cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
fathurrohman.fai@staff.unsika.ac.id
Editorial Address
Pasca Sarjana PAI Fakultas Agama Islam UNSIKA Alamat: Jl. HS Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25488171     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Religion, Education,
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan diterbitkan oleh Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tujuan menampung semua hasil penelitian, ide atau gagasan inovasi pendidikan, artikel-artikel pendidikan serta kajian tentang pendidikan yang akan dipublikasikan.
Articles 84 Documents
IMPLEMENTASI AL-QUR’AN SURAT AN-NAHL AYAT 125 SEBAGAI METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Analisis al-Quran Surah An-Nahl Ayat 125) Agus Somantri
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an adalah sumber pengetahuan dan sebagai pedoman hidup yang di dalamnya terdapat berbagai ilmu untuk kehidupan manusia. Banyak unsur pendidikan di dalam alQur'an tentang bagaimana cara mengelola sebuah proses kependidikan yang salah satunya adalah implementasi metode pendidikan. Pokok bahasan dalam penelitian ini yaitu (1) Pendapat para mufassir tentang Q.S. An-Nahl ayat 125, (2) Esensi Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam Q.S. An-Nahl ayat 125, (3) Implementasi Motode pembelajaran dengan menggunakan metode Bil-Hikmah, metoda Al-Mau’idzhah Hasanah dan metoda mujaadalah billatii hiya ahsan . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan juga memakai pendekatan metode tafsir tahliliy atau tafsir tajzi’iy. Teknik yang digunakan adalah book survey atau study literatur, yakni dengan cara mengambil pendapat-pendapat para mufasirin dan sumber data dari kitab atau yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh hasil penelitian yaitu: (1) Perintah Allah kepada Rasul-Nya untuk menyeru manusia ke jalan yang lurus, (2) Dalam menyeru manusia Rasul diperintahkan untuk menggunakan metode BilHikmah, metode Al-Mau’idzhah Al-Hasanah, dan metode mujaadalah billatii hiya ahsan,(3) Sebagai pendidik harus mampuh meyesuaikan dan mengimplementasikan metode sesuai dengan tingkat kecerdasan peserta didik dan di terapkan kepada siapapun dengan kondisi orang-orang yang akan dididik. Kata Kunci: implementasi, metode pendidikan, tafsir al-qur’an surat an-nahl ayat 125Al-Qur’an Al-Karim Aplikasi Maktabah Syaamilah Al-Maraghy, 1974. Tafsir Al-Maraghy. Terj. Hery Noer Ali, dkk. Semarang: Toha Putra, Depag RI. 1989. Al-Qur'an Dan Terjemahnya, Semarang: C.V. Toha Putra. Depag RI. 1984. Al-Qur'an Dan Tafsirnya. Semarang: CV. Toha Putra. Hamka. 1992. Tafsir Al-Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/di akses tgl 17-07-2017 pukul 12:35 http://stitattaqwa.blogspot.com/2017/07/metode-pendidikan-dalam-kajian-tafsir.html diakses tgl 08-7-2017 pukul 22:26 Ibnu Katsir. 1980. Tafsir Ibnu Katsir. Beyrut: Daarul Fikri. Muhammad bin Ahmad, Abdurrahman bin Abi Bakr al-Mahalli, As-Suyuthi, Tafsir Jalalain, Dar ul-Hadîts, Kairo, tt, Halaman 363.Quraish Shihab. M. 2011. Tafsir Al-Misbah. Lentera Hati: Jakarta Sayid Al-Qutub. Tafsir fii Dzhilal Al-Qur'an. (Beyrut: Darul Asy-Syuruf, tt) hlm. 291- 293 Wahbah Al-Zuhaeli, 1991. Tafsir Munir. Damasqus: Darul Fikri
PENGARUH LOCUS OF CONTROL TERHADAP KEMATANGAN KARIR MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM Jaenal Abidin; Ulfah Fitriyah
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh internal dan eksternal locus of control dengan kematangan karir pada mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang. Subyek penelitian adalah mahasiswa S1 semester VIII tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi tahun akademik 2016/2017. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 118 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui skala konsep diri yang dikemukakan Brooks & Emmert (2004), skala internal locus of control yang dikemukakan Rotter (2011), skala kematangan karir yang dikemukakan oleh super (2013). Analisis data menggunakan teknik regresi ganda dan korelasi. Hasil analisi regresi diperoleh F hitung 10,761 dengan signifikansi 0,000 < 001, dapat disimpulkan ada pengaruh positif yang signifikan antara eksternal locus of control dan internal locus of control dengan kematangan karir mahasiswa. Dari hasil analisis korelasi antara internal dan eksternal locus of control dengan kematangan karir diperoleh r = 0,033 dan taraf signifikan 0,736 > 0,01, tidak terdapat pengaruh antara eksternal locus of control dengan kematangan karir mahasiswa. sedangkan korelasi antara internal locus of control dengan kematangan karir diperoleh r = 0, 392 dan taraf signifikan 0,000 < 0,01, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara internal locus of control dengan kematangan karir siswa. Sedangkan sumbangan efektif antara konsep diri dan internal locus of control terhadap kematangan karir mahasiswa sebesar 15,3%, sedangkan sisanya sebesar 74,7% dipengaruhi oleh variabel status sosial ekonomi dan jenis kelamin. Kata Kunci : Internal Locus of Control, Eksternal Locus of Control, Kematangan Karir
