cover
Contact Name
Titik Respati
Contact Email
jiks.unisba@gmail.com
Phone
081312135687
Journal Mail Official
jiks.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
ISSN : "_"     EISSN : 26568438     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) adalah jurnal yang memublikasikan artikel ilmiah kedokteran dan kesehatan yang terbit setiap 6 (enam) bulan. Artikel berupa penelitian asli, laporan kasus, studi kasus, dan kajian pustaka yang perlu disebarluaskan dan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) ini merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) selain Global Medical & Health Communication yang telah bereputasi nasional dan internasional.
Articles 211 Documents
Pengaruh Terapi Kesabaran Terhadap Depresi Pada Penyintas Postpartum Depression Millah Al-Haniefa Qomaruddin; Umar Yusuf; Anna Rozanna
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10758

Abstract

AbstrakPostpartum depression merupakan gangguan emosi yang diakibatkan oleh masalah penyesuaian pascapersalinan. Masa pascapersalinan, selain diperlukan penyesuaian fisik pasca hamil dan persalinan, ibu juga memerlukan penyesuaian psikologis, khususnya peran sebagai ibu. Terdapat dua permasalahan yang berjalan bersamaan ini diperlukan kemampuan penyesuaian diri serta diperlukan toleransi stres yang tinggi. Pada penelitian ini subjek yang mengalami postpartum depression disebabkan masalah terkait toleransi stres yang rendah. Permasalahan mengenai toleransi stres yang rendah menunjukkan indikasi ketidaksabaran. Tujuan penelitian ini adalah menurunkan tingkat depresi pada ibu yang mengalami postpartum depression melalui terapi kesabaran. Penelitian ini menggunakan metode single case experiment design dengan dilakukan pre-post assessment terhadap dua orang subjek. Penelitian ini dilakukan di Kota Bandung selama kurang lebih satu tahun. Kedua subyek diberikan intervensi terapi kesabaran dengan tahapan pengelolaan stres dan tahapan peningkatan kesabaran. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan pada aspek psikologis serta penurunan skor depresi yang diukur melalui BDI, dengan perubahan yang dialami oleh subjek sebesar 24% dan 15%. Hasil pengukuran menunjukkan perubahan yang signifikan pada aspek kognitif dan aspek vegetatif atau fisik. Simpulan, terapi kesabaran berpengaruh pada penurunan hasil skor depresi kedua subjek dan dapat dikembangkan untuk diterapkan dalam masalah depresi.Kata kunci: Beck depression inventory (BDI), postpartum depression, terapi kesabaranThe Effect of Patient Therapy on Depression in Postpartum Depression SurvivorsAbstractPostpartum depression is an emotional disorder caused by postpartum adjustment problems. In the postpartum period, besides the need for physical adjustments after pregnancy and childbirth, mothers also need psychological adjustments, especially in the role of the mother. The existence of these two problems that run together, requires the ability to adapt and requires high-stress tolerance. In this study, subjects who experienced postpartum depression were caused by problems related to low-stress tolerance. Problems regarding low-stress tolerance indicate an indication of impatience. The purpose of this study was to reduce the level of depression in mothers who experience postpartum depression through patience therapy. This study used the single case experiment design method with a pre-post assessment, with two subjects. This research was conducted in the city of Bandung for approximately one year. Both subjects were given patience therapy interventions with stages of stress management and stages of increasing patience. The results of this study showed changes in psychological aspects and decreased depression scores as measured by the BDI, with changes experienced by the subjects by 24% and 15%. The measurement results show significant changes in cognitive and vegetative or physical aspects. In conclusion, patient therapy affects reducing the results of depression scores for both subjects and can be developed to be applied to depression problems.Keywords: Beck depression inventory (BDI), patient therapy, postpartum depression
Implementasi Pelayanan Dokter berbasis Kewirausahaan Sosial (Survei pada Profesi Dokter di Kabupaten Purwakarta) Devi Melisa Veronica; Muhardi Muhardi; Sri Suwarsi
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10811

