BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: 1. Community Services, People, Local Food Security; 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; 3. Community Empowerment, Social Access; 4. Student Community Services; 5. Border Region, Less Developed Region; 6. Education for Sustainable Development; Poverty alleviation based on local resources; 7. Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and SMEs; 8. Development of environmentally friendly technology; 9. Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicines, arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony.
Articles
2,315 Documents
SOSIALISASI, EDUKASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN BERKHASIAT OBAT UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.)
Rahmayanti Fitriah;
Syahrizal Ramadhani;
Muhammad Rus’an Hidayat;
Muhammad Fajrin Nor;
Diena Raisa Nabyla;
Dinda Raflianti;
Ariyanti Indryan Noor;
Alya Sandrina Augesta;
Murniati Murniati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.3905
Kalimantan merupakan pulau yang kaya keanekaragaman hayati. Obat tradisional pada etnis Kalimantan umumnya masih dalam bentuk yang sederhana. Bahan baku yang diambil dari alam setelah dibersihkan biasanya langsung digunakan dalam bentuk segar dengan cara direndam/direbus kemudian diminum, diolah dengan cara dihaluskan dan ditumbuk/dipanaskan dalam bungkusan daun. Pengetahuan dan pemanfaatan tanaman obat masih minim terutama dalam pengolahannya menjadi sediaan yang efektif dan efisien agar mudah digunakan. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutama pada bagian umbinya. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang khasiat tanaman bawang dayak sekaligus mendorong warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman tersebut sebagai tanaman obat keluarga serta dapat mengolah simplisia bawang dayak sebagai teh herbal untuk digunakan menjadi minuman berkhasiat obat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, edukasi materi tentang umbi bawang dayak dan pelatihan pembuatan teh herbal. Edukasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang dibagikan sebelum (pretest) dan sesudah (post-test) pemberian materi. Hasil pretest menujukkan bahwa pengetahuan dan minat warga untuk membudidayakan tanaman bawang dayak masih kurang. Namun pada hasil post-test menujukkan pengetahuan mereka menjadi meningkat. Kesimpulan dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan warga tentang tanaman berkhasiat obat umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr).
PROGRAM PEMERIKSAAN STUNTING PADA ANAK SD IT AL-AUFA KOTA BENGKULU
Putri Widelia;
Halimatussa'diah Halimatussa'diah;
Tedy Febriyanto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4181
Pelaksanaan program kemitraan masyarakat (PKM) merupakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak terkait. Salah satu topik yang banyak dialami di Indonesia adalah stunting.Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pentingnya mengenali siapa yang berisiko stunting serta masih kurangnya kerja sama lintas sektor di masyarakat dalam hal pemeriksaan dan pencegahan stunting pada anak di Kota Bengkulu. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang diakses lewat mediaindonesia.com pada tahun 2020 terdata 4,7 % pada tahun 2019 masih jauh dibawah standar yang ditetapkan Kementrian Kesehatan yakni 20% dalam angka normal. Belum adanya program kontrol awal tentang pemeriksaan penunjang seperti berat badan , tinggi badan, kadar Hb maupun rangkaian tes IMT bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan remaja yang mempunyai riwayat keluarga stunting. Sehingga sangat perlu diadakannya sosialisasi serta pemeriksaan lebih lanjut bagi siswa SD di Kota Bengkulu. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan berat baadan, tinggi badan, dan pemeriksaan hemoglobin dapat digunakan untuk mendeteksi adanya stunting pada murid di Sd IT Al-Aufa.
