cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PRILAKU PETANI TERHADAP USAHATANI JAGUNG MANIS KASUS DI SUBAK SELANGIT, DESA GETAKAN, KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG Sangging, I Ketut
dwijenAGRO Vol 4 No 2 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.479 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.2.317.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (i) mengetahui tingkat pengetahuan petani mengenai teknologi pengembangan tanaman jagung manis; (ii) mengertahui sikap petani terhadap pengembangan tanaman jagung manis; (iii) mengetaui tingkat intensitas interaksi antara penyuluh dengan petani dalam kaitannya dengan pengembangan jagung manis; dan (iv) mencari hubungan antara sikap dengan pengetahuan, sikap dan pengetahuan dengan tingkat intensitas interaksi dengan penyuluh pertanian lapangan; (v) mengetahui kendala-kendala yang hadapi oleh petani. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara â??Purposive Samplingâ? atau secara sengaja dengan mengambil 50 petani sebagai Responden Analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dan statistic, yaitu Chi Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani tentang pengembangan jagung manis berada pada kategori tinggi. Rata-rata sikap petani berada dalam kategori setuju terhadap pengembangan tanaman jagung manis, Rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dengan PPL berada pada kategori tinggi. Berdasarkan pada analisa Chi Square terlihat bahwa terdapat hubungan yang nyata antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai teknologi pengembangan tanaman jagung manis di Subak Selangit yang ditunjukan oleh hasil analisa Chi Square bahwa angka X² hitung lebih besar dari pada X² tabel, yaitu masing-masing 8,492 dan 3,841.Kata Kunci : Prilaku Petani, Usahatani, Jagung Manis
PERILAKU PETANI TERHADAP TEKNIK PENGGUNAAN FERRO PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK) KASUS DI SUBAK-ABIAN BUANA MEKAR, DESA ANGKAH, KECAMATAN SELEMADEG BARAT, KABUPATEN TABANAN Murtiasa, I Wayan; Suwastawa, I Nyoman Goya
dwijenAGRO Vol 4 No 2 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.741 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.2.318.%p

Abstract

Salah satu komoditas utama di provinsi Bali pada subsektor perkebunan adalah kakao dimana hingga saat ini telah mengalami perkembangan cukup pesat. Kabupaten Tabanan juga merupakan salah satu sentra produksi kakao di Bali. Dalam beberapa tahun terakhir ini petani menghadapi masalah hama penggerek buah kakao (PBK), sehingga produktivitas kebun mereka umumnya turun, selain masih rendahnya kualitas biji kakao. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap penggunaan ferro PBK di Subak-abian Buana Mekar, Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat, dan hubungan antara pengetahuan dengan sikap petani mengenai penggunaan ferro Penggerek Buah Kakao. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 50 petani dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara survai yang menggunakan daftar pertanyaan selain wawancara langsung dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan analisa statistika Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian skor sikap petani terhadap penggunaan ferro PBK adalah  80,20  % dari skor maksimal, yaitu dengan kisaran antara 68,00 % sampai dengan 88,00 %, yang berarti setuju terhadap penggunaan ferro PBK. Rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai penggunaan ferro PBK adalah termasuk pada kategori tinggi, yaitu dengan rata-rata pencapaian skor sebesar 70,00 % dari skor maksimal, dengan kisaran antara 60,00 % sampai dengan 82,00 %. Terdapat hubungan yang nyata antara sikap dengan tingkat pengetahuan petani mengenai penggunaan ferro PBK yang diperoleh dari hasil analisis Chi Square, dimana besarnya nilai x2 hitung adalah 8,001 dan lebih besar dari pada nilai x2 tabel (5 %) yang besarnya 3,841. Dapat disarankan agar Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tabanan termasuk juga Dinas Perkebunan Provinsi Bali diharapkan agar mampu mendorong terimplementasikannya penggunaan ferro PBK di tingkat petani melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.Kata Kunci : Prilaku Petani, Teknik Penggunaan Ferro, Buah kakao
PRILAKU PETANI TERHADAP METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION ( SRI ) DI SUBAK SELAT, DESA SELAT, KECAMATAN SELAT, KABUPATEN KARANGASEM Regen Sastrawan, Gusti Komang; Karyati, Ni Ketut
dwijenAGRO Vol 4 No 2 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.245 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.2.319.%p