Abstract

AbstrakKewirausahaan sosial berbeda dengan kewirausahaan bisnis. Perbedaan kritisnya adalah bahwa ada keinginan atau tujuan sosial yang mendasar untuk mencapai dunia yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat implementasi, sistem pelayanan, kendala, dan strategi yang diterapkan dalam kegiatan kewirausahaan sosial di kalangan dokter dalam masa penelitian periode tahun 2021–2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan informan. Populasi adalah dokter yang bertugas di Kabupaten Purwakarta yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 21 responden selama periode bulan Februari-Maret tahun 2022 Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata implementasi kewirausahaan sudah baik bahwa responden melakukan kewirausahaan sosial dalam implementasi kesehatan serta sisanya berfokus pada peningkatan ekonomi dengan latar belakang yang menjadi dasar berupa empati, dedikasi, dan partisipasi. Temuan pelayanan kesehatan yang dilakukan berupa CSR jenis filantropi, cause promotion, corporate social marketing, dan community volunteering dengan dimensi seperti nilai sosial, masyarakat sipil, inovasi, dan aktivitas ekonomi. Pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis kewirausahaan membutuhkan modal, pemahaman masyarakat, kesenjangan sosial, dan pendataan. Strategi yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah tunjangan alokasi pendapatan, klasifikasi target selektif, mencari dana eksternal, dan pendekatan personal. Hal ini juga melibatkan peran orang lain, membangun hubungan sosial, melibatkan tingkat sosial masyarakat, melibatkan bagian aktif dari pemerintah, meningkatkan sumber daya, dan menelusuri data. Simpulan, tingkat implementasi pelayanan kesehatan berbasis kewirausahaan sosial yang dilakukan oleh dokter di Kabupaten Purwakarta sudah baik. Namun, masih ada beberapa kendala yang menyertainya.Kata kunci: Deskriptif kualitatif, kewirausahaan sosial, pelayanan kesehatanThe Implementation of Service Doctor based Social Entrepreneurship (Survey Conducted in Profession Doctor in Kabupaten Purwakarta)AbstractSocial entrepreneurship is different from business entrepreneurship. The critical difference is that there is an underlying social desire or goal to achieve a better world. This study aims to determine the level of implementation, service systems, constraints, and strategies applied in social entrepreneurship activities among doctors during the 2021-2022 research period. The method used is descriptive qualitative through interviews with informants. The population is the doctor on duty in Purwakarta district who were selected using purposive sampling of 21 respondents during February-March 2022 The results showed that on average the implementation of entrepreneurship was good, respondents did social entrepreneurship in implementing health and the rest focused on improving the economy with a background that became the basis of empathy, dedication and participation. The findings of health services carried out are in the form of CSR philanthropy, cause promotion, corporate social marketing, and community volunteering with dimensions such as social values, civil society, innovation, and economic activity. Implementation of entrepreneurship-based health services requires capital, community understanding, social interest, and data collection. The strategies used to overcome this are income allocation allowances, classifying targets, seeking external funding, and personal approaches. It also involves the role of other people, building social relationships, involving the social level of the community, involving active parts of government, increasing resources, and tracking data. The conclusion is that the level of implementation of entrepreneurship-based health services by doctors in Purwakarta Regency is good. However, there are still some obstacles that accompany it.Keywords: Health services, social entrepreneurship, qualitative descriptive
Penatalaksanaan Kasus Post Ischemic Stroke Sinistra dengan Komorbid Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD Dungus Rakhmad Rosadi; Kristiyono Putro; Marinda Yustia Nurfani; Sri Sunaringsih Ika Wardojo
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10600

