cover
Contact Name
Ni Wayan Swarniti
Contact Email
jurnalaccarya@gmail.com
Phone
+6285739637227
Journal Mail Official
jurnalaccarya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kamboja No.17, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Accarya
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 20850018     EISSN : 27228339     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles 243 Documents
Makna Kurikulum Merdeka bagi Guru dan Siswa: Pendekatan Fenomenologis I Gede Dodik Sanjiartha; I Ketut Sudarsana; Ni Putu Candra Prastya Dewi
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1677.119-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan Kurikulum Merdeka sebagaimana dipahami oleh 10  guru dan 40 siswa sekolah dasar (SD) yang berlokasi di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikolaborasikan dengan metode fenomenologi. Dalam penelitian difokuskan pada pengalaman subjektif para pelaku pendidikan dalam menerapkan kurikulum tersebut. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secara mendalam dilengkapi dengan observasi partisipatif, dan juga analisis dokumen.  Kemudian data yang diperolah dilakukan analisis secara mendalam dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama yang saling berkaitan satu sama lain. Pertama, Kurikulum Merdeka dimaknai sebagai ruang kebebasan pedagogis yang memberi fleksibilitas dalam mendesain pembelajaran yang sesuai konteks dan realitas siswa. Kedua, pelaksanaannya masih berhadapan dengan tantangan, terutama terkait keterbatasan pemahaman konsep, minimnya pelatihan, serta kesiapan yang belum merata. Ketiga, kurikulum ini mendorong pergeseran relasi antara guru dan siswa menuju pola interaksi yang lebih setara, dialogis, dan manusiawi. Temuan ini menunjukkan, bahwa makna Kurikulum Merdeka tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh pengalaman, konteks institusional, dan dinamika sosial di ruang kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sistemik dan refleksi pedagogis dalam memastikan implementasi kurikulum yang bermakna dan berkelanjutan di SD Kecamatan Buleleng.
Penggunaan Metode Pembelajaran Berbasis Mind Mapping dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Swasta Karya Wisata I Putu Windu Mertha Sujana; Satya Rakasiwi Purbowati; I Wayan Budiarta
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1678.127-133

Abstract

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini guna menganalisis bagaimana peningkatan hasil belajar siswa di SMAS Karya Wisata dengan menggunakan metode mind mapping, dengan jenis penelitian kualitatif. Mind mapping merupakan salah satu alternatif metose pembelajaran yang dipilih guru sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa dengan memperoleh suatu nilai merupakan pengertian daripada hasil belajar (Dimyati, Dkk, 2009). Menurut Hamalik (2008) Hasil belajar adalah perubahan sikap selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Menurut Penelitian yang telah dilaksanakan, berdasarkan analisis data dan kajian dalam pembahasan, Peneliti mengambil kesimpulan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran mind mapping di SMA Karya Wisata hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerti Loka Bali pada Mata Pelajaran IPAS untuk Meningkatkan Kompetensi 4C Siswa Kelas V Gugus II Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025 Putu Agus Trisna; Made Ariasa Giri; Ni Luh Gede Hadriani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1681.134-152

Abstract

Kemampuan 4C yang rendah pada siswa kelas lima akibat kurangnya pembelajaran kontekstual memerlukan dukungan pembelajaran dari berbagai aspek, termasuk modul pembelajaran yang digunakan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan desain modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; (2) menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; (3) menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; dan (4) menentukan efektivitas modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di Gugus II Kec. Busungbiu pada Tahun Ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) melalui model ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kompetensi 4C. Teknik analisis penelitian ini menerapkan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) desain modul pembelajaran terdiri dari 3 bab yang mencakup konsep Wana Kerthi, Danu Kerthi, dan Jaga Kerthi, dan disusun berdasarkan komponen modul pembelajaran dalam kurikulum mandiri; (2) Modul pembelajaran telah memenuhi aspek validitas konten, media, dan bahasa dengan kategori baik dan valid; (3) Praktisitas guru dalam menggunakan modul pembelajaran IPAS ini mencapai 85% dengan kriteria sangat praktis; (4) Uji efektivitas penggunaan modul pembelajaran telah meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V dengan Sig. (dua ekor) 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPAS yang dibedakan berdasarkan kebijaksanaan lokal Sad Kerthi Loka Bali telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di SD Gugus II Busungbiu pada tahun ajaran 2024/2025.
Analisis Metode Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan di Sekolah Dasar Kariana Maurina Betliani; Ni Made Ari Saputri; I Wayan Eka Swarjawa; I Wayan Ade Yantika; Ida Bagus Putrayasa; I Nyoman Sudiana
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1682.153-160