ISU GENDER DAN UPAYA MENEGAKKAN KEADILAN SOSIAL Umar Mukhtar
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gender merupakan isu yang sejak lama mengiringi kehidupan masyarakat, sebagian kalangan menganggap isu gender merupakan sesuatu yang tabu dan sensitif untuk diperbincangkan. Hal tersebut terjadi karena pemahaman yang tidak sejalan pada kalangan masyarakat dalam memahami gender. Maka setidaknya ada tiga permasalahan pokok terkait gender yang penulis utarakan. Pertama, definisi secara komprehensif menunjukkan bahwa gender berbeda dengan seksualitas (jenis kelamin). Kedua, dalam beberapa kasus yang terjadi, berawal dari gagal paham terhadap konsep gender dan seksualitas tidak jarang menimbulkan ketidakadilan sosial di masyarakat. Pada umumnya ketidakadilan gender tersebut banyak terjadi pada kaum perempuan, namun terkadang juga dialami oleh laki-laki. Ketiga, akibat ketidakadilan yang terjadi, ada upaya yang dilakukan oleh aktivis pejuang gender untuk melakukan upaya tranformasi gender (bukan transgender), namun menuai banyak tentangan dari kalangan yang menolaknya. Padahal upaya transformasi gender bukan berarti upaya merubah perempuan menjadi laki-laki atau sebaliknya, melainkan mendorong untuk penguatan peran gender (gender role) berdasarkan asas kesetaraan dan keadilan.Penulis sendiri beranggapan bahwa perlu adanya upaya rekonstruksi pemikiran masyarakat terkait konsep gender. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan sosio kultural dan keagamaan. Dalam hal ini pendekatan agama dinilai sangat penting karena struktur masyarakat Indonesia pada umumnya meyakini agamanya sebagai pedoman hidup mereka sehingga akan memberi banyak pengaruh dalam pemahaman masyarakat. Persoalannya adalah bahwa agama justru terkadang dijadikan dalil untuk melakukan diskriminasi dengan menciptakan klasifikasi atau kasta dengan berdasarkan gender, padahal kedudukan manusia dihadapan Tuhan-nya adalah setara, hanya tingkat ketaatannya lah yang menjadi pembeda. Maka kehadiran agama ditengah-tengah masyarakat sesungguhnya menciptakan kesetaraan dan keadilan bagi umatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Sehingga keberagaman gender bukanlah suatu permasalahan pelik selama keadilan dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Kata Kunci: Gender, Keadilan, Agama
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT SISWA BERSEKOLAH DI MTs AL ASIYAH (STUDY KASUS DI MTs AL ASIYAH CIBINONG) Ahmad Sodikin; Ikhwan Hamdani; Gunawan Ikhtiono
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia saat ini memang sudah mulai maju dan berkembang oleh karena itu lembaga pendidikan yang ada di indonesia khususnya yang swasta berlomba-lomba dalam merenkrut siswa-siswi agar tertarik dan berminat sekolah di lembaga pendidikan tersebut, bahkan ini menjadi ajang bisnis bagi para lembaga swasta untuk menarik minat masyarakat, salah satunya MTs Al Asiyah Cibinong. Sehingga usaha di bidang pendidikan mengalami persaingan ketat, dalam usaha meningkatkan strategi pemasaran dan kualitas pelayanan. Untuk itu lembaga pendidikan yang bergerak dalam merekrut minat siswa ini dituntut untuk mampu bersaing agar dapat bertahan dan banyak diminati oleh konsumen. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mewujudkannya dalam hal ini strategi pemasaran dan kualitas pelayanan bisa dijadikan sebagai solusi untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan alasan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap minat siswa untuk sekolah di MTs Al Asiyah Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan dibantu program SPSS 16. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan maupun parsial strategi pemasaran dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap minat siswa untuk sekolah di MTs Al Asiyah Cibinong.                       Kata Kunci: strategi pemasaran, kualitas pelayanan, minat.
