cover
Contact Name
Galuh Pradian Y
Contact Email
jubitar.fik@unik-kediri.ac.id
Phone
+628113033977
Journal Mail Official
galuhpradian@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
http://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jubitar/index
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Bidan Pintar (JuBiTar)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27213536     EISSN : 27213544     DOI : 10.30737/jubitar.v1i1.746
Jurnal Bidan Pintar adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri. Publikasi jurnal kebidanan yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan di bidang ilmu kebidanan. Malalui wahana ini peneliti dan praktisi dalam bidang kebidanan dapat membagikan ilmu yang kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian. Yang meliputi : Kesehatan Ibu - Kehamilan - Persalinan - Nifas Kesehatan Anak (Neonatus, Nayi, Anak dibawah 5 tahun) Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi - Kesehatan Reproduksi Remaja - Masa antara dan masa pra konsepsi - Kesehatan pra menopause - Wanita usia subur
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025" : 30 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PREDIKTOR KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA MENJELANG PERSALINAN Sjahbuddin, Yulma; Muhamad, Zuriati; Ishak, Fifi; Yunus, Yuliandary
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6681

Abstract

Abstrak Kecemasan adalah masalah umum di kalangan ibu hamil, dengan 8-10% ibu mengalaminya dan angka ini meningkat tajam menjadi 12% menjelang persalinan. Peningkatan ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon, kekhawatiran akan persalinan dan kesehatan bayi, serta kurangnya dukungan sosial, berdasar data World Health Organization tahun 2020. Tujuan penelitian,  untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga saat menghadapi persalinan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif dari para ibu hamil secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan yang sesuai dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor pemicu utama kecemasan, yaitu: ibu hamil yang belum memiliki pengalaman melahirkan sebelumnya, kurangnya dukungan sosial, paparan media sosial, riwayat operasi caesar, dan riwayat medis tertentu seperti hipertensi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam bagi petugas kesehatan untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam membantu ibu hamil mengatasi kecemasan mereka. Kata kunci : Kecemasan ; Ibu hamil ; Trimester III ; Persalinan.    
FAKTOR-FAKTOR PELAYANAN KEBIDANAN YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN Isa, Setiawati; Ishak, Fifi; Zakaria , Fatma; Kum , Thamrin A
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6685

Abstract

Abstrak   Mutu pelayanan kebidanan merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien. Kepuasan pasien yang tinggi mencerminkan pelayanan yang berkualitas dan berdampak pada peningkatan penggunaan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pelayanan kebidanan yang mempengaruhi kepuasan pasien di Puskesmas Hulonthalangi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi pelayanan kebidanan dengan kepuasan pasien, yaitu keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti fisik, dan empati, dengan nilai p-value = 0.000 (<0.05). Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang mencakup aspek profesionalisme, responsivitas, fasilitas fisik, serta perhatian dan empati tenaga kesehatan berpengaruh nyata terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan kebidanan perlu menjadi prioritas untuk mencapai pelayanan yang lebih optimal.   Kata kunci : Kepuasan Pasien, Pelayanan Kebidanan
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA Mooduto, Charmila; Zakaria, Fatmah; Yunus, Yuliandary; Sondakh, Levana
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6687

