cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
fathurrohman.fai@staff.unsika.ac.id
Editorial Address
Pasca Sarjana PAI Fakultas Agama Islam UNSIKA Alamat: Jl. HS Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25488171     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Religion, Education,
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan diterbitkan oleh Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tujuan menampung semua hasil penelitian, ide atau gagasan inovasi pendidikan, artikel-artikel pendidikan serta kajian tentang pendidikan yang akan dipublikasikan.
Articles 83 Documents
PENDEKATAN PERSONAL “NGARIUNG” UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU PAUD DI KECAMATAN TIRTAMULYA KABUPATEN KARAWANG Waya Rusmala
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan merupakan harapan seluruh bangsa Indonesia dan tidak dapat dilakukan oleh satu individu melainkan harus dilaksanakan secara bersama-sama seluruh komponen yang terkait dengan pendidikan. Hal ini sudah tegas disampaikan dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, bahwa tanggungjawab pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah dan masyarakat. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan bagi anak-anak pra sekolah yang selama ini masih pengelolaannya belum optimal dengan berbagai faktor kendala, misalnya sarana dan prasarana, keuangan, latar pendidikan guru PAUD dan kesejahteraan Guru PAUD. Penilik dalam hal ini memiliki peran yang paling penting untuk mengatasi hal tersebut sehingga permasalahan dapat diminimalkan, oleh karena itu pendekatan ngariung yang digagas dalam tulisan ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penyelenggaraan PAUD di Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang. Dengan melaksanakan tupoksi Penilik diharapkan akan menjadi alternatif pelayanan Penilik PAUD terhadap peningkatan mutu layanan PAUD. Kata Kunci: PAUD, Penilik PAUD, Pendekatan Ngariung, Penyelenggaraan PAUD
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE BERMAIN MONOPOLI NANCY RIANA
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 SD melalui metode bermain monopoli. Penelitian ini dilakukan di SDN Palmerah 03 Pagi dari bulan April sampai Juni 2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan model Kemmis dan Taggart melalui 15 kali pertemuan yang terbagi dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas 1 SDN Palmerah 03 Pagi Jakarta Barat dengan jumlah siswa 16 orang. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode bermain monopoli dapat meningkatkan kemampuan berhitung. Data yang diperoleh pada pra siklus sebesar 43,75%. Angka tersebut meningkat menjadi 75% pada akhir siklus satu dan terus meningkat menjadi 81,25% pada akhir siklus kedua. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa metode bermain monopoli dapat dipertimbangkan oleh para guru sebagai alternatif memperbaiki kemampuan berhitung siswa kelas 1 SD. Kata kunci: Berhitung, metode, bermain monopoli
PERSEPSI GURU TERHADAP INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INFORMASI TEKNOLOGI Sutirna Sutirna; Suntoko Suntoko
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenuh dan Bosan merupakan hal yang pasti datang dan terjadi pada setiap manusia (siswa, mahasiswa, guru, dan dosen) dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Salah satu yang menyebabkan siswa jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran adalah kemonotonan guru dalam memberikan materi pelajaran, apalagi ditambah dengan sifat guru yang “Galak” atau “Menakutkan”, begitupun dengan guru/dosen dalam kesahariannya. Oleh karena itu diperlukan melakukan inovasi pembelajaran, baik secara konvensional atau dengan berbasis IT, sehingga tidak terjadi kejenuhan dan kebosanan dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya diharapkan mutu pembelajaran meningkat serta hasil belajar optimal. Dari hasil penelitian tentang persepsi guru terhadap inovasi ternyata sebagian besar guru telah melakukan inovasi dalam pembelajaran dan menyatakan bahwa dengan inovasi, pembelajaran menjadi lebih baik. Namun untuk inovasi berbasis IT sebagian besar masih terkendala dengan sarana dan prasara sekolah yang belum merata, tetapi para guru tetap optimis ingin melakukan inovasi pembelajaran. Kata kunci: jenuh, bosan. pembelajaran, inovasi,  
INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS SCHOOL CULTURE Abdul Kosim
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 01 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia,untuk menjunjung peradaban manusia itu sendiri.Belakangan pendidikan Indonesia dapat sorotan yang cukup tajam dari berbagi kalangan . hal ini disebabkan lemahnya institusi pendidikan dalam melahirkan generasi yang berkarakter sesuai dengan harapan bangsa, bahkan sebaliknya terkesan, tidak mampu berbuat apa-apa,dihadapan kemunduran moral peserta didik (Degradasi Moral)Diharapkan, pendidikan bukan saja melahirkan generasi yang memiliki kompetensi secara akademis, tetapi memiliki karakter yang melekat,sehiingga dapat mengoptimalkan potensi diri secara seimbang, tidak saja mencetak generasi yang pinter tetapi tetapi pinter dan soleh.Kenapa ? Pendidikan karakter adalah jawabanya, Namun pada kenyataannya pendidikan karakter belum belum optimal dan belum maksimal, maka perlu optimalisasi pendidikan karakter diberbagai level pendidikan.Optimalisasi pendidikan karakter salah satunya dengan konsep habituasi atau ta’wid (pembiasaan). Habituasi ini melalui seluruh komponen pendidikan mulai dari rumah, sekolah atau lingkungan dimana perserta didika berinteraksi. Sehingga pendidikan karakter bukan di wilayah kognitif saja tatapi ruh pendidikan yang masuk ke wilayah psikomotorik. Sekolah,dalam hal ini memegang peranan penting dalam proses internalisasi pendidikan karakter dengan habituasi sekolah dengan lingkungan yang sangat sarat dengan pendidikan karakter.Kata Kunci: Internalisasi Pendidikan Karakter, School Culture
POLITIK PELEMBAGAAN BAHASA ASING MELALUI PENDIDIKAN Masduki Duryat
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita sedang memasuki era global, yang disebut oleh Anthony Giddens dengan Runaway world, masyarakatnya adalah masyarakat teknologik, masyarakat terbuka, masyarakat madani (Tilaar, 1999). Masyarakatnya berubah dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Secara simplistik, meminjam bahasa Alvin Toffler (1970), Jhon Naisbit dan Patricia Aburdene (1990) masyarakat akan bergerak dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri kemudian masyarakat informasi—Rhenald Kasali menyebutnya Disruption dan sekarang digegerkan dengan Revolusi Industri 4.0—Dalam bahasa Suhalik (2018) globalisasi ini merupakan proyek negara-negara maju untuk melakukan uniformisasi melalui keunggulan networking yang melahirkan pencitraan-pencitraan. Serangan dan arus globalisasi ini tidak hanya tampil dalam wujudnya di bidang politik, ekonomi dan pembangunan, tetapi juga kultur. Lokalitas dalam hal ini kemudian sering dimaknai sebagai identitas budaya masyarakat terpinggirkan, tersudutkan oleh jelajah jaringan kapitalisme global. Salah satu entitas yang menjadi „korban? marjinalisasi dalam konteks pembangunan daerah—dalam hal ini di Banyuwangi—adalah orang Banyuwangen (wong Asing).Dengan melihat realitas tersebut para budayawan tergerak untuk menjadikan bahasa Asing sebagai bahasa yang diajarkan di sekolah sebagai muatan lokal, dilembagakan. Pada ahirnya melalui sebuah keputusan politik disyahkannya Perda Kab. Banyuwangi No. 5 tahun 2007 tentang Pembelajaran Bahasa Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar yang ditetapkan pada 14 Agustus 2007. Dengan sebuah keyakinan bahwa melalui proses pelembagaan bahasa Asing dapat terawat dengan baik dan dianggap sebagai sebuah transmisi yang efektif.Idealitas ini ternyata harus juga berhadapan dengan kenyataan diimplementasikannya Kurikulum 2013 dan keluarnya Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 19 tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Bahasa Daerah sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah/Madrasah, dengan bahasa daerah di Jawa Timur hanya terdiri dari bahasa Jawa dan Madura.Kata Kunci: Politik Pelembagaan, Bahasa Asing dan Pendidikan
