cover
Contact Name
Febry Ichwan Butsi
Contact Email
ichwan.butzi@gmail.com
Phone
+6283161745174
Journal Mail Official
ejurnal@stikpmedan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
ISSN : -     EISSN : 26227290     DOI : -
Jurnal Communique ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April, dan Otober.
Articles 172 Documents
Twitter dan Public Sphere: Studi Fenomenologi Tentang Twitter Sebagai Media Alternatif Komunkasi Politik Sakhyan Asmara; Febry Ichwan Butsi
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.353 KB)

Abstract

Twitter merupakan salah satu inovasi teknologi komunikasi daring yang fenomenal di abad 21 ini. Twitter dikenal sebagai penyedia layanan media sosial yang tidak hanya diketegorikan sebagai media sosial saja, namun juga mencakup sebagai mikro bloging. Dalam Twitter para pengguna diberikan kebebasan untuk menggunakan medium ini walaupun ada beberapa kebijakan dari penyedia layanan untuk dipatuhi. Imbasnya, para politisi bisa menjadikan akun Twitter mereka tidak hanya sebagai media untuk penyampaian pendapat, argumen, dan kritik. Twit dari akun mereka juga bisa membangun dialektika dengan para politisi lainnya dan menganjak pengguna Twitter lainnya untuk beradu gagasan dalam satu Twit. Proses transaksi wacana ini berlangsung dinamis, bahkan para pihak yang terlibat dapat memberikan pandangan berbentuk narasi atau memberikan gambar tertentu yang mewakili sikap mereka. Penelitian ini bersifat deskriptif, untuk menggambarkan atau memaparkan fenomena yang diteliti (Mooney dalam Baedhowi, 2001: 95). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk metode penelitian Fenomenologi. Fenomenologi merupakan upaya pemberangkatan dari metode ilmiah yang berasmsi bahwa eksistensi suatu realitas tidak orang ketahui dalam pengalaman biasa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan subjek penelitian. Untuk mendapatkan hasil wawancara yang komperehensif, maka wawancara yang dilakukan akan direkam. Pemilihan subjek penelitian akan dilakukan secara purposive sampling, yakni memilih subjek penelitian secara sengaja dan dengan pertimbangan peneliti subjek penelitian memiliki kualifikasi dan sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan selama bulan November 2019. Subjek penelitian dalam wawancara yang dilakukan sepakat bahwa Twitter sangat efektif sebagai medium komunikasi politik. Penggunaan Twitter bagi mereka sangat membantu mereka menjangkau konstituennya. Hakikat keterbukaan, kebebasan, dan luasnya cakupan pengguna Twitter merupakan manifestasi dari demokrasi dan wacana yang dibangun dalam Twitter juga wujud utama media daring Twitter sebagai arena ruang publik (Public Sphere).Para politisi merasakan bahwa medium Twitter sangat efektif bagi mereka untuk menjangkau konstituen mereka sekaligus menjadi media pencitraan diri yang efektif. Komunikasi politik juga menjadi fleksibel, murah, dan bebas karena wacana yang dibangun akan bersumber dari sumber utama. Para politisi tidak harus mengandalkan media umum mainstream sebagai medium komunikasi politik mereka, yang pastinya wacana mereka akan melewati proses kerja jurnalistik yang mungkin bisa mengaburkan esesnsi dari pesan yang dibangun.
Pengaruh Komunikasi Persuasif Guru Terhadap Kesadaran Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Junedi Singarimbun
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.861 KB)

