cover
Contact Name
Titik Respati
Contact Email
jiks.unisba@gmail.com
Phone
081312135687
Journal Mail Official
jiks.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
ISSN : "_"     EISSN : 26568438     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) adalah jurnal yang memublikasikan artikel ilmiah kedokteran dan kesehatan yang terbit setiap 6 (enam) bulan. Artikel berupa penelitian asli, laporan kasus, studi kasus, dan kajian pustaka yang perlu disebarluaskan dan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) ini merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) selain Global Medical & Health Communication yang telah bereputasi nasional dan internasional.
Articles 211 Documents
Karakteristik Pasien dengan Nodul Tiroid di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung Yuyun Saputri; Meta Maulida Damayanti; Ismet Muchtar Nur
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i2.7412

Abstract

Nodul tiroid merupakan kasus yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis gangguan kelenjar tiroid dan masih sering ditemukan. Sekitar 90% nodul tiroid bersifat jinak dan 10% bersifat ganas. Di Indonesia data statistik mengenai nodul tiroid masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien dengan nodul tiroid. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang yang dilaksanakan selama bulan September 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Data didapatkan melalui rekam medis tahun 2018–2019 di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung dan didapatkan 72 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi tertinggi berdasar atas usia terdapat pada kelompok usia 40–49 tahun (32%). Frekuensi tertinggi berdasar atas jenis kelamin terdapat pada pasien perempuan (90%). Frekuensi tertinggi berdasar atas ukuran nodul tiroid terdapat pada kelompok >4 cm (72%). Frekuensi tertinggi berdasar atas gambaran histopatologi berupa adenomatoid goiter (74%). Simpulan penelitian ini menunjukkan frekuensi tertinggi nodul tiroid terdapat pada usia 40–49 tahun, perempuan, ukuran nodul tiroid >4 cm dan jenis adenomatoid goiter. Hal ini terjadi karena imunitas dan daya tahan tubuh seseorang menjadi menurun seiring dengan usia yang bertambah. Pada perempuan risiko penyakit nodul tiroid dapat meningkat dengan penggunaan hormon estrogen pada kontrasepsi oral, pada kehamilan, serta perubahan siklus menstruasi. CHARACTERISTICS OF  PATIENTS WITH THYROID NODULE AT THE AL-IHSAN HOSPITAL BANDUNGThyroid nodules are a disease caused by various types of thyroid gland disorders and are still often found. Approximately 90% of thyroid nodules are benign, and 10% are malignant. In Indonesia, statistical data for thyroid nodules are still limited. The purpose of this study was to determine the characteristics of patients with thyroid nodules. This study used a descriptive observational method with the cross-sectional approach was carried out during September 2020. The sampling technique in this research is total sampling. Data were obtained through medical records for January 2018–December 2019 at Al-Ihsan Hospital Bandung and obtained 72 medical records that met the inclusion criteria. The results showed that the highest frequency according to age was found in the 40–49 years group (32%). The highest frequency according to gender was found in female patients (90%). The highest frequency according to thyroid nodules size was in the >4 cm (72%). The highest frequency according to the histopathological features was found in adenomatoid goiter (74%). The conclusions in this study indicate that the highest frequency of thyroid nodules occurs at the age of 40–49 years, women, thyroid nodule size >4 cm, and adenomatoid goiter type. These happen because a person’s immunity and body resistance decrease with age. In women, the risk of thyroid nodule disease can increase cause using the hormone estrogen in oral contraceptives, in pregnancy, and changes in the menstrual cycle.
Scoping Review: Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Perilaku dengan Kejadian Skabies Remagari Briliani Mulyana Rosi; Nurul Annisa Abdullah; Deis Hikmawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i2.7426