Abstract

Abstrak Remaja rentan mengalami masalah emosi dan perilaku yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan kehidupan sosial. Skrining masalah emosi dan perilaku pada remaja sangat penting untuk mengidentifikasi risiko gangguan mental sejak dini. Skrining intervensi yang tepat dapat dilakukan sebelum masalah berkembang lebih serius. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh dengan emosi dan perilaku remaja dengan melakukan skrining SDQ pada remaja di wilayah Puskesmas Dumbayabulan guna memberikan intervensi yang berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan mental remaja. Metode penelitian menggunakan desain penelitian Kuantitatif deskriptif Cross-Sectional. Penelitian ini menggunakan alat ukur yang terstandar yaitu  kuesioner (Strengths and Difficulties Questionnaire/SDQ). Sampel dalam penelitian ini adalah 154 responden remaja yang diambil dari SMAN 1 Suwawa Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukan  ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan dengan hasil uji statistic (chi square) pValue=0.022<0.05. Kesimpulan Ada hubungan pola asuh dengan masalah emosi dan perilaku remaja di wilayah kerja Puskesmas Dumbayabulan. Kata kunci :: Pola Asuh, Emosi, Perilaku, Remaja, SDQ Abstract (Bahasa Inggris, spasi 1, font 11 Times New Roman, italic) Adolescents are vulnerable to emotional and behavioural problems that can have an impact on mental well-being and social life. Screening for emotional and behavioural problems in adolescents is very important to identify the risk of mental disorders early on. Appropriate intervention screening can be done before the problem develops more seriously. This study aims to identify the relationship between parenting patterns and adolescent emotions and behaviours by conducting SDQ screening on adolescent in the Dumbayabulan Health Centre area in order to provide evidence-based interventions to improve adolescent mental health. The research method uses a quantitative descriptive cross-sectional research design. This study uses a standardized measuring instrument, namely a questionnaire (SDQ). The sample in this study was 154 adolescent respondents taken from SMAN 1 Suwawa Timur. The sampling technique used was total sampling. The results of the study showed that there was a relationship between parenting patterns and emotional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area with the results of statistical tests (Chi square) pValue=0.022<0.05. conclusion there is a relationship between parenting patterns and emosional and behavioural problems in adolescent in the Dumbayabulan Health Centre work area.   Keywords : Parenting Patterns, Emotions, Behaviour, Adolescents, SDQ
PENGARUH KONSUMSI PUTIH TELUR TERHADAP PENYEMBUHAN LASERASI PERINEUM DERAJAT II PADA IBU POSTPARTUM Warlin Saud, Izrin Abduulah; Nurdin , St Surya Indah; Melani , Nour Arriza Dwi; Yunus , Yuliandary
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6691

Abstract

Abstrak Dampak telrjadinya rupturel pelrinelum pada ibu antara lain telrjadinya infelksi pada luka jahitan, sellain itu juga dapat melnyelbabkan pelrdarahan bahkan jika pelnangananya lambat dapat melnyelbabkan kelmatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi putih telur terhadap penyembuhan laserasi perineum derajat II pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dan rancangan two group posttelst only design. Melibatkan 30 responden yang terdiri dari 15 ibu postpartum yang mengkonsumsi putih telur dan 15 ibu yang tidak mengkonsumsi putih telur. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan dianalisis dengan uji mann whitney u dan perhitungan komputerisasi spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pelrbeldaan rata-rata yang signifikan antara waktu pelnyelmbuhan luka kellompok intelrvelnsi maupun kellompok kontrol dengan nilai (P value= 0,025). Maka dapat disimpulkan bahwa telrdapat pelngaruh konsumsi putih tellur telrhadap pelnyelmbuhan laselrasi pelrinelum delrajat II pada ibu postpartum. Kata kunci: ibu nifas, rupture perineum, putih telur     Abstract   The impacts of a perineal rupture on mothers include infection of the stitches and bleeding. In severe cases, if not handled quickly, it can even lead to death. This research aims to understand the effect of egg white consumption on the healing of second-degree perineal lacerations in postpartum mothers. This study uses a quantitative method with a quasi-experimental approach and a two-group post-test only design. It involves 30 respondents: 15 postpartum mothers who consumed egg whites and 15 mothers who did not. Data was collected through observation sheets and analyzed using the Mann-Whitney U test and computerized SPSS calculations. The results show a significant difference in the average wound healing time between the intervention and control groups, with a P-value of 0.025. Therefore, it can be concluded that consuming egg whites affects the healing of second-degree perineal lacerations in postpartum mothers.   Keywords : postpartum mother, perineal rupture, egg whites      
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN TANTRUM PADA ANAK Sulistyoningrum , Wahyu; Yulifah, Rita; Mas’udah, Endah Kamila
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6801

