cover
Contact Name
lusi marlisa
Contact Email
lusimarlisa1@gmail.com
Phone
+6281373739955
Journal Mail Official
hericahyono808@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummetro.ac.id/index.php/attajdid/pages/view/editorial-team?attajdid=Editorial+Teams
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 25485784     EISSN : 25492101     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/att.v4i01
Fokus dan scope: jurnal At-Tajdid merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran islam,yang diterbitkan dua kali dalam setahun periode januari – juni, dan juli-desember. At-Tajdid merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan agama islam yang mencakup topik : pemikiran pendidikan islam pendidikan multikultural media dan teknologi pembelajaran pengembangan kurikulum pendidikan islam manajemen pendidikan islam Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan islam.
Articles 438 Documents
Analisis Kritis Hybridisasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an: literature Review terhadap Integrasi Tradisi Pesantren vs Teknologi Modern Mazidatun Ni'mah; M. Yunus Abu Bakar
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis fenomena hibridisasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui integrasi antara tradisi pesantren dan teknologi modern. Metode yang digunakan adalah systematic critical literature review dengan pendekatan SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) terhadap 30 artikel terpilih periode 2019 - 2024 dari database Scopus, SINTA, dan sumber akademik relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional pesantren seperti sorogan dan weton memiliki keunggulan dalam aspek spiritual dan retensi hafalan jangka panjang (±85%), sedangkan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan akselerasi hafalan hingga 42% serta menyediakan akses belajar fleksibel. Namun, integrasi keduanya memunculkan fenomena hybridity paradox, yaitu peningkatan capaian kognitif yang tidak diiringi dengan penguatan dimensi ruhani, bahkan menunjukkan penurunan adab sanad sebesar 28%. Penelitian ini mengusulkan model Pesantren-Digital Integration dengan komposisi 60% tatap muka dan 40% digital sebagai pendekatan optimal berbasis tauhid-based hybridization. Model ini menempatkan teknologi sebagai instrumen pedagogis tanpa menggeser esensi nilai spiritual dalam pendidikan tahfidz. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan teori hibridisasi pendidikan Islam serta memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan pembelajaran tahfidz di era digital. This study aims to critically analyze the phenomenon of hybridization of Al-Qur'an memorization learning through the integration of Islamic boarding school traditions and modern technology. The method used is a systematic critical literature review with the SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) approach to 30 selected articles from the 2019-2024 period from the Scopus, SINTA databases, and other relevant academic sources. The results show that traditional Islamic boarding school methods such as sorogan and weton have advantages in spiritual aspects and long-term memorization retention (±85%), while digital technology can increase efficiency and acceleration of memorization by up to 42% and provide flexible learning access. However, the integration of the two gives rise to the phenomenon of hybridity paradox, namely an increase in cognitive achievement that is not accompanied by a strengthening of the spiritual dimension, even showing a decrease in sanad adab by 28%. This study proposes a Pesantren-Digital Integration model with a composition of 60% face-to-face and 40% digital as an optimal approach based on tauhid-based hybridization. This model positions technology as a pedagogical instrument without shifting the essence of spiritual values ​​in tahfidz education. These findings contribute to the development of hybridization theory in Islamic education and offer practical implications for managing tahfidz learning in the digital age.
IMPLEMENTASI STRATEGI GUIDED WRITING PROCESS BERBANTUAN SPINNING WHEEL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS (INSYA') PADA SISWA KELAS XI MAN 2 BANDAR LAMPUNG Donita Ananda Agustini; Robiyah Nur; Asti Fauziah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5156