Abstract

Skabies adalah infestasi parasit yang sangat gatal pada kulit yang disebabkan oleh tungau S. scabiei yang menghasilkan erupsi pruritus pada kulit. Terdapat 300 juta kasus setiap tahun. Indonesia menempati posisi pertama dari 195 negara dengan beban skabies terbesar. Faktor risiko skabies ada 11 faktor, di antaranya sosiodemografi dan perilaku. Tujuan penelitian mengetahui faktor sosiodemografi dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian skabies. Metode penelitian yang digunakan adalah metode scoping review yang dilaksanakan dari bulan September–Desember 2020. Pencarian sistematis dilakukan melalui database elektronik (PubMed, ProQuest, Springer Link, dan Google Scholar) sesuai dengan kriteria inklusi dan tidak termasuk eksklusi serta dilakukan skrining menggunakan kriteria eligible pada diagram PRISMA. Hasil penelitian dari total 4.104 artikel terdapat 358 artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan didapatkan sembilan artikel yang eligible serta di-review uraiannya. Simpulan, faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan skabies adalah lokasi sekolah, pelajar dengan ayah dan ibu berpendidikan rendah, pekerjaan ibu, pekerjaan ayah, laki-laki, akses fasilitas kesehatan, pendapatan rumah tangga, serta jumlah anggota keluarga yang besar. Faktor perilaku yang berhubungan dengan skabies adalah personal hygiene yang buruk, berbagi tempat tidur, pakaian, pemakaian toilet bersama dengan orang lain, cuci tangan tanpa sabun, jarang mandi, serta riwayat kontak dengan orang lain atau keluarga yang memiliki gejala skabies. SCOPING REVIEW: RELATIONSHIP OF SOCIODEMOGRAPHIC AND BEHAVIORAL FACTORS WITH SCABIESScabies is a parasitic infestation that is severe itching on the skin caused by S. scabiei mites that produce pruritus eruptions on the skin. There are 300 million cases every year. Indonesia ranks first out of 195 countries with the highest scabies burden. Risk factors scabies there are 11 factors, including sociodemography and behavior. The objective of this study was to know the sociodemographic and behavioral factors associated with scabies. This study used scoping review method have conducted from September–December 2020. Systematic searches are conducted through electronic databases (PubMed, ProQuest, Springer Link, and Google Scholar) according to inclusion and not exclusion criteria and screened using eligible criteria in PRISMA diagrams. Results of the study, from 4,104 articles, there were 358 articles according to inclusion criteria and obtained nine following eligible and reviewed description. In conclusion, sociodemographic factors associated with scabies are the location of the school, students with lowly educated fathers and mothers, mother’s occupation, father’s occupation, man, access to health facilities, household income, a large number of family members. Behavioral factors related to scabies were poor personal hygiene, bed-sharing, clothes, toilet, washing hands without soap, rarely bathing, as well as a history of contact with others or families who have symptoms of scabies.
Scoping Review: Pengaruh Paparan Asap Rokok terhadap Kadar Kotinin dalam Tubuh Perokok Pasif Madinatul Munawaroh; Lelly Resna Nugrahawati; Annisa Rahmah Furqaani
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i2.7449

Abstract

Perokok pasif adalah orang tidak merokok, namun ikut menghirup asap rokok dari orang-orang merokok di sekitarnya. Produk yang dihirup dihasilkan dari asap utama yang dihembuskan dan asap dari ujung rokok yang masih membara. Perokok pasif memiliki kandungan nikotin yang akan dimetabolisme menjadi kotinin menggunakan enzim CYP2A6 dan didistribusikan dalam tubuh perokok pasif seperti darah, saliva, dan urine. Hasil metabolisme mengakibatkan peningkatan kadar kotinin dalam tubuh perokok pasif. Dampak peningkatan kadar kotinin menyebabkan gangguan kesehatan seperti lung cancer, oral cancer, asthma, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), dan coronary heart disease. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh paparan asap rokok terhadap kadar kotinin dalam tubuh perokok pasif. Penelitian dilakukan dengan metode scoping review dengan subjek artikel ilmiah nasional dan internasional yang memenuhi kriteria kelayakan (eligible). Hasil pada penelitian ini diambil dari artikel yang akan dinilai secara PICOS, yaitu Population: anak-anak perokok pasif yang terdapat pada artikel jurnal, Intervention/Exposure: asap rokok sekunder, Comparison: anak-anak yang tidak tinggal dengan perokok, Outcome: kadar kotinin dalam tubuh perokok pasif, Study: RCT, clinical trial, dan cross-sectional. Artikel yang memenuhi kelayakan (eligible) ada enam artikel. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pada perokok pasif menunjukkan kadar kotinin yang meningkat. SCOPING REVIEW: THE EFFECT OF CIGARETTE SMOKE EXPOSURE ON COTININE LEVELS IN THE BODY OF PASSIVE SMOKERSPassive smokers are people who do not smoke but also inhale smoke from smoking people around them. Secondhand smoke has produced from the smoke exhaled by smokers and the smoke from the still-smoldering end of the cigarette. Passive smokers who contain nicotine will be metabolized into cotinine by the CYP2A6 enzymes and will be distributed through blood, saliva, and urine into the body of passive smokers. This metabolism results in an increase in cotinine levels in the body of passive smokers. The impact of increasing cotinine levels causes health problems such as lung cancer, oral cancer, asthma, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), and coronary heart disease. The research objective was to analyze the effect of cigarette smoke on cotinine levels in the body of passive smokers. The research was conducted using the scoping review method with the subjects of national and international scientific articles that meet the eligibility criteria (eligible). The results of this study were articles assessed using PICOS, namely Population: passive smoking listed in journal articles, Intervention/Exposure: secondary cigarette smoke, Comparison: children who do not live with smokers, Outcome: cotinine levels in passive smokers, Studies (RCT, clinical trial, and cross-sectional). Six articles meet the eligibility (eligible). The conclusions of this study indicate that passive smokers show increased cotinine levels.
Hubungan Kerja Sif dengan Kualitas Tidur pada Pekerja Perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Tahun 2020 Adlina Afifah; Ismawati Ismawati; Siska Nia Irasanti
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v3i2.7360

