cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PENGELOLAAN USAHATANI JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) (KASUS PADA PETANI DESA TIBUBENENG, KECAMATAN KUTA UTARA, KABUPATEN BADUNG) Basri, Aprianus; Karyati, Ni Ketut
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.27 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.338.%p

Abstract

Kebutuhan jamur tiram terus meningkat sementara produktifitas yang dicapai masih sangat rendah. Besar kemungkinan bahwa pengetahuan dan sikap petani terhadap pengelolaan usahatani jamur tiram relative belum memadai, dengan demikian pengembangan jamur tiram merupakan suatu tantangan, dan peluang yang perluh ditangani sebagai salah satu usaha diversifikasi pangan untuk memajukan sistem pertanian yang berimbang dan berkembang.Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengetahuan petani, sikap petani, dan informasi pasar yang diperoleh petani di kelompok tani Mekar sari, Desa Tibubeneng, kecamatan Kuta utara kabupaten Badung.Lokasi penelitian ini adalah Kelompok Tani Mekar sari, Desa Tibubeneng, kecamatan Kuta utara, Kabupaten Badung yang berjumlah 30 orang, karena kecilnya populasi maka seluruh populasi dipergunakan sebagai  responden, dengan menggunakan metode Sensus.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata pengetahuan petani mengenai pengelolaan usahatani jamur tiram tergolong tinggi yaitu: (73,33%).rata-rata sikap petani adalah setuju (80,00%) berarti terdapat kecendrungan yang positif terhadap pengelolaan usahatani jamur tiram.informasi pasar diperoleh dari pengurus kelompok tani  dan sumber informasi lainnya,sumber informasi terbesar berasal dari pengurus kelompok tani (66,67%).Dapat disarankan beberapa hal yaitu: diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai pengelolaan jamur tiram, dan kegiatan pelatihan-pelatihan yang bersifat partisipatif guna mendorong peningkatan motivasi petani dalam melakukan perbaikan- perbaikan dalam pengelolaan usahatani jamur tiram dan bagaimana memasarkannya.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, informasi pasar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN UASAHATANI BAWANG MERAH (KASUS DI KELOMPOK TANI MERTHA JAYA DAN MEKAR SARI DESA SONGAN B, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN KLUNGKUNG) Yudistira, I Dewa Made; Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.984 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.339.%p

Abstract

Bawang merah memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan konsumsi pangan sehingga memiliki peluang ekonomis tinggi untuk diusahakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah di Kelompok Tani Mertha Jaya dan Mekar Sari. Penelitian ini dilakukan di kelompok tani Mertha Jaya da Mekar Sari di Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang dipilih secara purposive sampling (secara sengaja). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani pada Kelompok tani Mertha Jaya dan Mekar Sari yaitu sebanyak 44 petani, dan diambil semua  populasi pada kelompok tersebut dengan teknik sampling yaitu sensus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linier berganda dengan alat analisanya software SPSS 20.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah di kelompok tani Mertha Jaya dan Mekar Sari di desa Songan B seluruh variabel bebas berpengaruh positif terhadap pendapatan uasahatani bawang merah, kecuali variabel biaya tenaga kerja (X11). Terdapat 3 faktor yang berpengaruh secara signifikan yaitu (1) Faktor biaya pupuk urea (X6) dengan nilai koifisien 0,216,(2) Faktor biaya pupuk NPK (X7) dengan nilai koifisien 0,197.(3) Faktor biaya pupuk kandang (X8) dengan nilai koifisien 0,556.Kata kunci : biaya, pendapatan, bawang merah
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN KOMODITAS KENTANG (STUDI KASUS DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN) Martini, Ni Luh Putu Eka; Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.016 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.340.%p

