cover
Contact Name
Aan Hasanah
Contact Email
dna.mika@unsur.ac.id
Phone
+628999216842
Journal Mail Official
dna.mika@unsur.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/about/editorialTeam
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : -     EISSN : 27158381     DOI : -
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya is a scientific journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Magister, Universitas Suryakancana that covers various issues related to the learning of bahasa Indonesia. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been studied in the area of Indonesian language-literature, art, and teaching.
Articles 127 Documents
Sentimen Ujaran Kebencian Pasca Pemilu 2024 di Media Sosial Navaarta Mevia*, Plavantiya Densa; Assidik, Gallant Karunia
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5079

Abstract

This article will describe the forms of hate speech after the 2024 election on social media. This study uses a qualitative descriptive method. The research data is in the form of netizen comments on three presidential candidate pairs, namely Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Data sources were obtained from Instagram and YouTube accounts. The results of the study indicate that there are sentiments of hate speech after the 2024 election on social media, most of which are in the form of defamation and insults. In addition, other hate speech was found, including: first, in the form of hoaxes and defamation. Second, hate speech in the form of hoaxes and insults. Third, hate speech in the form of defamation and incitement. Fourth, hate speech in the form of incitement and provocation. Fifth, hate speech in the form of insults and provocation. Sixth, hate speech in the form of insults and incitement. Seventh, hate speech in the form of insults and blasphemy. Keywords: social media; hate speech sentiment; election ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk-bentu ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar netizen terhadap tiga pasangan calon presiden yaitu Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sumber data diperoleh dari akun instagram, youtube. Hasil penelitian menunjukkan adanya sentimen ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial yang paling banyak berupa pencemaran nama baik dan penghinaan . Selain itu, di temukan ujaran kebencian yang lain di antaranya: pertama, berupa hoaks dan pencemaran nama baik. Kedua, ujaran kebencian berupa hoaks dan penghinaan. Ketiga, ujaran kebencian berupa pencemaran nama baik dan hasutan. Keempat, ujaran kebencian berupa hasutan dan provokasi. Kelima, ujaran kebencian berupa penghinaan dan provokasi. Keenam, ujaran kebencian berupa penghinaan dan hasutan. Ketujuh, ujaran kebencian berupa penghinaan dan penistaan. Kata Kunci: media sosial; sentimen ujaran kebencian; pemilu
The Use of Love Language in Interpersonal Relationships Wahyuni, Rani Sri
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5089

Abstract

This study aims to analyze the role of love in interpersonal relationships between partners, friends, and in the work environment, between superiors and subordinates, which seeks to strengthening interpersonal relationships. The technique used in this study is a qualitative approach, with the field observation method and in-depth interviews with several couples/respondents as the sample. Data analysis in this study is to observe verbal and non-verbal interactions between twenty respondents/resource persons, including couples, superiors, subordinates, and friends, during the in-depth interview session. It can be seen that the results show that the use of informal, rich lexical language and non-verbal signals plays an important role in strengthening emotional bonds and increasing understanding between individuals. The results of the conversation data interview show that there are many differences between respondents and between one partner and another, depending on whether or not they have established a relationship. The findings show that the expression of love, both verbal and non-verbal, contributes significantly to satisfaction in their relationship. This study can also identify the five main love languages expressed by respondents, namely in the form of affirmation words, quality time, receiving gifts, service actions, and physical touch.
Penggunaan Media Teks Berjalan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Berita Soft News Wahyuni, Gina Siti; Maryam, Siti; Pamungkas, Daud; Akhrom, Muhamad
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5152

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan pengaruh penggunaan media Teks Berjalan terhadap hasil, aktivitas belajar, juga proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman teks berita soft news. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan dengan desain penelitian One-Group Pretest-posttest. Hasil temuan menunjukan terdapat peningkatan pada hasil belajar peserta didik, sebelum menggunakan media teks berjalan nilai tes awal (pre-test) peserta didik rata-rata sebesar 72,36 sedangkan perolehan nilai tes akhir (post-test) rata-rata sebesar 82,36. Kemudian selain hasil tes juga terdapat peningkatan pada proses pembelajaran setelah menggunakan media teks berjalan, pada awalnya pembelajaran terasa monoton, tidak komunikatif dan sedikit membosankan, namun setelah menggunakan media teks berjalan pembelajaran menjadi variatif, komunikasi terjalin dengan baik, dan motivasi peserta didik meningkat. Aktivitas belajar juga mengalami perubahan dari yang tadinya pasif menjadi lebih aktif, peserta didik yang mengantuk, tidak berani berpendapat dan yang diam saja menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, berkomunikasi dan menyampaikanp pendapatnya di depan kelas. Kata Kunci: kemampuan membaca; teks berita; teks berjalan ABSTRACT This article describes the effect of using the Running Text media on the learning outcomes, activities, and learning process of reading comprehension skills for soft news texts. This study used an experimental method with a One-Group Pretest-Posttest design. The findings showed an improvement in student learning outcomes. Before using the Running Text media, students' average pre-test score was 72.36, while their average post-test score was 82.36. Furthermore, in addition to test results, there was also an improvement in the learning process after using the Running Text media. Initially, learning felt monotonous, uncommunicative, and somewhat boring. However, after using the Running Text media, learning became varied, communication was well-established, and student motivation increased. Learning activities also changed from passive to more active. Students who were sleepy, reluctant to express their opinions, and silent became more active in discussions, communication, and expressing their opinions in front of the class. Keywords: reading ability; news text; Running Text
Tindak Tutur Direktif dalam Pidato Perdana Presiden Prabowo Subianto di Kanal Youtube Gusti, Nila; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5321