Abstract

AbstrakDi Indonesia, strok sering dikaitkan oleh gaya hidup masyarakat yang kurang sehat, seperti makan makanan berlemak, kurang beraktivitas dan konsumsi gula terlalu banyak, sehingga rerata di antara masyarakat Indonesia mengidap penyakit diabetes melitus yang menjadi penyebab strok iskemik karena proses aterosklerosis. Penelitian ini melaporkan studi kasus pasien pascastrok iskemik dengan komorbid diabetes melitus tipe 2 yang mengalami tindakan fisioterapi selama tiga minggu periode Juli 2022 di Rumah Sakit Umum Daerah Dungus. Hasil pemeriksaan: identifikasi problematika fisioterapi pada pasien meliputi kelemahan dan hipotonus AGA, AGB ankle, pola sinergis AGB sinistra, kelemahan core dan postural control sehingga pasien kesulitan duduk ke berdiri dan mempertahankan posisi berdiri sendiri, knee tidak kuat (goyang) saat berdiri, hip sirkumduksi ketika berjalan, weight bearing ke sisi yang sehat, penurunan keseimbangan dan koordinasi. Simpulan: intervensi sebanyak tiga kali penangganan terdapat perkembangan (1) peningkatan kekuatan otot knee; (2) penurunan nyeri ketika aproximasi hip; (3) peningkatan sedikit pada tonus ankle; (4) pasien dapat mengontrol pola sinergis fleksi hip dan knee; (5) peningkatan keseimbangan ketika berdiri dan berjalan.Kata kunci: Diabetes melitus, iskemi, strok Management Cases Post Ischemic Stroke Sinistra with Diabetes Mellitus Komorbid Type II Dungus HospitalAbstractStroke in Indonesia is more caused by unhealthy lifestyles and lifestyles, such as lazy to move, fatty foods and high cholesterol, so that many of them suffer from diseases, one of which is diabetes mellitus which causes stroke due to an atherosclerosis process. This study reports a case study of post-ischemic stroke patients with comorbid diabetes mellitus type 2 who underwent physiotherapy for three weeks in July 2022 at Rumah Sakit Umum Daerah Dungus. Check up result: Identification of physiotherapy problems in patients including weakness and hypotonia of AGA, ankle AGB, synergistic pattern of left AGB, weakness of core and postural control so that patients have difficulty sitting to standing and maintaining a standing position alone, knee is not strong (shake) when standing, hip circumduction when walking , weight bearing to the healthy side, decreased balance and coordination. Conclusion: in the administration of interventions as many as three times there was a development of (1) an increase in knee muscle strength; (2) a decrease in pain during hip approximation; (3) a slight increase in ankle tone; (4) patients can control synergistic patterns of hip and knee flexion; (5) improved balance when standing and walking.Keywords: Diabetes mellitus, ischemic, stroke
Pengaruh Small Group Discussion (SGD) terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa MAN 2 Banjarmasin tentang Penggunaan Antibiotik Ashiela Ashiela; Darini Kurniawati; Adriana Palimbo
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10805

Abstract

AbstrakPengunaan antibiotik yang tidak rasional secara berulang dapat mengakibatkan resistensi. Resistensi antibiotik adalah 10 ancaman kesehatan dunia. Salah satu yang memengaruhi penggunaan antibiotik adalah pengetahuan yang dapat ditingkatkan dengan edukasi. Remaja sebagai agent of change akan menjadi perubahan baik untuk dibekali pengetahuan tentang penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh small group discussion terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat true experimental menggunakan pre-test and post-test group design. Populasi dan sampel penelitian adalah siswa MAN 2 Banjarmasin yang diteliti sebanyak 104 siswa kelas XII dengan pengacakan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2022. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji statistika dan regresi ordinal. Hasil tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Tingkat pengetahuan responden pre-test adalah 16 orang baik, 34 orang cukup, dan 54 orang kurang. Pada hasil posttest tingkat pengetahuan mengalami perubahan menjadi 48 orang baik, 28 orang cukup, dan 28 orang kurang. Small group discussion memiliki pengaruh sebesar 53,2% terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Pemberian edukasi dengan metode small group discussion memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa MAN 2 Banjarmasin tentang penggunaan antibiotik. Diperlukan penyampaian informasi dan edukasi yang rutin seperti penyuluhan maupun seminar oleh tenaga kesehatan untuk menambah pengetahuan penggunaan antibiotik.Kata kunci: Antibiotik, edukasi, pengetahuan, penggunaan antibiotikThe Effect of Small Group Discussion (SGD) on the Knowledge Level of Banjarmasin MAN 2 Students about the Use of AntibioticsAbstractRepeated irrational use of antibiotics can lead to resistance. Antibiotic resistance is a top 10 threat to world health. One that influences the use of antibiotics is knowledge that can be increased by education. Teenagers as agents of change will be a good change to be equipped with knowledge about the use of antibiotics. The purpose of this study was to determine the effect of small group discussions on the level of knowledge of students at MAN 2 Banjarmasin about the use of antibiotics. The design of this research is quantitative which is true experimental using pre-test and post-test group design. The population and sample of the study were students of MAN 2 Banjarmasin who were studied as many as 104 students of class XII with stratified random sampling. This research was conducted during July 2022. The measuring tool used was a questionnaire and data were analyzed using statistical tests and ordinal regression. The results showed that there was no relationship between the characteristics of the respondents and the level of knowledge on the use of antibiotics. The knowledge level of the respondents in the pre-test was 16 good people, 34 people had enough and 54 people had less. In the posttest results the knowledge level category changed to 48 good people, 28 people were sufficient and 28 people were lacking. Small group discussion has an effect of 53.2% on the level of knowledge of Man 2 Banjarmasin students about the use of antibiotics. Providing education with the small group discussion method has an influence on the level of knowledge of Banjarmasin MAN 2 students about the use of antibiotics. It is necessary to deliver routine information and education such as counseling and seminars by health workers to increase knowledge on the use of antibiotics.Keywords: Antibiotics, education, knowledge, use of antibiotics
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Blush on Stick Ekstrak Umbi Bit (Beta Vulgaris L) Sebagai Antioksidan Muhammad Fahmi Ramadani; Siti Malahayati; Dede Mahdiyah
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10842