Abstract

Penelitian ini membahas strategi dan metode pembelajaran membaca dan menulis permulaan (MMP) yang berperan penting dalam membentuk dasar literasi bagi anak usia dini, khususnya siswa kelas awal sekolah dasar. Tujuan pembelajaran MMP tidak hanya mengenalkan huruf dan kata, tetapi juga membangun pemahaman makna serta kemampuan mengekspresikan ide secara tertulis. Berbagai metode pembelajaran membaca dikaji, seperti metode abjad, fonik, suku kata, global, kata lembaga, dan struktur analitik sintetik (SAS), serta metode pembelajaran menulis seperti mengeblat, menebalkan, menyalin, dikte, dan melengkapi. Analisis dilakukan terhadap kelebihan, kekurangan, dan contoh penerapan masing-masing metode di kelas. Pendekatan integratif disorot sebagai pendekatan efektif karena menggabungkan proses membaca dan menulis secara simultan. Guru diharapkan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak melalui pemanfaatan media variatif dan pemberian scaffolding. Teori-teori perkembangan dari Piaget, Skinner, dan Vygotsky digunakan sebagai dasar dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai. Keberhasilan pembelajaran MMP sangat bergantung pada ketepatan pemilihan metode, kreativitas penggunaan media, serta keterlibatan aktif guru dalam membimbing siswa. Hasil kajian ini memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam membangun keterampilan literasi anak secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Model Interaksi Mahasiswa Papua dengan Masyarakat Kota Banda Aceh dalam Membentuk Keadaban Warga Negara Maimun; Irwan Putra; Nazir Ufrani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1687.161-168

Abstract

Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sering kali menghadapi tantangan sosial dan budaya, seperti diskriminasi, stereotip negatif, dan kesulitan beradaptasi. Namun, situasi yang berbeda terlihat di Banda Aceh, mahasiswa Papua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal. Meskipun berbagai penelitian telah membahas hubungan sosial dikalangan mahasiswa perantau, masih sedikit yang fokus pada interaksi spesifik antara mahasiwa Papua dan masyarakat Aceh sehingga interaksi tersebut berjalan harmonis tanpa konflik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana model interaksi  antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh terbentuk dan kontribusinya dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan 10 mahasiwa Papua dan 10 masyarakat Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh diawali oleh rasa senasib dan nilai keislaman yang kuat sehingga membentuk model interaksi sosial asosiatif, melalui kerja sama dalam kegiatan sosial budaya, akomodasi terhadap perbedaan agama dan kebiasaan, akulturasi melalui pertukaran budaya Aceh dan Papua, dan asimilasi dalam penyesuaian perilaku. Sehingga interaksi berlangsung harmonis dan  minim  konflik. Interaksi ini membentuk nilai keadaban warga Negara, seperti sikap saling menghargai, partisipasi aktif, kemampuan mengelola perbedaam secara damai, serta kepedulian sosial.
Pengaruh Model Discovery Learning Terintegrasi Masalah Divergen Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V SD Negeri di Gugus VI Kecamatan Sukawati Putu Sudiadnyani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1693.169-178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terintegrasi masalah divergen terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas V SD Negeri di Gugus VI Kecamatan Sukawati. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental research) dengan desain post-test only control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Negeri yang ada di Gugus VI Kecamatan Sukawati. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik random sampling, dengan sampel terdiri dari 4 kelas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji ANAVA dua jalur dengan taraf signifikansi pengujian 5%. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan: (1) nilai signifikansi kelompok sebesar 0,000, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang menggunakan model Discovery Learning diintegrasikan masalah divergen dengan kelompok siswa yang menggunakan model konvensional pada siswa kelas V, (2) nilai signifikansi pada interaksi kelompok dan keterampilan berpikir kritis sebesar 0,041, sehingga terdapat pengaruh interaksi antara antara model pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V, (3) nilai signifikansi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi sebesar 0,000, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas V yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi, (4) nilai signifikansi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah sebesar 0,000, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas V yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah.
Struktur dan Fungsi Organisasi Pendidikan dalam Perspektif Komunikasi Sosial Budaya Joko Hariadi; Syukur Kholil; Nur Amelia
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1697.179-188

