cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 243 Documents
Model Pembelajaran Paired Story Telling dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Enggy Oktavyani; Harry Andheska; Asri Lolita
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1562.129-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran paired story telling terhadap kemahiran menulis cerita fantasi sederhana siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tanjungpinang tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang dilakukan adalah quasi eksperimen dengan metode yang digunakan adalah kuantitatif. Data pada penelitian ini berupa kemahiran menulis cerita fantasi siswa menggunakan model pembelajaran paired story telling di SMP Negeri 7 Tanjungpinang. Sumber data penelitian adalah kemahiran menulis pretest dan posttest peserta didik yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran paired story telling dan tidak diberi perlakuan. Adapun subjek peserta didik dalam penelitian ini berjumlah 27 orang dan sampel penelitian dua kelompok yaitu eksperimen dan kontrol. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran paired story telling terhadap kemahiran menulis cerita fantasi, yang ditunjukkan dengan uji non parametric menggunakan uji mann whitney dengan taraf Asymp. Sig (2-tailed) 0,045<0,05 yang berrati Ho ditolak Ha diterima. Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemahiran menulis cerita fantasi siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tanjungpinang tahun ajaran 2023/2024.
Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning kelas XII IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023 I Made Sila; I Nengah Suweta; Rudi Ana Pali
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1572.139-144

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam penyampaikan materi pelajaran. Penelitian bertujuan untuk menanalisi Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning Kelas XI IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Dwijendra denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Strategi guru untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut: (1).Guru berusaha mencari metode untuk menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran secara daring. Metode games dilakukan jika guru melihat siswa mulai jenuh, gelisah dan tidak fokus memperhatikan guru saat belajar dalam jaringan, salah satu game yang digunakan yaitu game fokus. (2). Guru memberikan penghargaan untuk siswa yang memperhatikan guru dalam pembelajaran. Penghargaan dapat berupa tambahan skor dalam bentuk bintang, acungan jempol, tepuk tangan, atau kata-kata motivasi untuk membangkitkan minat belajar siswa. Dengan adanya pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi ini membuat siswa menjadi berlomba-lomba untuk mendapatkannya, hal ini juga sangatlah menarik perhatian, semangat, dan antusias serta minat siswa dalam belajar. (3). Guru memperhatikan siswa melalui pembelajaran dalam jaringan yaitu diawal pembelajaran guru selalu menanyakan sudah berdoa, sudah sarapan, guru juga selalu memberikan wajah tersenyum, ceria agar siswa senang melihatnya. Jika siswa tidak memperhatikan pembelajaran,guru menegur siswa. Saat siswa mulai jenuh dalam belajar guru juga melakukan ice breaking agar siswa bersemangat dan berminat lagi mengikuti pembelajaran dalam jaringan.
Peranan Guru Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran PPKn Ni Putu Ika Putri Sujianti; Geraldine Thirdaswari Adnyana; I Wayan Kandia
