cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 438 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PAI MELALUI YOUTUBE DALAM MEMBANGUN PENGUASAAN MATERI TERHADAP GEN Z DI MAN 4 PIDIE Muhammad Aqil; Muzakir Muzakir
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4470

Abstract

Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap Gen Z sangat bergantung pada media pembelajaran yang digunakan. Youtube sebagai media pembelajaran dianggap sesuai dengan karakteristik Gen Z yang akrab dengan teknologi dan menyukai konten visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Youtube dalam membantu penguasaan materi PAI pada siswa kelas XI IPA di MAN 4 Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan sampel sebanyak 18 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan angket, sedangkan teknik analisis data mencakup tiga tahapan: perencanaan, penerapan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran PAI terbukti efektif. Video pembelajaran di Youtube mampu menyajikan materi secara menarik dan mudah dipahami. Selain itu, siswa dapat mengakses ulang video untuk memperdalam pemahaman mereka. Metode ini juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi belajar, serta penguasaan materi PAI. Dengan demikian, pembelajaran melalui Youtube menjadi alternatif yang relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, terutama bagi generasi yang sangat dekat dengan dunia digital seperti Gen Z.The effectiveness of Islamic Education (PAI) learning for Generation Z highly depends on the media used. YouTube, as a learning medium, is considered suitable for the characteristics of Gen Z who are familiar with technology and prefer visual content. This study aims to determine the effectiveness of using YouTube in helping students master PAI material, focusing on 11th-grade science students at MAN 4 Pidie. The research employs a descriptive qualitative method, with a sample of 18 students selected through purposive sampling. Data collection techniques include observation, documentation, and questionnaires, while data analysis involves three stages: planning, implementation, and reflection. The results show that YouTube is an effective learning medium for PAI. YouTube videos present the material in an engaging and easily understandable way. Moreover, students can rewatch the videos to deepen their understanding. This method also enhances students’ confidence, motivation, and mastery of the material. Therefore, learning through YouTube proves to be a relevant and effective alternative in addressing 21st-century learning challenges, especially for a generation closely connected to the digital world like Gen Z.
IMPLEMENTASI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TAJWID DAN MAKHARIJUL PADA BACAAN SURAH AL-QADR Sofinatun Najah; Dzulfikar Akbar Romadlon
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan media audio visual, dan seberapa besar peningkatkan kemampuan siswa dalam membaca AlQur’an sesuai dengan tajwid dan makharijul huruf melalui penerapan media audio visual. Pembelajaran menggunakan media audio visual tidak hanya menggunakan laptop maupun lcd proyector saja. Namun juga bisa memanfaatkan substitusi media menggunakan gambar lukis atau cetak yang disertai instrumen musik menggunakan speaker. Jadi dalam penggunaan audio visual pendidik mampu berkreasi dalam mengajar, pendidik mampu memberikan kreativitas melalui gambar berwarna dan instrument musik saat proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pedekatan kuantitatif dan kualitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah santri TPQ Hidayatullah kelas Madrasah Diniyah (Madin), yang berlokasi di desa Becirongengor dengan jumlah 20 siswa. Adapun tahapan pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan pegumpulan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pembelajaran menggunakan media audio visual dalam meningkatkan kualitas tajwid dan makharijul huruf surah Al-Qadr. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat dari pre-assessment rata-rata hasil belajar memperoleh 23.75% meningkat menjadi 25% pada siklus I. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar 33% dan meningkat hingga mencapai 50% pada hasil postassessment. Hasil belajar dari pre-assessment hingga post-assessment mengalami peningkatan sebesar 50%. Hasil persentase telah mencapai kategori sangat baik dan dinyatakan tuntas secara klasikal.This study aims to determine how the implementation of learning using audio-visual media, and how much the improvement of students' ability to read the Qur'an in accordance with tajweed and makharijul letters through the application of audio-visual media. Learning using audio visual media does not only use laptops or LCD projectors. But it can also take advantage of media substitution using painted or printed images accompanied by musical instruments using speakers. So in using audio visual educators are able to be creative in teaching, educators are able to provide creativity through colourful images and musical instruments during the teaching and learning process. This research uses the method of Classroom Action Research (PTK) with quantitative and qualitative approaches. The subjects used in this study were TPQ Hidayatullah students of Madrasah Diniyah (Madin) class, located in Becirongengor village with a total of 20 students. The stages of data collection carried out in this study are: planning, action, observation, and reflection. While data analysis techniques are carried out by collecting data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that there is an improvement in learning using audiovisual media in improving the quality of tajwid and makharijul huruf surah Al-Qadr. Based on the results of the study, it can be seen from the pre-assessment that the average learning outcomes obtained were 23.75%, which increased to 25% in the first cycle. While in cycle II, the average learning outcome was 33% and increased to reach 50% in the post-assessment results. Learning outcomes from pre-assessment to post-assessment have increased by 50%. The percentage results have reached the excellent category and declared classically complete.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MAHĀRAH QIRĀ’AH LI AL-MUTAQADDIM PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO Nur Ulfi Mahmudah
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Maharah Qira’ah li al-Mutaqaddim di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pemilihan materi, metode, dan media. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode ceramah interaktif dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Mustawa Salis terhadap teks Arab. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui tugas dan diskusi kelas. Media utama yang digunakan adalah kitab Silsilah Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah Mustawa Salis. Implementasi pembelajaran ini terbukti mampu membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca dan memahami teks Arab, serta mendukung pencapaian kompetensi kebahasaan yang sesuai dengan tujuan kurikulum PBA UMSIDA.
PENGEMBANGAN E-BOOK ZUKU “ZAKAT UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI ZAKAT UNTUK SISWA Maulana Hisbullah As Shiddiq; Anita Puji Astutik
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk e-book dengan judul ZUKU (Zakat untuk Kesejahteraan Umat) sebagai sarana pembelajaran materi zakat bagi siswa kelas X SMA. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemahaman siswa mengenai praktik zakat yang disebabkan oleh keterbatasan strategi dan media pembelajaran yang digunakan guru. Penelitian menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap pengembangan, e-book dirancang menggunakan platform digital Canva dengan memanfaatkan visual, animasi, video, serta ilustrasi agar lebih menarik dan mudah dipahami. Produk yang dihasilkan kemudian diuji coba pada siswa kelas X SMA. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa e-book ZUKU efektif meningkatkan motivasi belajar, pemahaman konsep zakat, serta mendorong sikap peduli sosial peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan generasi digital serta dapat dijadikan referensi dalam inovasi pendidikan agama Islam, khususnya pada materi zakat.This study aims to develop an e-book learning medium entitled ZUKU (Zakat for the Welfare of the People) as a means of teaching zakat material to 10th grade high school students. The background of this study stems from the low level of student understanding of zakat practices due to the limitations of the learning strategies and media used by teachers. The research used the Design and Development (D&D) method with the ADDIE model, which consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the development stage, the e-book was designed using the Canva digital platform, utilizing visuals, animations, videos, and illustrations to make it more attractive and easier to understand. The resulting product was then tested on 10th grade high school students. The evaluation results showed that the ZUKU e-book was effective in increasing learning motivation, understanding of the concept of zakat, and encouraging social awareness among students. Thus, this study contributes to the development of technology-based learning media that suits the needs of the digital generation and can be used as a reference in Islamic education innovation, especially in zakat material.
KONSEP PEMIKIRAN TASAWUF IMAM AL JUNAID AL BAGHDADI Taufik Burhanudin Azis
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4604

