Industry Xplore
Industry Xplore adalah Jurnal Ilmiah Teknik Industri, FTIK, Universitas Buana Perjuangan Karawang, sebagai wadah pengembangan bidang ilmu Teknik dan Manajemen Industri, berisi hasil kajian dan penelitian dari Dosen, Peneliti, serta Praktisi Industri. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Industri dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Industry Xplore mulai terbit pada tahun 2016 dan sampai tahun 2019 telah mencapai 4 volume.
Articles
96 Documents
IDENTIFIKASI PROSES PRODUKSI TROLI PADA KEGIATAN PRAKTIKUM SISTEM PRODUKSI PRODI TEKNIK INDUSTRI UBP KARAWANG
Farida Risqi Nur Safitri
Industry Xplore Vol 7 No 1 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i1.2217
Suatu produk atau komponen akan dibuat sendiri, maka diperlukan tahapan untuk menentukan bagaimana produk atau komponen tersebut akan diproduksi. Produk atau komponen yang berbeda, biasanya membutuhkan teknologi, mesin, peralatan dan proses kerja yang berbeda. Analisis proses produk memberikan deskripsi secara detil tentang proses produksi dan perakitan setiap komponen, waktu produksi, material serta peralatan yang dibutuhkan. Dalam melakukan analisis proses, selain assembly chart dan route sheet,diperlukan alat analisis lainnya seperti peta proses operasi (operation process chart/OPC). Peta kerja ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk memberikan informasi kegiatan kerja produksi secara sistematis. Melalui peta ini,setiap langkah dan perlakuan terhadap suatu benda kerja dapat dianalisis. Para pekerja dan operator akan mengetahui kapan harus memulai aktifitas berikutnya dengan menngacu kepada penanda yang diberikan sistem Kanban, yang dapat berupa kartu, kontainer, email, atau pesan elektronik lainnya
Industry Xplore
Iskandar Zulkarnaen
Industry Xplore Vol 7 No 1 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i1.2220
Penelitian ini membahas tentang identifikasi serta eliminasi waste (waste) di produksi akhir Perusahaan Manufacturing Casting, untuk meningkatkan produktivitas serta mengoptimalkan sumber daya yang ada pada proses produksi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi waste pada proses produksi, proses identifikasi waste dilakukan dengan metode waste assessment model dengan tujuan menyederhanakan pencarian permasalahan dan obyektifitas penelitian, selanjutnya untuk menentukan tools yang tepat dalam melakukan analisis dan eliminasi waste secara lebih detail digunakan metode value stream analysis tools. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasi 3 waste terbesar di finishing line yaitu waste defect dengan persentase 20.61% kemudian waste over production dengan persentase 16.3 % serta waste inventory dengan persentase 15.3% berdasarkan metode waste assessment model. Selanjutnya berdasarkan metode value stream analysis tools, proses activity mapping menempati urutan pertama dengan persentase 32.96%. Rekomendasi perbaikannya adalah penggabungan quality control Inspeksi 1 dan quality control sampling Inpeksi crack pada proses produksi Fly wheel dan big hub dengan relayout line finishing big hub serta menerapkan konsep fifo pada penempatan dan pengambilan produk WIP. Metode waste assessment model dan value stream analysis tools menjadi salah satu usulan dalam mengidentifikasi serta mengeliminasi waste di finishing line Perusahaan Manufacturing Casting
DATA ENVELOPMENT ANALYSIS DAN MALMQUIST PRODUCTIVITY INDEX TERHADAP EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS PADA BANK TAHUN 2019 – 2021
Wirda Hayatun Nupus
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2408
One of the important aspects in measuring banking performance is efficiency, which can be increased by reducing costs in the production process or by increasing profits. Efficiency is one of the factors that can increase productivity. Productivity will measure how much output is produced by Commercial Banks using existing inputs. In measuring efficiency and productivity, commercial banks use inputs in the form of Third Party Funds (DPK), total assets, and operational costs, while the output variables used are financing and operating income. The type of research used in this research is quantitative. Analysis of the data used to measure the level of efficiency using Data Envelopment Analysis (DEA) and to measure the level of productivity of commercial banks using the Malmquist Productivity Index (MPI).
