cover
Contact Name
Titik Respati
Contact Email
jiks.unisba@gmail.com
Phone
081312135687
Journal Mail Official
jiks.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
ISSN : "_"     EISSN : 26568438     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) adalah jurnal yang memublikasikan artikel ilmiah kedokteran dan kesehatan yang terbit setiap 6 (enam) bulan. Artikel berupa penelitian asli, laporan kasus, studi kasus, dan kajian pustaka yang perlu disebarluaskan dan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains (JIKS) ini merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) selain Global Medical & Health Communication yang telah bereputasi nasional dan internasional.
Articles 211 Documents
Apakah Depresi Berpengaruh pada Derajat Nyeri Pasien Post-Pericutaneous Coronary Intervention? Wati, Yuliana Ratna; Puspitasari, Putri Ratna Palupi; Maharani, Annisa Berlia; Fitriyane, Aida
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i1.13393

Abstract

Salah satu metode terapi pada penyakit jantung yang banyak dilakukan adalah percutaneous coronary intervention (PCI). Masalah yang sering dihadapi pascatindakan PCI adalah post-procedure chest pain (PPCP), yaitu berbagai derajat nyeri dada yang tipikal maupun atipikal yang mulai muncul pascatindakan tersebut. Di sisi lain, ditemukan prevalensi depresi yang cukup tinggi di kalangan pasien yang menderita serangan jantung akut atau menjalani PCI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh depresi terhadap derajat nyeri pada pasien yang menjalani prosedur PCI. Metode penelitian ini berupa analitik observasional rancangan potong lintang dengan melakukan analisis bivariat untuk melihat pengaruh depresi terhadap derajat nyeri dan analisis regresi logistik multinominal dengan tingkat signifikansi 5% untuk mengetahui variabel yang memengaruhi nyeri. Subjek pada penelitian ini adalah pasien yang menjalani prosedur PCI di unit Cathlab RSAU dr. M. Salamun pada 1 Juli 2023 sampai dengan 31 Juli 2023. Data dikumpulkan dengan kuesioner Beck’s Depression Inventory dan Numeric Rating Scale. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 (9%) subjek yang mengalami depresi. Untuk pengukuran derajat nyeri didapatkan hasil 26 (38%) subjek mengalami derajat nyeri ringan, 41 (59%) nyeri sedang, dan 2 (3%) mengalami derajat berat. Pada penelitian didapatkan hasil likelihood ratio dengan nilai p=0,482 yang berarti tidak ada pengaruh depresi terhadap derajat nyeri dan nilai ρ-sig final sebesar 0,390 yang bermakna tidak ada variabel yang memengaruhi nyeri pada penelitian saat ini. Simpulan, tidak ada pengaruh depresi terhadap derajat nyeri pada pasien post-PCI. Hal ini mungkin disebabkan kaitan antara depresi dan nyeri sangat dipengaruhi oleh tipe nyeri sehingga harus dipahami dengan jelas mekanisme nyeri yang terjadi pada PCPP. Selain itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor apa yang secara spesifik memengaruhi persepsi individu terhadap nyeri.AbstractOne of the most common methods of treatment for heart disease is percutaneous coronary intervention (PCI). The problem that is often faced after PCI is post-procedure chest pain (PPCP), which is various degrees of typical and atypical chest pain that begins to appear after the procedure. On the other hand, there is a high prevalence of depression among patients who suffered an acute heart attack or underwent PCI. This study aims to determine the effect of depression on the degree of pain in patients undergoing PCI procedures. This research method is an observational analytic with a cross-sectional design, by conducting bivariate analysis to see the effect of depression on the degree of pain and multinominal logistic regression analysis with a significance level of 5% to determine the variables that affect pain. The subjects in this study were patients who underwent PCI procedures in the Cathlab unit of RSAU dr. M. Salamun on July 1, 2023 to July 31, 2023. Data were collected with Beck's Depression Inventory and Numeric Rating Scale questionnaires. The results showed that 6 (9%) subjects experienced depression. For the measurement of the degree of pain, it was found that 26 (38%) subjects experienced mild pain, 41 (59%) moderate pain and 2 (3%) experienced severe pain. The study obtained the results of the likelihood ratio with a value of p = 0.482 which means that there is no effect of depression on the degree of pain, and the final ρ-sig value of 0.390 which means that there are no variables that affect pain in the current study. The conclusion of this study is that there is no effect of depression on the degree of pain in post-PCI patients. This may be due to the relationship between depression and pain is strongly influenced by the type of pain so that it must be clearly understood the mechanism of pain that occurs in PCPP. In addition, further research is needed to find out what factors specifically affect individual perceptions of pain.
Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Pengetahuan Perempuan Usia Reproduktif mengenai Berat Badan Lahir Rendah dan Spektrum Plasenta Akreta pada Salah Satu Komunitas Perguruan Tinggi Swasta di Bandung Agustina, Hasrayati; Dewayani, Birgitta Maria; Suryanti, Sri; Hernowo, Bethy Suryawaty; Kharisma, Yuktiana
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i1.11816