PERHITUNGAN DAN PENENTUAN ARAH KIBLAT DI MASJID AL-MUNAWWARAH kp. MARENGMANG KALIJATI SUBANG
Susanto Susanto;
Ari Wibowo;
Yadi Suban Z.A.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4433
Ketepatan arah kiblat (Ka’bah) merupakan salah satu penunjang dari kekusyukan dalam melaksanakan ibadah sholat oleh umat Islam. Kiblat secara literal mengandung pengertian arah dari pemusatan perhatian. Sedangkan secara istilah berarti arah yang merujuk ke bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Arah ka’bah dapat ditentukan dari setuap titik atau tempat di permukaan Bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan untuk mengetahui dan menetapkan ke arah mana Ka’bah di mekkah dilihat dari suatu tempat di permukaan Bumi, sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan shalat, baik ketika berdiri, ruku’ maupun sujudnya selalu berhimpit dengan arah yang menuju ka’bah. Terdapat beragam metode yang digunakan dalam penentuan arah kiblat mulai dari metode yang masih tradisional dan sederhana sampai metode terbaru yang canggih ataupun perpaduan dari keduanya. Pada pelaksanaan penentuan arah kiblat yang kami lakukan metode yang digunakan adalah menggunakan beberapa alat diantaranya Mizwala, Busur, Waterpas, Penggaris dan Benang. Setelah kami lakukan pengecekan, temuan awal dari masjid tersebut terdapat penyimpangan arah sebesar 50 dari garis ka’bah yang sebelumnya kami ukur menggunakan alat-alat tersebut. Adapun langkah berikutnya kami melakukan pelaporan kepada pengurus masjid dan melakukan pembetulan arah dengan menggeser saf atau karpet maupun sajadah masjid
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN KOMPOS SEBAGAI SOLUSI DI MASA PANDEMI COVID-19
Nina Herlina;
Ai Nurlaila;
Ika Karyaningsih;
Nurdin Nurdin;
Dede Kosasih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4481
Persoalan sampah tidak hanya menjadi masalah di kota-kota besar, namun di beberapa desa menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan survey awal, kondisi di wilayah Blok Mawar 7 Desa Ciputat Kecamatan Ciawigebang masih terlihat tumpukan sampah, tidak hanya di lingkungan sekitar tetapi kebiasaan masyarakatnya yang membuang sampah ke sungai, sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakatnya mempunyai kebiasaan membuang sampah sembarangan tanpa ada solusi pemanfaatan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan solusi berupa pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dengan tujuan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sampah yang belum dikelola dengan baik, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat sampah dan memberikan pelatihan pembuatan komposter dan kompos. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan komposter dan kompos. Setelah pelaksanaan pengabdian, masyarakat memahami dan akan mempraktekkan cara membuat kompos dirumahnya masing-masing, bahkan untuk rencana jangka panjang mereka ada keinginan untuk menjualnya.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DAN EDUKASI POTENSI KULIT BIJI KAKAO SEBAGAI BAHAN PRODUK RUMAH TANGGA
Aliyah Purwanti;
Dewi Masruroh;
Dhaniyar Reyo Pramudita
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4511
Perempuan atau ibu rumah tangga memiliki kesempatan dan kebebasan untuk bekerja serta memiliki penghasilan mandiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya. Perempuan juga dapat berperan besar dalam membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui pemberdayaan masyarakat dan kelompok dengan merintis usaha produktif skala rumah tangga. Sabun cair handmade berpotensi untuk dijadikan usaha skala rumah tangga karena manfaat dan pangsa pasarnya yang luas. