Widya Accarya
Widya Accarya, 2085-0018 (Print ISSN), 2722-8339 (Electronic ISSN) is the Journal of Education who published research articles and of theoretical articles in education which published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy, Dwijendra University. The journal is published twice a year every April and October published by Faculty of Teacher Training and Pedagogy. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: • Education • Language Teaching and Learning • Classroom Action Research • Morphology • Syntax • Phonology • Semantic • Pragmatic • Discourse Analysis • Translation • Comparative Linguistics History • Applied Linguistic
Articles
202 Documents
ANALISIS BENTUK KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DPRD KABUPATEN BADUNG FRAKSI PDI PERJUANGAN DENGAN KONSTITUENNYA PADA MASA RESES PADA TAHUN 2015
SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 4 No 1 (2015): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.371 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.4.1.443.%p
Pemerintah daerah dikenal dengan adanya perangkat daerah dimana perangkat daerah provinsi terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas daerah, dan lembaga teknis. Sedangkan untuk daerah kabupaten/kota perangkat daerahnya terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas daerah, lembaga teknis daerah, kecamatan dan kelurahan. Dimana setiap perangkat daerah tersebut mempunyai hubungan yang sangat erat dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan atau pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah yang tentunya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Dari uraian yang dikemukakan dalam latar belakang masalah di atas dan untuk mempermudah pembahasan mengenai judul yang penulis teliti, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah bentuk komunikasi politik anggota DPRD kabupaten Badung dengan konstituennya di daerah pemilihannya?. 2. Apa saja hasil dari reses anggota DPRD kabupaten Badung dengan konstituennya di daerah pemilihannya?. Dan tujuan dari penelitian ini adalah Untuk melatih diri dalam usaha menyatakan pikiran ilmiah tertulis.Dari beberapa uraian yang telah dipaparkan, maka diperoleh kesimpulan bahwa bentuk dari komunikasi anggota DPRD Kabupaten Badung Fraksi PDI Perjuangan adalah komunikasi langsung yang bisa terjadwal dan tidak terjadwal melalui kegiataan formal maupun non formal dengan langsung turun ke masyarakat terbawah dan konstiuennya di daerah pemilihannya pada khususnya dan kabupaten badung pada umumnya, agar bisa langsung untuk mengetahui apa yang menjadi persoalan di masyarakat dan isi yang sedang berkembang di masyarakat baik itu dalam persoalan sosial kemasyarakatan, kesehatan masyarakat, pendidikan masyarakat, serta isu-isu lain yang berkembang bisa juga terkait infrastruktur penataan wilayah dengan menyerap langsung aspirasi yang ada di masyarakat.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBANGUN ETIKA POLITIK DI INDONESIA
KARTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 4 No 1 (2015): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.441 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.4.1.444.%p
Pergolakan masyarakat dalam menghadapi perbedaan yang berkembang menimbulkan konflik dan problematika yang menimbulkan selisih paham dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada, dimana penistaan agama menjadi topik yang tidak henti-hentinya dibicarakan diberbagai media baik media elektronik maupun media cetak. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah : 1) Bagaimanakah  nilai-nilai Pancasila dalam membangun etika politik di Indonesia; 2) Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat dalam membangun etika politik di Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila ?Jenis penelitian adalah deskriptif yaitu menelaah sumber kepustakaan. Pendekatan dalam penelitian hukum dimaksudkan adalah bahan untuk mengawali sebagai dasar sudut pandang dan kerangka berpikir seorang peneliti untuk melakukan analisis.Berdasarkan hasil uraian bahwa pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan (1) asas legalitas, (2) disahkan dan dijalankan secara demokratis dan (3) dilak-sanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan etika politik yaitu : Ketidakpahaman dan ketidakmampuan masyarakat memahami Pancasila sebagai konsep etika politik, krisis moral yang terjadi dalam lingkungan masyarakat Indonesia, longgarnya kepercayaan dan pemahaman individu terhadap agama yang dianutnya, dan tidak adanya pengawasan serta hukum yang tegas.Kata kunci :  nilai-nilai pancasila, membangun etika politik
PENTINGNYA KUALITAS HUBUNGAN ANTAR PRIBADI KONSELOR DALAM KONSELING REALITAS
TIRTAWATI, ANAK AGUNG RAI
Widya Accarya Vol 7 No 1 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.99 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.7.1.445.%p
Konseling realitas bertumpu pada ide sentral bahwa kita memilih sendiri perilaku kita dan oleh karena itu kita bertanggung jawab tidak hanya atas apa yang kita lakukan tetapi juga atas bagaimana kita berpikir dan merasakan. Arah sasaran umum dari sistem konselingnya adalah menyediakan suatu kondisi yang akan menolong klien untuk bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang, dan untuk bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini dapat difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat , bisa menerima, dan aplikasi berbagai prosedur konseling.Konseling yang hangat, bisa menerima dan efektif dalam aplikasi prosedur konseling memerlukan kualitas hubungan antar pribadi yang baik antara konselor dan klien. Hubungan antar pribadi adalah proses sosial dimana individu-individu yang terlibat didalamnya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Lebih lanjut hubungan antar pribadi adalah suatu hubungan dimana orang-orang yang terlibat dalam komunikasi menganggap orang lain sebagai pribadi dan bukan sebagai obyek yang disamakan dengan benda. Jadi dalam hubungan antar pribadi kedudukan dan fungsi antara individu yang satu dengan yang lain, yaitu antara konselor dan klien adalah setara.Kualitas hubungan antar pribadi konselor dan klien ini dalam konseling realitas akan sangat menentukan dalam : (1) Mempermudah memahamkan klien tentang Teori Kontrol, (2) Memaksimalkan fungsi dan peranan konselor, (3) Mewujudkan konsep Jantera Konseling (Cycle of Counseling ) yang baik, (4) Menerapkan dengan baik teknik- teknik khusus dalam konseling realitas.