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sikap, pengetahuan dan tingkat intensitas interaksi petani terhadap metode system of rice intensification, untuk mengetahui hubungan antara sikap dengan pengetahuan petani, mengetahui tingkat intensitas interaksi antara sikap petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL); dan mengetahui hubungan antara tingkat intensitas interaksi antara pengetahuan petani dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Penelitian ini dilakukan di Subak Selat Desa Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem yang ditentukan secara sengaja, dengan mengambil sampel sebanyak 50 petani secara acak sederhana. Data dianalisis dengan metode deskriptif dan analisa statistika, yaitu Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani mengenai pengembangan agribisnis kakao berada pada kategori sedang, yaitu rata-rata pencapaian skornya adalah 65,23 % dari skor maksimal Rata-rata pencapaian skor dari variabel sikap adalah 75,06 % dari skor maksimal ini menunjukkan sikap petani berada pada  kategori setuju, sedangkan untuk tingkat intensitas interaksinya dengan PPL diperoleh skor rata-rata 61,66 % dari skor maksimal, ini menunjukan tingkat intensitas petani berada pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang nyata antara sikap petani dengan pengetahuannya terhadap penerapan metode system of rice intensiification, begitu juga dengan tingkat intensitas interaksinya antara sikap dan pengetahuan petani dengan PPL.Kata Kunci : Prilaku Petani, SRI
MODAL SOSIAL DAN KEGIATAN EKONOMIS SUBAK: KASUS DI SUBAK KEDUA, KOTA DENPASAR Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 4 No 2 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.759 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.2.320.%p

Abstract

Tantangan ke depan bagi pembangunan pertanian di Bali adalah terwujudnya kelembagaan subak dengan kearifan lokalnya mampu menjadi organisasi yang bersifat sosio-agraris-religius yang dapat beradaptasi dengan tuntutan ekonomis anggotanya seiring dengan program-program pembangunan pertanian dan perdesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan ekonomis di tingkat subak dan menggambarkan elemen-elemen modal sosial yang berperan dalam kegiatan ekonomis subak. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Subak Kedua, Denpasar. Sampel diambil secara acak sebanyak 20 petani untuk memperoleh data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalilis dengan menggunakan metode deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Serba Usaha Subak Kedua yang beranggotakan 61 orang memiliki beberapa kegiatan ekonomis yaitu (i) penyediaan sarana produksi; (ii) pinjaman kredit kepada anggota; dan (iii) kemitraan usaha dengan pihak lain. Elemen-elemen modal sosial pada Subak Kedua terdiri dari tiga dimensi utama yaitu kepercayaan, norma, dan jaringan sosial. Rasa saling percaya di antara anggota subak terlihat pada pengelolaan bisnis di tingkat subak yang didasarkan atas norma-norma (awig-awig). Subak Kedua juga memiliki jaringan sosial dengan pihak lain dalam pengelolaan irigasinya dan kegiatan-kegiatan ekonomis subak. Dapat disarankan agar dilakukan pembinaan yang semakin intensif dalam pengembangan agribisnis di tingkat subak seperti aspek manajemen, administrasi dan usaha-usaha bisnis yang menguntungkan bagi petani dan lembaga subak. Selain itu, diperlukan adanya tambahan modal usaha bagi koperasi sehingga para anggta dapat memperoleh kredit yang lebih tinggi.Kata kunci : Modal sosial, subak, pertanian, koperasi 
ANALISIS USAHATANI TOMAT STUDI KASUS, DI DUSUN TITIGALAR, DESA BANGLI, KABUPATEN TABANAN Goya Suwastawa, I Nyoman; Damur, Hilarius
dwijenAGRO Vol 4 No 1 (2014): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.085 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.4.1.321.%p

