cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 438 Documents
KOLABORASI ANTARA SPIRITUALITAS DAN MEDIS DALAM PENANGANAN OBSESSIVE-COMPULSIVE DISORDER (OCD): PERSPEKTIF ULAMA DAN PERAWAT JIWA Marchelya Della Vega Boys; Wulan Indriani Rahayu; Fina Rozalina; Eprilia Putri Nurhaliza Sumardi; Kento Pirmanto; Tedi Supriyadi
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4268

Abstract

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan mental yang kompleks. Dalam perspektif Islam dikenal sebagai waswas, yaitu bisikan setan yang mengganggu ketenangan dan ibadah. Dalam konteks keperawatan, OCD dipandang sebagai gangguan neuropsikiatri yang membutuhkan intervensi medis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan dan persamaan antara pandangan ulama dan perawat jiwa terhadap OCD serta mengeksplorasi pendekatan penanganan yang tepat dan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, melalui studi literatur dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama memaknai OCD sebagai ujian dari Allah dan bagian dari gangguan spiritual, sementara perawat jiwa mendefinisikannya sebagai gangguan mental dengan gejala obsesi dan kompulsi. Keduanya sepakat bahwa OCD perlu penanganan serius dan terpadu. Pendekatan medis seperti farmakoterapi dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan teknik Exposure and Response Prevention (ERP), serta pendekatan spiritual seperti dzikir, doa, dan pembiasaan ibadah, dianggap saling melengkapi dalam proses penyembuhan. Dengan demikian, integrasi antara nilai-nilai keislaman dan etika keperawatan modern diperlukan untuk menciptakan model penanganan OCD yang lebih komprehensif dan berakar pada budaya lokal serta nilai spiritual.Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) is a complex mental disorder. In the Islamic perspective, it is known as waswas, which is a demonic whisper that disturbs peace and worship. In the context of nursing, OCD is seen as a neuropsychiatric disorder that requires medical and psychological interventions. This study aims to explore the differences and similarities between the views of ulama and psychiatric nurses towards OCD and explore appropriate and integrated treatment approaches. The method used was a qualitative approach with a descriptive-analytical design, through literature study and interviews. The results showed that ulama interpret OCD as a test from Allah and part of a spiritual disorder, while psychiatric nurses define it as a mental disorder with symptoms of obsessions and compulsions. Both agree that OCD needs serious and integrated treatment. Medical approaches such as pharmacotherapy and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) with the Exposure and Response Prevention (ERP) technique, as well as spiritual approaches such as dhikr, prayer, and worship habits, are considered complementary in the healing process. Thus, the integration of Islamic values and modern nursing ethics is needed to create a more comprehensive OCD treatment model that is rooted in local culture and spiritual values.
THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC EDUCATION VALUES IN ENHANCING ENGLISH LEARNING EFFECTIVENESS AT MAKARIMUL AKHLAQ ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL OF JOMBANG Laily Irmayanti; Hanifudin Mahadun; Khoirotul Idawati; Rofiatul Hosna
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4269

Abstract

Islamic education values have a very important role in shaping the character and behavior of students so that it needs to be implemented in various lines of education, including in English learning. Learning English from an elementary school level has become one of the priorities in education for its crucial role in preparing students for better and higher education and welcoming the challenges of global life in the future. This study examines the implementation of Islamic education values in improving the effectiveness of English learning at Makarimul Akhlaq Islamic Elementary School in Jombang. The research constitutes a case study with qualitative approach in which the researcher gathered data through various methods such as interviews, observations and document analysis to gain a comprehensive understanding of the case. It was intended to know hidden meanings, understand social interaction and ensure the validity of data. The results show that the implementation of Islamic values of lifelong education, discipline, and manners in English learning is in the form of varied school programs to build students' motivation in learning, discipline in rules and good manners in speaking English. The implementation of these values has been greatly contributed to enhance English learning to be more effective. This is certainly influenced by environmental factors and teachers who make it easier for students to apply these values in achieving effective and enjoyable English learning. The inhibiting factors are the students’ different abilities and characters yet they are successfully overcome by the teachers. 
EKSISTENSI REMAJA MASJID DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN ISLAM DI LINGKUNGAN MASJID OMAN AL-MAKMUR Muhammad Alif Hawari; Sri Suyanta
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4276