Abstract

AbstrakUmbi bit (Beta vulgaris L) ialah tumbuhan yang dapat digunakan sebagai perona natural sebab memiliki betalanin sebagai melamin warna merah yang juga dapat bertugas sebagai antioksidan. Antioksidan bermanfaat mencegah kulit akibat negatif aspek luar serta menaikkan pembuatan kolagen kulit yang akan melindungi kekenyalan, fleksibilitas, dan kehalusan kulit (anti-aging). Blush on yang berupa stick serupa dengan lipstik, creamy, alhasil sesuai untuk seluruh tipe kulit. Tujuan riset ini menganalisis formulasi serta evaluasi sediaan blush on stick ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L) yang maksimal. Metode riset yang dicoba merupakan quasy experimental design dengan konsep riset one group posttest- only design. Waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober 2021–Mei 2022. Lokasi riset terletak di Laboratorium Teknologi Farmasi Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Blush on stick ekstrak umbi bit diformulasi dengan 3 variasi Fokus dasar lilin carnauba 10%, 20%, serta 30%. Setelah itu dilakukan penilaian meliputi percobaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, serta kemampuan lekat. Hasil penilaian dalam percobaan organoleptis seluruh formulasi berwarna coklat serta beraroma mawar, kestabilan FI dan FII lembut serta FIII kaku. Percobaan homogenitas seluruhnya homogen. Percobaan pH seluruhnya memenuhi detail pH 4,5–6,5. Percobaan kemampuan sebar FI memenuhi spesifikasi 3–5 cm ialah 3,3 cm. Percobaan kemampuan lekat seluruh formulasi memenuhi detail 4 detik. Variasi konsentrasi dasar lilin carnauba mempunyai akibat pada penilaian sediaan blush on stick. Bersumber pada evaluasi formula yang maksimal merupakan F1 dengan konsentrasi lilin carnauba sebesar 10%. Simpulan, formulasi yang optimal berdasarkan hasil evaluasi pH, daya sebar, dan daya lekat adalah formulasi I dengan konsentrasi basis 10%.Kata kunci: Blush on stick, ekstrak umbi bit, formulasi, lilin carnaubaFormulation and Evaluation Of Blush on Stick Preparations Beetroot Extract (Beta Vulgaris L) As AntioxidantsAbstractBeetroot (beta vulgaris L) is a plant that can be used as a natural dye because it has betalanine as a red melamine which can also act as an antioxidant. Antioxidants are useful in preventing the skin from negative external effects and increasing the production of skin collagen which will maintain skin elasticity, flexibility and smoothness (anti- aging). The blush in the form of a stick is similar to lipstick, creamy, so it is suitable for all skin types. The purpose of this research is to analyze the formulation and evaluation of the maximum beetroot (beta vulgaris L) extract blush on stick. The research method being tried is quasy experimental design with the research concept of one group posttest-only design. The research period starts from October 2021–May 2022. The research location is located at the Pharmaceutical Technology Laboratory, Sari Mulia University, Banjarmasin. Beetroot extract blush stick is formulated with 3 variations of carnauba wax base focus of 10%, 20% and 30%. After that, an assessment was carried out including organoleptic experiments, homogeneity, pH, spreadability and adhesion ability. The results of the evaluation in the organoleptic experiment of all formulations were brown and rose-scented, the stability of FI and soft FII and stiff FIII. The homogeneity experiment is completely homogeneous. The pH test fully complied with the details of pH 4.5–6.5. The test for the ability to spread FI to meet the specifications of 3–5 cm was 3.3 cm. The adhesiveness test of all formulations fulfilled the 4 second detail. Variations in the base concentration of carnauba wax have an impact on the evaluation of blush stick preparations. Based on the evaluation of the optimal formula is F1 with a carnauba wax concentration of 10%. Conclusion, the optimal formulation based on the evaluation results of pH, spreadability and adhesion is formulation I with a base concentration of 10%.Keywords: Beetroot extract, blush on stick, carnauba wax, formulation
Pendekatan Lean Hospital dalam Mengoptimalkan Pelayanan Laboratorium Rumah Sakit Lucky Wardani; Muhardi Muhardi; Albert Hendarta
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i1.10608

