cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
fathurrohman.fai@staff.unsika.ac.id
Editorial Address
Pasca Sarjana PAI Fakultas Agama Islam UNSIKA Alamat: Jl. HS Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25488171     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Religion, Education,
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan diterbitkan oleh Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tujuan menampung semua hasil penelitian, ide atau gagasan inovasi pendidikan, artikel-artikel pendidikan serta kajian tentang pendidikan yang akan dipublikasikan.
Articles 84 Documents
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SERTA DISPOSISI MATEMATIK SISWA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA SMP Tiara Sari Nissa
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah masalah pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik serta disposisi matematik siswa SMP antara yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual dengan pembelajaran biasa yang dilakukan guru. Penilitian ini merupakan penilitian eksperimen dengan desain pretes-postes disain. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, dengan pertimbangan tertentu. Dengan segala pertimbangan yang dilakukan dengan pihak sekolah dengan mempertimbangan kondisi kelas serta jadwal yang ada. Metode pengumpulan data adalah tes dan nontes, instrumen tes mencakup tes kemampuan penalaran dan komunikasi matematik sedangkan nontes mencakup tes skala sikap disposisi matematik siswa. Data dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, Rata-rata hasil belajar kemampuan penalaran matematik siswa pada kelas dengan pembelajaran pendekatan kontekstual lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran biasa. Hasil belajar komunikasi matematik siswa pada kelas dengan pembelajaran pendekatan kontekstual lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran biasa. Disposisi matematik siswa pada kelas dengan pembelajaran pendekatan kontekstual lebih baik daripada kelas dengan pembelajaran biasa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan penalaran, komunikasi dan disposisi matematik siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual dengan yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran biasa. Perbedaan yang signifikan ini membuktikan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual lebih baik terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran biasa. Kata Kunci: Pendekatan kontekstual, kemampuan penalaran matematik, kemampuan komunikasi matematik, dan disposisi matematik siswa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA RELIGIUS (STUDI DESKRIPTIF DI SDIT TAHFIZH QUR’AN AL-JABAR) Abdul Jalil; Amirudin; Acep Nurlaeli
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 01 (2020): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui pendidikan karakter di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar. 2) Untuk mengetahui budaya religius di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar. 3) Untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter berbasis budaya religius di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menitik beratkan pada pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data (display data), penarikan sebuah kesimpulan. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: Pendidikan karakter yang ada di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar menekankan kepada 4 aspek nilai yaitu: (1) Religius; (2) Disiplin; (3) Bertanggung Jawab; (4) Gotong royong. Religius yang dimaksud ialah religius Islami. Budaya religius yang ada di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar merupakan budaya yang Islami dan Qur’ani, budaya karakter Islami dalam aktivitasnya yaitu budaya Shalat Dhuha, Murojaah, Shalat Dzuhur, Tadarus, Shalat Ashar, dan budaya kebersihan dan lain sebagainya. Implementasi pendidikan karakter berbasis budaya religius di SDIT Tahfizh Qur’an Al-Jabar, diwujudkan melalui 3 tahapan, yang pertama melalui nilai-nilai religius Islami, meliputi: keteladanan, pembiasaan, penanaman kedisiplinan dan kejujuran. Melalui aktivitas-aktivitas Islami, meliputi: aktivitas harian, aktivitas mingguan, aktivtas bulanan dan aktivitas tahunan. Kemudian yang terakhir melalui simbol-simbol Islami meliputi: Mushalla, logo sekolah dan dekorasi Islami yang terpasang di lingkungan sekolah sesuai ajaran Islam juga kata-kata mutiara.
INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH DALAM MENGHADAPI ERA MILENIAL Acep Nurlaeli
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 01 (2020): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah (MI,MTS,MA) saat ini masih memberi kesan terpisah diantara masing-masing mata pelajaran baik Quran Hadist, Fiqih, Aqidah, dan Sejarah Kebudayaan Islam, belum ada keterpaduan yang utuh terintegrasi pada tema substantif. Keterpaduan inilah yang dapat mengoptimalkan pengamalan dan pengalaman kehidupan beragama peserta didik sebagai tujuan pembelakaran, karena mereka merasa mendapat dukungan yang utuh dari berbagai sisi peraturan agama dalam melaksanakan suatu kegiatan ibadah. Pengembangan kurikulum PAI di madrasah masih menghadapi berbagai masalah disebabkan oleh kompleksitas lembaga madrasah mulai dari perbedaan status kepemilikan madrasah,lingkungan madrasah dan guru di madrasah. Guru madrasah wajib menginovasi kurikulum menghadapi perubahan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ditambah isu-isu yang berkembang di era milenial. Masalahnya adalah bagaimana inovasi tersebut dilaksanakan guru PAI di madrasah ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan pengembangan kurikulum PAI di madrasah menghadapi era milenial. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data-data yang di peroleh berasal dari beberapa regulasi, buku dan jurnal. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mengetahui inovasi pengembangan kurikulum untuk meningkatkan mutu madrasah di era milenial sebagai sekolah berciri khas agama Islam. Hasil penelitian pustaka menunjukkan bahwa konstruksi kurikulum PAI di madrasah masih menitikberatkan pada Subject Centered Design, yang berfokus pada mata pelajaran terpisah. Faktor penentu yang paling dominan adalah guru dan sarana prasarana. Model konstruksi kurikulum terletak pada esensi dan kedalaman materi, maka Collaborrative Curriculum Madrasah’s menjadi pilihan inovasi kurikulum PAI Madrasah yang dinilai ideal dapat diterapkan di era milenial dengan pola pembelajaran terpadu dari mata pelajaran PAI di madrasah.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN KEBIASAAN IBADAH SHALAT PESERTA DIDIK DI SDIT AL ISTIQOMAH DAN MIS AL-‘IANAH KABUPATEN KARAWANG Sofyan Iskandar; Amirudin; Acep Nurlaeli
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 01 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter bisa diartikan bagaimana mengaplikasikan atau mengukir nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus, dan berperilaku jelek dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut orang berkarakter mulia. Dalam menumbuhkan pendidikan karakter, perlu adanya kesadaran dari berbagai pihak untuk memulai dan menjadi pembiasaan. Pendidikan berperan kuat dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian mengenai penerapan pendidikan karakter dalam meningkatkan ibadah shalat. Ini difokuskan pada nilai-nilai pendidikan karakter dalam meningkatkan ibadah shalat. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter dalam meningkatkan ibadah shalat peserta didik di SDIT Al–Istiqomah dan MI Al–I‟anah Kabupaten Karawang. Berkaitan dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan karakter yang dikembangkan pada nilai – nilai pendidikan karakter dalam meningkatkan ibadah shalat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter dalam meningkatkan ibadah shalat. Sumber data dalam penelitian ini adalah SDIT Al-Istiqomah dan MI Al-I‟anah. Proses pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data
Meneladani Kisah Seorang Muadzin Pertama, Bilal Bin Rabbah Muhammad Falah Wikrama; Ferianto Ferianto
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 02 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v6i02.8875

