cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 438 Documents
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Dewi Juliana; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5228

Abstract

Pendidikan Agama Islam secara strategis membentuk karakter siswa, tetapi taktik kepala sekolah sangat penting untuk efektivitasnya. Studi ini meneliti metode kepala sekolah dalam membentuk kepribadian siswa melalui Pendidikan Agama Islam menggunakan penelitian pustaka kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa memasukkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulum, mendorong budaya religius, memberi contoh bagi kepala sekolah, menjaga iklim sekolah yang positif, dan melibatkan orang tua adalah taktik yang berhasil. Kepemimpinan yang visioner dan inovatif menjadi faktor kunci keberhasilan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk menciptakan sinergi dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping students' personality, but its success largely depends on the principal’s strategy. This study uses library research with a qualitative approach to examine principals’ strategies in shaping students’ personality through Islamic Religious Education. The study finds that effective strategies include integrating Islamic values into the curriculum, habituating religious culture, providing exemplary leadership, managing a supportive school environment, and involving parents. Visionary and innovative leadership is the key factor for success. The study implies that schools, teachers, and parents need to work synergistically to foster students’ character with good morals.
KONTRUKSI KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG ISLAMI DI SEKOLAH Siti Fatimah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5229

Abstract

Sebuah kepemimpinan memiliki peran penting untuk membangun suatu budaya organisasi di lembaga pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, kepemimpinan bukan berfungsi sebagai proses manajerial saja, namun bisa menjadi sarana guna menanamkan nilai-nilai keislaman dalam sebuah kehidupan organisasi sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis konstruksi kepemimpinan dalam membangun budaya organisasi yang Islami di sekolah. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan metode library research guna untuk mengkaji dari berbagai sumber literatur sebagai landasan, adapun yang digunakan yaitu buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan, terhubung dan relevan dengan topik pada studi kasus yang sedang dibahas oleh penulis. Data dikumpulkan lewat studi dokumentasi,  yang kemudian akan di analisis dengan teknik content analysis (analisis isi). Adapun hasil yang diperoleh yaitu suatu kepemimpinan mempunyai peranan yang strategis untuk membentuk suatu budaya organisasi Islami lewat penanaman nilai-nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan. Penerapan budaya organisasi Islami ini juga bisa dilakukan lewat berbagai program pembiasaan religius seperti kegiatan ibadah bersama, pembinaan akhlak, serta membuat lingkungan sekolah yang lebih taat (religious). Oleh karenanya, sebuah kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam mampu membangun budaya organisasi sekolah, bukan sekedar efektif secara manajerial, namun juga bisa untuk membentuk karakter atau watak siswa yang lebih religius. Leadership plays a crucial role in building an organizational culture in educational institutions. In the context of Islamic education, leadership serves not only as a managerial process but also as a means to instill Islamic values ​​in the life of a school organization. The purpose of this study is to analyze the construction of leadership in building an Islamic organizational culture in schools. This study utilizes a qualitative approach and library research methods to examine various literature sources as a basis, including books, scientific journals, and previous research results related, connected, and relevant to the topic of the case study being discussed by the author. Data were collected through documentation studies, which were then analyzed using content analysis techniques. The results obtained indicate that leadership plays a strategic role in shaping an Islamic organizational culture through the instillation of the values ​​of trustworthiness, honesty, responsibility, deliberation, and exemplary behavior. The implementation of this Islamic organizational culture can also be done through various religious habituation programs such as joint worship activities, moral development, and creating a more religious school environment. Therefore, leadership based on Islamic values ​​is able to build a school organizational culture, not only managerially effective, but also able to shape the character or nature of students to be more religious.
Analisis Capaian IPK Mahasiswa Universitas Muhammadiyah OKU Timur dalam Konteks Integrasi Nilai Al-Guru Kemuhammadiyahan Imam Bajuri
