cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PERAN KOPERASI SERBA USAHA SAPITIK KARYA DARMA BAKTI TERHADAP PELAYANAN KEPADA PETANI Kami, Agustinus; Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.931 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.327.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran koperasi petani terhadap pelayanan Koperasi Serba Usaha sapitik Karya darma Bakti dan kendala-kendala yang dihadapi oleh Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (purposive sampling).Sampel dalam penelitian ini adalah 241 orang petani anggota Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti yang diambil secara acak dari seluruh angota Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran koperasi tani terhadap pelayanan Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti adalah memuaskan (85,55%). Pencapaian kategori memuaskan disebabkan pada indikator kendala, empati, dan bukti fisik mencapai kategori memuaskan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti terletak pada aspek ekonomi yaitu dalam modal, dimana modal yang dimiliki oleh Koperasi Serba Usaha Sapitik Karya Darma Bakti masih kurang untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada petani.Kata kunci : Peran Koperasi, Pelayanan, Petani
TRANSFORMASI PERTANIAN SUBSISTEN KE PERTANIAN KOMERSIAL: KASUS PADA PENGEMBANGAN PERTANIAN IRIGASI AIR TANAH, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.21 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.328.%p

Abstract

Pembangunan pertanian dirumuskan untuk optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam dan teknologi maju yang murah, sederhana, dan efektif disertai penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian di perdesaan. Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan keluarganya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan transformasi pertanian subsisten tradisional menjadi komersial/modern. Kegiatan atau cara yang dapat dilakukan untuk mengubah pertanian subsistem nejadi komersial adalah adalah meliputi: (1) peningkatan perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani terhadap teknologi baru (inovasi) yang diintroduksi; (2) penyediaan bantuan (subsidi) agroinput/sarana produksi pertanian; (3) dukungan modal usahatani;  (4) penyediaan teknologi yang senantiasa berubah; (5) perbaikan kelembagaan petani; (6) penyediaan prasarana transportasi; dan (7) penyediaan pasar produk pertanian.Kata Kunci; Transformasi, subsisten, komersial, kesejahteraan dan pasar
ANALISIS PENDAPATAN TERNAK SAPI POTONG KELOMPOK LM3 SUBAK GUNUNG SARI ( STUDI KASUS DI DESA SABA KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR ) Any, Elias Siprianus; Yastini, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.328 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.329.%p

Abstract

Dengan berbagai macam program yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu petani di dalam pembangunan pertanian secara umum dan pengembangan ternak sapi potong dalam pembangunan pertanian secara khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (i) Besarnya biaya dalam usaha peternakan sapi potong, (ii) Besarnya penerimaan dalam usaha peternakan sapi potong, (iii) untuk mengetahui R/C. Penelitian ini dilakukan di LM3 Subak Gunung Sari Desa Saba, Kecamatan Blabatuh, Kabupaten Gianyar. Data primer diperoleh melalui metode observasi yaitu: data yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap responden dengan cara mengunjungi dan mengamati secara langsung lokasi penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis secara diskritif kwalitatif dan kwantitatif. Beberapa kesimpulan yang diperoleh adalah: (i) rata-rata penerimaan petani ternak dari usaha ternak sapi potong di Kelompok LM3 Subak Gunung Sari Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar adalah Rp 12.340.780 dipelihara selama 12 (dua belas) bulan, (ii) rata-rata biaya produksi total yang dikeluarkan untuk usaha ternak sapi potong sebesar Rp 6.880.800 dalam. satu kali proses produksi yaitu selama 12 (dua belas bulan), (iii) nilai R/C ratio sebesar 1.30.Kata Kunci : Analisis pendapatan, ternak sapi potong, kelompok LM3 Subak Gunung Sari
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI ORGANIK DAN PADI ANORGANIK KASUS DI SUBAK WONGAYA BETAN, DESA MENGESTA, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI Supartini, Made; Karyati, Ni Ketut
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.402 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.330.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur biaya usahatani padi organik dan padi anorganik pada Subak Wongaya Betan serta perbandingan pendapatan antara petani padi organik dan petani padi anorganik pada Subak Wongaya Betan.Perbandingan struktur biaya antara budidaya padi organik dan anorganik dalam satu musim tanam yaitu, total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya padi organik sebesar Rp. 11.843.575,00 dan total biaya yang dikeluarkan usahatani padi anorganik sebesar Rp. 17.796.375,00. Total biaya yang dikeluarkan dalam budidaya padi organik lebih rendah dibandingkan dengan total biaya budidaya padi anorganik. Hal ini disebabkan perbedaan penggunaan pupuk serta tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan usahatani padi organik maupun anorganik.Pendapatan atas biaya total per hektar per musim tanam pada usahatani padi organik lebih besar dibandingkan usahatani padi anorganik. Nilai R/C ratio atas biaya total usahatani padi organik sebesar 3,648 dan 1,011 untuk usahatani padi anorganik. Hasil uji t untuk pendapatan atas biaya total  usahatani padi organik per hektar dibandingkan dengan pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik per hektar menghasilkan nilai uji yang lebih kecil dari nilai alfa (α) 5% yaitu sebesar 0,000. Hal ini berarti H0 di tolak, artinya secara statistic pendapatan atas biaya total usahatani padi organik lebih besar dibandingkan pendapatan atas biaya total usahatani padi anorganik.Kata Kunci : Pendapatan, Organik, Anorganik
PENGELOLAAN IRIGASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI: KASUS PADA DAS SABA, KABUPATEN BULELENG Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.807 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.332.%p

