi diri sebagai penganut metode tertentu, dan dengan latah mengecam metode lainnya. Walaupun terdapat perbedaan antara kedua metode tersebut, tak ada faedahnya untuk memper­tentangkannya bahkan memandangnya sebagai dua aliran yang bermusuhan. Yang perlu diperhatikan ialah bahwa ada masalah yang lebih sesuai diteliti dengan menggunakan penelitian ilmiah, ada pula masalah yang lebih sesuai diteliti dengan menggunakan penelitian alamiah. Penelitian ilmiah lebih menekankan pada pengukuran produk, sedangkan penelitian alamiah lebih menekankan pada pengukuran proses.
ADAPTASI BAHASA ANAK USIA BALITA PADA LINGKUNGAN BAHASA BARU DI JAKARTA TIMUR Hanna Hanna
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 11 No. 52 (2005)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v11i52.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi teirang: (1) bagaimana seorang anak usia balita mampu beradaptasi bahasa dengan dialek tertentu walaupun sudah ada dialek yang dikuasai sebelumnya, (2) bagaimana anak usia balita mengerti dan memahami bahasa dengan dialek tertentu sesuai dengan perkembangan jiwanya dan pengaruh neurologi, (3) bagaimana anak berusia balita mampu memelihara dua dialek dalam satu komunikasi, dan ( 4) bagaimana anak berusia balita mampu membedakan dua dialek dalam satu komunikasi. Hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa ternyata anak usia balita sangat cepat dan lancar dalam mengadaptasi bahasa dan dialek. Mereka juga lebih cepat memahami dan mengerti bahasa dan dialek yang didengarnya tanpa menghilangkan bahasa dan dialek awal. Proses penerimaan itu terjadi tanpa paksaan melainkan diperoleh dengan cara alamiah. Hal ini terlihat pada beberapa dia­ log yang dikemukakan dalam penelitian ini. Kemampuan memelihara dan memahami bahasa dan dialek yang berbeda merupakan suatu hal yang perlu ditingkatkan.
KAJIAN KARYA SASTRA BERDASARKAN PERSPEKTIF FEMINISME SEBAGAI PIJAKAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SASTRA YANG BERORIENTASI GENDER Dedi Heryadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 68 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i68.400

Abstract

Gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarkhi terus bergejolak melalui berbagai aktivitas kehidupan sosial. Salah satu hal yang cukup menarik yaitu munculnya gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarki melalui sorotan pada karya sastra. Mereka memandang bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan sosial pada latar di mana karya sastra itu dilahirkan. Model gerakan ini tampaknya sangat efektif dalam upaya menyadarkan semua pihak untuk memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan bahwa masalah gender bukanlah alat untuk memilah kaum lemah dan kuat melainkan suatu kodrati yang harus menjadi dasar hidup saling membutuhkan dan berperan secara proporsional. Salah satu kasus karya sastra yang cukup menarik dikaji berdasarkan perspektif feminisme adalah novel berjudul "Women at Point Zero" karya seorang sastrawan wanita Mesir yang bernama Nawal el-Sadawi. Novel ini menggambarkan fenomena kehidupan wanita sebagai korban paham patriarkhi. Bagi dunia pembelajaran sastra hasil kajian model ini sangat bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis hasil kajian ini bermanfaat sebagai pemerkaya teori sastra yang sudah ada dan secara praktis (khusus untuk pengajaran sastra) dapat dijadikan pola dan pijakan pengembangan model pembelajaran sastra yang berorientasi pada penumbuhan sikap kesadaran pembelajar dalam menghadapi isu-isu gender yang sedang merebak dalam kehidupan umat manusia saat ini.
SIKAP MAHASISWA TERHADAP SISTEM PAKET PENGAJARAN BELAJAR MATA KULIAH PSIKOLOGI SOSIAL I PADA FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA Hamdan Yasun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 68 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i68.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan empirik tentang sikap mahasiswa terhadap sistem pengajaran Paket Belajar (PB) dalam mata kuliah Psikologi Sosial 1. Di samping itu untuk mengetahui perbedaan sikap mahasiswa antar kelas dalam mata kuliah yang sama. Teori yang dipergunakan adalah teori tentang sikap dan teori sistem pengajaran PB. Metode penelitian yang dipakai adalah metode survei dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan kuesioner (angket). Analisis data mempergunakan statistik, dengan teknik Chi Kuadrat (X2). Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa : 1). Tidak ada perbedaan sikap mahasiswa di antara kelompok kelas terhadap PB, dan 2). Sikap mahasiswa cenderung menyetujui sistem PB hampir optimal.
MENGEMBANGKAN KUALITAS PEMAHAMAN DALAM ALJABAR ABSTRAK MELALUI PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEORI APOS (Eksperimen pada Mahasiswa Matematika UNAND dan Pendidikan Matematika UNP) I Made Arnawa
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 68 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i68.402

Abstract

Pemahaman merupakan tujuan utama yang ingin dicapai dalam setiap pembelajaran matematika. Kualitas pemahaman seseorang tentang suatu konsep menggambarkan kualitas skema yang dimiliki oleh orang tersebut. Keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan persoalan-persoalan matematika sangat ditentukan oleh kualitas skema yang dimilikinya. Teori APOS yang merupakan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang khusus untuk perguruan tinggi, mempostulatkan bahwa tingkat-tingkat pemahaman seseorang tentang suatu konsep matematika dapat dikategorikan ke dalam empat tingkatan, yaitu: aksi, proses, objek, dan skema. Penelitian yang dilakukan di Jurusan Matematika UNAND dan Jurusan Pendidikan Matematika UNP bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kontribusi teori APOS dalam mengembangkan kualitas pemahaman mahasiswa dalam aljabar abstrak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memperoleh pembelajaran aljabar abstrak berdasarkan teori APOS mempunyai tingkat pemahaman lebih baik jika dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran secara biasa.