Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
IMPLIKASI FASE PEMEROLEHAN BAHASA SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Debi Febrianto
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.935 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1626
Tulisan ini membahas tentang fase-fase pemerolehan bahasa yang dialami oleh siswa tingkat dasar MI/SD. Dengan berdasarkan tingkat usianya, dan bagaimana fase tersebut memberikan kontribusi agar dapat membantu guru dalam menganalisis kesulitan belajar, seperti kesalahan penggunaan bahasa. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia para guru dianjurkan untuk mempertimbang aspek perkembangan sesuai fase perkembangan bahasa anak. Selain itu, dituntut juga mampu menganalisis materi pembelajaran bahasa Indonesia seperti aspek psikologis, aspek perkembangan, dan aspek sosial. Bahkan diperlukan juga mempertimbangkan aspek keragaman dan kemampuan yang dimiliki siswa.
PENGARUH PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI KELAS V SDN 33 KALUMBUK KOTA PADANG
Adriantoni, Adriantoni;
Syafitri, Altika
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.503 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1620
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar IPA di kelas V SDN 33 Kalumbuk Kota Padang tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 33 Kalumbuk Kota Padang dan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan starata yang ada dalam populasi. Teknik penentuan sampel secara jenuh dengan rancangan penelitian posttest only control design. Hasil penelitian ditemukan terdapat pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar IPA di kelas V SDN 33 Kalumbuk Kota Padang.
MODEL PEMBINAAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
Rosidah Rosidah;
Erni Munastiwi
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.218 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1622
Penelitian ini membahas bagaimana model pembinaan guru dalam implementasi kurikulum 2013 di MIN Tempel Sleman Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data diperoleh dari observasi, dokumentasi dan interview. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: bagaimana model pembinaan guru dalam implementasi kurikulum 2013 di MIN Tempel Sleman Yogyakarta. Sebagaimana kita ketahui bahwa kurikulum 2013 ini sangat menuntut guru dalam hal kretivitas, kemampuan serta motivasi yang tinggi, disebabkan karena kurikulum ini model pembelajarannya tematik terpadu, disamping itu penilaian dalam kurikulum 2013 ini menggunakan aplikasi (IT), sehingga benar-benar menuntut guru untuk mampu dari segala segi dalam mengimplementasikannya sesuai prosedur yang dikeluarkan pemerintah. Pembinaan di MIN Tempel dilakukan dengan beberapa latihan atau diklat yang diselenggarakan oleh bimtek Kemenag yang diikuti oleh seluruh guru MI secara bergantian selama periode 2013-2014. Juga ada pelatihan yang dilaksanakan oleh balai diklat Semarang LPMP dua kali dalam setahun, dan juga dengan mengundang nara sumber pakar pendidikan.
PENCIPTAAN SUASANA RELIGIUS DI MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK
Sasmi Nelwati;
Ratna Kasni Yuniendel
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.306 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1616
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penciptaan suasana religius di Madrasah Ibtidaiyah dalam membentuk pendidikan karakter. Permasalahannya adalah bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di lembaga pendidikan dasar semisal Madrasah Ibtidaiyah masih cenderung transformatif dan minim internalisasi. Oleh karena itu, perlu didukung dengan upaya lain seperti menciptakan suasana religius yang berbasis pembiasaan dan keteladanan. Untuk menciptakan suasana religius di Madrasah Ibtidaiyah setidaknya ada dua hal yang penting diperhatikan, yaitu komitmen setiap pendidik sebagai figur teladan dan kesesuaian bentuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan dengan dimensi perkembangan peserta didik usia Madrasah Ibtidaiyah. Kedua hal ini penting karena akan mempengaruhi hasil pendidikan karakter yang dilaksanakan.