Abstract

Masjid sebagai pusat peradaban Islam memiliki peran penting dalam pembinaan umat, baik dari aspek spiritual maupun pendidikan. Dalam konteks modern, keterlibatan remaja dalam kegiatan pendidikan Islam di masjid menjadi aspek krusial, terutama di tengah pengaruh globalisasi dan gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi, hambatan, dan faktor penunjang remaja masjid dalam kegiatan pendidikan Islam di Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja masjid aktif dalam kegiatan seperti pengajian dan kajian rutin, serta terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Tantangan yang dihadapi meliputi kesibukan pribadi dan kurangnya pengetahuan agama, namun dukungan dari masyarakat, pengurus masjid, serta fasilitas yang memadai menjadi faktor penunjang yang signifikan. Masalah seperti kurangnya pembinaan terstruktur dan pengaruh media sosial tetap menjadi perhatian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengurus masjid dan organisasi remaja dalam pembinaan generasi muda. Eksistensi remaja masjid menjadi indikator penting bagi keberlanjutan fungsi edukatif masjid di masyarakat.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZZ SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR PAI DI ERA DIGITAL Miranti Anggraini; M. Nadlir
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4315

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu inovasi media pembelajaran yang banyak digunakan saat ini adalah Quizizz, sebuah platform kuis interaktif berbasis web yang memadukan elemen permainan dan fitur evaluasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Quizizz dalam pembelajaran interaktif PAI di era digital, dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif peserta didik, serta efektivitas dalam evaluasi pembelajaran. Selain memberikan umpan balik instan, Quizizz juga membantu guru dalam menyusun materi, menyesuaikan strategi pembelajaran, dan memantau kinerja siswa secara real-time. Namun demikian, keberhasilan pemanfaatan media ini sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, ketersediaan infrastruktur teknologi, serta dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi yang kuat untuk mengoptimalkan pemanfaatan Quizizz sebagai media pembelajaran yang responsif dan adaptif di era digital.The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in the learning process of Islamic Religious Education (PAI). One of the innovations in learning media that is widely used today is Quizizz, a web-based interactive quiz platform that combines game elements and evaluation features to create a fun and meaningful learning experience. This article aims to examine the use of Quizizz in interactive PAI learning in the digital era, with a qualitative approach through literature studies. The results of the study show that the use of Quizizz can increase learning motivation, active involvement of students, and effectiveness in learning evaluation. In addition to providing instant feedback, Quizizz also helps teachers in compiling materials, adjusting learning strategies, and monitoring student performance in real-time. However, the success of utilizing this media is greatly influenced by teacher competence, the availability of technological infrastructure, and support from parents. Therefore, continuous training and strong collaboration are needed to optimize the use of Quizizz as a responsive and adaptive learning media in the digital era
NILAI-NILAI ANTI DISKRIMINASI DALAM SURAT AL-HUJURAT AYAT 13 Muhibuddin Muhibuddin; Sri Mawaddah
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4350

