cover
Contact Name
Febry Ichwan Butsi
Contact Email
ichwan.butzi@gmail.com
Phone
+6283161745174
Journal Mail Official
ejurnal@stikpmedan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi "Pembangunan" Jalan Sisingamangaraja No. 84 Medan 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
ISSN : -     EISSN : 26227290     DOI : -
Jurnal Communique ini memuat artikel ilmiah yang berasal dari hasil penenelitian dan kajian komunikasi. Kajian ini berasal dari berbagai macam cakupan yakni kajian media , jurnalisme, humas, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, dan kajian yang relevan dengan ilmu komunikasi. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan April, dan Otober.
Articles 172 Documents
Analisis Framing Tentang Pemberitaan Hoax Ratna Sarumpaet di Kompas.com dan Republika Online Rentang Waktu 02 Hingga 05 Oktober 2018 Ridwan Nasution; Rizki Fadilla
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.646 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang berciri pada penelitian kualitatif dengan perangkat metode analisis isi kualitatif menggunakan analisis framing sebagai pisau analisis. Analisis Robert N Entman yang memiliki empat dimensi dalam analisis yaitu,Defining Problem, Diagnoses Causes, Moral Judgement/Evaluation, Treatment Recommendation. Dimana setiap berita akan dianalisis satu persatu untuk mengetahui pola kontruksi berita yang dibuat oleh kedua media tersebut.Teori yang digunakan adalah Teori Agenda Setting, Teori Realitas Kontruksi Sosial, Gatekeeper, Teori Framing, Teori Hermeneutika, dan Media online dan faktor-faktor yang membentuk isi media, penelitian kualitatif dan analisis framing. Untuk dapat mengetahui pembingkaian yang dilakukan oleh Kompas.com dan Republika Online terhadap pemberitaan Hoax Ratna Sarumpaet peneliti menganalisis permasalahan tersebut dengan menggunakan metode Analisis Framing model Robert N Entman. Melalui analisis yang mendalam, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yakni perbedaan frame antara Kompas.com dan Republika Online dalam mengkonstruksi berita hoax Ratna Sarumpaet. Kompas.com membingkai kasus HOAX Ratna Sarumpaet dalam kasusnya memiliki motif politik. Sedangkan Republika Online dalam pemberitaan Hoax Ratna Sarumpaet menyudutkan Ratna Sarumpaet sebagai pencipta hoax yang menyebar ke publik. Pembingkaian Republika memandang kasus Hoax Ratna Sarumpaet merupakan masalah Pribadi.
SISTEM KOMPUTERISASI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI KANTOR CAMAT SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Samsul Bahri Pane
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.059 KB)

Abstract

Current technological developments, encourage every organization to process data quickly, completely and accurately. One technology that can help in processing data in an organizational environment is to use computer devices and computerized systems that are good and appropriate. This research was conducted at the Sibabangun District Head Office in Central Tapanuli District, the form of research used in this study was descriptive qualitative to help analyze data and facts obtained. Based on the results of data analysis, it is known that the role of computerization in increasing employee work productivity at the Sibabangun Sub-District Head Office in Central Tapanuli Regency is very helpful for the work process carried out in the sub-district office. In addition, computers are tools that support the work processes used by the employees of the Sibabangun sub-district office to create systems and services that produce good work productivity for the sub-district.
YOUTUBE-VLOG: LAHIRNYA ERA USER-GENERATED CONTENT DAN INDUSTRI VLOG DI INDONESIA Syahrul Hidayanto; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.99 KB)