PENGARUH MEDIA KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR PKN PESERTA DIDIK KELAS III SD NEGERI 27 KOTO BARU KABUPATEN PESISIR SELATAN
Wina Maisafni Dunita;
Zainal Asril
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (992.028 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1623
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar PKn peserta didik kelas III SDN 27 Koto BaruKabupaten Pesisir Selatan masih banyak yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 70,00. Berdasarkan hasil Ujian Mid Semester PKn peserta didik yang dinyatakan tuntas sebanyak 7 orang dan yang belum tuntas sebanyak 13 orang.Hal ini disebabkan karena peserta didik menganggap PKn merupakan pelajaran yang sifatnya hafalan dan membosankan, proses pembelajaran cenderung berpusat pada pendidik, sehingga membuat peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran PKn, dan pendidik kurang menggunakan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media komik terhadap hasil belajar PKn serta dapat melihat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan media komik di kelas III SDN 27Koto Baru Kabupaten Pesisir Selatan.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra Eksperimen. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah One Group Pretest – Posttest Desain, yaitu eksperimen yang dilakukan terhadap satu kelompok saja, tanpa kelompok pembanding. Sampel pada penelitian adalah seluruh peserta didik kelas III SDN 27 Koto Baru Kabupaten Pesisir Selatan yang terdaftar pada tahun ajaran 2017-2018. Instrument yang digunakan adalah berupa tes Objektif sebanyak 10 soal. Teknik pengolahan data hasil belajar PKn yaitu dengan menghitung efektifitas treatment dengan uji -t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tes hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) adalah 54,5 dan rata-rata skor tes hasil belajar setelah perlakuan (Posttest) adalah 78. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dan diperoleh t hitung = 7,02 dan t tabel = 1,729, sehingga disimpulkan t hitung > t tabel (7,02 > 1,729). Berarti perubahan hasil belajar peserta didik antara pretest dan posttest sangat signifikan.Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar setelah menerapkan media komik pada pembelajaran PKn peserta didik kelas III SDN 27 Koto Baru Kabupaten Pesisir Selatan.
HUBUNGAN GENDER DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Dorisno Dorisno
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (560.66 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1617
Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara gender dengan kemampuan pemecahan masalah matematika laki-laki dan perempuan. Jenis penelitian ini eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan Rancangan Randomized Control Group Posttest Only Design, sebanyak 32 orang siswa, terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan kelas V SDN 18 Alang Lawas Padang. Data penelitain berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, dapat dilihat dari hasil perhitungan uji F yang mengungkapkan Fhitung > F table dimana nilai Fhitung sebesar 4,704 sedangkan F table 3,99. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan siswa laki-laki dan perempuan dalam memecahkan masalah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU
Tri Ratna Dewi
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.387 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1624
Kepemimpinan adalah esensitas yang mengarahkan kerja para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya untuk mencapai sasaran dan tujuan lembaga pendidikan, dengan cara memperkuat keyakinan, dukungan, kerjasama dan membimbing kepada bawahan. Dalam hal ini meningkatkan kinerja guru merupakan salah satu bentuk peran kepemimpinan kepala sekolah. Kinerja kepemimpinan kepala sekolah merupakan upaya yang dilakukan dalam mengimplementasi manajemen sekolah untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efesien. Mengingat kepemimpinan dan motivasi kerja kepala sekolah terhadap kinerja guru memberikan suatu korelasi dalam pencapaian tujuan pendidikan. Maka, setiap kepala sekolah harus memahami kunci sukses dalam kepemimpinannya, yang diantaranya mencakup: pentingnya kepemimpinan kepala sekolah, indikator kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, model kepemimpinan kepala sekolah yang ideal. Bahwasannya peran kepala sekolah dalam kepemimpinan adalah memiliki kepribadian dan sikap aktifnya dalam mencapai tujuan. Kepala sekolah yang aktif dan kreatif dalam menumbuhkan pembaharuan.