Abstract

Penelitian ini berjudul â??Saluran dan Marjin Pemasaran Komoditas Kentang di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabananâ? penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran dan marjin pemasaran komoditas kentang di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara  purposive sampling (seluruh jumlah populasi diambil sebagai responden dengan metode Sensus sebanyak 50 Petani kentang. Analisis data menggunakan rumus marjin dan rumus farmer,s share.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti yaitu : Saluran I  : Petani àPedagang Pengepul à Pedagang Besar àPedagang PengeceràKonsumen. Saluran II : PetaniàPedagang PengepulàPedagang Pengecer àKonsumen. Saluran III  : Petani pedagang besaràPedagang PengeceràKonsumen. Saluran IV : PetaniàPedagang PengepulàKonsumen. Berdasarkan pengolahan data secara statistik maka didapatkan marjin pemasaran melalui saluran I sebesar Rp. 7.750,00, saluran II sebesar Rp. 7.500,00, saluran III sebesar Rp. 6,000,00 dan pada saluran ke IV yaitu Rp. 4.000,00. Dari 50 orang petani sebanyak 20 orang petani menjual kentang melalui saluran I, 15 orang melalui saluran II, 10 orang petani melalui saluran III dan hanya 5 orang yang melalui saluran IV.Kata kunci : saluran, marjin  pemarasan, kentang
TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI RUMPUT LAUT (EUCHEMACOTTONII) (DI KELOMPOK TANI HIMBU LURI, DESA MBURUKULU, KECAMATAN PAHUNGA LODU, KABUPATEN SUMBA TIMUR) Dima, Ferdinandus Umbu; Yastini, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.835 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.341.%p

Abstract

Rumput laut adalah salah satu komoditas unggulan perdagangan dunia.Indonesia merupakan negara penyedia rumput laut sebagai bahan baku industri. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tingkat Pendapatan Usahatani  Rumput Laut di Kelompok Tani Himbu Luri, Desa Mburukulu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, dan kelayakan usaha budidaya rumput laut ditinjau dari R/C. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling (sebanyak 20 orang). Metode analisis data menggunakan analisis penerimaan, pendapatan serta analisis kelayakan usaha ditinjau dari R/C. Kegiatan dalam usaha budidaya rumput laut meliputi pemilihan lokasi, persiapan bibit, pengaturan jarak tanam, pemiliharaan, dan pemanenan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, usaha budidaya rumput laut membutuhkan biaya tetap sebesar Rp4.824.165,00/luas garapan/bulan.Penerimaan usaha budidaya rumput laut sebesar Rp9.327.500,00/luas garapan/bulan. Kelayakan usaha budidaya rumput laut ditinjau dari R/C adalah sebesar 1,93 yang artinya usaha tersebut layak diusahakan. Untuk meningkatkan pendapatan petani, hasil panen rumput laut dapat diolah menjadi tepung rumput laut dan produk olahan rumput laut seperti dodol, kripik bawang, dll.KataKunci : budidaya rumput laut, penerimaan, pendapatan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI DENGAN PENANAMAN PADI SISTEM JAJAR LEGOWO (KASUS DI SUBAK SEMAON DESA PUHU, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR) Fitri, Ni Wayan
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.823 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.342.%p

Abstract

Upaya dalam peningkatan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia khususnya padi sebagai kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sangat penting, hal ini karna dari tahun ke tahun kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat pendapatan petani dengan penerapan sistem tanam jajar legowo di Subak Semaon, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar; (2) mengetahui faktor manakah yang berpengaruh paling dominan terhadap pendapatan usahatani padi dengan penerapan sistem tanam jajar legowo di Subak Semaon, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.Penelitian ini dilakukan di Subak Semaon, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?. Jumlah petani sampel yang di ambil adalah sebanyak 60 dari 150 populasi, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, sedangkan untuk penentuan banyaknya jumlah petani sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor luas lahan berpengaruh paling dominan dalam upaya peningkatan pendapatan usahatani padi dengan penerapan sistem tanam jajar legowo.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa faktor luas lahan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.Kata Kunci :jajar legowo, faktor-faktor, pendapatan
PENGELOLAAN USAHATANI BUNGA KRISAN (CRHYSANTEMUM MORIFOLIUM) (STUDI KASUS BANJAR KEMBANGMERTA, DESA CANDIKUNING, KABUPATEN TABANAN) Puspitawati, Ni Ketut Ari
dwijenAGRO Vol 6 No 1 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.075 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.1.343.%p

