cover
Contact Name
Emmy Syafitri
Contact Email
esyafitri@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282277137173
Journal Mail Official
jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Alamat : Jl. K. L. Yos Sudarso No. 224 Medan Kontak : Tel. 061 6635682 - 6613783 Fax. 061 6615190 Surat Elektronik : jpm_reswara@dharmawangsa.ac.id
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27164861     EISSN : 27163997     DOI : https://doi.org/10.46576/rjpkm
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 958 Documents
PANDU BANGKIT: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PANDAN DURI DENGAN PEMANFAATAN WEB SEBAGAI MEDIA PENGELOLAAN WISATA CAMPGROUND Rolly Anggara Ari; Dwi Putra Buana Sakti
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3125

Abstract

Bendungan memiliki peranan strategis sebagai salah satu sumber daya alam yang mendukung kehidupan masyarakat. Peranan bendungan menjadi sangat penting, khususnya dalam upaya mempertahankan sumber daya air yang berkelanjutan. Bendungan juga dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi untuk menenangkan diri. Pada masa pandemi covid 19 ini orang-orang hanya berdiam di dalam rumah yang menimbulkan banyak sekali efek samping kepada kehidupan manusia seperti ekonomi menurun, sulitnya mencari pekerjaan, banyak pekerja yang diberhentikan dan masih banyak lagi. Hal tersebut juga terjadi di bendungan pandan duri dimana sebagian besar masyarakatnya juga menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Namun karena terdampak pandemi, banyak sekali masyarakatnya yang hanya menjadi pengangguran. Padahal jika kita lihat dengan seksama potensi wisata yang ada disana sangatlah besar. Ditambah dengan lokasi yang strategis serta pemandangan yang indah menambah kesan untuk berwisata ke bendungan desa Pandan Duri. Oleh karena itu diperlukan kegiatan Pandu Bangkit yang merupakan program pemberdayaan masyarakat desa Pandan Duri dengan pemanfaatan Web sebagai media pengelolaan wisata campground. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana pada pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pembuatan sarana dan prasarana pendukung. Adapun hasil dari kegiatan Pandu Bangkit ini selain berupa adanya sarana dan prasarana, terjadi peningkatan potensi wisata yang dipromosikan serta terjadi peningkatan pengetahuan mitra terhadap pengelolaan website. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat membentuk pola pikir masyarakat desa Pandan Duri mengenai pentingnya potensi wilayah yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan ekonomi pada daerah tersebut.
MENYONGSONG MASA DEPAN UNGGUL DENGAN EDUKASI PROFESI SEJAK DINI BAGI SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR Enjang Pera Irawan
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3281

Abstract

Mayoritas siswa dan mahasiswa Indonesia masih belum mampu mengenali minat dan bakat mereka. Kondisi ini pun masih dirasakan oleh siswa-siswi SD di provinsi Banten. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak SD Kuluk Legeut di Banten, ditemukan bahwa siswa-siswi masih memerlukan edukasi profesi guna membantu memberikan gambaran yang jelas tentang cita-cita mereka. Mengacu pada kondisi tersebut maka program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi dan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi terkait ragam profesi yang ada, serta kompetensi apa saja yang harus dimiliki untuk meraih profesi tersebut. Peserta dari program yaitu siswa-siswi kelas 6 berjumlah 35 siswa. SD Negeri Kuluk Legeut merupakan salah satu sekolah yang relatif berada di pelosok perkotaan, sehingga relevan untuk diselenggarakan program pengabdian kepada masyarakat ini. Metode yang digunakan dalam implementasi program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi yang dilakukan secara kualitatif dengan melakukan pretest dan posttest kepada peserta. Dalam program ini, siswa-siswi diberikan pelatihan dan pembekalan pengetahuan tentang berbagai jenis profesi dan keterampilan yang diperlukan untuk setiap profesi. Selain itu, mereka juga diberikan pengalaman praktik langsung untuk memahami secara lebih mendalam tentang profesi tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan siswa-siswi meningkat sebesar 60% terkait ragam profesi dan pemahaman kompetensi yang harus disipakan untuk meraih profesi tersebut
SOSIALISASI PENTINGNYA SERTIFIKAT HALAL PADA PRODUK MINUMAN KOPI DI GAHWA COFFE KOTA AMBON Asyik Nur Allifah AF; Heni Mutmainnah; Nur Alim Natsir
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3008

