cover
Contact Name
Rendi Prayuda
Contact Email
rendiprayuda@soc.uir.ac.id
Phone
+6285264118185
Journal Mail Official
rendiprayuda@soc.uir.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaharuddin Nasution No 113 Marpoyan Damai Kota Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Diplomacy and International Studies
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 26563878     EISSN : 26568713     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Journal of Diplomacy and International Studies (JDIS) adalah jurnal menerbitkan artikel mengenai topik - topik dalam hubungan internasional seperti Politk Luar Negeri, Diplomasi, Politik Internasional, Keamanan Internasional, Ekonomi Politik Internasional dan Isu-Isu Islam Kontemporer. Jurnal ini yang terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober..
Articles 70 Documents
Motivasi ASEAN dalam Upaya Penanganan Kejahatan Transnasional (Studi Kasus : Implementasi MLA (Mutual Legal Assistance) di Wilayah Asia Tenggara) Dian Venita Sary
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tulis ini bertujuan memaparkan keakurasian MLA atau hukum timbal balik yang menangani kejahatan transnasional yang terorganisir. Hal ini merupakan tantangan karena dalam strategi menjalankan kegiatan kriminal, para pelaku melarikan diri dari hukum. Kejahatan transnasional yang berpautan dengan lintas batas tidak dapat ditangani hanya dengan hukum domestik saja, melainkan harus mencakup hukum internasional. Kejahatan yang tidak mengenal perbatasan itu semakin kompleks dan tersebar luas di wilayah Negara. Khususnya wilayah Negara-negara ASEAN. Kejahatan transnasional tidak hanya menyangkut terorisme saja, tetapi juga perdagangan narkoba, penyelundupan senjata, perdagangan manusia bahkan kejahatan siber. Dalam esensinya. Tidak ada Negara yang mampu berdiri sendiri dalam kasus kejahatan transnasional ini. Maka dibutuhkan kerjasama antarnegara untuk menanggulanginya melalui (Mutual Legal Assistance in criminal matters). Maka, hasil dari tulisan ini adalah, perlu adanya motivasi Negara di Asia Tenggara dalam upaya menangani kejahatan transnasional melalui MLA. Dengan adanya berbagai aturan yang mengatur mengenai kerjasama bantuan timbal balik dalam masalah pidana. Kebijakan Negara akan meningkat dan masalah kegiatan kriminal akan terselesaikan. Tulisan ini menggunakan konsep Liberalism dengan metode penelitian Kualitatif Deskriptif melalui studi kepustakaan.
ASEAN Centrality in AUKUS Study Case Akmal Tawakal
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to explain how ASEAN centrality position in response to AUKUS Pact. This article using security dilemma concept and problem of comparison in comparative regionalism concept to analyze problem that threatening Indo-Pacific and how ASEAN manage to solve security problem. The research method used in this article is analytical descriptive qualitative with study case approach, where action by some of the states in Southeast Asia support and criticize the regulation in AUKUS Pact. Techniques of data collecting of this article is through literature such as books and journals with some sources from the internet. The result of this article showed that AUKUS Pact establishment has threatened Indo-Pacific region and cause security dilemma especially in North Natuna Sea. The response from ASEAN member to AUKUS showed how fragile the ASEAN centrality is and it need to be more strengthening specifically in terms of region security problem in Indo Pacific.
Teori Postmodrenisme dalam Studi Kasus Fenomena Pertumbuhan Ekonomi dan Industri Cina Nurjannah
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this adult era with the development of globalization which the world is rapidly advancing, thus the big number of thinkers of science due to the greater influence in people's lives. Therefore the life of globalization can not be separated from the name postmodernism, the birth of postmodernism because of the failure of the theory of modernism in handling the problem of modernization that aims to help the problems of society but instead it has a bad and irresponsible. Here the author will postmodernism theory in a case study of Chinese economic and industrial growth, industry is a pillar of China's economic support so that the more industries, the faster economic growth in China, but it will instead adversely affect the environment in China especially because of this modernization in globalization of the world thus post, modernism comes as new breakthrough ideas to solve the development problem of modernism. Therefore the researchers used a discrete analytic method with a qualitative approach in analyzing postmodernism in a case study of China's economic and industrial growth phenomena.