KONVERSI AGAMA
Mulyadi Mulyadi;
Mahmud Mahmud
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.037 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1618
Kajian ini membahas mengenai dampak yang paling menonjol dari modernitas. Manusia mengalami keterasingan (alienasi) yang muncul dan memiliki cara pandang dualistik, yaitu jiwa dan badan, makhluk dan Tuhan, aku- dan yang lain, serta kapitalis-dan proletar dan akhirnya terjadilah gejala reifikasi. Akibatnya degradasi moral sering terjadi karena tidak mampu mengatasinya dan memilih Narkotika, seks bebas, bahkan bunuh diri. Oleh karenanya konversi agama (taubat, metanoia), sebagai suatu pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang cukup berarti sehingga dapat memberikan jalan keluar dari problem tersebut. Konversi agama, juga merupakan perubahan emosi ke arah hidayah secara total dan bisa saja kontinuitas.Faktor-faktor yangdapat menyebabkan terjadinya konversi diantaranya ada faktor intern seperti faktor kepribadian dan bawaan dan faktor ekstern seperti faktor keluarga, lingkungan, perubahan status dan kemiskinan.Penulis memandang pendidikan mempunyai pengaruh signifikan dalam proses konversi agama, yang dipengaruhi dalam kesadaran pada perubahan apalagi lingkungan pendidikan agama
KENDALA PENDIDIK DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA KURIKULUM 2013 DI MIN KECAMATAN BAYANG KAB. PESISIR SELATAN
Armadeni, Armadeni;
Roza, Media;
Arief, Asmaiwaty
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.955 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1625
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan mengenai kendala yang dialami pendidik dalam menerapkan penilaian autentik dalam kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan penilaian, kendala yang dialami, dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam penerapan penilaian autentik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah pendidik kelas I, kelas IV, dan Kepala MIN di Kecamatan Bayang Kab. Pesisir Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pendidik belum menerapkan penilaian autentik secara keseluruhan. Kendala yang dihadapi dalam penerapan penilaian autentik masih ditemukan pendidik yang kurang paham dengan kurikulum 2013, jarang mengikuti pelatihan mengenai kurikulum 2013 khususnya pada aspek penilaian, revisi kurikulum membuat pendidik kebingungan dalam menerapkan kurikulum 2013, serta pendidik merasa terlalu banyak kegiatan yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran dan penilaian. Upaya yang dilakukan pendidik dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan penilaian autentik pada kurikulum 2013 adalah berdiskusi dengan teman sejawat dan kepala madrasah. Pendidik mengharapkan kepada pemerintah agar memberikan pelatihan penerapan kurikulum 2013 khususnya pada aspek penilaian autentik pada kurikulum 2013.
MEDIA INTERAKTIF ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
Zulvia Trinova;
Shulhan Shulhan;
Rafina Rafina;
Nini Nini
Tarbiyah al-Awlad Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.113 KB)
|
DOI: 10.15548/alawlad.v9i1.1619
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran tematik yang masih dilakukan terpisah oleh pendidik, pendidik lebih banyak memberi daripada menfasilitasi dan peserta didik lebih banyak diam dan mendengarkan. Selain itu, pendidik belum memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan di dalam proses pembelajaran, pendidik hanya mengajar dengan buku pegangan saja sehingga membuat aktivitas belajar peserta didik rendah dan peserta didik tidak bersemangat serta tidak termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik kelas IB pada pembelajaran tematik dengan menggunakan media interaktif animasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan yang meliputi empat tahap tindakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari hasil penelitian telah diperoleh aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I pertemuan pertama aktivitas belajar peserta didik berada dalam kategori cukup kemudian meningkat persentase pada pertemuan kedua. Dengan aktivitas belajar yang demikian, maka hasil belajar peserta didik pada siklus I juga rendah, yaitu dari 20 orang peserta didik hanya 3 orang yang tuntas dan 17 yang lain mendapat nilai di bawah KKM. Pada siklus II pertemuan pertama aktivitas belajar peserta didik memiliki kategori baik dan meningkat pada pertemuan kedua dengan persentase meningkat. Dengan meningkatnya aktivitas belajar peserta didik pada siklus II maka hasil belajar peserta didik pun meningkat sebanyak 16 orang peserta didik yang tuntas dan hanya 4 orang peserta didik yang tidak tuntas.