Abstract

Produk halal merupakan hasil produksi yang harus diketahui oleh konsumen khususnya pelanggan muslim. Produk yang dihasilkan diantaranya adalah makanan dan minuman. Minimnya penyampaian pentingnya sertifikat halal bagi produk yang dikonsumsi khususnya konsumen muslim di Kota Ambon mendorong tim pengabdian melakukan kegiatan ini. Adapun pengabdian masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pada pelaku usaha akan pentingnya produk yang bersertifikat sehingga perlindungan konsumen akan lebih terjaga dan menjadi perhatian bagi semua pihak. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada pelaku usaha minuman kopi Gahwa Coffe di Kota Ambon pada tanggal 19-20 November 2021. On the job training dilakukan dengan mengawali observasi dan koordinasi dengan pelaku usaha terkait rencana kegiatan untuk kesiapan tempat dan waktu pelaksanaan. Tahap persiapan; Tahap pelaksanaan yakni sosialisasi mengenai pentingnya legalisasi halal pada produk makanan dan minuman; terakhir, Tahap Pelaporan. Metode pengabdian menggunakan sosialisasi dengan menguraikan secara singkat akan pentingnya sertifikat halal pada produk yang dihasilkan dan menjelaskan alur untuk mengajukan sertifikat halal bagi pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kepedulian dari pegiat bisnis dengan penyampaian terkait urgensi produk bersertifikat halal melalui interaksi aktif dengan pelaku usaha dan pendampingan pengajuan sertifikat halal.
INTERNALISASI PEMAHAMAN ZERO WASTE PADA SISWA TK & SD MELALUI BADAS (BIMBEL DIBAYAR SAMPAH) Nurul Shazwanie Humayera Harmain; Dwi Putra Buana Sakti
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3126

Abstract

Sampah menjadi salah satu persoalan pokok di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB karena volume sampah yang terus bertambah mencapai 645 ton perhari, dengan sekitar 12% masuk TPA dan 97% tidak terkelola seiring meningkatnya jumlah penduduk, pola konsumerisme masyarakat dan kurangnya kesadaran dari masyarakat terutama pada anak akan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya di Desa Labulia, Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi objek dalam pengabdian ini. BADAS (Bimbel dibayar Sampah) merupakan pengabdian dengan tujuan utama untuk pelestarian lingkungan dengan alternatif penyediaan bimbel bagi siswa TK/SD sederajat yang dibayarkan menggunakan sampah oleh peserta sebagai salah satu bentuk misi pengelolaan sampah yang ada di sekitar lokasi pengabdian. Sampah tersebut kemudian diolah bersama para peserta untuk menjadi kerajinan dan olahan sampah lainnya. BADAS memberi output berupa bimbel terkait literasi pada anak sebagai benefit yang ditawarkan. Alasan pemberian bimbel literasi pada peserta tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa NTB masuk lima provinsi di Indonesia yang angka buta aksaranya masih tinggi yaitu mencapai 7,52 % dan menduduki peringkat ke-31 nasional dalam bidang literasi. Oleh karena itu BADAS hadir sebagai salah satu solusi dengan mengkombinasikan topik lingkungan dan literasi ke dalam satu program untuk membantu mengurangi permasalahan sampah dan literasi sejak dini pada anak-anak di Desa Labulia. Pengabdian ini berlokasi di Raudhatul Athfal (RA) Al-Haramain, Desa Labulia dengan menerapkan metode PAR (Participatory Action Research) yaitu memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplore kreativitas diri dalam pengolahan sampah menjadi kerajinan. BADAS juga menggunakan metode PLA (Participatory Learning and Action) yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran topik literasi pada anak. Melalui metode pengajaran yang digunakan tersebut telah dapat mengurangai sampah yang ada di lingkungan sekitar dan menumbuhkan kesadaran kepada peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah. Peserta juga telah lebih peka terhadap arti dan pengimplementasian dasar literasi
DESAIN PETA DESA SEBAGAI DASAR INVENTARISASI DAN PENGELOLAAN POTENSI MENUJU DESA WISATA KADACUA Isalman Isalman; Asrip Putera; Muhammad Yusuf; Nurzaitun Nurzaitun
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3288

