Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
420 Documents
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISA L) DAN DAUN LAMTORO (LEUCAENA LEUCOCEPHALA) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS)
MELY GUSTINA;
HAIDINA ALI;
APLINA KARTIKA SARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4087
Latar Belakang: Tingkat timbulan sampah di Kota Bengkulu sebanyak 3 m3/hari, dengan jumlah penduduk 417.918 jiwa, menghasilkan 1.044,80 m3/hr timbulan sampah, hal ini memerlukan alternatif untuk mengatasi tingginya timbulan sampah tersebut, salah satunya yaitu dapat dengan melakukan pemanfaatan sampah organik dalam pembuatan pupuk organik, baik itu kompos maupun pupuk organik cair. Tujuannya untuk mengetahui tinggi, jumlah daun, waktu tanaman mulai muncul buah terhadap pertumbuhan tanaman mentimun dengan pemberian POC kombinasi kulit nanas dan daun lamtoro. Metode Penelitian : Desain penelitian quasi eksperimen dan analisis data menggunakan Uji One Way Anova dan Uji Bonferroni. Hasil : Hasil uji One Way Anova pada ketiga variabel yang di periksa didapatkan hasil ρ value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap perlakuan larutan POC memiliki perbedaan, dan hasil Uji Bonferroni diperoleh perlakuan yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman mentimun pada perlakuan POC 25 ml yaitu rata – rata tinggi tanaman 163,7 cm, jumlah daun sebanyak 27,3 helaian, dan tanaman mulai muncul buah pada 26,5 HST. Saran : Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan variabel yang berbeda ataupun mengaplikasikan terhadap tanaman lainnya.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN, PERILAKU TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS (ISPA) DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN BENTIRING BENGKULU
MOH GAZALI;
RIANG ADEKO
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4088
Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan terbesar bagi masyarakat Indonesia. Menurut Blum, 1969 bahwa faktor yang mempengaruhi status kesehatan yaitu faktor pembawaan, faktor pelayanan kesehatan, faktor perilaku dan faktor lingkungan. Faktor tersebut akan berdampak langsung terhadap kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Faktor lingkungan memiliki pengaruh dan peran terbesar terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan. Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya derajat kesehatan para narapidana adalah keadaan lingkungan fisik (suhu, kelembaban, pencahayaan, ventilasi) dan perilaku kesehatan. Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan bahwa: ada hubungan suhu kamar dengan kejadian penyakit ISPA, ada hubungan kelembaban kamar dengan kejadian penyakit ISPA, ada hubungan Pencahayaan dengan kejadian penyakit ISPA, Ventilasi kamar di LAPAS Kelas II Bentiring Bengkulu semuannya tidak memenuhi syarat kurang 10% dari luas lantai kamar, dan ada hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian penyakit ISPA di LAPAS kelas II Bentiring Bengkulu.Hasil penelitian ini sebagai masukan bagi pejabat di LAPAS, dan narapidana untuk mempertahankan derajat kesehatan selama di dalam LAPAS. Serta untuk memberikan informasi bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan menambahkan variabel jumlah hunian dan angka kuman dalam ruangan.
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP)
NISPI YULYANA;
DESI WIDIYANTI;
ELVIDES TARIYANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4090
Latar Belakang: Di Indonesia pada tahun 2018, diketahui 1 dari 9 anak perempuan berusia 20-24 tahun menikah sebelum usia 18 tahun. Pemanfaatan smartphone yang terbilang mudah dibawa, mudah diakses dan terjangkau sebagai media dalam pembelajaran akan sangat memberikan dampak bagi remaja agar terhindar dari pernikahan dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan pendewasaan usia perkawinan pada remaja putri di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen with control group design. Hasil: Hasil penelitian didapat kelompok intervensi sebelum diberikan intervensi nilai mean 4,63±1,15, setelah diberikan intervensi nilai mean meningkat menjadi 12,83±1,14, dan pada kelompok kontrol sebelum diberikan intervensi nilai mean 6,17±1,02, setelah diberikan intervensi nilai mean meningkat menjadi 11,10±1,34, Rerata skor pengetahuan sebelum diberikan intervensi adalah 4,63dan setelah diberikan intervensi terjadi peningkatan pengetahuan dengan rerata 1,14 beda mean 8,2 dan ada pengaruh media video terhadap pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan pada remaja putri di Kota Bengkulu. Kesimpulan: Hasil penelitian ini media video dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga meningkatkan kesehatan reproduksinya.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN MANAJEMEN NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DENGAN NYERI AKUT DI KOTA PALEMBANG
RATNA NINGSIH;
MALIHA AMIN;
IIN ARYANI;
PRAHARDIAN PUTRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4091
Pendahuluan: Keberhasilan program kesehatan ibu dinilai melalui indikator Angka Kematian Ibu/ AKI. Data Dinkes Kota Palembang (2020) jumlah AKI tahun 2020 sebanyak 14 jiwa dari 23.583 KH. Penyebab kematian ibu menduduki peringkat 4 adalah partus lama karena Cephalopelvic Disproportion (CPD). Angka kejadian sectio caesarea indikasi CPD di RS Muhammadiyah Palembang Tahun 2020 sebanyak 88 dari 2318 dan Tahun 2021 sebanyak 107 dari 2111. Nyeri merupakan masalah yang sering terjadi pada ibu yang melahirkan sectio caesarea indikasi CPD disebabkan adanya peregangan otot uterus dan insisional pada jaringan abdomen. Tujuan penelitian untuk menurunkan nyeri yang dirasakan pasien agar dapat beraktivitas dengan baik. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek yang diteliti berjumlah 2 pasien dengan kasus dan masalah keperawatan yang sama, yaitu pasien post sectio caesarea indikasi CPD dengan nyeri akut di RS Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 08-13 Maret 2022. Hasil dan Pembahasan: Setelah dilakukan implementasi teknik imajinasi terbimbing (relaksasi benson) selama 3 kali perawatan pada pasien post sectio caesarea indikasi CPD dengan nyeri akut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri. Kesimpulan: Implementasi teknik imajinasi terbimbing (relaksasi benson) dapat diaplikasikan pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut.
PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) DENGAN METODE PEMANASAN (BLACK GARLIC) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI
SAADAH SIREGAR;
VINCENTIA ADE RIZKY;
AINA FITRIA AULIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4095
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit tropis yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan tindakan preventif dengan menerapkan perilaku pemberantasan sarang nyamuk. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemberantasan nyamuk aedes aegypti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas larutan bawang putih dalam membunuh larva Aedes sp dan menganalisis beda jumlah larva yang mati dari berbagai konsentrasi larutan bawang putih. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Teluk Mengkudu. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah larva aegypti dari penetasan telur yang diperoleh dari pemasangan ovitrap pada 20 rumah warga pada salah satu wilayah endemis. Jumlah sampel sebanyak 640 larva. Sampel diambil berdasarkan kriteria: Larva aegypti larva hidup dan larva yang bergerak aktif. Analisis yang digunakan adalah uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan pemberian larutan bawang putih dengan metode black garlic mempunyai efek larvasida alami terhadap aedes aegypti dengan tingkat mortalitas semakin tinggi pada konsentrasi larutan bawang putih yang lebih tinggi. Konsentrasi 13%, 14%, 15%, 16%, 17%, 18%, 19%, dan 20% merupakan konsentrasi larutan bawang putih dengan metode black garlic yang efektif membunuh 100% larva aedes aegypti Kematian larva aedes aegypti mulai mengalami kenaikan tinggi pada konsentrasi 6%, dan terus mengalami kenaikan hingga konsentrasi 20%. Kematian larva aedes aegypti dari konsentrasi dari bawang putih menunjukan nilai < 0.000. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara konsentrasi 5% dengan semua konsentrasi yang diujikan. Pemberian larutan bawang putih dengan metode black garlic mempunyai efek larvasida alami terhadap aedes aegypti Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara konsentrasi 5% dengan semua konsentrasi.
PEMBERIAN VIDEO MAMPU MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN PADA REMAJA SMA
SARIMAN PARDOSI;
HENDRI HERYANTO;
DERA APRIANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4098
Pendahuluan: Pendewasaan usia perkawinan merupakan program dari BKKBN yang berupaya meningkatkan usia perkawinan pertama, bagi laki-laki dan perempuan minimal 19 tahun. Banyaknya kasus pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja baik laki-laki maupun perempuan disebabkan kurangnya pengetahuan remaja akan pendewasaan usia perkawinan, hal ini dapat terjadi karena sosialisasi dan promosi tentang pendewasaan usia perkawinan kepada remaja masih kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian video dalam meningkatkan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pre-post test design with control group. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang pada masing-masing kelompok. Kelompok intervensi diberikan video sebanyak 2 kali dengan durasi 2-5 menit, sedangkan pada kelompok kontrol diberikan power point sebanyak 2 kali berisikan 10-15 slide. Instrument yang digunakan pada penelitian antara lain: kuisioner karakteristik responden, kuisioner pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, video dan power point yang dibuat sendiri oleh peneliti. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic random sampling. Analisis menggunakan t test dengan α ≤ 0,05. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan antar kelompok sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p-value 0,040). ditolak dan ha diterima yang berarti ada pengaruh terapi relaksasi benson terhadap perubahan tingkat kecemasan lansia di Panti Tresna Werdha.. Kesimpulan: Pemberian video mampu meningkatkan pengetahuan responden tentang pendewasaan usia perkawinan.
HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HULU PALIK TAHUN 2022
SHERLY APRILIANI;
IDA SAMIDAH;
DIYAH TEPI RAHMAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4100
Badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 memperkirakan terdapat 51 juta balita mengalami masalah gizi. Kematian balita akibat masalah gizi sebesar 2,8 juta jiwa. Tujuan penelitian adalah untuk mentetahui hubungan frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Tahun 2022. Metode dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 91 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar dari responden 67 (73,6%) yang aktif mengikuti posyandu serta responden 64 (73,3%) dengan status gizi normal. Hasil uji statistik di dapatkan nilai p value 0,001 artinya ada hubungan frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Tahun 2022. Peneliti menyarankan kepada orang tua balita untuk lebih aktif dalam kunjungan posyandu sehingga dapat meningkatkan status gizi balita.