Abstract

Abstrak Tantrum merupakan perilaku destruktif yang dilakukan anak dalam mengekspresikan emosi, rasa frustasi, dan kecewa dikarenakan keinginannya tidak terpenuhi. Anak-anak di Indonesia umumnya mengalami tantrum saat berusia 1 tahun dan frekuensinya dapat meningkat dari 23% hingga 83% saat berusia 2 hingga 4 tahun. Akibat yang ditimbulkan anak akan mengalami cedera fisik saat terjadinya ledakan emosi, dan anak tantrum ketika dewasa akan mempunyai kontrol diri yang rendah dan mudah marah. Pengasuhan orang tua dapat memberikan dampak besar dalam kemungkinan anak untuk menjadi tantrum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel merupakan total populasi sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji chi square dilanjutkan dengan fisher’s exact dengan hasil (ρ = 0,029 < 0,05) yang berarti ada hubungan antara pola asuh dengan kejadian tantrum pada anak. Hampir seluruhnya anak yang tidak tantrum mendapatkan pola asuh demokratis dan pola asuh campuran (demokratis dan otoriter). Pemberian pola asuh yang sesuai dengan kondisi anak dapat mencegah terjadinya tantrum. Disarankan pada orang tua untuk memberikan pola asuh sesuai dengan kebutuhan anak yang dalam penelitian ini pola asuh demokratis menunjukan hasil emosional anak yang baik.   Kata kunci : balita, pola asuh, tantrum
HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Wihidiyah , Ilmi Nurul; Widodo, Dyah; Mas’udah, Endah Kamila Mas’udah3
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6802

Abstract

Abstrak Orang tua terutama ibu dapat mempengaruhi pembentukan perilaku sosial anak melalui pola pengasuhan yang diberikan. Seringkali terjadi anak usia 4-5 tahun mengalami hambatan perkembangan sosial dapat dilihat saat anak tidak mau bermain bersama teman sabayanya, tidak mau berbagi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu bekerja dengan perilaku sosial anak usia 4-5 tahun. Desain penelitian kuantitatif  korelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik chi-squaere. Besar sampel sebanyak 35 responden menggunakan teknik Purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan kuesioner pola asuh dan lembar observasi perilaku sosial anak. Hasil penelitian sebagian besar pola asuh yang dilakukan ibu bekerja adalah demokratis. Sebagian besar perilaku sosial anak adalah berkembang dengan sangat baik. Analisis uji didapatkan  terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu bekerja dengan perilaku sosial anak usia 4-5 tahun dengan nilai p-value 0,000 < 0,05.   Kata kunci : Anak usia 4-5 tahun, perilaku sosial, pola asuh, ibu bekerja
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA PRASEKOLAH Endarwati, Susiani; Novitalia, Novitalia
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6804

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik ditentukan oleh asupan gizi yang seimbang, kualitas maupun kuantitasnya, mencakup air, karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral untuk memperoleh tenaga yang cukup. Kecukupan gizi yang baik dapat membantu pertumbuhan anak menjadi optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling didapatkan 42 anak usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pemeriksaan SDIDTK, kemudian data diolah dan dianalisa dengan uji statistik Sperman’s rank. Hasil penelitian menunjukkan p value : 0.000 lebih kecil dari α = 0,05 artinya ada hubungan status gizi terhadap perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Diharapkan orang tua dapat memperhatikan kecukupan gizi anak dan memberikan stimulasi berdasar usia anak sehingga pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar anak dapat berkembang optimal. Selain itu tenaga kesehatan dapat melakukan pemantauan rutin status gizi dan perkembangan anak secara berkala. Kata kunci : status gizi, motorik kasar, anak usia prasekolah
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN STATUS GIZI TERHADAP TERJADINYA SIKLUS MENSTRUASI Pratiwi, Helfira; Ishak, Fifi; Sondakh, Levana; Lasanudin, Hamna Vony
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6838

Abstract

  Abstrak Menstruasi merupakan proses penting bagi kesehatan reproduksi perempuan, namun banyak remaja putri sering mengalami gangguan menstruasi yang dipengaruhi oleh stres dan status gizi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan status gizi terhadap terjadinya siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Suwawa Timur. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitaf dengan desain cross-sectional, melibatkan 87 responden sebagai populasi dan sampel melalui teknik total sampling. Data yang dikumpulkan mencakup durasi siklus menstruasi, status gizi, dan tingkat stres. Siklus menstruasi diukur melalui kuisioner, stres diukur dengan instrumen DASS, sedangkan status gizi diukur menggunakan metode antropometri. Variabel independent adalah tingkat stres dan status gizi sedangkan variabel dependen yaitu siklus menstruasi. Dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 responden, sebanyak 48 responden atau 55,2% mengalami stres, 53 responden atau 60,9% memiliki status gizi yang tidak normal, dan 52 siswi atau 59,8% mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Hasil Uji chi-square menunjukkan adanya korelasi signifikan antara tingkat stres dan status gizi dengan terjadinya siklus menstruasi. Ada hubungan antara tingkat stres dan status gizi terhadap terjadinya siklus menstruasi di SMAN 1 Suwawa Timur.   Kata kunci : siklus menstruasi, remaja putri, tingkat stres, status gizi  
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS WANITA INFERTIL : NARRATIVE LITERATURE REVIEW Sari, Farisma Rusdiana; Novira, Daisy; Rohani, Tuti; Nurjanah, Nimas Ayu Lestari
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6848

