cover
Contact Name
Nelly
Contact Email
jurnalkharismata@gmail.com
Phone
+6282332575637
Journal Mail Official
jurnalkahrismata@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Suprapto VI No. 86 Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta
ISSN : 26558653     EISSN : 26558645     DOI : 10.
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta merupakan jurnal ilmiah yagn diterbitkan secara online oleh Sekolah Tinggi Alkitab Jember yang bertujuan untuk memublikasi hasil penelitian para dosen di bidang teologi Kristen, baik di gereja, maupun pelayanan kristiani lainnya. Scope dalam KHARISMATA adalah: 1. Teologi Biblika 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika
Articles 106 Documents
Dampak Media Gambar dan Media Serbaneka terhadap Minat Anak Mendengarkan Cerita Alkitab Yeremia Hia; Juni Yarti Zega
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.220

Abstract

Children's interest in listening to Bible stories can be stimulated by the selection of media used. Some of them are: image media and miscellaneous media. Both of these media are very relevant if they are used and designed effectively. However, the selection of inappropriate learning media can result in students or children experiencing a dislike of the learning given to them. For this reason, in order to stimulate and encourage children to feel at home and comfortable listening to Bible stories, at least two media are needed, namely: various media and pictures. This study used a qualitative method with a literature research approach. This study aims to provide an offer of thought on the existence of some children who experience decadence in their interest in listening to Bible stories due to improper media selection. The final conclusion of this study is that using pictures and various media can increase the interest of children aged 5-12 years in listening to Bible stories.Minat anak mendengarkan cerita Alkitab dapat dipacu dengan pemilihan media yang digunakan. beberapa di antaranya yakni: media gambar dan media serbaneka. Kedua media tersebut sangat relevan apabila digunakan dan didesain dengan efektif. Namun, pemilihan media pembelajaran yang kurang tepat dapat mengakibatkan peserta didik atau anak mengalami rasa kurang suka terhadap pembelajaran yang diberikan kepadanya. Untuk itu, guna memacu dan memberikan dorongan kepada anak supaya betah dan nyaman mendengarkan cerita-cerita Alkitab dibutuhkan setidak-tidaknya dua media, yakni: media serbaneka dan gambar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan riset pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tawaran pemikiran atas adanya sebagian anak yang mengalami dekadensi minat mendengarkan cerita Alkitab karena pemilihan media yang tidak tepat. Kesimpulan akhir penelitian ini adalah menggunakan media gambar dan serbaneka dapat meningkatkan minat anak usia 5-12 tahun mendengarkan cerita Alkitab.
Eksistensi dan Karya Kristus menurut Surat Filipi 2:5-11 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini Tabita Kustiati; Paulus Kunto Baskoro
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.213

Abstract

There are several views on the existence of Christ among various groups and teachings in the world. The Holy Bible as the main guide for Christians states that Christ is God who took human form and died on the cross as the atonement for the sins of mankind. However, other religions as well as other beliefs such as some of the classical teachings of Judaism, Islam, or Jehovah's Witnesses do not recognize Christ as God. There are also some groups who think Christ was just an ordinary man. The real existence and work of Christ is God who was incarnated as a human in the flesh, humbled himself and died on the cross to atone for human sins, and rose on the third day. In the present, the existence and work of Christ can be illustrated by the example of true believers and the fellowship of believers. This paper was conducted using a literature study approach to evaluate the relevance of the chapter for the church today, showing how this view of the existence of Christ can be used to strengthen faith, increase obedience, and help the church spread the gospel. Through this paper, we will also examine how Christ's work can become a basic guideline and motivation to live according to Christ's will.Pandangan terhadap eksistensi Kristus bervariasi di antara berbagai kelompok dan ajaran di dunia.  Kitab Suci Alkitab sebagai panduan utama orang Kristen menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan yang mengambil rupa manusia dan mati di kayu salib sebagai penebus dosa umat manusia. Namun, agama-agama lain serta kepercayaan lain seperti beberapa ajaran klasik Yahudi, Islam, atau Saksi-saksi Yehuwa tidak mengakui Kristus sebagai Tuhan. Ada juga beberapa kelompok yang menganggap Kristus hanyalah seorang manusia biasa. Eksistensi dan karya Kristus yang sesungguhnya adalah Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia di dalam daging, dan telah merendahkan dirinya dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit di hari yang ketiga. Dalam masa kini, eksistensi dan karya Kristus dapat digambarkan dengan teladan orang percaya dan persekutuan orang percaya yang benar. Tulisan ini dilakukan dengan pendekatan studi pustaka untuk mengevaluasi relevansi pasal bagi gereja masa kini , menunjukkan bagaimana pandangan tentang eksistensi Kristus ini dapat digunakan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketataatan, dan membantu gereja dalam penyebaran injil. Melalui tulisan ini juga akan dikaji bagaimana karya kristus dapat menjadi pedoman dasar dan motivasi untuk hidup sesuai dengan kehendak Kristus.
Studi Deskriptif Karya Roh Kudus sebagai Karunia Rohani berdasarkan Perspektif Teologi Paulus Ariel Hizkia Karundeng; Mardahai Siburian
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.222