Abstract

AbstrakPelayanan penunjang di rumah sakit merupakan salah satu penentu kualitas rumah sakit. Salah satu pelayanan penunjang di rumah sakit adalah laboratorium. Unit laboratorium seringkali mengalami permasalahan, yaitu belum mampu memberikan pelayanan kesehatan yang tepat waktu dengan standar pelayanan minimal di rumah sakit, kesalahan pengambilan darah, kerusakan sampel darah, dan terjadi kesalahan yang dapat menyebabkan pemborosan. Lean adalah upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan, meningkatkan nilai tambah produk (barang dan jasa), dan memberikan nilai kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pendekatan lean hospital dalam mengoptimalkan pelayanan laboratorium dan kondisi sebelum dan setelah dilakukan pendekatan lean hospital pada laboratorium rumah sakit. Penelitian dilakukan pada September 2021 sampai dengan Februari 2022 di RS A Kota Cimahi dan RS B Kota Bandung. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Informan dipilih secara non probability dengan teknik purposive sampling. Data diolah dengan metode analisis lean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio aktivitas value added terhadap total aktivitas di kedua rumah sakit adalah kurang dari 30%. Usulan perbaikan yang diajukan kepada manajemen di kedua rumah sakit menunjukkan quality improvement di antaranya penurunan waktu tunggu pasien, penunjuk arah ke laboratorium yang jelas, sistem informasi rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi, serta standar operasional prosedur (SOP) yang sesuai dipatuhi. Simpulan, kedua rumah sakit dianggap belum lean karena memiliki rasio aktivitas yang bernilai tambah (value added activities) terhadap total aktivitas adalah kurang dari 30%, pemborosan pada waiting time, process, transportation, motion dan defect dipengaruhi oleh man, methods, machine, dan environmental.Kata kunci: Laboratorium, lean hospital, manajemen rumah sakit, pelayanan optimal, pemborosanLean Hospital Approach to Optimizing Hospital Laboratory ServiceAbstractSupport services in hospitals are one of the determinants of hospital quality. One of the supporting services in hospitals is a laboratory. Laboratory units often experience problems, such as not being able to provide timely health services with minimum service standards in hospitals, blood sampling errors, damage to blood samples and medication error that can cause waste. Lean is a continuous improvement effort to eliminate waste, increase product value added (goods and services) and provide value to customers (customer value). The purpose of this study was to determine the lean hospital approach in optimizing laboratory services and to determine condition before and after the lean hospital approached. The research was conducted from September 2021 to February 2022 in A Hospital Cimahi and B Hospital Bandung. The research use qualitative method. Informants were selected non-probability with purposive sampling technique. The data is processed by lean analysis method. The results showed that the ratio of value added and non value added activities in both hospitals was less than 30%. The improvement proposals submitted to hospital management showed that there were quality improvements including decreasing patient waiting time, there are clear directions to the laboratory, an integrated hospital information system and appropriate standard operating procedure. In conclusion, the two hospitals are considered not lean because they have ratio of value added activities to total activities is less than 30%, there are wastes in waiting time, process, transportation, motion, and defects influenced by man, methods, machine and environment.Keywords: Hospital management, laboratory, lean hospital, optimal service, waste
Durasi Screen Time Smartphone dengan Keluhan Mata Kering pada Mahasiswa Gaida Salsabila; Fajar Awalia Yulianto; Sandy Faizal
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11519