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1573.145-150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Siswa cenderung tidak tertarik mengikuti pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Selama ini PPKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran, sehingga menyebabkan rendahnya keaktifan belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa di sekolah. Pada umumnya guru selalu beranggapan, bahwa dirinya merupakan satu-satunya sumber belajar di kelas. Penelitian yang peneliti lakukan disini adalah penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Dwijendra Denpasar dan informan dalam penelitian ini adalah Guru PPKn Kelas VIII SMP Dwijendra dan beberapa siswa kelas VIII SMP Dwijendra. Dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam pembahasannya digunakan metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Berdasarkan hasil keseluruhan dari wawancara dengan guru PPKn serta tabulasi hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang berupa RPP mata pelajaran PPKn kelas VIII SMP Dwijendra mengenai peranan guru PPKn dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran PPKn maka diperoleh hasil, bahwa peran guru PPKn dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran PPKn berperan sebagai pengajar. Peranan guru PPKn dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran PPKn lebih berperan selaku mediator dan fasilitator.
Implementasi Manajemen Pendidikan Yang Efektif Untuk Mewujudkan Visi Dan Misi Sekolah Menengah Kejuruan Di Indonesia I Wayan Aryawan; Anak Agung Mirah Setia Pertiwi
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1580.151-160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dan penerapan manajemen pendidikan yang efektif dalam mendukung pencapaian visi dan misi sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah dan buku yang berkaitan dengan manajemen pendidikan khususnya di sekolah menengah kejuruan (SMK). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan di SMK memiliki peran kunci dalam pembangunan bangsa dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri. Untuk mencapai tujuan ini, penting dilakukan manajemen pendidikan yang efektif, termasuk peningkatan kompetensi guru melalui kemitraan dengan industri dan program pelatihan yang relevan. Manajemen sarana dan prasarana juga penting untuk menunjang proses pembelajaran yang efektif. Selain itu, manajemen keuangan yang efektif sangat diperlukan agar SMK dapat mencapai visi dan misi pendidikan secara optimal. Kurangnya koordinasi antara pemerintah, sekolah, industri, dan masyarakat dapat menghambat kesesuaian program pendidikan SMK dengan kebutuhan lapangan kerja, sehingga perlu adanya upaya koordinasi yang lebih baik di antara mereka.
Pengembangan Media Permainan TESMA Berbasis Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 6 Sumerta Ni Kadek Intan Kristina Dewi; Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1584.161-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 6 Sumerta yang layak diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan diadopsi dari model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan yakni analisis (analyze), Desain (design), Pengembangan (development), Implementasi (implementation), Evaluasi (Evaluation). Subyek penelitian ini terdiri atas dua orang ahli media, dua orang ahli materi, serta pengguna yang terdiri dari 30 orang siswa dan dua orang guru yang merupakan guru di SD Negeri 6 Sumerta. Sedangkan objek penelitian ini meliputi validitas media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan minat belajar matematika. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi media dan materi, kuesioner kepraktisan media, dan kuesioner minat belajar matematika. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas materi mendapatkan hasil 0,84 dengan kriteria sangat tinggi, kemudian hasil uji validitas media mendapat hasil 0,91 dengan kriteria sangat tinggi, hasil uji kepraktisan dari dua orang praktisi mendapatkan skor rata-rata yakni 98% dengan kriteria sangat praktis, kemudian hasil uji efektivitas dari hasil kuesioner minat belajar matematika mendapatkan nilai rata-rata yaitu 83% dengan kriteria sangat tinggi. Simpulan penelitian ini adalah media permainan TESMA berbasis pembelajaran kooperatif tipe TGT yang dikembangkan telah memenuhi kriteria layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas V Sekolah Dasar.
Exploring Students' Perceptions of Newsela Integrated to Tri Hita Karana for Enhancing Students’ Reading Comprehension Ni Made Yuniari; I Made Sutajaya; I Wayan Suja
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1616.1-13

