cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 420 Documents
POLA PENGGUNAAN ANALGETIK-ANTIPIRETIK PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU ZAMHARIRA MUSLIM; SANTY YULIANA BR SIMATUPANG; LINDA LINDA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4113

Abstract

Pendahuluan: Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan sebuah penyakit yang ditularkan oleh virus. Virus ini bernama virus sindrom pernafasan akut (SARS-COV-2). Virus ini dapat mempengaruhi secara signifikan system kardiovaskular seseorang. Dalam penanganan COVID-19, pedoman terapi menyatakan bahwa terapi dari terapi simtomatik sangat di butuhan, karena ia berguna untuk mengurangi gejala yang diderita oleh pasien, penanganan tersebut dapat berupa pemberian analgetik dan antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan analgetik-antipiretik pada pasien COVID-19 di RSUD Dr. M. Yunus kota Bengkulu. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriftif yang bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan data sekunder pada pasien COVID-19 di RSUD dr. M. Yunus kota Bengkulu pada Bulan Juni-September 2021. Hasil: Penggunaan analgetik-antipiretik pada pasien COVID-19 di RSUD dr. M. Yunus didapatkan bahwa Paracetamol Tablet dengan dosis 500mg adalah obat yang sering digunakan dengan persentase sebanyak 141 (61%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian profil penggunaan analgetik-antipiretik pada pasien COVID-19 di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu pada Bulan Juni-September 2021 diperoleh bahwa pemberian Paracetamol tablet dengan dosis 500mg merupakan pemberian yang sering diberikan.
PENGARUH EDUKASI MELALUI VIDEO ANIMASI “ECAMI” TERHADAP PERILAKU ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG KESIAPSIAGAAN DALAM EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KOTA BENGKULU ERNI BUSTON; PAUZAN EFENDI; MIA AMELIA; AHMAD RIZAL
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4115

Abstract

Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan menimbulkan dampak pada semua usia termasuk anak-anak. Anak termasuk golongan yang rentan bencana sehingga perlu dilakukan upaya kesiapsiagaan pada anak. Salah satu upaya tersebut adalah dengan diberikan edukasi kepada anak sekolah dasar menggunakan video animasi “ECAMI” tentang kesiapsiagaan dalam evakuasi bencana tsunami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui video animasi “ECAMI” tentang kesiapsiagaan dalam evakuasi bencana tsunami terhadap perilaku anak sekolah dasar di kota Bengkulu tahun 2021. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pre-post test design with control group. Sampel penelitian berjumlah 44 orang yang terdiri dari 22 orang pada kelompok intervensi dan 22 pada kelompok kontrol.Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis menggunakan t test dengan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum intervensi pada kelompok intervensi 69,58 dan pada kelompok kontrol 72,03, kemudian rata-rata sikap sebelum intervensi pada kelompok intervensi 74,09 dan pada kelompok kontrol 74,64, sedangkan rata-rata tindakan sebelum intervensi pada kelompok intervensi 64,91 dan pada kelompok kontrol 65,09. Rata-rata pengetahuan setelah intervensi pada kelompok intervensi 91,78 dan pada kelompok kontrol 84,27, kemudian rata-rata sikap setelah intervensi pada kelompok intervensi 92,45 dan pada kelompok kontrol 87,64, sedangkan rata-rata tindakan setelah intervensi pada kelompok intervensi 92,73 dan pada kelompok kontrol 83,27. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan rata-rata pengetahuan dengan p value 0,000, perbedaan rata-rata sikap dengan p value 0,000, dan perbedaan rata-rata tindakan dengan p value 0,002. Edukasi video animasi “ECAMI” dapat meningkatkan perilaku tentang kesiapsiagaan dalam evakuasi bencana tsunami.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ESRD (END STAGE RENAL DISEASE) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSHD KOTA BENGKULU; CASE CONTROL STUDY HERU LAKSONO; TEDY FEBRIYANTO; LISMA NINGSIH
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4116