Abstract

AbstrakDampak screen time smartphone yang tinggi dapat memengaruhi kesehatan mata, salah satunya keluhan mata kering. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi screen time smartphone dan keluhan mata kering pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini merupakan studi analitik cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah 145 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung periode Juni–November 2022 Alat ukur yang digunakan, yaitu kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI). Uji statistik menggunakan chi-square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi screen time smartphone mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dengan gejala mata kering terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok durasi <6 jam/hari sebanyak 45 orang (91,8%) dan kelompok durasi >7 jam/hari sebanyak 74 orang (77,1%). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi screen time smartphone dan keluhan mata kering pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (nilai p=0,04). Pemeriksaan keluhan mata kering menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) bersifat subjektif, perlu pemeriksaan objektif untuk mendapatkan proporsi mata kering yang sebenarnya dalam dua kelompok screen time. Duration of Smartphone Screen Time with Dry Eye Complaints in University StudentsAbstractHigh smartphone screen time can impact eye health, including dry eye symptoms. This study aims to investigate the relationship between smartphone screen time and dry eye symptoms in students at the Faculty of Medicine Bandung Islamic University. This study uses an observational analytic research method with a cross-sectional type. Purposive sampling was used for sample selection, and the research subjects included 145 students from the Faculty of Medicine Bandung Islamic University from June–November 2022. A statistical test used was the chi-square test. The results of this study showed that the duration of smartphone screen time in students of the Faculty of Medicine Bandung Islamic University with dry eye symptoms is divided into two groups, namely the <6 hours/day duration group of 45 people (91.8%) and the >7 hours/day duration group of 74 people (77.1%). There is a statistically significant correlation between the duration of smartphone screen time and the incidence of dry eye symptoms in students of the Faculty of Medicine Bandung Islamic University (value of p=0.04). Examining complaints of dry eye symptoms with the subjective Ocular Surface Disease Index (OSDI) questionnaire requires an objective examination to determine the actual proportion of dry eye in the two screen time groups.
Pengaruh Kadar Feritin Darah terhadap Status Gizi Pasien Thalasemia β Mayor Anak Namira Ramadanty; Tito Gunantara; Mirasari Putri
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11677

