cover
Contact Name
Prananda anugrah
Contact Email
prananda.anugrah@um.ac.id
Phone
+6281331386404
Journal Mail Official
journal.jp2t@gmail.com
Editorial Address
Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No.5, Kota Malang Jawa Timur, Indonesia.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian, Pendidikan dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 26861232     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus and Scope Terbitan Berkala Ilmiah ini merupakan publikasi ilmiah di bidang pengabdian pendidikan dan teknologi kepada masyarakat dengan cakupan bidang: 1. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa 2. Penerapat teknologi yang berbasi pengembangan sumber daya lokal 3. Pengelolaan wilayah pedesaan melaluim bidang pendidikan dan teknologi 4. Pengembangan pendidikan dan pembelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan 5. Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan 6. pendidikan, teknologi, sosial, pengembangan mitra serta integrasi nasional dan harmoni sosial
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 111 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN PAKAN MANDIRI DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN GUNA MENINGKATKAN BUDIDAYA IKAN LELE DI KABUPATEN TUBAN Uun Yanuhar; Dyah Kinasih Wuragil
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p30-36

Abstract

Ikan lele (Clarias sp) adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki peminat yang tinggi. Hal ini menyebabkan para pembudidaya berusaha untuk meningkatkan usaha budidaya ikan lele. Kabupaten Tuban adalah salah satu lokasi kawasan perikanan budidaya ikan lele di Jawa Timur. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberdayakan para petani ikan untuk memproduksi pakan mandiri, sebagai bentuk pengembangan usaha pembesaran ikan lele dalam memecahkan masalah semakin meningkatnya harga pakan ikan. Keberadaan unit produksi pakan mandiri sifatnya yang tidak memakan lahan yang luas kemudian pelaksanaan teknisnya yang praktis dan merupakan kegiatan perikanan yang berprospek ekonomis sehingga menjadi alasan untuk menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berbasis perikanan di Desa Campurejo, Desa Jenggolo dan Desa Tegalagung. Penerapan IPTEK mengenai pembuatan/produksi pakan secara mandiri baik berupa alat pembuat pakan dan formulasi bahan pakan itu sendiri sehingga dapat meningkatkan pengembangan usaha budidaya ikan lele yang ada di Kabupaten Tuban. Melalui program ini para anggota mitra mendapatkan pembekalan materi edukasi dalam melakukan kegiatan berbudidaya ikan lele agar di masa depan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dalam budidaya ikan lele sehingga produksi ikan lele meningkat dan kerugian berkurang, sehingga perekonomian anggota mitra meningkat. Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa target dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) terpenuhi dengan adanya peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dalam berbudidaya ikan lele yang semakin baik, peningkatan pemahaman terhadap monitoring kualitas air kolam, selain itu juga peningkatan pemahaman terhadap penyakit yang dialami ikan lele oleh para anggota mitra.Kata kunci – Ikan Lele (Clarias sp); Pakan Mandiri; Pemberdayaan Masyarakat; Manajemen Lingkungan.
PELATIHAN MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BAGI TENAGA KERJA BIDANG PENGELASAN DI KOTA MALANG yoto yoto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p90-102

Abstract

Abstrak. Bengkel bidang pengelasan diberbagai kota besar sudah berkembang sangat pesat untuk melayani berbagai produk industri perumahan.  Namun demikian sebagian besar karyawan masih belum memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (MK3). Agar pekerjaan di bengkel/industri pengelasan dapat berjalan dengan maksimal dan terhindar dari bahaya kecelakaan maka perlu adanya MK3 yang baik. Tujuan dilaksanakannya program pelatihan MK3  bagi tenaga kerja bidang pengelasan ini adalah agar peserta pelatihan dapat: memahami manajemen  bengkel pengelasan, memahami alat pelindung diri (APD) pada bengkel pengelasan,  mampu mengelola keselamatan dan kesehatan kerja (K-3), mampu engelolaan bengkel pengelasan  di tinjau dari 5-S, memahami bahan-bahan berbahaya pada bengkel bidang pengelasan, dan mampu melakukan penataan peralatan dan bahan-bahan pada bengkel pengelasan. Pelatihan diikuti oleh pekerja las di Kota Malang sebanyak 25 orang. Pelatihan dilaksanakan di Bengkel/laboratorium Jurusan Teknik Mesin FT UM. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan terhadap manajemen K3 bagi peserta.Kata Kunci:  K3, tenaga kerja, pengelasan
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN HEMAT ENERGI BERTENAGA SURYA UNTUK PENANGGULANGAN COVID 19 DESA PONCOKUSUMO, KECAMATAN PONCOKUSUMO Widiyanti Widiyanti Widiyanti; Duwi Leksono Edy
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p5-7