Abstract

Diskriminasi merupakan tantangan serius yang menghambat kehidupan sosial masyarakat modern, muncul dalam berbagai bentuk seperti rasisme, seksisme, dan intoleransi agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai anti-diskriminasi dalam QS Al-Hujurat ayat 13, yang menekankan kesetaraan dan penghormatan terhadap keragaman manusia. Meskipun ajaran ini telah ada, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya sangat kompleks, termasuk ketidakpahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Qur’ani, serta praktik diskriminasi yang masih marak di berbagai sektor, seperti pendidikan dan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, membandingkan penafsiran klasik dan kontemporer dari para mufasir, seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat konsensus mengenai penolakan terhadap diskriminasi, penerapan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi hambatan, seperti fanatisme kelompok dan stigma sosial. Oleh karena itu, penting untuk menginternalisasi nilai-nilai ini dalam kurikulum pendidikan dan kebijakan publik guna membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjawab problematika sosial melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani yang humanis dan transformatif.Discrimination is a serious challenge that hampers the social life of modern society, appearing in various forms such as racism, sexism, and religious intolerance. This study aims to examine the anti-discrimination values in QS Al-Hujurat verse 13, which emphasizes equality and respect for human diversity. Despite the existence of this teaching, the challenges faced in its implementation are very complex, including people's lack of understanding of Qur'anic values, as well as discriminatory practices that are still rampant in various sectors, such as education and the world of work. This research uses a descriptive-analytical approach, comparing classical and contemporary interpretations from mufasirs, such as Ibn Kathir and M. Quraish Shihab. The results show that although there is consensus on the rejection of discrimination, the application of these values in daily life still faces obstacles, such as group fanaticism and social stigma. Therefore, it is important to internalize these values in the education curriculum and public policies in order to build an inclusive and just society. This research is expected to contribute in addressing social problems through a humanist and transformative Qur'anic values approach.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI KISAH NABI NUH DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS 1 SD ALMADANY Milta Aza Asfira; Noor Amirudin
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4400

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran penting dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik sejak dini. Pada jenjang pendidikan dasar, khususnya kelas I, penyampaian materi PAI harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar nilai-nilai moral dan agama dapat dipahami dan diterapkan dengan baik. Salah satu materi krusial adalah kisah Nabi Nuh a.s. yang mengandung pesan keimanan, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah Swt. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran PAI tentang kisah Nabi Nuh a.s. dengan menggunakan video animasi pada siswa kelas I di SD Almadany Gresik, mengevaluasi keefektifan media tersebut dalam meningkatkan pemahaman siswa, serta mengetahui respon siswa terhadap penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, dilaksanakan pada Juni 2025, dengan subjek 27 siswa kelas I sebagai populasi sekaligus sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan siswa. Video animasi berperan tidak hanya sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga sebagai media penanaman nilai-nilai agama yang bermakna.Islamic Religious Education (PAI) is an important subject in shaping the character and morals of students from an early age. At the primary education level, especially grade I, the delivery of PAI materials must be adapted to the child's developmental stage so that moral and religious values can be understood and applied properly. One of the crucial materials is the story of Prophet Nuh a.s. which contains messages of faith, patience, and obedience to Allah SWT. This study aims to describe the implementation of PAI learning about the story of Noah a.s. using animated videos for grade I students at Almadany Gresik Elementary School, evaluate the effectiveness of the media in improving student understanding, and determine student responses to its use. The research used a qualitative approach of case study type, conducted in June 2025, with the subject of 27 grade I students as the population as well as the sample. The results showed that the use of animated video media was effective in improving students' understanding, motivation, and engagement. Animated videos act not only as a means of delivering material, but also as a medium for instilling meaningful religious values.
PENERAPAN METODE PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS III SD MUHAMMADIYAH ALAM KEDANYANG GRESIK Aqila Zahra Taqwa; Hasan Basri
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4402