Abstract

Bunga Krisan merupakan salah satu produk holtikultura yang banyak dikembangkan petani Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.Permintaan  pasar akan bunga semakin meningkat, baik untuk keperluan dekorasi, pewangi/parfum, agama, dan untuk campuran beberapa minuman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolan proses produksi bunga krisan, pendapatan petani dan R/C ratio usahatani bunga krisan di Banjar Kembangmerta.Penelitian dilaksanakan di Banjar Kembangmerta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.Lokasi penelitian dipilih dengan metode purposive. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh petani Bunga Krisan yang terdapat di Banjar Kembangmerta sebanyak 30 orang, diambil seluruhnya sebagai Responden dengan metode sensus yaitu teknik menentukan responden penelitian dengan menggunakan seluruh populasi menjadi responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan teknik wawancara, kuisioner, observasi, dan dokumentasi.Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan metode deskriftif.Hasil penelitian ini menunjukkan pengelolaan Usahatani bunga krisan dimulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan, panen, hingga pasca panen.Dari persiapan lahan hingga panen dibutuhkan waktu 90 â?? 115 hari/±3 bulan sehingga dalam 1 tahun petani dapat mencapai 3 kali masa panen.Besar pendapatan yang diperoleh dalam 1 tahun oleh petani bunga krisan di Banjar Kembang Merta adalah Rp. 21.857.900/rata â?? rata luas lahan garapan. Berdasarkan pada penghitungan R/C ratio dengan hasil 2,07 maka usahatani bunga krisan yang dilaksanakan di Banjar Kembangmerta dikategorikan menguntungkan.Kata Kunci : bunga krisan, usahatani, pengelolaan, pendapatan.
ANALISIS USAHATANI WORTEL (DOUCUS CAROTA) (KASUS DI DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG) Rewa, Katrina Hada; Pushpha, Anak Agung Gde
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.148 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.344.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui penerimaan usahatani wortel; (2) untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani wortel; (3) Untuk mengetahui usahatani wortel menguntungkan atau tidak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini di laksanakan di Desa Pancasari,Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dan pemilihan lokasinya di lakukan secara sengaja (purposive) Jumlah petani sebagai sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan usahatani wortel Rp 9.500,000,00/ luas garapan yaitu 20 are atau 47.500,000,00/ ha. Rata â?? rata produksi yang di hasilkan 1.000 kg/ luas garapan atau 5.000 kg/ha. Rata â?? rata harga yang di peroleh oleh petani Rp 9.500,00 dengan kisaran antara Rp 8.000,00 sampai dengan Rp 10.000,00.berdasarkan pada analisa usahatani, rata- rata pendapatan usahatani wortel sebesar Rp 7.521,100,00/ luas garapan atau sebesar 37.190.500,00/ ha.Kata Kunci : penerimaan, pendapatan, wortel
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TERHADAP USAHATANI CABE RAWIT (KASUS DI SUBAK BUMBUNGAN, DESA BUMBUNGAN, KABUPATEN KLUNGKUNG) Dwipayana, I Kadek Krisna; Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.233 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.345.%p

Abstract

Cabe rawit merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura. Tanaman ini termasuk jenis sayuran dan buah-buahan. Cabe rawit dibudidayakan oleh banyak petani. Berdasarkan hal tersebut, diangkat judul penelitian Pengetahuan dan Sikap Petani terhadap Pertanian Cabe Rawit. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sikap petani mengenai usahatani cabe rawit; (2) untuk mengetahui pengetahuan petani mengenai usahatani cabe rawit; (3) untuk mengetahui tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL mengenai pengembangan usahatani cabe rawit; dan (4) untuk menggambarkan hubungan antara sikap dan pengetahuan petani dan (5) interaksinya dengan mahasiswa PPL mengenai usahatani cabe rawit di Subak Bumbungan, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling atau secara sengaja dengan pertimbangan. Subak Bumbungan berpotensi untuk pengembangan usahatani cabe rawit dan belum pernah dilakukan penelitian tentang usahatani cabe rawit. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 86 orang, sedangkan sampel penelitian ini adalah sebanyak 50 orang, yang diambil secara simple random sampling (acak sederhana). Metode analisisnya menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan petani anggota Subak Bumbungan Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung; mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit adalah tergolong tinggi (74,50). Rata-rata sikapnya adalah tergolong setuju (80,50)  terhadap pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Sedangkan rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dengan mahasiswa PPL termasuk dalam kategori sedang  (70,50). Melalui analisa statistika Chi Square diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang nyata antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai pengembangan usahatani tanaman cabe rawit. Selain   itu, terdapat juga hubungan yang nyata antara tingkat intensitas interaksi antara anggota subak dan juga antara anggota subak dengan agen/aparat penyuluh, dengan tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi yang diberikan dalam hal ini teknologi pengembangan tanaman cabe rawit.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Caberawit
NILAI EKONOMI DALAM USAHATANI CABE PAPRIKA MELALUI SISTEM GREEN HOUSE (KASUS DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI) Sukerena, Wayan
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.243 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.346.%p