Abstract

Ketersediaan air irigasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan pertanian khususnya di lahan sawah. Pada kasus Bali, keberadaan subak-subak masih sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian yaitu ketersediaan pangan khususnya beras selain palawija. Meskipun subak-subak telah memiliki otonomi tersendiri dalam mengelola irigasinya, namun pada level yang lebih luas yaitu di tingkat sungai (DAS Sungai Saba) memerlukan adanya pengelolaan yang bersifat partisipatif guna menghindarkan konflik-konflik pemanfaat air irigasi.Guna mencapai tujuan dari pengelolaan irigasi di DAS Tukad  Saba yaitu di Aliran Tukad Saba, maka diperlukan adanya partisipasi subak-subak sebagai pengelola bersama-sama dengan pemerintah. Partisipasi subak-subak tersebut diwujudkan dalam suatu lembaga yang mengelola air pada aliran Tukad Saba secara tersendiri dalam rangka pengelolaan aliran sungai secara terpadu (one river one management) melalui pembentukan Subak-agung Tukad Saba. Selain itu, partisipasi subak-subak (subak-agung) dalam komisi irigasi menjadi sangat penting untuk berkontribusi dalam memberikan pandangan-pandangan tentang pengelolaan irigasi dan pertanian termasuk operasi dan pemeliharaan jaringan irigasinya.Kata Kunci: Irigasi, pertanian, manajemen, partisipasi, subak-agung
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CABAIMERAH (CAPSICUM ANNUM L): STUDI KASUS DI SUBAK TIBU BELENG DESA PENYARINGAN KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBERANA Arianta, I Made; Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.945 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.333.%p

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan di Subak Tibu Beleng Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jemberana Provinsi Bali bertujuan untuk mengetahui, tingkat pelaksaan teknik budidaya tanaman cabai merah (Capsicum annum L) dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan teknik budidaya tanaman cabai merah (Capsicum annum L).Teknik observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan tujuan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai obyek penelitian disamping untuk melengkapi data yang telah diperoleh melalui kuesioner maupun wawancara. Hasil penelitian penerapan teknik budidaya cabai merah di Subak tergolong tinggi dengan pencapaian skor 80,% dari skor maksimum.Untuk menjaga penerapan system tanam cabai secara berkesinambungan, maka pemerintah diharapkan dapat membantu pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan melalui petugas PPL pertanian agar pengetahuan petani semakin meningkat.Kata Kunci: tanaman cabai merah, teknik budidaya.
INTERAKSI PETANI DENGAN PENYULUH PERTANIAN DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM SIMANTRI KASUS PADA GAPOKTAN KERTA SARI DESA DUDA TIMUR, KECAMATAN SELAT, KABUPATEN KARANGASEM Widianti, Ni Made
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.014 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.334.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Gapoktan Kerta Sari Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat interaksi petani dengan Penyuluh Pertanian lapangan (PPL), sikap petani anggota Gapoktan terhadap program Simantri dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani mengenai program Simantri di Gapoktan Kerta Sari, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Data yang telah terkumpul ditabulasi berdasarkan pada masing-masing variabel, seperti sikap, pengetahuan dan interaksi sesuai dengan kuisioner yang diajukan kemudian dianalisis secara deskriptif.Dari hasil penelitian  dapat diperoleh bahwa rata-rata pencapaian skor intesitas interaksi antara petani dengan PPL dan pendamping Simantri yang berkenaan dengan program Simantri adalah sebesar 73,33 % dengan interval antara 68,23 % sampai dengan 83,33 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dengan PPL dan pendamping tergolong tinggi. Rata-rata pencapaian skor sikap petani mengenai program Simantri adalah sebesar  76,67 dari skor maksimal dengan kisaran 73,33% sampai dengan 86,67%. Hal ini menunjukkan bahwa sikap petani berada dalam kategori setuju terhadap pengembangan Simantri. Nilai rata-rata pencapaian skor tingkat pengetahuan petani mengenai program Simantri sebesar  70,50 % dengan kisaran antara 8,50% sampai dengan 88%. Ini berarti bahwa petani sampel memiliki rata-rata tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai pengembangan program Simantri. Indikator-indikator yang dikukur adalah meliputi aspek manfaat Simantri, komponen Simantri, teknologi pemeliharaan ternak, pengolahan pupuk organik, pengolahan bio-urine.Kata Kunci : interaksi, gapoktan, simantri
KOMODITAS UNGGULAN AGRIBISNIS PERTANIAN DI DESA KERTA KECAMATAN PAYANGANKABUPATEN GIANYAR Ardana, I Gusti Made Alit
dwijenAGRO Vol 5 No 2 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.475 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.2.335.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan agribisnis pertanian yang dikembangkan di Desa Kerta, untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan dalam pengembangan komoditas unggulan agribisnis pertanian di Desa Kerta, dan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pengembangan komoditas unggulan agribisnis pertanian di Desa Kerta.Hasil penelitian menunjukkan komoditas unggulan agribisnis pertanian di Desa Kerta meliputi : jeruk dengan luasan lahan 226 Ha, pepaya dengan luasan lahan 12,50 Ha, bunga potong tropika jenis Heliconia (pisang-pisangan) dengan luasan lahan 22 Ha, serta bambu jenis Bambu Tabah dengan luasan lahan 35 Ha. Upaya-upaya pengembangan komoditas unggulan agribisnis pertanian di Desa Kerta dilakukan oleh petani, oleh pemerintah, dan oleh pihak/lembaga lain. Dampak yang ditimbulkan dari pengembangan komoditas unggulan agribisnis pertanian di Desa Kerta adalah dampak sosial, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan.Kata Kunci : komoditas unggulan, agribisnis, desa kerta
BAURAN PEMASARAN PUPUK ORGANIK PADATPADA SIMANTRI 174 GAPOKTAN DHARMA PERTIWI DI DESA LUKLUK KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG Lawu, Ersi Yati Rambu
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.713 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.336.%p