Abstract

Kompleksitas sosial budaya dalam organisasi pendidikan sering menimbulkan tantangan komunikasi yang berdampak pada efektivitas dan kualitas pengelolaan lembaga. Ketidakharmonisan hubungan antar anggota, perbedaan nilai budaya, serta lemahnya penerapan nilai moral sering kali menyebabkan konflik dan disintegrasi internal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali berbagai teori dan hasil penelitian terkait struktur dan fungsi organisasi pendidikan dalam perspektif komunikasi sosial budaya. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam klasik seperti tauhid, keadilan, musyawarah, amanah, dan maslahah menjadi kunci untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi dalam organisasi. Studi ini menghadirkan model pengelolaan yang menggabungkan komunikasi sosial budaya dengan nilai-nilai Islam, menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas, inklusivitas, dan keberlanjutan organisasi pendidikan. Dengan pendekatan ini, lembaga pendidikan tidak hanya dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga menjaga identitas spiritual sebagai landasan moral yang kokoh dalam membangun organisasi yang harmonis dan berkelanjutan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Peta Konsep Terhadap Motivasi Belajar dan Kompetensi Pengetahuan IPAS pada Peserta Didik Kelas V SD di Gugus I Kecamatan Busungbiu I Made Supardi Yasa; Putu Sanjaya; Ni Nyoman Lisna Handayani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1698.189-203

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar dan kompetensi pengetahuan IPAS antara kelompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan peta konsep dan kelompok Model Pembelajaran Konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah peserta didik SD kelas V di Gugus I Kecamatan Busungbiu tahun pelajaran 2024/2025 yang terdiri atas 7 kelas dengan jumlah populasi 95 orang peserta didik. Sampel diambil dengan cara group random sampling dan berjumlah 57 orang peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda dan kuesioner motivasi belajar. Kegiatan pembelajaran berlandaskan pada teori konstruktivisme dan teori Ausubel. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan Manova satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan motivasi belajar dan kompetensi pengetahuan IPAS secara bersama-sama antara kolompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran model PBL berbantuan peta konsep dan MPK (F = 66,336; p<0,05), (2) terdapat perbedaan motivasi belajar antara kolompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran model PBL berbantuan peta konsep dan MPK (F = 7,271 ; p<0,05) serta skor rata-rata kelompok PBL berbantuan peta konsep (M = 140,19) lebih tinggi dibandingkan dengan MPK (M = 136,57), dan (3) terdapat perbedaan kompetensi pengetahuan IPAS antara kolompok peserta didik yang mengikuti pembelajaran model PBL berbantuan peta konsep dan MPK (F = 45,611; p<0,05) serta skor rata-rata kelompok PBL berbantuan peta konsep (M = 22,74) lebih tinggi dibandingkan dengan MPK (M = 20,73). Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kompetensi pengetahuan IPAS kelompok peserta didik yang dibelajarkan dengan model PBL berbantuan peta konsep lebih tinggi dibandingkan dengan model konvensional.
Analyzing Students’ Reading Needs through Dayak Cultural Content in East Kalimantan Royanti; Yustina Fitriani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1725.204-215