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) dan spektrum plasenta akreta (SPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan morbiditas serta mortalitas ibu dan janin yang signifikan. Pengetahuan tentang kesehatan sangat penting untuk mengurangi efek buruk tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan perempuan usia reproduktif mengenai BBLR dan SPA. Studi potong lintang berbasis masyarakat tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2021 pada 65 partisipan komunitas usia reproduktif pada salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung melalui pengisian kuesioner yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan uji chi-square melalui perangkat lunak STATA versi 15 untuk mengevaluasi hubungan antara karakteristik partisipan dengan tingkat pengetahuan BBLR dan SPA. Hasil penelitian sebanyak 54% partisipan memiliki pengetahuan BBLR dan SPA itu cukup.  Terdapat hubungan signifikan karakteristik pekerjaan (p=0,02) dengan tingkat pengetahuan BBLR dan SPA, sedangkan karakteristik usia (0,009), status pernikahan (0,24), dan pendidikan (0,2) tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan mengenai BBLR dan SPA. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pengetahuan, seperti usia, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, lingkungan, serta pekerjaan. Simpulan, pemberian stimulus berupa informasi seputar BBLR dan SPA melalui kegiatan sosialisasi yang berkesinambungan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pengetahuan pada komunitas perempuan usia reproduktif AbstractLow birth weight (LBW) and placenta accreta spectrum (PAS) are health problems that cause significant maternal and fetal morbidity and mortality. Health knowledge is very important to reduce these adverse effects. This study aims to determine the level of knowledge of women of reproductive age about LBW and PAS. The cross-sectional community-based study was conducted in August 2021 on 65 participants of the reproductive age community at a private university in Bandung by filling out a validated questionnaire. Data analysis used the Chi-Square test by STATA software version 15 to evaluate the association between participant characteristics and knowledge level of LBW and PAS. The results showed that most of the participants had sufficient knowledge of LBW and PAS (54%). There was a significant relationship between job characteristics (p=0.02) and the level of knowledge of LBW and SPA, while the characteristics of age (0.009), marital status (0.24), and education (0.2) are not related to the level of knowledge of LBW and SPA. Several factors influence knowledge, such as age, education, socio-culture, economy, environment, and work. In conclusion, health education in the form of information about LBW and PAS through continuous counseling is expected to be one of the solutions to increase knowledge in the community.
Uji Daya Proteksi Losion Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha x piperita L.) sebagai Repelan terhadap Nyamuk Aedes aegypti Darmawan, Shiyami Aulia Nur; Utami, Marsah Rahmawati; Ratnasari, Devi
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13726