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ibu – ibu rumah tangga akan diperkaya wawasan, pengetahuan dan keterampilannya tentang pembuatan sabun cair handmade. Melalui kegiatan ini, harapannya pemberdayaan masyarakat terutama ibu – ibu rumah tangga dalam pengembangan usaha mandiri atau kelompok demi peningkatan pendapatan keluarga dapat dirintis sehingga tercapai kesejahteraan seperti yang diharapkan. Kegiatan diikuti oleh ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri di RT 10 Dusun Kramat II Desa Sebanen Kecamatan Kalisat Jember. Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan dilanjutkan dengan pemberian materi edukasi. Kemudian, dilakukan praktik pembuatan sabun cair, dimana pemateri memandu peserta terkait urutan prosedur yang harus dilakukan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan antusiasme peserta sudah tampak sejak awal acara hingga sesi akhir
Edukasi Pengelolaan Obat dalam Rumah Tangga
Wima Anggitasari;
Iski Weni Pebriarti;
Shinta Mayasari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4515
Kesadaran terhadap kondisi kesehatan berkaitan dengan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan, baik pengetahuan menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan penularan penyakit maupun pengobatan penyakit. Adanya rasionalitas pengobatan diharapkan mampu berkontribusi dalam tercapainya target terapi yang diharapkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan rasionalitas pengobatan adalah masyarakat harus memiliki pengetahuan terkait cara pengelolaan obat mulai dari proses mendapatkan obat, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuang obat dengan baik dan benar. Kegiatan edukasi ini dilakukan di Desa Sumber Kalong Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember dengan sasaran Kader PKK dari masing-masing dusun yang ada di Desa Sumber Kalong. Kegiatan yang dilakukan berupa pre test, penyampaian materi, diskusi Tanya jawab beserta demo cara pengelolaan obat dan post test. Setelah mengikuti kegiatan ini, pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan obat meningkat
SOSOALISASI PEMBUKUAN SEDERHANA UMKM KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH KOTA SEMARANG
Melisa Anggraini;
Dwi Hayu Estrini;
Tiara Rani Santoso;
Indra Sukma Subagio;
Agnes Ivena Engracia;
Fransiskus Selamat Putra Zebua
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4520
Kegiatan kewirausahaan bagi level menengah dan kecil jika dikelola tanpa mempertimbangkan pentingnya pembuatan laporan keuangan untuk mengontrol usahanya Hal tersebut akan membuat usaha yang telah dibangun menjadi kacau. Pengetahuan mengenai keuangan bagi usaha mikro dan menengah menjadi penting untuk dimiliki. Pengetahuan ini akan memberikan arahan dan pertimbangan yang tepat dalam menentukan strategi bisnis. Pembukuan sederhana atas transaksi keuangan yang dimiliki memiliki pengaruh terhadap penerimaan, pengeluaran dan keuntungan (laba) atau kerugian yang dapat terukur dan dikendalikan untuk mengetahui kemajuan usahanya dari waktu ke waktu. Dengan demikian dibutuhkan sosialisasi kepada masyarakat supaya dapat merinci secara detail persediaan dan aset yang dimiliki serta bagaimana mengelola perputaran uang dengan baik yang disusun dalam pembukuan keuangan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi ini adalah kelompok masyarakat UMKM Kelurahan Pedurungan Tengah. Sosialisasi dilakukan melalui seminar dan tanya jawab. Hasil sosialisasi ini ditunjukkan dalam bentuk form pertanyaan. Selain itu hasil sosialisasi juga tercermin dalam bentuk tanya jawab yang dilakukan selama kegiatan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat UMKM Kelurahan Pedurungan Tengah masih belum menerapkan pembukuan untuk pengelolaan UMKM yang baik sehingga selama kegiatan sosialisasi berlangsung mereka banyak melakukan tanya jawab dengan pihak pembicara.