Abstract

Desa Poncokusumo merupakan desa yang berpenduduk padat yang rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani apel dan jeruk. Potensi wisata juga cukup besar didaerah poncokusumo, seperti wisata coban pelangi, dan bromo tengger. Banyaknya lokasi wisata masih banyaknya masyarakat luar Poncokusumo yang masih memiliki mobilitas yang tinggi untuk berkunjung ke lokasi wisata. Hal ini yang memiliki potensi yang sangat besar untuk penyebaran Virus Covid 19. Dengan ini perluadanya pencegahan sejak dini penularan dan penyebaran virus Covid 19 di wilayah Poncokusumo. Permasalahan antara lain a) Bagaimana pemanfaatan renewable energy untuk penyebaran desinfektan guna pencegahan Virus Covid 19 di masyarakat Desa Poncokusumo Kabupaten Malang?; b) Belum adanya inovasi teknologi untuk penyebaran desinfektan yang hemat energy dan hemat biaya?. Luaran yang dari kegiatan ini adalah: (a) terpenuhinya sumber energi yang ramah lingkungan dan murah untuk proses penyebaran desinfektan bagi masyarakat desa poncokusumo; (b) terpenuhinya alat penyebar desinfektan bagi mitra di Desa poncokusumo sehingga proses penyebaran desinfektan biar lebih efektif dan efisien  Kata Kunci: Desa Poncokusumo, Teknologi Tepat Guna, Covid 19 
PELATIHAN PENGELASAN DASAR SMAW PADA SISWA SMK DIPONEGORO KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN UNTUK PENINGKATAN HARD SKILL budi yono
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p37-41

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagi peningkatan kemampuan dalam bidang pengelasan dasar SMAW. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMK diponegoro Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Pekalongan.Metode kegiatan yang akan disampaikan kepada siswa SMK Diponegoro KarangAnyar kabupaten Pekalongan dalam bentuk peningkatkan pemahaman pengelasan SMAW, siswa juga dibekali cara menyambung logam dengan posisi T . Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan sebagai berikut : (1). Meningkatkan sumber daya manusia khususnya SMK yang memiliki keahlian profesional dengan ketrampilan, pengetahuan , serta etos kerja yang tinggi. (2). Mengenalkan siswa pada pekerjaan sistem pengelasan listrik SMAW pada dunia industri sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat (3) Mempersiapkan sumber daya manuasia berkualitas yang sesuai dengan smk diponegoro Karang anyar disimpulkan sebagai berikut : (1). Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Diponegoro Karang Anyar Kabupaten Pekalongan maka memberikan pengetahuan, pemahaman dan diSMK Diponegoro Karang Kabupaten Pekalongan sesuai dengan standar BNSP. (2) memperkenal peralatan mesin las listrik yang cara pemakaianya dengan mudah sesuai dengan prosudur keselamatan Kerja.Kata Kunci : Pengelasan , SMAW , Pengabdian Abstrak The purpose of this community service activity is to increase the ability in the field of basic SMAW welding. Participants of this activity are students of SMK Diponegoro, Karang Anyar District, Pekalongan Regency. The method of activity that will be conveyed to students of SMK Diponegoro KarangAnyar, Pekalongan district is in the form of increasing understanding of SMAW welding, students are also provided with how to join metal with the T position. This community service activity resulted in the following: (1). Improve human resources, especially vocational schools, which have professional expertise with high skills, knowledge and work ethic. (2). Introducing students to the work of the SMAW electric welding system in the industrial world so that at the time they go to work fields that can actually adapt quickly (3) Preparing quality human resources in accordance with SMP Diponegoro Karang Anyar is concluded as follows: (1). With the existence of community service activities at SMK Diponegoro Karang Anyar, Pekalongan Regency, it provides knowledge, understanding and education at SMK Diponegoro Karang, Pekalongan Regency in accordance with BNSP standards. (2) Introducing electric welding machine tools that use them easily in accordance with work safety procedures.Keywords: Welding, SMAW, Community Service
IMPLEMENTASI INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PROSES PRODUKSI HAND SOAP UNTUK PENANGGULANGAN COVID 19 LEMBAGA PERMASYARAKATAN 1 KOTA MALANG duwi leksono edy
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p103-106

Abstract

Abstrak. Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Malang adalah tempat pembinaan bagi narapidana atau orang-orang yang melakukan kejahatan. Lembaga Pemasyarakatan merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Permasalahan proses proses produksi Hand Soap dan Hand sanitizer masih jauh dari penerapan teknologi. Hal ini yang menghambat proses produksi, disamping itu dengan tidak adanya penerapan teknologi para narapidana masih belum mengenal dan masih kesulitan dalam mempercepat proses produksi. Sehingga sebatas proses pengerjaan yang konvensional itu yang menjadi kompetensi yang dimiliki para narapidana. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: (a) Alat proses produksi Hand Soap dan Hand sanitizer bagi mitra di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang sehingga proses lebih  efektif dan efisien; (b) tersedianya alat produksi sehingga mutu hasil produksi mitra dapat bersaing di pasaran; (c) aktivitas sosial ekonomi masyarakat Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Malang menjadi lebih berkualitasKata Kunci: LP Kelas 1 Malang, Teknologi Tepat Guna, Covid 19
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENJAHIT MELALUI PENGADAAN 1000 MASKER UNTUK MASYARAKAT DI DESA GONDOWANGI KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG Fatikatun Nafsiyah
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p8-13

