cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
STRATEGI PEMASARAN CABE PAPRIKA DI DESA CANDIKUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN Febriyanto, Gede Riyan
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.363 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.348.%p

Abstract

Di Provinsi Bali juga merupakan salah satu penghasil paprika di Indonesia, meskipun lahan paprika di Bali tidak seluas lahan paprika di Jawa Barat, namun usahatani paprika di Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi  pemasaran cabe paprika di Desa Candikuning. Dan mengetahui kendala-kendala pemasaran cabe paprika yang di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Lokasi penelitian ini ditentukan secara purposive sampling.Jumlah populasi petani cabe paprika dalam penelitian ini sebanyak 76 orang petani,dan yang ditetapkan sebagai anggota sampel berjumlah 36 orang petani,  dengan menggunakan tehnik pengambilan data petani secara acak dan sederhana(â??Simple Random Samplingâ?).Strategi pemasaran yang digunakan oleh petani diDesa Candikuning adalah melalui â??4Pâ? yaitu : produk, harga, saluran distrubusi, dan promosi. Dari segi produk yang dihasilkan oleh petani sampel di Desa Candikuning yaitu berupa produk segar yang memiliki kualitas grade super, sedang, dan kecil, dari segi harga disesuaikan dengan kualitas cabe paprika, saluran distribusi di Desa Candikuning yaitu pedagang pengepul langsung mendatangi petani ke kebun untu memanen cabe paprika yang sudah matang dan pengepul langsung membawa peralatan pengukur berat berupa timbangan dan bahan-bahan untuk pengemasan, promosi petani sampel di Desa Candikuning masih minimnya pengetahuan sehingga belum melakukan promosi ke supermarket maupun ke hotel-hotel.Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh petani cabe paprika diantaranya dari tingkat harga, hama dan penyakit, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.Kata Kunci : Paprika, Strategi, Pemasaran
SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN KOPI (KASUS DI KELOMPOK TANI MERTA SARI, DESA PENGLUMBARAN, KABUPATEN BANGLI) Arya, I Komang; Yastini, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.573 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.349.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui Saluran Pemasaran kopi di Kelompok tani Merta Sari Desa penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli; (2) Mengetahui Marjin Pemasaran dan bagian keuntungan serta biaya yang timbul di masing-masing Lembaga Pemasaran di Kelompok Merta Sari Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Merta Sari Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.Penentuan lokasi penilitian dilakukan dengan metode â??purposive samplingâ?. Jumlah petani sampel yang diambil adalah sebanyak 25 dari 40 populasi dengan mengguanakan sample random sampling.Biaya pemasaran (Marketing Cost) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapat pesanan pelanggan dan penyerahan produk atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen akhir.Margin pemasaran bukanlah satu indikator yang menentukan efisiensi pemasaran suatu komoditas. Salah satu indikator lain adalah dengan membandingkan harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir atau biasa disebut dengan farmerâ??s share, dan dinyatakan dalam persentase. Farmerâ??s Share memiliki hubungan negative dengan margin pemasaran, sehingga semakin tinggi pemasaran maka bagian yang akan diperoleh petani semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran di Desa Penglumbaran (1)Petaniâ??Pedagang Pengumpulâ??Pedagang Besarâ?? Konsumen (2) Petani â?? Pedagang Pengumpul â??Konsumen. Berdasarkan pengolahan data secara statistik maka didapatkan margin pemasaran melalui saluran I sebesar Rp3.700,00 saluran pemasaran II sebesar Rp4.100,00. Margin Pemasaran pada saluran II paling besar. Hal ini disebabkan oleh jenis-jenis lembaga pemasaran yang terlibat pada saluran I lebih banyak dibandingkan pada saluran II.Kata Kunci : saluran, marjin pemasaran, kopi
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP PETANI DALAM FERMENTASI BIJI KAKAO (KASUS DI SUBAK ABIAN PANGKUNG SAKTI I, DESA ANGKAH, KABUPATEN TABANAN) Monek, Wilibrordus; Sedana, Gede
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.293 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.350.%p