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara prestasi akademik dan keaktifan organisasi mahasiswa, dengan fokus pada Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah OKU Timur. Di tengah tuntutan standar akademik yang ketat, mahasiswa sering dihadapkan pada dilema antara peran sebagai "aktivis" dan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan peninjauan transkrip nilai selama periode dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan soft skills, mencakup peningkatan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) hingga 90%, jiwa kepemimpinan, serta perluasan jejaring (networking). Secara akademik, keaktifan berorganisasi terbukti tidak menghambat capaian IPK sebaliknya, mahasiswa yang memiliki manajemen waktu yang efektif mampu mempertahankan prestasi tinggi, bahkan mencapai IPK sempurna 4.00. Selain itu, integrasi nilai-nilai keagamaan (seperti Al-Guru Kemuhammadiyahan) berfungsi sebagai stabilisator moral dan penguat disiplin belajar mahasiswa. Namun, tantangan seperti risiko kelelahan fisik dan benturan jadwal tetap menjadi hambatan yang memerlukan strategi prioritas yang tepat. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas organisasi bukan merupakan penghambat, melainkan katalisator bagi pencapaian prestasi belajar yang holistik jika dibarengi dengan manajemen waktu dan integritas nilai karakter yang kuat. This study aims to analyze the synergy between academic achievement and student organizational activity, focusing on the Elementary School Teacher Education Program at Muhammadiyah University of East OKU and the Guruic Elementary School Education Program at universitas muhammadiyah oku timur. Amidst the demands of rigorous academic standards, students are often faced with a dilemma between their role as "activists" and achieving an optimal Grade Point Average (GPA). The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through in-depth interviews, documentation studies, and transcript reviews over a two-month period. The results of the study showed that involvement in student organizations has a significant positive impact on the development of soft skills, including improving public speaking skills by up to 90%, leadership skills, and expanding networks (networking). Academically, organizational activity has been proven not to hinder GPA achievement; on the contrary, students who have effective time management are able to maintain high achievements, even achieving a perfect GPA of 4.00. In addition, the integration of religious values (such as Al-Guru Kemuhammadiyahan) serves as a moral stabilizer and strengthen student learning discipline. However, challenges such as the risk of physical exhaustion and schedule conflicts remain obstacles that require appropriate prioritization strategies.ConclusionThis research confirms that organizational activities are not an obstacle, but rather a catalyst for achieving holistic learning achievements if accompanied by strong time management and character value integrity
Implementasi Metode Keteladanan Guru Dalam Menanamkan Adab Akhlakul Karimah Pada Siswa MI Mambaul Ulum Faizatul Widat; Rohimatul Maulani
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode keteladanan guru dalam menanamkan adab akhlakul karimah pada siswa kelas V MI Mambaul Ulum, Sumberan, Besuk, Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas V dan siswa dengan jumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode keteladanan guru diimplementasikan melalui beberapa aspek utama, yaitu keteladanan dalam sikap santun dan interaksi sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, kesabaran serta sikap menghargai siswa, dan pembiasaan nilai religius serta moral. Keteladanan tersebut ditampilkan secara konsisten oleh guru dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah. Dampak dari penerapan metode ini terlihat pada perubahan perilaku siswa yang menjadi lebih sopan, disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, serta lebih tertib dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode keteladanan guru efektif dalam menanamkan adab akhlakul karimah pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Namun demikian, temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan secara luas karena penerapan metode keteladanan sangat dipengaruhi oleh konteks lingkungan madrasah, karakteristik siswa, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, implementasi metode keteladanan perlu disesuaikan dengan kondisi dan budaya masing-masing lembaga pendidikan. This study aims to describe the implementation of the teacher’s exemplary method in instilling akhlaq al-karimah (noble character) among fifth-grade students at MI Mambaul Ulum, Sumberan, Besuk, Probolinggo. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of a fifth-grade teacher and 18 students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the teacher’s exemplary method was implemented through several key aspects, including politeness in communication and social interaction, discipline and responsibility, patience and respect for students, as well as the habituation of religious and moral values. These exemplary behaviors were consistently demonstrated by teachers in both learning activities and daily interactions within the madrasah environment. The implementation of this method had a positive impact on students’ behavior, as evidenced by increased politeness, discipline, responsibility, mutual respect, and greater awareness in participating in religious activities. This study concludes that the teacher’s exemplary method is effective in instilling noble character among Madrasah Ibtidaiyah students. However, the findings cannot be generalized broadly, as the implementation of this method is highly influenced by the educational environment, student characteristics, and support from family and community contexts. Therefore, the application of the exemplary method should be adapted to the specific conditions and culture of each educational institution.
FROM NORMATIVE IDEALS TO ACADEMIC SYSTEMS: STRENGTHENING PROPHETIC VALUES IN POSTGRADUATE GRADUATE PROFILES Mokhammad Samson Fajar; Heri Cahyono
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5342