Abstract

Muadzin pertama dalam sejarah islam, bilal bin rabbah, merupakan sosok inspiratif yang patut ditiru dalam kehidupan sehari-hari. ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan dan perjuangan Bilal, antara lain keberanian menjaga iman, kesabaran menghadapi rintangan dan keikhlasan dalam menyelesaikan tugas. Bilal bin Rabbah menghadapi banyak kendala dan perlakuan kasar dari kaum Quraisy yang tidak menyukai Islam. Namun, ia tetap teguh pada keyakinannya dan tidak pernah meninggalkan keyakinannya serta mengakui kebesaran Allah SWT. Itu menunjukkan keberanian untuk membela iman Anda. Apalagi Bilal juga sabar menghadapi berbagai rintangan dan cobaan dalam hidupnya. Meski disiksa dan dihina oleh suku Quraisy, ia tetap sabar dan tidak membalasnya. Itu menunjukkan kesabaran dan ketabahan yang seorang bilal bin rabbah. Bilal juga ikhlas menjalankan tugasnya sebagai muadzin. Ia menjalankan tugasnya dengan semangat dan ikhlas, meski sering diperlakukan kasar oleh kaum Quraisy. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk jujur ​​saat melakukan tugas tertentu, meskipun terkadang sulit atau tidak menyenangkan. dengan hal ini meneladani keberanian, kesabaran, dan keikhlasan bilal bin rabbah dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Walisongo Dalam Mengislamkan Tanah Jawa: Perkembangan Islam Di Tanah Jawa Dicky Darmawan; M Makbul
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 02 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v6i02.8878