Abstract

This research is a descriptive study that provides a contribution for the laity to understand the gifts of the Holy Spirit. Through the method of exposing Paul's letters, the results show that these spiritual gifts include the gifts of wisdom, knowledge, faith, healing, performing miracles, prophesying, discerning of various spirits, speaking in tongues, interpreting tongues, apostles, prophet, evangelist, pastor, teacher or instructor, serving, teaching, advising, distributing, leading and mercy. This gift was not only given to the early church. This gift becomes an inherent attribute in the life of a believer so that with it the kingdom of God becomes real in every human life. Not only as a gift but also important to be trained and nurtured to encourage God's work in the church to grow and be useful for the congregation and others. This gift is given not to all believers but specifically to certain people partially or to the community. Penelitian ini merupakan studi deskriptif ini memberikan suatu kontribusi bagi kaum awam untuk memahami karunia-karunia Roh Kudus. Melalui metode eksposisi surat-surat Paulus, hasilnya menunjukkan bahwa karunia-karunia rohani tersebut menyebut karunia hikmat, pengetahuan, iman, kesembuhan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, menafsirkan bahasa roh, rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, guru atau pengajar, melayani, mengajar, menasihati, membagi-bagikan, memimpin dan kemurahan. Karunia itu tidak saja diberikan bagi gereja mula-mula. Karunia tersebut menjadi atribut yang melekat di dalam kehidupan orang percaya sehingga dengannya kerajaan Allah menjadi nyata dalam setiap kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai anugerah saja tetapi juga penting untuk dilatih dan dipelihara untuk mendorong pekerjaan Allah digerejanya menjadi berkembang dan berguna bagi jemaat dan orang lain. Karunia ini diberikan tidak kepada semua orang percaya namun khusus kepada orang-orang tertentu secara parsial maupun komunitas.
Memaknai Kesatuan Orang-orang Percaya menurut Yohanes 17:20-23 Nicholas Raja Hatigoran Nababan; Jefit Sumampouw
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.224

Abstract

This article examines John 17 about the theological meaning of unity. In the midst of the many denominations and teachings of Christianity, this passage has significance for the diversity of the church today. Interpreting this biblical passage will answer the many meanings of this topic. The meaning of being one is investigated using available sources from scholars specializing in the Gospel of John. The result, using qualitative data in the form of literature, which shows that the meaning of the passage is not about the unity of the entire organization of believers, but the unity that occurs in Christ. Under these conditions, every church will have one direction to glorify God's name in His eternal plan.Penelitian ini mengkaji Yohanes 17 tentang makna kesatuan secara teologis. Di tengah banyaknya denominasi dan ajaran kekristenan maka perikop ini memiliki signifiknasi bagi keragaman gereja saat ini. Memaknai dengan biblikal perikop ini akan menjawab banyaknya pemaknaan dari topik ini. Makna dalam menjadi satu diinvestigasi menggunakan sumber-sumber yang ada dari sarjana yang khusus mendalami Injil Yohanes. Hasilnya, dengan menggunakan data kualitatif berupa literatur kepustakaan, di mana menunjukkan bahwa makna dari perikop bukan tentang kesatuan seluruh organisasi orang percaya, tetapi kesatuan yang terjadi dalam Kristus. Dengan kondisi itu maka setiap gereja akan memiliki arah yang satu untuk memuliakan nama Allah dalam rencana kekal-Nya.
Menggagas Perbandingan antara Konsep Eksklusivisme Agama dalam Teologi Gereja Bethel Indonesia dengan Konsep Pluralisme Politik Miroslav Volf Angga Putra Manggala Sunjaya
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.195