Abstract

AbstrakGigitan nyamuk merupakan masalah kesehatan umum yang dihadapi banyak orang di seluruh dunia. Selain mengakibatkan ketidaknyamanan dan rasa gatal, gigitan nyamuk juga dapat menyebabkan penularan penyakit seperti DBD dan malaria. Repelan merupakan zat kimia yang mampu mengusir serangga dari manusia. Senyawa kimia yang sering digunakan untuk repelan adalah N,N-Dietil-m-toluamida (DEET). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan senyawa dalam minyak atsiri daun mint, menganalisis karakteristik fisik losion minyak atsiri daun mint, dan menguji daya proteksi sediaan losion daun mint sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode yang digunakan adalah experimental research. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Singaperbangsa Karawang, Laboratorium Kimia Instrumen Universitas Pendidikan Indonesia, dan Litbangkes Pangandaran selama bulan Desember 2023 sampai April 2024. Subjek penelitian ini menggunakan nyamuk Aedes aegypti dan analisis data yang dilakukan menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pada analisis dengan GC-MS komponen terbesar dalam minyak atsiri daun mint (Mentha x piperita L.) adalah carvone, α-ocimene, Limonene, α-terpinolene, dan γ-terpinene. Karakteristik fisik pada losion minyak atsiri daun mint memenuhi syarat berdasar evaluasi yang telah dilakukan. Pada pengujian daya proteksi menunjukkan bahwa pada jam ke-0 losion minyak atsiri daun mint dengan konsentrasi minyak atsiri daun mint 5% daya proteksi tertinggi sebesar 93,72%; konsentrasi minyak atsiri daun mint 10% daya proteksi tertinggi sebesar 94,50%; dan pada konsentrasi minyak atsiri daun mint 15% daya proteksi tertinggi sebesar 97,05%. Daya proteksi dari konsentrasi masing-masing mengalami penurunan pada jam ke-1 sampai dengan jam ke-5. Simpulan, sediaan losion minyak atsiri daun mint konsentrasi 15% merupakan daya proteksi paling tinggi, namun kurang efektif untuk digunakan sebagai repelan.Protective Efficacy Test of Mint Essential Oil Lotion (Mentha x piperita L.) as a Repellent Against Aedes aegypti MosquitoesAbstractMosquito bites are a common health problem many people worldwide face. In addition to causing discomfort and itching, mosquito bites can also cause the transmission of diseases such as dengue and malaria. Repelling is a chemical substance that can repel insects from humans. A chemical compound often used for repelling is N, N-Dietyl-m-toluamide (DEET). The purpose of this study is to identify the content of compounds in mint leaf essential oil, analyze the physical characteristics of mint leaf essential oil lotion, and test the protective power of mint leaf lotion preparations as a repellent against Aedes aegypti mosquitoes. The method used is experimental research. During five months, this research was conducted in the Pharmacy Laboratory of Singaperbangsa University Karawang, the Instrument Chemistry Laboratory of the Indonesian Education University, and Pangandaran Health Research and Development during December 2023 until April 2024. The subject of this study used the Aedes aegypti mosquito, and data analysis was carried out using Microsoft Excel. This study showed that the most significant components in mint leaf essential oil (Mentha x piperita L.) were carvone, α-ocimene, limonene, α-terpinolene, and γ-terpinene. The physical characteristics of the mint leaf essential oil lotion meet the requirements of the evaluation that has been carried out. The protection test showed that at the 0th hour of mint leaf essential oil lotion with a mint leaf essential oil concentration of 5%, the highest protection power was 93.72%, the concentration of mint leaf essential oil was 10%, the highest protection power was 94.50%, and at the concentration of mint leaf essential oil of 15%, the highest protection power was 97.05%. The protection of each concentration decreased from the 1st to the 5th hour. In conclusion, mint leaf essential oil lotion preparations, with a concentration of 15%, are the highest protection but less effective for use as a repellent.
Gambaran Pengetahuan Siswa Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Hibatillah, Ahmad Dzaki; Putranto, Ricky Anggara
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13403

