cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 258 Documents
Preliminary Needs Assessment for the Development of an Effective Drill-Based Deep Learning Textbook for University Students Subhan; Salahudin; Mariamah; Muhammad
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1737.236-244

Abstract

This study aims to analyze students' needs regarding the development of an Islamic Religious Education (PAI) textbook designed based on deep learning and drill strategies. The background of this research is rooted in the importance of instructional materials that can promote deep understanding, critical thinking, and problem-solving skills through structured exercises. This study employs a quantitative descriptive approach using a survey technique involving 45 student respondents. Data were gathered through a 4 point Likert scale questionnaire comprising 10 items and analyzed through descriptive statistical methods. The findings indicate that students' highest needs relate to textbooks that can guide them from basic concepts to solving complex problems (mean score: 3.44), as well as the inclusion of open-ended questions that stimulate critical thinking (mean score: 3.42). On the other hand, aspects such as the weaknesses of current textbooks and the one-way lecture method received lower average scores. Overall, students expressed a strong need for textbooks that are systematic, reflective, and contextual. Therefore, the results of this study recommend the development of a PAI textbook based on deep learning and drill as an innovative solution to improve the quality of Islamic Religious Education learning in higher education.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Melalui Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS Berbasis Problem Based Learning I Made Astra Winaya; Ni Putu Dea Utami Dewi
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1740.245-253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan berpikir kritis dan kemandirian siswa melalui pengembangan LKPD berbasis problem base learning pada muatan IPAS tentang materi Panas dan Perpindahannya tema 6 kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Depelovment ) model ADDIE, yang meliputi lima tahapan, yaitu : Analyze, Design, Depelovment, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah LKPD berbasis problem base learning, sedangkan objek penelitian adalah Validitas dan kepraktisan LKPD berbasis problem base learning.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner di beberapa sekolah yang berada di Gugus RA Kartini Kecamatan Denpasar Barat. Adapun produk hasil pengembangan divalidasi oleh tiga pakar yaitu ahli materi dan ahli media pembelajaran. Hasil validasi dianalisis dengan formula Gregory dan diperoleh koefisien validitas isi sebesar nilai 0, 82 yang berarti sangat tinggi atau dalam kualitas sangat baik dalam kategori valid. Hasil pengembangan LKPD menunjukan validitas dari segi materi 0,82 dalam katagori sangat tinggi, validitas dari segi media 0,78 dalam katagori tinggi. Rata-rata skor validitas LKPD secara keseluruhan yaitu 0,8 . Hasil respon guru diperoleh skor 97,5% dalam kualifikasi sangat praktis dan respon siswa  berdasarkan persentase tingkat ketuntasan siswa diperoleh 90,6%. Hal ini menunjukkan LKPD berbasis problem base learning memenuhi kriteria sangat valid, sangat praktis dan layak digunakan dalam pembelajaran oleh guru dan siswa.
Penguatan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bali Pada Pendidikan Vokasi Pariwisata I Wayan Eka Santika
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1742.254-264

Abstract

Penguatan nilai-nilai kearifan Lokal bali sebagai wujud dalam menguatkan nilai karakter kebangsaan peserta didik sangat diperlukan terutama dalam menyeimbangkan hard skill dan sofft skill.  Melalui Pendidikan karakter yang tepat dengan mengitegrasikan nilai-nilai  kearifan lokal bali harapannya adalah mampu mendukung Green skill peserta didik. Green skills merupakan  pengetahuan, kemampuan, sikap, yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan keterampilan dan kompetensi yang berkelanjutan dengan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang sistem Pendidikan nasional No. 20 tahun 2003. Penguatan karakter sangat penting di tengah pengaruh globalisasi saat ini untuk mempertahankan nilai dan jati diri sebagai bangsa yang beradab. Pengutan karater bangsa bisa dilakukan dengan menamkan dan menekankan Kembali bagaimana penguatan aktualisasi nilai-nilai kearifan local dalam dunia Pendidikan khususnya pada pendidikan vokasi pariwisata.  Karena pendidikan vokasi pariwisata merupakan pendidikan dalam mempersiapkan peserta didik yang profesional namun berkarakter lokal dengan penguasaan keahlian kepariwisataan yang siap menjadi aset penjaga industri kepariwisataan di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan studi literatur  dalam usaha  memberikan gagasan tentang pentingnya pengitegrasian nilai-nilai kearifan local Bali pada pendidikan vokasi pariwisata dalam menguatkan karakter bangsa dalam konsep kepariwisataan bali yang berkelanjutan.