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS HUMANISTIK DAN TEKNOLOGIS DI PERGURUAN TINGGI UMUM Achmad Junaedi Sitika
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 02 (2022): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat diartikan sebagai kegiatan menghasilkan kurikulum PAI atau proses yang mengkaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik, dan/atau kegiatan penyusunan (desain), pelaksanaaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum PAI. Pendidikan humanis berupaya membentuk keselarasan jiwa dan badan untuk mencapai keutamaan. Kesempurnaan jiwa dan badan akan terbentuk dengan memperlihatkan dua aspek penting, Intelektualitas dan Spiritualitas. Kurikulum pendekatan teknologis diarahkan pada penguasaan kompetensi, yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. Tujuan dalam penelitian ini diantaranya adalah: (1) Mendeskripsikan kondisi objektif Sistem Pembelajaran dan Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum Universitas Singaperbangsa Karawang, (2) Mendesain Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis humanistik dan teknologis di Perguruan Tinggi Umum Universitas Singaperbangsa Karawang, (3) Mengimplementasikan Model Konsep Pengembangan Kurikulum PAI berbasis Humanistik dan Teknologis di Perguruan Tinggi Umum Universitas Singaperbangsa Karawang.Penelitian ini menggunakan Metode mixed methods atau metode campuran dengan desain penelitian exploratory sequential design. Alat pengumpul data diantaranya adalah dokumentasi, interview, dan observasi. Hasil penelitian ini adalah:1). Pembelajaran mahasiswa serta antusias dalam mengkuti pelajaran Pendidikan Agama Islam cukup efektif, 2). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan di Universitas Singaperbangsa Karawang dilaksanakan berdasarkan analisis kebutuhan yang datang dari internal maupun eksternal. 3). Model yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum PAI di Universitas Singaperbangsa Karawang yaitu Model Pengembangan Kurikulum dari bawah (Grass Roots), inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, dalam hal ini adalah dosen-dosen pemangku mata kuliah, serta pihak-pihak yang berwenang dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam. 4). Konten Pengembangan Kurikulum PAI berbasis Humanistik dan Teknologis di Universitas Singaperbangsa Karawang diantaranya adalah :a). Penanaman nilai-nilai kontra radikalisme, terintegrasi dengan
KAIDAH ASASI DALAM PENDIDIKAN Masykur H Mansyur
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide dasar dari kertas kerja ini adalah dari pandangan Abdullah Nasih Ulwan tentang “Kaidah-kaidah Asasi dalam Pendidikan Anak”. Pandangan Nasih Ulwan berdasarkan tinjauan filsafat pendidikan, yaitu pendidikan dalam konteks keseluruhan prinsip-prinsip kehidupan manusia. Tujuan pendidikan, menurutnya adalah menekankan pada terbentuknya generasi yang sempurna kepribadiannya, pikirannya, akhlaknya, dan terhindar dari bahaya kejiwaan.Pendidikan terhadap anak merupakan faktor penting yang sangat diperhatikan di dalam Islam. Sejarah mencatat ada banyak kaidah pendidikan yang dicetuskan oleh Islam. Walaupun kurun bisa berganti, kaidah-kaidah tersebut tetap masih relevan untuk diterapkan di lembaga pendidikan, baik itu lembaga pendidikan formal? informaldan non formal. Hanya saja, konsep yang luhur ini mulai diabaikan oleh beberapa kalangan pendidik. Padahal isinya tidak hanya mementingkan pendidikan yang berifat duniawi, tapi juga ukhrawi.