Abstract

Syariat Islam dan ulama sufi, termasuk Walisongo, telah mendorong budaya damai Islam. Para wali yang tergabung dalam Walisongo mencerminkan bagaimana Islam berkembang di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sebagai pendiri Islam, Walisongo dihormati di seluruh Jawa. Karya Walisongo dalam atlas dakwah Islam yang dilakukan di Indonesia secara umum dan di Jawa secara khusus adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif lebih menitikberatkan pada pendapat subjek dan menggunakan landasan teoritis sebagai pedoman untuk menjamin bahwa proses penelitian sejalan dengan fakta-fakta yang ditemukan selama penelitian. Awal masuknya Islam ke Jawa. Islam berhasil disebarluaskan ke seluruh Jawa setelah proses yang berlarut-larut dan penuh tantangan. Bagaimana menjelaskan Walisongo Kata "wali" dan "songo", dua kata dasar, adalah asal mula frasa "walisongo". Fungsi Walisongo dalam Membawa Islam ke Jawa Sejumlah kontribusi Walisongo terhadap pendidikan Islam di Jawa saat ini sedang diperbaiki dan disempurnakan dengan modifikasi modern. Walisongo adalah tokoh sejarah dalam pendidikan Islam Jawa karena cara dia memasukkan budaya dan adat Jawa ke dalam metode dakwahnya. Ini membantu mencegah pendidikan Islam dipromosikan melalui Islamisasi.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI FATIMIYAH DI MESIR ( 909 – 1171 M ) Tia Permatasari; Neng Ulya
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 02 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v6i02.8879

Abstract

Dinasti Fatimiyah adalah Dinasti Syiah yang didirikan oleh Ubaidullah Almahdi. Dinasti ini dari tahun 909 hingga 1171 Masehi. Fatimiyah adalah dinasti Syiah yang diperintah oleh 14 khalifah. Dinasti ini didirikan oleh keturunan Nabi Muhammad melalui Ali bin Abi Thalib dan Fathimah. Kata Fatimiyah berasal dari Fatimah Az Zahra binti Rasulullah SAW. Wilayah dinasti Fatimiyah adalah Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Lembaga pendidikan yang digunakan oleh dinasti Fatimiyah antara lain: Masjid, Istana, Perpustakaan dan Dar Al – 'Ilmu. Mengembangkan pengetahuan tentang dinasti Fatimiyah seperti: Bahasa dan Sastra, Filsafat, Kedokteran dan Sya’ir. Tujuan penulisan in adalah untuk mendeskripsikan sejarah pendidikan Islam pada masa dinasti Fatimiyyah di wilayah Mesir. Metode yang digunakan adalah study literatur.
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ahmad Aisy Zaki; Nida’ul Munafiah
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 02 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v6i02.8881