Abstract

Peta desa menjadi dasar untuk menginventarisasi potensi dan menentukan arah orientasi desa. Salah satu potensi Desa Kadacua yang mendukung pada orientasi desa wisata adalah pantai membuku. Pantai Membuku merupakan pantai pasir putih dangkal yang cukup luas. Letak yang strategis dan pemandangan pantai yang indah, mulai banyak pengunjung di setiap akhir pekan. Walaupun demikian, peran pemerintah desa dalam pengelolaan belum maksimal. Hal ini disebabkan belum tervalidasinya batas wilayah desa. Selain itu, akses jalan menuju pantai belum teridentifikasi secara jelas oleh pengunjung baru. Sehingga menjadi penting untuk dilakukannya pendampingan desain peta desa, desain gapura desa dan gapura wisata pantai Membuku, serta pemasangan papan nama jalan dan lorong. Kegiatan pendampingan ini terdiri dari tiga tahap yakni tahap penyusunan rencana kerja, pelaksanaan dan evaluasi. Setelah pelaksanaan kegiatan, akhirnya desa Kadacua telah memiliki peta desa yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengelolaan potensi desa. Dari hasil kegiatan ini juga, desa Kadacua telah memiliki papan nama jalan dan lorong, papan batas dusun yang terpasang, serta desain gambar gapura desa dan gapura wisata pantai Membuku. Papan nama jalan dan lorong dapat membantu pengunjung atau orang yang tidak terbiasa dengan lingkungan desa untuk dapat mengidentifikasi lokasi dengan mudah. Pelibatan beberapa orang aparat desa dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pemetaan lainnya secara mandiri, seperti pemetaan sosial. Kegiatan ini juga telah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan penataan desa
PENGEMBANGAN PERAHU UNTUK WISATA PEMANCINGAN GUNA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN DI KURI PATENNE KABUPATEN MAROS Hamzah Tahang; Benny Audy Jaya Gosari; Arie Syahruni Cangara
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2576

Abstract

Perkembangan wisata mancing sangat berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kuantitas dan kualitas terhadap pelayanan jasa perahu wisata mancing. Kelompok nelayan Rinta sebagai kelompok menyambut baik peluang yang ada namun dalam perjalanannya masih memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi kelompok nelayan ini. Seperti belum adanya fasilitas keselamatan, peralatan yang digunakan dalam wisata mancing sangat minim, desain perahu wisata tidak memperhatikan aspek kenyamanan, manajemen kelompok yang masih lemah, dan pemasaran jasa yang diterapkan masih bersifat konvensional. Tujuan dari pengabdian ini adalah menjadikan wisata pemancingan sebagai sumber pendapatan tambahan masyarakat Kuri Caddi dan strategi pengelolaan wisata agar wisatawan tertarik untuk berkunjung dan melakukan wisata pemancingan di Kuri Caddi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat di Kuri Caddi yaitu potensi wisata pemancingan di desa tersebut sangat besar yang sangat baik sebagai pendapatan tambahan nelayan di desa tersebut. Namun pengelolaan wisata pemancingan yang sudah ada selama ini masih sangat minim dan kurang menarik bagi wisatawan sehingga pengabdi menawarkan Solusi dengan melakukan sosialisasi terhadap standar keselamatan, kelengkapan peralatan utama dan pendukung dalam wisata mancing yang bisa dijadikan sebagai rujukan kepada kelompok nelayan penyedia jasa wisata; mendesain perahu wisata yang layak untuk perahu wisata mancing; melakukan workshop/pelatihan untuk penguatan kelembagaan berupa manajemen kelompok pada nelayan Rinta; pelatihan digital marketing dalam rangka penerapan iptek untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah kelompok pemancing untuk menggunakan jasa perahu wisata nelayan
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN CARA MANAJEMEN STRES PADA REMAJA KARANG TARUNA DI RW 06 KELURAHAN LIMO DEPOK Duma Lumban Tobing; Sang Ayu Made Adyani; Chandra Tri Wahyudi; Regita Cahya Pebriyanti; Asti Nurrizki; Farach Nabila; Fina Fijriah; Nabilah Aulia Ansar
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2893