Abstract

This article aims to describe the types of directive speech acts delivered by President Prabowo Subianto in his first speech via the Youtube channel. This study uses a descriptive qualitative method. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data model technique, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found the types of directive speech acts, First, request speech acts with a total of 12 utterances with a percentage of 40%. Second, question speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Third, requirement speech acts with a total of 2 utterances with a percentage of 6.66%. Fourth, prohibition speech acts with a total of 4 utterances with a percentage of 13.33%. Fifth, permission speech acts with a total of 0 utterances with a percentage of 0%. Sixth, advice speech acts with a total of 8 utterances with a percentage of 26.66%. Keywords: directive speech acts, speech, youtube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdananya melalui kanal Youtube. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknik data model Miles dan Huberman yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan jenis tindak tutur direktif, Pertama, tindak tutur permintaan dengan jumlah tuturan 12 tuturan dengan persentase 40%. Kedua, tindak tutur pertanyaan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Ketiga, tindak tutur persyaratan dengan jumlah 2 tuturan dengan persentase 6,66%. Keempat, tindak tutur larangan dengan jumlah 4 tuturan dengan persentase 13,33%. Kelima, tindak tutur pengizinan dengan jumlah 0 tuturan dengan persentase 0%. Keenam, tindak tutur nasihat dengan jumlah 8 tuturan dengan persentase 26,66%. Kata kunci: tindak tutur direktif, pidato, youtube
Tindak Tutur Direktif dalam Ceramah Ustadz Abdul Somad: “Menciptakan Generasi Emas” di Aplikasi Youtube Etri, Gia Juli; Ramadhan, Syahrul; Tressyalina, Tressyalina; Afnita, Afnita; Simanjuntak, Nensy Megawati
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5332

Abstract

This article is to discribe the types of directive speech acts in Ustadz Abdul Somad's lecture with the theme "Menciptakan Generasi Emas" uploaded on YouTube. This study uses a descriptive qualitative approach, with data in the form of lecture transcripts containing directive speech acts, such as commands, advice, prohibitions, requests, questions, and agreements. The results of the study show that this lecture contains all six forms of directive speech acts, with commands (8 sentences), advice (5 sentences), prohibitions (2 sentences), requests (4 sentences), questions (5 sentences), and agreements (1 sentence). The speaker uses a persuasive and polite language style to convey moral and religious messages, creating effective interactions with the audience. This study highlights the importance of directive speech acts in building collective awareness and encouraging actions that are in accordance with religious values, especially in the context of digital preaching through the YouTube platform. Keywords: directive speech acts; lectures; YouTube ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur direktif dalam ceramah Ustadz Abdul Somad bertema "Menciptakan Generasi Emas" yang diunggah di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data berupa transkrip ceramah yang mengandung tindak tutur direktif, seperti perintah, nasihat, larangan, permintaan, pertanyaan, dan persetujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceramah ini mengandung keenam bentuk tindak tutur direktif, dengan perintah (8 kalimat), nasihat (5 kalimat), larangan (2 kalimat), permintaan (4 kalimat), pertanyaan (5 kalimat), dan menyetujui (1 kalimat). Penutur menggunakan gaya bahasa persuasif dan santun untuk menyampaikan pesan moral dan religius, menciptakan interaksi yang efektif dengan audiens. Penelitian ini menyoroti pentingnya tindak tutur direktif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong tindakan yang sesuai dengan nilai-nilai agama, khususnya dalam konteks dakwah digital melalui platform ini YouTube. Kata Kunci: tindak tutur direktif; ceramah; Youtube
Marjinalisasi Cerpen Kematian Paman Gober Karya Seno Gumira Ajidarma Tahir, Ainun; Juanda, Juanda; Abidin, Aslan
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5446