Abstract

Kerja sif merupakan hal yang umum di antara para pekerja. Sistem sif yang tidak teratur dan berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan pekerja dan produktivitasnya. Secara khusus, kerja sif dikenal sebagai hazard di tempat kerja karena dapat memengaruhi kualitas tidur pekerja. Kualitas tidur yang buruk akan berdampak buruk juga pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerja sif dengan kualitas tidur pada pekerja di perusahaan Fast Moving Consumer Goods Karawang. Penelitian ini bersifat analitik dengan studi cross-sectional pada 57 pekerja menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Data diambil dari pekerja di perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Karawang menggunakan teknik purposive sampling pada tahun 2020. Data yang didapat dilakukan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur baik sebagian besar terdapat pada pekerja dengan sif pagi sebanyak 7 orang dan kualitas tidur buruk sebagian besar terdapat pada pekerja dengan sif malam sebanyak 18 orang. Hasil analisis didapatkan hubungan antara kerja sif dan kualitas tidur pada pekerja di perusahaan FMCG Karawang (p=0,023). Simpulan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kerja sif dan kualitas tidur. CORRELATION BETWEEN SHIFT WORK AND SLEEP QUALITY ON FAST MOVING CONSUMER GOODS (FMCG) COMPANY WORKERS IN 2020Shift work is sharing among workers. Irregular and prolonged shift systems can affect workers' health and productivity. In particular, shift work is known as a workplace hazard as it may cause poor sleep quality. Poor sleep quality will have a negative on the health and safety of workers. This study aims to analyze the relationship between shift work and sleep quality in employees of the Fast Moving Consumer Goods Karawang companies. This research is an analytical study with a cross-sectional design on 57 workers through the Pittsburgh Sleep Quality Index questionnaire. Data retrieval from workers at the Karawang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) company using a purposive sampling technique in 2020. The data obtained were carried out by statistical tests using the chi-square test. The research results show that good sleep quality is mostly found in workers with morning shifts as many as seven people, and poor sleep quality is mostly found in workers with night shifts as many as 18 people. The analysis results showed a relationship between shift work and sleep quality in workers at FMCG Karawang companies (p=0.023). The research results' conclusions indicate a significant relationship between shift work and sleep quality.
Efektivitas Solution Focused Brief Therapy Untuk Meningkatkan Derajat Harga Diri Pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Anita Dwi Cahyanti; Eneng Nurlailiwangi; Suhana Suhana
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9321