Abstract

Komunikasi persuasif merupakan komunikasi yang dilakukan dengan cara membujuk, mengajak, atau merayu. Persuasi dapat dilakukan dengan cara rasional, sehingga seseorang dapat dipengaruhi melalui ide maupun konsep, namun dapat juga dipengaruhi secara emosional yaitu melalui aspek simpati dan empati seseorang. Secara konsep komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan melalui kemampuan dalam membujuk, merayu ataupun mengarahkan orang lain agar sesuai dengan pendapat dan keinginan komunikator. Guru sebagai salah satu profesi yang mulia, merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dunia pendidikan. Peranan guru begitu besar dalam menciptakan pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan dan juga dalam membentuk manusia- manusia yang cerdas dan memiliki integritas. Selain sebagai pendidik, guru juga menjadi orang tua kedua bagi para siswa di sekolah. Kemampuan yang dituntut dari seorang guru bukan hanya hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diampunya, namun juga harus memiliki kemampuan psikologi agar dapat mengerti dengan karakter anak didiknya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan anak-anak didiknya, agar tujuan akhir yang ingin yakni kesadaran belajar siswa dapat meningkat.Dari hasil analisis diperoleh hasil r = 0,557, yang berarti koefisien korelasi berada antara -1 sampai 1 yang berarti ada hubungan secara linear dan positif dan juga bermakna bahwa semakin besar nilai variabel X, maka semakin besar pula nilai variabel Y demikian juga sebaliknya. Ini bermakna bahwa semakin baik komunikasi persuasif yang dilakukan guru terhadap siswanya, maka semakin baik pula kesadaran siswanya untuk belajar. Dan dalam menentukan besaran hubungannya ditentukan dengan koefisien determinasi yaitu r² = 0,557 atau sebesar 55,70 %.. Dan dari uji prediksi diperoleh nilai t sebesar 4,445 dan probabilitas sebesar 0,000, yang berarti nilai t > nilai tabel 0,05. Hasil ini juga menunjukkan gejala yang sama, bahwa semakin baik komunikasi persuasif guru terhadap siswa, maka semakin baik pula kesadaran siswanya untuk belajar.
Study Fenomenologi Customer Service dalam Menghadapi Customer di Astra Credit Companies dari Perspektif Komunikasi Antar Pribadi Ridwan Nasution; Rizka Fazri Amalia
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.413 KB) | DOI: 10.31289/jikq.v2i2.32

Abstract

Perusahaan yang bergerak di dalam bisnis barang dan jasa, kepercayaan dan kenyamanan konsumen merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan, guna mendorong kepercayaan dan kenyamanan maka dari itu diperlukan sumber daya manusia yang profesional. Salah satu profesi yang harus mampu menciptakan rasa tersebut demi mencerminkan citra positif perusahaan adalah Customer Service. Setiap Customer berhak menilai baik atau buruknya perusahaan melalui pelayan Customer Servicenya. Harapan Customer merupakan target utama yang diharap bisa di capai oleh Customer Service. Tercapainya harapan tersebut menjadi kepuasan kedua belah pihak antara Customer dan perusahaan. Komunikasi bagi profesi Customer Service menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi Customer guna menghasilkan kepuasan Customer. Customer Service sebagai patner komunikasi Customer yang harus siap menerima keluhan dan membantu kebutuhan Customer, untuk mendapatkan hubungan yang baik dengan Customer seorang Customer Service memerlukan pengetahuan komunikasi khususnya komunikasi antar pribadi. Penelitian ini hasil penelitan tentang fenomena komunikasi antar pribadi pegawai customer service dalam menghadapi customer di perusahan kredit ACC. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komunikasi Antar Pribadi, Fenomonologi, Interaksionsme Simbolik, dan Konsep Customer Service.penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang bersifat narasi menjelaskan gambaran fenomena secara mendalam. Lokasi penelitian ini adalah PT. Astra Group Medan yang beralamat masing-masing cabang antaranya: cabang Medan 1 JL. H. Adam Malik No. Cabang Medan 2 JL. SM. Raja No. dan cabang Medan 3 JL. Gatot Subroto Komplek Makro Bussines Center No.7-8. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan. Keabsahan data dari suatu penelitian merupakan hal yang penting demi mendapatkan pengakuan penelitian. Pengakuan dalam penelitian harus berdasarkan bukti yang sah maka dari itu digunakan teknik keabsahan data berupa cara Triangulasi. Dari semua hasil penelitian yang dilakukan dengan menggali informasi dari informan mengenai kepuasan mereka dan hal yang membantu terciptanya rasa kepuasan tersebut dapat diambil kesimpulan. Bahwa kepuasan benar dirasakan oleh Informan akan pelayanan yang diberikan oleh Customer Service.
Strategi Komunikasi Dakwah Penyuluh Agama Islam Saat Pandemi Covid-19 di Kisaran SRI MUCHLIS
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk strategi komunikasi dakwah penyuluh agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam meningkatkan kerukunan umat beragama saat pandemi Covid-19 di Kisaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang terdari dari 5 orang penyuluh dan 2 orang jemaah binaan penyuluh. Pembatasan jumlah informan tersebut disebabkan keterangan dari informan telah mencapai ttik jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan menggunakan strategi bimbinga keagamaan secara daring. Dimana para penyuluh agama Islam membuat konten video ceramah dan menyebarkannya ke grup WhatsApp jamaah bimbingan mereka. Adapun hambatan yang dihadapi para penyuluh dalam berdakwah melalui WhatsApp adalah hambatan teknis berupa: (1) tidak semua jamaah memiliki SmartPhone dan (2) kuota internet terbatas; hambatan fisik atau organik berupa geografis lokasi jemaah tinggal membuat susah sinyal; dan hambatan pikir berupa berbedanya pendapat para jamaah dalam menyikapi penggunaan WhatsApp sebagai media untuk berdakwah.
Strategi Komunikasi Dalihan Na Tolu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama Armen Rahmad Hasibuan
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi dalihan na tolu dan hambatan strategi yang diterapkan oleh kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dalam meningkatkan kerukunan umat beragama. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi dalihan na tolu merupakan sebuah konsep hidup yang berasal dari nilai budaya masyarakat lokal dan telah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Mandailing Natal. Dengan strategi komunikasi yang diterapkan oleh Kementerian Agama Mandailing Natal, maka kerukunan umat beragama meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan tumbuhnya perspektif positif umat beragama di Kabupaten Mandailing Natal dalam memahami dan menerima setiap pesan yang disampaikan oleh Kementerian Agama Mandailing Natal. Adapun hambatan dalam pelaksanaan stretegi tersebut adalah hambatan psikologis, kurangnya pemahaman dan respon tokoh agama mengenai kerukunan umat beragama dan kurangnya maksimal kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dalam menjaga kerukunan umat beragama akibat alokasi dana yang terbatas.
Nilai Marsipaingot Dalam Perspektif Komunikasi Terapeutik Erlina Hayati; Husna Sari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.38