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan gigi dan mulut yang penting terutama pada individu berusia remaja. Pengetahuan menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan kesehatan gigi dan mulut seseorang. Informasi serta pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang minim pada siswa pesantren dapat memengaruhi perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan siswa pesantren tingkat menengah atas tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitan ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik konsekutif. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah siswa merupakan siswa aktif secara resm. Kriteria eksklusi adalah siswa yang tidak mengisi kuesioner dengan lengkap. Data diambil dengan instrumen kuesioner berisi pertanyaan berbasis pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut yang didistribusikan pada 110 siswa pesantren tingkat menengah atas murid SMA Daarut Tauhiid Bandung periode September–November 2023. Pengukuran tingkat pengetahuan dikategorikan berdasarkan baik (>75%), cukup (55–75%), dan kurang (<55%). Penelitian menggambarkan bahwa dari 110 siswa terdapat 6 siswa (5%) memiliki tingkat pengetahuan berkategori baik, 38 siswa (34%) berkategori cukup, dan 66 siswa (60%) berkategori kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SMA Daarut Tauhiid Bandung termasuk ke dalam kategori kurang.An Overview of Periodontal Health Knowledge among Daarut Tauhiid Boarding School StudentsAbstractOral health is an important part of oral health, especially in adolescents. Knowledge is one of the important factors that can determine a person's oral health. The lack of information and knowledge about oral health in pesantren students can affect behavior in maintaining oral health. The purpose of this study was to determine the knowledge of senior high school students about oral health. This research is a descriptive observational study with a cross sectional design. Samples were taken using a consecutive technique. The inclusion criteria in this study were that students were officially active students and were willing to participate in the study through informed consent. Exclusion criteria in this study were students who did not fill out the questionnaire completely. Data were collected using a questionnaire instrument containing knowledge-based questions about oral health which was distributed to 110 students of the senior high school boarding school Daarut Tauhiid Bandung during September–November 2023. Measurement of knowledge level was categorized as good (>75%), fair (55–75%), and poor (<55%). The study illustrates that out of 110 students, 6 students (5%) have a good level of knowledge, 38 students (34%) have a sufficient category and 66 students (60%) have a poor category. These results indicate that the level of oral health knowledge of Daarut Tauhiid Bandung high school students is in the poor category.
Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Dokter: Studi Kasus di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari Cimahi Rahmaniar, Mirda; Aspiranti, Tasya; Hendarta, Albert
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i1.13024

Abstract

Tantangan rumah sakit saat ini terus berubah sesuai dengan tuntutan masyarakat yang mengharapkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dicapai salah satunya bila rumah sakit tersebut memiliki kinerja organisasi yang optimal. Kinerja sebuah organisasi atau perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja perorangan atau kinerja individual karyawan. Faktor budaya organisasi memengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan sehingga peningkatan dan perbaikan kinerja organisasi dapat dicapai melalui pembentukan budaya organisasi yang kuat, fleksibel, dan unik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana dokter melihat pelaksanaan budaya organisasi di rumah sakit, kinerja dokter di rumah sakit, dan bagaimana budaya organisasi memengaruhi kinerja dokter di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari Cimahi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di RS Mitra Anugrah Lestari selama bulan Juni hingga November tahun 2022. Data primer didapatkan melalui kuesioner terhadap dokter yang bekerja di Rumah Sakit Mitra Anugrah Lestari sebagai populasi penelitian dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian didapatkan Budaya Organisasi mendapatkan skor Tinggi dan Kinerja Dokter mendapatkan skor sangat tinggi. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan Budaya Organisasi yang terjadi dan Kinerja Dokter masih mendapat skor rendah pada kompetensi System Based Practice. Kinerja Dokter (Y) memengaruhi sebagian kecil Budaya Organisasi (X) dan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor-faktor ini termasuk motivasi, kemampuan, kebutuhan, harapan tentang kompensasi, serta pandangan tentang gaji dan kepuasan kerja. AbstractHospital challenges are currently changing according to the demands of society who expect quality health services. Quality health services can be achieved if the hospital has optimal organizational performance. The performance of an organization or company is largely determined by individual performance or individual employee performance. Meanwhile, employee performance and job satisfaction are influenced by organizational culture factors, where improvement of organizational performance can be done by establishing an organizational culture that is strong, adaptive, and has its own uniqueness. This study aims to determine the perceptions of doctors regarding the implementation of organizational culture in hospitals, the performance of doctors in hospitals, and the influence of organizational culture on the performance of doctors at Mitra Anugrah Lestari Hospital, Cimahi. This is a descriptive verification research with a quantitative approach. The research was conducted at Mitra Anugrah Lestari Hospital from June to November 2022. Primary data was obtained through questionnaires to doctors who work at Mitra Anugrah Lestari Hospital as the study population using a saturated sampling technique. From the research results, it was found that the results of Organizational Culture got a High score and Doctor Performance got a very high score, but there were still some problems with Organizational Culture. Physician performance still scores low on System Based Practice competency. Doctor's performance (Y) influences a small part of Organizational Culture (X), and is largely influenced by other factors not examined in this research. These factors include motivation, abilities, needs, expectations about compensation, and views about pay and job satisfaction.
Perbandingan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang HIV/AIDS pada Mahasiswa Universitas Pasundan Yusmizahrah, Hanifa; Annamayra, Ajeng; Suriaatmadja, Steffi Rifasa Tohir
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13564