Abstract

Di dalam sebuah pernikahan keutuhan, kerukunan, kebahagia, harmonis, aman serta damai merupakan impian dari setiap pasangan yang membina rumah tangga. Tanpa adanya keutuhan serta kerukunan di dalam berumah tangga dapat mengakibatkan timbulnya konflik yang pada akhirnya dapat berakhir menjadi tindakan kekerasan di dalam rumah tangga itu sendiri. Konflik yang tidak terselesaikan tersebut dapat memancing perilaku yang melanggar harkat dan martabat sehingga pada akhirnya muncul kekerasan di dalam rumah tangga. Korban yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dapat mengalami berbagai macam emosi negatif, afek negatif dan keyakinan negatif pada dirinya. Peristiwa negatif tersebut memiliki efek negatif terhadap harga diri orang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empirik mengenai bagaimana efektifitas pemberian Solution Focused Brief Therapy untuk mengingkatkan derajat harga diri pada Istri Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Experimental Pre-Test - Post-Test Design, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 3 (tiga) orang. Ketiga subjek ini diberikan intervensi Solution Focused Brief Therapy sebanyak 4 kali pertemuan, dengan tahapan memahami permasalahan dan menetapkan tujuan (Goals), mengeksplorasi dinamika krisis yang dialami, perubahan-perubahan dan situasi-situasi yang menjadi pengecualian (Exceptions), mengeksplorasi potensi diri, menentukan solusi dan terminasi. Asesmen dilakukan dengan menggunakan skala derajat harga diri dari Mruk (2006). Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis menggunakan uji statistika non-parametrik Wilcoxon Signed Rank, didapatkan hasil p value sebesar 0,102 : 2 = 0.05 kurang dari sama dengan taraf kepercayaan ɑ =  0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kedua dimensi yaitu Kompetensi dan Keberhargaan/Kelayakansecara signifikan pada istri korban kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga berdasarkan temuan tersebut, Solution Focused Brief Therapy yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dikembangkan untuk diterapkan dalam meningkatkan derajat harga diri.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN IMPLEMENTASI PATIENT SAFETY TERHADAP KEPUASAN PASIEN KLINIK TETA AESTHETIC DAN PLASTIC SURGERY DI KOTA JAKARTA Milda Agniasari; Nurdin Nurdin; Subhan Perkasa Sumadilaga; Aminuddin Irfani
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9126

Abstract

Keberadaan pelayanan kesehatan sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Berbagai layanan kesehatan primer dan tersier, baik pemerintah maupun swasta, telah didirikan di setiap daerah untuk memudahkan akses layanan medis lokal. Kehadiran berbagai jenis pelayanan medis di masyarakat memungkinkan masyarakat untuk memilih pelayanan medis yang mereka butuhkan sesuai dengan keinginan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh kualitas pelayanan dan keselamatan pasien terhadap kepuasan pasien secara simultan dan parsial di klinik Teta Aesthetic and Plustic Surgery kota Jakarta. Penelitian ini diolah menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah sampel total yang termasuk dalam kriteria inklusi dengan jumlah 40 responden yang terdiri dari pasien klinik Teta Estetika dan Bedah Plustik di kota Jakarta. Uji validitas menggunakan teknik korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha cronbach, dan data yang diperoleh akan digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini diperoleh hasil analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa tingkat kualitas pelayanan dengan skor rata-rata 4,178 atau 83,34%, tingkat keselamatan pasien baik dengan hasil rata-rata 4,078 atau 81,5%, kepuasan pasien baik dengan rata-rata menghasilkan rata-rata 4,07 atau 81,40%. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan dengan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa thitung < ttabel = (-1,838 < 18,05) artinya secara parsial tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien. Keselamatan Pasien secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, hal ini dibuktikan dengan hasil thitung < ttabel = (0-,335 < 18,05). Secara simultan dengan hasil uji signifikansi atau uji F diperoleh hasil Fhitung > Ftabel = (1,670 < 70,3) artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan dan Keselamatan Pasien terhadap Kepuasan Pasien.
Scoping Review: Relationship between Overweight and Obesity with Triple Negative Breast Cancer in Woman Dian Alfiani Theona; Widayanti Widayanti; Mirasari Putri
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9218

Abstract

Breast cancer is still one of the main problems for global public health. Breast cancer has several pathological characteristics, including triple negative breast cancer (TNBC) characterized by negative ER, PR, HER2 results and has a poor prognosis. Risk factors for TNBC are closely related to Body Mass Index (BMI) as an individual description of obesity. It is known in women, overweight and obesity can trigger breast cancer. This study aims to analyze the relationship between overweight and obesity based on BMI with the incidence of TNBC in women. This study used a scoping review to analyze scientific writings from three data sources, they are PubMed, ScienceDirect and SpringerLink. In the initial search, 797 articles were generated, then adjusted according to the inclusion, exclusion and eligibility criteria to produce 5 articles summarized in the PRISMA diagram. Of the five articles that were predominantly conducted in Asia, four articles stated that women with a BMI ≥25 kg/m2 had a higher risk of TNBC. One article stated that the risk factors for TNBC can be assessed from waist circumference other than BMI. In addition, there is one article that mentioned the opposite, there is no relationship between BMI at the age of 25-54 years and TNBC. The conclusion of this study is that obesity have a relationship with the incidence of TNBC in women.
Efektivitas Intervensi Mindfulness Based Cognitive Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Sosial Pada Korban Bullying Di Kota Bandung Raden Muhammad Ibnu Ramadhan; Eneng Nurlaili Wangi; Siti Qadariah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9033