Abstract

Saat ini seluruh negara di dunia dilanda pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Desa Gondowangi yang terletak di kecamatan Wagir kabupaten Malang provinsi Jawa Timur juga tidak luput dari pandemi ini. Desa Gondowangi menjadi daerah yang kemungkinan memiliki resiko tinggi penyebaran Covid-19 karena berada di Malang Raya yang merupakan zona merah serta masyarakat Gondowangi merupakan masyarakat suburban, sebagian besar masyarakat bekerja di daerah pusat kota Malang sehingga meningkatkan kontak fisik dengan masyarakat dari daerah lain yang dikhawatirkan terpapar virus. Akan tetapi kondisi yang darurat ini tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Corona, salah satu contohnya adalah minimnya penggunaan masker. Padahal memakai masker merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus yang sangat efektif. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UM membuat program pengabdian berupa “Pemberdayaan Kelompok Penjahit Melalui Pengadaan 1000 Masker Untuk Masyarakat di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, membantu pengadaan masker bagi masyarakat kurang mampu, serta membantu perekonomian kelompok penjahit Gondowangi. Kata kunci: Covid-19, Gondowangi, Kuliah Kerja Nyata, Masker, Pengabdian Masyarakat
PELATIHAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN SEPEDA MOTOR BAGI PEMUDA KARANG TARUNA UNTUK PERINTISAN WIRAUSAHA BARU Abdul kolik
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p65-74

Abstract

Abstrak. Semakin  banyaknya masyarakat desa memiliki  sepeda motor,  tentu membuka  peluang  terhadap  berbagai usaha khususnya di bidang perbengkelan. Hal ini dikarenakan sepeda motor memerlukan perawatan rutin secara berkala. Peluang ini jika dimanfaatkan oleh pemuda karang taruna, maka dapat menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan masalah pengangguran khususnya bagi pemuda Desa Bangoan yang secara umum masyarakatnya memiliki sepeda motor. Hasil observasi awal dan  analisis  terhadap  situasi  yang  ada  terhadap karang taruna menunjukkan bahwa kemauan  untuk bekerja  sangat  tinggi,  sementara  pasar tenaga  kerja  sangat  terbatas  dengan tingkat persaingan semakin tinggi, dan kemauan membuka  usaha mandiri  cukup tinggi,  sementara  modal  usaha,  jiwa wirausaha,  dan  etos  kerja  yang dimiliki masih kurang. Dalam rangka membantu terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh “karang taruna” bersama pemerintah desa, maka Tim Satgas LP2M UM melakukan  pelatihan perawatan dan perbaikan sepeda motor bagi pemuda Karang Taruna Desa Bangoan ,Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Peserta pelatihan sebanyak 20 orang pemuda karang taruna yang mayoritas tamatan SMA dan SMK. Tujuan Pelatihan adalah memberikan pemahaman dan keterampilan bidang servis sepeda motor dan sekaligus memberikan peluang kepada karang taruna untuk mengembangkan wirausaha baru dibidang perbengkelan sepeda motor. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa setelah dilakukan pelatihan service sepeda motor selama 2 hari menunjukkan bahwa para pemuda karang taruna mampu memahami dan memiliki keterampilan tentang cara menservice sepeda motor. Jenis sepeda motor yang dilatihkan untuk di service adalah jenis sepeda motor matic dan konvensional dari berbagai merek diantaranya Merk Honda dan Yamaha. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini pemuda karang taruna mampu mendirikan bengkel service sepeda motor sebagai rintisan wirausaha baru di desanya.Kata Kunci:  pelatihan, keterampilan, servis sepeda motor, wirausaha baru
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA KAWASAN BEDENGAN DENGAN PEMBANGUNAN FASILITAS RUMAH POHON UNTUK WISATAWAN Eddy Sutadji
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p107-112