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk mendukung program rehabilitas lahan pertanian adalah Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) yang di kembangkan oleh Gabungan Kelompok Tani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bauran pemasaran pupuk organik meliputi produk, harga, saluran distribusi dan promosi dan mengetahui kendala yang dihadapi. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive samplingatau secara dengan beberapa pertimbangan tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok sebanyak 20 orang. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 10 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa  produk yang dihasilkan adalah pupuk organik padat yang diproduksi sebanyak 5 ton/ hari,maka  dalam setiap bulan  mencapai 150 ton. Harga pupuk organik Padat 1.000/kg,serta didistribusikan secara langsung kekonsumen dan secara tidak langsung kekonsumen, promosi yang dilakukan melalui media massa kepada seluruh masyarakat petani di Provinsi Bali. Kendala yang dihadapi oleh Gabungan Kelompok Tani Dharma Pertiwi  dalam bauran pemasaran adalah Persedian produk pupuk organik terbatas karena banyaknya permintaan konsumen dalam jumlah yang banyak, proses produksi masih menggunakan alat sederhana, kurangnya informasi dan jaringan, persediaan alat pengering pupuk organik terbatas sehingga persediaan pupuk organik menjadi sulit dan lama sehingga produk yang dihasilkan kurang efektif untuk digunakan.Kata Kunci : simantri, pupuk organik, pemasaran
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS TANAMAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC.) (STUDI KASUS DI DESA BATUNYA KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN) Aldensi, Petrus Selmut
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.584 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.337.%p

Abstract

Jahe merupakan salah satu jnis tanaman rempah-rempah yang ada di Indonesia.Rimpamg jahe banyak dicari karena memiliki kelebihan dalam hal kesehatan, kesegaran, dan campuran untuk membuat masakan.Penelitian ini bertujuan: (1)untuk mengetahui kekuatan,kelemahan,peluang serta ancaman pada usaha tani jahe di Desa Batunya,Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan.(2)untuk mengetahui strategi pengembangan bisnis jahe saat ini di Desa Batunya,Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di desa batunya,kecamatan baturiti kabupaten tabanan yang penentuan populasi yang digunakan dalam penelitan ini adalah seluruh petani jahe yang terdapat di Desa Batunya Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan secara keseluruhan berjumlah 30 petani.dari 30 orang populasi dan seluruhnya jadi Responden dengan Metode Sensus.Hasil penelitian kekuatan yang ada di Desa Batunya adalah tanahnya subur, gembur dan banyak mengandung humus sehingga sangat cocok untuk tanaman jahe. Kelemahannya adalah kondisi cuaca yang berubah-ubah serta rendahnya sumber daya petani.Ancamannya adalah hama yang menyerang pada daun yakni bubuk putih serta rimpang busuk karena kelebihan air.Peluangnya adalah permintaan jahe oleh konsumen semakin meningkat.Strategi Strength Opportunity (S-O), yaitu Strategi pengembangan bisnis tanaman jahe oleh dan untuk masyarakat. Strategi StrengthThreat (S-T), yaitu Strategi peningkatan ketrampilan petani jahe dan mempertahankan kualitas dan kuantitas petani serta kualitas dan kuantitas hasil pertanianjahe di Desa Batunya. Strategi Weakness Opportunity (W-O), yaitu Strategi pengembangan sarana dan prasarana antara lain perbaikan kualitas tanaman jahe, permodalan membangun kelompok tani jahe untuk menunjang pemasaran jahe di Desa Batunya. Strategi Weakness Threat (W-T), Strategi peningkatan ketrampilan petani jahe di Desa Batunya, anggaran pemerintah daerah perlu di tingkatkan yang akan digunakan untuk membina para petani jahe yang ada di Desa Batunya.Kata Kunci : Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman, Strategi, Bisnis, Jahe.

Page 7 of 20 | Total Record : 197