PENGGUNAAN METODE ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK MERANCANG ULANG TATA LETAK PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. PILAR CAKRAWALA
pendi rusman
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2767
Perencanaan tata letak merupakan cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik untuk menunjang kelancaran proses produksi. Dalam tata letak pabrik meliputi perencanaan dan pengaturan letak mesin, peralatan, aliran bahan dan orang-orang bekerja pada masing-masing stasiun kerja. PT. Pilar Cakrawala adalah perusahaan yang bergerak dalam industry electroplating dan mempunyai penyimpanan buffer stock Part Hammer Weight yang belum diproses pada sistem Barrel masih satu lokasi dengan area penyimpanan part proses gantung, Serta produktivitas pada proses Line barrel yang tidak maksimal diakibatkan tidak idealnya hasil produksi proses barrel yang seharusnya 14 kali proses dalam 1 line perharinya, PT. Pilar Cakrawala sendiri memproses 14 kali dengan menggunakan 3 line line barrel dalam satu shift. Tahap penyelesaian penelitian ini menggunakan metode Algoritma Blocplan untuk mencari layout dengan adjust score tertinggi. Setelah mencari layout usulan perbaikan terdapat perbandingan jarak material handling yang awalnya 47,94 m menjadi 25,8 m, dikarenakan dalam layout perbaikan line Barrel 3 sudah tidak digunakan dan ukuran pada line Barrel 1 dan 2 berubah sesuai dengan kebutuhan kapasitas produksi saat ini.
A PERANCANGAN ALAT BANTU PENCETAKAN TAHU DENGAN METODE OWAS DAN QEC MENGGUNAKAN SOFTWARE ERGOFELLOW DAN BLENDER
Agung Dwi Kristanto
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2777
Pabrik Tahu UG merupakan sebuah home industry konvensional yang bergerak di bidang produksi Tahu yang melakukan pekerjaanya secara manual dan terdapat sebuah keluhan Musculoskeletal yang dirasakan operatornya. Terdapat stasiun kerja produksi tahu yang posisi kerjanya kurang ergonomis dengan posisi membungkuk, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi resiko cidera dan memperbaiki postur tubuh dengan membuat alat bantu. salah satu cara untuk mengurangi keluhan operator sehingga mengurangi risiko cidera pekerjaanya dan memberikan usulan perbaikan alat kerja dapat dilakukan dengan menerapkan Metode OWAS (Ovako Working Analisys System) dan QEC (Quick Exposure Checklist) untuk usulan perbaikan postur kerja menggunakan software Blender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari analisis dua metode OWAS dan QEC berupa postur kerja yang butuh perbaikan. Pada Metode OWAS pada operator pencetakan tahu dihasilkan kode postur 4-1-4-1 yang termasuk ke tingkat resiko pada OWAS kategori 4, yang berarti perlu perbaikan saat ini juga. Pada metode QEC pada operator pencetakan tahu dihasilkan Exposure Level sebesar 75% yang berarti butuh Tindakan sekarang juga. Usulan perbaikan pada postur kerja adalah dengan merubah gerakan postur kerja dan membuat rancangan alat pencetakan tahu berupa meninggikan meja kerja operator setinggi pinggang orang dewasa dengan tinggi 75 cm untuk mengurangi tingkat risiko cidera musculoskeletal bagi pekerja.
IMPROVING SPARE PART INVENTORY SYSTEM MANAGEMENT BY USING 5S PRACTICES IN CONSUMER GOODS COMPANY
Sonny Aji;
Aina Nindiani
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2778
The spare part inventory is an important section that must be managed and controlled in the company, primarily because this section supports the provision of spare parts for the manufacturing process. An excellent spare part inventory management system matches the records in the SAP system in the warehouse and the actual physical evidence. The problem faced by the consumer goods company was the difference between recording in the SAP system and the physical evidence for non-consumable goods. By implementing improvements to the spare part management system for receiving and picking up goods in the warehouse, data discrepancies can be eliminated on non-consumable spare parts consisting of refurbished and new spare parts. The improvement was implementing the transit area and the 5S practices in the activities conducted in the spare part warehouse. The transit area is intended for comprehensive checking between warehouse personnel and other department involved with the goods stored or picked up. Refurbished and new items are more organized, making it easier to place and pick up items.