Abstract

Pendampingan bidan kepada ibu hamil sangatlah diperlukan. Pendampingan tersebut salah satunya bisa berupa komunikasi terapeutik antara bidan dan ibu hamil. Komunikasi terapeutik bertujuan untuk mengurangi beban perasaan dan rasa takut yang ada pada pasien, mengurangi keraguan pasien yang dapat mempengaruhi orang lain, lingkungan, dan dirinya sendiri. Pada masyarakat suku Mandailing dalam pengamatan penulis, para bidan di Puskesmas Pasar Maga khususnya, dalam melakukan pendampingan asuhan kebidanan kepada ibu hamil lazim menggunakan bentuk komunikasi terapeutik yang berbasis pada nilai kearifan lokal yakni mengaplikasikan nilai marsipaingot (nasihat) dalam menjalin komunikasi dengan ibu hamil. Bidan di Puskesmas kelurahan Pasar Maga juga selalu menggunakan bahasa Mandailing saat berkomunikasi dengan ibu hamil. Marsipaingot merupakan nilai pada suku Mandailing yang memahami bahwa kata-kata dalam nasihat diyakini memiliki muatan holong (kasih sayang). Sehingga, jika seorang yang dituakan atau berilmu memberikan nasihat bahkan dengan nada yang keras atau dengan pilihan kata-kata yang tajam, orang yang diberi nasihat memahami benar bahwa semua yang disampaikan itu walaupun pahit namun sarat bermuatan rasa kasih sayang, demi kebaikannya.
MOTIVASI MASYARAKAT MENONTON TAYANGAN ACARA REALITY SHOW GARIS TANGAN DI ANDALAS TELEVISI (ANTV) Ramdeswati Pohan; Rizka Septia
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.39

Abstract

Artikel ini berjudul “Motivasi Masyarakat Menonton Tayangan Acara Reality Show Garis Tangan Di Andalas Televisi (ANTV)(Studi Deskriptif Terhadap Motivasi Masyarakat Dalam Menonton Tayangan Acara Reality Show Garis Tangan Di ANTV Di Lingkungan Tangguk Bongkar 9 dan 10, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecematan Medan Denai, Kota Medan)”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Deskriptif Terhadap Motivasi masyarakat dalam menonton tayangan acara reality show garis tangan di ANTV di lingkungan tangguk bongkar 9 dan 10, Kelurahan tegal sari mandala I, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi signifikan motivasi masyarakat dalam menonton tayangan acara reality show garis tangan di ANTV. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Uses and gartification. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi Product Moment. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 36 orang yang pernah menonton tayangan acara reality show garis tangan di ANTV. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Taro Yamane, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan membagikan kuesioner dan observasi. Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan tabel tunggal. Untuk menguji hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat tinggi dan signifikan antara Motivasi masyarakat dalam menonton tayangan acara reality show garis tangan diANTV. Hal tersebut dikarenakan variabel X memberikan pengaruh lebih besar kepada variabel Y.
MAKNA KEMISKINAN DALAM FILM PARASITE Suprapti Indah Putri; Putri Alda Arianto; Austin E.A Tumengkol
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.40