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu perilaku yang muncul dalam berelasi dengan orang lain dan sering kali terjadi pada setting sekolah di berbagai jenjang. Korban perundungan selama masa kanak-kanak memiliki hubungan sosial yang lebih buruk, kesulitan ekonomi, dan masalah kesehatan yang lebih banyak pada usia 19 sampai 40 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengalami perundungan. Konsekuensi dari perundungan selama masa kanak-kanak dapat mencangkup permasalahan sosial, salah satunya adalah kecemasan sosial. Kecemasan sosial didefinisikan sebagai pengalaman kognisi dan perasaan yang muncul karena adanya persepsi dievaluasi negatif oleh orang lain yang mencakup ketergugahan fisiologis yang tidak menyenangkan dan perasaan takut yang muncul ketika berinteraksi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empirik mengenai bagaimana efektifitas Mindfullness Based Cognitive Therapy dapat membantu menurunkan kecemasan sosial pada korban bullying di Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah one group design pretest-posttest, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 5 (lima) orang. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis menggunakan uji statistika non-parametrik Wilcoxon Signed Rank, didapatkan hasil p value sebesar 0,043 dengan taraf kepercayaan ɑ =  0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan sosial secara signifikan pada korban bullying di Kota Bandung setelah diberikannya intervensi Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT).Kata Kunci : Mindfulness Based Cognitive Therapy, Kecemasan Sosial, Korban Perundungan.
Scoping Review: Transmisi Vertikal SARS-CoV-2 pada Wanita Hamil Terkonfirmasi COVID-19 di Asia Vira Annisa Fitriyani; Djonny Djuarsa; Titik Respati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9424

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di seluruh dunia.  Namun demikian, pengetahuan mengenai transmisi vertikal COVID-19 belum terlalu banyak. Beberapa penelitian mengenai transmisi vertikal menghasilkan outcome yang berbeda-beda. Pemahaman mengenai transmisi vertikal sangat dibutuhkan agar peneliti dan tenaga kesehatan dapat segera menangani apabila terjadinya tingkat penyakit yang lebih parah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya transmisi vertikal dan mekanismenya. Penelitian ini merupakan scoping review dengan menggunakan enam database, yaitu Springer Link, Jama, Ovid, Proquest, Pubmed, dan Sciencedirect. Terdapat 879 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan 708 artikel yang termasuk ke dalam kriteria eksklusi. Terdapat 17 artikel dari hasil penyaringan berdasarkan PICOS. Jumlah artikel yang memenuhi kriteria kelayakan adalah tujuh artikel. Pada penelitian dengan populasi di Asia ini, transmisi vertikal dibuktikan dengan uji RT-PCR SARS-CoV-2 dari sampel neonatal, seperti cairan amnion, swab nasofaring, faring, orofaring, nasal, dan tenggorokan, serta uji serologi IgM anti SARS-CoV-2 dari darah. Simpulan penelitian ini adalah transmisi vertikal SARS-CoV-2 dapat terjadi pada wanita hamil yang terkonfirmasi COVID-19.
Hubungan Kondisi Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas CicalengkaTahun 2020 Teddy Firmanzah Zahrawani; Eka Nurhayati; Yanti Fadillah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.7770

Abstract

Stunting pada bayi dan anak sampai saat ini menjadi masalah utama di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko stunting adalah sanitasi lingkungan yang buruk. Kecamatan Cicalengka memiliki prevalensi stunting ke-6 paling tinggi di Kabupaten Bandung sehingga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung dalam upaya menurunkan stunting. Salah satu indikator sanitasi lingkungan di Kecamatan Cicalengka yang tidak memenuhi target pada tahun 2020 adalah cakupan jamban sehat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi jamban dengan kejadian anak stunting. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cicalengka pada bulan Maret tahun 2021. Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang Subjek penelitian menggunakan data sekunder TB/U bayi dan anak yang didapat dari laporan program gizi Puskesmas Cicalengka tahun 2020. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 5.320. Data usia, jenis kelamin, kondisi, dan status gizi akan dilakukan analisis univariat. Analisis bivariat dan uji chi square dilakukan terhadap kondisi jamban dan status gizi dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil pada penelitian ini, yaitu stunting paling banyak pada anak yang menggunakan jamban tidak sehat (28,2%). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan kondisi jamban terhadap kejadian stunting (p = 0,000; p <0,05). Semakin baik kondisi jamban, maka akan mengurangi risiko kejadian stunting.