A RISK ANALYSIS IN ENTERPRISE RESOURCE PLANNING IMPLEMENTATION: AN ERP IMPLEMENTOR’S PERSPECTIVE
Danang Setiawan
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2852
During the ERP system design process, various risks have the potential to disrupt and hinder the ERP implementation project. This paper presents the stages of risk analysis using the HoR (House of Risk) approach. The author uses the project manager as an expert in the field of ERP system implementation. The risk analysis has prioritized three risk causes with three proposed mitigation actions. The three proposed risk mitigation for the implementor perspective are (1) learning independently as a mitigation action against a lack of understanding of concepts and practices, (2) conducting briefings to the implementor team as a mitigation action against not being sure to return to the client, and (3) reorganizing documentation as a mitigation action against unclear documentation.
MENURUNKAN POTENSI RESIKO KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE SWIFT (THE STRUCTURED WHAT IF TECHNIQUE) DI LINI PROSES FORGING
erwin barita tambunan;
Fitri Sulastri;
Pendi Rusman
Industry Xplore Vol 7 No 2 (2022): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v7i2.2887
Analysis of Occupational Health and Safety Risks in Forging Forging Lines Using the SWIFT (The Structured What If) Method At PT. XYZ. PT. XYZ is a manufacturing company engaged in the production of household appliances such as spoons, forks and knives. During the second quarter of 2021, the number of work accident cases that occurred was 10 cases. For this reason, it is necessary to conduct research that aims to minimize the risk of hazards that occur in the forging line using the SWIFT method. The results of the study contained 13 potential hazards with a classification based on the RRN value of 2 including low priority categories, 6 medium priority categories, 5 risks in the main priority categories. The improvement recommendations given can reduce the risk of work accidents from the previous 13 risks of work accidents with categories of 2 mild risk, 6 moderate risk, and 5 severe risk, now to 2 mild risk, 11 moderate risk and 0 severe risk.
PENGGUNAAN MATERIAL LOGAM DI BERBAGAI INDUSTRI MANUFAKTUR INDONESIA: SISTEMATIK KAJIAN LITERATUR
Hibarkah Kurnia;
Sudarmono;
Alvia Dwi Wahyuni;
Nurmala Adistyani;
Asep Arwan Sulaeman
Industry Xplore Vol 8 No 1 (2023): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v8i1.5098
Material processing techniques in the manufacturing industry in Indonesia are more dominant in using metal applications as the main raw material in product design in the form of machines. The use of metal materials needs to be studied because before they are used in the industry, their designation must be known first so that these materials can be optimized in their use. The process of processing metal materials must pay attention to their type and properties in advance, especially in the process of forming and behavior during use. So that in its application it can be following the specifications of raw materials in a product that is produced. This study aims to find out and identify how important the role of metal materials is in their application in the world of the Indonesian manufacturing industry. This research method uses a systematic literature review method by collecting 20 articles related to the use of metal materials in various manufacturing industries from several national journals on the Google Scholar database. This research found several dominant articles published in 2020 and focused on the alloy casting industry. The results obtained from the collected data are that the use of metal materials plays an important role in the manufacturing industry in Indonesia. Metal materials are still very much needed as one of the main raw materials in the manufacturing industry because these materials have unique properties that non-metallic materials do not have
ANALISIS BEP (BREAK EVEN POINT) PEMBELIAN MESIN BARU PADA USAHA PENGGILINGAN PADI
Fitri Sulastri;
Fathurohman;
Ade Suhara
Industry Xplore Vol 8 No 1 (2023): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36805/teknikindustri.v8i1.5099
CV. Jaya Subur Makmur merupakan salah satu industri penggilingan padi yang terdapat di Kota Karawang. Dengan adanya pembelian mesin baru, perusahaan ingin mengetahui pendapatan dan BEP dari mesin baru tersebut. Analisis Break Even Point (BEP) digunakan manajemen untuk mengetahui berapa tingkat penjualan yang wajib dicapai agar perusahaan berada pada titik impas. Nilai BEP lebih kecil dari harga jual maka perusahaan dalam posisi yang menguntungkan dan tidak berada pada titik impas. Total penerimaan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur ialah sebesar Rp 550.000.000 dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 526.894.844. Sehingga total pemasukkan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur setelah dipotong dengan 20% dari pemasukkan yaitu sebesar Rp 18.484.125 dalam waktu satu bulan. Dengan R/C > 1 yaitu dimana perusahaan bisa di katakan layak untuk di kembangkan. BEP usaha penggilingan padi pada CV. Jaya Subur Makmur diperoleh BEP unit sebesar 106.015 kg dan didapatkan BEP harga sebesar Rp 9.580. Selain itu juga diperoleh nilai dimana lama perusahaan untuk bisa balik modal yaitu selama 11 bulan.