Abstract

Tomat memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan konsumsi pangan sehingga memiliki peluang ekonomis yang tinggi untuk diusahakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan petani dan R/C ratio dari usahatani tomat. Penelitian ini dilakukan Di Dusun Titigalar, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang dipilih secara (sengaja). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengusahakan tanaman Tomat yang berjumlah petani, dan seluruhnya diambil sebagai Responden. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, kusioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis usahatani dan metode deskriftif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata biaya total yang dikeluarkan Petani, di Dusun Titigalar, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan adalah Rp7.568.950,00 Dengan harga jual rata-rata Rp 6.000 kg. Rata-rata penerimaan petani dari usahatani Tomat per musim tanam adalah sebesar Rp 14.736.000 per luas garapan. Penerimaan Rata-rata per hektar adalah Rp 69.739.706,58 ha serta pendapatan Rata-rata per petani per musim tanam adalah Rp. 7.167.050,00 per luas garapan dengan rata-rata pendapatan perpetani per hektar adalah Rp 33.918.835,78 ha. Dengan R/C yang telah dianalisis didapat 1,95 maka berarti bahwa usahatani tomat yang diusahakan di Dusun titigalar tersebut adalah menguntungkan.Kata Kunci : Tomat, Biaya, Pendapatan
KINERJA COORPORATE FARMING SAYURAN DATARAN TINGGI DAN UPAYA STRATEGIS UNTUK MENCAPAI OPTIMASI Widyantara, Wayan
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.681 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.322.%p

Abstract

Artikel ini bertujuan menerangkan kinerja usahatani sayuran yang manajemennya berada dalam bentuk coorporate farming. Apakah manajemen usahatani yang berada dalam bentuk coorporate farming telah menghasilkan kinerja yang menghasilkan usahatani yang efisien dalam menggunakan biaya dan menghasilkan produk sayuran yang optimal dan kompetitif dipasar. Jika belum, usaha strategis apakah yang mungkin dapat dilakukan oleh manajer agar coorporate farming menjadi optimal dalam berproduksi. Ternyata coorporate farming telah berkinerja cukup baik, tetapi belum efisien dan belum mampu   berproduksi optimal. Oleh karena itu usaha strategis yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah  meningkatkan produksi 1,5 â?? 2,0 kali lipat, dan menurunkan harga jual sebesar 25 % - 50%. Kecuali pada komoditi  selada. Komoditi ini telah diproduksi secara efisien dengan harga jual yang sangat kompetitif.Kata kunci : kinerja, corporate farming, efisiensi, dan strategi
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN BIJI KAKAO KASUS DI SUBAK ABIAN SUCI, DESA GADUNGAN, KECAMATAN SELEMADEG TIMUR Andana, I Made Beni
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.915 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.323.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kakao, marjin pemasaran dan bagian keuntungan serta biaya yang timbul di masing-masing lembaga pemasaran dan besar farmerâ??s share yang didapatkan oleh petani kakao di Subak Abian Suci, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur. Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Suci, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan metode â??Purposive Samplingâ?. Hasil penelitian menunjukkan Dalam pemasaran biji kakao di Subak Abian Suci, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan terdapat dua tipe saluran pemasaran. Saluran pemasaran satu adalah Petani produsen àPedagang Pengumpul àPedagang besar àKonsumen sebanyak 64%. Tipe pemasaran dua adalah Petani Produsen àPedagang Besar àKonsumen sebanyak 36%. Dengan Marjin pemasaran pada saluran pemasaran satu adalah sebesar Rp. 10.500 dengan biaya yang timbul pada lembaga pemasaran pedagang pengumpul sebesar Rp. 1.300 dan pada pedagang besar Rp. 1.100. Marjin pemasaran pada saluran pemasaran dua adalah Rp. 5.500 dengan biaya yang timbul pada petani produsen sebesar Rp. 1.400 dan pada pedagang besar Rp. 1.100. Nilai farmerâ??s share sebesar 63,16 %, sedangkan pada saluran pemasaran II sebesar 80,7 %. Semakin besar bagian harga yang diterima oleh petani, dapat dikatakan bahwa saluran pemasaran tersebut semakin efisien. Dengan demikian maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran II.Kata kunci : Margin, Pemasaran, Kakao
PROPORSI PENDAPATAN PETANI DARI USAHATANI INTEGRASI TANAMAN DAN TERNAK: STUDI KASUS DI DESA SABA KECAMATAN BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR PROVINSI BALI Sappu, Marten Luter Matti
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.275 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.324.%p