Abstract

AbstrakGenerasi muda sangat rentan terhadap HIV, lebih dari setengah semua infeksi baru di seluruh dunia kalangan remaja antara usia 15 tahun sampai 24 tahun. Penting untuk menilai pengetahuan, sikap, maupun perilaku mahasiswa tentang HIV/AIDS sebelum merencanakan tindakan pencegahan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan harus berperan dalam aspek preventif dan promotif untuk pelayanan kesehatan di masa yang akan datang. Begitu juga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang akan menjadi seorang guru harus mampu memposisikan diri secara profesional dalam kegiatan pendidikan dan bertindak sebagai agen perubahan. Cara guru menyampaikan informasi baik materi kepada pelajar atau remaja, sedangkan remaja sampai usia produktif termasuk ke dalam rentang usia terkena HIV. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan Independent T-test. Penelitian dilakukan terhadap 136 mahasiswa dari tiap-tiap Fakultas selama periode bulan Juli–September 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran (mean 83,8) dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (mean 78,7). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata sikap mahasiswa pada Fakultas Kedokteran (mean 19,9) dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (mean 20,3). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata perilaku mahasiswa pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan rerata pengetahuan antara mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, sedangkan rerata sikap dan perilaku antara mahasiswa pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan tidak berbeda.Comparison of Knowledge Attitude and Behavior towards HIV/AIDS among Students of Pasundan UniversityAbstractThe younger generation is susceptible to HIV, with more than half of all new infections are among teenagers aged 15 to 24 years. It is important to assess students' knowledge, attitudes and behavior towards HIV/AIDS, before planning preventive actions. Pasundan University Faculty of Medicine students must play a role in preventive and promotive aspects of health services in the future. Likewise, students from the Faculty of Teacher Training and Education who wish to become teachers must be able to position themselves professionally in educational activities and act as agents of change. The way teachers convey information, whether to students or teenagers, while teenagers are included in the age range affected by HIV. The purpose of this research is to determine the comparison of knowledge, attitudes and behavior towards HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education, Pasundan University. The method used is a quantitative approach with data analysis using the Independent T-test. The research was conducted on 136 students from each faculty during July until September 2023. The research results obtained show that there is a significant difference between the average knowledge of students at the Faculty of Medicine (mean 83.8) and the Faculty of Teacher Education (mean 78.7). There is no significant difference between the average attitude of students at the Faculty of Medicine (mean 19.9) and the Faculty of Teacher Education (mean 20.3), there is no significant difference between the average behavior of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teacher Training and Education. The conclusion of this research is that there is a difference between the average knowledge of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education Sciences, there is no difference between the average attitudes and behavior of students at the Faculty of Medicine and the Faculty of Teaching and Education Sciences.
Pengaruh Organizational Citizenship Behavior dan Work Life Balance terhadap Loyalitas Kerja di UPTD Puskesmas Pangkalan Kabupaten Cirebon Putri, Leni Yuliani; Kusmiran, Eni; Respati, Titik
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i1.11859