Abstract

YouTube memang bukan perusahaan pertama yang menawarkan akses ke video online, namun perilisan YouTube dinilai tepat pada waktunya karena berbarengan dengan dijualnya banyak kamera dengan harga murah, pertumbuhan jalur serat optik dari tahun 1999 hingga 2004 serta pertumbuhan penetrasi akses broadband. Artikel ini disusun untuk menjelaskan konsep-konsep tentang YouTube-Vlog, UGC, dan lahirnya industri vlog di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data dengan literature review. Hadirnya YouTube pada Februari 2005, memberikan peluang bagi para penggunanya untuk membuat konten sendiri atau istilah ini populer dengan sebutan User-Generated Content (UGC). Dalam konteks YouTube, vlog (video blog/video log) menjadi salah satu bentuk UGC yang menjadi perhatian saat ini. Tujuan utama dari vlog adalah untuk berkomunikasi dengan audiens yang luas pada level pribadi. Fenomena vlog pada akhirnya membuka peluang munculnya industri baru yang dinamakan industri vlog. Industri ini muncul seiring dengan perkembangan YouTube yang saat ini telah menjadi platform di mana konten-konten video buatan penggunanya ditonton ratusan juta kali oleh pengguna internet di seluruh dunia. Indonesia sebagai pasar potensial industri media digital mengalami peningkatan penggunaan internet dan media sosial secara signifikan dari tahun ke tahun. Efek dari peningkatan tersebut kemudian berimplikasi salah satunya yakni semakin meluasnya fenomena vlogging dan membuatnya semakin populer.
Konsep Diri Dari Perspektif Dimensi Internal : Kajian Psikologi Komunikasi Nilai Tutur di Suku Mandailing Iskandar Zulkarnain; Sakhyan Asmara; Raras Sutatminingsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.381 KB)

Abstract

Pembentukan nilai konsep diri ini sebenarnya bisa menggunakan nilai kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Suku Mandailing yang berasal dari provinsi Sumatera Utara misalnya memiliki nilai kearifan lokal dalam mengatur tata pergaulan, komunikasi, dan etika dalam membentuk konsep diri. Nilai tersebut adalah nilai Tutur. Dalam perspektif psikologi komunikasi, konsep diri yang terbangun dengan penerapan nilai Tutur dalam adat Dalihan na Tolu membuat setiap anggota masyarakat adat mengerti akan hak dan kewajiban masing-masing, orang tidak akan mungkin bisa sembarangan berbicara, apalagi bertindak sembrono di hadapan orang lain. Karena masing-masing mengerti tentang hubungan kekerabatan dan keturunan mereka satu dengan lainnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini akan mengambil lokus di Desa Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal. Pemilihan desa ini karena desa ini secara historis merupakan salah satu desa tertua usianya di kawasan Mandailing Natal, secara demografi sosial, desa Pasar Maga mayoritas didiami oleh masyarakat yang bermarga Nasution, Lubis, Matondang, dan Rangkuti. subjek penelitian ini secara personal mewakili komponen Dalihan na Tolu dengan rincian pengetua adat desa, orang yang dituakan, kepala keluarga, anak muda, dan penduduk dari luar suku Mandailing yang bermukim di desa Pasar Maga. Penelitian ini dilakukan dimulai dari pengumpulan data yang telah dikumpulkan mengenai nilai tutur yang didapat dari hasil studi literatur, observasi partisipatoris dan interview. Data dari literatur, observasi, dan wawancara yang telah terkumpul menjadi data empiris, kemudian dianalisa dengan menggunakan teknik kualitatif yakni secara intepretatif dan disajikan secara naratif. Adapun kerangka utama dalam menemukan dan membangun pembentukan konsep diri melalui budaya Tutur ini akan mengacu pada dimensi konsep diri yang dikembangkan oleh Fitts. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan klasifikasi Tutur ini terbagi kedalam tiga kelompok sesuai dengan komponen utama masyarakat adat Dalihan na Tolu, yakni unsur Kahanggi, unsur Mora, dan unsur Anak Boru. Nilai Tutur wajib diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan menggunakan Tutur dalam keluarga dan masyarakat Mandailing lazimnya dilakukan secara informal, artinya pengajaran mengenai sapaan kepada orang lain itu diajarkan orang tua kepada anak-anak mereka sendiri di rumah. Penguasaan Tutur penting bagi suku Mandailing. Tutur merupakan konsepsi budaya Mandailing berhubungan mengenai panggilan keakraban atau sapaan keakraban antara seseorang dengan orang lain. Dengan penguasaan kepada Tutur, seseorang akan mampu mengemas pesan baik secara verbal maupun non verbal dengan baik. Seseorang akan bisa memilah memilih kata yang tepat dan sopan, serta menempatkan lawan bicaranya secara tepat dan benar sesuai dengan kedudukan dan peranannya. Patuturon antara orang perorang dalam masyarakat adat Dalihan na Tolu tidak hanya memberikan nama sapaan kepada seseorang, namun juga memberikan landasan posisi dan peranannya dalam masyarakat. Internalisasi nilai-nilai Partuturon dalam masyarakat adat Dalihan na Tolu merupakan sebuah keharusan dan wajib diamalkan kepada semua orang yang berasal dari dalam maupun orang dari luar yang berhubungan dengan masyarakat adat Mandailing.
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PERILAKU AGRESIF PADA ANGGOTA SATUAN DALMAS POLDASU Raras Sutatminingsih; Josetta M.R Tuapattinaja
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.382 KB)

