cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 243 Documents
Non-English Major Students’ Interest on Applying Speaking In Daily Life Anggi Ariani Br. Sitepu; Aisyah Hadi; Desi Lestari; Ismarani Fikri Arifah; Surya Ramadhan; Wandi Syahfutra; Novela Nurafrezah
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1647.42-48

Abstract

This study aims to investigate the factors influencing non-English major students' interest in applying their english speaking skills in daily life. The research focuses on Chemical Engineering students of the University of Muhammadiyah Riau, Class of 2024. Utilizing a quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire using a 5-point Likert scale, which measured students' interest in speaking English outside the classroom. A sample of 45 students was selected through random sampling from a population of 51, with results showing that 81% of respondents expressed an interest in using English in their daily interactions. The study identifies key factors affecting students' speaking interest, including self-confidence, social environment, and motivation. Results suggest that a supportive environment and intrinsic and extrinsic motivations significantly influence students' willingness to speak English. However, challenges such as lack of confidence and fear of making mistakes remain significant barriers. The study highlights the need for targeted interventions to foster practical English use and bridge the gap between academic learning and real-world communication. These findings contribute to the development of more effective strategies for encouraging non-English major students to apply their English skills in everyday life.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Banjar I Gede Agra Gunawan; I Putu Windu Mertha Sujana; Ni Nengah Juni Ardani; Ni Komang Verlie Kusuma Dewi; Ni Kadek Lisnia Violita; Mesido Febina Br Sembiring; Ni Luh Putu Dyah Ardiani Dwi Lestari
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1651.49-54

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena dapat menyikapi suatu permasalahan yang bersifat kontekstual.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model PBL dalam meningkatkan motivasi belajar Siswa SMA Negeri 2 Banjar Pendidikan adalah proses yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk memungkinkan siswa mengembangkan potensi mereka secara aktif. Seperti yang diuraikan dalam Undang-Undang No. 20, pendidikan bertujuan membentuk individu yang berintelektual, bermoral, dan memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat. Guru, sebagai tokoh utama dalam pendidikan, memainkan peran penting dalam membentuk dan mengembangkan masyarakat. Mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepada generasi muda. Sebagai agen perubahan sosial, guru memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan individu dan memengaruhi arah suatu bangsa. Pendidikan Pancasila, khususnya, berkontribusi pada perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa, serta menjadi faktor penting dalam kesuksesan akademik mereka. Tujuan utama dari pendidikan Pancasila adalah membentuk warga negara yang memiliki identitas nasional dan pemahaman mendalam tentang bangsa dan negara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Efektivitas Penggunaan Lumio by Smart dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Payangan I Komang Darmayoga; Sukadi; Ni Nyoman Asri Sidaryanti; Lorenza Anastasya; Ni Putu Intan Cahyani; Zahra Artalita Wardani; I Ketut Agus Darmika; Komang Irvan Trisiana
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1653.55-59

Abstract

Lumio by Smart merupakan salah satu platform digital yang menawarkan berbagai fitur, seperti video edukatif, latihan soal interaktif, dan aktivitas belajar lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media pembelajaran digital Lumio by Smart dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian kualitatif ini dilakukan di SMA Negeri 1 Payangan dengan melibatkan siswa, guru, dan wakil kepala sekolah, mengingat pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah ini sering kali masih bersifat monoton karena guru cenderung menggunakan metode ceramah dan media pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, Teori yang digunakan adalah teori Konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Lumio by Smart memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Fitur-fitur interaktif pada Lumio, seperti video, animasi, dan kuis, mampu menarik minat siswa dan meningkatkan pemahaman konsep. Selain itu, lingkungan belajar yang kolaboratif yang diciptakan oleh Lumio juga mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya pelatihan bagi guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan pengembangan materi pembelajaran yang lebih inovatif.
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Treffinger Berbasis Penilaian Kinerja Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD I Gusti Ayu Trisna Puspita Dewi; Ni Luh Gede Karang Widiastuti
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1656.60-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAS antara kelas siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilaian kinerja dan kelas siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD No. 1 Jagapati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitiannya adalah Posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas V SD No.1 Jagapati sebanyak 51 orang siswa. Untuk menentukan sampel digunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA SD No. 1 Jagapati yang berjumlah 26 orang sebagai kelas eksperimen dan Kelas VB SD No. 1 Jagapati yang berjumlah 25 orang sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar IPAS dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar, dengan jenis tes obyektif pilihan ganda. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAS antara kelas siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilaian kinerja dan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari hasil analisis dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung = 3,03 > ttabel (α=0,05,50) = 1,675 dan didukung dengan perbedaan rata-rata hasil belajar IPAS antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu = 78 > = 70. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran tipe treffinger berbasis penilain kinerja berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD No.1 Jagapati.
Pentingnya Penerapan Kurikulum OBE di Perguruan Tinggi
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1659.67-74