Abstract

This study investigated how the Tri Hita Karana philosophy which placed an emphasis on harmony and balance in the relationships between people, the natural world, and the divine coexisted with Newsela, a digital learning platform. The study looked into how students felt about this integration and how it affected their motivation, engagement, and reading comprehension abilities. With 65% of students expressing satisfaction and 100% agreeing that the integration improved their learning engagement, this study, which used a mixed-methods approach, found a positive association between cultural relevance and comprehension. Furthermore, 70% of participants said they felt more confident while confronting complicated literature, and 80% said the reading materials were easier to understand. The results indicated that integrating regional cultural values into instructional materials enhanced students' overall development besides their academic performance. This study promoted an all-encompassing educational strategy that combined technology with conventional values, emphasizing the possibility of creative curriculum that connected with students' cultural identities and improved their educational experiences in general. To further understand the mechanics of this integration in various educational situations, future research directions are suggested.
The Correlation Between Intrinsic Motivation and Students’ Reading Comprehension at Information Systems Study Program of Universitas Muhammadiyah Riau Khairani Nurjannah; Retno Sutrayani; Silva Iriana Widari; Tia Novani Irawan; Wandi Syahfutra; Novela Nurafrezah
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1641.14-19

Abstract

This research aims to examine the relationship between intrinsic motivation and reading comprehension skills of Information Systems Study Program students at Muhammadiyah Riau University. The research used a quantitative approach with a sample of 62 randomly selected students. The instruments used included an intrinsic motivation questionnaire based on the Motivation Reading Questionnaire (MRQ) and a reading ability test based on TOEFL standards. Data were analyzed using Kolmogorov-Smirnov normality test and Pearson Product Moment correlation. The results showed a weak but statistically significant positive relationship (r = 0.367, p < 0.05) between intrinsic motivation and reading comprehension ability. The findings confirmed the importance of intrinsic motivation in supporting the engagement and development of reading ability, but also showed that other factors such as language skills and reading strategies play a role in comprehending technical texts. The implication of this research is the importance of developing learning strategies that integrate motivation with technical elements to improve students' reading ability holistically.
Tradisi Ngerebeg Sebagai Implementasi Nilai Karakter I Putu Widnyana Satria Putra; I Putu Windu Mertha Sujana; Made Dhira Sedayatana; I Made Anom Antara; I Wayan Gede Griyawana; Yulion Mirin; Ni Komang Trisna Maharani; I Ketut Yoga Ariana
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1642.20-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nilai karakter dalam tradisi ngerebeg. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi pustaka. Tradisi ngerebeg ini berlokasi di Pura Dalem Kahyangan Kedaton yang terletak di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Tradisi ngerebeg ini berlangsung setiap 6 bulan sekali atau 210 dalam penanggalan Bali tepatnya 10 hari setelah hari raya kuningan. Ngerebeg berarti greget yang berarti rasa suka cita dan kegembiraan atau perayaan yang diwarisi secara turun temurun. Ngerebeg juga bisa berarti simbol pelepasan hawa nafsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang dari tradisi ngerebeg adalah makna greget atau merayakan kemenangan sebagai simbol keberhasilan rangkaian upacara piodalan di Pura Dalem Kahyangan Kedaton. Sehingga dalam pelaksanaan prosesi ini, sorak sorai dan ekspresi kegembiraan terlihat jelas dan alhasil setiap perayaan menjadi sempurna dan berjalan dengan lancar. Dan tradisi ngerebeg ini memiliki nilai-nilai karakter, seperti nilai religius, nilai gotong royong, nilai tanggung jawab dan nilai persatuan.
The Student Perspective Towards Technology Use to Encourage English Speaking Among Non-English Majors Rifanya Permata Abdi; Anggi Apriani; Chika Rahmadany; Serli Azrena; Wandi Syahfutra; Novela Nurafrezah
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1644.30-35

Abstract

The integration of technology in language education has introduced innovative approaches to enhancing speaking skills, offering new tools and platforms for learners to engage with the language outside the traditional classroom setting. However, despite the growing presence of digital resources, non-English major students continue to face several challenges in using these technologies effectively to improve their English-speaking skills. Key obstacles include low motivation, limited opportunities for authentic language practice, and insufficient feedback on their performance. This qualitative study explores the perspectives of 20 undergraduate students majoring in management at a university in Indonesia, examining their experiences with various technological tools aimed at enhancing their English-speaking abilities. Data were collected through semi-structured interviews and focus group discussions, which were then analyzed thematically to identify common trends and perceptions. The findings reveal that while technology plays a significant role in increasing students' motivation, accessibility to learning materials, and confidence in speaking, several issues persist. These include technical barriers such as poor internet connectivity, the lack of personalized feedback from language-learning applications, and the insufficient integration of technology within the traditional classroom setup. Furthermore, many students expressed a need for more structured guidance and support from teachers in utilizing these technologies effectively. The study emphasizes the importance of addressing these challenges by developing improved feedback mechanisms within educational technologies and offering comprehensive teacher training programs. These initiatives would help educators better integrate technology into language instruction and provide more tailored support to students. Ultimately, the study highlights that a balanced approach, combining technology with face-to-face interaction, is essential to fully leverage the potential of digital tools for language learning. The insights drawn from this research offer valuable recommendations for educators, policymakers, and developers aiming to optimize the role of technology in enhancing language education, particularly for non-English major students.
The Role of English Proficiency in Supporting Academic Achievement and Career Opportunities of University Students Muhammad Farras Fadhil; Elsa Septiana; Oni Sawitri; Riza Abdillah; Wandi Syahfutra; Novela Nurafrezah
Widya Accarya Vol. 16 No. 1 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.1.1645.36-41

Abstract

This study aims to explore the role of English proficiency in supporting academic careers, with a particular focus on students at the University of Muhammadiyah Riau. As English is a global language crucial for academic and professional success, this study examines its impact on students' academic performance and career opportunities. The research employs a quantitative approach using a questionnaire to assess students' English proficiency and its relationship with their academic success. The data analysis technique uses in this research is correlation analysis with the Corrected Item-Total correlation formula. The results of research on 20 student respondents showed a strong positive correlation between English proficiency and academic achievement, particularly in reading and writing skills, which were linked to higher GPAs and active participation in academic activities. However, lower speaking proficiency indicates a need for further development in oral communication skills. This study underscores the importance of English proficiency for academic success and career advancement, suggesting that enhancing students' speaking abilities could improve their overall academic and professional outcomes. Further research with a larger sample size is recommended to enhance the generalizability of these findings.