MEDIA SOSIAL DALAM MEMPENGARUHI PERILAKU KEBERAGAMAAN SISWA DAN SOLUSINYA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Jaenal Abidin; Ilham Fahmi
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial dewasa ini bermacam-macam bentuk serta fitur untuk memanjakan para pengguna (user), namun yang paling banyak dikenal dan digandrungi oleh kalangan ramaja khusunya siswa atau pelajar sekolah adalah facebook, twitter, instagram, whatsapp dan masih banyak lagi termasuk yang paling baru. Kemudahan akses jejaring seperti saat ini sangat memudahkan remaja untuk dapat mengakses media sosial tanpa mempertimbangkan baik dan buruk yang akan mereka peroleh. Kehidupan remaja yang berorientasi pada materi, akhirnya dapat berdampak pada miskinnya rohani yang pada akhirnya akan membawa remaja kepada kehidupan yang menyimpang akibat dari derasnya arus globalisasi.Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode qualitative research dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian secara serius dan mendalam maka peneliti memperoleh kesimpulan bahwa Media sosial sudah menjadi kebutuhan dan tidak dapat dipisahkan dari para siswa, sebagai bentuk eksistensi mereka didalam komunitas mereka. Dalam penggunaannya, media sosial memiliki dampak positif dan negatif tergantung pada etika atau kaidah user (pengguna) dalam berinteraksi dengan media sosial, Sedangkan solusi untuk membentengi siswa dalam menggunakan media sosial adalah perlunya pembekalan Pendidikan Agama Islam di sekolah secara sistematis, serius serta menyeluruh, sebagai benteng diri yang kokoh bagi siswa. Pendidik hendaknya memiliki kompetensi serta kapasistas yang baik dalam mengakses teknologi informasi dan komunikasi kemudian membangun komunikasi serta kerja sama yang harmoni antara orang tua sehingga tercipta pembagiana tugas pengawasan dan pemantauan yang harmoni sehingga perilaku interaksi siswa dengan media sosial dapat terpantau, terkontrol serta terkendali.Kata Kunci: Media Sosial, Perilaku Keberagamaan Siswa, Pendidikan Agama
MANAJEMEN MUTU SEKOLAH (Studi Kasus pada SMAN 3, SMAK 1 BPK, dan MAN 1 di Kota Bandung) SAEPUL MA’MUN
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah yang berkualitas memiliki ketergantungan pada kemampuan mengelola sekolah yang berkualitas baik. Sejauh ini, proses pendidikan saat ini belum dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan di sekolah. Masalah-masalah ini akan menyebabkan kepala sekolah, pendidik, dan karyawan merasa mereka tidak mengerti untuk memberikan layanan yang sangat baik kepada siswa, menemukan solusi yang harus dihadapi dan kebutuhan memenuhi harapan pemangku kepentingan.Fokus masalah yang diteliti adalah rendahnya kemampuan manajemen mutu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 1) bagaimana kebijakan mutu belum secara optimal diserahkan kepada independensi sekolah; 2) bagaimana perencanaan kualitas belum secara optimal mencapai visi, misi dan tujuan dari hasil yang memuaskan; 3) bagaimana penerapan kualitas sekolah tidak dikelola secara efektif, efisien dan adil; 4) bagaimana upaya pengendalian kualitas dalam penyimpangan dan tindakan untuk mengatasinyaTujuannya adalah untuk menggambarkan, menganalisis, dan mengembangkan model untuk mengembangkan manajemen kualitas sekolah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan studi kasus tiga sekolah / adrasah, yaitu: SMAN 3, SMAK, MAN 1 Kota Bandung. Teknik penggalian data dilakukan dengan mengamati, mewawancarai dan mempelajari dokumentasi sekolah. Pemrosesan data dilakukan melalui proses analisis data, tampilan, dan verifikasi data.Kualitas input, proses, dan output terungkap dalam penelitian ini. Sekolah berkualitas Ada beberapa cara sekolah mencapai kualitas, yaitu: 1) mampu menghasilkan keluaran tinggi dari input rendah; 2) kualitas input ditafsirkan sebagai nilai tambah dari input pendidikan; 3) kualitas proses sebagai kondisi kualitas proses yang melebihi harapan; 4) tingkat kualitas output kualitas output melebihi harapan atau standar; 5) menciptakan dan melestarikan budaya sekolah.Peneliti