Abstract

Sufisme atau tasawuf merupakan tradisi kebathinan yang dilakukan oleh seorang sufi sejak lama. Tasawuf adalah amalan bathin seorang sufi yang ingin selalu mensucikan dirinya dengan mengadakan hubungan bathin dengan Allah SWT. Dalam ajaran islam tasawuf juga dinamakan thoriqoh. Thoriqoh adalah suatu jalan yang digunakan sebagai wasilah ma’rifat untuk sampai  kepada sang pencipta Allah SAW. Namun dari berbagai macam aliran tasawuf jalan thoriqoh yang digunakan oleh seorang sufi antara yang satu dengan yang lainnya tentu tidak sama bahkan ada yang berbeda walaupun pada dasarnya dengan jalan yang berbeda mempunyai tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SAW sang maha pencipta dan pengatur alam semesta. Dalam artikel ini mengungkapkan bagaimana konsep pemikiran tasawuf Imam Junaid al Baghdadi terhadap tiga konsep pemikiran tasawuf atau tri konsep utama yaitu mistsaq (perjanjian), fana (peleburan), dan tauhid (penyatuan). Tiga konsep inilah yang digunakan oleh Imam Junaid Al Baghdadi sebagai jalan thoriqoh dalam ber ma’rifat kepada Allah SWT.Sufism, or Sufism, is a spiritual tradition practiced by Sufis for a long time. Sufism is the inner practice of a Sufi who seeks to purify himself by establishing an inner connection with Allah SWT. In Islamic teachings, Sufism is also called tariqah (tradition). Tariqah is a path used as a means of gaining knowledge (ma'rifat) to reach the Creator, Allah SWT. However, among the various schools of Sufism, the path of tariqah used by Sufis varies from one to another, and some even differ, although essentially, all different paths have the same goal: to draw closer to Allah SWT as the Supreme Creator. This article explains how Imam Junaid al-Baghdadi's Sufi thought relates to three main concepts of Sufism: mistsaq (covenant), fana (fusion), and tauhid (unification). These three concepts were used by Imam Junaid al-Baghdadi as the path of tariqah in gaining knowledge (ma'rifat) of Allah SWT.
DIGITAL LEARNING DAN INOVASI PEDAGOGIS: IMPLEMENTASI DIGITAL PEDAGOGY DALAM MENJAWAB TUNTUTAN ERA INDUSTRI 5.0 DI SMK ISLAM AL-AMIN PASIRGOMBONG CIKARANG UTARA Sudarma Sudarma
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4694

Abstract

Industri 5.0 menuntut sinergi antara kecerdasan buatan dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada digitalisasi proses belajar, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kompetensi reflektif siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital pedagogy dalam konteks pendidikan vokasional Islam untuk mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan nilai keislaman dalam satu kesatuan proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui kajian pustaka sistematis dan observasi kontekstual di SMK Islam Al-Amin. Data diperoleh dari dokumentasi kurikulum, observasi kelas digital, dan wawancara dengan guru produktif serta kepala sekolah. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi dan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi digital pedagogy telah menciptakan transformasi pedagogis melalui: (1) pembelajaran hybrid berbasis Learning Management System (LMS); (2) pengembangan Project-Based Learning (PjBL) digital berorientasi nilai; dan (3) penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media refleksi dan asesmen adaptif. Inovasi ini meningkatkan kemandirian belajar siswa hingga 40%, memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan etika digital Islami. Tantangan yang dihadapi mencakup kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya literasi etika AI. Diperlukan pengembangan profesional guru berbasis TPACK, penerapan literasi AI sistematis, serta sinergi dengan industri untuk memperkuat relevansi pendidikan vokasional Islam di era Industri 5.0. Industry 5.0 demands synergy between artificial intelligence and human values, so that education is not only oriented towards the digitization of the learning process, but also on the formation of students' character and reflective competence. This research aims to analyze the application of digital pedagogy in the context of Islamic vocational education to integrate aspects of technology, pedagogy, and Islamic values in a unified learning process. The method used is qualitative-descriptive through systematic literature review and contextual observation at Al-Amin Islamic Vocational School. Data were obtained from curriculum documentation, digital classroom observations, and interviews with productive teachers and principals. The analysis is carried out using content analysis and source triangulation to ensure the validity of the data. The results of the study show that the implementation of digital pedagogy has created pedagogical transformation through: (1) hybrid learning based on the Learning Management System (LMS); (2) the development of value-oriented digital Project-Based Learning (PjBL); and (3) the use of Artificial Intelligence (AI) as a medium for adaptive reflection and assessment. This innovation increases students' learning independence by up to 40%, strengthening critical thinking, collaboration, and Islamic digital ethics. Challenges include teacher competency gaps, infrastructure limitations, and low ethical literacy of AI. It is necessary to develop TPACK-based teacher professionals, the application of systematic AI literacy, and synergy with industry to strengthen the relevance of Islamic vocational education in the industry 5.0 era.
Inovasi dan Pendekatan dalam Pengembangan Kurikulum: Dari Subjek Akademik hingga Teknologis Nufus Tahfidzi; Siti Rohati; Rumbang Sirojudin; Helna Nelis
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4699