PENGARUH KITOSAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PADA OVARIUM TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) BETINA GALUR WISTAR YANG TERPAPAR TIMBAL ASETAT (PB)
SRI NENGSI DESTRIANI;
ASRI IMAN SARI;
DENI PARLINDUNGAN;
DENI MARYANI;
DARA HIMALAYA;
TASYA DWI DAMAYANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4104
Pendahuluan: Biomarker untuk melihat terjadinya stress oksidatif akibat proses peroksida lipid yang berlebihan yaitu peningkatan kadar MDA. Untuk menghambat agar stress oksidatif tidak terjadi maka kita harus meningkatkan antioksidan didalam tubuh. Salah satu bahan makanan yang mengandung antioksidan yaitu kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kitosan terhadap kadar Malondialdehid (MDA) pada ovarium tikus yang terpapar timbal asetat (Pb). Metode: Sampel dipilih secara acak sebanyak 25 ekor tikus (Rattus norvegicus) betina Galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5 ekor. 4 dari 5 kelompok diberi timbal asetat sebanyak 175 mg/Kg/BB. Kelompok P1, P2 dan diberi kitosan yang dicairkan dengan asam asetat 2% sebanyak 16, 32 dan 64 mg/Kg/BB. Aklimatisasi dilakukan 7 hari, lalu diberi perlakuan selama 30 hari. Tikus di swab vagina. Jika tikus masuk pada fase proestrus maka dilakukan pembedahan untuk mengambil ovarium kanan. Ovarium diperiksa dengan metode spektrofotometri dengan menggunakan Kid MDAANWLSSTM Malondialdehyd Assay, Product NWK-MDA01. Data yang didapat dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan LSD (Least Significant Different). Hasil dan Pembahasan: menunjukan kelompok perlakuan yang diberikan kitosan berbagai dosis memiliki perbedaan kadar MDA yangberbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan: Pemberian kitosan dapat memulihkan kadar MDA pada ovarium tikus galur wistar (Rattus norvegicus) betina yang terpapar timbal asetat (Pb).
PROBABILITAS KELUHAN FOTOKERATITIS PADA PEKERJA INDUSTRI INFORMAL PENGELASAN DI KOTA BANDUNG
SUHERDIN SUHERDIN;
AGUNG SUTRIYAWAN;
ABDILLAH ARDI NATANEGARA
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4106
Sebanyak 37% dari semua kasus cedera kepala adalah kasus cedera mata. 1790 kasus cedera mata dialami oleh tukang las, solder, serta pemotong logam, dan sekitar 1390 kasus cedera mata disebabkan oleh paparan bunga api pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan fotokeratitis dan mengetahui probabiltas keluhan fotokeratitis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian observasional analitik, dan rancang bangun cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor informal pengelasan di Jalan Bogor, Kota Bandung. Besar sampel 60 pekerja yang diperolah melalui teknik purposive sampling.Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia (nilai p = 0.087), masa kerja (nilai p = 0.848), dan lama kerja (nilai p = 0.592) dengan keluhan fotokeratitis. Ada hubungan antara jenis APD (nilai p = 0.000), penggunaan APD(nilai p = 0.000), jarak pengelasan(nilai p = 0.003), lama paparan(nilai p = 0.002), dan tempat pengelasan (nilai p = 0.027) dengan keluhan fotokeratitis. Probabilitas keluhan fotokeratitis 0.98 atau 98%. Pemberi kerja harus memberikan APD safety goggles pada pekerja dan kolaborasi dengan pos UKK setempat guna mengelola kesehatan kerja.
HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOMOTORIK ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PAUD XX KOTA BENGKULU
VANIKA OKTIA;
RURI MAISEPTYA SARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4112
Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara interaksi orang tua dengan perkembangan psikomotorik anak usia pra sekolah di PAUD XX kota Bengkulu pada tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Spearman Correlation. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid di PAUD XX Kota Bengkulu yang besarnya 358 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling di peroleh 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan data skunder dari register PAUD XX berupa data para murid di PAUD XX. Sedangkan data primer di ambil dengan wawancara dan mengisi lembar kuisioner tentang interaksi orang tua dan anak. Peneliti juga melakukan pengamatan dan interaksi langsung pada kegiatan anak di kelas A1,A2, dan mengisi lembar DDST. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian di dapatkan : (1) 35 anak terdapat 14,3% dengan interaksi orang tua tidak baik, 34,3% dengan interaksi orang tua kurang baik dan 51,4% dengan interaksi orang tua baik. (2) dari 35 anak 22,9% anak dengan perkembangan psikomotorik abnormal, 28,6% anak dengan perkembangan psikomotorik meragukan dan 48,6% anak dengan perkembangan psikomotorik normal. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara interaksi orang tua dengan perkembangan psikomotorik anak dengan katagori sedang.