Abstract

The increasing technocratic orientation of postgraduate education has raised concerns about the marginalization of ethical responsibility and character formation in advanced scholarship. This study aims to develop a systemic framework for strengthening prophetic values within the postgraduate graduate profile of Universitas Muhammadiyah Metro. Using a qualitative conceptual–normative design, the study synthesizes Islamic educational philosophy, contemporary literature on graduate attributes, higher education policy documents, and institutional practices. The analytical process is guided by the Data Information Knowledge Wisdom framework to translate normative values into operational academic strategies. The results demonstrate that prophetic values can be positioned as the core of the postgraduate graduate profile, integrating academic competence, research capability, professional responsibility, and moral–spiritual orientation. Four prophetic dimensions integrity, trustworthiness, communicative responsibility, and wise intelligence are shown to align systematically with teaching, research, and community engagement. The study further proposes a nine-stage institutional roadmap encompassing paradigm alignment, methodological internalization, human resource development, curriculum and learning outcome integration, cultural and architectural reinforcement, cross-disciplinary knowledge integration, sustained value campaigning, and reflective evaluation. Collectively, these stages illustrate how prophetic values transition from normative ideals to institutional practice. The findings suggest that prophetic values must move from slogan to system in order to meaningfully shape postgraduate outcomes. By offering a DIKW-based institutional roadmap, this study contributes a replicable conceptual model for Islamic higher education institutions seeking to balance academic excellence with integrity, responsibility, and public benefit. The framework has implications for policy development, quality assurance, and future empirical research on value-based postgraduate education.
INOVASI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA INSTITUSI: TINJAUAN TERKINI DAN IMPLIKASI PRAKTIS Nurul Hidayah; Agus Apriansyah; Dewi Ningsih; Viggy Anggini; Wakidi Wakidi; Siti Patimah
AT-TAJDID Vol 8 No 2 (2024): JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i2.3380

Abstract

Keberhasilan pendidikan tidak hanya terjadi melalui tatanan pendidikan, tetapi juga diperlukan peningkatan kinerja lembaga pendidikan dalam melakukan pelaksanaan pendidikan. Sumber daya manusia merupakan proses yang dilakukan oleh seorang pimpinan (kepala sekolah) kepada bawahan (tenaga pendidik dan kependidikan) untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Untuk analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas kinerja institusi berdasarkan tinjauan terkini dan implikasi praktis ialah pentingnya kolaborasi antara staf pengajar, staf manajemen, dan pihak berkepentingan eksternal juga ditemukan sebagai kunci keberhasilan. Rekrutmen yang cermat, pengembangan karyawan yang terfokus, kepemimpinan yang visioner, sistem manajemen kinerja yang terstruktur, dan integrasi teknologi membentuk suatu kesatuan strategis. Kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan juga menjadi kunci untuk keberlanjutan dan keberhasilan kualitas kinerja lembaga pendidikan. Dengan melakukan hal tersebut sehingga dapat mengelola sumber daya manusia yang lebih efisien, merespon perubahan dengan cepat, dan menciptakan budaya organisasi yang dinamis.Success in education is not only achieved through the educational system but also requires the improved performance of educational institutions in implementing education. Human resource development is a process carried out by a leader (school principal) towards subordinates (educators and education staff) to achieve the goals of the educational institution. The research method used is descriptive qualitative, with data collection conducted using observation and interview techniques. Data analysis involves three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The research results show that human resource development innovation in improving the quality of institutional performance, based on recent reviews and practical implications, highlights the importance of collaboration among teaching staff, management staff, and external stakeholders as a key to success. Careful recruitment, focused employee development, visionary leadership, structured performance management systems, and technology integration form a strategic unity. Collaboration among various stakeholders is also crucial for the sustainability and success of the educational institution's performance quality. By doing so, it can manage human resources more efficiently, respond quickly to changes, and create a dynamic organizational culture.
Epistemologi Immanuel Kant dalam Konteks Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Restu Rizki Amanda; Selena Aulia; Muhamad Parhan
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.3760