Abstract

Cabe Paprika merupakan bahan pangan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, komoditas ini disebut penting karena sebagai bahan bumbu masak  yang sangat diperlukan  oleh  Hotel, Restoran, Rumah Makan dan bahkan setiap rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green house; (2) Untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani  cabe paprika melalui sistem green house; (3) Mengetahui R/C ratio dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green nhouse; (4) Kendala-kendala yang dihadapi dalam usahatani  cabe paprika melalui sistem green house di  Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan populasi 76 orang dan sampel diambil sebanyak 38 orang dengan metode sampel random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani  cabe paprika melalui sistem green house adalah sebesar Rp 146.039.000,00 per luas garapan, yaitu 10,03 are dalam satu musim tanam. Rata-rata produksi  cabe paprika per luas garapannya (10,03 are) adalah mencapai 16.048 kg. Rata-rata harga yang diperoleh petani  adalah sebesar Rp 30.000/kg,  Berdasarkan pada perhitungan analisa usahatani, rata-rata pendapatan petani dari usahatani cabe paprika melalui sistem green house adalah sebesar Rp  335.401.000,00 /luas garapan/musim tanam. Hasil perhitungan perbandingan antara total penerimaan  dengan total biaya yang dikeluarkan (R/C) diperoleh R/C rasio sebesar  3,30 Ini berarti bahwa setiap tambahan satu unit biaya akan memberikan tambahan penerimaan sebesar 3,30 unit penerimaan.Kata Kunci : cabe paprika, green house, nilai ekonomi.
PERANAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM GREEN HOUSE CABAI PAPRIKA (KASUS PADA PETANI DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN) Suarsana, I Nyoman
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.4 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.347.%p

Abstract

Kabupaten Tabanan selain pusat pertanian, Tabanan juga merupakan salah satu tujuan wisata di Bali. Produktivitas yang dicapai petani masih rendah, sementara  kebutuhan cabai paprika akan terus meningkat dengan demikian besar kemungkinan prilaku pengetahuan dan sikap petani terhadap teknologi budidaya cabai paprika belum memada.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan pengetahuan petani dalam penerapan sistem teknologi green house cabai paprika di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Lokasi penelitan dipilih secara purposive sampling atau secara sengaja yaitu pada petani di Desa Candikuning Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan . Dengan  keterbatasan waktu, dan tenaga, serta tidak semua petani  dijadikan unit penelitian, sehingga dilakukan sampling dengan teknik �simple random sampling�, jumlah petani pemilihan sampel yang diambil adalah sebanyak 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner, wawancara, dan observasi.Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisi Chi Square.Hasil penelitian menunjukan Sikap petani terhadap penerapan teknologi sistem green house cabai paprika adalah setuju dengan rata- rata pencapaian skornya  adalah 68,04% Pengetahun petani terhadap penerapan teknologi sistem green house cabai paprika tergolong tinggi yaitu: dengan rata-rata pencapaian skornya  adalah 73.46%  . Tingkat interaksi antara petani dengan PPL dalam penerapan sistem teknologi green house cabai paprika di Desa Candukuning termasuk tinggi, yang mana rata-rata pencapaian skornya 70,34%. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan pengetahuan petani, dan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap.Dapat disarankan beberapa hal yaitu diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai teknologi sistem green house guna meningkatkan pengetahuan petani sekaligus sikap petani.Kata Kunci :sikap ,pengetahuan,interaksi,penyuluhan,green house  

Page 8 of 20 | Total Record : 197