Abstract

Artikel ini berangkat dari hasil penelitian yang berjudul Profil Stabilitas Emosi dan Kecenderungan Perilaku Agresif pada Anggota Satuan Dalmas POLDA Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif pada responden penelitian adalah rendah baik pada komponen agresitas fisik, agresifitas verbal, kemarahan maupun permusuhan. Hasil penelitian sebelumnya menujukkan bahwa perilaku agresif berkaitan dengan efektifitas komunikasi antar pribadi. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis mengkaji kaitan antara perilaku agresif dengan efektifitas komunikasi para anggota satuan DALMAS POLDA Sumatera Utara. Letih, terpancing, terancam, dan melindungi diri dari amuk massa selalu dijadikan pembenaran oleh aparat kepolisian satuan Pengendalian Massa dibalik aksi kekerasan yang dilakukannya. Pengendalian massa yang selanjutnya disebut Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri (kompi, peleton) dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa (Buana, 2017). Dalam Protap Dalmas yang dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia, Dalmas adalah bersifat preventif, bukan represif. Fakta di lapangan berkata lain. Banyak aksi yang diwarnai bentrokan antara pendemo dengan satuan polisi yang melakukan pengendalian massa (Dalmas) (“Menakar sikap,” 2008). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian dengan data kuantitatif yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Satuan Dalmas Poldasu rata-rata memiliki perilaku agresif yang rendah, dimana subyek penelitian secara umum memiliki perilaku agresifitas fisik yang rendah, perilaku agresifitas verbal yang rendah, kemarahan yang rendah dan permusuhan yang rendah.
STUDI DESKRIPTIF PERSEPSI KALANGAN AKADEMIK DALAM IMPLEMENTASI UU RI NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS Sakhyan Asmara; Iskandar Zulkarnain; Hatta Ridho
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.12 KB)