merekomendasikan beberapa hal untuk sekolah, yaitu: pertama, merumuskan kebijakan mutu, dalam bentuk visi, misi, tujuan, dan strategi pencapaian, norma-norma perilaku yang berakar pada semua individu; kedua, peran kepemimpinan dalam mencapai kualitas adalah aspek yang sangat kritis; ketiga, mengembangkan program kurikuler dengan berbagai program akademik alternatif sesuai dengan minat atau kondisi siswa; keempat, program ekstrakurikuler memiliki daya dukung untuk menciptakan kualitas akademik dan non-akademik; kelima, menciptakan pengajaran yang berkualitas, kepala sekolah perlu menciptakan harapan kinerja yang tinggi; keenam, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk merencanakan kualitas bersama untuk mencapainya; dan ketujuh, mengubah perilaku, budaya suportif dalam mencapai regulasi kualitas dalam menciptakan budaya kualitas sekolah. Kata kunci: Manajemen Mutu Sekolah
MEMBANGUN PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zaenal Arifin
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan tentang kemajemukan masyarakat Indonesia yang disebabkan oleh keadaan intern tanah air dan bangsa Indonesia sendiri. Faktor-faktor penyebab pluralitas masyarakat Indonesia adalah : (1) keadaan geografis, yang merupakan faktor utama terciptanya pluralitas suku bangsa. (2) Indonesia terletak antara samudera Indonesia dan Samudera Pasifik, sangat mempengaruhi terciptanya pluralitas agama di dalam masyarakat Indonesia. Pluralisme merupakan salah satu ciri dari multikulturalisme. Dua ciri lainnya ialah adanya cita-cita mengembangkan rasa kebangsaan yang sama dan kebanggaan untuk terus mempertahankan kebhinekaan itu. Secara konstitusional, Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat multikultural. Faktanya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, baik berkait dengan soal-soal kebangsaan maupun keagamaan. Memerlukan tiga pilar utama untuk menuju masyarakat multikultural tersebut. Pertama, ialah adanya para pengambil kebijakan publik yang adil yang mampu mengantisipasi dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh kebijakan publik yang akan diambilnya. Kedua, ialah adanya para pemimpin agama yang berwawasan kebangsaan yang luas dan lebih mengedepankan agama sebagai nilai daripada agama institusional. Ketiga, ialah adanya masyarakat yang berpendidikan dan rasional dalam menyikapi keragaman keagamaan (religious market) dan perubahan sosial
MEMBANGUN RUMAH TANGGA BERKARAKTER MELALUI KURSUS CALON PENGANTIN (SUSCATIN) Studi di Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Kasja Eki Waluyo; Khalid Ramdhani
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 02 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSebelum pasangan muda mudi melakukan pernikahan, dalam rangka menekan angka perceraian dan menghilangkan KDRT pemerintah berinisiatif supaya pasangan yang ingin melaksanakan pernikahan di bekali terlebih dahulu ilmu tentang rumah tangga supaya bisa menciptakan keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah sesuai dengan syariat Islam dan mempunyai karakter dalam membina bahtera rumah tangga. Namun meskipun sudah menjadi peraturan pemerintah SUSCTIN masih menjadi peraturan yang formalitas semata. Karena banyak pasangan muda mudi yang hendak menikah meninggalkan tahap ini dengan berbagai alasan. Melihat sangat pentingnya peranan suscatin bagi pasangan muda mudi yang hendak menikah, penulis berusaha untuk menumbuh kembangkan kesadaran calon pengantin akan pentingnya suscatin.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode deskriptif sedangkan sumber data yang digunakan adalah sumber data tertulis, wawancara dan dokumentasi, Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif.Dugaan sementara bahwa Kursus Calon Pengantin (suscatin) yang dilaksanakan di Kecamatan Karawang Barat belum berjalan sebagai mana mestinya, bahkan bisa dikatakan hanya sebatas formalitas persyaratan yang ada tapi tidak dianggap penting dengan alasan calon pengantin sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan lain menuju pernikahan. Tapi disamping itu ada juga calon pengantin yang melakukannya untuk pengetahuan tentang rumah tangga sebelum masuk ke jenjang rumah tangga yang sesungguhnya.Kata Kunci : Kursus Calon Pengantin (suscatin) Suscatin, Rumah TanggaBerkarakter