Abstract

Loyalitas kerja yang tinggi pada karyawan dicerminkan dari sikap karyawan yang mencurahkan kemampuan dan keahliannya ketika melaksanakan tugas dengan tanggung jawab, disiplin, dan jujur dalam bekerja. Cerminan loyalitas kerja tersebut erat kaitannya dengan organizational citizenship behavior (OCB) dan work life balance, sehingga penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dari organizational citizenship behavior (OCB) dan work life balance terhadap loyalitas kerja pada tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Pangkalan Kabupaten Cirebon periode 2023–2024. Pada penelitian ini sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling sampling sehingga didapat sampel penelitian sebanyak 41 orang. Pendekatan penelitian dilakukan dengan jenis penelitian kuantitatif melalui metode deskriptif dan verifikatif, analisis statistik menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citizenship behavior (OCB) dan work life balance baik secara simultan atau parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas kerja dengan besaran pengaruh 76% sehingga loyalitas kerja tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Pangkalan dapat tercapai melalui peningkatan organizational citizenship behavior (OCB) dan work life balance.AbstractHigh work loyalty to employees is reflected in the attitude of employees who devote their abilities and expertise when carrying out tasks with responsibility, discipline, and honesty at work. The reflection of work loyalty is closely related to organizational citizenship behavior (OCB) and work life balance, so this study aims to determine the effect of organizational citizenship behavior (OCB) and work life balance on work loyalty in health workers UPTD Puskesmas Pangkalan Cirebon Regency for the period 2023–2024. This study aims to determine the effect of organizational citizenship behavior (OCB) and work life balance on work loyalty in health workers in UPTD Puskesmas Pangkalan Kabupaten Cirebon. In this study, the research sample was determined by purposive sampling so that the research sample was 41 people. The research approach is carried out with quantitative research through descriptive and verification methods where statistical analysis uses multiple regression analysis. The results showed that citizenship behavior (OCB) and work life balance, either simultaneously or partially, had a significant influence on job loyalty with a magnitude of 76% so that the work loyalty of Health Workers in UPTD Puskesmas Pangkalan Kabupaten Cirebon could be achieved through increased organizational citizenship behavior (OCB) and work life balance
Hubungan Durasi Screen Time Smartphone dengan Durasi Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Utama Noeradiana, Mohamad Daffa Putra; Masria, Sadeli; Yulianto, Fajar Awalia
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i1.11498