Abstract

Psikologi perkembangan adalah suatu rangkaian kejadian pada diri manusia, yang mempengaruhi dan pasti dirasakan oleh manusia. Perkembangan ini adalah hal yang bisa diteliti sehingga membuahkan sebuah hasil yang berterima secara umum. Tetapi kemunculan dari psikologi perkembangan juga bisa dilihat dari sudut pandang berbeda yaitu dari perpektif Islam. Melihat dari perspektif Islam artinya mempelajari dari ayat-ayat yang terkandung dalam Al Quran yang memaparkan tentang psikologi perkembangan tersebut. Penelitian ini lebih memfokuskan pada psikologi perkembangan peserta didik dilihat dari sudut pandang Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Diharapkan kajian ini dapat lebih memberikan wawasan tentang bagaimana psikologi perkembangan sebenarnya sudah terkandung dalam alquran yang sudah diturunkan dari zaman Nabi Muhammad SAW.
Implementasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMK Terpadu Ad-Dimyati Kota Bandung iwan hermawan; Shalahudin Ismail; Yayat Hidayatulloh
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 01 (2020): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study are: 1) To find out the implementation of Islamic education curriculum management in Ad-Dimyati Integrated Vocational High School (SMK) Jl. Wahid Hasyim No. 429-433 Bandung City, 2) To find out the supporting and inhibiting factors of the implementation of management of Islamic education curriculum in Ad-Dimyati Vocational High School Integrated Vocational High School. Wahid Hasyim No. 429-433 Bandung City.Data collection techniques in this study used observation, and interview techniques. While the data analysis uses descriptive analytic method, which describes the data collected in the form of words, images, and not numbers.Based on the results of research on the implementation of Islamic education curriculum in Ad-Dimyati Vocational High School (SMK) Integrated Jl. Wahid Hasyim No. 429-433 City of Bandung, the following conclusions are obtained: 1) The principal as the leader and administrator must carry out their duties regarding planning, directing activities and supervising them and as an administrator guiding teaching and learning activities. 2) Wakasek Kurukulum as the administrative manager of the teacher who is responsible for recording the completeness of the program as well as recording the implementation of the teacher's tasks and as the manager of the evaluation arranging the learning evaluation implementation tool, must always coordinate with the teacher, so that the curriculum program can be achieved by the subject teacher
PENDIDIK PROFESIONAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Iwan Hermawan
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 02 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/wkip.v3i02.8997

Abstract

Profesionalisme adalah hal yang sangat penting untuk dimiliki dan diimplementasikan dalam menjalankan tugas profesi pendidik. Karena seorang pendidik adalah garda terdepan untuk mencetak generasi yang akan datang. Bagaimanapun bagusnya program pemerintah maupun lembaga pendidikan, semua itu akan sia-sia tanpa didukung oleh profesionalitas seorang pendidik. Untuk mendukung hal tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah mulai melaksanakan sertifikasi guru yang pelaksanaannya memiliki 2 jalur yaitu jalur Portofolio dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru disingkat PLPG. Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimanakah kriteria menjadi seorang pendidik yang profesional dan kompetensi apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi pendidik profesional dalam perspektif pendidikan Islam.Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode library research diharapkan mampu menganalisis lebih dalam pada penelitian ini. Sedangkan untuk mencari data yang menunjang maka penulis menggunakan metode dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode content analysis dan interprestasi sumber dan data yang didapat.Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa Pendidik profesional adalah pemegang jabatan profesional yang membawa misi ganda dalam waktu yang bersamaan, yaitu misi agama dan misi ilmu pengetahuan. Misi agama menuntut pendidik untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran agama kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan norma-norma agama tersebut. Misi ilmu pengetahuan menuntut pendidik menyampaikan ilmu sesuai dengan perkembangan zaman.Kriteria pendidik dalam perspektif pendidikan Islam, tercantum dalam Al Quran, yaitu: Ulul Albab (Q.S. 3: 104), Al Ulama (Q.S. 35: 27-28), Al Muzakki (Q.S. 2: 129), Ahl Al Dzikr (Q.S. 21: 7), Al Rasyihuuna fi Al'ilmi (Q.S. 4: 7).Sedangkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik profesional dalam persepktif pendidikan Islam adalah: Kompetensi Ilmiah (Q.S. 2; 164 dan 247), (Q.S. 4: 162), (Q.S. 12: 22 dan 68), (Q.S. 27: 15 dan 40), (Q.S. 18: 65), (Q.S. 20: 114), (Q.S. 21: 74 dan 79), (Q.S. 28: 14, (Q.S. 29: 35). Kompetensi Khuluqiah (Q.S. 2: 103 dan 283), (Q.S. 7: 79 dan 93), (Q.S. 13: 21), (Q.S. 42: 59), (Q.S. 46: 35), (Q.S. 4: 63), (Q.S. 39: 53), (Q.S. 33: 53), (Q.S. 5: 54), (Q.S. 3: 134), (Q.S. 19: 51), (Q.S. 31: 19), (Q.S. 17: 37), (Q.S. 8: 47). Kompetensi Jismiah (Q.S. 2: 247), (Q.S. 46: 9), (Q.S. 7: 31), (Q.S. 34: 10), (Q.S. 55: 1), (Q.S. 31: 19), (Q.S. 6: 112).Kata Kunci: Pendidikan, Profesional, Perspektof Islam