Abstract

This article discusses the comparison between the theological concept of religious exclusivism of the Indonesian Bethel Church (GBI) and the concept of political pluralism of Miroslav Volf. A comparative study is the method used to explore this study. This article argues that the religious exclusivism of GBI has similarities to the concept of political pluralism in Miroslav Volf's view. These similarities were found in both's characters, such as biblical, revelational, and visionary. However, the concept of political pluralism in Miroslav Volf's view is unique compared to the religious exclusivism of GBI. This comparative study will also produce several useful contributions for GBI.Artikel ini membahas perbandingan antara konsep eksklusivisme agama dalam teologi Gereja Bethel Indonesia (GBI) dengan konsep pluralisme politik dalam pandangan Miroslav Volf. Studi komparasi adalah metode yang dipakai untuk mengeksplorasi kajian ini. Argumentasi dalam artikel ini adalah bahwa konsep eksklusivisme agama dalam teologi GBI memiliki kemiripan-kemiripan dengan konsep pluralisme politik dalam pandangan Miroslav Volf. Kemiripan-kemiripan tersebut terdapat dalam karakternya, antara lain sama-sama bersifat biblikal, revelasional, dan visionaris. Meskipun demikian, konsep pluralisme politik dalam pandangan Miroslav Volf memiliki ciri khas tersendiri dibanding konsep eksklusivisme agama dalam teologi GBI. Studi komparasi ini juga diharapkan dapat menghasilkan beberapa kontribusi yang bermanfaat bagi GBI.
Pemaknaan “Duri dalam Daging” di 2 Korintus 12:7 sebagai Penguatan dalam Menghadapi Penderitaan Orang Percaya Efesus Suratman
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.226

Abstract

Suffering knows no boundaries; everyone can experience various hardships, including believers. The presence of suffering often leads believers to forsake God, posing a problem addressed in this research. The method used in this study is literature research, where the first thing explained is the understanding of suffering for believers, followed by the search for the meaning of "thorn in the flesh" using hermeneutic exegetical approach. The objective of this research is to provide a strong foundation for believers to endure and become resilient when facing suffering. The findings reveal that the "thorn in the flesh" experienced by the Apostle Paul refers to individuals who obstructed and disturbed his ministry, representing those who opposed him. As a result, Paul endured profound suffering. Paul's condition serves as an example of how unwavering faith and loyalty to God enable one to persevere and remain strong in the face of trials. His experience provides insights and inspiration for believers to overcome suffering with conviction and steadfastness in following God's calling. Penderitaan tidaklah pandang buluh, semua orang dapat mengalami banyak penderitaan termasuk Orang Percaya, dengan adanya penderitaan tidak jarang menjadikan Orang Percaya dapat meninggalkan Tuhan, hal tersebut merupakan persoalan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, di mana pertama-tama yang dijelaskan adalah pengertian penderitaan Orang Percaya, pencarian makna “Duri Dalam Daging” dengan pendekatan eksegesis hermeneutik. Tujuan dari penelitian ini yaitu supaya Orang Percaya memiliki landasan yang kuat pada saat mengalami penderitaan maka dapat bertahan dan menjadi kuat. Adapun temuan dari penelitian ini adalah Duri dalam daging yang dimilik rasul Paulus itu merupakan orang-orang yang menghalangi dan mengacaukan pelayanan Rasul Paulus, mereka adalah orang-orang yang memusuhi Rasul Paulus. Karena mereka Rasul Paulus mengalami penderitaan yang begitu hebat. Kondisi Rasul Paulus tersebut memberikan contoh bagaimana iman yang teguh dan kesetiaan kepada Tuhan memungkinkan seseorang untuk tetap bertahan dan kuat dalam menghadapi cobaan. Kondisi Rasul Paulus memberikan wawasan dan inspirasi bagi Orang Percaya untuk mengatasi penderitaan dengan keyakinan dan keteguhan hati dalam mengikuti panggilan Tuhan.
Gereja yang Bertumbuh menurut Rick Warren dan Implikasinya di Gereja Toraja Jemaat Ebenhaezer Palopo Reyka Dhesta Vira; Wandrio Salewa
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.198