REVITALISASI MANAJEMEN PASRAMAN DALAM MENUMBUHKAN SIKAP REVOLUSI MENTAL SECARA BERKELANJUTAN PADA PASRAMAN DI DESA PUHU KACAMATAN PAYANGAN
SILA, I MADE
Widya Accarya Vol 6 No 2 (2016): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.63 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.6.2.446.%p
 Pasraman sebagai suatu Pendidikan non formal yang bertujuan untuk membantu pelaksanaan pendidikan agama dan budi pakerti yang menekankan pada penumbuhan sikap dan ketrampilan. Karena pendidikan agama yang telah diberikan di sekolah lebih menekankan pada penguasaan pengetahuan. Sehingga pasraman akan mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam membantu pemerintah untuk menumbuhkan sikap revolusi mental sejak usia dini sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintahUntuk dapat melaksanakan fungsi dan tujuan tersebut maka pasraman yang telah dibentuk dimasing-masing desa Pakraman harus diberdayakan dan dibina secara berkelanjutan. Permasalahan dilapangan Pasraman yang didanai oleh dana BKK pemerintah provisi Bali tidak dapat berkembang karena tidak mendapat bimbingan dan bantuan teknis sebagaimana mestinya. Rumusan masalah penelitian adalah Revitalisasi Manajemen Pendidikan Pasraman , untuk dapat berkembang dan menumbuhkan sikap revolusi mental sejak dini secara berkelanjutan. Berdasarkan    rumusan  masalah  di  atas,  maka  tujuan    dari penelitian  ini  adalah   merevitalisasi manajemen Pasraman dalam menumbuhkan sikap revolusi mental sejak dini secara berkelanjutan .Jenis penelitian ini adalah penelitian yang dirancang untuk mengembangkan, populasinya adalah seluruh pesraman di kecamatan Payangan . Data dikumpulkan dengan mengunakan kuisioner,wawancara dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif.Hasil Penelitian  menunjukkan bahwa manajemen pasraman perlu direvitalisasi sesuai dengan karekteristik dan budaya Bali bersifat religius, maka manajemen yang dikembangkan adalah manajemen yang berbasis desa Pakraman disesuaikan dengan adat dan budaya Bali. Namun demikian perlu adanya perbaikan sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan desa pakraman. Manajemen desa pakraman belum mampu beradaptasi dengan manajeman organisasi secara modern, maka diperlukan cara, metode untuk memberdayakan agar proses penumbuhan sikap revolusi mental dapat berkembang sejak dini dan berkelanjutan.  Kata Kunci : Revitalisasi manajemen, Pendidikan Pasraman,dan Revolusi mental  Â
MENGEMBANGKAN DAN MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI UJI SERTIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
SILA, I MADE
Widya Accarya Vol 4 No 1 (2015): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.666 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.4.1.447.%p
Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional yang dibuktikan  dengan sertifikat pendidik, Sertifikat pendidik  diproleh melalui :  uji kompetensi guru dalam jabatan dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio dan melalui pendidikan profesi guru. Fungsi guru sebagai tenaga profesional adalah untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.Tujuan utama dari sertifikasi guru adalah menjadikan guru sebagai tenaga professional untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, sehingga pelaksanaan sertifikasi guru dilaksanakan secara, obyektif, transparan dan akuntabel. Kenyataan dilapangan banyak orang beranggapan bahwa sertifikasi hanya untuk memproleh tunjangan profesi. Asumsi seperti menjadi sangat bias, karena kelau beranggapan demikian guru kan menghalalkan segala jalan untuk dapat lulus sertifikasi, jadi tidak ada upaya untuk meningkatkan kompetensi guru.Apabila sertifikasi guru dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan kompetensi guru, maka guru yang berhak ikut sertifikasi adalah mereka yang telah memenuhi standar kompetensi yang sesuai dengan persyaratan, jadi bukan sekedar balas budi bagi guru,sehingga guru sebelum ikut sertifikasi memang benar-benar mempersiapkan diri agar layak dinyatakan sebagai tenaga professional.Kata kunci : sertifikasi,kompetensi dan mutu pendidikan
IMPLEMENTASI TATA TERTIB SEKOLAH DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA KELAS VII SMP DWIJENDRA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016
DARWATI, G.A MAS
Widya Accarya Vol 4 No 1 (2015): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.537 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.4.1.448.%p