Abstract

Film Parasite mengisahkan tentang sisi lain kehidupan Korea Selatan dimana masih terdapat jurang kesenjangan sosial yang sangat terlihat. Di korea, orang-orang berfikir penting memiliki rumah dan mobil yang bagus, mungkin itu sebabnya banjiha digambarkan potret kemiskinan yang menentukan siapa mereka.‘Parasite’ juga memberikan tanda dalam bentuk fisik yaitu “bau”. Bau seolah membuat inti yang diulang-ulang pada film, dalam film anak keluarga Park mendekat ke Kim dan mencium bau yang sama dengan Choong Sook yang notabennya pembantu dirumahnya yaitu suami Kim, Kim yang mencoba menghilangkan bau tersebut,dan anak perempuannya berkata “ini bau apartemen, baunya tidak akan hilang kecuali kita meninggalkan tempat ini”. Film Parasite adalah film yang menggambarkan hidup sebagai pengangguran, rumah yang sempit, lingkungan orang miskin yang berbicara dan berprilaku, hidup yang dikejar-kejar hutang. Meski kebutuhan pokok mereka terpenuhi, perbandingan ekonomi mereka membuat mereka dikategorikan dengan miskin relatif. Film Parasite membawakan pesan dalam komunikasi massa yaitu dengan menggambarkan kemiskinan di Korea Selatan seperti apa adegan,setting dan dialognya. Film merupakan salah satu media massa yang selain menjadi media hiburan bisa menjadi media komunikasi dan membuat masyarakat bisa sadar bahwa film mengajarkan sebuah pelajaran yang bisa membuka mata banyak orang.
Gerakan Literasi Membaca: Studi Fenomenologi tentang Gerakan Literasi Membaca Siswa SMA Negeri 2 Medan Nadra Ideyani Vita; M Agus Zainal
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.41

Abstract

Gerakan literasi membaca merupakan kemampuan menggunakan bahasa dan gambar dalam bentuk yang kaya, beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat, menyajikan dan berpikir kritis tentang ide-ide. Memaknai minat baca perlu dilakukan setidaknya untuk keperluan praktis, sebagai landasan melancarkan upaya menggerakkan siswa untuk terbiasa membaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif gerakan literasi membaca pada siswa SMA Negeri 2 Medan. mengetahui pengalaman siswa SMA Negeri 2 Medan setelah mengikuti gerakan literasi membaca dan mengetahui minat baca siswa dalam gerakan literasi membaca di SMA Negeri 2 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi serta studi kepustakaan. Infoman penelitian ini tujuh orang merupakan anggota gerakkan literasi membaca SMA Negeri 2 Medan. Hasil penelitian yang didapat adalah motif gerakan literasi membaca dilaksanakan karena masih rendahnya minat baca dikalangan siswa, kepala sekolah dan beberapa siswa pemerhati literasi membaca merasa begitu penting kemampuan membaca siswa maka dilaksanakan gerakan literasi agar membaca menjadi budaya di kalangan siswa. Pengalaman siswa setelah mengikuti gerakan literasi membaca, bahwa membaca suatu yang menyenangkan, mendapat informasi baru, lebih terampil berbahasa, memiliki lebih banyak kosa kata guna merangkai kalimat agar dapat dimaknai lebih benar dan tepat. Sangat disayangkan temuan peneliti kesadaran berliterasi yang baik tidak dapat menyentuh seluruh siswa, hanya sebahagian dari siswa SMA Negeri 2 Medan.
COMMUNICATION DISASTER HANDLING IN MOUNT SINABUNG ERUPTIONS Fatmawardy Lubis; Yovita Sabarina Sitepu; Munzaimah Masril
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i2.43

Abstract

This article presents the communication disaster treatment received by the refugees of Mount Sinabung Eruptions in Karo Regency. The main problem here is that the government very focused on physical development that communcation matters for the refugees. Communication disaster treatment is very effective to reduce the risk in disaster. This treatment supposed to held in every phase of disaster, mitigation, preparedness, respond, and recovery. Most of the time, the government did not pay attention about communication process at all especially at the mitigation and preparednes phases. There was some communication treatment at the respond and recovery phases, but it is not maximal. Even in recovery phase, the action is having an unfinish solution. They build the building, the gave land to the refugees, they gave food, but they did not gave enough information about the important situations.

Page 3 of 18 | Total Record : 172