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL, EMOSIONAL-SOSIAL DAN INTELEKTUAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) ISLAM TELUKJAMBE KECAMATAN TELUKJAMBE BARAT KABUPATEN KARAWANG Andri Budianto; Amirudin Amirudin; Iqbal Amar Muzaki
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 02 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional-sosial dan intelektual siswa di SMP Islam Telukjambe; dan untuk mengetahui realitas Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional-sosial dan intelektual siswa di SMP Islam Telukjambe. Metode penelitian ini menggunakan metode aliance (campuran metode). Model Desain yang dikembangkan adalah desain metode alian paralel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi dan angket. Analisis data dilakukan untuk mengumpulkan data, kemudian menghasilkan uraian sebagai berikut: pertama, peran Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan spiritual, sosial-sosial dan intelektual siswa di SMP Islam Telukjambe terdiri dari kepala sekolah melalui pendekatan struktural pengembangan sekolah; pendekatan kurikulum melalui program pendidikan; guru melalui pendekatan formal; organisasi melalui pendekatan sekolah dari Organisasi Siswa Intra Go to School (OSIS); dan pendekatan lulus siswa dari studi aktif; keduanya, realitas Pendidikan Agama Islam mengembangkan kecerdasan spiritual, emosional-sosial dan intelektual siswa di SMP Islam Telukjambe hanya bertemu dalam aspek intelektual siswa yang adil, tetapi belum bertemu dalam aspek spiritual dan dia. Hal ini karena upaya mengembangkan kecerdasan pihak ketiga dari siswa yang secara seimbang dipengaruhi oleh struktur yang memiliki skala luas hingga Kata Kunci: Peran, Pendidikan Agama Islam, dan Kecerdasan Spiritual, Sosial-Emosional dan Intelektual
INTERNALISASI SIKAP RELIGIUS SISWA MELALUI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 KARAWANG Khalid Ramdhani; Akbar Nursyabani
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 02 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum adalah seperangkat alat bahan ajar atau panduan dalam pendidikan yang harus dimiliki oleh semua lembaga pendidikan pormal dan harus di kuasai oleh seorang guru/pendidik untuk di ajarkan kepada peserta didik hal ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan siswasampai kepada garis finishsesuai dengan harapan yang dimaksudkan dalam lembaga pendidikan, pendidikan agama islam merupakan usaha yang dilakukan pendidik untuk menumbuh kembangkan peserta didik dalam bidang pengetahuan agama Islam Penelitian inibertujuan untuk mendiskripsikan Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam dengan penanaman nilai-nilai Religius/Religious Culture di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang, dengan sub fokus mencakup: (1) Perencanaan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang (2) Implementasi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan tehnik metode observasi, wawancara. Teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti: ketekunan pengamatan. Informan peneliti yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru pendidikan agama islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pengembangan kurikulum berbasis religious cultureini dapat di lihat bahwa kurikulum Madrasah Tsawanyah Negeri 4 Karawang ini memiliki jam pembelajaran yang di sesuaikan dengan pendidikan nasional dan memiliki jam tambahan pada sore hari yang jumlahnya yaitu Kelas VII : 45 jam pelajaran Kelas VIII : 45 Jam Pelajaran dan Kelas IX : 49 Jam Pelajaran, di tambah dengan kegiatan jam pelajaran tambahan pada sore hari sehingga penanaman nilai-nilai religious/religious culture dapat terwujud.Kata Kunci: Pengembangan, Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Religius Culture.
RE-ANALISIS TINGKAT KEBAIKAN ITEM TES INTELIGENSI: ADVANCED PROGRESIVE MATRICES Yaya Sunarya
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 02 (2020): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain dari aspek budaya, sumber bias atau kesalahan menafsirkan hasil suatu asesmen adalah dari tes itu sendiri (validitas, reliabilitas, daya pembeda dan pengecoh yang tidak berfungsi). Oleh karena itu tes yang standar (standardized test) adalah tes yang sudah dianalisis berbagai aspeknya dari waktu ke waktu, sehingga unsur keajegan, ketepatan, daya bedanya teruji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APM dilihat dari tingkat kesukarannya memiliki prosentase soal yang hapir seimbang antara soal yang mudah, sedang, dan sukar secara berimbang, setiap soal memiliki indeks homogenitas yang baik, daya pembeda setiap soal secara umum baik, dan pilihan-pilihan jawabaannya telah berfungsi secara baik pula (tidak ada yang tidak pernah tidak dipilih).Kata kunci: tingkat kesukaran, daya beda, dan pengecoh.