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama Islam di SD Muhammadiyah Alam Kedanyang Gresik kelas III masih cenderung menggunakan metode konvensional. Kondisi ini menunjukkan perlunya metode pembelajaran inovatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Project Based Learning (PjBL) dan dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar PAI siswa kelas III SD Muhammadiyah Alam Kedanyang Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif yang dilakukan langsung oleh peneliti dalam proses belajar-mengajar, dan wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam dan beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL melalui proyek pembuatan buku mini kisah Nabi Syuaib mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif. Siswa terlibat secara penuh mulai dari tahap eksplorasi, penyusunan narasi, hingga menghasilkan karya. Hasil belajar siswa meningkat secara signifikan di tiga ranah: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Siswa mampu memahami dan mengingat materi lebih baik, menunjukkan antusiasme tinggi selama proses, terampil dalam mengelola alat dan bahan proyek. Temuan ini mendukung pendekatan konstruktivisme dan menunjukkan bahwa PjBL efektif untuk pembelajaran PAI di tingkat sekolah dasar.Penelitian ini mengusulkan model lanjutan berupa PjBL Naratif-Kreatif sebagai strategi pembelajaran yang mendorong refleksi nilai melalui narasi dan ekspresi kreatif siswa.Islamic Religious Education (PAI) learning in third-grade students at Muhammadiyah Kedanyang Elementary School still tends to use conventional methods. This condition indicates the need for innovative and interactive learning methods. This study aims to describe the implementation of Project Based Learning (PjBL) and its impact on improving Islamic Religious Education (PAI) learning outcomes of third-grade students at Muhammadiyah Kedanyang Elementary School. This study uses a descriptive qualitative approach with a focus on case studies. Data were collected using participatory observation techniques conducted directly by the researcher during the teaching and learning process, and in-depth interviews with the Islamic Religious Education teacher and several students. The results of the study indicate that the implementation of PjBL through a mini-book project on the story of the Prophet Shuaib was able to create more active learning. Students were fully involved from the exploration stage, compiling narratives, to producing work. Student learning outcomes improved significantly in three domains: cognitive, affective, and psychomotor. Students were able to understand and remember the material better, showed high enthusiasm during the process, and were skilled in managing project tools and materials. These findings support the constructivist approach and demonstrate that Project-Based Learning (PjBL) is effective for Islamic Religious Education (PAI) learning at the elementary school level. This study proposes a further model, Narrative-Creative PjBL, as a learning strategy that encourages value reflection through narrative and students' creative expression
IMPLEMENTASI METODE TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS 2 SD MUHAMMADIYAH GKB 2 GRESIK Yunita Berlian Indriyati; Noor Amirudin
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode Talking Stick dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas 2 SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pembelajaran konvensional yang dominan ceramah sering menyebabkan siswa pasif dan bosan. Metode Talking Stick dipilih sebagai solusi karena sifatnya yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga dapat mendorong siswa berani dalam berpendapat, melatih konsentrasi, serta mengasah keterampilan mendengarkan dan berpikir cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara dengan guru PAI dan observasi langsung. Subjek penelitian adalah guru PAI dan siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik. Hasil observasi dan wawancara pada penelitian ini menunjukkan dampak yang positif dan signifikan, dimana siswa menjadi lebih berani dalam menjawab dan berpendapat karena adanya elemen kejutan dan tanggung jawab. Selain itu suasana belajar menjadi tidak kaku dan lebih menyenangkan serta mengurangi kebosanan. Elemen permainan juga meningkatkan semangat dan antusiasme siswa. Guru beralih peran menjadi motivator dan fasilitator, meningkatkan interaksi dan partisipasi merata. Meskipun ada tantangan seperti manajemen waktu dan dominasi siswa, metode ini terbukti efektif menumbuhkan tanggung jawab dan memetakan pemahaman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Talking Stick efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar PAI siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik.This study aims to examine the implementation of the Talking Stick method in Islamic Religious Education (PAI) learning to increase the activeness of second-grade students at Muhammadiyah Elementary School GKB 2 Gresik. The problem underlying this study is that conventional learning, which is dominated by lectures, often causes students to be passive and bored. The Talking Stick method was chosen as a solution because of its active, innovative, creative, and fun nature (PAIKEM), so it can encourage students to be brave in expressing their opinions, train concentration, and hone listening and quick thinking skills. This study uses a qualitative approach with descriptive methods, through interviews with Islamic Religious Education teachers and direct observation. The research subjects were Islamic Religious Education teachers and second-grade students at Muhammadiyah Elementary School 2 GKB Gresik. The results of observations and interviews in this study showed a positive and significant impact, where students became more courageous in answering and expressing their opinions due to the elements of surprise and responsibility. In addition, the learning atmosphere became less rigid and more enjoyable and reduced boredom. The game element also increased student enthusiasm and enthusiasm. Teachers shifted roles to become motivators and facilitators, increasing interaction and equal participation. Despite challenges such as time management and student dominance, this method proved effective in fostering responsibility and mapping student understanding. This study concludes that Talking Stick is effective in increasing the activeness of Islamic Education learning in Muhammadiyah GKB 2 Gresik Elementary School students
STRATEGI PENGASUHAN SANTRI DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHALAT BERJAMA’AH SANTRI DI PESANTREN MODERN TGK. CHIEK OEMAR DIYAN, INDRAPURI-ACEH BESAR Ronal Ferdiansyah; Sri Mawaddah
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4418