Abstract

Durasi tidur yang pendek merupakan masalah kesehatan yang sering terabaikan. Pada tahun 2021, jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai sekitar 170,4 juta orang. Penggunaan smartphone yang tinggi sering kali berdampak pada durasi penggunaan layar yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara durasi penggunaan layar dan durasi tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba). Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 120 mahasiswa FK Unisba periode Oktober–Desember 2022 dijadikan subjek penelitian melalui teknik stratified random sampling. Data diambil dari data primer dengan mengambil tangkapan layar (screenshot) dari aplikasi yang mencatat durasi penggunaan layar dan durasi tidur. Data diolah dengan menerapkan uji chi-square. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pada individu yang melibatkan diri dalam kegiatan lebih dari 5 jam setiap hari menggunakan layar, sebanyak 75 mahasiswa (91,5%) memiliki durasi tidur yang kurang dari 7 jam. Sementara itu, mayoritas kelompok yang menggunakan layar kurang dari 5 jam per hari memiliki durasi tidur yang mencukupi, yaitu sekitar 23 mahasiswa. Terdapat korelasi kuat antara durasi penggunaan layar dan durasi tidur mahasiswa FK Unisba (nilai p 0,00001; <0,05). Simulan, terdapat korelasi lama penggunaan layar dengan durasi tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. AbstractSleep derpriviation is a health problem that goes unnoticed. There are 170.4 million smartphone users in Indonesia in 2021, the duration of using smartphones is high so that it will be accompanied by a high duration of screen time. This study aim to analyze the correlation between screen time duration and sleep duration in Unisba Faculty of Medicine students. This cross sectional study was conducted in October–December 2022 applied for 120 respondents who were selected by stratified random sampling technique. Data collection was retreived through primary data using screenshots of the application screen time duration and sleep duration. Data is analyzed using a chi-square test. This study shows that students with screen time duration >5 hours/day as many as 75 students (91.5%) had short sleep duration <7 hours, while the students with screen time duration <5 hours/day had adequate and long sleep duration around 23 students. There was a correlation between screen time duration and sleep duration in FK Unisba (p 0.00001; <0.05) In conclusion, there is a correlation between screen time and sleep duration among students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung
Review Artikel: Tinjauan Aktivitas Inhibitor Alfa-Glukosidase dari Tanaman Obat Indonesia sebagai Obat Antidiabetes Nihan, Yumareta Anggun; Windari, Welly; Salsabila, Isyana; Lestari, Sepiyani Ayu
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13759

Abstract

AbstrakDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang signifikan dan menduduki peringkat ketiga penyebab kematian di seluruh dunia. Penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, dan neuropati merupakan penyebab utama angka kematian tinggi pada penderita diabetes. Enzim α-glukosidase di usus halus bertanggung jawab untuk hidrolisis karbohidrat rantai panjang yang menyebabkan hiperglikemia. Penghambatan α-glukosidase muncul sebagai target terapi penting untuk menurunkan kadar gula darah. Tinjauan literatur ini bertujuan menyajikan basis data aktivitas α-glukosidase dari tanaman obat di Indonesia sebagai penghambatan enzim antidiabetes. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga tahun 2024. Sebanyak 258 artikel ilmiah yang diperoleh disaring kembali dan didapatkan sebanyak 19 artikel sebagai sumber utama serta 5 artikel sebagai sumber data tambahan yang membahas aktivitas inhibitor α-glukosidase dari tanaman obat Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terdapat 23 tanaman obat Indonesia yang memiliki potensi aktivitas penghambatan α-glukosidase. Dari 23 tanaman, 15 tanaman menunjukkan aktivitas penghambatan yang cukup kuat dibandingkan dengan kontrol uji yaitu acarbose dan quercetin, antara lain secang, kersen, kelor, mengkudu, temu mangga, jamblang, ciplukan, mahkota dewa, pucuk merah, meniran, brotowali, pohon karang gabus, lidah buaya, manggis, dan binahong.Review Article: Activity of Alpha-Glucosidase Inhibitors from Indonesian Medicinal Plants as Antidiabetes DrugsAbstractDiabetes mellitus (DM) is a significant global health challenge and is ranked as the third cause of death worldwide. Cardiovascular disease, kidney damage, and neuropathy are the leading causes of high death rates in people living with diabetes. The α-glucosidase enzyme in the small intestine is responsible for the hydrolysis of long-chain carbohydrates that cause hyperglycemia. Inhibition of α-glucosidase is emerging as an important therapeutic target for lowering blood sugar levels. This review aims to present a database of α-glucosidase activity from medicinal plants in Indonesia as an inhibitor of antidiabetic enzymes. The method used was a literature review of scientific articles published between 2020 and 2024. The 258 scientific articles obtained were filtered again, and 19 articles were obtained as the primary source and five articles as additional data sources discussing the activity of α-glucosidase inhibitors from Indonesian medicinal plants. The review results show 23 Indonesian medicinal plants have potential α-glucosidase inhibitory activity. Of the 23 plants, 15 plants showed quite inhibitory solid activity compared to the test control, namely acarbose and quercetin, including secang, cherry, moringa, noni, temu mango, jamblang, ciplukan, mahkota dewa, red shoots, meniran, brotowali, corky coral tree, aloe vera, mangosteen, and binahong.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Cleansing Balm Berbahan Dasar Minyak Jarak (Ricinus communis L.) dan Minyak Kelapa Murni (Cocos nucifera L.) Sukma Wibowo, Sepvia Putri; Zahra, Aliya Azkia; Sholi, Mally Ghinan
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v6i2.13717