Abstract

This article aims to describe the concept of a growing church according to Rick Warren and its relevance to the Toraja Church of the Ebenhaezer Congregation in Palopo. A growing church according to Rick Warren is living loving one another and doing the preaching of the Gospel. The ideas built by Rick Warren are very relevant and good to be used as a measure for the church to experience growth. Based on the author's observations, within the scope of the Ebenhaezer Palopo congregation there is an inharmonious relationship as a fellowship which can have a negative impact in the midst of the ministry and the congregation. The research method used is a qualitative method using a library approach, observation and descriptive analysis. A growing church is a church that is moved by the Holy Spirit so that it produces fruit according to what has been ordained by God. So that there will be an increase in church members, expansion of ministry, mutual love, fellowship, unity, obedience to the Word of God, extensive evangelism and construction of church facilities. So that the church's goals can be achieved, namely to spread the good news about Jesus Christ and to love God and others. Tulisan ini hendak menguraikan gambaran tentang konsep gereja yang bertumbuh menurut Rick Warren dan relevansinya bagi gereja Toraja jemaat Ebenhaezer Palopo. Gereja yang bertumbuh menurut Rick Warren yaitu hidup saling mengasihi dan melakukan pemberitaan Injil. Gagasan yang dibangun oleh Rick Warren sangat relevan dan baik untuk dijadikan ukuran bagi gereja untuk semakin mengalami pertumbuhan. Berdasarkan observasi penulis, dalam lingkup jemaat Ebenhaezer Palopo terjadi relasi yang tidak harmonis sebagai satu persekutuan yang dapat membawa dampak negatif di tengah-tengah pelayanan dan jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, pengamatan dan deskriptif analisis. Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang digerakkan oleh Roh Kudus sehingga menghasilkan buah sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah. Agar terjadi pertambahan anggota jemaat, meluasnya pelayanan, saling mengasihi, adanya persekutuan, persatuan, taat firman Allah, pekabaran Injil yang luas dan pembangunan fasilitas gereja. Sehingga tujuan gereja dapat tercapai yaitu mengabarkan kabar sukacita tentang Yesus Kristus dan mengasihi Tuhan serta sesamanya.
Pengajaran Firman Secara Sehat menurut 1 Timotius 1:3-11 dan Implementasinya bagi Pengajar GKI “Galet” Niufmuti Kupang NTT Victor Immanuel Rahardjo; Dwi Setio Budiono Santoso; Yandri Tana
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.223

Abstract

This research exposes Paul's letter to his spiritual children in 1 Timothy 1:3-11. The method used is field qualitative. There is advice that is relevant for every teacher of God's word at GKI "Galet" Niufmuti Kupang NTT. This study shows if the problem in the context of the Philippians is significant to the problems that occur in the church today. The importance of teaching healthy teachings is still being discussed today. By exposing this passage, we hoped that an awareness will be formed to be able to prepare higher quality teaching for the spiritual life of the congregation. In the sense that following the teachings of the apostles and their successors properly. In addition, even though evangelical preachers work in other professions, as God's servants it is important to prioritize activities that support the spiritual growth of the congregation. This is to avoid the inclusion of unhealthy teachings in the congregation which can be fatal. Penelitian ini mengeksposisi surat Paulus kepada anak rohaninya dalam 1 Timotius 1:3-11. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan.  Terdapat nasehat yang relevan bagi setiap pengajar firman Tuhan di GKI “Galet” Niufmuti Kupang NTT. Kajian ini menunjukkan jika masalah dalam konteks di jemaat Filipi signifikan dengan masalah yang terjadi di jemaat zaman sekarang. Pentingnya mengajar ajaran sehat masih menjadi diskusi sampai saat ini. Dengan menelaah ulang perikop ini diharapkan akan terbentuk kesadaran untuk dapat mempersiapkan pengajaran lebih bermutu demi kehidupan spiritual jemaatnya. Dalam arti bahwa mengikuti ajaran rasuli dan penerusnya dengan baik. Di samping itu, sekalipun pemberita Injili mengerjakan profesi lain tetapi sebagai hamba Tuhan penting untuk mengutamakan aktivitas yang menunjang pertumbuhan spiritual jemaat. Hal ini untuk menghindari masuknya ajaran yang tidak sehat di tengah jemaat yang bisa berakibat fatal.
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Kristen Dengan Menerapkan Faktor Kognitif Dalam Proses Pembelajaran Peserta Didik Budiman Halawa
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.219