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan menulis bahasa Arab siswa, khususnya dalam mengembangkan ide, menyusun struktur kalimat, dan menggunakan kosakata secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi Guided Writing Process berbantuan media Spinning Wheel serta menganalisis peningkatan keterampilan menulis siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas XI A4. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 36,7 pada pre-test menjadi 66,81 pada Siklus I dan 83,28 pada Siklus II. Selain itu, aktivitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Penerapan strategi Guided Writing Process yang dipadukan dengan media Spinning Wheel terbukti efektif dalam membantu siswa mengembangkan ide, menyusun tulisan secara sistematis, serta meningkatkan motivasi belajar. This study was motivated by the low Arabic writing skills of students, particularly in developing ideas, constructing sentence structures, and using appropriate vocabulary. This research aimed to describe the implementation of the Guided Writing Process strategy assisted by the Spinning Wheel media and to analyze the improvement of students’ writing skills. The method used was Classroom Action Research conducted in two cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 34 students of class XI A4. Data were collected through tests, observations, and documentation. The results showed a significant improvement in students’ writing skills. The average score increased from 36,7 in the pre-test to 66,81 in Cycle I and 83,28 in Cycle II. In addition, students’ participation and learning activities also improved. The implementation of Guided Writing Process combined with the Spinning Wheel media proved to be effective in helping students develop ideas, orginize writing systematically, and enhance learning motivation.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB BAGI SISWA KELAS III DI MIN V BANDAR LAMPUNG Muhammad Fauzan Faqqi; Umi Hijriyah; Guntur Cahaya Kesuma
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5175

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar Bahasa Arab siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional dan minimnya media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video animasi interaktif serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas III di MIN V Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik berdasarkan penilaian ahli. Selain itu, penggunaan media ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor angket motivasi dari 66,5% menjadi 83,5% serta peningkatan hasil observasi dari 64,6% menjadi 86,4%. Respon guru dan siswa terhadap media juga berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, media video animasi interaktif dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa. This research is motivated by the low motivation of students to learn Arabic, which is caused by the use of conventional teaching methods and the lack of innovative learning media. This study aims to develop interactive animation video media and to test its effectiveness in increasing the motivation to learn Arabic among third-grade students at MIN V Bandar Lampung. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects amounted to 34 students. Data collection techniques were conducted through observation, questionnaires, and documentation. The results of the study show that the developed interactive animation video media has a very good feasibility level based on expert assessments. In addition, the use of this media has been proven effective in increasing students' learning motivation, as indicated by the increase in motivation questionnaire scores from 66.5% to 83.5%. as well as an increase in observation results from 64.6% to 86.4%. The responses of teachers and students to the media were also in the very good category. Thus, interactive animated video media can be an effective solution in increasing students' motivation to learn Arabic.
PERAN AGAMA DAN RELIGIUSITAS DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Taufik Burhanudin Azis; Zaenal Arifin
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5187