Abstract

Dinamika pesantren modern dan perubahan karakter santri menuntut pola pengasuhan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga adaptif dalam membentuk kedisiplinan shalat berjama’ah. Permasalahan kedisiplinan ibadah yang masih ditemukan di lingkungan pesantren menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan spiritual dan praktik keseharian santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, strategi, serta faktor pendukung, kendala, dan solusi bagian pengasuhan santri dalam meningkatkan kedisiplinan shalat berjama’ah di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pimpinan pesantren, ketua pengasuhan, wali kamar, dan santri, yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembinaan kedisiplinan shalat berjama’ah ditentukan oleh keteladanan pengasuh, kedekatan emosional, pembiasaan ibadah, serta pendekatan personal yang diterapkan secara konsisten. Strategi pengasuhan dikonstruksi melalui integrasi pendekatan preventif, edukatif, dan korektif dalam sistem pesantren yang religius dan terstruktur. Kendala utama meliputi rendahnya motivasi, kelelahan fisik, dan pengaruh lingkungan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengasuhan yang holistik dan humanis efektif menginternalisasi nilai disiplin shalat berjama’ah sebagai kesadaran spiritual santri, bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi institusional.The dynamics of modern Islamic boarding schools and changes in the character of students require a parenting style that is not only normative but also adaptive in shaping the discipline of congregational prayer. The problem of worship discipline that is still found in the pesantren environment shows a gap between the goals of spiritual education and the daily practices of santri. This study aims to analyze the role, strategies, as well as supporting factors, obstacles, and solutions of santri parenting in improving the discipline of congregational prayer at the Modern Pesantren Tgk. Chiek Oemar Diyan Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach with techniques of in-depth interviews, observation, and documentation of the boarding school leadership, the head of student care, room supervisors, and students, which are analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the success of fostering discipline in congregational prayer is determined by the exemplary behavior of the caregivers, emotional closeness, the habit of worship, and a personal approach that is applied consistently. Parenting strategies are constructed through the integration of preventive, educational, and corrective approaches in a religious and structured pesantren system. The main obstacles include low motivation, physical fatigue, and external environmental influences. These findings confirm that holistic and humanistic parenting strategies are effective in internalizing the value of congregational prayer as a spiritual awareness of students, rather than mere compliance with institutional regulations.
KONTRIBUSI MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN PADA SISWA SD ALMADANY GRESIK Syifa' Asshabiy Almumayyiz; Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi materi Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada tema “Cinta Kebersihan” di kelas 2 SD Almadany, dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI secara aktif melibatkan lingkungan sekitar sekolah dalam pembelajaran, baik melalui praktik langsung maupun pembiasaan perilaku hidup bersih. Integrasi nilai-nilai Islam dengan aktivitas lingkungan terbukti efektif meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan materi PAI berbasis lingkungan sebagai strategi pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak usia sekolah dasar.This study aims to examine the contribution of Islamic Religious Education (PAI) material, specifically the theme “Love Cleanliness” in grade 2 of SD Almadany, in fostering environmental awareness among students. This research uses a qualitative method with observation, interviews, and documentation techniques. The findings show that PAI teachers actively involve the school environment in learning, both through direct practice and habituation of clean living behaviors. The integration of Islamic values with environmental activities has proven effective in increasing students' concern and responsibility towards cleanliness and environmental sustainability. These findings emphasize the importance of strengthening environment-based PAI material as a strategy for shaping environmental awareness character in elementary school children.