Abstract

The organization of Christian Religious Education (CRE) at present is not easy due to significant challenges related to developments that can influence the faith and spirituality of students. Learning difficulties refer to situations faced by students during their participation in the learning process, caused by disruptions in neurological (cognitive) and psychological functions, as well as other aspects. These learning difficulties can be experienced by students in both general academic aspects and more specific fields. The purpose of this research is to integrate cognitive principles into pedagogical competencies with the aim of enhancing the quality of teaching and learning. To achieve this objective, the research utilizes a qualitative approach, relying on data collection and analysis rather than statistical calculations. Additionally, the author conducted a literature review using relevant sources on the pedagogical competencies of CRE teachers, integrating cognitive factors into the learning process, providing analysis, and explanations. The results of this research are intended to help improve the professionalism of CRE teachers in delivering more engaging, relevant, and meaningful learning materials to students. It also aims to enhance the quality of Christian religious education, assisting students in understanding and internalizing Christian values within the context of their lives. Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen saat ini tidaklah mudah karena dihadapkan pada tantangan berat yang terkait dengan perkembangan yang dapat mempengaruhi kehidupan iman dan spiritualitas peserta didik. Kesulitan belajar merujuk pada situasi yang dihadapi oleh peserta didik saat berpartisipasi dalam proses belajar karena gangguan dalam fungsi neurologis (kognitif) dan psikologis, serta gangguan pada aspek lainnya. Kesulitan belajar ini bisa dialami oleh peserta didik baik dalam aspek akademis secara umum maupun dalam bidang yang lebih spesifik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan prinsip kognitif ke dalam kompetensi pedagogik, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif karena mengandalkan hasil dari pengumpulan dan analisis data, bukan dari perhitungan statistik. Selanjutnya, penulis melakukan kajian pustaka dengan memanfaatkan berbagai literatur yang relevan tentang kompetensi pedagogik guru PAK dengan mengintegrasikan faktor kognitif dalam proses pembelajaran dengan memberikan analisis dan penjelasan. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk membantu meningkatkan profesionalisme guru PAK dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan bermakna bagi peserta didik dan meningkatkan kualitas pembelajaran agama Kristen dan membantu peserta didik dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai agama kristen dalam konteks kehidupan mereka.
Biblical Entrepreneurship: Dasar dalam Memulai Bisnis bagi Anak Muda Kristen Usia 18-25 Tahun Daniel Martin Tamera; Angelica Liveani Rivela; Sugeng Santoso; Erastus Sabdono; Anwar Three Millenium Waruwu
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.241

Abstract

The problem of fraud and crime in entrepreneurial practice is rampant in the business world, behaviorally or characteristically, so damaged and said to violate morals and also ethics in business. Therefore, this study discusses the importance of entrepreneurship for young Christians from a biblical perspective and its implications for business practices. In this article, the researcher uses a qualitative method through literature sources such as books, journal articles, the Bible, and internet media that can be accounted for as well as in-depth analysis. Furthermore, with a focus on biblical values, the research highlights the importance of supporting young people to become entrepreneurs. The results of the study highlight the essence of entrepreneurship from a biblical perspective that emphasizes character building, spiritual growth, and responsibility. In addition, Entrepreneurship is seen as a calling to serve and bless others, as well as understanding the principles of Biblical Entrepreneurship to realize God's Great Commission in Christian youth business.Permasalahan kecurangan dan kejahatan dalam praktek berwirausaha marak terjadi di dunia bisnis, secara perilaku atau karakter, begitu rusak dan dikatakan melanggar moral dan juga etika dalam berbisnis. Maka dari itu, penelitian ini membahas pentingnya kewirausahaan bagi anak muda Kristen dalam perspektif Alkitab dan implikasinya terhadap praktik bisnis. Dalam artikel ini, peneliti memakai metode kualitatif melalui sumber-sumber kepustakaan seperti buku-buku, artikel jurnal, Alkitab, dan media internet yang dapat dipertanggungjawabkan juga dengan analisis yang mendalam. Selanjutnya, dengan fokus pada nilai-nilai Alkitab, penelitian ini menyoroti pentingnya mendukung anak muda untuk menjadi wirausahawan. Hasil penelitian menyoroti esensi kewirausahaan dalam perspektif Alkitab yang menekankan pembentukan karakter, pertumbuhan rohani, dan tanggung jawab  Selain itu, entrepreneurship dipandang sebagai panggilan untuk melayani dan memberkati sesama, serta memahami prinsip-prinsip Biblical Entrepreneurship untuk mewujudkan Amanat Agung Tuhan dalam bisnis anak muda Kristen.

Page 9 of 11 | Total Record : 106