Abstract

This study aims to describe the forms of power domination and resistance depicted in the short story Kematian Paman Gober by Seno Gumira Ajidarma, using a descriptive qualitative method. The analysis reveals the presence of bourgeois exploitation and selfishness, highlighting the ongoing oppression of the proletariat. Two main forms of domination are identified: bourgeois domination rooted in egoism and systemic exploitation. In response, various forms of resistance emerge, including protest, condemnation, threats toward the bourgeois class, and attacks on capital production and business operations. This research contributes to Indonesian literary studies through a Marxist perspective, particularly in examining social marginalization as portrayed in short fiction. By focusing on the representation of lower-class characters and class power relations, the study underscores the role of literature as a medium of critique against socio-economic inequality. Future studies are encouraged to investigate similar themes in other literary genres such as novels or drama, and to adopt interdisciplinary approaches for a more comprehensive understanding of class struggles in Indonesian literature. Keywords: marginalization; marxism; power domination; resistance ABSTRAK Penelitian ini tujuannya mendeskripsikan bentuk dominasi kekuasaan serta bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan dalam cerpen dijadikan sumber data dianalisa. Penelitian memakai metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian yakni cerpen Kematian Paman Gober karya Seno Gumira Ajidarma, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya eksploitasi dan keegoisan dari kaum borjuis yang terus menindas kaum proletar. Adapun bentuk-bentuk dominasi kekuasaan terdapat dua bentuk, yakni borjuis dan egoistis, serta eksploitasi. Sedangkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan adalah perlawanan. Perlawanan yang ditunjukkan dalam cerpen ini berupa protes, kecaman dan ancaman kepada kaum borjuis, serta penyerangan pada produksi modal dan usaha. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sastra Indonesia melalui pendekatan teori Marxisme, khususnya dalam menganalisis isu-isu marjinalisasi sosial dalam cerpen. Dengan memfokuskan pada representasi tokoh-tokoh kelas bawah dan relasi kuasa dalam teks, studi ini mengungkap bagaimana cerpen menjadi medium kritik terhadap struktur sosial-ekonomi yang timpang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji representasi marjinalisasi dalam bentuk karya sastra lain seperti novel atau drama, serta mempertimbangkan penggunaan pendekatan interdisipliner agar memperoleh pemahaman yang lebih holistik terhadap isu kelas dalam sastra Indonesia. Keywords: dominasi kekuasaan, marjinalisasi, marxisme, perlawanan
Humor sebagai Kritik Sosial dalam Acara Komedi TV Trans 7 Lapor Pak! Juanda, Juanda; Rahmadhani, Zaskia; Tuflih, Muhammad Alfian
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5617

Abstract

This study aims to analyze the deviation of Leech's politeness principles in the comedy dialogue Lapor Pak! and to reveal the strategies of humor and social criticism through these violations. The method used is qualitative pragmatic analysis by examining selected dialogues that contain maxim violations. The results of the study indicate that all six of Leech's politeness maxims (wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy) are systematically violated to create humor. These violations also serve as a means of social criticism. The study's conclusion confirms that humor in Lapor Pak! not only serves as entertainment but also as an effective social control tool to encourage viewers to critique Indonesian social reality. The study's contribution enriches pragmatic research by showing that violations of politeness principles are not always negative but can serve as a creative communication tool for social criticism and inspire society to be more critical of social reality through a humorous approach. Future research should analyze how viewers interpret humor and social criticism in the TV comedy show Lapor Pak! and its impact on critical awareness Keywords: humor; Lapor Pak!; maxims of politeness; pragmatic; social criticism ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penyimpangan prinsip kesopanan Leech dalam dialog komedi Lapor Pak! serta mengungkap strategi pembentukan humor dan kritik sosial melalui pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis pragmatik kualitatif dengan mengkaji dialog-dialog terpilih yang mengandung pelanggaran maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim kesopanan Leech (kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati) secara sistematis dilanggar untuk menciptakan humor. Pelanggaran ini sekaligus berfungsi sebagai sarana kritik sosial. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa humor dalam Lapor Pak! tidak hanya berperan sebagai hiburan tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang efektif untuk mendorong penonton mengkritisi realitas sosial Indonesia. Kontribusi penelitian memperkaya kajian pragmatik dengan menunjukkan pelanggaran prinsip kesopanan tidak selalu negatif, tetapi bisa menjadi sarana komunikasi kreatif untuk kritik sosial dan menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap realitas sosial melalui pendekatan humor. Penelitian mendatang adalah dengan menganalisis bagaimana penonton memaknai humor dan kritik sosial dalam acara komedi TV Lapor Pak! serta dampaknya terhadap kesadaran kritis. Kata kunci: humor; Lapor Pak!; maksim kesopanan; pragmatik; kritik sosial

Page 13 of 13 | Total Record : 127