Abstract

Dunia industri saat ini tengah memasuki perkembangan yang sangat pesat. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peran yang krusial dan strategis dalam menghasilkan lulusan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Upaya yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk mengantisipasi perkembangan dunia industri yang begitu cepat adalah dengan menerapkan kurikulum yang berbasis luaran (OBE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur dengan pendekatan yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pendekatan ini adalah analisis dokumen atau literatur. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis secara mendalam untuk disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pentingnya penerapan kurikulum OBE di perguruan tinggi karena bukan hanya menekankan pada apa yang diajarkan (konten), melainkan lebih pada apa yang mahasiswa dapat lakukan setelah mampu menyelesaikan proses pembelajaran. Selain itu, hasil belajar pada Kurikulum OBE mendefinisikan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dimiliki lulusan. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau tugas yang relevan dengan bidangnya. Ini mencakup keterampilan praktis yang terukur dan dapat diterapkan dalam dunia kerja. Perguruan tinggi yang tidak menerapkan Kurikulum OBE menghadapi beberapa risiko yang berdampak pada kualitas pendidikan, relevansi lulusan di dunia industri, dan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan Kurikulum OBE dapat menjadi langkah penting dalam memastikan, bahwa pendidikan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan masa depan dan dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai, kompeten, dan profesional.
Tech-Enhanced Language Learning: Bridging Linguistics and Education Kadek Adyatna Wedananta; I Gusti Ayu Indah Triana Juliari; Anak Agung Adi Wiryya Putra
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1661.75-83

Abstract

The research titled Tech-Enhanced Language Learning: Bridging Linguistics and Education explores the transformative role of technology in language education, emphasizing its intersection with linguistic theories and pedagogical practices. This study investigates how digital tools and resources can enhance language acquisition, improve learner engagement, and foster effective teaching methodologies. Through qualitative data collected from educators and learners, the research identifies key benefits of technology integration, including increased motivation, personalized learning experiences, and the facilitation of collaborative learning environments. Additionally, the study addresses challenges such as unequal access to technology and the need for teacher training. The findings underscore the importance of a balanced approach that combines traditional teaching methods with innovative technological solutions. Ultimately, this research contributes to the ongoing discourse on the future of language education, advocating for the strategic implementation of technology to enrich linguistic learning experiences and outcomes.
Language Learning Styles and Strategies of Primary School Students Armawati; Nursalim; Susilasari; Mastarina
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1663.84-91

Abstract

Language learning at the elementary school level has an important role in the cognitive and communication development of students. Each student has a different way of absorbing and understanding language which is influenced by their respective learning styles. Learning styles in language learning in 5th grade elementary school students. Learning style is an important factor that influences the effectiveness of understanding and retention of information. There are three main learning styles, namely visual, auditory, and kinesthetic. Therefore, this study aims to explore the dominant language learning styles and language learning strategies often used by elementary school students. This research used a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative data to provide a comprehensive analysis. Participants included 31 fifth-grade elementary school students and three Indonesian language teachers. Data collection was conducted using questionnaires, interview guides, and observation sheets. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data from interviews were examined thematically to support and enrich the quantitative findings. The results of this study showed that students who had a visual learning style were 11 students (35.48%), auditory 10 students (32.26%), and kinesthetic 10 students (32.26%). While for language learning strategies, teachers used 3 strategies, namely cognitive, metacognitive, and social-affective strategies. Solutions that can be done to improve the effectiveness of language learning, teachers need to apply methods that are appropriate to the various learning styles of students. A combination of visual media, discussions, and direct practice activities can help students understand the material better. In addition, assistance in using metacognitive strategies is also needed so that students can develop more optimal learning skills.
Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru di SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2020/2021
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1666.92-99