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekspor tinggi. Di Bali, kakao merupakan salah satu komoditas andalan yang mampu menyediakan lapangan kerja bagi petani dan keluarganya, sumber pendapatan dan menambah devisa Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor â?? faktor yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao di Subak Abian Pangkung Sakti I dan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Penelitian ini dilakukan di Subak Abian Pangkung Sakti I, Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan yang dipilih secara purposivesampling. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 49 orang petani, dengan menggunakan teknik sensus.Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regesi linear berganda kemudian data diolah menggunakan komputerisasi program SPSS versi 20.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao adalah luas lahan, lama pendidikan, tenaga kerja, dan harga jual.Namun faktor Luas lahan dan tenga kerja yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Sedangkan faktor lama pendidikan dan harga jual tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap petani dalam fermentasi biji kakao.Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi sikap petani dalam fermentasi biji kakao adalah tenaga kerja.Kata kunci : Kakao, sikap, fermentasi, produksi, dan penyuluhan.
SIKAP DAN PENGETAHUAN PETANI TERHADAP PENGELOLAAN RUMPUT LAUT (EUCHEMA COTTONII) (KASUS DI KELOMPOK TANI GILI PASIR PUTIH DESA BATUMULAPAN, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG) Sanjaya, Made Arya Wira
dwijenAGRO Vol 6 No 2 (2016): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.655 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.6.2.351.%p

Abstract

Pengelolaan rumput laut di Kecamatan Nusa Penida telah berkembang menjadi salah satu sentra produksi rumput laut karena didukung oleh kondisi geografis yang sesuai untuk perkebunan rumput laut.Usaha pengelolaan rumput laut yang sebagian besar masih dilakukan dalam sekala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap, pengetahuan dan intensitas interaksi petani dengan PPL mengenai pengelolaan rumput laut di kelompok tani Gili Pasir Putih Desa Batumulapan Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan hubungan antara ketiga variabel tersebut.Lokasi penelitian ini adalah Kelompok Tani Gili Pasir Putih Desa Batumulapan Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang terpilih secara purposive sampling.Semua petani anggota Kelompok Tani Sebanyak 32 orang diambil sebagai responden.Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi.Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis Chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan petani mengenai pengelolaan rumput laut adalah tergolong tinggi dengan skor 74,50% dari skor maksimal. Rata-rata sikap terhadap pengelolaan rumput laut adalah setuju dengan skor 72,20% dari skor maksimal. Rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani anggota kelompok dengan PPL termasuk sedang dengan skor 50% dari skor maksimal.Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan pengetahuan, dan antara intensitas interaksi dengan pengetahuan dan sikap petani.Dapat disarankan beberapa hal yaitu diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai pengelolaan rumput laut dan kegiatan pelatihan-pelatihan yang partisipatif guna mendorong peningkatan motivasi petani dalam melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan rumput laut termasuk pemasaran.Kata Kunci : sikap, pengetahuan, rumput laut
STRATEGI PEMASARAN AYAM BROILER PADA PT MITRA SINAR JAYA DENPASAR Antara, Made; Aji, Bramanto
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.347 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.386.%p

Abstract

Kekuatan PT Mitra Sinar Jaya, yaitu pada jaminan kualitas dari ayam broiler, profesionalisme karyawan, dan pelayanan terhadap konsumen. Sedangkan kelemahan PT Mitra Sinar Jaya yaitu promosi dan harga produk. Strategi pemasaran utama PT Mitra Sinar Jaya yaitu market penetration, market development, dan product development atau strategi terintegrasi seperti backward integration, forward integration, dan horizontal integration. Sedangkan strategi alternatif yang dapat dilakukan oleh PT Mitra Sinar Jaya antara lain strategi Strenghts Opportunities (SO) yaitu : mempertahankan jaminan kualitas yang sudah ada, peningkatan pelayanan terhadap konsumen, dan pemberian apresiasi (penghargaan) khusus bagi karyawan yang berprestasi. Strategi Strenghts Threats (ST) yaitu : mampertahankan pangsa pasar yang sudah ada dan menetapkan strategi harga. Strategi Weaknesses Opportunities (WO) yaitu : dengan melakukan efisiensi biaya dan melakukan kegiatan promosi dengan lebih gencar lagi. Strategi Weaknesses Threaths (WT) yaitu : dengan mengoptimalkan penjualan secara langsung dan menjalin kerja sama yang baru dengan perusahaan pemasok supplier bibit.Kata Kunci: Strategi, SWOT,  PTMitra Sinar Jaya
ANALISIS STRUKTUR PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN PUSAT INFORMASI MANGROVE KOTA DENPASAR Darmawan, Dwi Putra; Putradi, Jarek
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.388 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.387.%p