Kritik Budaya Akademik Sekolah: Tinjauan Kritis atas Pemikiran Paulo Freire & Neil Postman tentang Pendidikan Formal yang Demokratis Maulana Malik Ibrahim; Berliana Dian Permatasari; Achmad Robi Afrilihadi; Muhammad Japar; Yuyus Kardiman
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kritik budaya akademik sekolah tentang pendidikan formal yang demokratis. Pendidikan formal (re: sekolah) yang mensyaratkan sebuah hubungan relasi guru-peserta didik perlu dikritisi secara mendalam melalui tinjauan kritis pemikiran Paulo Freire dan Neil Postman. Domestikasi yang terjadi antara guru-peserta didik menjadi sumber kritik yang disasar oleh pendidikan kritis. Konteks ini berlaku bahwa pendidikan seharusnya lebih mengembangkan nilai-nilai kebebasan dan kritisisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur atau pustaka (literature review) dengan mengelompokkan buku, jurnal, hingga laporan akademis. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif melalui tahapan open coding untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, dilanjutkan dengan axial coding untuk mengelompokkan konsep ke dalam kategori tematik, serta selective coding untuk merumuskan tema inti yang merepresentasikan kritik budaya akademik sekolah. Hal ini dilakukan untuk memilah pemikiran-pemikiran yang relevan sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulo Freire memiliki kritik budaya akademik sekolah sebagai alternatif gagasan pendidikan formal yang demokratis, meliputi: a). Perbaikan relasi guru-peserta didik lewat orientasi dialogis; b). Penggunaan problem-posing education (metode hadap-masalah). Sementara itu, Neil Postman menekankan kritik terhadap hubungan guru-peserta didik yang tidak terbuka terhadap kebaruan teoretis, dengan menawarkan: a). Re-demokratisasi ruang kelas; b). Pendekatan metode proyek edukasi guru-peserta didik.
Pengaruh Media Virtual Meeting dan Teknik Penyampaian Materi terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Aniek Irawatie; Ilona Vicenovie Oisina Situmeang
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pertemuan daring dan penyampaian materi pembelajaran berdampak pada tingkat pemahaman siswa di kelas besar, terutama pada mata pelajaran kurikulum wajib (MKWK). Dalam penelitian ini, platform pertemuan daring seperti Zoom dan Google Meet sangat penting untuk menjaga keterlibatan siswa di kelas besar. Pretest digunakan sebagai alat evaluasi awal untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum sesi pembelajaran dimulai. Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian eksplanatori dengan metode survei, yang bertujuan untuk memperoleh alasan terjadinya suatu fenomena secara empiris dan mencoba mendapatkan jawaban atas pengujian hipotesis guna menentukan perbedaan dan pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-Probability Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti jika peneliti memiliki karakteristik khusus dalam menentukan sampel: Mahasiswa aktif pada Semester 1, 3, 5 tahun akademik 2024/2025 yang mengambil mata kuliah MKWK. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Penggunaan Media Pertemuan Virtual (X1) dan Tingkat Pemahaman Siswa (Y), dengan nilai Sig sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media virtual berbanding lurus dengan peningkatan pemahaman siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai efektivitas penggunaan media virtual dalam pembelajaran serta pentingnya penyampaian materi yang tepat untuk meningkatkan pemahaman siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar IPAS di Tinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas V SD Kadek Erlin Dwi Cahayanita; Putu Sanjaya; Nyoman Lisna Handayani
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, (2) menguji pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) menganalisis perbedaan hasil belajar pada siswa bermotivasi tinggi, dan (4) pada siswa bermotivasi rendah, berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan faktorial 2×2. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara kelompok inkuiri terbimbing dan kelompok konvensional, (2) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti inkuiri terbimbing memperoleh skor lebih tinggi secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 12,824 poin (p < 0,001), dan (4) siswa bermotivasi rendah yang mengikuti inkuiri terbimbing juga menunjukkan peningkatan hasil belajar secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 1,588 poin (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar IPAS, baik pada siswa dengan motivasi tinggi maupun rendah.
Analisis Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Ni Made Supriani; Gusti Ayu Gita Cemara; Ni Luh Nopi Pujiani; Gst Ngurah Komang Wiratama; Ida Bagus Putrayasa; I Nyoman Sudiana
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dan peranannya dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa; mengidentifikasi tujuan dan fungsi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa; menggali cakupan materi pembelajaran yang meliputi aspek kebahasaan, keterampilan berbahasa, dan sastra; serta mengetahui tantangan yang dihadapi dalam implementasi pembelajaran dan upaya pemecahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, yang bersumber dari literatur ilmiah, buku ajar, jurnal, dan dokumen kurikulum pendidikan dasar yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan reflektif dan interpretatif dengan merujuk pada teori pengembangan keterampilan berbahasa menurut Gereda (2020), teori keterampilan berbahasa terpadu menurut Yudistira (2016), serta prinsip-prinsip pembelajaran bahasa di sekolah dasar menurut Ali (2020) dan Suparlan (2020). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD bertujuan mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu agar siswa mampu berkomunikasi efektif. Materi pembelajaran mencakup bahasa dan sastra, yang tidak hanya memperkenalkan keindahan bahasa, tetapi juga nilai budaya lokal dan nasional. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya minat siswa dan perbedaan kemampuan berbahasa, yang memerlukan strategi inovatif berbasis teknologi, pembelajaran kontekstual, dan kolaboratif.
