cover
Contact Name
Anak Agung Ayu Sri Ratih Yulianasari
Contact Email
jurnalanala@gmail.com
Phone
+6285738776698
Journal Mail Official
jurnalanala@undwi.ac.id
Editorial Address
JALAN KAMBOJA NO 17, DENPASAR - BALI
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Anala
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19075286     EISSN : 27225682     DOI : 10.46650
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Anala is a peer-reviewed academic journal published by the Faculty of Engineering at Dwijendra University, Denpasar, Bali, Indonesia (P-ISSN: 1907-5286; E-ISSN: 2722-5682). The aim of the journal is to publish original and high-quality articles in the field of architecture, landscape architecture, interior design, building science, building construction, civil engineering and the built environment. Jurnal Anala is published twice a year, in February and September. We accept original articles that have not been previously published elsewhere and are not currently under review for publication.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
SENTRA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH INDUSTRI KERAJINAN DI BALI BERTEMA ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR I Wayan Juliartawan; Ayu Putu Utari Parthami Lestari; Ngakan Putu Ngurah Nityasa
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1290.1-8

Abstract

Di Bali, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha penting yang menopang kehidupan masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata. Bali sudah memiliki beberapa sentra seni hanya saja fasilitas yang dimiliki belum lengkap. Melihat begitu banyaknya orang yang menekuni UMKM di bidang industri kerajinan dan kurangnya fasilitas yang sudah ada maka perlu dirancang Sentra UMKM di bidang industri kerajinan yang baru, dengan tujuan memusatkan pelaku UMKM industri kerajinan yang ada di Bali dan akan mampu menjadi sarana untuk mengangkat perekonomian dan potensi UMKM yang ada. Sentra UMKM Industri Kerajinan merupakan Pusat kegiatan bisnis di kawasan tertentu yang bertujuan menghasilkan barang atau produk kerajinan dengan proses pembuatanya menggunakan keterampilan tangan manusia. Sentra ini akan mewadahi kegiatan seperti : pemasaran, demo produksi, pelatihan, koleksi, apresiasi dan food court serta dilengkapi dengan koperasi. Berdasarkan fungsinya, perancangan Sentra menggunakan konsep dasar Promotif, Edukatif yang Rekreatif. Tema yang akan dipergunakan adalah Arsitektur Neo Vernakular. Lokasi perancangan Sentra UMKM Industri terletak di Br. Samu, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Berdasarkan analisa ruang, luas lahan yang direncanakan seluas 28.591,40m². Konsep perencanaan site mengacu pada site yang sudah dipilih dengan tetap mempertimbangkan lingkungan sekitar baik iklim, kebisingan, klimotologi, topografi dan build up area. Konsep perencanaan penampilan bangunan, struktur dan utilitas mengacu pada konsep dasar dan tema rancangan. Konsep perencanaan harus tetap mengacu norma-norma atau aturan yang berlaku serta tetap mengedepankan sisi keamanan dan kenyamanan sehingga dapat merencanakan suatu Sentra UMKM Industri Kerajinan di Bali. In Bali, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are important businesses that support people's lives in supporting the tourism sector. Bali already has several art centers, it's just that the facilities owned are not complete. Seeing so many people pursuing MSMEs in the handicraft industry and the lack of existing facilities, it is necessary to design an MSME Center in the field of the new handicraft industry, with the aim of concentrating msme players in the handicraft industry in Bali and will be able to become a means to lift the economy and potential of existing MSMEs. The Handicraft Industry MSME Center is a center for business activities in certain areas that aims to produce goods or handicraft products with the manufacturing process using human hand skills. This center will accommodate activities such as: marketing, production demos, training, collections, appreciation and food courts and is equipped with cooperatives. Based on its function, the design of the Center uses the basic concepts of Promotive, Creative Educational. The Tema to be used is Neo Vernacular Architecture. The design location of the Industrial MSME Center is located in Br. Samu, Singapadu Kaler Village, Sukawati District, Gianyar Regency. Based on space analysis, the planned land area is 28,591.40m². The concept of site planning refers to the site that has been selected while still considering the surrounding environment, both climate, noise, climatology, topography and build up area. The concept of planning the appearance of buildings, structures and utilities refers to the basic concepts and themes of the design. The planning concept must still refer to the applicable norms or rules and still prioritize the safety and comfort side so that it can plan a Handicraft Industry MSME Center in Bali.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; I Gusti Agung Gede Nodya Dharmastika
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1301.9-15