Abstract

Dalam kehidupan modern berbagai permasalahan moral dan sosial semakin sering muncul dalam kehidupan masyarakat. Fenomena seperti menurunnya kepedulian sosial, meningkatnya individualisme, serta melemahnya nilai-nilai moral menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perkembangan sosial dan pembentukan karakter individu. Dalam konteks tersebut, agama dan religiusitas dipandang memiliki peran penting dalam membentuk nilai, orientasi kehidupan, serta perilaku sosial individu. Namun demikian, kajian mengenai bagaimana religiusitas mempengaruhi pembentukan nilai kehidupan, perilaku sosial, serta sikap moral individu masih memerlukan analisis yang lebih komprehensif melalui kajian literatur ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agama dan religiusitas dalam membentuk nilai dan orientasi kehidupan individu, mengkaji pengaruh religiusitas terhadap perilaku sosial dalam masyarakat, serta mengidentifikasi bagaimana internalisasi nilai-nilai agama mempengaruhi sikap moral dan interaksi sosial individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang berkaitan dengan peran religiusitas dalam kehidupan individu dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk sistem nilai, memperkuat identitas moral individu, serta mendorong berkembangnya perilaku prososial seperti empati, altruism, dan solidaritas sosial dalam masyarakat. In modern society, characterized by rapid technological development, globalization, and dynamic social change, various moral and social challenges have increasingly emerged. Phenomena such as declining social concern, rising individualism, and weakening moral values indicate significant challenges in maintaining a balance between social development and the formation of individual character. In this context, religion and religiosity are considered important factors in shaping individual values, life orientation, and social behavior. However, studies examining how religiosity influences the formation of life values, social behavior, and moral attitudes still require more comprehensive analysis through systematic academic review. Therefore, this study aims to analyze the role of religion and religiosity in shaping individual values and life orientation, examine the influence of religiosity on social behavior in society, and identify how the internalization of religious values affects moral attitudes and social interactions. This study employs a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing relevant books and scientific journal articles published within the last ten years. The collected data were analyzed thematically to identify major patterns related to the role of religiosity in individual and social life. The findings indicate that religiosity plays a significant role in shaping value systems, strengthening individuals’ moral identity, and encouraging the development of prosocial behaviors such as empathy, altruism, and social solidarity within society.
STRATEGI KEPALA PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA ECO PESANTREN SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN JARINABI Siti Mundariah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala pesantren dalam mengembangkan budaya eco pesantren sebagai penguatan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Jarinabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala pesantren meliputi perencanaan program berbasis lingkungan, keteladanan, pemberdayaan sumber daya manusia, integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran, serta pembiasaan melalui kegiatan nyata seperti pengelolaan green house untuk penanaman cabai dan pemanfaatan lahan pesantren untuk menanam sayuran. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu membentuk karakter santri yang religius, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, mandiri, dan peduli lingkungan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan kesadaran santri, dan tantangan dalam menjaga konsistensi program. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan dan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan eco pesantren. Dengan demikian, budaya eco pesantren dapat menjadi model efektif dalam penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam. This study aims to analyze the strategies of the pesantren leader in developing an eco-pesantren culture as a reinforcement of character education at Pondok Pesantren Jarinabi. This research employs a qualitative approach with a descriptive case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis uses an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the leader’s strategies include planning environment-based programs, role modeling, empowering human resources, integrating environmental values into learning, and habituation through practical activities such as managing a greenhouse for chili cultivation and utilizing the pesantren yard for growing vegetables. The implementation of these strategies effectively shapes students’ character, including religiosity, discipline, responsibility, cooperation, independence, and environmental awareness. However, several challenges remain, such as limited resources, varying levels of student awareness, and difficulties in maintaining program consistency. Therefore, continuous improvement and innovation are needed to optimize the implementation of eco-pesantren culture. In conclusion, eco-pesantren culture can serve as an effective model for strengthening character education in Islamic educational institutions
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nia Faridatun Nafisah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5195

Abstract

Fokus penelitian ini hanya untuk menganalisis pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu (kualitas) pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan lewat kajian dari berbagai artikel ilmiah yang sudah dipublikasikan. Dalam pengumpulan data, penulis memanfaatkan teknik studi dokumentasi yang kemudian data akan di analisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya tata kelola sarana dan prasarana yang meliputi perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan evaluasi mempunyai peranan yang strategis dalam meningkatkan sebuah kualitas pembelajaran. Dimana sarana dan prasarana yang dikelola secara optimal bukan hanya untuk meningkatkan motivasi belajar saja, namun juga bisa untuk menciptakan lingkungan belajar yang teratur (kondusif), serta mendukung pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Oleh sebab itu, sebuah tata kelola (pengelolaan) sarana dan prasarana akan menjadi bagian penting guna untuk meningkatkan sebuah mutu (kualitas) pembelajaran pada Pendidikan Agama Islam. This research focuses solely on analyzing the management of facilities and infrastructure in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning. The approach used is a qualitative approach with a library method through a review of various published scientific articles. In data collection, the author utilized documentation study techniques, which were then analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that the management of facilities and infrastructure, including planning, procurement, utilization, maintenance, and evaluation, plays a strategic role in improving the quality of learning. Optimally managed facilities and infrastructure not only increase learning motivation but also can create an orderly (conducive) learning environment and support the understanding and internalization of Islamic values. Therefore, the management of facilities and infrastructure will be an important part in improving the quality of learning in Islamic Religious Education.
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ISLAM Shohibul Anwar; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5196