Sosialisasi Cara Pembuatan Rekening Saham di Salah Satu Aplikasi Fintech “Ajaib" di Desa Tengkudak Kabupaten Tabanan
Ni Komang Raras Asti Sekarwangi;
Kadek Adyatna Wedananta
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4638
Adanya perkembangan Teknologi tersebut akhirnya mempengaruhi Industri Keuangan, Industri Keuangan yang dahulunya masih bersifat tradisional sekarang mengalami transformasi dengan memanfaatkan Teknologi. Financial Technology atau Teknologi Finansial merupakan suatu industri yang berbasis Teknologi dalam layanan keuangan yang melahirkan inovasi yang dapat memfasilitasi layanan keuangan diluar Lembaga keuangan konvensional sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan dalam bertransaksi. Namun pengaruh perkembangan Financial Technology tersebut nampaknya kurang merata, adanya perkembangan Financial Technology nampaknya belum sampai ke daerah pedesaan seperti Desa Tengkudak. Karena itu pengabdi melihat peluang dan ingin memperkenalkan salah satu Aplikasi Financial Technology dalam bidang investasi yaitu Aplikasi Ajaib. Pengenalan tersebut sekaligus untuk meningkatkan pemahaman terkait perkembangan inovasi financial technology dan membuka peluang baru atau cara baru dalam mendapatkan pendapatan yaitu pendapatan pasif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah analisis situasi masyarakat, memaparkan rencana program dan melakukan aksi program. Hasil pengabdian yaitu: (1) Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan warga Desa Tengkudak terkait investasi dan perkembangan inovasi fintech (2) memunculkan peluang baru atau cara baru dalam mendapatkan pendapatan baru yang bersifat pasif (passive income)
Peningkatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Apuan melalui Pelatihan Pembuatan Nasi Sodan Kering
Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani;
Ni Luh Gede Cahyani Putri;
Anak Agung Eddy Supriyadinata Gorda;
Ida Bagus Teddy Prianthara;
I Gusti Ayu Wirati Adriati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4644
Setiap desa memiliki banyak sumber daya yang dapat diberdayakan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat desa. Masyarakat desa dapat memanfaatkan sebagai bentuk sumber daya di desanya sebagai modal dalam melaksanakan wirausaha. Salah satu desa yang memiliki potensi lebih untuk masyarakatnya adalah Desa Apuan, Bangli. Di Desa Apuan masyarakat sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai petani, salah satunya adalah penghasil beras. Poin penting yang dapat dilihat pada masyarakat Desa Apuan adalah masyarakat yang mayoritas beragama Hindu yang menggunakan nasi sodan sebagai sarana upakara. Kondisi ini adalah peluang yang dapat dijadikan ide usaha bagi masyarakat, yakni produksi nasi sodan kering untuk dipasarkan. Kurangnya pengetahuan produksi nasi sodan pada masyarakat Desa Apuan menarik Tim Pengabdi untuk melakukan pelatihan kepada ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah analisis situasi masyarakat, memaparkan tahapan program dan melakukan aksi program. Hasil pengabdian yaitu: (1) Meningkatnya pemahaman ibu-ibu PKK tentang pentingnya peningkatan jenis usaha untuk perekonomian desa (2) Meningkatnya keterampilan pembuatan nasi sodan kering dalam bentuk pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan Ibu-ibu PKK
Pengembangan Potensi dengan Promosi Desa Wisata Melalui Media Sosial
Putu Sri Arta Jaya Kusuma;
Gde Marco Sucipta;
Gede Crisna Wijaya;
I Made Chandra Wijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4657
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah gaya hidup masyarakat dan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan melakukan aktivitasnya dengan bantuan berbagai aplikasi dan perangkat. Hal ini menjadi peluang pengelolaan desa wisata agar pengelola desa wisata dapat berinteraksi dengan wisatawan melalui media sosial. Banyaknya pontesi wisata di Desa Sampalan Klod dan kurangnya pengelolaan yang optimal membuat penulis berkeinginan untuk mempromosikan desa ini melalui media sosial. Akan sangat disayangkan apabila potensi yang terdapat di desa ini tidak dikembangkan dan dikelola dengan baik. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan digital marketing yaitu memanfaatkan media sosial Instagram, Tiktok, dan Youtube sebagai media promosi agar khalayak umum bisa mengetahui potensi Desa Wisata di Desa Sampalan Klod ini. Dengan pengembangan potensi desa yang optimal akan memberikan dampak secara langsung terhadap perekonomian desa dalam mensejahterakan masyarakatnya. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode observasi, metode diskusi, metode dokumentasi dan juga metode pelaksanaan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan potensi wisata Desa Sampalan Klod.