Abstract

Artikel ini membahas berbagai model konsep pengembangan kurikulum yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan dan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Empat model utama yang dibahas meliputi model Subjek Akademik, Humanistik, Rekonstruksi Sosial, dan Teknologis. Model subjek akademik menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan; model humanistik berfokus pada pengembangan potensi dan kemanusiaan peserta didik; model rekonstruksi sosial menekankan keterlibatan aktif siswa dalam pemecahan masalah sosial; sedangkan model teknologis memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kurikulum tidak hanya bergantung pada teknologi atau biaya, tetapi juga pada keselarasan antara tujuan pendidikan, kebutuhan masyarakat, dan kompetensi peserta didik agar mampu beradaptasi serta berkontribusi dalam kehidupan sosial.This article discusses various curriculum development models that play a crucial role in improving educational quality and its relevance to societal needs and technological progress. The study employs a descriptive method through library research. Four major models are examined: the Academic Subject Model, Humanistic Model, Social Reconstruction Model, and Technological Model. The academic subject model emphasizes knowledge mastery; the humanistic model focuses on personal growth and human values; the social reconstruction model encourages students’ active participation in solving social issues; while the technological model utilizes technological advancements to enhance learning effectiveness. The findings indicate that successful curriculum development depends not only on technological innovation or financial investment but also on the alignment between educational goals, societal needs, and learners’ competencies to adapt and contribute effectively to social life
PROBLEMATIKA PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI PROGRAM FULL DAY SCHOOL Aulia Azmi Alkhairi; Muh Wasith Achadi
AT-TAJDID Vol 9 No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4723

Abstract

Karakter religius merupakan salah satu aspek yang penting ditanamkan kepada siswa di sekolah agar tercapapainya tujuan pendidikan dengan baik dan mewujudkan siswa yang berkarakter Islami. Namun dalam prosesnya terdapat beberapa problematika yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi oleh siswa dalam pembentukan karakter religius di sekolah full day school. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study design). Sumber data diambil dari lima belas informan melalui wawancara mendalam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, seluruh informan merupakan siswa dan guru yang ada di salah satu sekolah Islam terpadu full day school yang ada di Yogyakarta. Seluruh hasil wawancara kemudian dianalisis secara tematik. Secara keseluruhan hasil analisis terdapat lima problematika pembentukan karakter siswa di sekolah full day school. Lima problematika tersebut yaitu: i) Problem internal, ii) Problem eksternal, iii) Perbedaan kebiasaan rumah dan sekolah, iv) Beban hafalan dan target akademik dan, v) Keterbatasan guru dalam pembinaan.Religious character is one of the important aspects that must be instilled in students at school in order to achieve educational goals and develop students with Islamic character. However, there are several problems encountered in the process. This study aims to analyze the problems faced by students in the formation of religious character at full-day schools. This study uses a qualitative method with a case study design. Data sources were taken from fifteen informants through in-depth interviews selected using purposive sampling techniques. All informants were students and teachers at an integrated Islamic full-day school in Yogyakarta. All interview results were then analyzed thematically. Overall, the analysis revealed five problems in shaping student character at full-day schools. The five problems are: i) internal problems, ii) external problems, iii) differences between home and school habits, iv) the burden of memorization and academic targets, and v) limitations of teachers in providing guidance.