Abstract

The integration of local culture into English reading instruction is important for enhancing student engagement, reading comprehension, and cultural awareness. In Indonesia, English reading materials are predominantly influenced by foreign cultures, while locally relevant resources remain scarce. This study aims to analyze students’ reading needs to improve comprehension and strengthen cultural identity through the development of reading materials based on Dayak culture, an indigenous ethnic group from East Kalimantan. Using a mixed-methods design, data were collected from 348 students and 36 lecturers across higher education institutions in East Kalimantan through questionnaires and in-depth interviews with 10 students and 5 lecturers. The research instruments were developed based on Hutchinson and Waters’ Needs Analysis framework, addressing necessities, lacks, and wants. The findings reveal strong support for integrating local cultural texts, especially folktales and descriptive passages, to increase motivation and improve reading comprehension. Students reported difficulties with text complexity, while lecturers faced limited access to contextualized materials and low student interest in reading. Both students and lecturers preferred culturally relevant and visually engaging materials. There was a strong preference for the use of structured reading strategies such as SQ3R. These results can inform the development of culturally responsive reading materials and have implications for curriculum development, instructional design, and future research in English as a Foreign Language (EFL) context.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Fantasi dengan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Siswa Kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2024/2025 I Ketut Suar Adnyana; I Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari; Ni Nyoman Ayu Riptayani
Widya Accarya Vol. 16 No. 2 (2025): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.16.2.1735.216-235

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa SMP kelas VII adalah memiliki keterampilan dalam membuat cerita fantasi. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan daya imaji siswa. Daya imajinasi yang diharapkan  adalah daya imajinasi yang terstruktur. Siswa diharapkan menuangkan kemampuan imajinasinya ke dalam bentuk struktur cerita fantasi yang terdiri dari orientasi, konflikasi, resolusi, dan koda. Berdasarkan kajian awal yang dilakukan di kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar, keterampilan siswa dalam menulis cerita fantasi masih rendah. Dari 31 siswa, hanya  hanya 17 orang (55%)  siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (80). Hal ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami kendala dalam proses pembelajaran.  Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar dalam menulis cerita fantasi dengan menerapkan model pembelajaran Proyek based Learning (PjBL).  Implementasi PjBL memungkinkan siswa untuk merancang dan mengembangkan tulisan melalui berbagai tahapan, seperti perencanaan, penulisan, revisi, dan penyajian karya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian jenis ini dalam pelaksanaannya memungkinkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa  dalam menulis cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi siswa kelas VII B SMP Dwijendra Denpasar melalui model Project Based Learning (PjBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B, sedangkan objek penelitian keterampilan menulis teks cerita fantasi. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif (statistik deskriptif) dan kualitatif (reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan) untuk menggambarkan perkembangan kemampuan siswa dalam menulis cerita fantasi. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil kajian pada siklus I, hanya 15 (48,3%)  siswa yang tuntas. Ada 16 (51,61 %) siswa yang belum tuntas. Persentase jumlah ketuntasan masih tergolong kecil. Kendala yang dialami siswa dalam menulis cerita fantasi setelah diterapkannya model pembelajaran PjBL adalah sebagian besar siswa belum memahami struktur cerita fantasi dengan baik.  Hal ini menyebabkan struktur cerita fantasi yang dibuat siswa tidak sistematis. Sebagian besar siswa belum memaparkan komflikasi dengan baik. Komflikasi yang dibuat siswa terkesan terburu-buru dan siswa secara cepat ingin mencari resolusi terhadap komplikasi tersebut. Setelah dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dan dilakukan pembelajaran pada siklus II, keterampilan siswa dalam menulis teks cerita fantasi mengalami peningkatan yang signifikan.  Dari  31 siswa,  sebanyak 30 (96,7%)  dinyatakan  tuntas dalam siklus II. Hanya 1 (3,22%)  orang siswa yang mendapatkan skor di bawah KKM. Hal ini menandakan bahwa PjBL efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas VII B SMP Dwijendra tahun pelajaran 2024/2025 dalam menulis cerita fantasi.