Abstract

Latar Belakang : ESRD didefinisikan sebagai kondisi kronis yang memunculkan dua atau lebih penyakit, dengan salah satu penyakit tidak selalu lebih sentral daripada yang lain. ESRD dapat mempengaruhi kualitas hidup, kemampuan untuk bekerja, kecacatan dan kematian. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat meningkatkan dengan cepat prevalensi ESRD pada penderitanya, bahkan kematian penyandang diabetes melitus tidak jarang disebabkan oleh ESRD. Salah satu ESRD yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes melitus di Indonesia adalah penyakit gagal ginjal kronik stadium lima. Sepuluh persen penduduk di dunia mengalami Penyakit Ginjal Kronis dan jutaan meninggal setiap tahun karena tidak mempunyai akses untuk pengobatan. Laporan IRR 2018 menyebutkan bahwa diabetes melitus merupakan penyakit penyerta penderita ESRD terbanyak kedua setelah hipertensi. Terjadi peningkatan ESRD ESRD-DM pada tahun 2018 yaitu Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian ESRD pada penderita Diabetes melitus di RSHD Kota Bengkulu tahu 2022 Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah case control study. Populasi dalam penelitan ini adalah seluruh penderita DM dengan ESRD di ruangan Hemodialisa RSHD Kota Bengkulu sebagai kelompok kasus yaitu sebanyak 25 orang dan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang (1:3). di Poli Penyakit Dalam RSHD Kota Bengkulu Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling yaitu sampel merupakan penderita yang ditemukan pada saat dilaksanakan penelitian. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan antara variabel lama sakit (OR=2,770; 95% CI=1,300- 5,904), diit (OR=2,770; 95% CI=1,300-5,904) dan keteraturan minum obat (OR=2,770; 95% CI=1,300-5,904) dengan kejadian ESRD pada penderita DM. Kesimpulan: hasil penelitian ini menunjukan bahwa yang memiliki hubungan erat dengan kebiaasaan diit, lama sakit, dan keteraturan minum obat.
ASUHAN PADA IBU NIFAS DENGAN ROBEKAN PERINEUM DI PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU NANDA MAHARANI; RIALIKE BURHAN; FIYA DINIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4118

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data WHO, komplikasi pada ibu nifas merupakan penyebab utama kematian pada ibu hampir (75%) yakni berupa perdarahan hebat setelah melahirkan, infeksi, tekanan darah tinggi selama kehamilan, komplikasi dari persalinan, dan aborsi yang tidak aman. Kunjungan nifas bertujuan mecegah komplikasi dengan cara memenuhi kebutuhan ibu selama periode nifas, salah satu kebutuhan ibu nifas adalah senam nifas. Senam nifas bermanfaat mengencangkan otot dinding perut dan perineum, memulihkan kembali kekuatan otot dasar panggul dan mencegah terjadinya komplikasi. Metode: Metode yang adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (case study). Hasil dan Pembahasan: Setelah dilakukan pengkajian selama 10 hari didapatkan keadaan umum baik kesadaran composmentis, Abdomen: hari pertama TFU 2cm dibawah pusat, hari kedua TFU 2cm di bawah pusat, hari ketiga TFU 3cm dibawah pusat, hari keempat TFU pertengahan pusat sympisis, hari kelima TFU 2cm di atas sympisis, hari keenam TFU 1cm diatas sympisis dan hari ketujuh sampai hari ke sepuluh TFU sudah tidak teraba lagi konsistensi keras, kontraksi uterus baik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil pengkajian data disimpulkan bahwa dari data subjektif dan objektif bahwa Ny. D mengalami luka jahitan pada perineum terbukti dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnose masalah yang ditegakan pada Ny. D sesuai dengan kasus tersebut. Asuhan yang diberikan pada Ny. D adalah memberikan konseling tentang kebutuhan nutrisi, cairan, dan istirahat cukup, perawatan luka perineum, serta mengajarkan senam nifas. Setelah dilakukan asuhan selama 10 hari, hasil pemeriksaan TFU tidak teraba lagi dan tidak ada tanda infeksi perineum.
BERBAGAI METODE INTERVENSI UNTUK PENGENDALIAN VEKTOR MALARIA: NARATIF REVIEW YUVITA FITRIANA; YUANITA WINDUSARI; HAMZAH HASYIM
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4120

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian vektor malaria merupakan strategi yang penting dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria karena sangat efektif dalam mencegah infeksi dan mengurangi penularan penyakit. Terdapat dua metode intervensi yang utama dalam pengendalian vektor malaria yaitu Indoor Residual Spraying (IRS) dan Insecticide-Treated Nets (ITNs). Meskipun demikian, beberapa intervensi lain juga terus dikembangkan untuk pengendalian vektor malaria. Melihat hal tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan studi literatur review tentang “Berbagai Metode Intervensi untuk Pengendalian Vektor Malaria: A Narrative Review”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran berbagai metode intervensi untuk pengendalian malaria. Metode: Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain literature review dengan pendekatan naratif review. Dimana ulasan, rangkuman, dan pemikiran dari beberapa sumber pustaka dibahas sesuai topik yang ditentukan, rentang waktu artikel yang dipilih dalam studi ini adalah 5 tahun terakhir. Artikel yang dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil dan Pembahasan: Dari artikel yang telah ditetapkan peneliti tentang berbagai metode intervensi untuk pengendalian vektor malaria sehingga diperoleh 21 artikel yang digunakan dalam studi ini. Dari 21 artikel tersebut diperoleh 8 artikel membahas tentang pengedalian vektor malaria dengan metode IRS, 4 artikel membahas metode LLINs, 4 artikel membahas metode larvasida, 4 artikel membahas metode ITNs dan 8 artikel membahas berbagai metode lainnya.. Kesimpulan: Adanya resistensi yang merupakan dampak akibat penggunaan insektisida pada beberapa intervensi dapat mengancam keberhasilan program pencegahan malaria sehingga perlu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut guna memperoleh intervensi yang tepat dalam upaya pengendalian vektor malaria.
ANALISIS FAKTOR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK- ANAK VIVI INDRIYANI; HAERAWATI IDRIS; YUANITA WINDUSARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4122