Abstract

Pola integrasi antara tanaman dan ternak dilakukan oleh petani sudah dalam jangka waktu yang lama hanya berdasarkan pada pengalamannya. Pola integrasi terus berkembang sehingga limbah usahatani berguna sebagai pakan ternak. Kegiatan tersebut cukup memiliki prospek dalam mendukung konsep â?Crops Livestock Systemâ? (CLS) sebagai langkah efisiensi usahatani. Penelitian yang di laksanakan di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali bertujuan untuk menggambarkan komposisi bentuk-bentuk integrasi tanaman â?? ternak pada lahan pertanian petani dan untuk mengetahui seberapa besar proporsi pendapatan petani yang melakukan integrasi tanaman dan ternak dari masing-masing komoditasnya. Pola integrasi yang dilakukan oleh petani di Desa Saba adalah Jeruk-Kopi-Kakao-Sapi dan Babi; Jeruk-Kopi-Sapi dan Babi; Jeruk-Kakao-Sapi dan Babi; dan Kopi-Kakao-Sapi dan Babi. Pendapatan petani usahatani jeruk yaitu sebesar 50,84  %, usahatani kopi (29,11  %), kakao (6,26 %). Ternak sapi 11,47 % dan babi sebesar 2,32 %. Pemerintah diharapkan dapat membantu pelaksanaan pembinaan guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui integrasi lahan pertanian serta diperlukan adanya penelitian yang lebih mendalam mengenai analisa perbedaan pendapatan petani dari setiap pola integrasi usahatani yang dilakukan oleh para petani.Kata Kunci : Pendapatan, Integrasi, Ternak, Usahatani
PRILAKU PETANI TERHADAP USAHATANI CABE RAWIT : KASUS DI BANJAR TAMAN TANDA, DESA BATUNYA, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Parwata, I Gede; Astuthi, Made Mika Mega
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.139 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.325.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani, tingkat pengetahuan petani, dan  menganalisa hubungan antara sikap dan pengetahuan petani terhadap usaha tani cabe rawit di Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 50 dari 128 populasi. Hasil analisis tujuan pertama menunjukkan bahwa Rata-rata sikap petani di Banjar Taman Tanda Desa Batunya Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan terhadap usahatani cabe  adalah tergolong setuju, yaitu dengan rata-rata pencapaian skornya adalah 82,40 % dari skor maksimal. Indikator-indikator yang diukur adalah pemupukan berimbang, penggunaan benih, irigasi, dan pengendalian hama dan penyakit. Hasil analisis tujuan kedua menunjukkan bahwa Rata-rata tingkat pengetahuan petani di Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan mengenai usahatani cabe adalah tergolong tinggi yaitu dengan pencapaian skor 76,50 % dari skor maksimal.  Indikator yang diukur pada variabel pengetahuan ini adalah pengertian usahatani tanaman cabe, pemupukan berimbang, penggunaan, irigasi dan pengendalian hama dan penyakit tanaman cabe. hasil analisis tujuan ketiga menunjukkan bahwa Hasil analisa statistikan dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh bahwa terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pengetahuan dengan sikap petani mengenai usahatani cabe. Nilai X2 hitung pada hubungan antara variabel sikap dengan pengetahuan tersebut adalah 7,94 yang lebih besar dari pada angka X2 tabel (0,05), yaitu 3,841.Kata Kunci : Sikap petani, pengetahuan petani, dan Cabai rawit
SIKAP DAN PENGETAHUAN PERTERNAK TERHADAP PENGENDALIAN VIRUS NEWCASTLE DISEASE ( ND ) KASUS GAPOKTAN AYU MERTA, DESA PASEDAHAN KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM Yastini, Ni Nengah; Gunadi Yasa, I Wayan
dwijenAGRO Vol 5 No 1 (2015): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.589 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.5.1.326.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap perternak terhadap pengendalian virus New castle disease ( ND ) di kelompok ternak gapoktan Ayu merta , Desa Pasedahan  Kecamatan Manggis, dan hubungan antara pengetahuan dengan sikap perternak mengenai pengendalian virus ND pada ayam buras. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 50 perternak dengan menggunakan teknik simple random sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian skor sikap perternak berada pada kategori setuju. Rata-rata tingkat pengetahuan perternak mengenai Pengendalian virus ND adalah termasuk pada kategori tinggi. Indikator yang diukur adalah cara penanggulangan virus ND dan  dampaknya serangan virus ND. Rata-rata tingkat intensitas interaksi perternak dengan PPL adalah tergolong tinggi. Hasil analisa Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara sikap dengan tingkat pengetahuan perternak mengenai pengendalian virus ND. Terdapat juga hubungan yang nyata juga antara variabel tingkat intensitas interaksi perternak dengan PPL dengan sikap dan pengetahuannya mengenai pengendalian virus ND.Kata Kunci : Sikap, Pengetahuan, Pengendalian Virus ND

Page 6 of 20 | Total Record : 197