Abstract

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers hingga saat ini sudah berusia sekitar 20 tahun. Substansi UU ini mengatur tentang kehidupan pers, utamanya dalam mengelola kemerdekaan pers sebagai perwujudan dari hak azasi manusia. Sejak diundangkannya UU ini, maka referensi utama pers nasional mengacu kepada pasal demi pasal yang terdapat didalam UU tersebut. Sejalan dengan itu pada satu dekade terakhir tumbuh berkembang media massa sosial dan media online. Pelaksanaan fungsi media internet tersebut kurang lebih sama dengan media massa cetak maupun elektronik. Persoalan yang muncul adalah bagaimana implementasi Undang-Undang tersebut setelah maraknya era digital dan munculnya kembali semangat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila dewasa ini. Oleh sebab itu penelitian ini ingin melihat bagaimana pandangan para akademisi terhadap pelaksanaan UU RI No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, di saat fenomena kehidupan media cetak maupun media elektronik menghadapi tantangan dari media internet yakni media sosial dan media online. Pada saat yang sama juga munculnya fenomena baru yakni kembalinya semangat untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila dengan jargon Aku Pancasila dan Aku Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pers, Teori Komunikasi Massa, Teori Persepsi, dam Teori Tentang Implementasi Kebijakan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat akademik yaitu dosen Ilmu Komunikasi di kota Medan, dengan mengambil sampel secara sederhana (Simple Random Sampling). Untuk mengkuantifikasi data yang diperoleh, digunakan Skala Likert dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitataif dengan melakukan wawancara mendalam kepada narasumber yang dipilih secara purposif untuk mengelaborasi secara mendalam pendangan akademisi mengenai eksistensi UU No 40 Tahun 1999 serta pandangan akademisi adaptasi UU No. 40 Tahun 19999 pada perkembangan dan penetrasi media siber
PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP PEMAHAMAN HUKUM ISLAM ANGGOTA PENGAJIAN DI KELURAHAN GUNG LETO KECAMATAN KABANJAHE Junedi Singarimbun
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.916 KB)

Abstract

Pengajian merupakan salah satu bentuk dari kegiatan komunikasi kelompok khususnya kelompok kecil, yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi juga untuk memberikan pemahaman tentang hukum islam kepada para anggota pengajian. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap satu kali dalam seminggu dan setiap kali dilakukan rata-rata dihadiri 50 sampai 60 orang. Untuk memberikan ceramah agama yang berhubungan dengan hukum islam, selalu diundang ustad/ustadzah atau mubaligh yang berbeda setiap kali pertemuan, sehingga variasi materi yang diberikan pun bervariasi pula. Setelah ceramah selesai biasanya diakhiri dengan tanya jawab antara penceramah dengan anggota pengajian sehingga lebih memperjelas hal- hal yang masih kurang dipahami oleh jama’ah. Karena kajian ini tentang hukum agama (khusus tentang hukum ibadah dan hukum keluarga) membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian . tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi kelompok (khususnya kajian tentang hukum islam) terhadap pemahaman hukum islam khususnya anggota pengajian yang ada di Kelurahan Gung Leto Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Metode penelitian yang dilakukan korelasional, yakni untuk mengukur atau menganalisis bagaimana suatu variabel berpengaruh terhadap variabel yang lain dan seberapa besar pengaruhnya. Dari hasil analisis penelitian dapat diketahui bahwa komunikasi kelompok berpengaruh terhadap pemahaman hukum islam khususnya hukum ibadah dan hukum keluarga yang besarannya 34,11% terhadap hukum ibadah dan 45,33% terhadap hukum keluarga. Sedangkan pengaruhnya pada hukum islam yang lain perlu dilakukan penelitian lanjutan.
MEMAHAMI PENDEKATAN POSITIVIS, KONSTRUKTIVIS DAN KRITIS DALAM METODE PENELITIAN KOMUNIKASI Febry Ichwan Butsi
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.386 KB)