Abstract

  Abstrak Infertilitas adalah masalah pada sistem reproduksi laki-laki atau perempuan yang menyebabkan ketidakmampuan untuk hamil setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Wanita infertil mengalami berbagai kondisi negatif yang muncul akibat stress infertilitas, hal ini dapat menyebabkan penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode pencarian literature menggunakan media elektronik, internasional dan nasional melalui ScienceDirect, PubMed, The Lancet, Google Scholar dan Google Book, dengan melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis untuk menyimpulkan strategi peningkatan kesejahteraan psikologis wanita infertil. Hasil pencarian literatur diperoleh dua strategi yang paling dominan yakni mindfulness dan dukungan sosial. Terapi mindfulness menjabarkan tentang seni memberi perhatian, memfokuskan diri pada apa yang dihadapi saat ini, menjalani sesuatu dengan penuh kesadaran apa yang sedang dihadapi, tidak membiarkan perhatian terpusat pada apa yang sudah terjadi, dan apa yang belum terjadi, memahami kondisinya, tanpa penghakiman dan menerima dengan kelapangan. Religiusitas menjadi bagian pada terapi mindfulness, individu menyadari bahwa persoalan yang memicu kecemasan tidak lepas dari takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan, akan mampu menerima ketetapan Tuhan dengan kesabaran. Dukungan sosial diperoleh dari suami, keluarga dekat, teman, rekan kantor, tenaga kesehatan dan masyarakat. Dukungan sosial yang diperlukan adalah emotional support, appraisal support, instrumental support, dan informational support. Bentuk dukungan sosial secara online juga membantu wanita infertil berbagi informasi dan dukungan, adanya dukungan sosial membuat mereka kuat, mampu berfikir rasional, optimis dan tidak menyalahkan diri sendiri. Upaya penanganan lebih dini, dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mencegah tingkat keparahan stress yang dialami oleh wanita infertil. Peran tenaga kesehatan pada pendampingan mindfulness dan mempromosikan intervensi kepada keluarga, suami dan masyarakat terkait perlunya pemberian dukungan sosial, dan menghapuskan pola stigma negatif pada pasangan infertil.  Kata kunci : Kesejahteraan Psikologis, Wanita Infertil, Mindfulness, Dukungan Sosial
GAMBARAN PERAN KADER KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) Agustini , Fenty; Raraswati , Rhela Panji; Rahayu, Novita Tri
Jurnal Bidan Pintar Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.6860

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji peran kader kesehatan terhadap keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Desa Cikunir, wilayah kerja Puskesmas Singaparna, tahun 2025. IMD merupakan langkah penting dalam pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menurunkan risiko kematian neonatal, dan memperkuat ikatan ibu–bayi. Dengan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 20 ibu yang memiliki bayi usia <24 bulan, menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader berperan baik dalam edukasi, pemberian informasi yang mudah dipahami, kerja sama dengan tenaga kesehatan, dan pemberian motivasi. Sebanyak 90% kader aktif memberikan edukasi, 95% mampu memberikan informasi yang jelas, dan 90% bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Namun, 65% kader tidak mendampingi ibu saat persalinan, dan hanya 60% yang melakukan kunjungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan kader, peningkatan pendampingan persalinan, dan optimalisasi kunjungan rumah untuk mencapai target cakupan IMD sesuai standar WHO. Penelitian merekomendasikan penguatan sinergi kader dan tenaga kesehatan serta peningkatan dukungan emosional kepada ibu agar pelaksanaan IMD lebih optimal.   Kata Kunci      : Peran Kader, IMD, Keberhasilan

Page 1 of 3 | Total Record : 30