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi Immanuel kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep epistemologi Kant dapat diintegrasikan atau justru berkonflik dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data studi literatur meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.Immanuel Kant in his philosophy tried to bridge two main schools of thought in epistemology, namely rationalism and empiricism. Immanuel Kant argued that both rationalism which emphasizes the role of reason in gaining knowledge, and empiricism which emphasizes the importance of sensory experience, have weaknesses if understood separately. On the other hand, Islamic education emphasizes revelation as the main source of knowledge, which in some ways creates fundamental differences with Immanuel Kant's epistemology. This article aims to explore how Kant's epistemological concept can be integrated or contradicted with the principles of Islamic education. This study uses a literature study method to collect and analyze data from various relevant sources, such as books, scientific articles, and previous research. The stages of literature study data analysis include topic identification, searching and selecting relevant literature, critical evaluation, and organizing by theme. The researcher then synthesizes data from various sources to draw conclusions and identify research gaps. The results of this study indicate that the critical epistemology promoted by Kant can be integrated in the development of Islamic education that is more open to critical analysis. Although revelation remains the primary source of truth, Kant's transcendental approach allows students to have a deeper understanding of religious teachings. Thus, students not only receive revelation dogmatically, but are also able to understand it using rational thinking. The implication is that Islamic education can be more holistic by integrating intellectual, moral, and spiritual aspects, and be better prepared to face the challenges of the modern era. 
ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN DINAMIKA DAN SEMANGAT BELAJAR PAI Yazid Al Bastomi; Irma Soraya; Mohammad Kurjum
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4109

Abstract

Penelitian ini menyoroti permasalahan umum dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), termasuk kurangnya dinamika dan semangat belajar siswa di era digital. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana penerapan ice breaking dapat menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan kedua aspek tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, mensintesis temuan dari berbagai penelitian terdahulu mengenai efektivitas ice breaking dalam konteks pendidikan, khususnya PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki korelasi positif dengan peningkatan motivasi, keterlibatan, konsentrasi, dan penciptaan suasana belajar yang positif, yang secara keseluruhan berkontribusi signifikan terhadap dinamika dan semangat belajar siswa dalam pembelajaran PAI. Penerapan ice breaking didukung oleh teori belajar aktif dan prinsip-prinsip konstruktivisme sosial. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan dalam implementasinya, ice breaking terbukti menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran PAI.This research highlights the common issues in Islamic Religious Education (PAI) learning, including the lack of dynamics and student enthusiasm in the digital age. The research aims to analyze how the application of ice breaking can be an innovative approach to enhance both of these aspects. The research method used is a literature review, synthesizing findings from various previous studies on the effectiveness of ice breaking in educational contexts, particularly PAI. The results indicate that ice breaking has a positive correlation with increased motivation, engagement, concentration, and the creation of a positive learning atmosphere, which collectively contribute significantly to students' learning dynamics and enthusiasm in PAI learning. The application of ice breaking is supported by active learning theory and the principles of social constructivism. Despite some limitations in its implementation, ice breaking proves to be an effective strategy for addressing challenges in PAI learning.
EKO-PESANTREN: MANIFESTASI PENDIDIKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS SPIRITUALITAS ISLAM Balqisa Ratu Nata; Iksan Kamil Sahri; Ali Mohtarom; Berlian Tahta Arsyillah
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4110