Abstract

AbstrakCleansing balm merupakan sediaan berbahan dasar minyak dan lilin, berupa produk pembersih yang digunakan sebagai penghapus makeup dan kotoran di wajah. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan sediaan cleansing balm berbahan dasar minyak jarak dan minyak kelapa murni dengan variasi konsentrasi (10%, 15%, dan 20%) yang memenuhi syarat mutu fisik dan kimia serta memiliki daya pembersihan yang baik sebagai make-up remover. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Farmasi dan Laboratorium Farmasetika Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini dilangsungkan pada Desember 2023 hingga Maret 2024. Sediaan cleansing balm dibuat dengan metode peleburan dan pencampuran minyak dengan bahan lainnya. Evaluasi mutu yang dilakukan pada sediaan cleansing balm meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, titik leleh, daya bersih, iritasi, kesukaan, dan uji stabilitas cycling test. Berdasarkan hasil uji organoleptik didapatkan sediaan berwarna putih gading, berbentuk semi padat dan memiliki aroma blueberry. Hasil uji homogenitas menunjukkan sediaan yang homogen pada semua formula. Pada uji daya sebar dan pH menunjukkan hasil yang memenuhi persyaratan. Pada uji titik leleh didapatkan formula blanko 38,66oC, formula 1: 37,66oC; formula 2: 37,33oC; dan formula 3: 36,66oC. Pada uji iritasi dan daya bersih didapatkan sediaan cleansing balm tidak menimbulkan iritasi dan dapat memberikan daya pembersihan yang baik sebagai make-up remover. Setelah dilakukan cycling test pada sediaan, didapatkan cleansing balm yang stabil dan tetap homogen. Simpulan, minyak jarak dan minyak kelapa murni dapat diformulasikan sebagai sediaan cleansing balm memiliki mutu yang baik dan efektif sebagai make-up remover.Formulation and Evaluation of Cleansing Balm based on Castor Oil (Ricinus communis L) and Pure Coconut Oil (Cocos nucifera L)AbstractThe cleansing balm is an oil and wax-based preparation in the form of a cleansing product used as a make-up remover and facial dirt cleanser. This study aims to formulate a cleansing balm preparation based on castor oil and pure coconut oil with variations in concentration (10%, 15%, and 20%) that meet the physical and chemical quality requirements and have good cleansing efficacy as a make-up remover. This research was conducted at the Pharmaceutical Technology Laboratory and Pharmaceutical Laboratory, Faculty of Health Sciences, Singaperbangsa University, Karawang. This research was carried out from December 2023 to March 2024. The cleansing balm preparation is made using the melting and mixing method of oils with other ingredients. The quality evaluation of the cleansing balm preparation includes organoleptic tests, homogeneity, spreadability, pH, melting point, cleansing efficacy, irritation, preference, and stability testing through cycling tests. Based on the organoleptic test results, a pearl white preparation was obtained, semi-solid in form, with a blueberry aroma. Homogeneity test results showed homogeneous preparations in all formulas. Spreadability and pH tests indicated results that met the requirements. The melting point test results were as follows: blank formula 38.66°C, formula 1 37.66°C, formula 2 37.33°C, and formula three 36.66°C. Irritation and cleansing efficacy tests showed that the cleansing balm preparation did not cause irritation and provided good cleansing efficacy as a make-up remover. After cycling tests on the preparation, a stable and homogeneous cleansing balm was obtained. Based on the research results, it was found that castor oil and pure coconut oil can be formulated as a cleansing balm preparation with good quality and effectiveness as a make-up remover.