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji strategi pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini meneran metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan sumber data yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Peneliti memanfaatkan teknik analisis isi guna menganalisa data lewat tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam merupakan proses yang berkelanjutan dan mencakup berbagai aspek, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Strategi pengembangan meliputi peningkatan kualifikasi akademik, pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, penguatan kompetensi, penelitian tindakan kelas, pemanfaatan teknologi, serta pembentukan komunitas belajar. Selain itu, faktor pendukung seperti kebijakan pemerintah, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi guru berperan penting dalam mengembangkan profesionalisme. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan akses pelatihan, rendahnya budaya literasi, serta beban kerja yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam secara berkelanjutan.  This study aims to examine the strategy for developing Islamic Education teacher professionalism based on a literature review. This study employs a qualitative method with a library research approach, with data sources derived from books, scientific journals, and educational policy documents. The researcher utilized content analysis techniques to analyze the data through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that developing Islamic Education teacher professionalism is a continuous process and encompasses various aspects, namely pedagogical, professional, personality, and social competencies. Development strategies include improving academic qualifications, ongoing training, academic supervision, competency strengthening, classroom action research, technology utilization, and the formation of learning communities. In addition, supporting factors such as government policies, principal leadership, and teacher motivation play an important role in developing professionalism. Inhibiting factors include limited access to training, low literacy culture, and high workloads. This study concludes that developing Islamic Education teacher professionalism requires a holistic and integrated approach involving various parties. This effort is expected to improve the quality of Islamic education in a sustainable manner.
AKULTURASI BUDAYA ISLAM DAN TRADISI LOKAL DALAM SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA Adi Susanto; Ahmad Syaifullah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5197

Abstract

Akulturasi budaya Islam dengan tradisi lokal merupakan fenomena penting dalam sejarah perkembangan masyarakat Indonesia. Proses ini tidak hanya mencerminkan interaksi antara ajaran Islam dengan budaya setempat, tetapi juga menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengadaptasi nilai-nilai baru tanpa menghilangkan identitas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk akulturasi, faktor yang mempengaruhi, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi terjadi melalui berbagai media seperti seni, adat istiadat, pendidikan, dan dakwah para ulama. Pengaruhnya dapat diamati melalui munculnya tradisi keagamaan yang memiliki ciri khas tersendiri, seperti tahlilan, sekaten, dan peringatan Maulid Nabi, yang mencerminkan hasil perpaduan antara ajaran Islam dengan budaya lokal. Proses akulturasi tersebut berkontribusi besar dalam membentuk identitas keislaman di Indonesia yang bersifat moderat dan menjunjung tinggi toleransi. The acculturation of Islamic culture with local traditions is an important phenomenon in the historical development of Indonesian society. This process reflects not only the interaction between Islamic teachings and local cultures but also the community's ability to adapt new values without losing their local identity. This study aims to analyze the forms of acculturation, influencing factors, and their impact on the social, cultural, and religious life of Indonesian society. The research applies a library research method with both historical and qualitative perspectives. The results show that acculturation occurs through various media such as art, customs, education, and the preaching of Islamic scholars. Its impact can be seen in unique religious traditions such as tahlilan, sekaten, and maulid celebrations, which are a blend of Islamic values and local culture. This acculturation plays a significant role in strengthening a moderate and tolerant Islamic identity in Indonesia.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM KAJIAN HISTORIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Sutopo Sugiarto; Ahmad Syaifullah
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5198