Abstract

Kawasan hutan mangrove di Denpasar, sangat potensial dikembangkan menjadi objek ekowisata. Beragamnya jenis mangrove di kawasan ini memiliki fungsi sebagai penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan dan kenyamanan dan mitigasi bencana. Pengembangan ekowisata hutan mangrove merupakan sebuah sistem yang mengandung beberapa elemen pendukung yang saling terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan elemen penting, mengidentifikasi sub elemen kunci, dan mensintesisnya untuk menentukan kriteria pengembangan model ekowisata hutan mangrove.Penelitian dilakukan di kawasan Pusat Informasi Mangrove, Suwung Kauh, Denpasar. Metode Interpretative Structural Modeling (ISM) dari Saxena digunakan untuk menganalisis struktur pengembangan kawasan ekowisata mangrove. Pengumpulan informasi dilakukan melalui expert meeting.Temuan penelitian menunjukkan bahwa sub-elemen kunci penggerak sistem ekowisata hutan mangrove adalah  masyarakat di wilayah pengembangan ekowisata mangrove (elemen sektor masyarakat yang terpengaruh), pemberdayan pelaku bisnis ekowisata, kebijakan publik yang kondusif, tanggung jawab sosial perusahaan (elemen kebutuhan program), kebijakan pemerintah yang tidak konsisten (elemen kendala utama), peningkatan pangsa pasar produk (rekreasi, bisnis, dan ilmiah) dari objek ekowisata mangrove (elemen tujuan dari program), meningkatnya kualitas sumberdaya manusia ekowisata (elemen tolok ukur untuk menilai setiap tujuan), koordinasi antar instansi teknis terkait dalam upaya menjamin tercapainya target prgram konservasi lingkungan terpadu (elemen aktivitas yang dibutuhkan guna perencanaan tindakan) dan pemerintah daerah dan pusat (elemen lembaga yang terlibat dalam pelaksanakan program). Kriteria dalam pengembangan ekowisata mangrove, meliputi peningkatan keahlian kerja dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pengembangan ekowisata mangrove, pelestarian lingkungan, jaminan kuantitas, kualitas, kontunyuitas, dan harga produk (rekreasi, bisnis, dan ilmiah) dari objek ekowisata mangrove, peningkatan akses pasar dan profitabilitas optimal objek ekowisata, dan ketersediaan prasarana dan sarana penunjang di kawasan ekowisata mangrove.Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan ekowisata mangrove terpadu untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya dan perlindungan lingkungan, meminimalkan dan meresolusi konflik beragam pemanfaatan sumberdaya, meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam perencanaan dan pengelolaan, mengedepankan keterpaduan kebijakan fungsional, mereduksi resiko terhadap masyarakat dan kesehatan lingkungan, serta mendorong investasi swasta dalam infrastruktur ekowisata mangrove dalam suatu sistem yang utuh dan menyeluruh.Kata kunci: pengembangan kawasan ekowisata mangrove, pengelolaan sumberdaya  pesisir berkelanjutan, Interpretative Structural Modeling (ISM).
PENDEKATAN SISTEM USAHATANI UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Budiasa, I Wayan
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.184 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.388.%p

Abstract

Pertanian berkelanjutan dipandang sebagai sebuah sistem usahatani yang holistik, secara ekonomi menguntungkan, ramah lingkungan, dapat diterima oleh masyarakat, dan secara teknis sepadan. Pengembagan sistem usahatani sangat relevan digunakan dalam menganalisis pertanian berkelanjutan. Paper ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana konsep sistem usahatani dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai model pertanian berkelanjutan. Analisis deskriptif terhadap data sekunder digunakan untuk membahas masalah tersebut.Sistem usahatani merupakan sebuah sistem yang dikelola oleh petani dengan mengoperasikan praktek manajemen terbaik untuk mengkombinasikan serta merespon berbagai faktor lingkungan fisik-biologi, sosial-ekonomi, dan sumberdaya yang tersedia pada petani dengan tujuan memaksimalkan manfaat atau meminimalkan risiko (biaya) usahatani. Berbagai model sistem usahatani sangat relevan dalam merealisasikan sistem pertanian berkelanjutan, antara lain model sistem usahatani terdiversifikasi, model sistem usahatani organik, model sistem agroforestri, dan model sistem usahatani campuran.Kata Kunci: sistem usahatani, model, pertanian berkelanjutan.
INDUSTRI RUMAH TANGGA TAPE UBI: INDUSTRI KREATIF MELESTARIKAN TRADISI Oka Suardi, I Dewa Putu
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.505 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.389.%p