Abstract

AbstrakThalasemia merupakan kelainan hemolitik yang ditandai dengan penghancuran sel darah merah secara berlebihan. Penyakit ini diwariskan secara autosomal resesif dari orangtua yang berakibat pada kelainan sintesis rantai globin. Pasien thalasemia menjalani pengobatan dengan transfusi darah setiap bulan selama hidupnya. Pengobatan tersebut menimbulkan efek samping yang signifikan terhadap tubuh pasien. Transfusi darah yang terus menerus dapat menyebabkan penimbunan zat besi sehingga kadar feritin dalam tubuh meningkat. Selain itu, pasien thalasemia berisiko mengalami gangguan kelenjar endokrin dan anemia. Kondisi tersebut menyebabkan anak menjadi tidak mempunyai nafsu makan sehingga asupan gizi bekurang. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Al-Ihsan Januari–Desember 2022. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar feritin darah terhadap status gizi pasien thalasemia β mayor anak. Metode penelitian ini, yaitu observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini berjumlah 58 orang. Alat yang digunakan pada penelitian adalah grafik pertumbuhan berdasarkan The WHO Reference 2007. Hasil studi menunjukkan p=0,004 (p<0.05) dengan nilai r sebesar 0,536 yang berarti terdapat pengaruh kadar feritin terhadap status gizi pasien thalasemia β mayor anak di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung tahun 2022. Simpulan, kadar feritin darah berpengaruh terhadap status gizi pasien thalasemia β mayor anak. Effect of Blood Ferritin Levels on Nutritional Status of Pediatric Patients with Thalassemia β MajorAbstractThalassemia is a hemolytic disorder characterized by excessive destruction of red blood cells. The disease is inherited autosomal recessive from the elderly resulting in abnormalities in the synthesis of globin chains. The thalassemia patient undergoes treatment with blood transfusions every month during his lifetime. Such treatment causes significant side effects to the patient's body. Continuous blood transfusions can cause iron accumulation so that ferritin levels in the body increase. In addition, thalassemia patients are at risk of endocrine gland disorders and anemia. This condition causes the child to have no appetite, so the nutritional intake is frozen. This research was conducted at Al-Ihsan Hospital January-December 2022. This study aimed to determine the effect of ferritin levels on the nutritional status of children with β thalassemia major. This research method is analytically observational through a cross-sectional approach. The subjects of this study amounted to 58 people. The tool used in this study was a growth chart based on the 2007 WHO Reference. The analysis results showed p= 0.004 (p-value<0.05) and r value of 0.536, which means that there is an effect of ferritin levels on nutritional status of pediatric patients with thalassemia β major at Al-Ihsan Hospital, Bandung Regency in 2022. This study concludes that ferritin levels affect the nutritional status of children with β thalassemia major.
Karakteristik Pasien Tuberkulosis di Kota Bandung Tahun 2021 Nysa Ro Aina Zulfa; Nurhayati Adnan Prihartono
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11804

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tb) yang dapat menyerang paru maupun organ lainnya. Mycobacterium tuberculosis dapat menular antarindividu melalui rute aerosol sehingga bergantung pada jumlah droplet yang terhirup dan lamanya waktu individu untuk menghirup udara yang mengandung droplet M. tb. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dengan tujuan menilai karakteristik pasien TB di Kota Bandung tahun 2021. Penelitian dilaksanakan di Kota Bandung pada bulan Maret tahun 2023 dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan pasien tuberkulosis Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2021. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis tahun 2021 yang berdomisili di Kota Bandung berjumlah 6.302 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS dan memberikan hasil bahwa dari total pasien TB di Kota Bandung terdapat 3.497 (56%) berusia 18–40 tahun, 3.259 (52%) perempuan, 3.414 (54%) dengan riwayat pekerjaan lain-lain (tidak bekerja, pensiunan, jenis pekerjaan lainnya), dan diikuti oleh jenis pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 939 pasien (15%). Pasien tuberkulosis terbanyak ada di Kecamatan Babakan Ciparay dengan jumlah kasus sekitar 530 kasus, Bojongloa Kaler sekitar 440 kasus, dan Batununggal sekitar 380 kasus. Data tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar dapat dilakukan pencegahan dan penanganan secara komprehensif. Diperlukan penelitian lebih lanjut menggunakan metode lain dengan mempertimbangkan karakteristik lainnya. Characteristics of Tuberculosis Patients in Bandung City in 2021AbstractTuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis (M.Tb), which can attack the lungs and other organs. Mycobacterium tuberculosis can be transmitted between individuals via the aerosol route, so it depends on the number of droplets inhaled and the length of time the individual has inhaled air containing M. Tb droplets. This research is a quantitative study using a cross-sectional study design which was conducted with the aim of assessing the characteristics of TB patients in the city of Bandung in 2021. The research was conducted in Bandung in March 2023 using secondary data from the annual report of tuberculosis patients from the Bandung City Health Office year 2021. The population in this study is all tuberculosis patients in 2021 who live in Bandung, totaling 6,302 people. The results of the study were analyzed using SPSS. Results showed the total TB patients in Bandung City, there were 3,497 (56%) aged 18–40 years, 3,259 (52%) women, 3,414 (54%) with other employment histories (not working, retirees, other types of work), then followed by the type of work of housewives with 939 patients (15%). Most tuberculosis patients were in the Babakan Ciparay sub-district, with around 530 cases, Bojongloa Kaler around 440 cases, and Batununggal around 380 cases. This data needs to be a common concern so that comprehensive prevention and treatment can be carried out. Further research is needed using other methods and considering other characteristics.Keywords: Bandung City, characteristics, tuberculosis
Komunikasi Terapeutik Dokter dalam Memotivasi Pasien Kanker Payudara untuk Menjalani Kemoterapi Anita Asmara; Rini Rinawati
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v5i2.11278