Abstract

Abstrak. Sektor pariwisata di Indonesia senantiasa terus dikembangkan dari tahun ke tahun. Salah satu sektor yang sedang gencar-gencarnya dikembangkan yaitu potensi desa wisata di berbagai daerah di Indonesia. Desa Selorejo Kecamatan Dau menjadi salah satu desa yang sedang dalam proses dikembangkan menjadi desa wisata yang memiliki daya jual dan saing yang tinggi. Adapun potensi yang masih bisa dikembangkan lagi di Desa Selorejo selain wisata petik jeruk yaitu wisata edukasi pertanian, wisata sungai, dan wisata Bedengan. Untuk wisata Bedengan sendiri, terdapat beberapa aspek yang bisa dikembangkan. Salah satunya pemanfaatan hutan pinus sebagai sarana wisata dengan pembangunan rumah pohon. Berdasarkan hasil pengembangan potensi wisata pada kawasan Bedengan dengan pembangunan rumah pohon dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah pengunjung dengan tujuan berwisata. Jika sebelumnya mayoritas pengunjung hanya bertujuan untuk berkemah, setelah adanya pengembangan fasilitas di kawasan Bedengan menjadikan para pengunjung memiliki opsi untuk berwisata alam. Hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan pengunjung sekedar wisatawan 38 persen.Kata Kunci: pengembangan, potensi, wisata, Bedengan, rumah pohon
PELATIHAN PEMELIHARAAN IKAN KOI UNTUK PENGEMBANGAN WISATA IKAN DI KAWASAN BEDENGAN, SELOREJO, MALANG Heru Suryanto; Bili Darnanto Susilo; Aminnudin Aminnudin; Sukarni Sukarni; Suprayitno Suprayitno; Marsono Marsono; Uun Yanuhar
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v2i12021p14-22

Abstract

Wana wisata Bedengan berada di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Wisata ini telah dibuka sejak tahun 2007 pada lahan seluas 13,7 hektar yang terletak ±12 km dari Universitas Negeri Malang. Tempat ini memiliki udara khas dataran tinggi, ditumbuhi oleh pepohonan pinus, tanah yang masih subur dan terdapat aliran sungai dengan airnya yang sangat jernih sehingga tempat ini sangat cocok sebagai wisata edukasi tentang ekosistem. Mitra desa ingin mengembangkan wisata edukasi ikan di tempat ini, sehingga sangat diperlukan pengetahuan, keterampilan dan teknik budidaya ikan. Untuk itu dilakukan beberapa tahapan kegiatan, yaitu: 1. Survey lokasi wana wisata bedengan; 2. Pengkondisian lokasi yang pas untuk dijadikan kolam ikan dan pengambilan sampel air; 3. Pembelian dan pengkondisan ikan koi; 4. Pemindahan ikan koi ke kolam; 4. Pelatihan pemeliharaan ikan yang melibatkan 11 anggota pengelola wisata bedengan serta mengundang narasumber ahli. 5. Pemberian bantuan pakan serta praktek pemeliharaan ikan koi. Setelah pelaksaan rangkaian kegiatan tersebut, anggota pengelola wisata bedengan sudah dapat memahami dan mampu melakukan proses pemeliharaan ikan koi dengan baik. Para pengunjung juga memberikan respon positif dengan adanya wisata edukasi ikan ini.
DISEMINASI TEKNOLOGI ALAT CUCI TANGAN CERDAS HIGIENIS SEBAGAI SARANA EDUKASI PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA PAKISJAJAR KABUPATEN MALANG Agus Suyetno
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p75-80

Abstract

Abstrak. Provinsi Jawa Timur termasuk kedalam provinsi yang memiliki angka pasien positif Covid-19 terbesar ke dua di indonesia, Kabupaten Malang yang merupakan bagian dari provinsi Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penularan Covid-19. Potensi tersebut juga diperkuat dengan data bahwa di Kabupaten Malang terdapat pasien positif Covid-19 yang dapat menjadi ancaman penularan jika tidak disikapi dengan serius. Melihat fenomena ini perlu dilakukan upaya pengembangan dan pemanfaatan alat cuci tangan cerdas di Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode 1) Sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak virus Covid-19 dan cara mencuci tangan yang benar untuk memutus mata rantai penulaan Covid-19 2) Praktik cara menggunakan alat cuci tangan cedas higienis. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pakisjajar kecamatan Pakis Kabupaten Malang mengenai pencegahan penularan virus Covid-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di laksanakan di Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dengan mengaplikasikan alat cuci tangan cerdas dan otomatis sebagai sarana edukasi bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (a) Kesadaran masyarakat untuk disiplin mencuci tangan meningkat karena tersedianya sarana mencuci tangan; (b) Masyarakat menjadi mengerti cara mencuci tangan yang benar karena dipandu oleh instruksi berupa suara yang keluar secara otomatis dari alat; (c) Proses cuci tangan akan lebih higienis karena alat akan bekerja secara otomatis sehingga mengurangi sentuhan langsung antara tangan dengan kran air dan tempat sabun.Kata Kunci:  Covid-19, Alat Cuci Tangan Cerdas Higienis, Otomatis

Page 3 of 12 | Total Record : 111