IMPLEMENTASI PENERAPAN METODE TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI SMAN 1 KLARI DAN SMAN 2 KLARI KARAWANG Suniati Suniati; Amirudin Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 02 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode tutor sebaya dilakukan guna meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur?an peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penerapan metode tutor sebaya dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur?an pada peserta didik. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan metode tutor sebaya berjalan dengan baik dan memiliki dampak baik dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur?an peserta didik kelas XI semester II SMAN 1 Klari dan SMAN 2 Klari. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan presentase peserta didik yang mampu membaca Al-Qur?an ada 50 % peserta didik di SMAN 1 Klari dan 57 % peserta didik di SMAN 2 Klari. Namun setelah penggunaan metode tutor sebaya pada pada hasil tes kemampuan baca tulis Al-Qur?an dari hasil observasi setelah pembelajaran 2 minggu berikutnya meningkat menjadi70 % pada peserta didik di SMAN 1 Klari dan meningkat menjadi 73% di SMAN 2 Klari. Adapun pada observasi terakhir penelitian pada kemampuan baca tulis Al-Qur?an di SMAN 1 Klari dan SMAN 2 Klari dapat meningkat 100% dapat membaca dan menulis Al-Qur?an. Artinya metode tutor sebaya sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur?an pada peserta didik SMAN 1 Klari dan SMAN 2 Klari.Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Baca Tulis Al-Qur’an
ORIENTASI DAN STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MENGAHADAPI ERA GLOBALISASI N. Fathurrohman
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendidikan di era Globalisasi masa kini dihadapkan kepada tantangan yang semakin berat. Tantangan tersebut berupa timbulnya aspirasi dan idealitas umat manusia yang multi-interest yang berdimensi nilai ganda dengan tuntutan hidup yang multi kompleks pula. Jadi tugas pendidikan dalam proses pencapaian tujuannya tidak lagi menghadapi problema yang simplisistis, melainkan sangat kompleks akibat rising demand manusia yang semakin kompleks pula.Problema yang dihadapi manusia modern, menghendaki visi dan orientasi pendidikan yang tidak semata-mata menekankan pada pengisian otak tetapi juga pengisian jiwa, pembinaan akhlak dan kepatuhan dalam menjalankan ibadah. Yaitu suatu upaya yang mengintegrasikan berbagai pengetahuan yang terkotak-kotak ke dalam ikatan tauhid, yaitu suatu keyakinan bahwa ilmu-ilmu yang dihasilkan lewat penalaran manusia itu harus dilihat sebagai bukti kasih sayang Tuhan kepada manusia, dan harus diabdikan untuk beribadah kepada Tuhan melalui karya manusia yang ikhlas.Dalam situasi yang demikian itu, pendidikan harus memainkan peran dan fungsi kultural, yaitu suatu upaya melestarikan, mengembangkan, dan mewariskan cita-cita masyarakat yang didukungnya. Dalam fungsi ideal ini pula sebuah lembaga pendidikan juga bertugas untuk mengontrol dan mengarahkan perkembangan masyarakat.Sehingga orientasi pendidikan yang seringkali masih kepada kehidupan ukhrawi, mestinya dirubah menjadi duniawi-ukhrawi secara bersamaan. Orientasi ini menghendaki suatu rumusan tujuan pendidikan yang jelas karena itu program pembelajarannya harus diproyeksikan ke masa depan dari pada masa kini atau masa lampau. Meskipun masa lampau dan kini tetap dijadikan khasanah kekayaan empiris yang amat berharga bagi batu loncatan ke masa depan.Untuk menjawab tantangan era globalisasi tersebut, pendidikan perlu melakukan perubahan-perubahan yang signifikan terutama berkaitan dengan Visi dan Orientasinya serta dituntut untuk menerapkan pendekatan dan orientasi baru yang relevan dengan tuntutan zaman. Kata Kunci: Pendidikan, Era Globalisasi, Orientasi, dan Strategi