Abstract

Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Banjar tersebut antara lain adalah Banjar Bualu, Banjar Mumbul, Banjar Pande, Banjar Balekembar, Banjar Peken, Banjar Penyarikan, Banjar Celuk, Banjar Terora. Banjar Bualu memiliki potensi wisata berbasis pariwisata, seni budaya, sampai kegiatan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Potensi di bidang pariwisata ini dikarenakan letaknya sangat dekat dengan kawasan perhotelan ITDC dan juga objek wisata pantai di sekitarnya. Pada bidang perekonomian, posisi Bale Banjar Bualu yang strategis karena berada di pinggir jalan sangat bagus untuk tempat UMKM dan bisnis. Hasil penelusuran Tim PKM terdapat beberapa permasalahan yang ada di Banjar Bualu antara lain: Pertama, umur bangunan Bale Banjar Bualu yang sudah melebihi 30 tahun sehingga terjadi kerusakan di beberapa titik sehingga dapat membahayakan civitas yang ada di dalamnya. Kedua, kebutuhan ruang terbuka saat digelarnya ritual upacara keagamaan oleh pengempon Pura Semer Kembar yang letaknya di belakang Bale Banjar Bualu. Selain itu kebutuhan ruang untuk kegiatan rapat, kesenian dan kegiatan adat. Ketiga, kebutuhan akan pemasukan tambahan untuk meringankan beban operasional Banjar Bualu. Berdasarkan permasalahan ini, solusi yang ditawarkan Tim PKM antara lain: 1) Pembuatan Perencanaan Desain Konseptual Gedung Banjar Bualu, berupa gambar konsep desain; 2) Pembuatan area terbuka sebagai palemahan ritual agama Pura Semer Kembar yang terletak di belakang Bale Banjar Bualu, selain itu kebutuhan ruang terbuka untuk kegiatan banjar seperti rapat, kesenian dan kegiatan adat; 3) Pembuatan fasilitas berupa ruko sebagai sumber pemasukan tambahan bagi Banjar Bualu untuk meringankan biaya operasional.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI DENPASAR DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK I Nyoman Andriyana; Ida Bagus Idedhyana; Siluh Putu Natha Primadewi
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1305.16-26

Abstract

Bali menjadi daerah yang cukup strategis sebagai tempat dibangunnya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah. Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation menyatakan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah seperti stroke, jantung iskemik, penyakit jantung hipertensi masih berada di posisi 10 besar penyakit yang memiliki jumlah kematian terbanyak tahun 2009-2019. Berdasarkan hasil sensus penduduk di Bali yang berjumlah 4,32 juta jiwa dengan jumlah kunjungan ke pelayanan jantung dan pembuluh darah mencapai angka 28.043 jiwa di tahun 2016 dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya, maka sangat diperlukan adanya Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah Bali, serta tidak menutup kemungkinan pelayanan kesehatan untuk wilayah Indonesia bagian timur. Lokasi rumah sakit ini dipilih di Denpasar, dengan tema yang diangkat dalam perancangan Rumah Sakit Khusus Jantung dan Pembuluh Darah ini adalah ‘Desain Biofilik’ yang didasari atas konsep ‘Wellness and Healing Architecture.’ Diawali dengan pengumpulan data dari hasil observasi di lapangan, dilanjutkan dengan studi literatur yang terkait dengan rumah sakit, kemudian dilakukan studi preseden pada arsitektur rumah sakit jantung dan pembuluh darah. Metode yang digunakan dalam pengolahan data berupa analisa data, sintesa, dan transformasi. Hasil rancangan rumah sakit jantung dan pembuluh darah dengan penerapan tiga kategori biofilik dijelaskan ke dalam empat belas kriteria pola desain biofilik. Kategori biofilik yang pertama yaitu Nature in the space, merupakan koneksi langsung dengan alam. Kedua natural analogues, merupakan kehadiran elemen alam pada bangunan. Terakhir nature of the space, mengidentifikasi suatu hal berbahaya pada alam atau yang tidak diketahui. Bali is a strategic area as a place for the construction of a Special Heart and Blood Vessel Hospital. Based on data from the Institute for Health Metrics and Evaluation, it states that heart and blood vessel diseases such as stroke, ischemic heart disease, hypertensive heart disease are still in the top 10 diseases with the highest number of deaths in 2009-2019. Based on the results of the population census in Bali which amounted to 4.32 million people with the number of visits to heart and blood vessel services reaching 28,043 people in 2016 and continuing to increase in the following years, it is very necessary to have a Special Heart and Blood Vessel Hospital for improve public health in the Bali region, and do not rule out the possibility of health services for the eastern part of Indonesia. The location of this hospital was chosen in Denpasar, with the theme raised in the design namely 'Biophilic Design' which is based on the concept of 'Wellness and Healing Architecture.' It begins with collecting data from observations in the field, followed by literature study related to the hospital, then conducted a precedent study on the hospital architecture of the heart and blood vessels. The method used in data processing is in the form of data analysis, synthesis, and transformation. The results of the design of a heart and blood vessel hospital with the application of three biophilic categories are explained into fourteen criteria for a biophilic design pattern. The first biophilic category, Nature in the space, is a direct connection with nature. The two natural analogues are the presence of natural elements in the building. Finally, nature of the space, identifying something dangerous in nature or the unknown.
PERENCANAAN PENATAAN PURA PENATARAN MANIK GENI SEBAGAI PETANDA AREAL SUCI DI KAWASAN PURA SAD KAHYANGAN LUHUR ANDAKASA, KARANGASEM I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Wayan Widanan
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1317.27-33