Upaya IOM (International Organization for Migration) dalam Menangani Kasus Human Trafficking di Indonesia Tahun 2017-2022 Eriston Saragih & Alfajri
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the efforts of IOM (International Organization for Migration) in handling Human Trafficking cases in Indonesia from 2017 to 2022. This problem examines the organization's way of dealing with Human Trafficking in Indonesia. The rise of human trafficking in Indonesia is an example of transnational crime. It directly impacts and risks the security of every individual Indonesian citizen. IOM as an international organization plays a role in protecting migrants and victims of human trafficking, as well as raising public awareness regarding the risks and impacts of human trafficking. This research uses a qualitative research method by describing the author's knowledge of the topic being researched, supported by statements from previous authors with relevant topics. This discussion uses Clive Archer's concept of international organizations as Instruments, Arenas, and Actors. IOM's efforts include cooperation with relevant agencies, implementation of training and mentoring programs, and campaigns to increase public understanding. Despite several challenges, IOM remains committed to protecting migrants and victims of human trafficking and increasing law enforcement efforts against perpetrators.
Peran World Health Organization terhadap Krisis Kesehatan di Ukraina pada Masa Invasi Rusia Tahun 2022-2023 Anisa Wanda Putri, M. Arsy Ash Ashiddiqy, Dani Kurniawansyah
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will discuss the role of the World Health Organization towards the health crisis in Ukraine during the Russian invasion in 2022-2023. The Russian invasion caused a humanitarian crisis, especially a health crisis. This research uses the concept of institutional liberalism as the main theory supported by the concepts of international organizations and human security. The method used is qualitative and the data obtained through literature study. The research found that WHO responded to the crisis in Ukraine, WHO acts as an instrument, arena and actor and carries out the functions of articulation aggregation, norms, recruitment, socialization, decision making and implementation, advocacy and operations.
Tinjauan Perbandingan Pengambilan Keputusan David Cameron & Theresa May Terkait Brexit Yola Amanda
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 01 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan Tinjauan Perbandingan Pengambilan Keputusan David Cameron & Theresa May terkait Brexit. Keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa didasari oleh hasil referendum pada tanggal 24 Juni 2016 dan menghasilkan 51,9% suara yang memilih untuk keluar dari Uni Eropa. Sementara itu Perdana Menteri Inggris, David Cameron masih menginginkan agar Britania Raya tetap terintegrasi dengan Uni Eropa tetapi karena keputusan voting menyetujui referendum, maka ia mengumumkan untuk mengundurkan diri dari jabatan sehingga digantikan oleh Theresa May. Tulisan ini menggunakan Teori Rational Choice terhadap perbedaan pengambilan keputusan antara kedua Perdana Menteri Inggris tersebut terkait brexit dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dalam bentuk studi kepustakaan. Hasil dari Tulisan ini adalah peran Theresa May yang berfungsi sebagai penghubung bagi aspirasi warga Britania Raya yang menginginkan agar Inggris lebih independen dan memiliki kewenangan yang penuh di segala bidang atas negaranya
Diplomasi Maritim Indonesia di Kancah Internasional dengan Memaksimalkan Potensi Kemaritiman Kepulauan Riau Aprillia Nursafitri, Saniyyah Putri Ramadhan
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 02 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji terkait bagaimana potensi kemaritiman Kepulauan Riau dapat mempengaruhi diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional. Diplomasi maritim merupakan suatu cara berpolitik luar negeri yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengoptimalkan potensi kemaritiman negara demi kepentingan nasional. Pada saat menyambut kemenangannya dalam pemilihan presiden, Joko Widodo menyampaikan pidato kemenangannya di atas Kapal Layar Mesin (KLM) Hati Buana. Beliau memilih untuk melakukan pidato tersebut diatas kapal tentunya berkaitan langsung dengan rencana beliau untuk dapat membangun industri maritim Indonesia ke arah yang lebih baik lagi kedepannya, hal ini sesuai dengan hal yang beliau janjikan pada masa kampanye pemilihan presiden. Kemudian daripada itu dengan memaksimalkan potensi kemaritiman yang dimiliki oleh Kepulauan Riau hal ini tentunya dapat membantu meningkatkan eksistensi diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional. Terlepas dari janji kampanye beliau, masyarakat Indonesia juga harus punya semangat tersendiri dan kemauan untuk bekerja sama dalam memajukan potensi kemaritiman yang kita miliki di negara kita ini. Jika sumberdaya maritim dari salah satu daerah di Indonesia dapat dikenal baik oleh dunia maka hal itu tentunya akan mengharumkan nama Bangsa Indonesia itu sendiri. Adapun pertanyaan penelitian yang akan dijawab adalah mengenai apa pengertian, konsepsi, serta urgensi diplomasi maritim, dan bagaimana kondisi diplomasi maritim Indonesia di kancah internasional.