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Menurut WHO, fase remaja dimulai ketika berusia 10-19 tahun. Pada proses ini akan terjadi banyak sekali perubahan dan perkembangan pada diri remaja baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Proses transisi ini menyebabkan cara berpikir remaja akan sangat berbeda dengan cara berpikir pada dewasa maupun pada anak-anak. Perbedaan tersebut yang mempengaruhi munculnya tekanan/stresor pada remaja. Tekanan yang terjadi ini dapat menimbulkan berbagai gejala stres baik secara fisik maupun mental. Dengan begitu, kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan pada remaja di daerah Karang Taruna RW 06 Kelurahan Limo-Depok. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diberikan berupa penyuluhan pengenalan stres dan cara mengatasi stres pada remaja. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah interaktif dengan menampilkan powerpoint, diskusi, dan tanya jawab kepada remaja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja tentang stres dan cara manajemen stres dengan kenaikan persentase antara hasil pre test dan post test yaitu 8,75%
EDUKASI PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN ECO ENZYME DI LINGKUNGAN MASYARAKAT PINGGIRAN KOTA MEDAN Elisabeth Sri Pujiastuti; Yanto Raya Tampubolon; Juli Ritha Tarigan; Jongkers Tampubolon
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3086

Abstract

Eco enzyme merupakan cairan serba guna hasil fermentasi limbah organik rumah tangga terutama buah-buahan dan sayuran. Menggalakkan pembuatan eco enzyme secara tidak langsung akan berkontribusi pada pengurangan emisi gas metana (CH4) ke atmosfir yang akan membantu menurunkan konsentrasi gas rumah kaca dan selanjutnya membantu mitigasi perubahan iklim akibat pemanasan global. Secara langsung, penggunaan eco enzyme akan membantu ekonomi rumah tangga berupa berkurangnya biaya membeli keperluan rumah tangga (bahan pembersih) maupun biaya usahatani melalui penggantian pupuk kimia dan pestisida oleh eco enzyme. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diselenggarakan di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, salah satu kawasan pinggiran kota Medan. Tujuan kegiatan meliputi: (i) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta akan manfaat eco-enzyme dan pembuatannya, (ii) mendorong peserta menggunakan eco-enzyme hasil produksi bersama untuk keperluan pribadi dan rumah tangga dan (iii) memotivasi peserta mengajak tetangga dan kerabat secara bersama-sama memproduksi eco enzyme untuk digunakan di rumah tangga masing-masing. Selain melakukan pre-test dan post-test pada tahap pembuatan dan pemanenan, diakhir kegiatan dilakukan evaluasi. Kegiatan PKM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dari nyaris tidak tahu menjadi baik dan sangat baik dengan nilai 71 hingga 89 (rentang nilai 0 – 100). Seluruh peserta puas dengan hasil yang diperoleh setelah menggunakan eco enzyme baik untuk keperluan pribadi, rumah tangga maupun pertanian. Keterampilan peserta sangat baik tahap “menggunakan” (termasuk menceritakan kepada kerabat dan tetangga) dan nilai baik pada “membuat sendiri” eco enzyme 
PELATIHAN PEMILIHAN DAN LABEL KEMASAN PADA PRODUK TERASI UDANG REBON KELOMPOK WANITA NELAYAN Nurliza Nurliza
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3262