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah keinginan untuk mengetahui penerapan tata tertib sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui implementasi tata tertib sekolah dalam menanggulangi kenakalan remaja pada siswa kelas VII SMP Dwijendra Denpasar, untuk mngetahui faktor penyebab kenakalan remaja pada siswa kelas VII SMP Dwijendra Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris, sedangkan jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi/pengamatan, kelokasi penelitian dan mencari sumber data berupa catatan-catatan atau dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian. Keseluruan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tata tertib sekolah SMP Dwijendra Denpasar sangat penting dan sangat dominan itu dapat menjadi sarana dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila dikarenakan juga dalam memperhatikan norma dan etika baik itu merupakan norma agama, sosial (kemanusiaan), maupun norma hukum,Kata kunci: tata tertib, kenakalan remaja, SMP Dwijendra Denpasar.Â
RELEVANSI SERTIFIKASI GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA UNTUK MENYONGSONG PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN BERKELANJUTAN
Rai, Ida Bagus
Widya Accarya Vol 5 No 1 (2016): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.776 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.5.1.450.%p
Serifikasi merupakan upaya peningkatan mutu guru, yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, Sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan secara berkelanjtan Pendidikn merupakan salah satu sarana utama yang diharapkan mampu memprsiapkan sumber daya manusia yang dipersyaratkan. Inti pendidikan adalah pada proses belajar mengajar, dan komponen yang paling menentukan proses pengajaran adalah guru, bukan ditentukan olek kurikulum,sarana dan prasarana.unsur-unsur tersebut hanyalah sekedar pelengkap bagu guru dalam mengelola pem,belajaran yang berkualitas. Ilustrasi di atas sekedar menunjukkan betapa peranan guru yang profesional mempunyai arti yang sangat penting dalam pembangunan bangsa terutama dalam rangka mempersiapkan manusia yan berkualitas.Ada tiga macam kompetensi khususyang harus dimiliki oleh seorang guru (SD), yaitu (a) kompetensi mengajar, memotivasi peserta didik dan kemampuan mengebangkan kelas, (b) kompetensi kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk berhubungan dan memahami orang lain/peserta didik, (c) kemampuan untuk memberikan dukungan, yaitu kecakapan yang mengacu kepada ketangkasan manual dan visual. Untuk mendapatkan kemampuan profesional seperti yang disebutkan diatas diperlukan berbagai upaya baik oleh pemerintah dan terutama oleh guru yang bersangkutan. Untuk maksud tersebut diperlukan motivasi yang kuat sebagai pendorong, pengaah aktifitasnya dalam meningkatkan kualitas diri dan dalam melaksanakan tugas dan tenggungjawabnya.  Kata Kunci: Sertifikasi, Motivasi, Profesionalitas   Â
PELAKSANAAN REHABILITASI OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI PROPINSI BALI
RINDAWAN, I KETUT
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.119 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.504.%p
Bali sebagai daerah Pariwisata Indonesia bagian tengah yang menjadi incaran para wisatawan baik domistik maupun manca negara. Dari para wisatawan itu sudah tentu membawa budaya masing-masing apakah itu sesuai dengan budaya kita khususnya bali atau tidak. Salah satu dari berbagai dampak negatif adalah Pulau Bali menjadi tempat yang sangat empuk peredaran narkoba sehingga menjadi daerah rawan narkoba. Peredaran narkoba itu sendiri tidak pada kalangan pariwisata saja tapi warga masyarakat Bali sendiri kena juga dampaknya, baik sebagai pengedar atau pemakai, lebih-lebih generasi muda, tetapii kadang tokoh masyarakat juga kena pengaruh narkoba dengan berbagai alasan, selain itu berbagai kasus narkoba yang terjadi terus mengalami peningkatan sehingga dapat menambahkan kekhawatiran bagi masyarakat Bali itu sendiri. Berdasarkan latar belakang diatas, maka akan diteliti Pelaksanaan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Bali terhadap penyalahgunaan narkoba di Provinsi Bali. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara. hasil pengolahan ini disajikan dengan deskriptif analisis, disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba di BNN Provinsi Bali dan dalam rehabilitas terhadap penyalahgunaan narkotika cukup berhasil dengan bekerjasama dengan Polisi dalam hal ini Polda Bali dalam meringkus pelaku pengedar dan pengguna narkotika, selain itu bekerjasama dengan berbagai pusat rehabilitasi yang terdapat di Provinsi Bali.Kata kunci : rehabilitas, narkoba.