Abstract

Krisis ekologi global mendorong perlunya pendekatan pendidikan Islam yang mengintegrasikan spiritualitas dengan kesadaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi eco-pesantren sebagai model pendidikan ramah lingkungan berbasis spiritualitas Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan literatur akademik yang relevan. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-pesantren merupakan model pendidikan yang menyatukan nilai-nilai keislaman seperti tauhid, amanah, dan ihsan dengan praktik ekologis dalam kehidupan pesantren. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui kurikulum, keteladanan kiai, gaya hidup santri, serta program-program lingkungan seperti konservasi air, pertanian organik, dan pengelolaan sampah. Eco-pesantren tidak hanya membentuk santri yang saleh secara spiritual, tetapi juga bertanggung jawab sebagai khalifah fil ardh. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas Islam memiliki kekuatan transformatif dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Dengan demikian, eco-pesantren berpotensi menjadi model pendidikan Islam yang transformatif dan relevan dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.The global ecological crisis has prompted the need for an Islamic educational approach that integrates spirituality with environmental awareness. This study aims to examine the concept and implementation of eco-pesantren as an environmentally friendly educational model based on Islamic spirituality. The method used is a literature study with a descriptive-analytical approach, through a review of relevant academic literature. The analysis was carried out using content analysis and validity techniques that were strengthened through source triangulation and peer discussion. The results of the study indicate that eco-pesantren is an educational model that unites Islamic values such as tauhid, amanah, and ihsan with ecological practices in the life of the pesantren. These values are internalized through the curriculum, the exemplary behavior of the kiai, the lifestyle of the students, and environmental programs such as air conservation, organic farming, and waste management. Eco-pesantren not only forms students who are spiritually pious, but also responsible as khalifah fil ardh. This finding confirms that Islamic spirituality has a transformative power in building sustainable ecological awareness. Thus, environmentally friendly pesantren has the potential to become a transformative and relevant Islamic educational model in facing the challenges of the global environmental crisis.
PENGEMBANGAN WEBSITE POGAKHA “POLITIK GAYA KHALIFAH” BERBASIS VISUAL STUDIO CODE SEBAGAI MEDIA PENGENALAN POLITIK ISLAM DI KELAS VI SD Yulia Santika; Qelly Permana Putri; Vidi Aisyah Fathonah; Ani Nur Aeni
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4125

Abstract

Pembelajaran yang optimal memerlukan media yang sesuai, terutama dalam menyampaikan materi sejarah yang memiliki cakupan luas. Seiring dengan perkembangan teknologi, media berbasis digital menjadi solusi yang efektif dalam mendukung pembelajaran. Studi ini dirancang untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan serta efektivitas situs web POGAKHA (Politik Gaya Khalifah) sebagai alat bantu pembelajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai politik Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design and Development (D&D) dengan model ADDIE, yang mencakup fase analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup validasi ahli materi dan media, serta respons siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa kelayakan media menurut ahli materi mencapai 97,5%, sementara ahli media memberikan penilaian sebesar 95%, yang keduanya tergolong dalam kategori “Sangat Layak”. Selain itu, hasil angket respons siswa menunjukkan tingkat kepuasan dengan rata-rata persentase 88%. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan website POGAKHA berpotensi untuk memotivasi siswa dalam belajar dan meningkatkan penguasaan materi Khulafaur Rasyidin dalam sejarah peradaban Islam.Optimal learning requires appropriate media, especially in delivering history material that has a wide scope. With the advancement of technology, digital-based media has become an effective solution in supporting learning. This study is designed to develop and evaluate the feasibility and effectiveness of the POGAKHA (Politik Gaya Khalifah) website as a learning aid. The goal is to enhance elementary school students' understanding of Islamic politics. This research uses the Design and Development (D&D) approach with the ADDIE model, which includes the phases of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through questionnaires that included validation from subject matter and media experts, as well as student responses. The validation results show that the media's feasibility according to subject matter experts reached 97.5%, while media experts rated it at 95%, both of which fall into the "Very Feasible" category. Additionally, the results of the student response questionnaire showed a satisfaction level with an average percentage of 88%. The findings of this study indicate that the use of the POGAKHA website has the potential to motivate students in learning and improve their mastery of the Khulafaur Rasyidin material in the history of Islamic civilization