Abstract

AbstrakBerdasarkan data Globocan WHO 2020 di Indonesia pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan untuk menghancurkan sel kanker, namun dapat menyebabkan efek samping yang beragam pada pasien kanker. Arus informasi kesehatan yang masif di berbagai media, pasien sering kali mencari berbagai informasi mengenai kemoterapi di media sosial sehingga pasien merasa khawatir dan takut untuk menjalani proses kemoterapi. Di sinilah peran komunikasi terapeutik dokter sangat diperlukan untuk memotivasi pasien agar menjalankan kemoterapi dalam upaya pengobatan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi terapeutik dokter dalam memotivasi pasien kanker payudara menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif serta pendekatan studi kasus. Khalayak yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah dua orang dokter spesialis bedah onkologi yang bekerja di dua rumah sakit yang berbeda serta aktif di Yayasan Kanker Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam melalui zoom meeting pada 12 Januari 2023. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dokter telah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif untuk memotivasi pasien melakukan kemoterapi. Persiapan dalam komunikasi terapeutik salah satunya dengan mengenali kepribadian pasien. Hambatan yang sering ditemui dalam memotivasi pasien melakukan kemoterapi adalah latar belakang pendidikan. Simpulan penelitian ini, memotivasi pasien kanker payudara untuk kemoterapi sangat diperlukan komunikasi terapeutik dokter yang efektif serta memerlukan persiapan yang baik, salah satunya mengenal kepribadian pasien. Jam terbang yang semakin banyak serta pengetahuan dokter bertambah melakukan komunikasi terapeutik yang efektif maka hambatan komunikasi dapat diatasi. Physician Therapeutic Communication Strategies to Motivate Breast Cancer Patients to Perform ChemotherapyAbstractBased on WHO Globocan data, in 2020 Indonesia in 2020, the number of new breast cancer cases reached 68,858 cases (16.6%) of 396,914 new cancer cases, with the number of deaths reaching more than 22 thousand people. Chemotherapy is a type of treatment to destroy cancer cells but can cause various side effects in cancer patients. With the massive flow of health information in various media, patients often seek various information about chemotherapy on social media, so patients feel worried and afraid to undergo chemotherapy. This is where the role of a doctor's therapeutic communication is needed to motivate patients to undergo chemotherapy to treat breast cancer. This study aims to determine doctors' therapeutic communication in motivating breast cancer patients to undergo chemotherapy. This study uses a constructivist paradigm with qualitative methods and a case study approach. The audiences who were subjects of this study were two surgical oncologists who worked in two different hospitals and were active in the Indonesian Cancer Foundation. The data collection technique used is through interviews. The research was conducted using in-depth interviews via a zoom meeting on January 12, 2023. The research results showed that doctors had carried out effective therapeutic communication to motivate patients to do chemotherapy. One of the preparations for therapeutic communication is by recognizing the patient's personality. The obstacle often encountered in motivating patients to do chemotherapy is educational background. The conclusion of this study, motivating breast cancer patients for chemotherapy is necessary for effective doctor- therapeutic communication and requires good preparation, one of which is knowing the patient's personality. The more hours of flying and the more knowledge of doctors to carry out effective therapeutic communication, the more communication barriers can be overcome.