Abstract

Pendahuluan: Setelah wabah pandemi COVID-19 pada awal tahun 2020, upaya penelitian dan pengembangan terkait pencegahan efektif terhadap virus corona SARS-2 segera menghasilkan.Strategi vaksinasi COVID-19 terdiri dari pemberian vaksin secara bertahap kepada semua orang sesuai dengan tingkat risiko individu. Mulai 16 Desember 2021, vaksinasi di bawah program imunisasi nasional telah diperpanjang untuk anak usia 5 hingga 11 tahun, dan protokol merekomendasikan dua dosis vaksin BNT162b2 setiap 21 hari. Namun, orang tua semakin khawatir bahwa vaksin dapat membahayakan anak-anakmereka, terutama terkait dengan keamanan vaksin. Beberapa masalah keamanan vaksin terbatas pada wilayah tertentu Metode: Kajian ini merupakan format pencarian literature review yang memenuhi kriteria penulisan dengan menggunakan metode analisis yaitu: Komunikasi, sumber daya, organisasi dan birokrasi dalam memperkenalkan vaksinasi COVID-19 pada anak. Artikel yang terpilih diproses dengan memfilter database jurnal ilmiah nasional dan internasional seperti Google Scholar, PubMed, Sciencedirect dan Springlink kemudian diperiksa teks lengkapnya, terutama paragraf, dengan paparan yang berbeda. Hasil dan Pembahasan: Penelusuran artikel menggunakan kata kunci, Hingga 74 artikel ditemukan yang cocok dengan kata kunci, dan artikel kemudian dipilih berdasarkan Kelengkapan dan tumpang tindih artikel di setiap artikel, menyisakan 24 artikel, kemudian artikel diseleksi kembali menggunakan kriteria inklusi, Sehingga terdapapat 10 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelusuran jurnal dapat disimpulkan beberapa artikel yang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan vaksinasi Covid-19 pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: Komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi.
PERILAKU SEKSUAL BERISIKO HIV/AIDS PADA KELOMPOK PRIA RISIKO TINGGI VERA SUSANTI; RICO JANUAR SITORUS; CHAIRIL ANWAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4124

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan penularan HIV/AIDS cukup meningkat dari tahun ke tahun. Penularan ini dipercepat dengan adanya kelompok pria berisiko tinggi yang melakukan perilaku seksual berisiko. Populasi kelompok pria yang berisiko tinggi tertular HIV pada umumnya adalah pria yang berpotensi sebagai pelanggan penjaja seks atau mereka melakukan hubungan seks dengan pasangan resmi/tetapnya namun kelompok tersebut masih melakukan seks dengan yang bukan pasanganresmi/tetapnya. Hal ini didorong oleh mobilitas pekerjaan yang tinggi, tempat bekerja yang tidak menetap dengan waktu yang cenderung relatif cukup lama seperti anak buah kapal (ABK), tenaga bongkar muat (TKBM), dan sopir truk. Kelompok pria berisiko tinggi tersebut dapat berperan sebagai jembatan utama penularan antara wanita penjaja seks dan masyarakat umum. Menurut hasil Survei Terpadu Biologis dan Perilaku Tahun 2018-2019,proporsi kejadian HIV pada kelompok pelanggan sebesar 1,1%.(Risti). Metode: penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain literaturereview dengan pendekatan naratifreviewuntuk mengetahuideterminan perilaku seks berisiko pada populasi pria berisiko tinggi. Dimana ulasan, rangkuman, dan pemikiran dari beberapa sumber pustaka dibahas sesuai topik yang ditentukan, rentang waktu artikel yang dipilih dalam studi ini adalah 10 tahun terakhir (2012-2022).Hasil dan Pembahasan: Dari 17 artikel kemudian diketahui beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perilaku seksual berisiko adalah karakteristik responden (usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, penghasilan) pengetahuan, sikap, dorongan wanita pekerja seks (WPS), keterjangkauan transaksi seks, dukungan rekan kerja. Kesimpulan: Berbagai penelitian menemukan sebagian besar responden berperilaku seksual berisiko dan ditemukan juga hubungan yang signifikan dari beberapa faktor risiko antara lain yaituusia, tingkat pendidikan, status pernikahan, penghasilan) pengetahuan, sikap, dorongan wanita pekerja seks (WPS), keterjangkauan transaksi seks, serta dukungan rekan kerja terhadap perilaku seks berisiko.
OPTIMALISASI PEMERATAAN SDM KESEHATAN DI INDONESIA MARIA TRI DIANI; ROSTIKA FLORA; RIZMA ADLIA SYAKURAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4125