Abstract

Udang rebon (Mysis sp.) adalah salah satu hasil perikanan yang sangat diandalkan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terutama pada musim togok, yaitu bulan Februari-Mei. Hasil tangkapan kelompok nelayan dapat mencapai 0,5-1 ton/hari, kecuali musim hujan. Namun, tangkapan menjadi cepat membusuk akibat infrastruktur untuk mengawetkan hasil tangkapan sangat terbatas. Salah satu upaya menaikkan nilai jual dan daya simpannya, maka udang rebon dioleh menjadi terasi oleh kelompok wanita nelayan. Proses pembuatan terasi tersebut masih sangat sederhana karena menggunakan kemasan kertas koran, daun atau plastik biasa sehingga menurunkan mutu produk serta lazim dijual dalam bentuk kering di pasar tradisional di wilayah sekitar. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pedagang untuk mengambil nilai tambahnya dengan penggunaan kemasan yang lebih baik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan pada kelompok wanita nelayan agar memiliki pengetahuan dan praktek terkait pemilihan dan label kemasan yang lebih menarik dan aman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 18 orang wanita nelayan di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas dengan analisis deskriptif, dan distribusi frekwensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian pengetahuan adalah tinggi dan cukup, tetapi masih ada kesenjangan dengan keterampilannya terutama terkait persyaratan kemasan. Oleh sebab itu, keseriusan dan kemauan untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan dan keinginan konsumen, pemasaran dan promosi melalui pameran dan kerjasama stakeholders’ serta dukungan dan peran serta pemerintah daerah melalui pembinaan, penyuluhan, pelatihan, kemudahan akses modal, bantuan alat pengawetan hasil tangkapan serta perbaikan infrastrukur sangat diperlukan untuk mendorong berkembangnya usaha secara berkelanjutan
CEMILAN RINGAN KERIPIK BUAH KARET ASAL MUSI BANYUASIN BERBAGAI MACAM RASA Lili Syafitri; Asmawati Asmawati; Lesi Hertati; Lilis Puspitawati; Irlan Fery
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2477

Abstract

Akibat menurunnya harga karet dunia masyarakat Musi Banyuasin memanfaatkan buah karet sebagai snack makanan ringan dengan berbagai rasa yang mendatangkan manfaat dan bergizi. Buah karet merupakan sampah alam yang tidak dapat dimakan namun dengan olahan yang kreatif sehingga toxin yang ada di dalam buah karet dapat hilang dan menjadi makanan yang enak. Buah karet biasanya tidak digunakan sebagai snack namun ditangan masyarakat miskin dan kreatif dapat dijadikan cemilan serta mendatangkan pundi-pundi rupiah yang berharga, buah karet dikupas dipisahkan antara kulit luar dengan isi kemudian direbus sekitar 1 jam kemudian direndam disungai yang airnya hanyut selama 3 (tiga) hari dengan sendirinya racun yang ada di dalam buah karet akan sirna. Kemudian ditumbuk dibumbukan dengan aneka rasa coklat, gula merah, santan kelapa dan aneka rasa lainya kemudian direbus lagi sekitar 25 menit dan di iris sesuai selera lalu dijemur kemudian digoreng menjadi keripik buah karet. Buah karet banyak didapat di daerah Musi Banyuasin, sekitar ribuan hektar tanaman karet tidak pernah dimanfaatkan masyarakat karena produk ini mengandung racun, namun dengan olahan yang baik dapat mendatangkan uang serta menjadi cemilan yang unik. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah manfaat buah karet hutan yang dapat dijadikan cemilan berbagai aneka rasa yang gurih dan nikmat. Tingkat kehadiran masyarakat desa sekitar 95% ketika dilakukan sosialisasi arahan dan workshop sampah alam beracun dapat menyajikan cemilan ringan sehingga tercipta cemilan murah, bergizi dan mendatangkan uang jika dikelola dengan baik