Abstract

Integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam merupakan elemen pokok dalam perkembangan sejarah Islam di Nusantara. Proses ini mencerminkan kemampuan ajaran Islam untuk beradaptasi ketika berhadapan dengan beragam konteks budaya di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pola integrasi budaya lokal secara historis serta implikasinya terhadap manajemen pendidikan Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, data dikumpulkan dari beberapa sumber ilmiah, seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebuah integrasi terjadi lewat proses akulturasi yang harmonis, di mana nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam tetap dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam praktik pendidikan. Integrasi ini tampak dalam perancangan kurikulum, penggunaan metode pembelajaran kontekstual, serta pengembangan tradisi keagamaan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Pendekatan ini juga meningkatkan relevansi dan penerimaan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan perlu memprioritaskan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap budaya, memperkuat kompetensi guru dalam pembelajaran kontekstual, serta merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap keberagaman budaya. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat tetap dinamis, inklusif, dan relevan secara sosial. The integration of local culture into Islamic education is a fundamental element in the historical development of Islam in the Indonesian archipelago. This process reflects the ability of Islamic teachings to adapt to diverse cultural contexts across regions. This study aims to analyze historical patterns of local cultural integration and their implications for Islamic education management. Using qualitative methods through literature review, data were collected from several scholarly sources, such as books, journal articles, and historical documents relevant to the research topic. The results demonstrate that integration occurs through a harmonious acculturation process, where local cultural values ​​aligned with Islamic principles are maintained and integrated into educational practices. This integration is evident in curriculum design, the use of contextual learning methods, and the development of religious traditions that align with the character of the local community. This approach also increases the relevance and acceptance of Islamic education within the community. The implications of this study suggest that educational management needs to prioritize the development of a culturally responsive curriculum, strengthen teacher competency in contextual learning, and formulate policies that adapt to cultural diversity. In this way, Islamic education can remain dynamic, inclusive, and socially relevant.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK MOTIVASI BELAJAR ANAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL IDRIS KAMPUNG SINGKEP Dewanti Dewanti; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5227

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji akan peran orang tua dalam membentuk motivasi belajar anak di Madrasah Tsanawiyah Al Idris Kampung Singkep. Pada penelitian ini, penulis memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Fokus penelitian ini hanya melibatkan orang tua, siswa, dan guru. Adapun pengumpulan data diperoleh dari melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian data atau informasi yang diperoleh akan di analisis dengan memanfaatkan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasannya orang tua mempunyai peran yang penting sebagai pembina atau pembimbing, fasilitator, motivator, dan pengawas guna meningkatkan motivasi belajar anak. Dimana sebuah dukungan yang diberikan meliputi dukungan instrumental, emosional, dan penghargaan terhadap prestasi anak. Dukungan tersebut terbukti mampu meningkatkan semangat, kedisiplinan, serta keterlibatan siswa pada proses belajar mengajr. Faktor pendukung motivasi belajar antara lain keterlibatan aktif orang tua, komunikasi yang baik, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi kesibukan orang tua, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya sebuah pendidikan bagi anak mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin optimal peran orang tua, semakin tinggi pula motivasi siswa untuk belajar. This study aims to examine the role of parents in shaping children's learning motivation at Madrasah Tsanawiyah Al Idris Kampung Singkep. In this study, the author utilized a qualitative approach with descriptive methods. The focus of this study only involved parents, students, and teachers. Data collection was obtained through interviews, observations, and documentation. Then, the data or information obtained will be analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that parents have an important role as mentors or guides, facilitators, motivators, and supervisors in increasing children's learning motivation. Where a support provided includes instrumental support, emotional support, and appreciation for children's achievements. This support has been proven to increase enthusiasm, discipline, and student involvement in the teaching and learning process. Factors supporting learning motivation include active parental involvement, good communication, and a conducive learning environment. Meanwhile, inhibiting factors include busy parents, economic limitations, and parents' lack of understanding of the importance of education for their children. Thus, it can be concluded that the more optimal the role of parents, the higher the students' motivation to learn.