Abstract

Secara substantif, tujuan setiap penelitian khususnya di bidang ilmu komunikasi adalah mendapatkan pengetahuan. Namun dewasa ini fakta memperlihatkan bahwa bermacam-macam paradigma, pendekatan, metode hingga prosedur juga akan menentukan bermacam-macam pengetahuan yang akan dihasilkannya. ada dua paradigma besar dalam penelitian yang dilakukan oleh ilmuan sosial yaitu paradigma kuantitatif dan kualitatif. Pada tahapan aplikatif paradigma tersebut dalam ranah ilmu komunikasi maka ada pendekatan-pendekatan yang merupakan cabang/turunan/subordinasi dari kedua paradigma tersebut. Dalam bingkai distingsi, tiga macam pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan positivis (Kuantitatif) serta pendekatan kritis dan pendekatan konstruktivis (Kualitatif). Pada dasarnya para peneliti dan akademisi dari kedua pendekatan ini baik kuantitatif dan kualitatif beserta pendekatan metodologisnya sama-sama bekerja keras, berkomitmen, ketekunan dan integritas untuk memajukan ilmu pengetahuan walaupun cara yang mereka tempuh berbeda. Jadi intinya memang sebuah kebebasan akademis bagi setiap orang untuk melihat, menentukan metodologi yang mana yang akan dipakai, dan tentunya dapat berlaku bijak dalam menempatkan pendekatan yang pas atau kompatibel dengan masalah yang akan ditelitinya.
Analisis Implementasi Fungsi Media Massa Pada Harian Serambi Indonesia AK JAILANI; Yan Hendra; Ribut Priyadi
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.512 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan faktor yang mepengaruhi fungsi media massa pada Harian Serambi Indonesia. Dimana Harian Serambi Indonesia merupakan salah satu produsen komunikasi massa yang banyak digunakan oleh mayarakat dalam mendapatkan berita dan informasi setiap harinya. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan paradigma alamiah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Harian Serambi Indonesia telah mengimplementasikan fungsi media massa yakni fungsi informasi, edukasi, hiburan dan kontrol sosial dengan baik. Hanya saja, untuk implementasi fungsi hiburan Harian Serambi Indonesia kurang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh faktor pengalaman masa lampau, dimana mayarakat telah terbiasa dengan rubrik gam cantoi, sebuah rubrik kecil yang berisi karikatur dengan pesan-pesan sindiran, menggelitik dan memiliki makna yang dalam. Karena perubahan kebijakan dari Harian Serambi Indonesia, rubik tersebut ditiadakan dan menimbulkan kurangnya kepuasan masyarakat terhadap konten hiburan di harian Serambi Indonesia.
Manajemen Stres Untuk Menurunkan Tingkat Stres Narapidana (Pelatihan Pengabdian di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan) Rodiatul Hasanah Siregar; Hasnida .; Raras Sutatminingsih; Juliana Irmayanti Saragih; Arliza Juariani Lubis
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.756 KB)

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (lapas) merupakan sebuah tempat dimana ruang gerak narapidana dibatasi dan mereka terisolasi dari masyarakat. Kondisi lapas di Indonesia yang overcapacity saat ini juga merupakan kondisi yang tidak ideal untuk kehidupan para narapidana. Ruangan yang harus diisi banyak orang, makanan yang sederhana dan kurang bervariasi, serta aturan lapas yang ketat merupakan stressor yang menyebabkan para narapidana mengalami stres. Sarafino (2011) mendefinisikan stres sebagai kondisi dimana transaksi antara individu dengan lingkungan mengarah pada kesenjangan yang dirasakan antara tuntutan fisik atau psikologis dari suatu situasi dengan sumber daya sistem biologis, psikologis, dan sosial seseorang. Kondisi narapidana yang mengalami stres menyebabkan mereka mudah marah bahkan berperilaku agresif yang membuat suasana lapas semakin tidak nyaman. Oleh karena itu para narapidana perlu dibantu mengelola stres mereka melalui Pelatihan Manajemen Stres. Pelatihan Manajemen Stres yang diberikan kepada narapidana Pria kelas I Tanjung Gusta Medan menunjukkan hasil bahwa teknik-teknik manajemen stres yang diajarkan dan diterapkan oleh para narapidana dalam kehidupan sehari-hari dapat menurunkan tingkat stres yang mereka alami. Lebih lanjut, dengan menerapkan teknik-teknik manajemen stres secara rutin diharapkan mereka dapat mengelola stres mereka dengan lebih baik sehingga mereka dapat hidup nyaman selama menjalani masa hukuman di lapas.

Page 2 of 18 | Total Record : 172