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas terutama dihasilkan melalui pendidikan yang berkualitas. SMP Dwijendra Denpasar merupakan salah satu sekolah yang mencetak sumber daya manusia dengan cara peningkatan komitmen kerja guru. Peningkatan komitmen kinerja guru dipengaruhi oleh peranan kepala sekolah. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah SMP Dwijendra? 2) Bagaimana peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja Guru di SMP Dwijendra Denpasar Tahun pelajaran 2020/2021 ? Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru di SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode penelitian ini adalah metode Kualitatif dengan Teknik dokumentasi dan Teknik wawancara, sedangkan dalam pengolahan data digunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMP Dwijendra Denpasar. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan yaitu, metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Teori yang digunakan adalah teori kepemimpinan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah SMP Dwijendra sudah sangat baik, ditunjukkan dengan adanya beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan motivasi kinerja guru dan tenaga pendidik. Adapun peranan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kinerja guru yaitu, memberikan apresiasi dan penghargaan menciptakan iklim sekolah yang positif dan nyaman, memberikan kesempatan untuk berkembang, kepemimpinan yang visioner dan inspiratif, memberikan tantangan positif, mendukung kesejahteraan guru, dan membangun budaya kolaboratif.
Measuring The Quality of Learning Services in Relation to Students’ Loyalty Towards Learning Quality The Teacher Profession Education Program Arif Julianto Sri Nugroho; Hersulastuti; Purwo Haryono; Tasari; Tukiyo; DB Putut Setiyadi
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1667.100-107

Abstract

This study aims to test the model of whether there is a direct influence of academic and non-academic service quality on loyalty through student satisfaction as a mediating variable of Teacher Profession Program students in Widya Dharma University (PPG Unwidha). Service quality is measured using Service Quality. The research design uses a multivariate quantitative method. The hypothesis is formulated using a test of the influence of independent variables and the influence of intervening variables. The research population is all Teacher Profession Education (PPG) students of Unwidha who have received learning services. The sampling technique for respondents is through purposive sampling of 120 PPG students in the Faculty of Teacher Training and Education of Unwidha. Confirmation of the quality of higher education services consisting: (a) learning structure, in the form of physical learning facilities, the ability of lecturers and educational staff involved, (b) process, including all academic administration activities, the quality of mid-semester exam activities, the quality of final exam activities, the quality of practicums and the concern of educational staff for problems that arise in students (c) learning outcomes, including student evaluation of the benefits of the learning model applied by lecturers to students. The test results obtained the conclusion that the academic service quality dimension has a dominant influence and there is an influence of intervening variables on student loyalty. This finding spurs the PPG program at Unwidha to continue to improve service quality. Increasing the quality of learning services will lead to the creation of competitive advantage and loyalty to the Unwidha PPG institution in the future.
Pemetaan Keunggulan Program Studi PGSD di Soloraya Menggunakan Model Multidimensional Scalling Anna Febrianty Setianingtyas; Arif Julianto Sri Nugroho; Suhud Eko Yuwono; Agus Santoso; Harri Purnomo; Abdul Haris
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1676.108-118

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan uji peta persepsi mahasiswa terhadap enam Prodi PGSD di wilayah Soloraya meliputi Univ Sebelas Maret, Univ Veteran Sukoharjo, Univ Muhammadiyah Surakarta, Univ Slamet Riyadi Surakarta, Univ Tunas Pembangunan Surakarta dan Univ Widya Dharma Klaten berbasis kualitas mutu layanan pembelajaran. Total sampel sebanyak 200 mahasiswa sebagai responden.Teknik pengambilan sampel dilakukan  purposive sampling. Butir instrumen diuji terkait mutu layanan enam Prodi PGSD di wilayah Soloraya meliputi percaya terhadap mutu, kualitas pembelajaran, komitmen emosional, komitmen kognitif, komitmen pada tujuan, integrasi sosial, integrasi akademik, komitmen aktivitas universitas, komitmen keluarga dan komitmen lulusan diterima di pekerjaan. Multidimensional Scalling merupakan uji model menggunakan peta berdimensi menurut persepsi mahasiswa terkait mutu pembelajaran di enam Prodi PGSD sehingga dapat ditemukan titik koordinat keunggulan mutu pembelajaran baik dari aspek kualitatif maupun aspek kuantitatif. Uji kuantitatif riset meliputi deskripsi responden, uji kesahihan dan keandala instrumen serta uji Multidimensional Scalling. Hasil uji MDS memetakan posisi masing masing enam Prodi PGSD sebagai prodi unggulan, prodi penantang maupun prodi yang sedang tumbuh. Bagi manajemen universitas, hasil dari pemetaan posisi dapat diketahui posisi titik unggul maupun titik lemah serta bagaimana upaya untuk menggeser titik lemah itu  menjadi satu posisi keunggulan baru