Pengaruh Model Two Stay Two Stray Berbantuan Media Video Terhadap Pemahaman Konsep PPKn dan Sikap Sosial Siswa Kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Tejakula Gede Yoga Hermawan
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya sikap sosial dan pemahaman konsep PPKn siswa menyoroti kurang optimalnya perenapan pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model Two Stay Two Stray berbantuan media video terhadap pemahaman konsep PPKn dan sikap sosial siswa. Penelitian ini berjenis quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Tejakula. Sampel dari penelitian ini terdiri atas kelas IV SDN 1 Tembok sejumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen, dan kelas IV SDN 1 Sambirenteng sejumlah 30 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu tes pilihan ganda dan lembar kuesioner. Analisis darta menggunakan teknik analisis ANAVA-A dan MANOVA. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep PPKn antara siswa yang mengikuti model Two Stay Two Stray berbantuan media video dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional yang dibuktikan dengan nilai f sebesar 13,106 dengan taraf signifikansi 0,001<0,005 (2) terdapat perbedaan sikap sosial antara siswa yang mengikuti model Two Stay Two Stray berbantuan media video dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional yang dibuktikan dengan nilai f sebesar 11,791 dengan taraf signifikansi 0,001<0,005; (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan sikap sosial secara simultan antara siswa yang mengikuti model Two Stay Two Stray berbantuan media video dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional yang dibuktikan dengan nilai f sebesar 8,847 dengan taraf signifikansi 0,000<0,005. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Two Stay Two Stray berbantuan media video terhadap pemahaman konsep PPKn dan sikap sosial siswa.
Pembelajaran Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar dalam Tinjauan Teoretis dan Praktis I Kadek Ardyawan Putra; Ni Wayan Listyawati; Ida Ayu Ella Yuanita; Ni Made Meliyawati; Ida Bagus Putrayasa; I Nyoman Sudiana
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran keterampilan menulis di sekolah dasar memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan kreativitas siswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya minat siswa, keterbatasan kosakata, dan metode pengajaran yang kurang variatif. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukkan kebaruan dalam penerapan strategi pembelajaran menulis melalui pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan, berbeda dari studi sebelumnya yang cenderung berfokus pada teknik konvensional. Pendekatan variatif yang dimaksud meliputi penggunaan metode menulis bebas, menulis terpandu, pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi media visual seperti gambar dan video, dan teknologi digital seperti blog siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara menyeluruh proses pembelajaran menulis di kelas V sekolah dasar, melibatkan guru dan siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode tersebut dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis siswa. Evaluasi pembelajaran yang bersifat positif dan reflektif juga membantu siswa dalam memperbaiki dan mengembangkan kualitas tulisannya. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang variatif, kreatif, dan menyenangkan dalam mengajarkan menulis untuk membentuk literasi siswa sejak dini.
Penerapan Media Pembelajaran Storybird untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Cerita Fantasi Siswa Kelas VII C SMPN 2 Kendit Malika Shinta Maulana; Arief Rijadi; Ahmad Syukron
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis melibatkan pemahaman tentang bahasa, struktur teks, dan kemampuan menyampaikan gagasan. Salah satu materi bahasa Indonesia di kelas VII C adalah teks cerita fantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penerapan media pembelajaran Storybird untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII C di SMPN 2 Kendit; dan (2) peningkatan keterampilan menulis teks cerita fantasi setelah diterapkannya media pembelajaran Storybird pada siswa kelas VII C di SMPN 2 Kendit. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia dikatakan bahwa keterampilan menulis teks cerita fantasi pada siswa kelas VII C masih tergolong rendah. Temuan tersebut dibuktikan dari kegiatan prasiklus, yakni sebanyak 13 siswa (41,93%) yang tuntas dan 18 siswa (58,06%) dinyatakan belum tuntas secara klasikal. Maka dari itu, siklus 1 dilakukan sebagai tindakan solusi dengan menerapkan media pembelajaran Storybird dalam menulis. Pada siklus 1, diketahui sebanyak 18 siswa (58,06%) yang tuntas dan 13 siswa (41,93%) yang belum tuntas secara klasikal. Siklus 2 dilakukan untuk memperbaiki hasil refleksi siklus 1 yang masih terdapat permasalahan dalam menulis. Pada siklus 2, diketahui nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu sebanyak 29 siswa (93,54%) mencapai ketuntasan belajar klasikal dengan nilai ≥75. Temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran Storybird untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII C mengalami peningkatan dan dikatakan berhasil.