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA
SUTIKA, I MADE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.276 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.505.%p
Peranan orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama nampaknya makin terabaikan di dalam masyarakat  karena kesibukan orang tua, baik desakan ekonomi, profesi ataupun hobi sering menyebabkan kurang adanya kedekatan orang tua dengan anak. Kondisi demikian bila tidak disadari maka lama kelamaan akan terjadi penghalang terhadap kedekatan hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya, yang berarti terganggulah hubungan kedekatan psikologis kedua belah pihak. Sementara itu  semua mengetahui bahwa hubungan harmonis antara orang tua dan anak di dalam keluarga akan banyak berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya.Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah pola komunikasi keluarga yang dilakukan oleh orang tua dalam pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga ? 2) Apakah hambatan internal dan hambatan eksternal bagi orang tua dalam proses pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga ? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi keluarga yang digunakan dalam pendidikan karakter anak serta kendala-kendala yang dihadapinya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan mengacu dari berbagai sumber kemudian dideskripsikan secara kualitatif.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pola komunikasi keluarga dalam pendidikan karakter anak khususnya tentang aspek integritas yang terdiri dari nilai kejujuran, religius, sikap tanggung jawab, kepedulian sosial dan aspek kedisiplinan menggunakan pola komunikasi persamaan, pola komunikasi tak seimbang terpisah, pola komunikasi seimbang terpisah dan pola komunikasi monopoli. 2) Hambatan-hambatan dalam pendidikan karakter pada anak yaitu hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal berupa kurang intesitasnya komunikasi dalam keluarga disebabkan kesibukan orang tua yang bekerja sedangkan hambatan eksternalnya berupa pergaulan anak di lingkungan masyarakat dan pengaruh teknologi informasi dan komunikasi.Kata kunci: Pola Komunikasi, Keluarga, Karakter, Anak.
PERANAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN TINGGI BERBASIS SPMI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN UNTUK MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS
SILA, I MADE
Widya Accarya Vol 8 No 2 (2017): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.825 KB)
|
DOI: 10.46650/wa.8.2.506.%p
Pendidikan yang berkualitas merupakan suatu kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi dan sebagai salah satu penentu bagi pembangunan negara. Lulusan yang berkualitas membutuhkan sistem pendidikan yang berkualitas pula. Dalam pembentukan sistem pendidikan yang berkualitas, selain SDM, sarana dan prasarana, kurikulum dan modal  juga diperlukan manajemen yang berkualitas . Dewasa ini, perkembangan pemikiran manajemen penjaminan mutu  perguruan tinggi mengarah pada sistem manajemen terpadu yang disebut dengan system penjaminan mutu internal ( SMPI ) Permasalahan yang menjadi fokus dalam  penulisan ini, yaitu bagaimana sebaiknya SPMI  tersebut diselenggarakan di perguruan tinggi agar mampu membentuk sarjana yang kompeten dan kompetitif, memberikan pelayanan yang paripurna dalam pengelolaan perguruan tinggi ?. Maksud pembahasan ini adalah sebagai bahan informasi dan kajian dalam mengembangkan mutu perguruan tinggi agar mampu membentuk sarjana yang kompeten dan komtetitif memberi pelayanan yang paripurna pada seluruh pemangku kepentinganPendekatan yang digunakan dalam penelitian in adalah kualitatif dengan metode diskriptif dan verifikatif melalui instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan kepada responden yang terdiri dari kepala biro/kepala bagian, ketua program studi, dosen dan mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan bahwa Penjaminan mutu melalui SPMI berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap mutu universitas, sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik untuk meningkatkan kepuasan pelanggan khususnya mahasiswa Peneliti merekomendasikan kepada pimpinan universitas (rektor) untuk menggunakan model SPMI yang mampu memberikan penilaian yang obyektif dan meningkatkan motivasi civitas akademika. Di lain pihak rektor juga sebaiknya lebih memperhatikan kinerja dosennya dengan meningkatkan kompetensi, dan motif berpretasinya, serta mampu menciptakan lingkungan yang kondusif.Kata kunci, Manajemen mutu, peningkatan pelayanan dan kualitas pendidikanÂ