Review: The Rise of Authoritarian in Political Behavior Many Countries Dini Tiara Sasmi, Cifebrima Suyastri
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 02 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Question about which factors that influenced the rise of authoritarian in political behavior has been long discussion among academician. Many believes economy play a big role of how people choose to a certain political behavior. According to several recent studies, globalization play significant economic and political effects throughout the industrialized world. This paper seeks to answer the previous query based on article entitled “Economic Decline, Social Identity, and Authoritarian Values in the United States,” by Ballard-Rosa, et.al (2022), while also seek the strengths, and weaknesses from the readings and try to discover new research questions that arise from the article. They argue that long-term economic developments brought by globalization have a detrimental influence on traditionally dominant populations' social identities. Specifically, they suggest that changes in economic conditions and job status can cause shifts in authoritarian values, which is one way that globalization can contribute to people supporting extreme political candidates. This paper adds to literature revolving around authoritarian literature in at least three ways. To begin with, it throws new insight on the roots of populism and support for radical individuals and parties. Second, it gave new information on authoritarian beliefs' roots, which show that at least in part, authoritarian principles are susceptible to current economic and social situations. Third, the study emphasizes the necessity of comprehending how different forms of economic shocks may impact social identity and status, as well as political conduct.
Diplomasi Indonesia di Kawasan Pasifik Selatan dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Papua Hanifah Prasetyo, M. Syaprin Zahidi
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 02 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan upaya Indonesia dalam mempertahankan wilayah Papua melalui jalur soft power diplomasi. Seperti yang kita tahu bahwasannya Papua memiliki potensi hasil tambang yang melimpah. Ditambah lagi dengan beragamnya flora dan fauna disana semakin menambah value wilayah Papua. Namun, dengan semua potensi ini, masyarakat Papua malah dibuat kecewa dengan perlakuan pemerintah Indonesia. Dengan tidak meratanya proses pembangunan, maraknya kasus pelanggaran HAM yang tak tuntas, dan gagalnya pemerintah dalam menampung aspirasi rakyatnya semakin mendorong masyarakat Papua untuk melepaskaan diri dari Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan data bersumber dari jurnal-jurnal terdahulu dan laman resmi pemerintah. Data yang telah terkumpul kemudian di analisis hingga dapat ditarik kesimpulan. Penulis menemukan bahwasannya dari aspek eksternal, Indonesia menggunakan jalur diplomasi ekonomi, diplomasi budaya, dan diplomasi pertahanan dengan tetap berpatokan pada kebijakan “Indonesia’s Look East Policy”. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan kepentingan nasional Indonesia terkait wilayahnya dan juga untuk menjaga hubungan baik antar negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.
Kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo Menangani Masalah Pencari Suaka dan Pengungsi Luar Negeri di Indonesia Hasti Wahyuni, Nur Hilda Mardiah, Fauzan Azhari, Hafizoh Annisa, Rafika Abelia
Journal of Diplomacy and International Studies Vol. 5 No. 02 (2022): Journal of Diplomacy and International Studies
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan membahas latar belakang dan bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam menangani masalah pencari suaka dan pengungsi dari luar negeri yang datang ke wilayah NKRI. Posisi geografis Indonesia yang strategis merupakan tempat yang mudah bagi para pencari suaka dan pengungsi luar negeri untuk transit. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan khusus untuk menangani masalah yang berkaitan dengan pencari suaka dan pengungsi di Indonesia dengan mengeluarkan Peraturan Presiden No. 125 Tahun 2016 sebagai upaya untuk memberikan perlindungan sementara bagi mereka. Indonesia tidak termasuk dalam negara yang meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967, sehingga tidak memiliki kewajiban penuh dalam menangani pencari suaka dan pengungsi. Indonesia mengizinkan UNHCR dan IOM untuk menanganinya lebih jauh. Sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM, Indonesia tetap menerima dan memberi bantuan kepada pencari suaka dan pengungsi luar negeri dengan menyediakan tempat penampungan sementara waktu sampai mereka ditempatkan di negara ketiga oleh UNHCR. Untuk menganalisa kasus ini, penulis menggunakan perspektif liberalisme. Liberalisme berasumsi bahwa negara bukanlah aktor tunggal dalam dunia internasional. Ada aktor-aktor lain yang berpengaruh besar terhadap kebijakan negara.