Abstract

Pura Luhur Andakasa adalah salah satu pura bagian dari Sad Khayangan yang ada di Bali. Pura ini terletak di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem. Pura ini terletak di dataran tinggi lebih dari 200 mdpl. Sebelum mencapai Pura Luhur Andakasa, para pemedek akan menjumpai Pura-Pura Penataran dibawahnya. Pura-pura ini kemudian disebut Pura Penataran di kawasan Andakasa. Salah satunya adalah Pura Penataran Manik Geni. Pada Pura Penataran Manik Geni ini, penataan Pura berdasarkan konsep Tri Mandala belum terlihat jelas antara area Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala. Dengan kondisi eksisting Pura Manik Geni tersebut, ada keinginan dari pengempon pura terutama untuk kembali menata dan melengkapi fasilitas pura sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Oleh sebab itu dengan adanya rencana penataan kembali Pura Manik Geni, maka diperlukan gambar masterplan dan Detail Engineering Design (DED) yang terencana dengan baik. Sehingga diharapkan dengan adanya gambar tersebut dapat membantu pengempon pura pada proses penataan selanjutnya, sekaligus bila diperlukan dapat dijadikan kelengkapan pada pengajuan proposal penggalian dana.
PERANCANGAN LABUAN BAJO CONVENTION CENTER Eduardus Hatu; Putu Gde Ery Suardana; Desak Made Sukma Widiyani
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1318.34-41

Abstract

Abstrak Perancangan Labuan Bajo Convention Center ini pada dasarnya merupakan wadah atau sarana komunikasi antara dua pihak dengan penerapkan berbagai metode komunikasi langsung tatap muka baik itu dari perorangan terhadap kelompok, kelompok terhadap kelompok atau kelompok terhadap masyarakat. Dan pada era kini hal ini menjadi suatu kebutuhan yang dianganggap penting. Kota Labuan Bajo, seringkali menjadi tuan rumah suatu konverensi dengan jumlah peserta yang tergolong besar karena cakupannya sampai manca negara.hal ini mendorong laju pembangunan dalam kota termasuk rencana pembangunan Convention Center di Labuan Bajo yang nantinya dirancang dengan dasar penerapan tema Arsitektur Hich tech merupakan kebutuhan objek rancangan sebagai Convention yang lingkupnya regional atau nasional maupun internasional. penerapan tema Making structure (penonjolan struktur) melalui kajian yang ada diharap dapat mengoptimalkan fungsi bangunan, memberikan kenyamanan serta meningkatkan kepariwisataan kota Labuan Bajo. Kata Kunci: Perancangan Convention, High Tech, Labuan,Bajo. Abstract The design of the Labuan Bajo Convention Center is basically a forum or means of communication between two parties by applying various methods of face-to-face direct communication, be it from individuals to groups, groups to groups or groups to the community. And in this era, this has become a necessity that is considered important. Labuan Bajo City, often hosts a convergence with a relatively large number of participants because of its scope to foreign countries.this encourages the pace of development within the city including the plan to build a Convention Center in Labuan Bajo which will be designed on the basis of the application of the theme Hich tech architecture is the need for design objects as Conventions whose scope is regional or national or international. Making structure through existing studies is expected to optimize the function of the building, provide comfort and improve tourism in labuan Bajo city. Keywords: Convention Design, High Tech, Labuan Bajo.
POTENSI DESA “PENGEMIS” MUNTI GUNUNG MENJADI DESA WISATA Ni Putu Tustiari; Frysa Wiriantari; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Anala Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1322.42-49

Abstract

Banjar Munti Gunung yang terletak di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem, Provinsi Bali tidak asing di telinga masyarakat Pulau Dewata. Banjar ini dikenal sebagai salah satu daerah dimana gelandangan dan pengemis berasal. Minimnya tingkat ekonomi dan terbatasnya pemahaman akan pentingnya pendidikan berdampak pada rendahnya Pendidikan masyarakat. Masyarakat memilih untuk tetap melakukan kebiasaan lama yakni menjadi gepeng daripada memanfaatkan potensi yang ada di desanya. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa data sekunder berupa studi litelatur dan data sekunder pendukung lainnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang diharapkan mampu menjelaskan mengenai potensi Desa Munti Gunung sebagai Desa Wisata. Beberaoa perkebunan yang ada di desa ini dapat diolah menjadi salah satu daya tarik wisata pertanian dan hasil yang diperoleh dari perkebunan itu dapat juga diolah menjadi barang atau benda yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Banjar Munti Gunung which is located in Tianyar Barat Village, Kubu District, Karangasem, Bali Province is no stranger to the people of the Island of the Gods. Banjar is known as one of the areas where homeless and beggars come from. The lack of economic level and limited understanding of the importance of education have an impact on the low level of public education. The community chooses to keep doing the old habit of being flat rather than taking advantage of the potential that exists in their village. This study uses data sources in the form of secondary data in the form of literature studies and other supporting secondary data. The research method uses descriptive qualitative which is expected to be able to explain the potential of Munti Gunung Village as a Tourism Village.Several plantations in this village can be processed into one of the agricultural tourist attractions and the results obtained from the plantation can also be processed into goods or objects that have a higher economic value

Page 1 of 1 | Total Record : 6