Abstract

Pendahuluan: SDM Kesehatan merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan di Indonesia. SDM kesehatan terjadi karena standar konsistensi yang rendah dari tenaga kesehatan meskipun fakta bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan pemeliharaan kesejahteraan tenaga kesehatan/SDM kesehatan untuk membangun sirkulasi aset kesejahteraan yang adil. Dalam subsistem dan eksekutif SDM kesehatan, pemeliharaan tenaga kesehatan adalah dengan memperhatikan tingkat kesejahteraan SDM kesehatan, di mana hal ini sangat penting agar SDM kesehatan yang terampil dan ahli dapat terus bekerja untuk jangka waktu yang lama. Metode: Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik literature review. Dalam tulisan ini, informasi yang digunakan adalah informasi opsional. Informasi opsional menggunakan informasi yang diperoleh dari item kueri sumber tulisan yang didapat melalui indeks web, seperti peneliti google, buku harian bersumber dari Mendeley dan Google Scholar dan buku harian kesejahteraan. Hasil dan Pembahasan: Dalampemeliharaan kesejahteraan SDM kesehatan merupakan salah satu masalah dalam subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan karena kelangsungan SDM kesehatan untuk tinggal dan bekerja di daerah yang jauh untuk mengoptimalisasi Pemerataan SDM Kesehatan di Indonesia. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeliharaan tenaga kesehatan merupakan isu yang diusung oleh multifaktor dan mencakup multisektor sehingga tidak ada lagi maldistribusi sumber SDM kesejahteraan antara wilayah metropolitan (Perkotaan) dan di daerah terpencil.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN 42 KOTA BENGKULU PEKI HARIZON; RISKA YANUARTI; HENNI FEBRIAWATI; NOPIA WATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4127

Abstract

Sebagian besar penyakit yang sering diderita anak usia sekolah (usia 6–10) ternyata berkaitan dengan PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah merupakan upaya memperdayakan peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Total sampel 62 siswa analisis data menggunakan uji chi squre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara variabel pengetahuan dengan penerapan PHBS (P= 0,226), kantin sekolah dengan penerapan PHBS (P= 0,378), tempat sampah dengan penerapan PHBS (P= 0,785), dan terdapat hubungan yang bermakna antara variable sikap dengan penerapan PHBS (P= 0,013), jamban dengan penerapan PHBS (P= 0,027). Kesimpulan adanya hubungan yang bermakna antara sikap, penggunaan jamban dengan penerapan PHBS di SDN 42 Kota Bengkulu. Saran Bagi sekolah agar pihak sekolah lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa, dalam hal ini melengkapi fasilitas sarana yang masih kurang dan menetapkan peraturan yang mendukung kebiasaan di sekolah.
PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENCAPAIAN PILAR PERTAMA SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI KELURAHAN PENGANTUNGAN KECAMATAN RATU SAMBAN KOTA BENGKULU HAIDINA ALI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4130

Abstract

Sanitasi sebagai salah satu aspek pembagunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat, karena berkaitan dengan kesejahteraan, pola hidup. Pelaksanaan Program STBM dimulai dari pilar pertama yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) yang merupakan pintu masuk sanitasi total dan merupakan upaya memutuskan rantai kontaminan kotoran manusia terhadap air baku minum, makan dan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi masyarakat pada pencapaian pilar pertama sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di kelurahan Pengantunggan kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu. JenisPenelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah survei deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan survey rumah tangga untuk pengumpulan data menggunakan kuisioner yang berisikan pertanyaan dan pilihan jawaban yang akan dipilih responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, 92% masyarakat kelurahan Pegantungan sudah memiliki jamban sehat. Tingkat partisipasi masyarakat pengantungan pun sudah termasuk tinggi, masyarakat yang berpartisipasi sebanyak 66 orang, kurang berpartisipasi 14 orang, dan sisanya 7 orang tidak berpartisipasi sama sekali. Diharapkan pihak terkait dapat menemukan alternatif lain agar masyarakat dapat mencapai kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).