Abstract

Penyusunan paper yang bertujuan untuk menelaah keadaan umum industri rumahtanga tape ubi di Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan dilakukan dengan metode studi kasus dan telaah kepustakaan. Industri rumah tangga tape ubi kayu merupakan usaha keluarga yang ditekuni oleh ibu-ibu rumah tangga secara turun temurun.  Industri ini tetap eksis hingga saat ini, walaupun mengalami kendala terbatasnya pasokan ubi kayu yang berkualitas baik.  Secara ekonomis, industri ini menguntungkan dengan B/C ratio sebesar 1,3.  Perlu dilakukan pengkajian, pengembangan, dan pelestarian varietas ubi kayu yang berkualitas baik untuk tape dan perlu juga dilakukan pendampingan usaha untuk meningkatkan skala usaha industri rumahtangga tape ubi kayu. Kata kunci: industri rumahtangga, industri kreatif, tape ubi kayu 
PELUANG PASAR SALLACA WINE Parining, Nyoman
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.295 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.390.%p

Abstract

Buah Salak Bali yang habitat aslinya di desa Sibetan, terjadi kelebihan supplai pada saat panen raya, dan kekurangan pada saat musim paceklik. Hal ini menyebabkan harga sangat murah pada saat salak berlimpah di pasaran. Kejatuhan harga salak saat musim panen raya melatar belakangi perusahaan untuk mengolah buah salak menjadi  minuman wine salak.CV. Dukuh Lestari yang memproduksi wine salak di Dusun Dukuh di Desa Sibetan menjadi tempat untuk mendapat data dalam penulisan paper ini. Sallaca wine yang memanfaatkan jasa mikroba Saccharomyces cerevisiae, mempunyai peluang pasar yang cukup baik, mengingat faktor-faktor yang mendorong peningkatan permintaan juga sangat baik seperti peningkatan jumlah wisatawan manca negara, pajak impor wine luar negeri sangat tinggi dan pola konsumsi wine oleh konsumen domestika meningkat. Namun market share wine lokal termasuk sallaca wine masih rendah dan mempunyai peluang yang sangat besar untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Perluasan jangkauan pasar wine salak belum dilakukan oleh perusahaan karena produksi masih terbatas dan belum diketahui secara pasti tanggapan konsumen terhadap rasa dan kualitas wine salak. Untuk itu disarankan agar pihak managemen perusahaan segera melakukan penelitian tentang tanggapan konsumen mengenai rasa dan kualitas wine salak.Kata Kunci: Salak, Sallaca wine, Saccharomyses cerevisiae, Market Share.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IMPOR BERAS: SUATU KRITIK Yudiarini, Nyoman
dwijenAGRO Vol 1 No 2 (2010): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.235 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.1.2.391.%p

Abstract

Kebijakan pemerintah untuk membuka impor beras, misalnya  pada Oktober-Desember 2005, menunjukkan pemerintah tidak memahami kebutuhan petani. Beberapa kekeliruan terhadap kebijakan ini. Pertama, kebijakan yang berpihak pada petani belum dilakukan secara profesional. Kedua, pemerintah melakukan kebijakan impor beras pada saat produksi tidak bermasalah. Kebijakan impor ini jelas akan sangat merusak pasar di dalam negeri. Akhirnya petani menjadi korban pertama karena pendapatannya merosot drastis. Ketiga, pemerintah sudah tidak mampu membuat kebijakan yang baik dalam mendukung keberlangsungan hidup petani, tetapi malah membuat kebijakan impor beras, yang merusak kesejahteraan petani. Pemerintah sebaiknya dan wajib mampu meningkatkan produktivitas dan produksi padi nasional, yaitu dengan melakukan promosi  pengembangan sistem dan usaha agribisnis berbasis usahatani padi.

Page 9 of 20 | Total Record : 197